PEMKAB PANGANDARAN PUTUSKAN TAK LANJUTKAN PSBB, BULAN JUNI OBYEK WISATA MULAI DIBUKA ?

PANGANDARANNEWS.COM-Usai lounching penyaluran bantuan sosial covid-19 di Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada awak media menyampaikan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berakhir tanggal 20 Mei 2020. Dan Pemkab Pangandaran memutuskan tidak melanjutkan PSBB, dan keputusan ini didasari dari perkembangan tingkat kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pangandaran hingga sekarang masih dunyatakan merupakan zona hijau.

“Setelah diberlakukan tanggal 6 hingga 20 mei, kita tidak akan memperpanjang kebijakan PSBB,” ujar bupati.(19/5)

Namun walau tidak memperpanjang PSBB, kata Jeje, pemerintah daerah tetap melakukan pengetatan wilayah yang memang mempunyai fungsi yang sama dengan PSBB.

Pada pertengahan bulan Juni 2020 nanti, Jeje berharap, Pangandaran sudah normal dari pandemi Covid-19, karena trennya hingga saat masih berada di zona hijau.

Lebih jauh Jeje mengatakan, jika Covid-19 di Jakarta, Bodebek dan Bandung Raya sudah stabil dan  cenderung menurun dan Pangandaran juga semakin baik, ia berharap pada pertengahan Juni anak –anak sudah mulai masuk sekolah walau pun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya juga sedang mengamati, mungkin pada bulan juni juga obyek wisata sudah bisa dibuka,”jelasnya.

Menurut Jeje, untuk mencapai harapan itu semua, ia pun mengajak selurh masyarakat untuk selalu disiplin melakukan arahan dari pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 agar bulan juni mendatang Pangandaran sudah memasuki situasi new normal.

“Tetap disiplin dan jangan abaikan anjuran untuk tetap di rumah aja, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan pakai masker.Kalau tidak ada kepentingan mendesak, jangan keluar rumah dan apabila kondisinya cepat normal, maka perekonomian pun akan pulih kembali,”pungkasnya.

Disoal pelaksanaan shalat sunat idul fitri, Jeje mengatakan, hasil evaluasi dengan kemenag, MUI dan sejumlah tokoh, Pemkab Pangandaran mengeluarkan kebijakan untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri bisa dilaksanakan di lapangan terbuka atau bangunan luas.

“Tapi tentu jemaah tetap harus menjalankan protokol kesehatan covid-19” jelasnya. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAUNCHING PENDISTRIBUSIAN BANSOS TAHAP DUA DI DESA PARAKANMANGGU

PANGANDARANNEWS.COM-Pemkab Pangadaran hari kemarin (19/5) bertempat di Dusun Dukuh Satu Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi, melaksanakan lounching penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) bantuan sosial covid-19 tahap ke 2 yng akan diberikan kepada 88.948 Kepala Keluarga (KK).

Di hadapan ratusan warga Parakanmanggu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, paket sembako tahap 2 ini di berikan kepada warga yang tidak menerima bantuan bansos baik dari pemerintah pusat, provinsi dan BLT dari desa.

“Bansos JPS senilai Rp 150 ribu untuk masyarakat miskin yang tidak terdata di DTKS ini InsyaAllah sebelum hari Raya Idul Fitrisudah selesai didistribusikan,”tegasnya.

Untuk bansos tahap kedua ini Pemkab Pangandaran telah menunjuk Bulog sebagai distributor jika sebelumnya adapenyaluran tahap pertama pemda sudah memberikan kesempatan kepada warung cil yang ada di tiap desa untuk menyediakan sembako. Dan ini dimaksudkan, kata Jeje, agar ada keseragaman semua penerima manfaat penerima bantuan di tiap kecamatan.

Jeje juga menjelaskan,  voucher Rp 150 ribu ini sama dengan tahap pertama, bisa ditukar dengan beras premium seberat 10 kilogram (kg), minyak goreng 1 kg, gula pasir 1 kg, telor 3,4 kg dan 4 buah mie instan. Dan Jeje juga memastikan, dengan ditunuknya bulog sebagai pemasok, maka semua penerima manfaat bansos JPS di tiap kecamatan akan mendapatkan hak yang sama.

Jeje menambahkan, bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Pangandaran ini mudah-mudahan bisa mengurangi beban masyarakat  yang mulai merasakan dampak ekonomi dari pandemi COVID-19 ini.

“Kita berharap semoga secepatnya pandemi ini segera berlalu sehingga kita pun bisa beraktivitas lagi dengan normal,”kata Jeje. (PNews)

PERPAJANGAN PSBB KOTA TASIK MENUAI PROTES WARGA ?

Nanang Nurjamil
TASIKNEWS-Dengan predikat menyandang status daerah level 4, atau zona merah dengan 13 daerah lainnya di Jawa Barat, Pemerintah Kota Tasikmalaya mengelaurkan kebijakan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Jawa Barat hingga tanggal 29 mei 2020.

"Kita sudah putuskan Kota Tasikmalaya akan diperpanjang PSBB karena daerah kita ditetapkan masuk berstatus zona merah atau level 4, “jelas Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Senin (18/5).

Kebijakan pemkot ternyata menuai berbagai komentar dari masyarakat Tasik, seperti yang disampaikan salah tokoh masyrakat, Ir. Nanang  Nurjamil.

Menurutnya, perpanjangan PSBB di Kota Tasik sangat kurang tetap karena dikhawatirkn kebijakan ini  akan membunuh ekonomi  masyarakar  kecil untuk mencari napkah

Kebijakaan ini juga, kata Nanang, dianggap bukan solusi terbaik karena hanya mengulur waktu tanpa mempertimbangan dampak lain yang ditimbulkan. Karena merujuk pada penerapan PSBB yang pertama, dampak ekonomi sangat terasa sekali. Seperti, banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian akibat pemecatan yang dilakukan perusahaan karena menutup usahanya.

“Dan mereka yang dipecat pun sulit mencari pekerjaan pengganti di masa pandemi ini, “kata Nanang.(19/5)

Bukan hanya itu, lanjut Nanang, dampak dari pemecatan ini pun membuat lonjakan angka kejahatan serta tingginya tindakan kriminal akibat terpuruknya ekonomi  masyarakat, seperti  geng motor, begal dan bentuk kejahatan lainnya.

Seperti yang terjadi di kawasan jalan HZ Mustofa, angka kejahatan bulan iterus meningkat dibanding tahun lalu, dan itu hanyalah contoh kecil akbat merosotnya ekonomi sejak penerapan PSBB. Bahkan ia memprediksi akan ada dampak yang lebih besar ketika kebijakan PSBB diperpanjang bila tidak ditangani dengan baik.

Ia menambahkan, ini bisa jadi bom waktu dan tinggal menunggu kapan muncul kasus-kasus yang sama namun dalam jumlah yang lebih banyak, dan bantuan sosial yang disalurkan pemerintah pun  tidak bisa diandalkan dalam masa seperti  29 hari.

“Semoga  pemkot Tasik mau mengkaji  ulang perpanjangam PSBB. “tegas Nanang. (ANWARWALUYO)

WARGA PANGANDARAN DISARANKAN LAKSANAKAN SHALAT IDUL FITRI DIGELAR DI LAPANGAN TERBUKA

PANGANDARANNWS.COM – Hasil rapat bersama Pemkab Pangandaran, MUI, Kemenag dan unsur lainnya, untuk pelaksanaan salat sunat Idul Fitri 1441 H, tetap dilaksanakan dan pelaksanaannya diperbolehka secara berjamaan namun disarankan di lapangan terbuka.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, H. Cece Hidayat, usai mengikuti rapat kordinasi.(18/5)

“Masyarakay bisa melaksanakan salat sunat idul fitri di tempat terbukan, namun dihimbau jemaah  untuk mengenakan masker dan tetap menjalankan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, “terang Cece.

Dikatakan Cece, dan jika pada aat pelaksanaan shalat idul fitri cuaca hujan, maka bisa dilaksanakan di aula atau gedung olahraga (GOR), tapi tetap melalui protokol pencegahan penyebaran COVID-19. Seperti,  sebelum digunakan GOR harus disemprot disinfektan terlebih dahulu, jemaah harus pakai masker dan shapnya pun diatur dengan jarak yang sudah ditentukan.

“Dan seandainya di daerah tersebut tidak ada GOR, salat sunat Idul Fitri bisa dilaksanakan di mesjid, tapi dengan ketentuan yang sama yakni mengikuti protokol pencegahan covid, “imbuhnya.

Tapi Cece juga menyarakan agar, agar warga yang sakit atau pemudik yang datang dari zona merah untuk tidak mengikuti salat sunat Idul Fitri berjamaah.

Ia menambahkan, sementara itu pelaksanaan takbiran pada malam hari hanya diperbolehkan dilakukan di mesjid, dan warga tidak diperbolehkan melakukan takbir keliling dengan mengarak bedug menggunakan kendaraan bak terbuka atau yang menimbulkan kerumunan masa.

“Pelaksanaan takbiran cukup dilakukan di dalam mesjid atau di rumah saja,”tegasnya. (PNews)

YAYASAN DHARMA MUDA BHAKTI PANCATENGAH GELAR RAPAT KERJA DAN PEMBENTUKAN LKP DI KECAMATAN PANCATENGAH

TASIKNEWS- Yayasan Dharma Muda Bhakti Pancatengah baru-baru ini menggelar rapat agenda kerja yayasan, yang dipimpin langsung oleh  Ketua yayasan, Irfan Cibong dan di dampingi Bpk Yoga Budi Permana selaku pendiri sekaligus pembina Yayasan.

Dengan agenda kerja yayasan, membangunan pemberdayaan masyarakat di wilayah Pancatengah khususnya di bidang  ekonomi melalui pembentukan Lembaga Kursus dan Pelatihan ( LKP )

Sesuai dengan perannya, LKP merupakan salah satu bentuk satuan Pendidikan non formal yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti yang tercantum dalam , pasal 62 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.

Adapun Lembaga Kursus yang di dirikan Yayasan Dharma Muda Bhakti Pancatengah , diantaranya, pertama, LKP Maria bergerak pada pelatihan Tata Rias Pengantin, yang didirikan di Desa tonjong, dipimpin Maria Augustin. Kedua, LKP Mustika untuk pelatihan menjahit, pelatihan elektro dan pelatihan mengemudi, berlokasi di Desa Cibongas, yang dipimpin oleh Asep abdul Aziz. Ketiga, LKP Raden, untuk pelatihan menjahit, yang didirikan di Desa Cibuniasih, dipimpin oleh Dedi Ruhenda. Dan keempat, LKP Mandiri, untuk pelatihan keterampilan menjahit, yang didirikan di Desa Cibongas dan  dipimpin oleh Aj Ma'ruf.

Yayasan Dharma Muda Bhakti Pancatengah membuat gagasan pembentukan lembaga kursus dan pelatihan atas dasar kepedulian terhadap masyarakat di wilayah kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, serta pengukuhan ini diharap mampu membawa kemajuan organisasi, sehingga ke depannya bisa lebih dikenal serta kiprahnya pun semakin dirasakan baik anggotanya maupun masyarakat luas.

Dalam agenda rapat pembentukan Lembaga Kursus dan Pelatihan tersebut, pendiri Yayasan Yoga Budi Permana, menyampaikan kepada seluruh jajaran dari mulai Ketua Yayasan beserta Lembaga Kursus dan Pelatihan yang berada di bawah naungan yayasan agar mampu membawa nama baik yayasan serta Lembaga Kursus dan Pelatihan yang telah di bentuk serta konsisten dalam menjalankan roda organisasi sesuai perannya supaya yayasan atau pun LKP ini menjadi sebuah wadah yang bermanfaat bagi masyarakat .

Hal senada dikatakan pngawas yayan, Dedi Yanto RS, ia berpesan pada seluruh jajaran pengurus dan anggota agar dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan serta tidak terjebak dalam perdebatan seiring situasi pada tahun politik seperti sekarang ini.

“Boleh beda aspirasi karena Itu merupakan konsekwensi logis demokrasi, akan tetapi kita tetap perlu menjaga kebersamaan dan kekompakan agar tidak terpecah belah, “tegasnya.(17/5)

Dedi saat dihubungi lewat telepon celullernya, juga mengatakan, Yayasan Dharma Muda Bhakti Pancatengah didirikan oleh Yoga Budi Permana, berdasarkan akta notaris Hj Emma Nurohima, nomer 9 tahun 2020 dengan no SK Kemenkumham No AHU-0007786.AH.01.04 Tahun 2020, yang berkedudukan di wilayah Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya.

“Untuk susunan struktur organisasi yayasan, diantaranya Bpk Yoga Budi Permana sebagai pendiri sekaligus pembina, saya dan bapak Maman selaku penasehat yayasan, ketua diduduki bapa Irpan Cibong, sementara untuk sekretaris dijabat bapa Ali Topan dan bendahara oleh bapa Awan Mustika, “pungkas Dedi. (ANWARWALUYO)








PEMKAB TASIK BENTUK RT SIAGA TANGANI PENYEBARAN COVID-19 DAN KEAMANAN WILAYAH

TASIKNEWS-Sekretaris Dinas Perhubungan Tasikmalaya, Endang Arifin atau yang akrab disapa Gojim, datang ke tiga desa, antara lain, Desa Cikupa, ciawi dan Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal, untuk mensosialisasikan terkait percepatan penanganan Pandemi Covid-19 di wilayah Tasik Selatan.

Selain sosialisasi, Endang ditugaskan Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, sekaligus untuk menyerahkan BOP senilai Rp 500 ribu bagi setiap RT Siaga yang dibentuk di tiap desa.

Menurut Endang, ada beberapa upaya Pemda Tasik dalam memerangi pandemi Covid-19 ini, diantaranya, melakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), pembentukan Satuan Gugus Tugas Covid-19 mulai dari pusat hingga di di tingkat Kecamatan bahkan pembentukan RT Siaga di setiap wilayah yang bertugas untuk memberi pemahaman terkait covid-19 terhadap masyarakat, mencata dan melaporkan situasi Pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Apalagi saat menjelang hari raya Idul Fitri ini dikhawatirkan adanya lonjakan pemudik, sehingga dengan dibentuknya RT siaga hal tersebut akan segera terkoordinasikan dengan baik,”kata Endang.(16/5)

Ia juga menegaskan agar seluruh RT siaga yang sudah terbentuk bertanggungjawab, selain berfungsi dalam penanganan Covod-19 RT siaga pun dapat dipungsikan menjadi petugas keamanan lingkungan dengan menghidupkan kembali ronda malam di tiap setiap dusun.

“Hal ini sangat penting karena saat ini eskalasi kejahatan meningkat efek dari kesulitan ekonomi di tengah situasi pandemi covid-19 ini, “pungkasnya. (ANWARWALUYO)

AKIBAT UP DATE DATA COVID-19 KELIRU, BUPATI PANGANDARAN TEGUR KEPALA DINAS KESEHATAN

PANGANDARANNEWS.COM – Akibat diduga adanya kekeliruan terkait up date data Covid-19 yang dikeluarkan  Dinas Kesehatan, Bupati  Pangandaran, H. Jeje Wiradinata pun langsung menegur  Kepala Dinas Kesehatan, saat saat digelar virtual evaluasi PSBB yang dilaksanakan Gubernur Jawa Barat dengan 27 kepala daerah, bertempat di Command Center Sekretariat Daerah Pangandaran.(16/5)

Pada tanyangan saat virtual evaluasi PSBB berlangsung, tertulis indeks reproduksi dan level kewaspadaan tertinggi di Pangandaran dinyatakan dengan kategori tertinggi di Jawa Barat, dengan angka 4,9. Sehingga saat paparan berlangsung, Pangandaran pun menempati  daerah dengan level kewaspadaan 4 atau zona merah.

Akibat paparan yang keliru itu, bupati pun protes dan mempertanyakan mekanisme pengolahan data yang dilakukan gugus tugas Provinsi Jawa Barat.

"Pasien positif di Pangandaran sampai saat ini hanya ada satu orang dan itu pun sudah sembuh, mengapa Pangandaran bisa jadi zona merah dan indeks reproduksinya tertinggi,"tegas Jeje.

Jeje pun nampak kecewa dan marah dengan hasil evaluasi tersebut dan langsung berdiskusi dengan Kepala Dinas Kesehatan serta jajaran gugus tugas.

"Pak Kadis, saya harap jangan anggap sepele masalah data covid ini, dan kalau saya telepon angkat dong, “tegas Jeje.

Dan ucapan tersebut sempat  diulang-ulangi oleh Jeje, karena kecewa pada Kepala Dinas Kesehatan yang  kurang respons saat dihubungi melalui telepon celullernya.
Pada saat sesi tanya jawab, Jeje pun mempertanyakan hal itu kepada Gubernur Jawa Barat, yang langsung ditanggapi, saat ini pihaknya akan memeriksa kembali data tersebut.

"Mungkin karena harinya panjang sementara kasus hariannya tidak ada, oke kami akan telit lagi datanya ,"ungkap Ridwan Kamil, via telekonfrence.

Menurut Kang Emil, sapaan akrab gubenrur jabar, pihaknya juga menyarankan agar Dinas Kesehatan Pangandaran segera berdiskusi dengan tim dari pemprov untuk meluruskan data yang keliru ini.

"Saya juga tidak percaya dan mungkin data itu keliru, karena yang saya tahu kasus positif corona di

Pangandaran hanya satu dan itu pun sudah sembuh,"kata Kang Emil.
Menanggapi apa yang disampaikan gubernur, Jeje pun sependapat diduga ada yang salah dalam perhitungan atau pengolahan data,  dan bisa saja kesalahan ini ada di Dinas Kesehatan Pangandaran.

Jeje juga menegaskan, hasil rekap data dan perhitungan indeks reproduksi Covid-19 ini akan jadi acuan untuk memutuskan langkah apa yang akan diambil kedepannya. Dan kalau Pangandaran benar ada pada level kewaspadaan, level merah, berarti kebijakan PSBB akan dilanjutkan.

“Saya sangat hait-hati dan khawatir kalau-kalau saya melakukan langkah yang salah,"ucapnya.  (PNews)



INFO HARI INI, TIGA WARGA PANGANDARAN TERINDIKASI REAKTIF HASIL RAPID TEST COVID-19

PANGANDARANNEWS.COM –Dari hasil rapid tes covid-19, tiga orang warga Pangandaran dinyatakan positif virus corona.  Ketiga orang tersebut diantaranya, dua orang pasangan suami istri asal Desa Cimindi Kecamatan Cigugur dan satu orang wanita warga Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak.

Kepada wartawan, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengatakan, tiga orang yang terindikasi reaktif hasil rapid tes Covid-19 saat ini diharuskan menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Dan sayapun langsung mengintruksikan pada petugas untuk segera dilakukan swab test ke3 pada warga tersebut," kata Jeje. (16/5)

Menurut bupati, terungkapnya ktiga orang tersebut setelah petugas melaksanakan rapid test dadakan pada 516 warga, dan ini juga bukti keseriusan Pemkab Pangandaran dalam menjalankan langkah pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 secara maksimal, diantaranya dengan spontan terus melakukan rapid test pada masyarakat.

Jika nanti hasil swab test ke 3 sudah dilakukan pada ketiga orangwarga tersebut menunjukan hasil positif Covid-19, , kata Jeje, pihaknya akan melakukan tindakan sesuai protokol Covid-19.

“Dengan adanya temuan reaktif hasil rapid test Covid-19 ini, maka di lingkungan ketiga warga tersebut akan dilakukan rapid test secara massal, “terang Jeje.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, drg.Yani Ahmad Marzuki membenarkan, status reaktif hasil rapid test pada ketiga warga tersebut menunjukan ada kecenderungan gejala Covid-19.

"Jadi ketiga warga itu belum positif Covid-19 tetapi menunjukan gejala yang mendekati ciri-ciri terpapar Covid-19,"jelasnya..

Seperti diketahui, imbuh Yani, untuk perkembangan up date covid-19, berdasarkan data yang ada di Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, saat ini satu pasien positif Covid-19 sudah sembuh, 8 PDP tersisa tiga PDP dan dari 530 ODP tinggal delapan ODP.  (PNews)

BUPATI TASIKMALAYA HARI INI LAUNCHING PENDISTRIBUSIAN DTKS DAMPAK COVID-19 PEMPROV JABAR

TASIKNEWS-Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, hari ini (16/5) bertempat di Kantor Pos Cabang Singaparna melaksanakan lounching pendistribusian bantuan tunai dan non tunai dampak Covid 19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Bulog Priangan Timur, Kepala Kantor Pos Tasikmalaya, Kepala Kantor Pos Cabang Singaparna, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Drs. Roni A. Sahroni, MM, Kepala Satpol PP Iwan Ridwan, S.IP, Camat dan Muspika Singaparna serta Mitra Gojek.

Kepala Kantor Pos Tasikmalaya, Akbar Anugrah Asdipasa, dalam sambutannya memastkan penyaluran bantuan ini dilakukan secara profesional, tepat jumlah dan tepat sasaran.

Menurut Akbar, penyaluran bantuan  tahap kedua ini merupakan bantuan untuk Non DTKS yang jumlahnya lebih banyak dari DTKS, sehingga dibutuhkan usaha yang luar biasa dari semua pihak.

“Kami berharap mitra gojek sebagai penyalur langsung bantuan bisa tetap menjaga profesionalitas, tepat sasaran dan tepat jumlah dalam proses penyaluran bantuan ini,”ucapnya.

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto dalam sambutannya menjelaskan, Pemkab Tasikmalaya akan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak Covid 19 bagi warga yang belum menerima bantuan dari pusat, provinsi, dan Dana Desa (DD).

Jumlah masyarakat yang terdampak Covid 19 di Kabupaten Tasikmalaya sangat banyak, tapi kata bupati bantuan yang berasal dari berbagai sumber walau besarannya berbeda-beda, diantaranya  bantuan dari pusat, dari Kemensos, Pemprov, dan BLT Dana Desa, jumlah semua bantuan tersebut belum mencukupi semua masyarakat, sehingga untuk masyaraka yang belum menerima  akan menjadi beban pemda.

“ Sekarang Pemkab Tasik sedang dikaji, agar setelah selesai bantuan dari provinsi bisa diteruskan dengan bantuan dari Pemerintah Daerah, ”kata bupati.

Bupati juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Pos Indonesia, mitra gojeg dan semua pihak yang telah membantu penyaluran bantuan ini. (ANWARWALUYO)

UPDATE KASUS CORONA DI KABUPATEN PANGANDARAN PER 15 MEI 2020 PUKUL 16.00 WIB

PANGANDARANNEWS.COM – Ini up date grafik data terakit covid-19 di Kabupaten Pangandaran, hingga hari Jumat tanggal 15 Mei 2020 pukul 16.00 WIB, yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

KASUS TERKONFIRMASI  COVID-19

Total    : 1 orang
Sembuh : 1 orang
WNI      : 1 orang
Laki2    :   orang
Perem : 1 orang
Usia
20 - 29 :  orang
30 - 39 :  orang
50 - 59 :  orang
60 - 69 :  1 orang

DALAM PENGAWASAN:

1. Total : 8 orang
2. Selesai : 4 orang
  - meninggal : 3 orang
3. Masih pengawasan: 1 orang
4  Laki-Laki : 3 orang
5. Perempuan :  5 orang
6. WNI :  8 orang
7. WNA : 0 orang
8. Usia :
< 5 th :
6-19    : 1 orang
20-29 : 1 orang
30-39 :
40-49 :
50-59 : 1 orang
60-69 : 3 orang
70-79 : 2  orang
>80    : 

DALAM PEMANTAUAN:

1. Total : 530 orang
2. Selesai : 523 orang
3. Msh pemantauan : 7 orang
4. Laki-Laki : 328 orang
5. Perempuan : 202 orang
6. WNI :  525 orang
7. WNA : 5 orang
8. Usia :
< 5 th :  10 orang
6-19    :    73 orang
20-29 :  221 orang
30-39 :   76  orang
40-49 :   69  orang
50-59 :   44 orang
60-69 :   27 orang
70-79 :    8 orang
>80      :    2 orang

ORANG TANPA GEJALA (OTG)

TOTAL : 61 orang
SELESAI : 61 orang

MASIH PEMANTAUAN :0

HASIL LAB. SWAB

Positif    : 1 orang
Negatif          : 31orang

Untuk masyarakat yang memerlukan informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, bisa menghubungi covid19.pangandarankab.go.id atau di Hotline Call Center : 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran : 085320643695.

Dan ini selengkapnya Up Date Kasus Corona di Kabupaten Pangandaran per 15 Mei 2020 :
                   






















AKIBAT PEMBAGIAN KURANG TEPAT SASARAN, SEORANG NENEK TUA LUPUT MENERIMA BANTUAN SOSIAL

TASIKNEWS-Seorang ibu yang sudah tua renta, Ema Markoh, warga Dusun Wangun tepatnya di Pamugaran Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, yang tinggal di sebuah rumah yang keadaannya (maaf) seperti gubug reyot, hingga saat ini luput dari perhatian pemerintah. Karena hingga saat ini Ema Markoh tidak pernah mendapat bantuan program jaring pengaman sosial pemerintah, bahkan untuk bantuan Covid 19 pun belum ada sama sekali padahal beliau sangat membutuhkan.

Sungguh miris karena selama bertahun-tahun hidup sendiri Ema Markoh tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah baik PKH,BLT,BPNT atau bantuan lainnya seperti  program bedah rumah.

“Ema ini sudah tua dan tinggal sendiri di rumah tapi Ema tetap bersyukur pada Allah SWT karena masih diberi umur dan kenikmatan hidup” tuturnya pada PNews.

Mungkin akibat tidak meratanya atau sistem pendataan masyarakat miskin yang kurang sempurna membuat warga seperti Ema Markoh luput dari program pemerintah untuk masyarakat kurang mampu.

Sebaiknya pemerintah daerah melalui Dinas Sosial pun harus segera mendata ulang warga penerima bantuan baik itu PKH, BPNT atau bantuan di masa covid-19 sekarang ini, dengan menurunkan petugas langsung ke lapangan sehingga tidak terjadi  seperti sekarang turunnya bantuan terkesan  tidak tepat sasaran. (ANWARWALUYO)

DI MASA PANDEMI COVID-19 SISWA BELAJAR DI RUMAH, EFEKTIFKAH ?

PANGANDARANNEWS.COM-Sejak wabah covid-19 melanda di Indonesia, seluruh pelajar di tanah air tidak bersekolah dan harus belajar dari rumah. Sejumlah negara termasuk Indonesia, telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona (Covid-19). Salah satu langkah yang dinilai cukup efektif ialah dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Aturan tersebut, diantaranya membatasi sejumlah aktivitas di luar rumah. Tentu hal ini juga berlaku untuk kegiatan belajar mengajar yang akhirnya menutup sekolah untuk sementara waktu, sehingga siswa pun diwajibkan untuk mengikuti program Belajar dari Rumah (BDR) dengan metode pembelajaran jarak jauh berbasis online.

Untuk mereka yang berlatar belakang dari keluarga mampu secara finansial kebijakan ini tentu bukanlah masalah, tapi sebaliknya bagi siswa miskin keadaan ini ini sangat miris karena mereka tak bisa belajar dari rumah karena tak mempunyai handphone.

Di sisi lain, tidak sedikit juga yang mempertanyakan efektifitas BDR ini, karena menurut beberapa orangtua siswa, dengan metode berbasis on line dan siswa hanya menerima lembaran tugas-tugas pelajaran tentu akan berbeda jauh dengan cara tatap muka langsung.

Saat diminta komentarnya, salah seorang Kepala SD di Kecamatan Pangandaran, Amah Suryamah Ansyori, mengatakan, ada manfaat yang bisa dipetik dari kebijakan ini. Anak bisa lebih dekat dengan putra-putirnya.

“Si anak lebih banyak waktu bersama keluarga sehingga orangtua pun akan lebih mengenal karakter anak-anaknya, “ungkapnya, saat dihubungi melalui telepon celullernya. (14/5)

Amah mengatakan, bagi guru ini merupakan pengalaman pertama yang sangat berharga, mengajar dengan istem daring ternyata mengasikan juga dan menyita waktu. Karena setiap saat guru harus bisa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan para orangtua siswa tentang tugas-tugas yang haru dikerjakan putra-putrinya, walau sebenarnya tugas-tugas tersebut sudah sangat jelas.

Ini juga ternyata, kata Amah, menjadi pembelajaran terhadap guru-guru yang tadinya males untuk melek IT, karena sekarang harus paham dan bisa menggunakan android.

Disoal kendala bagi siswa yang tidak mempunyai handpone, Amah menuturkan, ini merupakan tugas guru datang ke rumah siswa tersebut untuk menjelaskan secara langsung kepada siswa terkait tugas-tugas yang harus dikerjakan.

“Jadi orang tua pun tidak merasa terbebani karena tidak harus membeli handpone dulu, “ucapnya.

Sementara beberapa orang guru yang ditemui PNews mengaku, hampir 3 bulan pelaksanaan program BDR, kini ada perasaan rindu suasana ruang kelas dan ingin bertemu siswa. Setiap hari bersama pada tempat yang sama tentu tidak mudah merubah kebiasaan tersebut.

“Untuk anak-anakku tetap konsentrasi dan belajar di rumah, mudah-mudahan kalian tetap semakin giat belajar dan jangan lupa berdoa, Insya Allah masalah ini akan segera berlalu dan kita akan bersama-sama lagi,”ungkapnya. (PNews)


SUDAH 20 TAHUN JALAN PENGHUBUNG KUJANG-CIDADAP KONDISINYA RUSAK PARAH

TASIKNEWS-Sejumlah masyarakat di Desa Kujang dan Desa Cidadap Kecamatan Karngnunggal mengeluhkan buruknya kondisi jalan yang menghubungkan kedua desa tersebut. Menurut warga, Pemkab Taikmalaya pun terkesan tutup mata walau pun kondisi jalan ini sering menjadi headline di media-media bahkan menjadi gunjingan nitizen di media sosial (medsos).

Menurut warga, yang tidak mau ditulis identitasnya, mengaku ia sangat kecewa terhadap Pemkab Tasik karena sudah hampir 20 tahun kondisi jalan di wilayahnya belum tersentuh perbaikan.
Menurutnya, saat kampanye gubernur beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, SE, dalam kampanyenya pernah menjanjikan jika ia terpilih ia akan memperbaiki jalan tersebut. Tapi sayang, hingga sekarang janji itu belum terealisasi.

“Hingga sekarang jalan ini masih becek dan licin saat diguyur hujan, sehingga tidak jarang banyakpengguna jalan yang terpeleset, “ungkapnya.(14/5)

Hal senada dikatakan salah seorang pengendara motor, Muzammil, kondisi jalan rusak ini sudah berlangsung lama dan hingga sekarang semakin parah karena hampir tiap hari diguyur hujan.

“Jika melewati jalan itu harus ekstra hati-hati karena hampir seluruh jalan rusak parah dan berlubang, sehingga banyak pengendara saling menghindari jalan yang seperti kubangan kerbau ini,”kata Muzammil.

Ia pun berharap Pemkab Tasik segera memperbaikinya karena jalan tersebut selain merupakan akses yang menghubungkan dua desa juga menjadi jalur perekonomian warga. (ANWARWALUYO)

5 WARGA SINDANGJAYA SELESAI JALANI ISOLASI KHUSUS SEGERA LAKUKAN RAPID TEST SEBELUM PULANG

PANGANDARANNEWS.COM-5 warga Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran yang sudah selesai menjalani masa isolasi, hari ini (13/5) akan pulang ke rumahnya masing-masing setelah sebelumnya mengikuti melakukan pemeriksaan rapid test. Dan sesuai janji Pemkab Pang ngandarankelima warga tersebut akan mendapat dana konfensasi sebesar Rp 280 ribu, dari akumulasi biaya hidup Rp 20 ribu per harinya.

Seperti disampaikan Kepala Desa Sindangjaya, Asep Roni, ini merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang pemerintah daerah kepada warganya.

Roni juga menyampaikan permohonan maafnya apabila selama warga mengikuti masa isolasi, pelayanan serna sarana yang ada di tempat isolasi kurang memuaskan warga.

“Saya atas nama pemerintah sekali lagi mohon maaf atas segala kekurangan ini, “tutur Roni.(12/5)

Roni menyebutkan, isolasi khusus ini merupaka program pemerintah di masa pandemi covid-19 yang mewajibkan kepada seluruh para pemudik, terutama yang datang dari zona merah untuk menjalani isolasi sebagai upaya pemutusan penyebaran virus corona yang sedang mewabah ini.

“Saya juga atas nama pemerintahan Desa Sindangjaya mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan kesadaran seluruh warga dalam membantu program pemerintah ini, “imbuh Roni.

Sementara saat ditanya, salah seorang keluarga warga yang sudah selesai melaksanakan isolasi, menyampaikan,ia merasa lega karena selama proses isolasi tidak ada gejala demam atau gejala lainnya.

“Sebelumnya kami merasa khawatir tapi setelah menjalani proses isolasi kami baru paham manfaat isolasi dan kini kami pun merasa lega, “ katanya. (Tn)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN