ATASI KEKERINGAN, BPBD TASIKMALAYA SUPLY AIR BERSIH KE DESA BANTARKALONG

TASIKNEWS-Panjang musim kemarau membuat keadaan di beberapa daerah mengalami kekeringan, tidak sedikit masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih baik untuk keperluan memasak atau pun mandi-cuci.

Seperti yang terjadi di Dusun Cimeretug Rt 17 RW 06 Desa Bantarkalong Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, sudah beberapa bulan ini sangat sulit untuk mendapat air bersih karena sumber air dan sumur milik warga di daerah tersebut sudah mengering.

Hal ini ternyata mendapat respon cepat dari Pemkab Tasikmalaya, dengan segera mengirimkan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)yang langsung didistribusian langsung pada warga.

Melalui Sekretaris Desa Bantarkalong, Seny, masyarakat pun mengucapkan terimakasih atas sigapnya pemkab untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih.

“Atas nama warga saya mengucapkan terimakasih pada pemkab melalui BPBD yang sudah mengirimkan air bersih untuk warga, “ungkap Seny.(1/10)

Saat ditemui PNews di ruang kerjanya, Seni, juga mengatakan, memang beberapa bulan ini dampak dari musim kemarau panjang sangat dirasakan masyarakat, karena sumur-sumur sudah lama mengering sehingga air untuk kebutuhan rumahtangga pun sangat sulit didapat.

Seny pun merasa bersukur, karena bantuan sekitar 4000 liter air bersih yang langsung didistribusikan BPBD kepada masyarakat ini benar-benar sangat membantu.

“Sekali lagi, atas nama masyarakat kami ucapkan terimakasih kepada BPBD Kabupaten Tasikmalaya. “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

AKIBAT PELIMPAHAN ASET BELUM SELESAI, ANGGARAN PERBAIKAN SARANA DI TERMINAL PANGANDARAN TERSENDAT

PANGANDARAN-Keberadaan terminal yang terletak di pusat keramaian untuk saat ini mungkin sudah harus mencari alternatif untuk lokasi baru, sehingga keluar masuk kendaraan umum dari dan ke terminal tidak menambah deretan kemacetan pada hari-hari tertentu.

Seperti yang terjadi di terminal Pangandaran, lokasinya yang berada di pusat menuju kawasan wisata membuat arus lalu-lintas menjadi padat karena laju kendaraan umum dan wisata bersatu pada lajur jalan yang sama sehingga tidak jarang menimbulkan kemacetan panjang yang sulit diurai. Belum lagi ditambah puluhan kendaraan niaga yang akan menurunkan muatannya ke Pasar Pananjung yang letaknya bersebelahan dengan terminal, tak ayal lagi pada waktu-waktu tertentu, baik kendaraan wisata, umum mau pun kendaraan niaga harus antri terjebak dalam kemacetan pada lajur yang sama.

 “Ini harus menjadi perhatian Pemda Kabupaten Pangandaran, “ujar salah seorang warga pengguna jasa angkutan umum.(28/9)

Sementara menurut salah seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di terminal Pangandaran, terminal tipe B ini, sejak tahun 2016 melalui Surat Keputusan (SK) gubernur nomer 550.22/Kep.1197  sudah alih kelola ke Pemerntah Provinsi Jawa Barat, sehingga segala kewenangannya pun sudah bukan lagi di Pemkab Pangandaran.

“Jadi sejak dikeluarkan SK gubernur tersebut, terminal ini termasuk kami sudah kewenangan Pemprov Jabar. “terangnya.(28/9)

Disoal penataan terminal yang terkesan kumuh, ia mengatakan, sebenarnya anggaran untuk perbaikan sarana yang ada di terminal, tahun ini sudah ada di balai. Tapi karena proses pelimpahan asetnya dari Pemkab Pangandaran ke Pemprov Jabar hingga saat ini belum terlaksana sehingga anggaran untuk perbaikan pun belum bisa direalisasikan.

“Tahun 2019 ini saja anggaran untuk pengaspalan belum bisa direalisasikan, sementara untuk tahun 2020 kami juga sudah mengusulkan untuk penataan kios-kios pedagang dan pembangunan mess pegawai, “jelasnya.

Ia juga mengatakan, saat ini ada 7 PNS dan 10 non PNS yang bertugas di UPTD Pengelola Prasarana Perhubungan (PPP) LLAJ wilayah Garut III Dishub Jabar kordinator terminal Pangandaran, setiap hari bertugas melayani keluar-masuknya kendaraan ke terminal, dengan kisaran jumlah kendaraan bis besar 10 unit, bis sedang 40, bis kecil/elf 4 dan angkutan Pedesaan (angdes) sebanyak 15 kendaraan per harinya.

“Jadi kewenanangan apa pun terkait terminal ini ada di balai dishub pemprov, sementara kami hanya petugas pelayanan saja, “imbuhnya. (PNews)




PERUBAHAN APBD 2019 PEMKAB PANGANDARAN FOKUS PADA RSUD DAN PENATAAN WISATA

PARIGI-Sesuai dengan schedule yang telah dimusyawarahkan bersama antara DPRD dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, serta sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, akhirnya rapeda (Rencana Peraturan Daerah) perubahan APBD tahun 2019 ditetapkan menjadi perda (Peraturan Daerah).

Demikian disampaikan Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin H.M.M, saat wawancara dengan beberapa awak media di ruang kerjanya.(30/9)

“Proses ini tahapan ini dimulai dari pembahasan di komisi-komisi yang dilanjutkan laporan komisi di Badan Anggaran (Banggar) serta ditindaklanjuti rapat dengan TAPD, “terang Asep.

Sebelum dibawa ke rapat paripurna, lanjutnya,  ada rapat konsultasi dulu dengan pimpinan fraksi yang di dalamnya tentu ada persetujuan atau pandangan umum fraksi dan pandangan akhir fraksi terhadap raperda ini, dan pada prinsipnya fraksi-fraksi menyetujui ranperda perubahan APBD 2019 untuk dibawa ke paripurna untuk ditetapkan.

Asep menambahkan, sebelumnya juga ada sinkronisasi dan harmonisasikan pembahasan antara komisi-komisi dengan mitra kerja SKPD dan TAPD melalui rapat  pembahasan perubahan APBD ini.

“Pada intinya, dalam perubahan APBD tahun 2019 ini Pemkab Pangandaran lebih fokus pada pembangunan RSUD dan penataan kawasan pantai barat dan timur, “ujar Asep.

Sementara dalam sambutannya pada rapat paripurna, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan penghargaan kepada DPRD, khususnya banggar dan komisi-komisi yang telah mencurahkan tenaga, pikiran dan kerja kerasnya sehingga dalam tempo yang relatif singkat melaksanakan pembahasan perubahan APBD tahun 2019 denga teliti, seksama, cermat dan penuh kekeluargaan sehingga perubahan APBD bisa ditetapkan menjadi perda.

“Beberapa pandangansudah disampaikan oleh DPRD, kami menganggap itu merupakan wujud tanggungjawab konstitusional serta akuntabilitas publik dari wakil rakyat pad masyarakat, “ucap bupati.

Dan keputusan yang telah dambil bersama, kata bupati, tentunya didasari seuah pemikiran yang matang untuk kebaikan semua pihak di masa yang akan datang.

Sikap hati-hati serta argumentasi-argumentasi selama pembahasan hingga pada pengambilan keputusan, menurut bupati, merupakan langkah tepat yang perlu didorong  untuk terciptanya APBD yang bisa dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun hukum.

“Saya juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap pelaksanaan
APBD ini agar tetap konsisten serta sesuai dengan harapan kita bersama. “kata bupati.

Seperti diketahui, dalam perubahan APBD tahun 2019 ini ada kenaikan pendapatan yang semula sebesar Rp. 1.221.803.683.241,00 bertambah Rp. 282.199.766.299,00 sehingga menjadi Rp. 1.504.003.449.540,00.

Dalam pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan daerah yang semula sebesar Rp.66.887.105.830 berkurang Rp. 8.435.314.624,00, sehingga jumlah setelah perubahan menjadi Rp. 58.451.791.206.

Sementara dalam pengeluaran pembiayaan daerah, semula Rp. 1 milyar bertambah Rp 5 milyar, sehingga setelah perubahan menjadi Rp. 6 milyar. (PNews)

HINGGA AKHIR SEPTEMBER 2019 SEBANYAK 2977 PELAMAR MASUK KE PANSEL RSUD PANGANDARAN

PANGANDARAN-Data pelamar yang sudah masuk ke panitia seleksi penerimaan pegawai baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega kabupaten Pangandaran hinga akhir bulan september ini sebanyak 2977 orang pelamar.

Demikian diterangkan panitia seleksi (pansel) kasubid pengadaan dan pemberhentian pegawai BKPSDM Pangandaran, Haris Nur Rojat, saat diwawancarai PNews di ruang kerja pansel di jln Karangsari RT 06 RW 05 Desa Pananjung Kecamatan-kabupaten Pangandaran.(30/9)

“Dan sampai hai ini pelamar yang terverifikasi proses pengimputan baru sebanyak 1930 pelamar, “terangnya.(30/9)

Lebih lanjut Haris mengatakan, pelamar yang memenuhi syarat diantaranya memiliki surat tanda registrasi (STR) layak untuk bisa praktek kesehatan dan memiliki sertifikat kompetensi keahlian sesuai dengan jabatan yang dilamarnya, dan itu baru terinput 1300 orang pelamar.

Untuk pengumuman yang lolos verifikasi data terpaksa mundur, tapi, kata Haris, Insyaalloh pada  tanggal 4 Oktober 2019 sudah bisa diumumkan melalui laman www.asnpangandarankab.id.

“Sementara untuk waktu testing kami masih belum tentukan, tapi untuk tempat testing kemungkinan diselenggarakan di gedung baru UNPAD di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi. “pungkasnya. (ANTON AS)

ELON RUSLAN BANTAH DIRINYA MENGHINDAR SAAT DIWAWANCARAI MEDIA

PARIGI-Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari fraksi PDI Perjuangan, H. Elon Ruslan, sangat menyayangkan adanya berita terkait dirinya yang dikabarkan menghindar saat mau diwawancarai sebuah media online terkait pemahaman akan tupoksi kinerja dewan, padahal seperti yang ia sampaikan, diirinya tidak merasa menghindar. Namun kalau untuk menerangkan lebih lanjut terkait  pemahaman kinerja dewan, ia mengakui belum bisa menjelaskan secara detail karena dikhawatirkan ada pernyataan yang salah.

"Saat itu saya hanya mengatakan secara umum saja, anggota DPRD punya tugas dan fungsi  penampung aspirasi rakyat, "terangnya.(27/9)

Dikatakan Elon, terkait masalah pemberitaan yang seolah menyudutkannya dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai anggota DPRD yang belum mempunyai pengalaman menjadi wakil rakyat,  diakui Elon, ia masih harus banyak belajar dan menyesuaikan diri karena selama ini sebelum terpilih menjadi anggota legislatif ia berlatar belakang pengusaha.

"Saya kan baru 1,5 bulan menjadi anggota DPRD, jadi wajar kalau saya harus banyak belajar dulu tupoksi, “ujar politisi PDIP asal Kecamatan Cimerak ini.

Sementara di tempat terpisah salah seorang warga Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak, Jaelani( 54), membenarkan, wajar bila anggota dewan yang baru 1,5 bulan dilantik belum sepenuhnya bisa mamahami peran, fungsi mau pun tugas seorang anggota legislatif.

"Kita harus jujur karena tidak semua anggota DPRD itu mempunyai latar belakang sebagai politisi murni, diantarnya ada yang dari PNS, Kepala Desa, nelayan, pengusaha dan lain-lain."tegasnya.

Jadi, lanjut Jaelani, wajar saja yang tidak punya latar belakang politisi saat terpilih menjadi anggota dewan harus banyak belajar dulu, baik di internal partainya sendiri atau di DPRD..

“Tapi saya percaya, para wakil rakyat ini paling tidak ada bekal dasar yang diberikan dari masing-masing partainya, “pungjasnya. (AGE)

REAKTIVASI KERETA JURUSAN PANGANDARAN MENUNGGU DUA TAHUN LAGI ?

PANGANDARAN-Usai mengikuti Kegiatan Forum Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (KOPDAR)  triwulan ke III di hotel Pantai Indah Timur Pangandaran (26/9), saat ditanya progres reaktivasi kereta api jurusan Pangandaran, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kepada PNews, mengatakan, saat ini masih dilakukan kordinasi dan baru beres sampai Banjar.

“Tahun ini jurusan yang ke Garut dulu, "terangnya.

Seperti diketahui, saat ini ada sekitar 1500 Kepala Keluarga (KK) yang menempati bantaran rel kereta api jurusan Pangandaran dan dikhawatirkan terjadi gejolak sosial, menurut Ridwan Kamil, di semua tempat juga selalu terjadi seperti itu, untuk itu ia akan belajar pada PT KAI, bagaimana melakukaj konfensasi dengan cara yang baik seperti di Kabupaten Garut.

“Di garut kan tidak terjadi dinamika, nah nanti cara di Garut kita laksanakan di Kabupaten Pangandaran, “imbuhnya.

Disoal kapan target reaktivasi kereta ke Pangandaran, menurut orang nomer satu di jabar ini, pihaknya kurang hapal karena harus dicek dulu.

“Mungkin kurang dalam dua tahun, “jawabnya singkat. (PNews)







GUBERNUR JAWA BARAT KUMPULKAN KEPALA DAERAH KABUPATEN/KOTA DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Kegiatan  Forum Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (KOPDAR)  triwulan ke III tahun 2019, yang melibatkan 27 bupati/wali kota se-jabar. Kali ini kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Pantai IndahTimur Kabupaten Pangandaran. (6/9)

Di hadaan 27 kepala daerah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berharap Kopdar triwulan ketiga ini bisa menjadi momentum penyampaian aspirasi para kepala daerah pada pemprov.
Menurut Kang Emil, sapaan akrabnya, kopdar ini dimensi koordinasinya banyak dan rumit, dan mudah-mudahan pada saat kepemimpinannya ini bisa dirutinkan.

“Saya lihat aura dari kepala daerah pun happy dan itu menandakan curhatan kemacetan selama ini bisa diselesaikan satu per satu,"ungkapnya.

Untuk lebih mudah mengklasifikasi permasalah di daerah, kata Emil, Kopdar akan digelar secara tematik, seperti pada pertemuan kali ini dengan tema tentang keuangan dan pinjaman daerah. Dan ke depannya, setiap per tiga bulan sekali akan dibahas sesuai tema, seperti  tentang standarisasi reformasi birokrasi dan lain-lainnya.

Masih kata Emil, ada delapan pintu atau sumber dana yang bisa dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan, antara lain, APBD tingkat kota/kabupaten, APBD provinsi, APBN, pinjaman bank daerah, obligasi daerah, dana umat, CSR dan Public Private Partnership atau Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Ternyata membangun daerah, ujar Emil, tak lagi selalu harus lewat APBD, karena menurut kajiannya APBD itu hanya 10 persen keharusan membangun dari seluruh yang dibutuhkan.

“Kalau ngandelin APBD butuh 30 tahun, dan hari ini kita ngomong yang pasti-pasti,"imbuhnya.

Dan salah satu pintu pendanaan yang paling memungkinkan, lanjutnya, melalui pinjaman bank daerah. Dalam hal ini tentu pihaknya menyarankan kepala daerah untuk melakukan pinjaman tersebut ke Bank BJB karena saat ini BJB ini memiliki program kredit investasi daerah.

"Kita punya Bank BJB, Bapak-bapak kan pemilik saham di BJB. Jadi BJB Ini bank sendiri, saham sendiri, kita sibuk ngotak-ngatik APBD padahal triliunan dana di BJB tersedia,"terangnya. (PNews)

DENGAN VISI BERKIPRAH MENGEMBAN AMANAH NGABAKTI TUR NGABUKTI, JENI JAELANI SIAP MAJU DI PILKADES CIPANGEN

TASIKNEWS-Bekerja untuk mengemban amanah ngabakti tur ngabukti dengan cara bersatu untuk membangun desa, memperdayakan masyarakat melalui angaran reguler, aspirasi dan jemput bola program-progam yang ada pemerintahan kabupaten, merupakan tugas seorang kepala desa.

Demikian dikatakan salah seorang calon Kepala Desa Cipangen Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Jeni Jaelani, dalam obrolan santai dengan PNews di rumahnya. (20/9)

Ia mengatakan, dirinya memperjang jabatan ini dalam persaingan yang akan di selenggarakan nanti 24 Oktober 2019 karena ingin terus berkiprah untuk mengemban amanah dengan membaktikan diri serta berjuang terus dengan trik dan berbagai cara untuk memajukan Desa Cipangen.

“Dan saya pun pada saat pemilihan nanti  siap bersaing secara sehat dengan kandidat kepala desa lainnya, “ungkapnya.

Yang paling penting, kata Jeni, dalam Pilkades nanti seluruh calon harus siap bersaing dengan visi misinya dalam membangun desa, menyelenggarakan rumah tangga Desa serta melaksanakan tugas yang ada di pemerintah desa.

“Itu semua mutlak harus bertanggung jawab kepala desa dalam melaksanakannya tupoksinya. " pungkasnya. (MAMAT R)






TERKESAN SEMERAWUT, WARGA TASIK KELUHKAN PENATAAN KAWASAN DADAHA

TASIKNEWS-Menjadi ruang publik dan pusat lokasi olahraga masyarakat (sport center), seharusnya komplek stadion Dadaha Kota Tasikmalaya bisa lebih ditertibkan lagi. Kesemerawutan para pedagang yang menjajakan aneka jenis makanan dan barang seharusnya tidak mengganggu aktivitas di dalamnya. Apalagi ditambah lalu-lalang odong-odong dan kendaraan baik roda dua atau empat membuat kawasan yang seharusnya tempat refreshing warga pun terkesan semerawut.

Seperti dikatakan salah seorang warga Bojong tengah Kecamatan Cipedes, Yusuf (57), seharusnya Pemkot Tasik bisa lebih menata dan profesional dalam mengelola kawasan ini, karena hampir sebagian lahan untuk para pejalan kaki (jogging) sekarang dipenuhi para pedagang.

“Jelas ini sangat mengganggu kenyaman pengunjun, “ucapnya. (22/9)

Yusuf berharap, pemkot segera menata dan memfungsikan kembali kawasan Dadaha ini menjadi ruang berkumpul dan tempat olahraga masyarakat, karena sebenanrnya untuk pedagang sudah disediakan selter-selter.

“Begitu juga untuk kendaraan jika sudah masuk kawasan sebaiknya diparkir saja di tempat sekitar komplek, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

BERTANI RUMPUT LAUT JADI PELUANG USAHA MASYARAKAT SINDANGKERTA

TASIKNEWS-Budi daya rumput laut yang dilakukan masyarakat pesisir di Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, mempunyai peluang usaha yang sangat menjanjikan. Karena selain menjadi konsumsi, rumput laut pun banyak digunakan menjadi bahan baku produk kesehatan dan kecantikan.

Menurut salah seorang petani rumput laut di Desa Sindangkerta, Mahmudin, setelah dijemur untuk proses pengeringan, rumput laut dijual dengan kisaran harga Rp. 7 ribu per kilo gramnya. Dan ini tentunya bisa menjdi peluang usaha serta meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

Menurut mahmudin, sudah menjadi pekerjaan sehari-harinya ia mengumpulkan rumput laut lalu dikeringkan untuk dijual ke pengepul yang biasa datang ke tiap-tiap rumah petani.

Selain dirinya, kata Mahmudin, banyak masyarakat yang sehari-harinya pergi ke pantai untuk mengambil rumput laut, karena selain banyak yang menjadi nelayan warga Sindangkerta pun bermata pencarian menjadi petani rumput laut.

“Lumayan bisa menjadi penghasilan keluarga dan kebutuhan sehari-hari, “ungkapnya. (21/9) (ANWARWALUYO)

SEMANGAT KADER DESA CIKUPA JAMIN KESEHATAN WARGA SEMAKIN MENINGKAT

TASIKNEWS-Untuk mengoptimalkan kinerja yang lebih profesional, beberapa hari lalu (19/9) Pengurus dan seluruh kader Posyandu Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, menyelenggarakan rapat kordinasi (rakor) yang diselenggarakan di aula desa.

Dalam rakor tersebut, di depa kader yanghadir, Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi yang didampingi Ketua Kader, Entin Supartini, memberi pengarahan dalam menangani kesehatan ibu dn anak dan kesehatan di lingkungan keluarga.

Seluruh kader, kata Yudha, harus lebih eksis dalam menangani kesehatan balita dan ibu hamildi masing-masing posyndu, karena pada Tahun 2019  kegiatnnya akan didanai semaksimal mungkin dari anggaran pemerintah desa.

“Untuk itu kader agar lebih respon dalam pengisian data ataupun berkas yang dibutuhkan pihak kesehatan masyarakat desa, “ungkapnya.

Hal senada dikatakan Ketua Kader, Entin Supartini, masalah kesehatan warga Desa Cikupa optimis tahun 2020 nanti akan lebih maju karena karena kekompakan dan semangat seluruh kader di masing-masing posyandu semakin meningkat.

“Kita harus optimis karena kita pasti bisa, :tegas Entin. (ANWARWALIYO)

PERINGATI TAHUN BARU 1441 H, IRMA SINDANGJAYA GELAR DONOR DARAH DAN SANTUNI ANAK YATIM

MANGUNJAYA- Dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah 1441 H, sudah menjadi kegiatan rutin tahunan kelompok remaja yang tergabung dalam komunitas Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Al Ijtima bersama Karangtaruna Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, menggelar bhakti sosial donor darah serta pemberian santunan pada anak yatim dan pakir miskin.

Menurut Panitia Penyelenggara, Ust. Dani, ada sekitar 70 pendonor antri untuk menyumbangkan darahnya yang langsung  ditangani petugas dari PMI.

Dengan tema kegiatan tahun ini, Bersatu Dalam Aqidah Berjamaah Dalam Ibadah Bertoleransi Dalam Hilapiyah, kata Dani, ini merupakan cerminan dan sikap sekaligus tindakan positif yang selalu menjadi budaya di lingkungan Irma Al Ijtima.

“Sebagai mahkluk sosial sudah sewajarnya kita memiliki kepekaan ini, mempunyai rasa kepedulian dan empati yang tinggi dan ini harus selalu menjadi nilai-nilai dasar pada kehidupan kita, “kata Dani.(21/9)

Karena jika keadaan ini terus ada dan terpeliharan dalam tatanan diri, kata Dani, maka diharapakan dalam kehidupan sehari-hari pun akan senantiasa tergerak untuk turut membantu meringankan penderitaan orang lain.

“Selain bhakti sosial, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengikat semua elemen anak muda melalui wadah Irma  dalam memperkuat aqidah islamiyah demi menjaga keutuhan bangsa dan negara. “ucapnya. (Tn)

RANGGA: “PROSESI BUDAYA RUAT JAGAT SILA SAAMPARAN, UNGKAPAN PUJI SYUKUR PADA SANG PENCIPTA”

RANGGA
Dalam satu wawancara khusus dengan salah seorang tokoh budaya dan seniman Batuhiu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Rangga, diceritakan, prosesi budaya Ruat Jagat Sila Saamparan ini merupakan tradisi masyarakat di obyek wisata pantai Batuhiu. Ruat Jagat Sila Saamparan, dalam bahasa sunda mengandung arti, merawat alam, baik alam lahir atau pun alam batin.

Secara lahir kehidupan ini tidak lepas dari interaksi langsung dengan alam dengan habitatnya, sedangkan merawat alam secara batin untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan yang disimbolkan dengan kegiatan budaya.

 “Makanya kami namakan Ruat Jagat sila samparan, karena ternyata budaya sangat kaya dengan falsafah dan filosofi kehidupan, “ungkap Rangga.(20/9)

Ruat jagat sila saamparan merupakan ungkapan puji sukur pada Yang Maha Kuasa atas semua limpahan  nikmat yang dirasakan.

Intinya dalam prosesi budaya ini, bagaimana cara manusia menyerahkan diri dan bersukur pada Tuhan yang dikemas dalam kegiatan budaya dan kearifan lokal.

Selain harapan even kebudayaan bisa menjadi ajang promosi wisata, kata Rangga, konsep budaya ini nanti bisa menjadi komoditas yang bisa dijual pada wisatawan.

Rangga juga menuturkan, simbol empat air yang lalu disatukan lalu dilarung (dibuang) ke laut, menurutnya, ini merupakan sebuah palsafah saja. Air yang diambil dari empat titik mata air di empat  penjuru angin, mengandung arti pada diri manusia itu selalu mempunyai rasa, ucap, keinginan dan pemikiran. dan dengan disatukannya air tersebut, disimbolkan, rasa, ucap, keinginan dan pikiran yang berbeda satu dengan lainnya bisa menyatu dan larut seperti air.

“Lalu kita taburi bunga, artinya mudah-mudahan nama Pangandaran bisa harum hingga ke mancanegara seperti sipat bunga yang harum. “tutur Rangga.

Rangga juga menceritakan, di Batuhiu ada peninggalan gamelan yang biasa digunakan untuk mengiringi Ronggeng Gunung, peninggalan tahu 1773 M. Dengan bukti peninggalan tersebut, kata Rangga, bisa dipastikan cikal bakal kesenian Ronggeng Gunung, kesenian khas Kabupaten Pangandaran ini berasal dari kawasan Batuhiu.

“Sementara empat makam yang ada di atas bukit, konon kata para sesepuh disana itu makam empat tokoh penyebar agama Islam di kawasa Batuhiu dan sekitarnya, “pungkas Rangga. (PNews) 

RUAT JAGAT SILA SAAMPARAN, KEGIATAN BUDAYA TIAP TAHUN MASYARAKAT BATUHIU

BATUHIU-Ruat Jagat Sila Saamparan, sebuah kearifan lokal masyarakat Batuhiu Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, hingga saat ini masih lestari dan menjadi kegiatan budaya yang masih rutin disekenggarakan setiap tahun di obyek wisata Batuhiu.

Prosesi acara dimulai dengan iring-iringan tumpeng dan berbagai makanan hasil bumi yang ditandu menuju panggung utama di pesisir pantai, acara pun dilanjutkan dengan memanjatkan doa’ bersama atas nikmat dan karunia pada Sang Pencipta. Dan acara pun ditutup dengan makan tumpeng bersama dalam satu hamparan tikar yang memanjang.

Menurut tokoh budayawan Batuhiu, Rangga, Ruat Jagat artinya bersama-sama merawat alam dan sila saamparan maksudnya duduk bersama di atas tikar dengan tidak membedaan status sosial.

“Duduk bersama untuk bertafakur dan bersukur pada Yang Maha Kuasa, esensinya seperti itu, ungkap Rangga.(20/9)

Tahun 2019 kegiatan yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Ketua DPRD, Asep Noordi, anggota DPRD, MUI, Tokoh Agama, tokoh masyarakat, pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran dan tamu undangan lainnya serta masyarakat ini, kata Rangga, dikemas dalam even Batuhiu Culture Festival 2019, dengan rangkaian kegiatan perlombaan termasuk lomba seni budaya Ronggeng Gunung yang diikuti beberapa peserta siswa tingkat SLTP.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, dalam prosesi budaya Ruat Jagat Sila Saamparan, banyak simbol-simbol yang bisa diambil, antara lain, merawat alam harus menjadi komitmen dan tanggungjawab bersama. Begitu juga dalam melestarikan budaya daerah, sehingga kegiatan ini bisa memperkaya khasanah kebudayaan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Tapi saya titip, budayanya maju dan akidahnya pun tetap bisa terjaga, “tegas bupati.

Untuk membangun Pangandaran lebih maju, kata bupati, harus juga dibangun kebersamaan seluruh masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk dalam kegiatan budaya.

“Tahun depan  Ruat Jagat Sila Saamparan ini kita selenggarakan lebih besar dan semarak, “kata bupati.

Bupati mengatakan, kegiatan ini akan ia dibawa pada ajang beauty contest di Tiongkok pad tanggal 6 hingga 10 nopember mendatang. (ANTON AS)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN