WARGA CIPATUJAH KELUHKAN MINIMNYA PENERANGAN JALAN UMUM

TASIKNEWS-Pentingnya keberadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan menuju obyek wisata pantai Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, benar-benar sangat diharapkan wara. Pasalnya, akibat tidak ada PJU, pada jalur tersebut sering terjadi kecelakaan lalu-lintas.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Dede, karena suasana gelap hampir di sepanjang jalan sering membuat pegendaran mengalami kecelakaan.

“Dan bukan tindak mungkin karena suasana gelap di sepanjang jalan ini juga bisa dijadikan tempat orang berbuat jahat, “ungkapnya.(16/11)

Beberapa hari lalu, tutur Dede, pernah ada wisatawan yang nyaris mengalami kecelakaan terperosok ke bahu jalan, hal tersebut diduga karena terbatasnya pandangan mata pengendara akibat gelapnya keadaan jalan.

“Hampir sebagian besar di jalur Tasik selatan memang tidak ada PJU, padahal Pemkab Tasikmalaya sudah mencanangkan program Tasik Caang, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

JUMAT BERSIH DI CULAMEGA CIPTAKAN LINGKUNGAN MASYARAKAT ASRI DAN SEHAT

TASIKNEWS-Sudah menjadi kegiatan rutin setiap hari jumat seluruh pegawai dan karyawan pemerintah Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, mengadakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan kantornya masing-masing.

Menurut Camat Culamega, TB Aam Muharam, M.Si, kegiatan jumat bersih (jumsih) ini sesuai intruksi dan arahan dari Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto.

“Kegiatan ini sekarang memang menjadi kebiasaan sekaligus kegiatan wajib yang dilaksanakan seluruh Instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, “terang Aam, saat ditemui di sela-sela kegiatan jumsih.(15/11)

Aam menambahkan, biasanya kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan pagi hari selepas olahraga bersama dengan membersihkan baik di dalam ruangan maupun di lingkungan sekitaran kantor,
dan ini merupakan agenda rutin seluruh perangkat dan karyawan yang dilaksanakan seminggu sekali agar semua bisa tetap menjaga serta menciptakan suasana lingkungan kantor tempat kerja bersih dan asri.

Dan kegiatan juga ini selain dikerjakan jajarannya, kata Aam, juga wajib dilaksanakan instansi/UPTD , seluruh pemerintahan desa dan masyarakat, sehingga  kebersihan lingkungan kantor dan rumah warga pun selalu terjaga.

"Alhamdulilah himbauan kami ternyata berkenaan, jum'at bersih pun dilaksanakan oleh seluruh perangkat pemerintah dan seluruh warga Kecamatan Culamega,"pungkas Aam. (ANWAR WALUYO- MAMAT RAHMAT)

CAMAT KARANGNUNGGAL TERUS DORONG GELITA PEMBANGUNAN YANG ADA DI DESA

TASIKNEWS-Dalam monev yang dilaksanakan forum Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, camat, Danramil, Kapolsek, Babinkamtibmas, Babinsa serta para pendamping, semua hadir melakukan monitoring pembangunan di Desa Cintawangi yang dibiayai dari anggaran Dana Desa (DD) tahap ke 2, salah satunya  pembangunan MDA Al Ishlah. (13/11)

Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP, MM, Danramil, Mayor Inf. Kurniadi, Kapolsek, AKP. H. Asep Ishak, S.IP, sepakat menyatakan, pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut cukup baik melihat hasil pekerjaan yang dilakukan Pemdes Desa Cintawangi melalui TPKnya dan hasil pekerjaannya pun dinyatakan sudah memenuhi standar kelayakan. Adapun sedikit kekurangan sempat dihimbau langsung agar lebih diperbaiki kembali, karena bangunan ini merupakan aset milik semua dan manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat langsung.

Bunda Paud L Agustini, yang sempat hadir mendampingi, menambahkan, penilaian baik ini termasuk supervisi  administrasi, supervisi Kegiatan Belajar Mengajarnya yang sudah menunjukan kemajuan walaupun sarana dan prasarana penunjangnya belum komplit.

Sementara menurut Kepala Sekolah Paud/MDA Al-Islah, Hernawati yang akrab disapa Nung, ia mengucapkan terimakasih Kepala Desa Cintawangi, Tohir dan jajarannya, yang telah peduli dan penuh perhatian terhadap pendidikan, karena berawal dari pendidikan segala bentuk kemajuan akan tercipta. Bahkan menurut Hernawati, bukan hanya pihak sekolah,  masyarakat pun merasa gembira dengan dibangunnya Ruang Kelas Baru (RKB) ini.

“Kami semua sangat senang serta mengapresiasi karena dengan dukungan semua pihak, sekolah kami menjadi lebih baik, “ungkapnya.

Di tempat terpisah, saat ditenui di ruang kerjanya, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana S.Tp.,MM, mengatakan, konsep cerdas terkait obsesi dan harapannya ke depan akan mengaplikasikan seluruh buah pikirannya demi kemajuan masyarakat.

“Insya Alloh apa yang saya  kerjakan enam tahun ke belakang yang belum tuntas akan segera tuntaskan, kemudian dengan kesempatan yang saya miliki kembali akan segera tuangkan, segala buah pikiran dan angan-angan dengan segenap kemampuan semata untuk kemajuan masyarakat Desa Sukawangun dalam berbagai hal, “tandasnya.(14/11)

Adapun konsep yang akan segera dilaksanakan, kata Asep, mengenai potensi yang tersedia seperti pembangunan tanggul Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ada di samping bangunan kantor desa dan segera disulap menjadi taman wisata air yang murah untuk masyarakat, bahkan kedepan secara bertahap akan terus ditata sedemikian rupa agar menarik minat pengunjung yang pada gilirannya ini mungkin akan menjadi salah satu penghasilan untuk desa.

“Saya tak peduli dengan suara sumbang apapun yang muncul, yang penting saya bekerja lurus-lurus saja dan berpihak untuk kepentingan umum, “tegas Asep. (ANWARWALUYO-JAJANG)

BABINKAMTIBMAS RUTIN MONITORING PENYALURAN BANTUAN BPNT DAN PKH DESA CIKAPINIS

TASIKNEWS-Untuk mengoptimalkan pengawasan program BPNTdan PKH di Desa Cikapinis Kecamatan Karangunggal Kabupaten Tasikmalaya, Babinkamtibmas rutin melakukan kunjungan ke lapangan. Hal ini dimaksudkan agar kebijakan sistem penyalurannya langsung dari pihak supplier ke E Warung keamanannya bisa selalu terjaga bahkan  kualitas dan kuantitas barang sangat terjaga. Sehingga jika ada komplen, maka bisa cepat tanggap  dan diselesaikan karena menggunakan sistem yang tidak ribet.

Seperti diungkapkan , Babinkamtibmas Desa Cikapinis,  Brigpol. Berni N.H, SH, untuk Desa Cikapinis pemanfaat penerima bantuan BPNT dan PKH jumlahnya kurang lebih 330 KPM dan tiap KPM menerima 8 kg beras dan 6 ons telor,  penyalurannya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dan masyarakat yang menjadi penerima manfaat program ini pun bisa benar-benar merasakan manfaatnya, “ungkapnya, saat melakukan monitoring kegiatan program penyaluran bantuan BPNT dan PKH di BRILink Toko Delispa.(13/11)

Hal ini dibenarkan pemilik E warung di Rt.04 Rw.01 Dusun Ganda Mekar, Hj. Holis Lisnawati, menurutnya, dari sejumlah penerima manfaat sampai saat ini tidak banyak masalah dan tidak ada komplen baik terkait kwalitas atau pun kuantitas.

“Sejauh ini tidak ditemukan adanya keganjilan sehingga setiap penyaluaran pun lancar-lancar saja,”ujarnya

Sementara dalam pernyataan riil di lapangan, menurut pendapat salah seorang warga penerima manfaat, Edi (27) yang tinggal di Rt 02 Rw 02 Dusun, kepada PNews, mengatakan, ia merasa puas karena beras dan telor yang diterimanya memang mempunyai kualitas yang baik dan layak konsumsi.

“Sangat berbeda sekali jika dibanding saat saya menerima beras yang disalurkan dari Bulog, “ungkapnya.  (ANWARWALUYO/ MAMAT R)

PORCIDA CUP 2019 JADI AJANG PENCARIAN BAKAT SEPAK BOLA PARA SISWA

CIMERAK - Turnamen sepak bola yang diikuti oleh 21 club siswa Madrasah Tsanawiayah dan SMP se-Kabupaten Pangandaran, dalam rangka PORCIDA CUP tahun 2019 yang rencananya digelar mulai tanggal 10 nopember hingga 9 desemeber di lapang sepkabola di Dusun Cidadap  Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak, mendapat apresiasi dari masyarakat untuk menyaksikan permainan para siswa dalam memgocek si bola bundar.

Pada pembukaan even kompetisi sepak bola untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp 7 juta dari pihak sponsor SMK Nurul Huda Al-Gina, turut dihadiri Camat Cimerak, kades Legokjawa,  pengurus PSSI Kabupaten Pangandaran serta unsur muspika ini, menurut salah seorang guru SMK Nurul Huda Al-Gina, Yoga, salah satu tujuan digelarnya Porcida Cup ini, untuk mencari bakat para siswa khususnya di bidang sepak bola.

Yoga mengatakan, pihaknya merasa tergerak untuk menjadi sponsor karena selama ini memang terbilang jarang kegiatan pencarian bakat-bakat usia dini di bidang sepak bola, sehingga hasil kegiatan ini pun nantinya bisa mencetak atlet-atlet muda berbakat.

“Dan bukan tidak mungkin ke depannya ini bisa mengharumkan Kabupaten Pangandaran di  kancah persepakbolaan tanah air"ungkapnya.

Ia menambahkan, jangan dilihat besaran hadiahnya tapi masyarakat bisa melihat dari sisi prestasi para siswa, apalagi cabang olahraga (cabor) sepak bola begitu diminati masyarakat di negeri ini.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMK Nurul Huda Al-Gina, Hendri, mengatakan, pihaknya merasa perlu untuk terus bisa mengembangkan bakat yang ada pada peserta didik, sehingga ke depan akan lahir pemain sepak bola handal yang bisa berbicara baik di tingkat daerah mau pun nasional.

"Dan mudah-mudahan even ini bisa menjadi media pengembangan bakat siswa, khususnya cabor sepak bola. “tegasnya. (AGE)

UNTUK TAMPUNG ASPIRASI WARGA, DESA CIKUPA GELAR MUSDUS DI TIAP-TIAP DUSUN

TASIKNEWS-Tahapan untuk merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dimulai dari tingkat dusun dengan dengan melakukan rapat kordinasi Musayawarah ( Rakor Musdus) di tiap-tip dusun, karena setiap ajuan atau usulan dari dusun tersebut harus disesuaikan dengan  RPJMDes dan RKPDes.

Demikian disampaikan Kepala Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yudha Heryadi, dalam rapat kordinasi yang digelar bersama BPD, para kepala dusun dan perangkat desa, bertempat di aula desa.(12/11)

“Ini penting, dikarenakan tahun lalu masih banyak yang belum dikerjakan, maka pada musdus sekarang jangan keluar dari itu, tentukan skala proritas pembangunan dengan mengacu RPJMDes maupun RKPDes, “kata Yudha.

Di depan peserta rakor, Yudha menghimbau agar ketika musdus dilaksanakan harap diperhatikan terkait administrasi, seperti membuat berita acara, notulen dan foto-foto kegiatan serta daftar hadir Ketua RT, Ketua RW dan tokoh masyarakat yang mewakili.

“Sehingga pesan dari hasil musdus pun bisa tersampaikan ke masyarakat luas,”tegas Yudha.

Hal senada dikatakan Ketua BPD, Yayat Supriatna, tahapan musdus di tiap-tiap kedusunan harus bisa berjalan baik dan lancar, sehingga aspirasi dari warga bisa tersampaikan. Juga dalam pengawasan dan pendampingan harus terus ditingkatkan, hal ini untuk mencegah prasangka tidak baik dari masyarakat.

“setiap ajuan warga dalam musdus ditampung lalu tentukan skala prioritas, dan lebih mengetahui soal ini tentunya masyarakat itu sendiri,”ungkap Yayat. (ANWAR WALUYO-UDI RUSTANDI)

HUJAN DAN ANGIN KENCANG TERJANG PULUHAN RUMAH DI KECAMATAN PADAHERANG

PADAHERANG-Kejadian angin kecang disertai hujan deras yang terjadi sekitar jam 14.00 hingga jam 18.50 WIB (14/11) di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, telah merusak puluhan rumah serta  mengakibatkan pohon tumbang.

Seperti rilis yang disampaikan TAGANA Kabupaten Pangandaran, dilaporkan puluhan rumah di Dusun Anggaraksan RT 28 RW 12 Desa Maruyungsar, diantaranya rumah milik Ibu iyah, Tarna, Rahmat, Cicih, Ruswadi, Sumedi, Ino, Cipto dan Maryo juga di Dusun Pangolahan RT 08 RW 04
Desa Karang Mulya, rumah milik Ida Nurlela dan Adi Rikrik Yana (RT 11 RW 06).

Saat dikonfirmasi, Pjs Kepala Desa Maruyungsari, Warli Suherli, membenarkan, beberapa rumah warganya mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Muspika pun langsung turun ke lapaangan untuk melihat seberapa jauh kerusakan yang menimpa rumah warga, “ungkapnya.

Atas nama warga, Warli berharap, mudah-mudahan korban akibat bencana ini bisa segera mendapat perhatian dan bantuan dari pemkab, dan untuk sementara pihaknya dibantu petugas dari kecamatan, Polri dan TNI, terus melakukan pendataan di lokasi serta memberikan arahan agar tetap sigap dan waspada jika kejadian ini terjadi lagi.

Warli juga mengatakan, untuk sementara bantuan yang diberikan pada korban yang mengalami kerusakan tempat tinggalnya, pihaknya berinisiatif mengambil dan dari kelompok dulu.

“Tapi saya wanti-wanti, jika nanti mendapat bantuan uang kelompok tersebut harus segera dikembalikan, “terang Warli. (ISIS KOSWARA)

BESEK BAMBU KINI SEMAKIN TERSINGKIRKAN PRODUK IMFOR BERBAHAN PLASTIK

TASIKNEWS-Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, permintaan besek (pipiti-sunda), yang terbuat dari bambu semakin menurun. Sepinya pembeli besek ini mungkin disebabkan semakin membanjirnya barang serupa yang terbuat dari bahan plastik.

Hal ini dirasakan para pengrajin yang sehari-hari membuat wadah dari anyaman bambu ini semakin kurang peminatnya. Seperti yang diungkapkan salah seorang pengrajain asal  Kecamatan Karangnunggal, Acih (62). Menurutnya sudah lama besek hasil buatannya semakin tidak laku, padahal sebelumnya dari hasil penjualan barang yang terbuat dari bilah-bilah bambu ini bisa menjadi tambahan penghasilan untuk keperluan rumahtangganya.

Dulu, kata Acih, pesanan pipiti selalu datang hampir setiap hari dari berbagai kegiatan seperti hajatan atau pun permintaan dari berbagai daerah. Namun sekarang lambat laun semaki berkurang  karena tergantikan besek plastik.

“Sekarang di acara hajatan pun sudah menggunakan yang berbahan plastik, mungkin lebih praktis, “ungkapnya.(9/11)

Menurunnya permintaan besek buatan Acih, mungkin karena masyarakat sekarang lebih senang menggunakan barang imfor, padahal jika dibandingkan harga tidak jauh berbeda. Atau kurangnya permintaan ini akibat kurangnya perhatian pemerintah pada sektor ekonomi mikro yang ada di pedesaan.

Padahal, pemerintah daerah melalui Dinas Pedagangan Koperasi dan UMKM bisa saja membuat regulasi  atau terobosan untuk kembali menggunakan besek yang sudah jelas ramah lingkungan tanpa zat kimia seperti produksi yang berbahan dasar plastik.

Artinya, jika pemda bisa membuat kebijakan itu, secara langsung kebijakan ini bisa ikut menumbuhkan  perekonomian masyarakat pedesaan. (UDI RUSTANDI) 

KAMPUNG KB BISA MENJADI INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT PEDESAAN

TASIKNEWS-Rakor kelompok kerja (Pokja) melalui tahapan penguatan Kampung KB di tingkat kecamatan dengan menghadirkan beberapa pokja dari 14 desa se-Kecamatan Krangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, yang dilaksanakan di aula kecamatan, dipimpin langsung Camat Karngnunggal, Asep M Dahliana, STP., MM, serta didampingi muspika lainnya, yang diantaranya Danramil Mayor Inf. Kurniadi dan perwakilan dari kepolisian sektor Karangnunggal, bertujuan untuk mendukung penuh kegiatan pembinaan dan penguatan Kampung KB.

Di depan peserta rakor, Asep mengatakan, saat ini masyarakat harus berpatokan pada Undang-undang nomer 16 tahun 2019, tentang batas usia perkawinan, yang ditetapkan mulai usia 19 tahun.

“Jika belum mencapai usia tersebut, maka perkawinannya harus ada lampiran rekomendasi dari pihak Kemenag,”terang Asep.(11/11)

Sementara menurut Kepala Seksi Jaminan Kesehatan Reproduksi dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, R Riska Dewi, Am. Keb., SKM, yang turut hadir dalam acara itu, menuturkan, dalam penguatan Kampung KB itu dilakukan secara bertahap dan sistimatis dengan membentuk  Pokja di tiap Desa yang sudah dimulai sejak tahun2016 sebanyak 35 Kampung KB (KKB) sebagai percontohan, hingga tahun 2018 lalu telah tercapai 383 KKB di Kabupaten Tasikmalaya.

Untuk Kecamatan Karangnunggal sendiri, kata Riska, dari 14 desa semuanya sudah terbentuk, bahkan menjadi 17 KKB pasalnya ada 3 Desa yang mempunyai 2 KKB, seperti di Desa Ciawi, Sarimukti dan Cibatu.

“Ada beberapa kriteria yang menjadi acuannya KKB, antara lain tingkat pendidikan, ekonomi, dan cakupan KB nya yang masih rendah, ”ujar Riska.

Disoal alokasi anggaran yang dipergunakan dalam program ini, Riska menerangkan, seluruhnya sudah disediakan pihak BKKBN melui APBN, APBD/DAK.

“Dan untuk lebih mengoptimalkan program KKB ini  pihak pemdes juga mengalokasikan anggaran yang berasal dari Dana Desa, “kata Riska lagi.

Hal senda dikatakan koordinator Kecamatan, Ade Siti Nursinah, S, Sos, dengan dibentuknya Pokja tiap desa bisa on progres hingga akan tercapai kesejahtraan bagi rakyat, bahkan berharap pula semua bisa berproses agar keberhasilannya lebih cepat. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

PADA SEMINAR NASIONAL II, IRRDA TASIKMLAYA KOMITMEN TINGKATAKAN LAYANAN KESEHATAN DI PELOSOK

TASIKNEWS-Asosiasi Dokter Indonesia cabang Tasikmalaya, beberapa hari lalu, menggelar Seminar Nasional II Indonesian Rusel and Remot Docters Asocciation (IRRDA), dengan mengambil tema, Kolaborasi, yang dilaksanakan di Bollroom Lantai 2 Hotel Santika jln. Yuda Negara Tasikmalaya. (9/11).

Dalam seminar yang turut dimeriahkan dengan penampilan unik Seni Musik Tradisional Angklung dari ibu-ibu Ikatan Dokter Indonesia (IIDI) cabang Tasikmalaya dan paduan suara mars IRRDA, dalam sambutan pembukaannya, Ketua panitia dalam Seminar Ilmiah Tahunan ke.II Cabang Tasikmalaya, dr. Faisal Suparyanto, MSI, yang juga PLT Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, menyampaikan, pokok bahasan dalam seminar Ilmiah ini, terkait layanan primer kesehatan Indonesia baik dari teknologi keilmuan kesehatan, peningkatan infrastruktur kesehatan, disiplin dan tanggung jawab petugas kesehatan yang dalam hal ini adalah para Dokter dengan segala kewajibannya.

Menurut dr Faisal, di Indonesia pelayan kesehatan untuk masyarakat masih belum memenuhi keadilan, selain wilayah geografis yang masih jadi kendala  mental petugas medis pun masih rendah.

“30 % dari jumlah dokter di Indonesia masih enggan ditempatkan di kampung-kampung dan di daerah terpencil, padahal masyarakat di pelososk pun  memiliki hak yang sama untuk menerima  pelayanan kesehatan yang adil, “ungkap Faisal.

Kini IRRDA berkomitmen dan mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan di dunia sekalipun akan meningkatkan fashion, komitmen, perhatian dan aksi nyata dalam mendukung pelayanan kesehatan, mendukung layanan primer khusunya daerah terpencil di Indonesia, sehingga dalam seminar IRRDA  kali ini pun sengaja mengambil tema "kolaborasi."

"Pada era JKN sekarang masyarakat Indonesia sudah sama membayar iuran BPJS, maka dalam pelayan kesehatan pun harus memenuhi keadilan di bidang pelayanan kesehatan yang sama pula."imbuhnya.

Faisal mengtakan, dalam peningkatan pelayanan kesehatan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, melalui Dinas Kesehatan saat ini akan membangun beberapa rumah sakit di 9 wilayah, diataranya di wilayah Tasikmalaya Selatan, seperti Kecamatan Karangnunggal, Cikatomas, dan Cipatujah.

“Selain pembangunan 9 rumahsakit, akan dilakukan juga sertipikasi klinik bahkan biaya pendamping kesehatan juga akan ditingkatkan guna progres peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat." pungkasnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

PERINGATAN HARI PAHLAWAN KECAMATAN KARANGNUNGGAL DIGELAR DI HALAMAN KANTOR

TASIKNEWS-Dalam peringatan Hari Pahlawan ke74 yang digelar di di halaman Kecamatan Kantor Kecamatan , Camat Karangnunggal (10/11), Asep Dahlan, STP, MM, yang bertindak sebagai insfektur upacara, dalam sambutan tertulisnya, mengatakan, dengan Peringatan Hari Pahlawan ini akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan. Sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers, Bung Karno, hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar.

Pada upacara yang turut dihadiri seluruh Muspika Kecamatan Karangnunggal, TNI, Polri, ASN, para guru, Petugas Kesehatan, Pertanian, Aparat Desa, Ormas, LSM dan sejumlah tokoh masyarakat, Asep juga menyampaikan, dengan tema “Aku Pahlawan Masa Kini”, bersama-sama untuk melaksanakan peringatan ini dengan tujuan untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan yang sudah gagah berani berjuang membela tanah air.

Menurut Asep, pada pahlawan masa kini juga dapat dilakukan oleh siapa pun, dalam bentuk aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya. Karena untuk menjadi pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi uga bisa dilakkan dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat serta membawa harum nama bangsa di mata Internasional.

“Kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini.
Peringatan Hari Pahlawan kiranya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat, “tegas Asep.

Asep jga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari masyarakat Indonesia serta terus menggelorakan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini.

“Marilah kita memaknai hari pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun negeri menuju Indonesia Maju. “imbuh Asep.  (ANWARWALUYO)


WABUP PANGANDARAN AJAK MASYARAKAT GAUNGKAN GERAKAN SADAR ADMINDUK MELALAUI GO DIGITAL

PANGANDARAN-Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, dalam pemaparannya pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Serta Pemanfaatan Data Kependudukan Tahun Anggaran 2019, yang digelar di Hotel Sandaann (11/11), menyampaikan, semua ini sudah dapat dirasakan manfaatnya dalam berbagai hal, seperti peningkatan efektifitas pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kualitas demokrasi, mencegah kriminalitas dan terorisme, perdagangan orang serta pelayanan publik lainnya.

Dalam kegiaan yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran, wakil bupati juga menyampaikan, undang-undang nomor 23 tahun 2006 yang dulu tidak mampu lagi menjawab permasalahan kependudukan sehingga disempurnakanlah dengan undang-undang nomor 24 tahun 2013, tentang administrasi kependudukan sehingga beberapa hal mendasar yang dapat mempermudah masyarakat dan lembaga pengguna, antara lain, masa berlakunya KTP-el yang semula 5 tahun kini menjadi berlaku seumur hidup, sepanjang tidak ada perubahan elemen data, adanya stelsel amyang aktif menguruskependudukan sekarang pemerintah melalui petugas yang aktif memberikan pelayanan administrasi kependudukan, penerbitan akta kelahiran yang pelaporannya batas  waktu 1 (satu) tahun yang semula memerlukan peneltapan pengadilan negeri diubah cukup dengan keputusan Kepala Disdukcapil, hal ini sesuai dengan keputusan mahkamah konstitusi tanggal 30 april  2013 serta penertiban akta pencatatan sipil yang semula dilaksanakan di tempat terjadinya peristiwa penting diubah penerbitanya di tempay domisili penduduk dan penertiban kartu identitas anak (Kitas) sebagai perlindungan dan pemenuhan hak konstfusional warga negara.

Dengan banyaknya perubahan yang mendasar terkait undang-undang administrasi kependudukan,  diharapkan masyarakat dapat memiliki  pemahaman dan  peresepsi  yang sama tentang administrasi kependudukan.

“Dan perlu diketahui, menjelang akhir tahun 2018 lalu sudah terbit 2 peraturan presiden yang seharusnya dapat menjadi dasar akselerasi perwujudan layanan dukcapil yang lebih mudah, lebih cepat dan lebih aman, “kata wabup

Kedua peraturan presiden (perpres) tersebut, lanjutnya, nomor 95  tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik dan Perpres nomor  96 tahun 2018 tentang persyaratan dan tata cara pendaptaran penduduk dan pencatatan sipil.

Perpres 95 tahun 2018 hakikatnya bertujuan  untuk mewujudkan tata  kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel serta pelayanan publik yang  berkualitas dan terpercaya, serta untuk meningkatkan  keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan  berbasis elektronik. Karena faktor keamanan data merupakan sesuatu yang diperlukan  dan wajib dalam inovasi layanan kependudukan dan pencatatan sipil.

Sedangkanpersyaratan dan tata cara pendaptaran penduduk dan pencatatan sipil, masih kata wabup, merupakan momentum yang memberi penegasan terhadap praktek-praktek kemudahan yang sudah dilakukan sebelumnya. Misalnya, membuat KTP el  tanpa pengantar RT/RW/desa/kelurahan.
Jumlah penduduk Kabupaten Pangandaran sebanyak 422.615 jiwa dengan 319.497 jiwa merupakan wajib KTP. Dan warga  yang telah melakukan perekaman sejumlah 316.991 jiwa (99%) sejumlah 2.506 jiwa (1%) wajib melakukan perekaman.

“Sementara kepemilikan akta kelahiran baru sebanyak 322.257 jiwa atau 76% sisanya 100.358 jiwa belum memiliki, “jelas wabup.

Wabup juga berharap, dari data tersebut agar pencapaian kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Pangandaran bisa lebih ditingkatkan lagi, diantaranya melalui  kegiatan sosialisasi kebijakan pendaptaran penduduk dan pencatatan sipil ini yang nantinya bisa dismpaikan kepada masyarakat terkait pentingnya memiliki dokumen kependudukan.

Wabup juga sangat mengapresiasi segala usaha yang telah dilakukan Disdukcapil melalui berbagai inovasinya untuk mempermudah proses pelayanan administrasi kependudukan (adminduk)

“Mari kita gaungkan gerakan Kabupaten Pangandarean sadar adiministrasi kependudukan melalaui go digital. “tegasnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Kependudukn dan Pencatatan Spil Kabupaten Pangandaran, Drs. Tantan Roesnandar, yang ditemui terpisah, mengatakan, intinya kegiatan Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Serta Pemanfaatan Data Kependudukan ini untuk menyampaikan beberapa sistim kependudukan dan pencatatan sipil dai kementerian yang setiap bulannya selalu berubah-rubah.

“Sekarang kita hampir satu tahun perubahan=perubahan tersebut belum tersampaikan pada masyarakat, “kata Tantan.

Makanya, menurut Tantan, dalam kegiatan ini sengaja pihaknya emperioritaskan untuk mengundang RT, RW dan kepala dusun, karena mereka yang paling dekat dan bisa memberikan pemahaman ini langsung pada masyarakat.

Yang kedua, masih kata Tantan, ini dalam rangka memeprsiapkan untuk menunjang coment center yang ada di kantor setda yang sebelumnya akan disoalisasikan ke SKPD lain bahwa data di dukcapil ini menjadi bahan menunjang data di coment center.

“Selebihnya ini lebih ke inisiatif kita dalam rangka menunjang kelengkapan data, karena data kita lengkap, mulai dari nama, alamat, poto dan seterusnya. “jelas Tantan.

Disoal selalu terjadi kekosongan blanko KTP, Tantanmenuturkan, kalau dibilang kosong juga itu tidak benar, karena disdukcapil mendapat 500  blanko per bulannya.

"Lalu kemana blanko yang 500 itu, untuk sementara kita perioritas untuk sekitar 2300 KTP pemula dan PRR (Print Ready Record-red). “pungksnya. (ANTON AS)

INI PERSARATAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PANGANDARAN PADA PILKDA SERENTAK 2020

PANGANDARANNEWS - Untuk pilkada kabupaten Pangandaran tahun 2020, dasar hukumnya adalah PKPU nomor 3 tahun 2017 sebagaimana telah diubah terakhir dalam PKPU nomor 15 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil serta bupati dan wakil/walikota dan wakil.

Demikian diterangkan komisioner KPUD Kabupaten Pangandaran, Andis Sose Spd, pada awak media usai acara sosialisasi KPUD dalam penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2010, di ruang rapat Hotel Surya Transera Pangandaran.(8/11)

Selaian  Peraturan KPU nomor 15 tahun 2019, imbuh Andis, tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pilkada ini juga diatur oleh Keputusan KPU kabupaten Pangandaran nomor 239/HK.03.1-kpt/3218/KPU- kab/X/2019, tentang penetapan jumlah minimal dukungan dan persebarannya  bagi pasangan calon perseorangan untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran tahun 2020 serta penetapan minimal dukungan bagi partai politik (parpol)  atau gabungan parpol untuk pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten Pangandaran tahun 2020.

Dikatakan Andis, persyaratan pengajuan Paslon perseorangan. Berdasarkan ketentuan pasal 10 ayat 1 dan 2 peraturan KPU nomor 3 tahun 3017 sebagaimana diubah terakhir dalam PKPU nomor 15 tahun 2017 : a. Jumlah DPT sampai dengan 250.000 orang - 10%. b. Jumlah penduduk lebih dari 250.000-500.000 orang - 8,5%. c. Jumlah penduduk lebih dari 500.000-1000.000 orang 7,5% . d. Jumlah penduduk lebih dari 1.000.000 orang - 6,5%. Jumlah dukungan harus tersebar di lebih dari 50% (lima puluh persen) jumlah kecamatan di daerah kabupaten atau kota yang bersangkutan.

“Sedangkan untuk penetapan jumlah minimal dukungan bagi parpol atau gabungan parpol untuk pemilihan Bupati dan wakil Bupati Pangandaran harus diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol yang mempunyai akumulasi kursi sebanyak 8 kursi DPRD di kabupaten atau akumulasi suara sah sebanyak 63.485 suara sah, " ungkapnya.

Calon tunggal, kata Andis, berdasarkan ketentuan pasal 102 ayat 1 peraturan KPU nomor 15 tahun 2017 dalam hal sampai dengan berakhirnya masa pendapatan hanya terdapat 1 pasangan calon yang diterima pendaftarannya dan masih terdapat partai politik atau pasangan calon perseorangan yang belum mendaftar, dilakukan perpanjangan pendaftaran dengan ketentuan, antara lain, apabila perolehan kursi dari satu atau lebih partai politik yang belum mendaftar paling sedikit mencapai 20% atau perolehan suaranya paling sedikit 25% maka komposisi partai politik atau gabungan partai politik yang mengusung pasangan calon yang telah diterima pendaftarannya tidak dapat diubah.

Andis menambahkan, apabila perolehan kursi dari satu atau lebih partai politik yang belum mendaptar paling sedikit 20 % atau perolehan suaranya paling sedikit 25% maka pasangan calon yang telah diterima pendaftarannya dapat mendaftar kembali dengan komposisi partai politik dan gabungan partai politik yang berbeda.

“Dan apabila terdapat bakal pasangan calon perseorangan yang telah menyerahkan syarat dukungan serta telah mengikuti penelitian administrasi dan faktual namun tidak mendaftar pada masa pendaftaran, dapat mendaftar pada masa perpanjangan pendaftaran, " pungkasnya, (ANTON AS)

KH. OTONG AMINUDIN LANTIK PENGURUS MUI DESA SE-KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Pelantikan pengurus MUI desa se-Kabupaten Pangandaran di beberapa kecamatan yang digelar secara maraton sejak bulan November 2019 hingga berakhir tanggal 10 November 2019 di MTs yang dilaksanakan di Negeri Pangandaran.(10/11)

Pelantikan yang sekaligus dengan literasi kitab kuning untuk Kecamatan Pangandaran dan Kalipucang, sama seperti yang dilaksanakan di  kecamatan yang lainnya dilakukan secara bersama di Pangandaran.

Menurut Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Otong Aminuddin, pelantikan ini lebih kepada nizhom saja, karena yang terpentingnya bisa membangun kerjasama yang terkodinir, sebab kebatilan yang terorganisir dapat mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir.

Di hadapan para pengurus MUI desayang  baru dilantik untuk masa kerja periode 2019-2024, ketua Otong juga penekanan akan pentingnya kepedulian terhadap umat serta tetap mengingatkan bahwa semua sama di sisi Allah SWT.

“Derajat manusia semua tidak ada perbedaan di sisi Allah, tetapi hanya ketakwaan yang akan dinilai nanti. “ucapnya. (HARIS FIRDAUS)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN