KEPALA KEMENAG PANGANDARAN PIMPIN LANGSUNG APEL PERTAMA PASCA LIBUR LEBARAN

CIJULANG - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangamdaran, H. Cece Hidayat, memimpin apel perdana pasca libur Lebaran di halaman Kantor Kemenag Jl Raya Cijulang Garunggang, Senin (11/6).  Apel tersebut dihadiri seluruh pegawai, antara lain  Kasubag TU, Kepala Seksi dan stap lainnya.

Di hadapan para stapnya dalam sambutannya, Cece mengajak semua pegawai untuk terus meningkatkan kinerja, meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan terus berbenah diri baik secara kelembagaan maupun personal.

“Jika kita sigap dan memberikan respon positif pada semua keluhan masyarakat, maka  insyaallah respon masyarakat pun kepada kita akan terus semakin baik," ucapnya.

Cece juga mengingatkan pada seluruh jajarannya agar senantiasa terbuka pada masukan, keluhan, harapan dan keinginan masyarakat yang disampaikan kepada lembaga, sehingga kinerja yang dilakukan kemenag pun dapat diterima seluruh masyarakat.

Ia juga mewanti-wanti agar jangan sampai ada keluhan masyarakat sekecil apa pun yang terabaikan, karena itu akan melahirkan kekecewaan sehingga masyakat mempunyai  persefsi negatif institusi.

Tak hanya peningkatkan kinerja dan pelayanan, Cece pun mendorong semua karyawannya untuk senantiasa bisa melahirkan berbagai inovasi dan kreasi.

"Saya memberikan keleluasaan kepada semuanya untuk berpikir, menganalisis berbagai kondisi saat ini dan mengembangkan kreativtas serta aktivitas kegiatan yang membangkitkan semangat generasi anak muda," tandasnya.  (AGE)

KEUNIKAN PASAR PANANJUNG MAREMA LEBARANNYA DUA KALI

PANGANDARAN-Tidak salah jika Pemkab Pangandaran berniat untuk merevitalisasi Pasar Tradisional di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran, pasalnya walau pun keberadaannya “dikepung” beberapa pasar modern, namun mampu bertahan dan tetap menjadi tujuan belanja masyarakat serta tak kalah pamor. Hampir setiap hari kesibukan aktivitas ekonomi serta ratusan juta perputaran uang terjadi di pasar yang lokasinya sangat strategis itu.

Pasar yang entah kapan mulai berdirinya ini mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan pasar-pasar tradisonal di daerah lain.

Menurut seorang pedagang kelontongan, H. Rusman (52), jika pasar di daerah lain para pedagangnya marema saat menjelang lebaran saja, di Pasar Pananjung terjadi dua kali marema dengan pasca lebaran, dalam waktu lama seiring keramaian kunjungan wisatawan ke Pantai Pangandaran.

“Karena setelah lebaran kami juga sibuk melayani pembeli dari hotel-hotel dan pedagang yang berjualan di tempat wisata. “terangnya beberapa waktu lalu.

Jika pedagang pasar di daerah lain bisa menikmati hasil marema sebelum lebaran serta bersilaturahmi ke sanak saudara, maka pedagang di Pasar Pananjung lebih memilih untk kembali k pasar.

Bahkan, kata Rusman, para pedagang pun hanya punya waktu beberapa jam saja untuk bersilaturahmi dengan tetangga dan kerabatnya setelah menunaikan shalat idul fitri, selepas itu pergi menjalankan rutinitasnya kembali di pasar.

“Ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, tetangga dan kerabat pun sudah maklum lagi jika pedagang pasar Pananjung tidak bisa bersilaturahmi serta mengunjungi kerabatnya yang jauh, “terang Rusman lagi.

Ramainya kunjungan wisatawan yang datang ke Pangandaran, kata Rusman, jelas sangat mempengaruhi transaksi jual-beli di Pasar Pananjung. Sehingga jika diilustrasikan, ada uang dari Bandung, Jakarta, Bogor, Jawa Tengah dan daerah lainya yang dibawa wisatawan ke Pangandaran dan uang tersebut “jatuh” di pasar Pananjung. Sehingga dengan sendirinya perputaran dan transaksi jual-beli di pasar Pananjung pun bertambah dengan uang yang dibawa wisatawan tersebut.

“Pemerintah sendiri hingga saat ini belum mempunyai kebijakan yang bisa memindahkan perputaran uang dari daerah satu ke daerah lainnya, dan yang bisa melakukan itu salah satunya melalui dunia pariwisata ini. “pungkasnya.(PNews)

WISATA KE PANGANDARAN TIDAK MAHAL

PANGANDARAN-Beberapa waktu dulu sering mendengar keluhan jika berwisata ke Pangandaran apa-apa serba mahal. Harga tiket masuk, biaya tidur di hotel hingga urusan makan pun mahal. Benarkah demikian ?

Beberapa hari ke belakang saat libur Hari Raya Idul Fitri 1440 lalu, PNews berhasil mewawancarai seorang wisatawan asal Batutulis Bogor, Dani Herdiana (43) saat berlibur bersama kelurganya.

Kata Dani, sebenarnya mahal atau tidaknya biaya yang dikeluarkan untuk wisata tergantung masing-masing mengatur keuangan yang memang sudah jauh-jauh hari dianggarkan untuk berwisata. Dan biasanya orang akan lebih cerdas mengatur itu, karena sudah dipastikan biaya untuk wisata itu akan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya kebutuhan sehari-hari.

“Jika sehari-hari biasanya makan di kantin kantor, tentunya akan beda jauh dengan makan di tempat wisata, “ungkapnya.(7/6)

Alasan lainnya, ucap Dani, harus bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan sendiri serta tidak memaksakan kebutuhan yang tidak sepadan dengan anggaran yang disediakan.

“Kita ingin tinggal di hotel bintang sementara budget yang kita punya hanya cukup untuk kelas melati, jelas pasti itu kemahalan, begitu juga untuk biaya makan. “lanjutnya.

Dani membenarkan, memang ada sebagian pedagang atau hotel yang memasang harga mahal tapi itu tidak banyak, karena baik hotel atau pun tempat-tempat seperti rumah makan yang menyediakan masakan sea food sudah mempunyai standar harga. Artinya, kalau pun ada kenaikan pasti hanya beberapa persen saja.

“Dan itu sama terjadi di mana-mana, harga sembako, ongkos transportasi dan lain-lain, “imbuhnya.

Dani juga mengatakan, sekarang wisatawan yang datang ke Pangandaran pun sudah bisa memilih-milih, dimana harus menginap dan dimana mendapatkan makanan yang tidak kena dampak “aji mumpung”.

“Seperti saya, jika ada teman atau sodara yang akan berlibur ke Pangandaran, pasti saya kasih tips-tips di mana tempat menginap dan dimana rumah makan yang harus dituju. “jelasnya.

Artinya lagi, lanjut Dani, bagi pemilik hotel, pengusaha rumah makan atau usaha wisata yang ada di  Pangandaran, sudah harus berhati-hati, karena sekali saja memberikan pelayanan yang kurang memuaskan atau menaikan harga seenaknya, dipastikan wisatawan akan kapok dan menjatuhkan pilihannya ke tempat lain. Sebaliknya jika bisa memberikan service memuaskan, maka saat wisatawan itu datang lagi ke Pangandaran pasti akan jadi langganan.

Menurut Dani, harga tiket masuk wisata Pangandaran pun relatif murah jika dibandingkan tempat wisata di daerah lain. Seperti tempat wisata Karangresik di Tasikmalaya, pengunjung harus mengeluarkan biaya Rp. 15 ribu untuk masuk saja, ditambah Rp 15 ribu lagi jika akan memasuki tempat lain di dalam wisata, begitu pula di Kabupaten-Kota Bandung jauh lebih mahal.

“Jadi, mari kita ke Pangandaran, eh ! kok saya jadi promosi ha ha ha...!”kelakarnya. (Pnews)

KETUA DPRD PERTANYAKAN KELANGKAAN BBM JENIS PREMIUM DI PANGANDARAN

PARIGI – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium akhir-ahir ini dikeluhkan masyarakat, entah sebab apa  hingga BBM jenis ini menjadi barang langka khususnya di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Seperti diketahui, premium merupakan bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan jernih berfungsi untuk kendaraan bermotor yang paling populer di Indonesia. Dan BBM jenis ini di Indonesia secara resmi dipasarkan oleh pertamina dengan harga yang relatif murah karena memperoleh subsidi dari pemerintah.

"Kenapa apa penyebabnya sekarang sangat sulit mendapatkan bensin premium ini di Kabupaten Pangandaran padahal di daerah lain masih tersedia di setiap SPBU."ujar beberapa warga DEsa Karangbenda Kecamatan Parigi.

Saat diminta komentarnya, Ketua DPRD kabupaten Pangandaran,  H.  Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, mengatakan, ia segera akan meminta alasan dan penjelasan dari pihak pertamina,  kenapa terjadi kelangkaan BBM jenis premium di Pangandaran, padahal di Kabupaten Ciamis,  Tasikmalaya juga di Kota Banjar, masyarakat dengan mudah mendapatkan BBM jenis ini.

"Saya minta pemerintah untuk segera meninjau kebijakan pertamina kenapa ini terjadi di Kabupaten Pangandaran,  padahal semua tahu premium ini sangat membantu masyarakat kecil karena harganya yang relatif murah dan kualitasnya pun bagus", katanya. (10/6)

Iwan berharap, pihak pertamina bisa segera memberikan penjelasan dan lebih bijak dalam melakukan penyaluran BBM jenis premium.

"Jika di daerah lain pun sama terjadi kelangkaan mungkin  persoalannya akan lain, tapi ini kan di daerah lain masyarakat masih mudah mendapatkannya, “ucapnya heran. (AGE)

AKIBAT KURANG PENATAAN OBYEK WISATA BATUKARAS TERKESAN SEMERAWUT

CIJULANG – Memasuki libur hati Raya Idul Fitri 1440 H, sejak H+1 hingga H+ 3 Obyek Wisata  (OW) pantai indah Batukaras di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran ramai diserbu wisatawan hingga terjadi kemacetan panjang sejauh 1 km, sangat disayangkan keadaan padatnya arus lalu-lintas di tempat wisata  ini semrawut dan terkesan tidak tertata.

Seperti dituturkan salah seorang wisatawan asal Jakarta,  Abdul Azis ( 56 ), banyak pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar pinggir pantai dan sampah plastik dan bekas kemasan makanan ringan yang berserakan di mana-mana tentunya membuat kurang nyaman bagi wisatawan.

“Seharusnya masalah kebersihan ini menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah sebagai pengelola pariwisata. “ujarnya.(9/6)

Hal ini juga dibenarkan oleh tokoh masyarakat  Batukaras yang juga anggota DPRD Pangandaran, Ucup Supriatna, menurutnya, sekitar tahun 2008 lalu ia pernah membentuk  Pengamanan Pariwisata (PAM Par)  yang kedudukannya di bawah kompepar, dengan tugasnya antara lain mengontrol kondisi di seluruh area wisata.

“Biasanya setiap hari kami dengan pengeras suara menghimbau kepada para pedagang agar selalu menjaga kebersihan di sekitar tempatnya berjualan serta ikut menertibkan parkir kendaraan, itu semua kami lakukan untuk kenyamanan para wisatawan , “kata Ucucp.

Dikatakan Ucup,  namun saat ini PAM Par sudah tidak aktif lagi karena tidak ada biaya untuk memberi honor anggotanya. Padahal kalau mau, ini bisa dilakukan pemerintahan Desa Batukars dengan mengambil dari pendapatan 20 % bagi hasil pariwisata.

“Dana bagi hasil itu sangat besar, jika pendapatan retribusi tiket wisata Rp. 2 milyar selama lebaran ini saja dikalikan 20 %, desa kebagian Rp 400 juta dan itu sebagian bisa untuk honor PAM Par, “jelasnya.

Bahkan, kata Ucup, biasanya pada even-even tertentu, seperti libur Idul Fitri dan tahun baru, biasanya ada kordinasi dengan dinas pariwisata,  desa dan DPRD.

“Tapi entah kenapa dan sangat disayangkan tahun ini tidak ada kordinasi, bahkan dengan kami dari DPRD. “kata Ucup. (AGE)

PEMANDU DI OW CITUMANG BERI PELAYANAN OPTIMAL PADA WISATAWAN

PARIGI-Pelayanan di objek wisata (OW) Citumang milik Perum Perhutani di Kabupaten Pangandaran terus ditingkatkan, sehingga wisatawan yang datang pun bisa merasa aman nyaman hingga saat  pulang pun membawa merasa puas.

Demikian disampaikan Ketua Karangtaruna Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, sekaligus pemandu di lokasi wisata, saat diminta komentarnya terkait arus kunjungan wisatawan pada libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

“Seperti, pelayanan pemandu wisata saat ini memberikan pelayan penitipan barang, kami punya locker tersendiri, sehingga wisatawan yang akan ikut boddy rafting pun bisa menyimpan barang berharga mereka dengan aman. “ungkap Dadi.(9/6)

Dadi mengatakan, di locker yang disimpan di sekretariat pemandu, djamin semua barang titipan tidak akan hilang karena pihaknya bertannggung jawab sepenuhnya.

Ia menambahkan, di sekretariat pula dilakukan pendataan wisatawan yang akan mengikuti boddyrafting dengan dicatat satu persatu nama, alamat juga nomer handphone pengunjung.
Masih kata Dadi, ini penting untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, sehingga nantinya baik pihaknya mau pun pihak asuransi bisa lebih mudah melakukan proses klaim asuransi.

“Juga bila terjadi ada barang tertinggal atau hilang, kami dan pengunjung bisa lebih mudah untuk saling  menghubungi. “jelasnya.

sementara menurut pemandu lainnya, Dede Adut, menghimbau, apa bila ada wisatawan yang merasa kecewa terhadap pelayanan selama dipandu, diharapkan jangan sungkan menyampaikan langsung ke sekretariat.

“Karena motto kami, keamanan, kenyamanan dan kesenangan wisatawan  merupakan kepuasan kami juga. “pungkasnya. (ANTON AS)


LIBUR LEBARAN PANTAI DI TASIKMALAYA SELATAN DISERBU WISATAWAN

TASIK NEWS-Seperti daerah lainnya, beberapa lokasi di Kabupaten Tasikmalaya menjadi tujuan wisata pada libur Hari raya Idul Fitri 1440 H, seperti obyek wisata Pantai Cipatujah, Sindangkerta dan Pantai Karangtawulan.

Sejak H+1, lokasi-lokasi tersebut terus dipadati pengunjung, karena selain pemandangan pantainya indah serta bisa dijadikan arena berenang, tak jarang di beberapa sudut di lokasi tersebut pun menjadi tempat makan bersama (botram) dengan sahabat atau keluarga.

Menurut penuturan salah seorang pengunjung asal Kecamatan Cikalong, Oji, ia yang datang bersama kerabatnya merasa senang bisa berwisata ke pantai Cipatujah dan lokasi pantai lainnya.

“Selesai silaturahmi dengan tetangga dan kerabat, kami pun langsung berangkat kesini. “kata Oji.(9/6)

Hal senada dikatakan pengunjung asal Kota Tasikmalaya, Asep, bisa botram sambil menikmati pemandangan indah pantai merupakan kesenangan tersendiri setelah beberapa waktu penat dengan segala kesibukan.

Menurut Asep, pergi berwisata ke pantai yang di wilayah Tasikmalaya selatan, merupakan agenda tahunan yang sering dilakukannya bersama teman dan sanak keluarganya.

“Hampir setiap libur lebaran saya mengajak anak-anak dan sodara yang lain berlibur kesini, sekalian bercengkrama dengan famili yang bekerja di luar kota. “katanya lagi. (ANWAR WALUYO)

NANA RUHENA: “JIKA TERJADI GEMPA, TUNGGU INFORMASI RESMI DARI PEMERINTAH”

PARIGI - Gempa magnituo 5,7 di Cilacap yang terjadi hari Minggu kemarin (09/06) membuat sebagian wisatawan di Pantai Pangandaran kaget. Namun setelah BMKG mengumumkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, para wisatawan pun kembali tenang dan meneruskan aktivitas bermainnya.

Menurut keterangan dari pihak BMKG, memang gempa tersebut getarannya terasa sampai Pangandaran, Cilacap, Ciamis, Kebumen, Bandung, Kota Banjar, dan Tasikmalaya.

Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran, DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, menghimbau kepada seluruh masyarakat, apabila terjadi gempa jangan panik dulu dan tetap percaya apa yang disampaikan pihak pemerintah (BMKG) atau sumber-sumber resmi pemerintah, apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak, karena institusi tersebut pun akan secapatnya memberikan informasi pada masyarakat.

“Kami harap masyarakat jangan mudah percaya pada berita yang belum tentu kebenarannya atau hoaks terutama dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, “tegasnya.

Nana menambahkan, BPBD pun akan terus memberikan inpormasi baik melalui media sosial atau melalui peringatan lainnya apabila sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.

“Karena setelah gempa terjadi, kami pun bersama TNI, Polri dan pihak terkait tetap siaga dalam menjaga kondusifitas, "imbuhnya.  (AGE)

BELUM KANTONGI IJIN PEMDA PANGANDARAN, OW NUSADANAS TERUS OPERASI

PARIGI–Seperti pernah diberitakan PNews pada edisi lalu, terkait Obyek Wisata (OW) Nusadanas yang berada di Desa Bojong,  Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran yang hingga saat itu belum memiliki ijin operasional, ternyata hingga saat ini pun tempat wisata tersebut belum mengantongi ijin dari Pemkab Pangandaran. Padahal wisatawan yang datang ke tempat rekreasi itu terbilang ramai, apalagi saat musim libur lebaran seperti beberapa hari lalu, Nusadanas diperkirakan mampu menyedot ribuan pengunjung hingga bisa meraih pemasukan dari tiket masuk ratusan juta.

Beberapa warga sekitar menyayangkan lambannya tindakan pemerintah daerah memantau perijinan, khususnya ijin pariwisata yang ada di daerah, dan sudah seharusnya pihak pengelola pun menunda oprasional sebelum mengantongi ijin.

"Seharusnya Pemkab Pangandaran lebih jeli dengan keberadaan tempat wisata tersebut, karena jika belum pemkab mengeluarkan ijin maka dipastikan pajak pariwisata dari Nusadanas pun belum masuk. “ungkapnya.(8/6)

Bahkan menurut warga lainnya, hingga saat ini pun Nusadanas belum memberikan kontribusi apa pun pada Pemerintahan Desa Bojong, padahal di obyek wisata milik salah seorang warga tersebut mempunyai sejumlah pungutan, diantaranya parkir dan masuk area wisata.

“Dan itu tanpa diberikan selembar pun tanda retribusi. “imbuhnya.

Saat akan dikonfirmasi lewat telepon celullernya, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangandaran, DR. H. Sobirin, mengatakan, pihak pengelola pada tahun 2016 lalu pernah datang untuk mengurus ijin usaha wisatanya, tapi saat itu persaratan untuk mendapat ijin ternyata masih harus dilengkapi, dan sejak saat itu pemilik Nusadanas pun belum datang lagi.

“Secepatnya kami akan memanggil pihak pengelola untuk segera melengkapi persaratan ijin usahanya. “kata Sobirin. (AGE-PNEWS)



PEMKAB PANGANDARAN TARGETKAN PAJAK HOTEL & RESTORAN Rp. 200 MILYAR PER TAHUN

PARIGI- Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat diwawancara beberapa awak media beberapa waktu lalu, terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), membenarkan ada kekurangan pembayaran pajak hotel dan restoran selama pengamatan dalam waktu satu bulan sebesar Rp 600 juta.

Menurut bupati, dari hasil pengamatan satu bulan BPK RI tersebut, jika setiap hari benar-benar diamati, malah bisa lebih dari angka tersebut. Walau setiap tahunnya pendapatan pajak khususnya dari sektor hotel dan restoran terus mengalami peningkatan, namun perlu penanganan khusus dengan membentuk tim intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.

"Tim tersebut sudah kami bentuk sejak 3 tahun lalu dengan jumlah 18 orang,"katanya.

Dengan dibentuknya tim tersebut, bupati berharap bisa memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran, sehingga arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud secara cepat.

Bupati menambahkan, kondisi yang terjadi saat ini antara potensi pajak dengan realisasi pendapatan pajak masih terjadi ketimpangan, dan tugas tim intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, diantaranya memberikan kesadaran terhadap wajib pajak agar mau membayar pajak tepat waktu.

“Target kami pajak hotel dan restoran, sebesar Rp 200 miliar setiap tahunnya." tandasnya.
(AGE-PNews)

ERATKAN TALI SILATURAHMI, ALUMNUS SMEA PANGANDARAN GELAR REUNI AKBAR

PANGANDARAN-Hari Raya Idul Fitri merupakan saat yang tepat untuk berkumpul baik bersama saudara atau teman yang sudah lama tidak bertemu, karena saat itu biasanya saudara atau teman yang selama ini tinggal di daerah jauh sehingga jarang bertemu, maka melalui moment lebaran ini bisa berkumpul.

Seperti yang dilakukan alumnus SMEA Pangandaran (sekaran SMK Putra), dengan menggelar reuni akbar mulai dari angkatan 78/79 sampai angkatan tahun 1989/90, yang digelar di Rumah Makan Baralak, Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(9/6)

Menurut Ketua Penyelenggara, Naswari, SH, tentunya ini menjadi kebanggaan bisa berkumpul bersama teman-teman sewaktu menuntut ilmu dulu.

“Dengan reuni ini, kita bisa merajut kembali tali silaturahmi dan bernostalgia antar alumni, dan saya kira ini menjadi moment indah bisa bercengkrama lagi dengan teman-teman waktu sekolah dulu,  “ungkapnya.

Dan untuk tetap menjaga kekompakan dan soliditas antar alumni, Naswari berharap, momen ini harus terus dilakukan estapet setiap tahun agar rasa kebersamaan yang dulu dirasakan saat di SMEA Pangandaran pun tidak putus dan tetap menjadi kenangan manis.

“Sekarang seluruh kawan-kawan yang hadir ada yang dari Kalimantan, Medan, jawa Timur dan daerah lainnya dengan profesi yang berbeda-beda. “terang Naswari.

Hal senada dikatakan alumnus tertua diantara angkatan yang hadir, H. DR. Dudung Indra Ariska, SH, MH, menurutnya, jika hanya hanya dikatakan menyelenggarakan reuni merupakan kegiatan yang mudah dan gampang, padahal ternyata tidak sesederhana itu. Seperti bagaimana sulitnya menghubungi para alumnus yang berada di lokasi yang jauh, sehingga berbagai cara pun dilakukan untuk mendapat alamat teman-teman atau minimal kontak person.

“Upaya juga dilakukan baik melalui medsos atau  whatsapp atau lainnya, sehingga hari ini reuni ini bisa terselenggara. “ungkap Dudung.

Dudung mengatakan, ada yang bisa dipetik dari acara ini, selain bertemu teman yang secara fisik sudah berubah, kemudian memori pun akan diajak ke masa puluhan tahun lalu ketika masa-masa di sekolah.

“Manfaat silaturahmi ini begitu luar biasa, bisa memanjangkan umur dan rejeki. “jelasnya.

Saat bertemu teman-taman lama, menurut Dudung, secara otomatis motorik kejiwaan pun akan merasa gembira. Hasil penelitian beberapa ahli mengatakan, seringnya berkumpul antara satu dengan yang lain apalagi dalam suasana gembira itu akan memperpanjang usia minimal rata2 3,7 tahun.

Menurut seorang dokter, nama dokter Dian dari rumah sakit Siloam, lanjut Dudung, silaturahmi juga ternyata bisa mengatasi post power syndrome, terutama bagi yang sekarang menjadi pegawai negeri atau pun swasta.

“Menurtu dokter tersebut, 60 % pensiuanan baik yg berasal dari PNS, TNI, POLRI atau swasta ini mengalami post power syndrome, “imbuhnya.

Sementara kepala SMK Pangandaran, Neni Winayadi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada seluruh alumnus yang sudah sukses menyelenggarakan reuni akbar ini.
Dikatakan Neni, saat ini SMK Putra Pangandaran dengan jumlah siswa sebanyak 629 sudah bisa menorehkan beberapa prestasi baik edukasi maupun prestasi lainnya.

“Tahun 2018 kemarin SMK Putra berhasil meraih nilai tertinggi UNBK, “terangnya.

Neni menambahkan, yang menjadi kebanggan SMEA atau sekarang SMK Putra, seluruh pengajar mayoritas merupakan alumnus.

“Saya juga perlu mengatakan, saat ini untuk kegiatan belajar mengajar, 30 % ruangan kami pergunakan untuk ruangan praktek dan selebihnya untuk ruangan teori, “pungkasnya. (hiek)

AKIBAT KEKERINGAN, PETANI MANGUNJAYA TERANCAM GAGAL PANEN

MANGUNJAYA-Desa Sindangjaya Kecamatan Mangujaya selama ini dikenal merupakan salah satu kecamatan yang menjadi lumbung padi Kabupaten Pangandaran karena selain luasnya hamparan sawah mayoritas penduduknya pun bermata pecarianya menjadi petani.

Namun kehawatiran kerap muncul hampir setiap musim kemarau,  pasalnya walau baru beberapa bulan saja tidak turun hujan area pertanian warga pun kerap dilanda kekeringan, dan tentunya ini sangat berdampak sekali pada kondisi pertanian masyarakat, ditambah  pemerintah desa pun kurang resfek terhadap kondisi ini.

Keberadaan bendungan yang terletak di perbatasan Desa Sindangjaya-Jangraga ternyata belum mampu mengairi luas area sawah di Desa Sindangjaya, pasalnya tidak ada sudatan air yang menerobos ke dusun-dusun.

Tentunya kondisi ini dikeluhkan beberapa petani karena lahan pertanian mereka terancam gagal panen.

“Ini sudah terjadi hampir setiap tahun, mudah-mudahan pemerintah secepatnya bisa memberikan solusi karena dikhawatirkan ke depannya Kecamatan Mangunjaya tidak bisa lagi ditandalkan sebagai penghasil padi. “ungkapnya.(6/6)      *Tn*

ARUS KELUAR TASIKMALAYA, H+2 KEMACETAN TERJADI HINGGA SUKARAJA

TASIK NEWS-Memasuki H+2 Hari Raya Idul Fitri 1440 H, arus lalu-lintas kendaraan yang melintas di ruas jalan menuju Tasikmalaya selatan, tepatnya di wilayah Kecamatan Sukaraja, kemacetan kendaraan baik roda dua atau empat terus mengular terjadi hampir di setiap jam.(6/6)

Panjangnya antrian kemacetan mulai dari Kota Tasikmalaya hingga SPBU Sukaraja ini didominasi kendaraan roda empat yang akan menuju Karangnunggal, Cipatujah dan daerah lain di Kabupaten Tasikmalaya wilayah selatan.

Menurut beberapa warga, pada jalur tersebut biasa kendaraan bisa melintas dengan kecepatan tinggi, tapi kali ini karena kepadatan volume kendaraan yang melintas, hanya bisa merayap karena kemacetan terjadi begitu panjang.

“Para pengendara pun harus bersabar karena hanya bisa memeacu kendaraannya pelan-pelan, “ungkapnya.

Ia menambahkan, kemungkinan kemacetan ini akan terjadi hingga tiga hari mendatang pada H+5, karena selain di wilayah tersebut kondisi jalan yang sempit, jumlah kendaraan akan bertambah oleh arus balik.

“Pemandangan seperti ini memang biasa terjadi setiap Hari Raya Idul Fitri, “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

3 HARI JELANG LEBARAN BELUM TERJADI LONJAKAN PEMBELI DI PASAR PANANJUNG

PANGANDARAN- hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, masih belum terlihat lonjakan pembeli di Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran, hanya memang pembeli yang datang ke pasar tradisional ini sedikit ada peningkatan di banding hari-hari biasa.

“Tidak ada lonjakan signifikan, padahal ini hari minus 3 menjelang lebaran, “kata pemilik toko kelontong, Rusman.(1/5)

Rusman menilai ini terjadi mungkin akibat daya beli masyarakat yang menurun sehingga berbelanja pun tidak menjadi perioritas utama, kecuali untuk belanja kebutuhan dapur dan kebutuhan sehari-hari.

Hal ini dibenarkan juga oleh seorang pedagang sepatu, Jaja (52) dan rekannya pemilik toko pakaian jadi, menurut mereka, kepadatan pembeli biasa sudah nampak satu minggu sebelum hari raya. Tapi hingga H minus tiga pembeli yang datang ke pasar hanya ada sedikit lonjakan dibanding hari biasa.
“Mungkin sekarang masyarakat cenderung lebih memilih belanja on line daripada harus berdesak-desakan ke pasar, “ungkapnya.

Sementara hasil pantauan PNews, memang tidak terjadi kepadatan baik di dalam pasar atau pun di toko-toko bagian depan pasar. Yang biasanya untuk melangkah saja sulit karena akibat pembeli yang berjejal hampir di semua jenis dagangan, sekarang nampak biasa-biasa saja. Di blok kios pakaian, sepatu, sayuran, ikan dan dagangan lainnya, sekarang tidak tampak terjadi kerumunan pembeli.

Hal serupa juga terjadi di terminal yang nampak lenggang layaknya hari-hari biasa, tidak ada pemandangan kesibukan kendaraan menaikan atau menurunkan penumpang di terminal yang kini sudah menjadi pengelolaan Pemprov Jabar ini.

Menurut salah seorang petugas dishub, beberapa perusahaan bis pun bukannya menambah armada untuk angkutan lebaran, tapi malah sebaliknya dikurangi.

“Untuk jenis bis mikro, seperti PO budiman dan Sonny sekarang tinggal 50 persen saja yang beropersi, “terangnya. (PNews)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN