NANANG HERYANTO: “GUNAKAN TANAH UNTUK PEMADATAN BAHU JALAN TIDAK MELANGGAR ATURAN”

PANGANDARAN NEWS- Lemahnya pengawasan terkait beberapa pekerjaan Dinas PU Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Pangandaran, Bidang Minamarga dipertanyakan warga.  Seperti pembereman salah satu pekerjaan insprastruktur jalan  di Dusun Mekarsari Desa Pagerbumi Kecamatan Cigugur, yang menggunakan tanah sisa galian.

Menurut salah seorang warga, Wahyudin (45), ia melihat pembereman di kiri dan kanan jalan beton di depan rumahnya dengan menggunakan tanah sisa galian.

"Tadinya saya mengira akan menggunakan cabluk yang berbatu sehingga pemadatannya pun akan keras dan bagus, tapi ketika saya dan warga melihat pembereman itu menggunakan tanah, jelas kami kecewa, ", katanya. (22/1)

Wahyudin juga mempertanyakan, apakah saat pengerjaannya tanpa pengawasan dari dinas terkait, dan apakah memang dalam perencanaannya seperti itu.

“Yang saya tahu dan pernah saksikan, biasanya pembereman itu menggunakan cabluk berbatu atau pakai sirtu", tambahnya.

Ditemui secara terpisah, menurut Kabid Binamarga, Nanang Heryanto, memang pembereman jalan beton di Dusun Mekarsari tersebut menggunakan tanah.

Menurutnya, itu bisa dilakukan dengan menggunakan tanah sisa galian dan itu tidak melanggar aturan, apalagi saat ini untuk mencari cabluk agak susah karena banyak galian C yang ditutup dusebabkan belum punya ijin.

“Dengan alasan susah mencari cabluk, maka pakai tanah pun bisa yang penting jalannya mulus saja  dulu, "kata Nanang.  (AGE)

MENGUAK MISTERI GOA SODONG DI KECAMATAN CIMERAK

PANGANDARAN NEWS-Goa Sodong, atau warga sekitar lebih akrab dengan sebutan Goa Sodong Gatah, terletak di area bekas pabrik tepung tapioka (Singkong) di Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, merupakan goa alam sepanjang 1 km yang  memanjang dari area pabrik menuju aliran sungai  Sodong dan bermuara ke laut pantai selatan.Tapi sayang, entah apa sebabnya keindahan goa tersebut tidak bisa dikunjungi karena untuk sementara ini ditutup.

Untuk menuju lokasi Goa Sodong dapat ditempuh dari dua arah, dari arah selatan melalui Desa Kertamukti dan lewat jalur utara melalu jalan arah Dusun Banjarwaru.

Sebenarnya menurut beberapa warga, goa Sodong bisa dijadikan obyek wisata, apalagi di ujung jalur goa yang menuju sungai Sodong ada sebuah makam yang konon merupakan makam muridnya Syeh Abdul Muhyi, yang petilasannya ada di Pamijahan Tasikmalaya.

Menurut guru kunci makam, Tukimin, kadang-kadang banyak penjiarah asal Bandung, Garut dan Jawa Tengah datan ke sana, terutama, malam Jumat Kliwon dan Senin Kliwon.

Sementara dari keterangan seorang warga mantan pekerja pabrik, Undang, sekitar tahuan 80an hingga 90an, keberadaan Goa Sodong belum begitu dikenal karena saat itu pintu masuk ke goa masih terhalang dengan kesibukan pekerja pabrik. Sekarang pabrik ini sudah tidak beroprasi lagi karena lahan singkong yang menjadi bahan baku kini sudah berubah menjadi perkebunan kelapa hibryda, sehingga pabrik pun tidak lagi bisa produksi dan tutup. Sehingga kini keberadaan goa Sodong pun  sangat menyeramkan dan sering  terdengar suara aneh bersumber dari goa.

“Tapi walau rumah saya di sekitar bekas pabrik, kejadian-kejadian aneh itu tak membuat saya takut karena memang tidak mengganggu, “terangnya.(21/1)

Masih kata Undang, sebenarnya dulu keberadaan goa ini awal tidak menjadi perhatian warga, tapi setelah pabrik tutup dan sering muncul suara-suara aneh dari area sekitar pabrik dan mulut goa, masyarakat pun jadi penasaran.

Pabrik Tapioka seluas 4 hektar ini, tutur Undang, dulunya milik warga keturunan cina, Hu sen yang tingga di Kota Ciamis, dan sekarang untuk merawatnya dipecayakan pada anak angkatnya, Imun yang tinggal di Desa Sindangsari.

Menurut cerita pemiliknya, lanjut Undang, lahan yang kini ditanami pohon jati ini rencanananya akan dijual, tapi entah kenapa sudah 3 tahun belum juga terjual.

Hal ini dibenarkan Ustadz Enjang, menurutnya, karena dihalangi penunggu goa yang  tidak rela  jika tanah ini dijual.

“Jadi penghuninya harus dipindahkan dulu, Walahualam, “ujar  Ustadz Enjang. (RASIMUN)

UNTUK ERATKAN TALI SILATURAHMI DENGAN WARGA, KADES SINDANGSARI RUTIN LAKUKAN SILATURAHMI

PANGANDARAN NEWS-Salah satu kegiatan rutin yang selalu diakukan Kepala Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, kunjungan ke tiap-tiap dusun untuk bersilaturahmi dengan warga. Pada kunjungan yang dilakukan setiap malam kamis ini, kepala desa yang ditemani beberapa ketua RT, kepala dusun, Karang taruna, BPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat ini, bertujuan ingin melihat serta mendengar langsung keadaan warga desanya.

“Kebetulan kunjungan malam ini ke Dusun Mekarjaya untuk melantik ketua RW 02 yang baru, Agus Mawan menggantikan Uhyan yang telah habis masa jabatannya, “terang Kepala Desa Sindangsari, Herman.(21/1)

Di hadapan warga yang hadir di balai dusun, Herman menyampaikan, proses beberapa pembangunan yang sudah dan akan dilaksanakan Pemdes Sindangsari, sehingga masyarakat sebagai penerima azas manfaat pembangunan pun tahu dan bisa ikut terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Selain untuk meningktkan tali silaturahmi, kata Herman, kunjungan ke tiap dusun ini juga untuk bisa mendengarkan langsung aspirasi warganya, sehingga semua masalah yang berkaitan dengan pembangunan fisik dan non fisik pun bisa dibahas dalam bentuk harmonisasi antara pemdes dan warga.

Dikatakan Herman, salah satu bahasan dalam pertemuan kali ini terkait rencana pembelian tanah untuk lapang yang sampai saat ini belum terealisasi juga, sehingga hingga saat ini Dusun Mekarjaya belum juga memiliki lapangan sepak bola. Padahal, menurut salah seorang warga, Elan, lapang sepakbola merupakan sarana penting yang bsa dijadikan tempat pengembangan bakat olahraga masyarakat, khususnya generasi muda.

”Tentunya, kita akan cari jalan yang terbaik untuk pengadaan tanah lapang ini, “kata Herman. (RASIMUN)

CAMAT BANJAR BINA APARATUR DESA JAJAWAR

BANJAR NEWS--Dalam rangka meningkatkan Kinerja Aparatur Pemerintahan Desa, Camat Kecamatan Banjar Kota Banjar, Nia Kania Parmasih S.Stp,Msi, menggelar pembinaan pada para  Kepala Desa, BPD, Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan Desa dan Bendahara Desa,bertempat di Desa Jajawar.(21/1)

Di depan para peerta pembinaan, Camat Banjar,  Nia Kania Parmasih S.Stp,Msi, menyampaikan, perlunya sinergitas antara BPD dengan kepala desa, karena semua produk hukum yang ada di desa harus dibahas bersama–sama.

“Dalam hal ini kepala desa dan perangkat menjadi  pelaksana sedangkan BPD  pada aturan baru di libatkan sebagai unsur penyelenggara pemerintah, “terang Nia.

Dan kegiatan pembinaan desa ini, kata Nia, merupakan kegiatan rutin tiap bulan yang dilaksanakan kecamatan.

Masih kata Nia, ada dua kategori yang dilakukan melalui kunjungannya ke desa, dan itu disentralisasi di kantor kecamatan, waktunya dilaksanakan setiap hari senin, usai upacara.

"Ini dilakukan untuk semua desa " ujarnya.

Nia juga mengatakan, berdasarkan Permendagri no 47 Tahun 2016 pasal 12 ayat(2), ini meruoakan tugas camat yang harus dilaksanakan dalam pembinaan ke desa-desa.

Sementara Sekdes  Jajawar, Riswanto, saat ditemui PNews di ruang kerjanya, mengatakan kedatangan camat ke Desa Jajawar selain mekaksanakan pembinaan juga membahas terkait program Setiap Aparat Desa Selasa Mengaji (SIAP HAJI).

“Dan program ini juga diperkuat dengan Perkades sebagai payung hukumnya, “kata Riswanto.

Riswanto menambahkan, legestasi hukum ini inovasi yang di lakukan Kepala Desa Jajawar, Samsudin Spdi, yang bertujuan meningkatkan iman dan takwa setiap perangkatnya. (TITO)

MANGUNJAYA MENJADI KECAMATAN PERTAMA PELAKSANAAN MUSRENBANG 2020 KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN NEWS-Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Mangunjaya menjadi kegiatan Musrenbang pertama awal tahun 2020 di Kabupaten Pangandaran, dengan tema Pemantapan Capaian RPJMD 2016 - 2021 mewujudkan Pangandaran sebagai tujuan wisata berkelas dunia menuju pembangunan berkesinambungan".

Dalam musrembang RKPD tahun 2021 yang dilaksanakan di Gedung Da’wah (21-22/01), dihadiri langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, juga dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, camat serta pejabat di lingkup pemkab, ini merupakan porum musawarah para pemangku kepentingan baik langsung maupun tidak langsung, yang bertujuan untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah, menyepakati prioritas pembangunan daerah yang anggarannya bersumber dari APBD tahun 2020.

Beberapa usulan, seperti bidang pemerintahan, sosial budaya, Ekonomi dan infrastruktur menjadi bahasan dalam musrenbang di tingkat kecamatan ini.

Sementara, dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, dari 20 point janji kampanye bupati dan wakil bupati menjelang pilkada beberapatahun lalu, hingga kini tinggal menyisakan 2 point lagi yang belum terealisasikan.

Kedua point itu, kata bupati,  antara lain pemberian beras untuk pesantren dan pembangunan pusat pemerintahan kabupaten pangandaran yang Insya Alloh tahun akan direalisasikan tahun ini, “kata bupati.

“Dengan demikian pada akhir masa jabatan bupati dan wakil bupati yang jatuh pada tahun ini, kami telah memenuhi janji-janji yang kami sampaikan pada kampanye bupati wakil bupati  tahun 2015 lalu, “kata bupati. (Tn)

DIDUGA KARENA CUACA PANAS SEBUAH TANGKI BBM TERBAKAR DI PATARUMAN

BANJAR NEWS- Sebuah mobil tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan nomer polisi E 9074 YB, sekitar jam 15.00 terbakar di Jalan Raya Banjar – Pangandaran, tepatnya di Blok Batulawang Dusun Sukahurip RT 01 RW 03 Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman Kota Banjar. (20/01)

Menurut beberapa saksi mata, tanki tersebut tengah mengisi BBM (Pertalite), di penampungan. Dan dugaan sementara kebakaran terjadi akibat suhu udara yang cukup panas.

” Diawali kepulan asap serta dentuman keras tiga kali baru stelah itu api keluar membakar bagian belakang mobil tangki, “ujar warga sekitar.

Kepala Pelaksana (kalak) BPBD Kota Banjar, Dedi Suwandi, membenarkan, kebakaran yang menimpan tenki tersebut memang diakibatkan suhu udara di sekitar lokasi kebakaran sangat panas.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung menerjunkan dua unit mobil pemandam kebakaran ke lokasi, “ucapnya.

Dikatakan Dedi, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB, dan untuk sementara perkiraan kerugian materi dan kronologis kejadian belum bisa disampaikan karena harus menunggu hasil identifikasi dari Kepolisian Polres Banjar.

“Tapi beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa atau luka, “imbuhnya. (TITO)

PEMASANGAN RAMBU LARANGAN PARKIR DI ALUN ALUN BANJAR MEMBINGUNGAN WARGA

BANJAR NEWS--Rambu larangan parkir yang terpasang di area alun-alun, tepatnya di jalan Perintis depan toko modern Pajajaran, Kota Banjar, membingungkan para pengendara yang singgah di kawasan tersebut. Bahkan tak sedikit diantaranya sengaja berhenti untuk memahami rambu tersebut, agar tidak terjebak dan melanggar aturan.

masyarakat pun jadi bingung dengan pemasangan rambu-rambu tersebut, seperti diketahu, alun-alun merupakan area publik, jadi dipastikan banyak yang datang kesana. Dan mungkin tidak perlu dipasang larangan parkir.

Seperti diungkpakna Joni, Warga Dusun Cimenyan 1, menurutnya jika petugas salah menempatkan rambu juga tidak masuk akal karea kendaraan yang parkir di area tersebut diminta restibusi.
“Kalau benar-benar dilarang parkir, jangan ada petugas retribusi  dong..”ungkapnya.(19/1)

Hal senada dikatakan mantan Wakil Ketua DPRD periode 2004-2009, Solihin, ia menuturkan,      pemasangan rambu itu  diduga kurangnya pemahaman petugas dalam memasang rambu-rambu lalu lintas.

"Diduga perekrutan atau mungkin juga penempatan petugas yang dilakukan tidak sesuai dengan bidang ahlinya,” ujarnya.

Solihin menambahkan, pemasangan rambu larangan parkir  itu dilakukan secara asal tanpa pengkajian yang matang.

“Kalau memang rambu  itu  tetap dipasang, sebaiknya jangan ada petugas restribusi atau sebaliknya cabut rambunya. " tegas Solihin (TITO)

DPRD KECEWA KINERJA PT HUTAMA KARYA TERKIT PEMBANGUNAN RSUD PANGANDARAN

PANGANDARAN NEWS-Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega diKabupaten Pangandaran dengan anggaran ratusan milyar, yang rencananya akan diresmikan awal tahun 2020, ternyata hingga akhir tahun 2019, ada beberapa pekerjaan yang belum selesai.

DPRD Pangandaran, melalui komisi III, menyayang pihak pengembang (PT Hutam Karya) tidak bisa menyelesaikan pembangunan RSUD sesuai kontrak kerja.

Seperti dikatakan Wakil Ketua Komisi III, Hesti, gaung pembangunan RSUD Pandega Pangandaran sangat luar biasa, begitupun anggaran yang dikeluarkan pemerintah, tapi dengan kinerja dari PT Hutama Karya tidak memuaskan.

"Jujur saya sangat kecewa, pekerjaanya pun terkesan tidk profesional, lihat saja hingga kini masih ada salah satu flapon yang bocor pemasangann keramik selain tidak rapih juga banyak yang retak dan belah,"ungkap Hesti.(17/1)

Hesti juga mengeaskan, DPRD melaluiKomisi III pun akan terus mengawasi kinerja PT Hutama Karya sebelum dinyatakan selesai dalam pembangunannya.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat pihaknyaberkeinginan pengerjaan RSUD bertatap hotel berbintang ini bisa sempurna, megah, bagus dan hebat. Tapi kenyataannya hingga batas waktu pengerjaan selesai, masih ada flapon bocor dan lainnya, DPRD kecewa dengan kinerja PT. HK yang merupakan perusahaan BUMN.

“Kami akan melakukan cros check kembali untuk memastikan apakah PT HK sudah melakukan perbaikan atau belum serta membahas temuan ini di komisi, “imbuhnya. (PNews)

TAHUN 2020 APBD PANGANDARAN ANGGARKAN Rp 300 MILYAR UNTUK INFRASTRUKTUR

PANGANDARAN NEWS-APBD tahun 2020 masih fokus pada 4 skala perioritas, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan penataan wisata, dan penetapan anggaran ini sudah diparipurnakan di DPRD, dengan jumlah pendapatn dan belanjasebesar Rp 1,3 trilyun.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, HMM, saat diwawancara sejumlah  media di halaman gedung DPRD, beberapa waktu lalu.

“Anggaran untuk pembangunan infrastruktur untuk tahun 2020 sekitar Rp 300 milyar, “ungkapnya.

Dalam APBD tahun ini juga ada lokasi anggaran untuk biaya Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) yang akan dilaksanakan bulan september, sebesar Rp 50 milyar.  Semnatara untuk devisit anggaran, kata Asep, dicover dari pembelanjaan daerah dan ini memang dinilai sangat rasional.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, membenarkan, APBD yang telah ditetapkan pada paripurnan sekarang sebesar Rp1,3 triliun ada kemungkinan bisa bertambah menjadi Rp 2,2 triliun, dengan adanya Bantuan Keuangan (Bankeu), Bantuan Provinsi (Banprov) dan bantuan dari sumber anggaran lainnya.

Dengan besarnya anggaran untuk pembangunan infrastruktur trsebut, menurut Jeje, ditargetkan tahun ini perbaikan infrastruktur di Kabupaten Pangandaran capai 99,99 %.

"Sedangkan untuk defisit anggaran sebesar Rp77 miliar, namun semua itu akan tertutupi oleh sektor pembiayaan,"terang Jeje. (PNews)


USAI LIBUR TAHUN BARU KETUA DPRD PANGANDARAN SOROTI SAMPAH DAN PARKIR DI OBYEK WISATA

PANGANDARAN NEWS-Ada beberapa masalah yang perlu dievaluasi pemerintah terkait kegiatan dan pelayanan pariwisata pasca liburan tahun baru 2020, sehingga ke depannya kualitas pariwisata  Pangandaran semakin baik dan meningkat.

Seperti dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, HMM, salah satu persoalan sampah. Tanpa menghilangkan peran serta kerja keras para petugas di lapangan dari dinas terkait, saat ini Pangandaran sudah waktunya memiliki mesin pembersih pantai (beach cleaner) yang berfungsi untuk membersihkan sampah pantai yang bercampur dengan pasir.

"Dengan beach cleaner ini nantinya sampah yang bercampur pasir itu bisa disaring lalu pasirnya dikeluarkan kembali, “jelasnya (3/1)

Selain masalah sampah, politisi asal PDI Perjuangan ini pun menyoroti masih adanya sejumlah hotel dan restoran yang membuang limbah cair langsung ke laut, sehingga membuat kebersihan dan pemandangan sekitar pantai pun jadi kurang indah dilihat.

Menurutnya, perlu ada langkah segera apalagi Pemkab Pangandaran sekarang sudah menerbitkan Perda tentang kebersihan.

Dan rencana pembuatan instalasi pengolahan limbah rumah tangga komunal, kata Asep, harus segera direalisasikan, seperti di sepanjang pantai barat dan timur.

Dikatakan Asep, suatu saat tanpa protokoler ia pernah melihat kawasan parkir yang ada di obyek wisata Pangandaran, dan Asep menyororti ternyata masih banyaj hotel yang tidak menyediakan lahan parkir yang disesuaikan dengan jumlah kamar huniannya.

“Masih ada beberapa tamu hotel yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan, dan jelas ini bisa  memicu kemacetan, “ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya mendukung rencana pemerintah untuk membuka lahan parkir umum di lapang Katapang Doyong dan area pasar wisata, dan secara perlahan masalah parkir ini bisa dibenahi. (PNews)





TEMPAT AIR JAMAN DULU, BUAH KUKUK BERBENTUK KENDI KINI SEMAKIN LANGKA

TASIK NEWS-Buah Kukuk merupakan salah satu jenis tanaman buah labu yang biasa tumbuh di daerah dengan udara serta beriklim tropis seperti di Indonesia.

Bagi beberapa warga  warga Dusun Cirengrak, Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, buah kuku juga sering dijadikan bahan kerajinan tangan ynag berfungsi untuk menyimpan air minum.

Menurut salah seorang pengrajin, Encep, buah labu jenis kukuk ini bisa disulap menjadi salah satu tempat wadah air yang bisa digunakan menjadi tempat minum yang bisa dibawa kemana-mana.

“Prosesnya pembuatannya memakan waktu sekitar satu hingga tiga bulan, “terangnya. (19/1)

Kata Encep, kukuk sekarang agak sulit didapat, karena jenis buah ini merupakan salah satu jenis buah zaman dulu yang dipakai masyarakat desa untuk sarana menampung air untuk bekal ketika di sawah atau sedang berkebun.

Air yang disimpan di buah kukuk pun terasa lebih segar dan katanya bisa membuat menghilangkan  peyakit gatal di kulit.

Konon, kata Encep, beberapa tahun lalu kukuk biasanya selalu dibawa budak angon (pengembala ternak) atau para petani saat berladang di hutan.

“Jadi saat membawa kukuk ini serasa bernostalgia ingat masa kecil ketika mengembala kerbau, “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

INI SUDAH URGEN, PEMKOT BANJAR HARUS SEGERA BENTUK DEWAN PENDIDIKAN

BANJAR NEWS-Walu surat himbauan dari gubernur jabar, terkait Revitalisasi Dewan Pendidikan tingkat kota pada November 2019 telah di kirim ke Pemerintah kota Banjar, tapi sampai saat ini kepengurusan Dewan Pendidikan Pemkot Banjar hingga saat ini belum terbentuk.

Padahal menurut Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat, H.Dudu Nurzaman. S.Pd. M.Pd. saat dihubungi PNews lewat telepon celullernya, revitalisasi harus segera dilaksanakan oleh Pemkot Banjar.

Dikatakan Dudu, dewan pendidikan merupakan amanat Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dan Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pendidikan juga Peraturan Gubernur (pergub) pemprov Jabar pun sudah mengatur mekanismenya.

“Dan tentu ada resikonya apabila tidak mengindahkan aturan ini, ada konsekwensinya dan  surat peringatan dari gubernur jawa barat," Ujar Dudu.(18/1)

Oleh karena itu, kata Dudu, Pemkot Banjar harus segera melakukan rekrutmen dan membentuk struktur dewan pendidikan tingkat kota, tentunya dengan memberikan Surat Keputusan (SK) wali kota kepada sekretaris daerah .

"Dan saat ini Dewan Pendidikan Jawa Barat rerus  membangun komunikasi dengan dewan pendidikan kabupaten-kota untuk implementasi serta  pengawalan pergub terkkait pembentukan dewan pendidikan di daerah, "tandasnya.

Dikatakan Dudu, dalam surat edarannya gubernur sekaligus mensosialisasikan Pergub nomor 65 tahun 2019 tentang dewan pendidikan Provinsi, kota dan kabupaten yang masa jabatannya akan  habis harus,  secepatnya dilakukan rekruitmen melelaui seleksi murni calon anggota dewan pendidikan sesuai dengan regulasi yang baru melalui panitia seleksi.

 "Hingga saat ini daerah yang sudah melakukan revitalisasi baru Kabupaten Garut dan Bekasi, "Ujar nya lagi.

Sementara menurut pemerhati pendidikan Kota Banjar, Erwin, pembentukan Dewan Pendidikan tingkat kota harus segera dibentuk karena kepentingannya sudah urgen.

Tujuan dibentuknya Dewan Pendidikan ini, menurut Erwin, antara lain untuk dinamisasi dan fungsi kontrol terkait dengan dunia pendidikan di Kota Banjar.

“Apalagi gubernur kan sudah mengirimkan himbauan, nunggu apalagi? segera bentuk, “tegasnya. (TITO)

KENAIKAN HARGA CABE RAWIT DI PASAR BANJAR CAPAI RP.80 RIBU PER KILO GRAM

BANJAR NEWS-Menjelang akhir tahun beberapa waktu lalu hingga sekarang, harga cabai di pasar Banjar terus merangkak hingga menembus harga Rp 80 ribu per kilogram.

Hal tersebut dibenarkan seorang pedagang di pasar Banjar, Haryati, harga cabai melonjak karena minimnya pasokan dari pedagang besar dan petani, sehingga stok di pasar pun sedikit padahal kebutuhan banyak.

Haryati meyebutkan, kenaikan harga cabai ini terjadi pada semua jenis cabai, tetapi kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit hingga mencapai Rp 80ribu.

Kepada PNews ia juga mengungkapkan, kenaikan ini mulai terasa sejak akhir 2019, saat itu harganya  Rp 30 ribu, lalu merangkak naik di kisaran harga Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu.

“Dan hingga saat ini ini harga mencapai kisaran Rp 80 ribu, “jelasnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala UPT Pengelola Pasar Banjar, Bahris. SE membenarkan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama komoditas cabai memang mengalami kenaikan yang cukup sifnifikan dan ia menilai kenaikan harga ini karena faktor cuaca yang tidak menentu membuat pasokan cabai dan komoditas sayuran lainnya jadi tersendat.

“Tapi kami tetap berusaha walau pun harganya terus naik, diharpkan tidak mengalami kelangkaan di pasar. “katanya.

Sementara menurut pedagang pecel dan goreng-gorengan, Atun, kanaikan harga cabai ini tentu mebuat menguras dompet.

"Hahargaan terus bae naek, tapi harga pecel hese rek naekeunna (harga naik terus tapi mau naikan harga pecel susah-red). “ ujarnya. (TITO)

KKG GUGUS 2 CIMERAK GELAR PERTEMUAN BAHAS DISIPLIN GURU

PANGANDARAN NEWS-Kelompok Kerja Guru (KKG) Korwil Kecamatan Cimerak, baru-baru ini melaksanakan kegiatan rapat kerja (raker), yang diikuti 90 guru PNS dan Non PNS dari 12 SD, diantaranya SD 1, 2, 3, 4 dan SD 5 Desa Sindangsari, SD 1, 2, 3 dan 4 Mekarsari, SD 1, 2 dan 3 Sukajaya bertempat di SDN I Sindangsari.(16/1)

Hadir dalam raker tersebut, Pengawas TK/SD  Korwil Cimerak, Joko Ngadiono, SPd. MPd sekaligus sebagai nara sumber.

Menurut Ketua Penyelenggara, H.Solihin, menjelaskan terkait keorganisasian KKG serta memaparkan  keuangan KKG yang bersumber dari iuran rutin tiap sekolah.

”Dengan kegiatan ini diharapkan masalah apapun yang berkaitan dengan proses pembelajaran dapat dipecahkan di sini, “ungkap Solihin.

Sementara Joko Ngadiono, SPd. MPd, di hadapan peserta raker, menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan guru terutama RPP  terbaru dengan istilah RPP Versi Nadim Makarim Mentri Pnedidikan Nasional sekarang.

Dengan RPP satu lembar, kata Joko, sekarang akan lebih praktis mengenai poin-poin yang ada dalam RPP.

Joko juga memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan PP 53, tentang Disiplin PNS, hususnya guru. Dari mulai disiplin waktu kerja, proses pembelajaran di sekolah, pendidikan berkarakter hingga jadwal pulang guru.

Diakatakn Joko, alangkah sangat terpujinya bila guru masuk dan pulang tepat waktu serta selalu menyambut kedatangan siswa di pintu gerbang.

“Dengan disiplin seperti itu tentunya akan tercipta disiplin positif bagi anak didik, “imbuhnya. (RASIMUN)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN