NANA RUHENA: “JIKA TERJADI GEMPA, TUNGGU INFORMASI RESMI DARI PEMERINTAH”

PARIGI - Gempa magnituo 5,7 di Cilacap yang terjadi hari Minggu kemarin (09/06) membuat sebagian wisatawan di Pantai Pangandaran kaget. Namun setelah BMKG mengumumkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, para wisatawan pun kembali tenang dan meneruskan aktivitas bermainnya.

Menurut keterangan dari pihak BMKG, memang gempa tersebut getarannya terasa sampai Pangandaran, Cilacap, Ciamis, Kebumen, Bandung, Kota Banjar, dan Tasikmalaya.

Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran, DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, menghimbau kepada seluruh masyarakat, apabila terjadi gempa jangan panik dulu dan tetap percaya apa yang disampaikan pihak pemerintah (BMKG) atau sumber-sumber resmi pemerintah, apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak, karena institusi tersebut pun akan secapatnya memberikan informasi pada masyarakat.

“Kami harap masyarakat jangan mudah percaya pada berita yang belum tentu kebenarannya atau hoaks terutama dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, “tegasnya.

Nana menambahkan, BPBD pun akan terus memberikan inpormasi baik melalui media sosial atau melalui peringatan lainnya apabila sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.

“Karena setelah gempa terjadi, kami pun bersama TNI, Polri dan pihak terkait tetap siaga dalam menjaga kondusifitas, "imbuhnya.  (AGE)

BELUM KANTONGI IJIN PEMDA PANGANDARAN, OW NUSADANAS TERUS OPERASI

PARIGI–Seperti pernah diberitakan PNews pada edisi lalu, terkait Obyek Wisata (OW) Nusadanas yang berada di Desa Bojong,  Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran yang hingga saat itu belum memiliki ijin operasional, ternyata hingga saat ini pun tempat wisata tersebut belum mengantongi ijin dari Pemkab Pangandaran. Padahal wisatawan yang datang ke tempat rekreasi itu terbilang ramai, apalagi saat musim libur lebaran seperti beberapa hari lalu, Nusadanas diperkirakan mampu menyedot ribuan pengunjung hingga bisa meraih pemasukan dari tiket masuk ratusan juta.

Beberapa warga sekitar menyayangkan lambannya tindakan pemerintah daerah memantau perijinan, khususnya ijin pariwisata yang ada di daerah, dan sudah seharusnya pihak pengelola pun menunda oprasional sebelum mengantongi ijin.

"Seharusnya Pemkab Pangandaran lebih jeli dengan keberadaan tempat wisata tersebut, karena jika belum pemkab mengeluarkan ijin maka dipastikan pajak pariwisata dari Nusadanas pun belum masuk. “ungkapnya.(8/6)

Bahkan menurut warga lainnya, hingga saat ini pun Nusadanas belum memberikan kontribusi apa pun pada Pemerintahan Desa Bojong, padahal di obyek wisata milik salah seorang warga tersebut mempunyai sejumlah pungutan, diantaranya parkir dan masuk area wisata.

“Dan itu tanpa diberikan selembar pun tanda retribusi. “imbuhnya.

Saat akan dikonfirmasi lewat telepon celullernya, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangandaran, DR. H. Sobirin, mengatakan, pihak pengelola pada tahun 2016 lalu pernah datang untuk mengurus ijin usaha wisatanya, tapi saat itu persaratan untuk mendapat ijin ternyata masih harus dilengkapi, dan sejak saat itu pemilik Nusadanas pun belum datang lagi.

“Secepatnya kami akan memanggil pihak pengelola untuk segera melengkapi persaratan ijin usahanya. “kata Sobirin. (AGE-PNEWS)



PEMKAB PANGANDARAN TARGETKAN PAJAK HOTEL & RESTORAN Rp. 200 MILYAR PER TAHUN

PARIGI- Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat diwawancara beberapa awak media beberapa waktu lalu, terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), membenarkan ada kekurangan pembayaran pajak hotel dan restoran selama pengamatan dalam waktu satu bulan sebesar Rp 600 juta.

Menurut bupati, dari hasil pengamatan satu bulan BPK RI tersebut, jika setiap hari benar-benar diamati, malah bisa lebih dari angka tersebut. Walau setiap tahunnya pendapatan pajak khususnya dari sektor hotel dan restoran terus mengalami peningkatan, namun perlu penanganan khusus dengan membentuk tim intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.

"Tim tersebut sudah kami bentuk sejak 3 tahun lalu dengan jumlah 18 orang,"katanya.

Dengan dibentuknya tim tersebut, bupati berharap bisa memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran, sehingga arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud secara cepat.

Bupati menambahkan, kondisi yang terjadi saat ini antara potensi pajak dengan realisasi pendapatan pajak masih terjadi ketimpangan, dan tugas tim intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, diantaranya memberikan kesadaran terhadap wajib pajak agar mau membayar pajak tepat waktu.

“Target kami pajak hotel dan restoran, sebesar Rp 200 miliar setiap tahunnya." tandasnya.
(AGE-PNews)

ERATKAN TALI SILATURAHMI, ALUMNUS SMEA PANGANDARAN GELAR REUNI AKBAR

PANGANDARAN-Hari Raya Idul Fitri merupakan saat yang tepat untuk berkumpul baik bersama saudara atau teman yang sudah lama tidak bertemu, karena saat itu biasanya saudara atau teman yang selama ini tinggal di daerah jauh sehingga jarang bertemu, maka melalui moment lebaran ini bisa berkumpul.

Seperti yang dilakukan alumnus SMEA Pangandaran (sekaran SMK Putra), dengan menggelar reuni akbar mulai dari angkatan 78/79 sampai angkatan tahun 1989/90, yang digelar di Rumah Makan Baralak, Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(9/6)

Menurut Ketua Penyelenggara, Naswari, SH, tentunya ini menjadi kebanggaan bisa berkumpul bersama teman-teman sewaktu menuntut ilmu dulu.

“Dengan reuni ini, kita bisa merajut kembali tali silaturahmi dan bernostalgia antar alumni, dan saya kira ini menjadi moment indah bisa bercengkrama lagi dengan teman-teman waktu sekolah dulu,  “ungkapnya.

Dan untuk tetap menjaga kekompakan dan soliditas antar alumni, Naswari berharap, momen ini harus terus dilakukan estapet setiap tahun agar rasa kebersamaan yang dulu dirasakan saat di SMEA Pangandaran pun tidak putus dan tetap menjadi kenangan manis.

“Sekarang seluruh kawan-kawan yang hadir ada yang dari Kalimantan, Medan, jawa Timur dan daerah lainnya dengan profesi yang berbeda-beda. “terang Naswari.

Hal senada dikatakan alumnus tertua diantara angkatan yang hadir, H. DR. Dudung Indra Ariska, SH, MH, menurutnya, jika hanya hanya dikatakan menyelenggarakan reuni merupakan kegiatan yang mudah dan gampang, padahal ternyata tidak sesederhana itu. Seperti bagaimana sulitnya menghubungi para alumnus yang berada di lokasi yang jauh, sehingga berbagai cara pun dilakukan untuk mendapat alamat teman-teman atau minimal kontak person.

“Upaya juga dilakukan baik melalui medsos atau  whatsapp atau lainnya, sehingga hari ini reuni ini bisa terselenggara. “ungkap Dudung.

Dudung mengatakan, ada yang bisa dipetik dari acara ini, selain bertemu teman yang secara fisik sudah berubah, kemudian memori pun akan diajak ke masa puluhan tahun lalu ketika masa-masa di sekolah.

“Manfaat silaturahmi ini begitu luar biasa, bisa memanjangkan umur dan rejeki. “jelasnya.

Saat bertemu teman-taman lama, menurut Dudung, secara otomatis motorik kejiwaan pun akan merasa gembira. Hasil penelitian beberapa ahli mengatakan, seringnya berkumpul antara satu dengan yang lain apalagi dalam suasana gembira itu akan memperpanjang usia minimal rata2 3,7 tahun.

Menurut seorang dokter, nama dokter Dian dari rumah sakit Siloam, lanjut Dudung, silaturahmi juga ternyata bisa mengatasi post power syndrome, terutama bagi yang sekarang menjadi pegawai negeri atau pun swasta.

“Menurtu dokter tersebut, 60 % pensiuanan baik yg berasal dari PNS, TNI, POLRI atau swasta ini mengalami post power syndrome, “imbuhnya.

Sementara kepala SMK Pangandaran, Neni Winayadi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimaksihnya kepada seluruh alumnus yang sudah sukses menyelenggarakan reuni akbar ini.
Dikatakan Neni, saat ini SMK Putra Pangandaran dengan jumlah siswa sebanyak 629 sudah bisa menorehkan beberapa prestasi baik edukasi maupun prestasi lainnya.

“Tahun 2018 kemarin SMK Putra berhasil meraih nilai tertinggi UNBK, “terangnya.

Neni menambahkan, yang menjadi kebanggan SMEA atau sekarang SMK Putra, seluruh pengajar mayoritas merupakan alumnus.

“Saya juga perlu mengatakan, saat ini untuk kegiatan belajar mengajar, 30 % ruangan kami pergunakan untuk ruangan praktek dan selebihnya untuk ruangan teori, “pungkasnya. (hiek)

AKIBAT KEKERINGAN, PETANI MANGUNJAYA TERANCAM GAGAL PANEN

MANGUNJAYA-Desa Sindangjaya Kecamatan Mangujaya selama ini dikenal merupakan salah satu kecamatan yang menjadi lumbung padi Kabupaten Pangandaran karena selain luasnya hamparan sawah mayoritas penduduknya pun bermata pecarianya menjadi petani.

Namun kehawatiran kerap muncul hampir setiap musim kemarau,  pasalnya walau baru beberapa bulan saja tidak turun hujan area pertanian warga pun kerap dilanda kekeringan, dan tentunya ini sangat berdampak sekali pada kondisi pertanian masyarakat, ditambah  pemerintah desa pun kurang resfek terhadap kondisi ini.

Keberadaan bendungan yang terletak di perbatasan Desa Sindangjaya-Jangraga ternyata belum mampu mengairi luas area sawah di Desa Sindangjaya, pasalnya tidak ada sudatan air yang menerobos ke dusun-dusun.

Tentunya kondisi ini dikeluhkan beberapa petani karena lahan pertanian mereka terancam gagal panen.

“Ini sudah terjadi hampir setiap tahun, mudah-mudahan pemerintah secepatnya bisa memberikan solusi karena dikhawatirkan ke depannya Kecamatan Mangunjaya tidak bisa lagi ditandalkan sebagai penghasil padi. “ungkapnya.(6/6)      *Tn*

ARUS KELUAR TASIKMALAYA, H+2 KEMACETAN TERJADI HINGGA SUKARAJA

TASIK NEWS-Memasuki H+2 Hari Raya Idul Fitri 1440 H, arus lalu-lintas kendaraan yang melintas di ruas jalan menuju Tasikmalaya selatan, tepatnya di wilayah Kecamatan Sukaraja, kemacetan kendaraan baik roda dua atau empat terus mengular terjadi hampir di setiap jam.(6/6)

Panjangnya antrian kemacetan mulai dari Kota Tasikmalaya hingga SPBU Sukaraja ini didominasi kendaraan roda empat yang akan menuju Karangnunggal, Cipatujah dan daerah lain di Kabupaten Tasikmalaya wilayah selatan.

Menurut beberapa warga, pada jalur tersebut biasa kendaraan bisa melintas dengan kecepatan tinggi, tapi kali ini karena kepadatan volume kendaraan yang melintas, hanya bisa merayap karena kemacetan terjadi begitu panjang.

“Para pengendara pun harus bersabar karena hanya bisa memeacu kendaraannya pelan-pelan, “ungkapnya.

Ia menambahkan, kemungkinan kemacetan ini akan terjadi hingga tiga hari mendatang pada H+5, karena selain di wilayah tersebut kondisi jalan yang sempit, jumlah kendaraan akan bertambah oleh arus balik.

“Pemandangan seperti ini memang biasa terjadi setiap Hari Raya Idul Fitri, “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)

3 HARI JELANG LEBARAN BELUM TERJADI LONJAKAN PEMBELI DI PASAR PANANJUNG

PANGANDARAN- hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, masih belum terlihat lonjakan pembeli di Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran, hanya memang pembeli yang datang ke pasar tradisional ini sedikit ada peningkatan di banding hari-hari biasa.

“Tidak ada lonjakan signifikan, padahal ini hari minus 3 menjelang lebaran, “kata pemilik toko kelontong, Rusman.(1/5)

Rusman menilai ini terjadi mungkin akibat daya beli masyarakat yang menurun sehingga berbelanja pun tidak menjadi perioritas utama, kecuali untuk belanja kebutuhan dapur dan kebutuhan sehari-hari.

Hal ini dibenarkan juga oleh seorang pedagang sepatu, Jaja (52) dan rekannya pemilik toko pakaian jadi, menurut mereka, kepadatan pembeli biasa sudah nampak satu minggu sebelum hari raya. Tapi hingga H minus tiga pembeli yang datang ke pasar hanya ada sedikit lonjakan dibanding hari biasa.
“Mungkin sekarang masyarakat cenderung lebih memilih belanja on line daripada harus berdesak-desakan ke pasar, “ungkapnya.

Sementara hasil pantauan PNews, memang tidak terjadi kepadatan baik di dalam pasar atau pun di toko-toko bagian depan pasar. Yang biasanya untuk melangkah saja sulit karena akibat pembeli yang berjejal hampir di semua jenis dagangan, sekarang nampak biasa-biasa saja. Di blok kios pakaian, sepatu, sayuran, ikan dan dagangan lainnya, sekarang tidak tampak terjadi kerumunan pembeli.

Hal serupa juga terjadi di terminal yang nampak lenggang layaknya hari-hari biasa, tidak ada pemandangan kesibukan kendaraan menaikan atau menurunkan penumpang di terminal yang kini sudah menjadi pengelolaan Pemprov Jabar ini.

Menurut salah seorang petugas dishub, beberapa perusahaan bis pun bukannya menambah armada untuk angkutan lebaran, tapi malah sebaliknya dikurangi.

“Untuk jenis bis mikro, seperti PO budiman dan Sonny sekarang tinggal 50 persen saja yang beropersi, “terangnya. (PNews)


KEMACETAN MENJADI SUASANA RUTIN KOTA TASIK MENJELANG LEBARAN

TASIK NEWS-Suasana menjelang hari raya Idul Fitri pusat perbelanjaan kota Tasikmalaya padat dikunjungi pembeli hingga kemacetan semakin parah dan terjadi hampir di semua sudut kota, kondisi padatnya kendaraan di ruas-ruas jalan utama jalan pusat perbelanjaan merupakan peristiwa tahunan setiap akhir bulan ramadhan.

Kondisi ini terjadi diakibatkan sejumlah kendaraan datang hampir pada jam yang sama, sehingga penumpukan kendaraan di sekitar pusat pertokoan pun tak terelakan lagi.

“Ini sudah menjadi pemandangan rutin setiap menjelang lebaran, “ungkap salah seorang pengunjung asal Kecamatan Tamansari.(1/5)

Ia menambahkan, kepadatan ini akan lebih parah lagi saat menjelang malam takbir, karena bukan warga kota saja, tapi kendaraan dari luar wilayah kota Tasik pun ikut memadati di seluruh sudut kota, sehinggdengan para petugas yang ada di jalan raya pun seakan tidak berdaya volume kendaraan yang terus memadati sepanjang jalur bisnis Kota Tasik.

Padatnya lapak-lapak pedagang kaki lima serta melubernya lahan parkir hingga ke badan jalan ditambah para abang becak yang melawan arus, menurutnya, menjadi penyebab terjadinya simpul-simpul kemacetan.

“Dengan kondisi seperti ini, tapi inilah suasana kota Tasik menjelang lebaran. “imbuhnya.

 (ANWAR WALUYO) 

MASYARAKAT BINGUNG, JELANG LEBARAN TERJADI KELANGKAAN PREMIUM DI SPBU

Terlambatnya pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dari pertamina Tasikmalaya berdampak terjadianya kelangkaan di Statsiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) di wilayah di Kabupaten Pangandaran, kondisi seperti ini tentunya menjadi hal sulit dalam mobilitas kegiatan sehari-hari masyarakat.

Seperti diungkapkan salah seorang pemasok sayuran segar, Nasihin, yang biasa membeli  dagangannya langsung dari petani di Kabupaten Bajarnegara dan Bojonegoro Jawa Tengah.

“Apalagi saat menjelang lebaran sekarang tentunya keadaan ini sangat merugikan usaha saya. “ungkanya.(31/5)

Menurutnya, Dengan kondisi seperti ini, seharusnya pihak pertamina sigap mengantisipasi dan segera melakukan pengiriman, karena dibandingkan BBM jenis pertalite dan pertamaks ternyata penggunaan BBM jenis premium lebih ekonomis.

“Sebagai pedagang tentu saya harus bisa memperhitungkan biaya transportasi. “imbuhnya.

Nasihin pun berharap kondisi seperti ini segera menjadi perhatian pihak-pihak yang berkompeten agar kelangkaan premium di SPBU segera berakhir. (ANTON AS)

WAGUB JABAR PUJI KEBERHASILAN BUPATI-WAKIL BUPATI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, memuji kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pangandarab, H. Jeje Wiradinata-H. AdangHadari, dengan akselerasi pembangunan secara signifikan sudah dilakukan walau usia Kabupaten Pangandaran masih belum genap 7 tahun.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan safari ramadhan skaligus untuk menyerahkan bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Propinis Jawa Barat kepada anak yatim piatu, di mesjid Agung Pangandaran, (31/5)

Dikatakan Uu, percepatan pembangunan infrastruktur hampir di seluruh pelosok pedesaan, pembangunan Puskesmas-puskesmas dengan gedung setara hotel bintang tiga, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta penataan kepariwisataan, membukti keseriusan Pemkab Pangandaran untuk segera mensejajarkan diri dengan daerah lainnya di Jawa Barat.

“Saya lihat hampir seluruh jalan yag ada di pelosok sudah kini sudah berhot miks. “kata Uu.

Begitu juga dengan pembangunan di bidang keagamaan, kata Uu, Pemda Pangandaran sudah mengeluarkan kebijakan terkait Ajengan Masuk Sekolah (AMS), Pesantren Ramadhan, Pangandaran mengaji, dan itu semua membuktikan keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan masayarakatnya khususnya di bidang agama.

Sesuai visi Jawa Barat, juara lahir batin, lanjut Uu, pendidikan keagamaan harus menjadi fondasi tentunya dengan aqidah, moral dan ahlak yang terpuji.

“Dan terkait kepariwisataan Pangandaran, tentunya pemprov pun akan fokuskan hal ini. “kata Uu lagi.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari, dalam sambutannya mengatakan, ia secara langsung tidak terlalu terkejut saat Wagub Jabar, mempunyai perhatian khusus pada Pangandaran. Karena secara emosional wagub jabar mempunyai hubungan keluarga dengan Pangandaran.

“Dan hingga saat ini keluarga pa wagub masih ada di Pangandaran, tepatnya di Kecamatan Cigugur. “terang bupati. (PNews)


INI LOKASI POS-POS KESEHATAN DALAM PENGAMANAN IDUL FITRI 1440 H

Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, ratusan petugas kesehatan Kabupaten Pangandaran yang nantinya akan disebar di setiap daerah melakukan persiapan menjelang dimulainya pengamanan hari raya.

Berdasarkan Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Nomor : 440/4053/yk tanggal 13 Mei 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Pada Situasi Khusus Libur Keagamaan Tahun 2019, Dinas Kesehatan Pemkab Pangandaran pun langsung membentuk Tim Penyelenggaraan Kesehatan Mudik Keagamaan Idul Fitri 1440 H Tahun 2019 dengan melibatkan instansi terkait sebagai wadah meningkatkan jejaring kerja.

Dengan membentuk Pos Kesehatan yang dikelola Dinas Kesehatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kesiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dan Public Safety Center (PSC) 119 Tahun 2019 baik pada jalur mudik, mudik balik dan jalur wisata dengan berkoordinasi bersama lintas sektor terkait, bagi yang bersedia memberikan pelayanan kesehatan 24 Jam di Puskesmas dan Rumah Sakit di sepanjang jalur mudik, balik dan lokasi wisata, termasuk penyediaan media promosi pada waktu mudik untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan selama mudik/balik libur idul fitri 1440 H/2019 M.

Berikut jumlah pos yang ada di sepanjang jalan protokol dalam pengamanan Idul Fitri 1440 H, Pos Kesehatan di Protokol : 9 buah, Pos Kesehatan Non Protokol : 6 buah, Pos Kesehatan Tempat Wisata : 11 bBuah, Pos Kesehatan Terpadu: 2 buah, Dokter: 24 Orang, Perawat : 108 Orang, Supir Ambulan: 24Orang dan Tim Monitoring : 15 orang.

Bagi Puskesmas yang ada di jalur protokol dan Pos Kesehatan Terpadu, terhitung mulai H-7 sampai dengan H+7 (29 Mei–12 Juni 2019) harus melaksanakan pelayanan Gawat Darurat 24 Jam.

sedangkan Pos Kesehatan khusus di tempat wisata mulai aktif pada hari H s.dhingga H+7 (5– 12 Juni 2019), dengan jam tugas dimulai pukul 07.00 WIB  hingga 17.00 WIB, dengan dibagi 2 Shift (pagi : 07.00-13.00 WIB dan sore : 13.00-17.00 WIB).

Pos Kesehatan Terpadu ini harus sudah didirikan maksimal pada tanggal 28 Mei 2019 sedangkan untuk Pos Kesehatan Wisata didirikan maksimal Tanggal 04 Juni 2019.

Puskesmas Jalur Protokol dan Pos Kesehatan Wisata harus memasang bendera palang hijau serta Pos Kesehatan Terpadu memasang spanduk Pos Kesehatan. (PNews)

PAM LEBARAN JAJARAN POLSEK KAWALU SIAP MEMBERI RASA AMAN WARGA

TASIK NEWS-Bertekad memberi rasa aman pada masyarakat baik dalam berlalu-lintas di jalan raya atau pun dari gangguan tindakan kejahatan yang sewaktu-waktu bisa menimpa, merupakan tugas dan tanggungjawab Polri.

Demikian disampaikan Kapolsek Kawalu Kota Tasikmalaya, Kompol Lasimin, saat ditemui di selal-sela kesibukannya di pos pengamanan (Pam) Hari Raya Idul Fitri.(29/5)

“Kami juga harus memastikan jaminan rasa aman bagi warga yang akan mudik ke kampung halamannya menjelang lebaran ini. “ungkapnya.

Dikatakan Lasimin, dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1440 H yang dimulai sejak tanggal 29 mei hingga 10 juni ini, khususnya jajaran anggota Polsek Kawalu siap selama 24 jam memantau arus lalu-lintas agar tidak terjadi kemacetan baik kendaraan roda 2dua atau pun empat, sehingga masyarakat pun bisa menikmati perjalanannya hingga tiba di tempat tujuannya masing-masing.

“Di pos pengamanan lebaran ini kami juga ditemani tim kesehatan dari Puskesmas Kawalu. “terangnya.

Lasimin pun tidak lupa menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan berkendara melakukan perjalanan untuk mengecek dulu kelengkapan surat-surat kendaraannya serta selalu berhati-hati selama di perjalanan.

“Kami siap 24 jam untuk melindungi masyarakat dari ganguan tindakan kriminalitas atau pun memberikan rasa aman di jalan raya khususnya di wilayah hukum Polsek Kawalu. “punkas Salimin. (ANWAR WALUYO)

PERNAH MENDAPAT PENGHARGAAN, KINI TRANSLOK NEGLASARI PERLU PERHATIAN PEMERINTAH

TASIK NEWS-Beberapa tahun ke belakang (sekitar tahun 2002) di atas tanah seluas 9 hektar dulunya ditumbuhi rumput ilalang liar dan beberapa aneka pohon buah-buahan. Pada Tahun 2003 tanah pengangonan itu kini disulap menjadi pemukiman warga, tepatnya transmigrasi lokal (translok) asal Aceh.

Pemerintah pada waktu itu menyediakan pemukiman baru bagi  penduduk translok pasca kerusuhan Aceh tersebut di dua tempat, di Kecamatan Jatiwaras dan Bojonggambir. Penduduk translok yang ditempatkan di Sanggariang  Desa Neglasari Kecamatan Jatiwaras, menempati tanah milik desa dengan sistem sewa kontrak selama 15 tahun dan warga translok Neglasari pada waktu itu ada 150 Orang, 60 orang penduduk Aceh dan 90 orang pribumi.

Seiring perkembangan jaman kini wajah kawasan hunia translok pun berubah, di lokasi yang tadinya hutan alang-alang pun sudah beridiri lembaga pendidikan yang menjadi tempat perkembangan dunia pendidikan, di bawah naungan Yayasan Al- Muhajirin.

Yayasan yang berdiri Tahun 2007 tersebut mengelola berbagai tingkatan lembaga pendidikan, diantaranya Taman Kanak-kanak Translok, PKBM Al - Muhajirin, MTs Neglasari, SMK Umul Quro serta mengelola program kesetaraan Paket A,B dan C.

Menurut ketua Yayasan Al- Muhajirin, Jaenudin,S.Pd,MM.Pd, hampir semua fasilitas pendidikan yang ada di Sanggariang hasil swadaya masyarakat.

"Pada tahun 2012 kami juga pernah mendapat bantuan dari gubernur jabar sebanyak dua lokal." Ungkap Jaenudin.

Jaenudin mengakui, kendati sudah berdiri lembaga pendidkan di translok namun perkembangannya masih tersendat sendat karena adanya beberapa kendala, seperti kurangnya publikasi, ketersediaan fasilitas pendidikan yang masih belum optimal juga akses jalan menuju kelokasi pendidikan masih perlu perbaikan.

"Untuk pendidikan anak sendiri, semua tenaga pengajar kami sarjana,"terangnya.

Hal senada diungkapkan Mantan Kepala UPT Translok, Tri Sutrisno, salah satu pendorong perkembangan kemajuan di translok, salah satunya dengan hadirnya lembaga pendidikan.

Dikatakan Tri, dan salah satu faktor pendukung kemajuan lembaga pendidikan yang ada di translok harus tersedia sarana infrastruktur jalan menuju ke lokasi yang bagus.

Tri berharap perjuangan yang dirintis mulai dari nol dan dilakukan secara swadaya masyarakat untuk eksistensi translok kedepannya ini bisa ditindak lanjuti pemerintah.

"Ulah dianteupkeun, lebar  karena sekarang pemerintah tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan masyarakat secara swadaya," “kata Tri, saat ditemui di lokasi.


Pada tahun 2006, kata Tri, translok Neglasari pernah dijadikan translok percontohan di Jawa Barat dan menjadi ajang study banding pemerintah DI Jogjakarta. Bukan tanpa alasan, penghargaan tersebut diperoleh karena hingga saat ini perkembangan kemajuan dan eksistensi warga transmigrasi masih tetap bertahan di pemukiman yang disediakan pemerintah.

"Malah anggota DPRD Aceh pun pernah berkunjung kesini karena ingin membuktikan dengan mata kepala sendiri tentang  perkembangan translok di Neglasari dan katanya masih bermukim di lahan transmigrasi dan mampu berkembang. “kata Tri lagi. (RUSDIANTO)


BUPATI PANGANDARAN:”PROGRAM KEGIATAN KEAGAMAAN PERLU EVALUASI BERSAMA”

PARIGI-Dalam rapat evaluasi program bidang keagamaan Pemerintah Kabupaten Pangandaran tahun 2019 yang dilaksanakan di aula Setda beberapa hari yang lalu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, dana milyaran yang digelontorkan ini harus tepat sasaran dan sukses.

Menurut bupati, anggaran tersebut dimaksudkan untuk membntu pembangunan dan pengembangan urusan kagamaan.

“Dengan anggaran Rp 9 milyar ini diharapkan kegiatan keagamaan karenadan di sisi lain pemda pun tahun ini harus segera menyelesaikan pembangunan RSUD. “tuturnya.

Untuk perbaikan ke depan, kata bupati, semua kalangan, tokoh agama, masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama mengevaluasi program ini.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, H. Surman, dengan kebijakan pendidikan karakter ini, anatara lain, Pangandaran mengaji, Ajengan masuk sekolah (AMS) dan Pesantren Ramadhan, acuannya ada pada peraturan bupati nomor 58 tahun 2017.

"Keberhasilan pendidikan di Kabupaten Pangandaran ini saling berkaitan demikian juga peran para ajengan sangat penting dalam memberikan dasar-dasar pendidikan sehingga peserta didik pun dapat meningkat prestasi dan nilainya,"ata Surman. (HARIS F)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN