WARGA TASIK SESALKAN, KAWASAN DADAHA MENJADI KAWASAN DADA DAN PAHA ?

TASIKNEWS-Sungguh tindakan yang tidak terpuji, beberapa pasang remaja berani melakukan perbuatan mesum di tempat umum, seakan sudah tidak canggung lagi pasangan remaja tersebut berbuat tidak senonoh justru di siang hari. Tepatnya di kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya, dimana di tempat ini selalu ramai oleh masyarakat yang melakukan aktivitas olaharaga atau sekedar jogging untuk melemaskan otot-otot kaki.

Perbuatan tercela para kaum remaja ini tentunya menuai protes dari berbagai kalangan, salah satunya dari Ketua Harian Sipatutat, Iwan Supriadi (Iwok), ia sangat menyayangkan ruang publik yang selama ini menjadi sarana rekreasi keluarga dan sport center warga   kota.

Menurutnya, kejadian ini tentunya sangat mencoreng nama baik dan julukan kota santri, karena perbuatan emaja yang melakukan perbuatan yang tidak wajar beradegan kurang senonoh di depan publik sudah tidak bisa ditolelir lagi.

Jika mau merujuk pada julukan Tasik kota santri yang notabene punya Perda tata nilai, kata Iwan, kejadian ini tentunya menjadi tamparan keras bagi pemerintahan kota (pemkot). Butuh keseriusan pihak pemerintah dalam penataan, pengelolaan dan pengawasan kawasan Dadaha, sehingga jangan sampai kejadian memalukan itu kembali terus berulang, “tegasnya. (19/10)

“Kami berharap jangan sampai Taman Dadaha menjadi Taman Dada dan Olah Paha,”ungkapnya. (19/10)

Sementara  saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala UPTD Dadaha, Gumilang Herdis Kiswa, S.I.KOM., mengaku, padahal pihaknya rutin menggelar patroli setiap malam dengan melibatkan petugas kepolisian.

Dikatakan Gumilang, dengan keterbatasan petugas keamanan yang jumlahnya hanya tujuh orang yang dibagi selama 24 jam dengan 2 ditambah 1 orang petugas khusus di gedung kesenian, hingga dalam pengawasan pun sering kecolongan.

Untuk itu lanjut Gumilang, pihaknya sangat mengharapkan agar area Dadaha dipasang CCTV lengkap dengan speaker agar dapat memantau dan memonitor pengunjung yang akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan bisa terpantau dan dapat diketahui petugas.

Pada kesempatan ini, masih kata Gumilang, atas nama pribadi dan instansi ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian ini, walau sebenarnya pihaknya sudah berupaya untuk menjaga dan menertibkan Dadaha ini dari segala tindakan pengunjung yang tidak bertanggungjawab, tetapi masih tetap ada masyarakat, khususnya remaja yang menyalahi penggunaan kawasan ini.

“Kami selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk membenahi dari segala aspek, dan Kami pun mengajak seluruh pihak dan lapisan masyarakat agar dapat berperan aktif menjaga keamanan, kebersihan juga turut menegur jika ada hal-hal yang melanggar norma kesusilaan,” pungkas. (ANWARWALUYO)

BERHARAP SEGERA TURUN HUJAN, MASYARAKAT CIMERAK GELAR SHALAT ISTISQO

Add caption
CIMERAK-Sudah hampir enam bulan lebih musim kemarau melanda di mana-mana dan tentu saja ini berdampak pada sulitnya masyarakat untuk memenuhi air bersih untuk mandi, cuci dan memasak, walau sebagaian warga ada juga berusaha dengan membuat sumur bor atau mencari sumberiar ke hutan, tetap hasilnya tidak maksimal.

Kemarau saat ini juga sangat berdampak pada pertanian dan terank piaraan seperti sapi, kambing dan lainnya, karena rumput yang menjadi makananan utamanya sudh lama mengering. Bahkan, masyarakat yang mengandalkan kehidupannya pada produksi gula kelapa pun mengalami kesulitan, pasalnya air sadapan nira pohon kelapa menurun drastis. Salah satunya ini terjadi di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.

Usaha pun mulai dilakukan, seperti melalui musyawarah tingkat kecamatan diputuskan untuk melakukan shalat istiqo. Masyarakat di masing-masing desa yang ada di Kecamatan Cimerak pun serempak pada hari minggu kemarin (20/10) melakukan shalat istisqo, salah satunya dipusatkan ke lapangan sepak bola Desa Sindangsari.

Desa Limusgede termasuk yang terparah dalam masalah kebutuhan sumber air karena wilayahnya berupa pegunungan dan sangat gersang mengakibatkan mencari sumber air bersih sampai ke lembah yang sangat dalam.

Desa Mekarsari, walau pun termasuk desa yang berada di pegunungan tapi beruntung karena masih ada sungai Cimedang yang dijadikan sumber air.

Salah seorang warga, Ukah, mengatakan, pelaksanaan solat istisqo dilaksanakan sebelum shaat dhuhur dan umumnya  selesai dalam 15 menit.

”Mudah-mudahan doa’ serta keinginan kamiuntuk segera turun hujan segera terkabul, ungkapnya. (RASIMUN)

KISAH INSPIRATIF BAH ENDA, TUKANG SOL SEPATU CETAK ANAKNYA JADI SARJANA

Add caption
CIJULANG-Enda (65), atau lebih akrab dipanggil Bah Enda, sudah puluhan melakoni profesi sebagai tukang sol sepatu untuk menghidupkan keluarganya.
Perawakannya sedikit kurus dengan kulitnya yang sudah mulai keriput tapi wajah tetap bersih dan selalu ceria.

Ia menuturkan, sejak tahun 1982 Enda dan keluraganya pindah dari Garut datang ke Cijulang untuk usaha dengan berbekal keterampilan mereparasi sepatu, atau lebih populer dengan sebutan, tukang sol sepatu.

Dengan menempati lapak kecil di sekitar Pasar Cijulang Kabupaten Pangandaran, di depan rumah salah seorang warga, merupakan tempat Enda melayani pemilik sepatu yang ingin menggunakan jasanya.

“Saat pertama saya datang ke Cijulang belum ramai seperti sekarang, “ungkapnya.

Dari isterinya, Ambu Yati, yang dinikahinya tahun 1973, ia dikarunia 8 orang anak, yang sekarang semua anak-anaknya sudah sukses dan tinggal di beberapa kota besar. Dari delapan anaknya semua lulusan SLA bahkan ada yang  sarjana menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN) dan pegawai salah satu bank ternama di Jakarta serta dua anaknya tinggal di Cijulang sudah sukses menjadi pengusaha alat-alat pertanian.

2 orang anak saya tinggal di Jakarta, di Bandung 2 orang, di Garut 2 dan di Cijulang 2, “terangnya.

Dengan modal yang tidak terlalu besar, dalam sehari rata-rata Enda bisa membawa uang ke rumahnya sekitar Rp 100 ribu, bahkan jika srejekinya sedang melimpah, kadang penghasilannya bisa  mencapai Rp300-500 ribu dalam satu harinya.

Pelanggannya pun terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga PNS, mungkin karena kebetulan lokasinya dekat dengan Kopersi Tugu yang selalu ramai dengan kegiatan para guru.

Enda menuturkan, tentu tidak mudah untuk menghidupi 8 anaknya dari hasil sol sepatu. Tapi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi serta didasari keyakinan Tuhan sudah mengatur rejekinya, ia pun berhasil membentuk anak-anaknya lulusan sekolah hingga bekerja. Tapi walau anak-anaknya sudah sukses, ia tetap akan bekerja selama tubuh masih kuat.

“Walaupun anak-anak sudah melarangnya, tapi menjadi tukang sol sepatu mungkin sudah jadi guratan hidup saya, ”kata Enda.

Karena sudah lama tinggal di Cijulang, sejak tahun 1982, sehingga Enda pun tahu perkembangan tempat tinggalnya sekarang yang selama ini sudah memberikan kehidupan untuk keluarganya,  hampir separuh hidupnya dihabiskan di Cijulang dengan profesi tukang sol sepatu.

Cijulang, kata Enda, merupakan kota kecil yang aman, tentram dan damai dengan warganya yang memilki rasa kekeluargaan yang besar, sehingga siapa saja yang tinggal disini akan merasa betah. (RASIMUN)

RATUSAN REMAJA FGHP PENUHI MESJID AGUNG PANGANDARAN IKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN

PANGANDARAN-Ratusan jama'ah yang didominasi remaja, beberapa hari lalu menghadiri pengajian umum yang digelar di mesjid agung Pangandaran. (20/10)

Acara yang diinisiasi para pemuda hijrah Forum Generasi Hijrah Pangandaran (FGHP) ini merupakan acara rutin, namun kali ini berbeda dari biasanya. Pasalnya, para mustami yang hadir mayoritas kaum muda yang datang dari berbagai komunitas remaja di Kabupaten Pangandaran.

Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat pun memberikan apresiasi, karena  kegiatan ini sangat positif dan sangat bermanfaat khususnya untuk merangkul dan membina anak-anak muda.

"Kita semua tahu, khususnya di Kecamatan Pangandaran masalah aqidah dan akhlak generasi muda rentan terkontaminasi, tapi hariini saya bersukur karena anak-anak hijrah ini mempunyai semangat yang positif dan ini perlu mendapat dukungan dari kaum tua,"ungkapnya.

Menurut ustadz UHF, selaku pembina anak-anak muda hijrah, geliat anak-anak muda di Kecamatan Pangandaran di bidang jeagamaan, tepatnya di kawasan aktivitas pariwisata mulai nampak, sehingga sangat perlu sentuhan dan binaan religi.

Sekitar 40 remaja yang berasal dari anak-anak muda dengan latar yang berbeda-beda, kata UHF, mungkin jumlahnya masih relatif sedikit. Tapi dengan kegiatan ini tentunya akan sangat bermanfaat untuk pondasi serta kekuatan nilai-nilai keagamaan pada kehidupan sehari-hari.

“Kini banyak remaja mengisi waktunya dengan kegiatan keagamaan, maka sebaiknya mereka jangan berjalan sendirian, perlu rangkulan dan dukungan dari semua pihak," tegasnya. (HARIS FIRDAUS)

REFLEKASI MILANGKALA KE 7 KABUPATEN PANGANDARAN DALAM BINGKAI PEMBANGUNAN DAN ISYU LINGKUNGAN HIDUP

Memasuki usianya yang ke 7, Kabupaten Pangandaran terus berbenah dan menata diri untuk bisa sejajar dengan daerah lain di Proviinsi Jawa Barat. Geliat pembangunan baik di bidang infra struktur mau pun Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sebuah ekspektasi untuk bisa meningkatkan layanan publik yang sejalan dengan ruh pemekaran dan keinginan dari buah pemikiran seluruh stake holder.
Memasuki era bupati definitif, dibawah kepemimpinan H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, yang dilantik tanggal 17 pebruari 2016 lalu, tentunya membawa harapan serta warna baru Kabupaten Pangandaran, paling tidak untuk 5 tahun masa kepemimpinannya.

Ada 4 skala perioritas kebijakan yang digulirkan Pemkab Pangandaran, diantaranya pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan dan penataan kawasan wisata.

Dan hasilnya, belum genap 3 tahun kepemimpinan Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, tingkat kepuasan masyarakat pun meningkat. Perbaikan sarana umum tranportasi jalan pada tahun 2018 lalu sudah 80 persen lebih, tentunya masyarakat sebagai penerima asas manfaat pembangunan merasa gembira karena kini warga sudah bisa menikmati jalan-jalan bagus hingga ke pelosok, dan tentunya ini merupakan suntikkan suplymen, energi dan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan serta melahirkan ide desa untuk menjadi poros pembangunan di daerah. Dan tentu ini bukan hal yang bertentangan dengan kondisi riil yang dimiliki Kabupaten Pangandaran, karena dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki dan tersebar di 93 desa,  dimungkin untuk bisa lebih dikembangkan karena sekarang sudah ditunjang akses jalan yang menghubungkan antara desa ke desa lainnya, desa ke kecamatan dan dari desa ke perkotaan pun sekarang sudah tidak terkendala lagi.

Karena sejatinya pembangunan desa ternyata bisa menjadi implementasi dari pelaksanaan pembangunan daerah dan bukan sekedar mengembangkan atau mengadakan infrastruktur namun lebih dari itu, ia melingkupi untuk semua aspek kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial, budaya, politik, yang berlangsung pada level makro (desa) dan mikro (individu), sehingga makna penting pembangunan menjadi progress kemajuan/perbaikan pertumbuhan pun bukan sekedar wacana.

Di bidang pendidikan, Pemkab Pangandaran dengan APBD yang porporsional mampu merealisasikan wajib belajar (wajar) 12 tahun, sehingga masyarakat sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menyekolahkan putra-putrinya paling tidak hingga tingkat SLTA, malahan pemda juga membantu warganya untuk biaya pendidikan di Unpad setengah biaya kuliah per semesternya.

Memasukan nilai-nilai keagamaan ke sekolah pun menjadi agenda khusus pemda dengan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS), pesantren ramadhan dan lainnya, sehingg sejak usia dini para siswa sudah dibekali nilai-nilai etika, religius dan pendidikan yang berkarakter.

Pada sektor kesehatan, untuk memberikan pelayanan masyarakat yang sakit dibangun beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) megah setara hotel berbintang, sehingga kenyamanan layanan pun lebih optimal. Bukan hanya itu, dalam pembiayaan pun Pemda Pangandaran mengratiskan biaya kesehatan termasuk penggunaan mobil ambulan.

Selain puskesmas, pemda juga membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan menelan anggaran ratusan milyar, dan tahun depan masyarakat Pangandaran sudah tidak usah pergi ke luar daerah untuk rujukan kesehatan seperti yang selama ini dilakukan.

Di sisi penataan wisata, Kabupaten Pangandaran dengan luas wilayah 1.680 km2 dengan 91 km bentang pesisir pantai, ini merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri, karena dengan segala potensi alam ini Pangandaran  menjadi terkenal hingga ke mancanegara.

Keindahan alam pantai, laut, sungai, hutan dan sumber alam lainnya merupakan potensi wisata yang tidak setiap daerah miliki sehingga menjadikan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata yang terintegrasi dan berbasis sumber daya lokal yang dapat dilakukan penataan kawasan wisata dengan karakteristik agrowisata, wisata pantai, alam, pusat penelitian dan pengembangan, konservasi sumber daya hayati dan wisata buatan secara berbarengan.

Pada tahun ini, penataan kawasan pantai barat dan timur Pangandaran pun mulai dikerjakan, diharapkan dengan dikembangkannya kawasan tersebut bisa terintegrasi dan berbasis produk lokal, sehingga nantinya bukan hanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ikut naik, tapi pembangunan dan pengembangan ekonomi pada sektor riil juga akan berdampak positif.

Penataan kawasan wisata ini pun mendapat dukungan dari Pemprov Jabar dengan menggelontorkan anggarannya sekitar Rp 40 miyar, yang khusus diperuntukan pada sektor penataan obyek wisata. Sehingga sinergitas antara pemkab Pangandaran dan pemprov jabar pun menjadi sebuah energi serta akselerasi untuk merealisasikan visi-misi Kabupaten Pangandaran menjadi wsiata berkelas dunia dan target 5 juta kunjungan wisatawan setiap tahun pun sudah di depan mata.

Pada sebuah kesempatan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, jika saja dalam setiap tahunnya ada 5 juta pengunjung ke Pangandaran, secara ekonomi masyarakat akan sangat merasa diuntungkan dan tentunya akan lebih sejahtera, karena jika saja estimasinya wisatawan yang datang lalu “menjatuhkan” uangnya Rp. 250 ribu per pengunjung, artinya ada sekitar Rp. 1,5 trilyun dalam setahun uang yang diterima dan beredar di masyakat Pangandaran.

“Itulah dahsyatnya efek pariwisata pada laju perekonomian masyarakat, “ujar bupati saat itu.

Padahal pemerintah sendiri hingga saat ini belum mempunyai sistem bagaimana cara memindahkan peredaran uang dari daerah satu ke daerah lainnya, tapi dengan pariwasata ternyata mampu melakukan itu bahkan uang dari mancanegara, dan itu nyaris tanpa campur tangan atau regulasi pemerintah. Pemerintah hanya hadir untuk memberikan fasilitas dan sarana penunjang agar wisatawan bisa nyaman, aman dan seterusnya, seperti slogan pada sapta pesona.

Ada satu persoalan hingga saat ini masih belum tertangani, di Pangandaran sejumlah masalah lingkungan hidup masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan penyelesaian, dan persoalan ini menjadi sangat krusial karena menyangkut kualitas kehidupan di masa datang. Dari mulai pencemaran limbah basah yang dihasilkan hotel dan restoran hingga  pencemeran lingkungan dan sungai yang dihasilkan industri dan perusahaan yang hingga saat ini belum tertangani secara serius.

Kerusakan lingkungan yang dilatarbelakangi motif ekonomi sekelompok orang tak bertanggungjawab, akan berdampak  luar biasa. Karena yang dirugikan bukan hanya penduduk yang ada di sekitar lokasi pabrik tetapi hingga ke anak- cucu kelak.

Beberapa kasus terjadi, seperti aliran sungai mengalami kondisi yang kritis, dan itu penyebabnya beragam, diantaranya karena limbah industri yang mengandung berbagai macam zat kimia atau akibat limbah domestik yang dihasilkan rumahtangga yang secara sengaja dibuang ke sungai.

Di satu sisi pemda well come pada siapa pun insvestor yang datang untuk menanamkan usahanya, tapi di sisi lain kerap terjadi dampak negatif pada lingkungan tempat usahanya.

Disadari sepenuhnya permasalahan lingkungan hidup saat ini memang menjadi problema yang paling sering mengemuka, tapi hingga saat ini belum ditemukan solusi untuk mengatasinya sehingga kerusakan-kerusakan alam dan lingkungan pun terus terjadi. Padahal rusaknya lingkungan alam pada suatu masa belum tentu dapat dikembalikan seperti habitat semula meski sudah puluhan generasi berikut memperbaikinya.

Untuk mengatasi permasalahan ini tentu saja dibutuhkan kerja sama antara pihak pemerintah, masyarakat, serta pelaku-pelaku usaha. Dan maknanya mengatasi masalah lingkungan perlu kebijakan yang lebih konkret, bukan sebatas gerakan moral berupa ajakan atau himbauan.

Masyarakat harus terlibat aktif menjaga lingkungan sekitar, dan tentunya itu harus berbanding lurus dengan regulasi yang digulirkan pemerintah. Selamat hari jadi Kabupaten Pangandaran milangkala ka 7  (PNews)

CUPA CUPA, MAKANAN RINGAN KHAS PANGANDARAN BERBAHAN BAKU UDANG, CUMI DAN KEPITING

PARIGI-Cupa Cupa menjadi salah satu produk kuliner unggulan yang ikut peserta pameran dalam kegiatan Gelar Produk dan Temu Bisinis UMKM Juara 2019, di lapang alun-alun Parigi Kabupaten Pangandaran.(17/10)

Cupa Cupa adalah jenis makanan berbahan baku cumi, kepiting dan udang, salah satunya yang diproduksi Vania, warga Kecamatan Pangandaran.

Menurut Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, atas nama warga Pangandaran pihaknya merasa bersyukur sekaligus, karena di ada warga yang menerima hasil tangkapan nelayan, sehingga ini sangat membantu penjualan hasil tangkap para nelayan.

“Setelah dicoba rasanya enak, gurih dan renyah, “ungkap Adang.

Ke depannya Adang berharap, agar perusahaan ini tidak hanya bisa terkenal di luar Pangandaran saja, sebaiknya warga Pangandaran pun mestinya bisa ikut konsumsi Cupa Cupa ini.

“Dan jika ada kesempatan bisa saja cupa ini jadi komoditas untuk diexport keluar negeri, "ujar wabup.

Di tempat yang sama pemilik perusahaan Cupa Cupa, Vania, menerangkan, perusahaannya ini didirikan sekitar tiga tahun lalu, setelah menyelesaikan kuliahnya.

“Produksi cupa yang saya kelola ini benar-benar berangkat dari nol, setelah selesai kuliah saya pun sekarang lebih fokus untuk membangun usaha ini dan sekarang produk cupa cupa ini saya pasarkan ke Bandung, Tasikmalaya dan kota lainnya di Jawa barat. “terang Vania.

Dikatakan Vania, awal produksinya dibantu ibunya, lalu dicoba masak di rumah dengan beberapa varian berbahan baku cumi, udang dan kepiting. Karena memang bahan ini cepat membusuk, lalu timbul pemikirannya agar bisa dipasak awet dan tahan lama tapi mesti tetap enak dimakan.

Beberapa kali percobaan, menurut Vania, pernah dilakukan, hingga bulak-balik Bandung-Pangandaran untuk mengurusi ijin usaha, termasuk untuk uji uji lab.

“Setelah itu lalu saya buatkan kemasan berikut brandingnya, ya seperti inilah sekarang, " kata Vania sambil menunjukan bungkusan makanan olahannya.

Vania menambahkan, untuk produksi Cupa Cupa, ia menerima bahan baku udang, kepiting dan cumi dari nelayan Pangandaran sekitar 3 kwintal per hari.

“Jika ingin lebih jelas silahkan datang ke alamat saya di jalan Raya Cijulang km. 3 Pangandaran.” pungkasnya. (ANTON AS).

BATIK DAHON ECOPRINT PANGANDARAN BERBAHAN PEWARNA RAMAH LINGKUNGAN

PARIGI-ketika isu lingkungan mulai bergulir, maka pembuatan batik yang selama ini menggunakan kimia sebagai zat pewarna akhirnya pembuatan  batik ecoprint berbahan baku buah palem (dahon) pun menjadi  solusinya.

Demikian diterangkan Elin Herlina, seorang kreator pembuatan batik berbahan baku pewarna dari pohon dahon (sejenis pohon dari keluarga palem yang biasa tumbuh di tepi sungai daerah pesisir pantai), saat ditemui PNews di arena pameran gelar produk temu bisnis di lapang Parigi Kabupaten Pangandaran.(17/10)

Menurut Elin, bahan pewarna sintetis zat kimia dapat menimbulkan pencemaran pada lingkungan sekitar dan berbahaya. Tapi dengan menggunakan pewarna dasar dari kulit buah dahon dan kulit buah-buahan lainnya juga kulit kayu dan biji-bijian ternyata bisa menghasilkan warna alami yang tak kalah indah bagud dan  indah.

“Produksi ecoprint batik kami pun menggunakan bahan alami tersebut, sedangkan motifnya menggunakan berbagai daun baik yang sudah gugur maupun yang masih segar, “terangnya.

Lebih lanjut Elin menjelaskan, buah dahon merupakan buah dari tanaman pohon palem atau pohon nipah yang biasa hidup tumbuh di sekitaran sungai berair payau dan di hutan mangrove,
kulit buah dahon ini sangat bagus dan berkualitas jika digunakan sebagai pewarna ecoprint batik.

Elin menambahkan, prosesnya pembuatannya dengan cara extrasi, namun, lanjut Elin, bahan yang telah diproses terlebih dulu dengan cara dicelupkan kedalam larutan pewarna kulit buah dahon.

“Jika untuk motif bisa mendesign sesuai selera, “terang Elin lagi.

Proses pembuatan satu lembar kain batik ini, lanjutnya, memerlukan waktu sekitar tiga hari. Jadi bila tertarik untuk menyaksikan prosesnya silahkan datang langsung ke rumah produksinya di samping Kantor Desa Margacinta Kecamatan Cijulang.

Elin juga mengatakan, harga penjualan batik produksinya dijual variatif sesuai dengan bahan kain juga sesuai dengan tingkat kesulitan pewarnaannya, mulai dari harga Rp200 ribu hingga jutaan rupiah untuk batik berbahan kain sutra, dan untuk produk yang tersedia dalam bentuk bahan pakaian untuk pria dan wanita, Toots bag, sarung bantal dan shirts,

“Sekarang ini selain kami jual di rumah, penjualan batik dahon ini juga dijual melalui online "ungkapnya. (ANTON AS).

WAKIL BUPATI PANGANDARAN: “UMKM PELUANG EKONOMI BAGUS DAN BERPOTENSI MENYERAP TENAGA KERJA”

PARIGI-Usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan salah satu peluang roda perekonomian daerah yang diharapkan dapat memberdayakan tenaga kerja sehingga pemerintahan pun memberikan keberpihakannya pada para pelaku UMKM.Demikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, usai membuka kegiatan Gelar Produk dan Temu Bisinis UMKM Juara 2019, di lapang alun-alun Parigi.(17/10)

Menurut Adang, jumlah pelaku UMKM yang terus meningkat berbanding lurus dengan tingginya penyerapan tenaga kerja, karena UMKM telah membuka lapangan kerja yang lebih inovatif, kreatif dan tidak selalu  mengandalkan ijazah pendidikan. Artinya, UMKM berpotensi besar untuk mengentaskan masyarakat dari  kemiskinan, pasalnya pelaku UMKM yang bekerja dengan layak akan mendapat penghidupan yang sejahtera sehingga berpengaruh pula pada kelayakan hidup.

“Dan kegiatan ini tentunya untuk mendorong 10 ribu lebih pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Pangandaran dengan menyerap tenaga kerja sekitar 1700 sehingga otomatis ini bisa mengurangi pengangguran, “ujar Adang.

Dari UMKM ini,kata Adang, sudah teruji merupakan sistem perekonomiannya tidak mudah bangkrut karena pengusaha kecil seperti ini selalu mendapat pembinaan dari pemerintah daerah melalui terkait yang insten sehingga mempunyai prospek yang cerah.

UMKM memiliki lokasi yang tersebar di tiap-tiap kecamatan, termasuk di pelosok desa yang susah dari akses transportasi sekalipun. Dengan adanya UMKM ini tentunya juga membuat rakyat kecil tidak perlu berbondong-bondong hijrah ke kota untuk memperoleh penghidupan yang layak, karena dampak geliat UMKM yang terus meningkat ini, masyarakat yang tinggal di desa pun kini bukan halangan untuk menjadi sukses.

“Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para UMKM yang kemarin belum naik kelas sekarang  bisa naik kelas, “ungkap Adang.

Adang menambahkan, sebagai upaya peningkatan perekonomian daerah maka diperlukan bantuan dari seluruh lini untuk bisa melakukan serta mendukung hal ini, karena UMKM terbukti memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan sosial masyarakat untuk selalu meningkatkan inovasi dan kreativitas.

Sementara saat ditanya produk unggulan apa saja yag ekspansi dipasarkan ke luar daerah, menurut Adang, seperti makanan cupa, kopi, handycraft dan produk olahan lainnya.

“Komoditas kopi dan handycraft sudah bisa menembus pasar eksport, tapi kalau produk kuliner saya kira di setiap daerah juga pasti ada, “terangnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Perdagangan, UMKM dan Koperasi Kabupaten Pangandaran, Drs. Tedi Garnida, MM, kegiatan ini selain merupakan salah satu sarana atau media promosi juga menjadi ajang pertemuan pelaku UMKM dan buyer.  Dan tentunya melalui  kegiatan juga  masyarakat jadi mengetahui produk apa saja yang dihasilkan UMKM Pangandaran dan nantinya dapat diketahui  juga beberapa produk yang sudah bisa melakukan ekspor.

"Disamping kegiatan ini kami juga selalu melakukan pembinaan dan dorongan pada beberapa pelaku UMKM baik soal perijinan, packing, pemasaran atau lainnya, 4 kali dalam setahun. “terag Tedi.

Tedi juga mengatakan, ia juga mendorong bagaimana caranya penjualkan produk UMKM melalu on line, karena terbukti melalui penjualan lewat dunia maya ini sangat efektip, sehingga sampai saat ini  sudah sekitar 160 macm produk dijual melalu transaksi on line.

“Intinya, Pemkab Pangandaran melalui dinas kami akan terus membantu tumbuh kembangnya sektor ekonomi melalui UMKM yang ada di masyarakat, “pungkasnya.

Sementara para pelaku UMKM pun menyambut baik dengan sangat antusias untuk bisa ikut dalam acara Gelar Produk dan Temu Bisinis UMKM Juara 2019 yang diselenggarakan Dinas Perdagangan, UMKM dan Koperasi Kabupaten Pangandaran. Salah-satunya diungkapkan pengrajin batik Koja dari Kecamatan Cijulang, Rusdaya. Menurutnya, hasil pembinaan dari pemda produk batiknya kini sudah terdaptar di Kementerian Hukum dan Ham serta memilki hak cipta.

Selain pasar lokal, Rusdaya pun menjual kain batiknya melaui sosial media (sosmed) atau dengan cara konfensional.

"Omzet penjualan kami sekitar Rp 10 juta per bulan, “terangnya. (ANTON AS)

IRONIS, WARGA “HADIAHI” KADO SAMPAH DI HARI JADI KOTA TASIK KE 18

TASIKNEWS-Tumpukan sampah di arena Festival Tasik 2019 di kawasan sport center Dadaha, menjadi hadiah istimewa tepat pada perayaan hari jadi Kota Tasik ke 18.

“Ini kado istimewa yang diberikan warga pada perayaan hari jadi kota Tasik, “ungkap salah seorang pengunjung festival asal Kecamatan Cipedes, Andi.(15/10)

Tumpukan sampah plastik bekas bungkus makanan dan air mineral, kata Andi, menjadi pemandangan yang kurang indah dipandang mata ini pun luput dari pantauan petugas kebersihan, sehingga mengotori di sekitar arena olahraga Dadaha yang selama ini menjadi kebangaan warga.

Bukan saja terkesan kumuh, menurut Andi, tumpukan sampah itu juga tidak jarang menimbulkan aroma tak sedap, karena sebagian sampah tersebut merupakan sisa-sisa makanan yang tidak habis lalu membusuk.

 “Harusnya pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan bisa sigap, karena hampir  setiap ada eve-even seperti pameran ini pasti selalu menyisakan tumpukan sampah yang dibuang seenaknya oleh pengunjung  “tegasnya. (ANWARWALUYO)


WARGA DESA CIKUPA KINI DAPAT LAYANAN KESEHATAN GRATIS MELALUI KIS

TASIKNEWS-Kepala Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yudha Heryadhi menjelaskan, pendistribusian Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) gratis tersebutakan langsung diberikan kepada pemdes langsung dari Puskesmas Karangnunggal, dan desa hanya menerima saja kemudian memanggil warga-warga yang mendapatkan kartu tersebut.

Menurut Yudha, penerima KIS ini masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) kelas 3 yang iuran bulannya dibayarkan APBD Pemda Tasikmalaya, dan pembagian KIS kali  ini merupakan sisa warga Desa Cikupa yang belum mendapatkan pada tahun sebelumnya.

Dengan mendapatkan kartu KIS, kata Yudha, mudah-mudahan bisa meringankan beban warga saat berobat bahkan bisa gratis, sehingga pemdes pun sangat bersyukur meski ada beberapa warga yang tidak menerima, dan ini hasil cek yang dilakukan pemda.

“Dan kami pemerintahan desa bertugas hanya menerima dan membagikan saja,”terang Yudha. (11/10)

Yudha juga sangat berterimakasih terkait dukungan Pemda, melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Tasikmalaya, yang telah mendukung pelaksanaan distribusi Kartu KIS.

“Saya berharap dengan program ini masyarakat di Desa Cikupa bisa menerima layanan kesehatan sehingga bisa lebih terjaga kesehatannya dan sejahtera,”imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga penerima kartu KIS, mengungkapkan, dengan adanya kartu ini diharapkan ia bisa mendapat layanan kesehatan gratis dari pihak rumah sakit.

“Kami senang mendapatkan kartu KIS tapi kami berharap pihak medis atau rumah sakit jangan pernah mempersulit dengan segala aturannya,”ungkapnya kepada PNews saat antri mengambil kartu KIS di aula desa. (ANWARWALUYO)



BUPATI PANGANDARAN: “DI LAPANGAN IMPLEMENTASI PERDA SANGAT COMPLICATED”

PARIGI- Ada tiga peraturan daerah yang paling mendesak yang harus segera dibuatkan perdanya, diantaranya, perda tentang sempadan sungai, perda tentang pengolahan limbah dan perda tentang kerugian daerah.

Demikian diterangkan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata saat diwawancarai PNews usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Pangandaran.(14/10)

Dikatakan bupati, membuat peraturan daerah itu mudah tapi implementasinya yang sulit, seperti  penyelesaian limbah PT Pecu dan pengerukan sungai Cikidang dan masalah lainnya.

Dilapangkan itu permasalahanya ternyata complicated, karena, kata bupati, dalam aturan ada sempadan sungai, tapi ketika implementasi di lapangan ternyata sempadan sungai itu telah berubah menjadi tanah milik.

Ahirnya, lanjut bupati, ketika waktu pengerukan sungai Cikidang, yang seharusnya sungai itu lebar sekarang sungai jadi sempit karena sempadan sungai itu sudah bergeser sekitar satu meter dari air sungai dan telah berubah menjadi tanah milik masarakat.

“Saya jadi bingung siapa yang salah, "ungkapnya.

Disoal terjadinya kekosongan obat di beberapa puskesmas, bupati mengatakan, itu akan segera i dipenuhi. Dan dalam pemberian  obat kepada pasien jangan sampai  semua penyakit hanya diberi obat parasetamol, yang penting sembuh, seharusnya tidak seperti itu. Menurut bupati, ia ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Disitulah perlunya segera  dilakukan evaluasi, “kata bupati..

Bupati juga mengatakan, sepeti di daerah terpencil, seperti di Desa Jadikarya, disana hanya ada satu dokter. Dokter gigi tidak ada, karyawan puskesmas cuma sedikit, dan menjadi bahan pertimbangan untuk terus evaluasi.

Bupati berharap, di daerah terpencil biasanya  jarang petugas medis yang mau kerja disana, sehingga  kedepan agar ada petugas mau mengabdi disana.

“Salah satu caranya kemungkinan tunjangannya dinaikan, yang tadinya tunjangan hanya Rp 3 juta bisa kita naikan menjadi Rp 5 juta, " jelas bupati.

Memasuki usia yang ke 7 roda pemerintahan kabupaten Pangandaran, kata bupati, perlu dilakukan perlu evaluasi, dan untuk pelaksanaannya tentunya harus ada ahli tela'ahan, tenaga yang ahli dan  berkaitan dengan evaluasi.

"Dan ini menjadi sSalah satu tugas dan kewajibannya  staff ahli."jelas bupati.

Jadi, lanjutnya, staff ahli itu harus betul-betul staff ahli jangan sampai ada istilah staff ahli itu tempat pembuangan dan bupati juga meminta agar staff ahli sekarang harus consen disana.

Bupati menjelaskan, staff ahli itu ada bidang-bidang, dan tiap-tiap bidang menjadi tugasnya memberikan kajian, seperti langsung terjun ke lapangan untuk melihat dinamika yang ada. Kemudian dilakukan kajian, sehingga bisa memberikan hasil kajian yang tepat untuk dilaksanakan.

“Nah itu hasilnya bisa dijadikan bahan evaluasi. "tegas bupati. (ANTON AS)

BUPATI PANGANDARAN ROTASI 3 PIMPINAN PEJABAT TINGGI PRATAMA ESELON II

PARIGI-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari serta disaksikan Sekretaris Daerah, Kusdiana, para asisten dan para kepala, melantik dan mengambil sumpah tiga orang pimpinan pejabat tinggi Pratama Eselon ll di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pangandaran, di aula setda.(14/10)

Ketiga pejabat tersebut, antara lain, Irwansyah S.sos dilantik menjadi staff ahli Bupati bidang pemerintahan, hukum dan politik, Drs Syaefuloh MSI, staff ahli Bupati bidang pembangunan, ekonomi dan keuangan dan Dani Hamdani S.Sos menjadi kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Dalam sambutan bupati, menyampaikan, Pemkab Pangandaran secepatnya akan segera melakukan open bidding karena ada delapan kekosongan pimpinan untuk jabatan eselon ll, diantaranya, satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perhubungan, Kesatuan Bangsa dan Politik  (kesbangpol) dan Asisten Daerah 1.

“Insya Alloh paling lambat bulan Desember tahun ini semua kekosongan bisa terisi," Kata Bupati. ( ANTON AS )

KARNAVAL BUDAYA DAN PAMERAN PRUDUK UNGGULAN WARNAI HARI JADI KOTA TASIK KE 18

TASIKNEWS-Dalam rangkaian memeriahkan hari jadi Kota Tasikmalaya yang ke 18, usai kegiatan karnaval yang dilaksanakan sepanjang jalan protokol, Wali Kota Tasik, Drs. H. Budi Budiman, pada sore harinya berkesempatan membuka pameran Tasik Kreatif di komplek Lapangan Dadaha.(13/10)

Kegiatan tersebut merupakan ajang mempromosikan hasil produksi makanan olahan,  pembangunan, Industri kreatif dan inovatif  kuliner, sesuai dengan Tema Hari Jadi Kota Tasik ke 18, Tasik Resik, Tasik  Berbudi atau berbudaya digital.

Dalam sambutannya, Budi, menyampaikan, para pelaku Usaha kecil dan mikro (UKM) harus bisa manfaatkan Pameran Tasik Kreatif  inovatif ini agar keberadaann UMKM yang ada di Kota Tasik lebih maju dan sejahtera.

Dalam menghadapi era tekhnologi ini, kata Budi, Pemkot Tasik sudah membina UKM ke arah e-commerce agar UKM bisa memanfaatkan tekhnologi.

Namun Budi menyayangkan pelaksanaan pameran ini sangat singkat dengan hanya waktu 3 hari, sehingga ia pun menyarankan kedepan agar pameran seperti ini bisa sampai 7 hari.

“Pameran ini merupakan ajang evaluasi dan promosi yang harus dimanfaatkan para pelaku UKM, karena saat ini UKM harus bisa berdaya saing dan tidak hanya berbicara kualitas dan kuantitas saja. “kata Budi.

Sementara beberapa pelaku UKM, mengatakan, semoga di hari jadi Kota Tasikmalaya yang ke 18 ini Pemkot bisa lebih dewasa dalam mengetaskan kemiskinan serta lebih memajukan lagi dunia usaha khususnya UKM.

“Kami sangat aspreasi dengan penyelenggaraan pameran  ini apalagi kami juga bisa terhibur dengan pagelaran wayang golek, “ujarnya. (ANWARWALUYO)

PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK HINGGA MANULA, PROGRAM INOVASI YAYASAN LATIFATUL QOLBI

PADAHERANG-salah satu inovasi dan program unggulan di Yayasan Latifatul Qolbi (LQ), tahun ini diluncurkan program bahasa inggris dengan peserta didik muali dari tingkat SD, SLTP, SLTA hingga usia anjut (manula)

Demikian disampaikan Ketua Yayasan LQ, Nana, saat ditemui wartawan PNews di sela-sela kesibukannya.(13/0)

“Ini merupakan inovasi dalam proses belajar mengajar di yayasan kami, “ungkapnya.

Dikatakan Nana, para peserta pun nampak sangat antusias mengikuti seluruh materi belajar yang disampaikan langsung tenaga pengajari Yayan Blues yang sudah berpengalaman di di negara belanda dan eropah.

Pusat pendidikan Yayasan Latifatul Qolbi yang berlokasi di RT 03/01 Desa  Kedungwuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran ini, kata Nana, rencananya akan dijadikan sebuah kampung inggris seperti yang ada di daerah Pare Jawa Timur.

“Mudah-mudahan ini bisa menginsfirasi lembaga pendidikan lainnya di Pangandaran. “pungkas Nana. (NANAHOERUMAN)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN