PEMDA AKAN BANTU 50 % BIAYA KULIAH MAHASISWA PSDKU UNPAD ASAL PANGANDARAN

PANGANDARAN-Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad hari ini menggelar pertemuan antara orangtua mahasiswa, mahasiswa dan Bupati Pangandaran untuk membahas beberapa hal terkait proses perkuliahan mahasiswa Unpad asal Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Unpad, Bambang Hermanto menyampaikan, sampai saat ini seluruh mahasiswa yang kuliah di PSDKU Unpad Pangandaran ada 340 mahasiswa dan 142 mahasiswa berasal dari Pangandaran dengan tenaga pengaja 143 dosen yang datang bergelombang.

“Untuk indek komulatif mahasiswa asal Pangandaran, B plus. “kata bambang.

Sementara usai pertemuan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada awak media menyampaikan keinginannya agar universitas di pangandaran menjadi lembaga pendidikan yang utuh, artinya, ia bukan hanya menjadi pelengkap saja. Maka tentu persoalannya, kata Jeje, bagaimana indek komulatif mahasiswa asal Pangandaran bisa tinggi.

“Tadi saya mendapat laporan dari pihak Unpad, indek komulatif anak-anak kita cukup baik. “kata Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, karena Pemda Pemkab Pangandaran tidak ingin mahasiswa angkatan pertama yang menjadi pionir ini di kemudian hari banyak yang drop uot (DO) karena madalah biaya kuliah, maka pemda akan memberikan beasiswa, setengah biaya kuliah per semester dibayar pemda.

“Bantuan diberikan mulai semester sekarang. “kata Jeje.

Jeje menambahkan, untuk ini pemda Pangandaran akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1 milyar, dari APBD perubahan 2018 dan APBD murni 2019.

Jika tadi ada usulan bantuan ini tidak disamaratakan karena keadaan ekonomi kelurganya, kata Jeje, hal ini tentunya akan dievaluasi dulu.

“Untuk sekarang ini kita samakan saja sebesar 50 % dari biaya kuliah per semester per mahasiswa yang akan dibayar pemda “tegas Jeje. (PNews)

BUS WISATAWAN ROMBONGAN AL MA’SOEM BANDUNG ALAMI KECELAKAAN DI TANJAKAN LEMBAHPUTRI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sebuah bus bermuatan wisatawan rombongan Yayasan Al Ma’soem Bandung yang akan berlibur ke Pantai Pangandaran mengelami kecelakaan di depan obyek wisata Lembah Putri Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang, sekitar 7 km sebelum Pangandaran sekitar pukul 06 WIB.(27/10)

Dari beberapa kesaksian, diduga kecelakaan tersebut diakibatkan mesin bus yang dikemudikan supir Deni Hidayat (44) warga Pajagalan Soreang ini tiba-tiba mati sehingga tidak bisa dikendalikan mengakibatkan mobil pun terguling di badan jalan, karena setelah mesin mati bus pun hilang kendali oleng ke kiri sementara dari arah berlawanan datang speda motor melaju, lalu bus pun oleng lagi ke kanan kemudian tergelincir dan terguling.

Setelah bus yang dikemudikannya terguling, ia pun mengaku shok dan berinisiatif untuk menjauh dari lokasi kejadian dengan tujuan untuk menenangkan diri.

Masih kata Deni, semuanya ada 14 bus yang mambawa rombongan pelajar, guru dan karyawan SPBU milik Yayasan Al Ma’soem Bandung.

“Dalam bus yang saya bawa, ada 51 penumpang. ”terangnya lagi.

Sementara menurut Kapolsek Kalipucang, AKP Jumeli didampingi Anggota Satlantas Polsek Kalipucang, Samsul, yang langsung datang ke lokasi kejadian, menuturkan, hampir seluruh penumpang mengalami luka-luka parah dan ringan yang langsung dibawa ke puskesmas Kalipucang dan Pangandara.

 “Karena lukanya cukup parah, 28 penumpang harus dirujuk ke RSUD Kota Banjar menggunakan  10 mobil ambulan dan 2 mobil travel. ” katanya.

Asih kata Samsul, beberapa korban yang mengalami luka cukup serius, rata-rata mengalami patah tulang dan luka di bagian kepala. Dan untuk sementara penumpang yang mengalami luka ringan kini masih mendapat pengobatan di Puskesmas Kalipucang dan Puskesmas Pangandaran,” imbuhnya.

Akibat kecelakaan ini, lanjut Samsul, arus lalu lintas dari arah Pangandaran maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan, karena bus yang terguling menghalangi seluruh badan jalan.

“Namun beberapa jam setelah bus naas berhasil dievakuasi lalu lintas menuju Pangandaran atau  sebaliknya sudah lancar kembali. “imbuhnya. (PNews)

MTs Al-Falah PERINGATI HARI SANTRI TINGKATKAN CINTA TANAH AIR

TASIK NEWS-Dalam rangkaian acara menyambut Hari Santri Nasional beberapa hari lalu, MTs Al Falah  Simpang Kecamatan Karangnunbggal Kabupaten Tasikmalaya, digelar beberapa acara, seperti, Stand Up komedi santri, Baca kitab kuning, Khutbah Jum'at, Ngaliwet Bareng, Murottal Qur'an, Tahfidz Juz Amma dan Karaoke Religi.

Menurut salah seorang pengajar, Ustad Ali, kegiatan ini untuk menumbuhkan serta meningkatkan rasa cinta pada tanah air dan NKRI.

Momen yang terlahir dari revolusi jihad santri melawan penjajah ini, lanjut Ali, harus tetap terjaga giroh perjuangannya.

“Dan sebagai generasi muda, mari kita tingkatkan rasa bangga kita terhadap negeri ini, karena inilah rumah kita, disini kita lahir, disini kita hidup, disini pula kita bersujud, bahkan matipun kita di Negeri ini, maka rawat dan jagalah negeri ini baik-baik. “tegasnya.

Ali menambahkan, santri itu bukan hanya yang mondok di pesantren saja, tapi siapa pun yang menjadikan akhlaqul karimah dan Sopan santun sebagai pedoman hidupnya, itulah santri.

“Maka dengan santri damailah negeri Indonesia. “kata Ali. (ANWAR W-UDI R)

JEJE WIRADINATA: “KAMI SANGAT MENGAPRESIASI PARA PEJUANG PEMEKARAN KABUPATEN PANGANDARAN”

PARIGI - Upacara milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6 yang dilaksanakan di lapang Parigi (25/10), diikuti Bupati dan wakil Bupati Pangandatan, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, tokoh masyarakat, para pejuang pemekaran ( presidum pemekaran ), ketua dan anggota DPRD Pangandaran, Anggota DPRD Provinsi dari fraksi PKB ( Asep Irfan Alawi) dan PDIP ( Ijah Hartini ), Agun Gunanjar Sudarsa ( DPR RI), perwkilan dari Pemprov Jabar, kepala dinas beserta ASN di lingkup Pemkab Pangandaran, ormas, TNI/Polri, para siswa dan tamu undangan dari kabupaten lain.

Upcara diawali dengan penyerahan piagam penghargaan daerah Otonomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri dari Wakil Bupati, H. Adang Hadari yang menerima langsung dari Dirjen Otonomi Daerah beberapa waktu lalu di Kota Solo ke Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

Usai menerima penghargaan tersebut, dalam sambutannya bupati menyampaikan, ini sebuah
apresiasi tertinggi bagi masyarakat Pangandaran serta seluruh pejuang pemekaran yang tidak kenal lelah hingga bisa terbentuk DOB Kabupaten Pangandaran pada tanggal 25 Oktober 2012.
   
"Atas nama pemerintah daerah saya memberikan apresiasi atas perjuangan presidium yang diketuai oleh H. Supratman dan semua elemen masyarakat yang sudah rela mengorbankan baik moril atau materil demi satu perubahan untuk Pangandaran", tegasnya.

Dikatakan bupati, saat ini selaku kepala daerah, bupati dan wakil bupati daerah punya tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita para pejuang untuk mewujudkan harapan masyarakat.

Menurutnya, selama 2 tahun 9 bulan menjadi kepala daerah, tentunya masih banyak kekurangan dan harapan masyarajat yang belum bisa terpenuhi.

“Kami minta maaf, namun kami juga optimis bisa merealisasikan harapan tersebut dengan bahu membahu bersama rakyat, dan kami juga siap menerima keritikan positif dalam membangun kabupaten Pangandaran", ujarnya.

Saat ini, lanjut bupati lagi, ada empat skala perioritas program kebijakan yang sedang  dilaksanakan, antara lain, perbaikan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, mewujudkan pendidikan gratis dan penataan kawasan wisata termasuk relokasi para pedagang untuk bisa  terwujud Pangandaran menjadi tujuan wisata yang mendunia.

“Pada kesempatan yang baik ini saya juga mengajak semua yang hadir disini untuk mendoakan para pahlawan pemekaran yang saat ini sudah tiada. “imbuhnya. (AGE)

BUNTUT PEMBAKARAN BENDERA TAUHID, FPUIP PANGANDARAN GELAR AKSI DAMAI

PANGANDARAN-Sejak video pembakaran bendera tauhid yang terjadi di Limbangan Garut oleh oknum banser pada hari santri beberapa hari lalu, sontak membuat sebagian besar umat Islam merasa geram, salah satunya, yang dilakukan Forum Peduli Umat Islam Pangandaran (FPUIP) yangb menggelar menggelar aksi damai untuk mengutuk insiden tersebut yang dikawal personil TNI /polri.

Aksi digelar usai peserta demo menjalankian ibadah shalat Jum'at di halaman mesjid Istiqomah Pangandaran dengan melibatkan tidak kurang 500 dari berbagai elemen dan majlis taklim se-Kecamatan Pangandaran.

Ketua Panitia aksi, Nana Nasirin membenarkan, aksi damai ini merupakan buntut dari insiden pembakaran bendera tauhid di Kabupaten Garut beberpa hari yang lalu.

"Kami mengadakan aksi ini murni panggilan hati dan tidak embawa kepentingan apapun. Karena para peserta demo ini terdiri dari semua elemen umat islam untuk ikut merasakan keprihatinan atas insiden tersebut."tuturnya.(26/10)

Disoal terkait bendera bendera yang dibakar itu meruopakan atribut HTI, ormas yang dilarang, menurut Nana, itu tidak benar, karena sebelum ormas HTI lahir bendera itu sudah ada sejak jaman kejayaan Islam dahulu.
Nana menambahkan, bendera yang bertuliskan kalimat tauhid itu murni lambang umat islam dan  bukan milik ormas tertentu.
“Jadi jelas sangat keliru jika bendera tersebut dikaitkan dengan ormas tertentu,"tegas Nana.

Masih di tempat yang sama, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat menegaskan, aksi damai ini sesuai dengan nilai-nilai demokrasi karena memang dilindungi hukum.

“Dan dalam aksi yang kami gelar ini pun  tidak anarkis, membuat onar  dan mengganggu ketertiban masyarakat.",katanya. (HARIS F)

HARI INI KABUPATEN PANGANDARAN PERINGATI HARI JADI YANG KE 6

PARIGI- Usai menggelar upacara peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran Ke-6 yang dilaksanakan di lapang alun-alun Parigi, rangkaian acara pun dilangsungkan dengan menggelar rapat paripurna istimewa yang digelar di ruang rapat gedung DPRD Kabupaten Pangandaran.(25/10)

Selain dihadiri ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, S.Pd dan wakil Ketua, Adang Sudirman serta  M Taufiq, anggota DPRD, Bupati-Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari, rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan Hari jadi kabupaten Pangandaran ke 6, juga dihadiri Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV atas nama Gubernur jawa barat, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jabar X, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Jabar XI, Danrem 0613Tarumanegara, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Rektor Universitas Padjajaran (Unpad), Rektor Universitas Pasundan,   Rektor Universitas Galuh Ciamis, Para Bupati/Wali Kota, Ketua DPRD Kabupaten/ Kota, Dadim, kapolres Ciamis, bupati, wali kota dan ketua DPRD dari daerah sahabat, kepala SKPD dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya ketua DPRD menyampaikan, menginjak tahun ke-6 ini, Kabupaten Pangandaran sudah tidak menyandang status sebagai daerah otonom baru, perlakuan pun sudah setara dengan kabupaten dan kota lain. Hingga pada tanggal 11 oktober 2018, bertempat di hotel Alana Solo, Pemkab Pangandaran meraih predikat Daerah Otonom Baru (DOB) terbaik se-indonesia dari ditjen otonomi daerah kementerian dalam negeri.

”Kami atas nama pimpinan dan anggota DPRD mengucapkan selamat kepada pemerintah daerah, masyarakatdan stakeholders terkait atas pencapaian yang baik ini. ”kata Iwan.

Sementara Bupati pangandaran, H. Jeje Wiradinata pada sambutannya mengajak  seluruh tamu yang hadir dalam rapat paripurna istimewa, untuk bersama-sama menjadikan Pangandaran lebih hebat,  bermartabat dan beriman serta mendukung kebijakan pemerintah dan di segala aspek yang pada gilirannya bertujuan untuk lebih mensejahterakan masyarakat pangandaran.

“Sekarang kita sudah bisa sejajar dengan kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat dan tentunya  upaya ini akan terus dipacu sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. ”tegas Jeje.

masih di tempat yang sama, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV, mengatakan, Pangandaran adalah Jawa Barat, begitu juga sebaliknya, Jawa barat adalah pangandaran, artinya, jika Pangandaran sakit tentunya akan dirasakan juga oleh jawa Barat.

”Tidak boleh ada ruang untuk mencela satu dengan lainnya. ”ungkapnya.

Jika orang pada usia 6 tahun belum bisa melakukan segalanya, Tapi menurutnya, di usianya yang ke 6 Pangandaran sudah mampu melakukan segalanya.  Sangat bernbeda dengan penampilan 2 tahun lalu.
Jadi mumpung masih muda, lanjutnya lagi, harus dikelola dengan baik agar pangandaran menjadi daerah yang bisa menyejukan masyarakatnya dan membuat nyaman orang yang mengunjunginya.

”Kalau 55 milyar yang akan diberikan gubernur masih kurang, ayo minta lagi. ”imbuhnya. (Pnews)

JELANG UPACARA MILANGKALA HARI JADI Ke 6, PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN ZIARAH KE MAKAM PEJUANG PEMEKARAN

Menjelang acara puncak peringatan upacara Hari Jadi Kabupaten Pangandaran Milangkala ke 6, bupati dan wakil bupati, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari yang didampingi sejumlah pejabat di lingkup pemerintahan daerah, melakukan ziaran, tabur bunga dan alunan doa’ di makam para pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran.

Rangkaian ziarah tersebut dimulai dengan mengunjungi makam, H. K. Djudju Yoesmana Miharja di Kecamatan  Cigugur, KH. Ahmad Tajudin di Parigi, KH Al As'ari di Parigi, H. Yusro di Parigi, H. Hamdi di Cimerak, KH Agan Didi di Cijulang, Makam Sembah Agung di Cijulang dan Makam Sembah Tafsir di Cijulang.(23/10)

Yang disusul pada hari kedua (24/10) ke makam Sony Agustiana di Kamurang Desa Babakan Pangandaran,  Midjan di TPU Karangsari Desa Babakan Pangandaran, H Maman di Dusun Parapat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran dan terakhir ke makam Almarhumah Hj. Endah Surtinah Hadari (istri Wakil Bupati H. Adang Hadari) di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang.

Menurut salah seorang anggota Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran asal Desa Parigi, Ian Muchlis, Ian merasa bersyukur setelah Pangandaran memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis, malah sekarang menjadi Daerah Ototnomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia.

kata Ian, tujuan pemekaran ini diharapkan warga Pangandaran itu bisa bebas mengelola potensi yang ada di wilayah Pangandaran agar bisa klebih maju dan sejahtera.

“Kini setelah kita punya pemerintahan sendiri, kita  dapat merasakan manfaatnya, antara lain, pendidikan gratis dari tingkat SD sampai tingkat SLA, peningkatan layanan kesehatan tidak hanya orang miskin saja, orang kaya pun diberikan biaya kesehatan gratis. :”kata Ian.(23/10)

Ia menambahkan, tapi alangkah lebih bijaknya apabila anggota presidium yg masih hidup pun  bisa mendapat diperhatikan dari pemerintah daerah, karena para pejuang pemekaran sendiri terdiri dari status sosial dan ekoniomi yang berbeda satu dengan yang kainnya, maka menjadi wajar jika anggota presidium diberikan penghargaan dalam bentuk yang lain.

“Umpamanya diberi insentif atau apalah namanya. “tutur Ian.

Ian juga mengatakan, termasuk untuk yang saat proses pemekaran ikut berkiprah dan berjuang bersama-sama masyarakat diberi kesemopatan dalam mengembangkan karirnya sesuai kemampuan dan komfetensi yang dimilikinya.

“Mungpung sekarang mereka masih ada. “imbuhnya. (ANTON AS)

IWAN M RIDWAN: “PEMKAB PANGANDARAN BISA MEMBERIKAN PENGHARGAAN LAIN PADA ASN PEJUANG PEMEKARAN”

Seperti dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaranm H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, saat diminta komentar terkait milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6, selain Surat Keputusan (SK) yang dibuat bupati tentang pemberian penghargaan pada para pelaku serta pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran, sebaiknya bupati juga memberi perhatian khusus bagi Aparatus Sipil Negera (ASN) yang saat itu ikut ambil bagian berjuang bersama elemen masyarakat lainnya dalam proses pemekaran.

“Mungkin dalam hal ini bupati bisa memberikan penghargaan dalam bentuk lain pada ASN tersebut. “kata Iwan.(23/10)

Iwan menambahkan, bisa saja dalam bentuk pemberian jabatan layak dan strategis sesuai jasa, kemampuan serta komfetensi yang dimilki ASN itu.

“Mudah-mudahan para pejuang pemekaran sebagai pelaku sejarah tersebut bisa menerima penghargaan khusus karena memang sudah berjasa ikut berjuang dengan seluruh masyrakat klainnya dalam proses pemekaran dulu. “imbuh Iwan.

Hal senada dikatakan salah seorang warga Kecamatan Parigi,  menurutnya, ia setuju apa yang dikatakan Ketua DPRD terkait para ASN yang sudah berjasa ikut memperjuangkan dalam proses pemekaran diberi penghargaan jabatan strategis sesuai prestasi serta kemampuannya.

Menurut warga yang enggan ditulis namanya itu, rasanya layak dan tidak berlebihan jika Pemkab Pangandaran memberi kesempatan serta kepercayaan, agar ia berkesempatan untuk membuktikan pada masyarakat bukan hanya ikut dalam proses pemekaran saja, tapi harus bisa juga mengisi setelah Pangandaran terpisah dari Kabupaten Ciamis.

Karena selain ia sudah bisa dipastikan putra daerah, lanjutnya, secara moral ia juga bisa merasakan langsung apa yang diinginkan yang diharapkan masyarakat saat itu saat proses pemekaran dulu. Dan juga sebenarnya tidak terlalu banyak saat itu ASN yang mau terlibat langsung, bisa dihitung dengan jari jika dibandingkan dengan jumlah ASN yang ada sekarang.

“Beri dia kesempatan dan beri dia kepercayaan agar secara langsung ia pun mampu berbuat dan berkarya selaras dengan yang dulu ia perjuangkan dalam proses pemekaran Pangandaran. “tuturnya. (ANTON-PNews)   

SEPEDA SANTAI AWALI RANGKAIAN SAMBUT MILANGKALA 6 KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Memulai rangkaian peringatan Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6, digelar acara sepeda santai dengan route sekitar ruas-ruas jalan di obyek wisata Pangandaran.

Kegiatan yang dihadiri serta dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Hj. Ida N Wiradinata yang diikuti sekitar 7 ribu peserta ini dengan mengambil start di sekitar kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora), melewati jalan poros utama melalui pasar Pananjung, terus masuk toll gate ke jalan pantai barat, jalan pamugaran lalu masuk jalan  baru belakang area Grand Pangandaran dan berakhir lagi di kantor Disdikpora. Selain diikuti siswa sekolah, loba ini ternyata mendapat sambutan antusias dari seluruh warga.

Dala sambutannya, Jeje menyampaikan, memperingati milangkala dianggap perlu karena peringatan ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Pangandaran.

“Selain ucap syukur pada yang kuasa, kita juga harus ikut memeriahkan peringatan milangkala ini. “kata Jeje.(20/10)

Sementara Kepala Disdikpora, H. Surman, menyampaikan permohonan maafnya karena sudah mengganggu kelancaran perjalanan umum juga wisatawan yang datang ke Pangandaran. 

“Dan perlu diketahui, kegiatan ini telah kami anggap menjadi wujud dari sujud sukur serta rasa suka-cita kami yang telah dianugerahi sebagai daerah otonomi baru  terbaik se-Indonesia. “ungkapnya. (ANTON AS)

MILANGKALA HARI JADI KAB PANGANDARAN KE 6, MOMEN UNTUK MELAKUKAN INTROPEKSI

PARIGI – Menyongsong milangkala Hari Jadi Kabupaten yang ke 6 yang akan dirayakan beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 25 oktober, merupakan momen yang pas untuk melakukan introspeksi.

Seperti diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat asal Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi, Haer (50). Menurutnya, ia sangat mengapresiasi perubahan-perubahan yang nampak saat ini, seperti jalan yang mulus mulai bisa dinikmati masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan dengan bangunan puskesmas yang megah dan ketersediaan pendidikan gratis 12 tahun untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

"Semua itu sekarang dapat kita rasakan setelah pemekaran Kabupaten Pangandaran dari Ciamis melalui jasa-jasa para pejuang pemekaran yang sudah bahu-membahu dengan seluruh elemen masyarakat.", ungkapnya.(19/10)

Haer juga sangat mendukung 4 program perioritas, seperti Pangandaran Hebat yang digulirkan Bupati dan wakil bupati terpilih, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, terkait kebijakan pada masalah pendidikan, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan dan penataan dunia pariwisata.

"Sekarang masyarakat diberi kemudahan dengan layanan kesehatan gratis, pendidikan gratis dan jalan-jalan yang ada di setiap daerah. “ungkapnya lagi.

Ia menambahkan, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dengan tambahan kebijakan untuk perbaikan sarana dan prasarana rumah warga yang sudah tidak layak huni. Dan sebagai tokoh masyarakat, ia pun siap membantu pemerintah dalam pelaksanaan program-program yang pro rakyat baik lewat pemikiran mau pun lewat kerja nyata.

"Karena ini semua bermuara pada kepentingan masyarakat banyak. “tandasnya. (AGE)

AKIBAT KURANG PEDULI WARGA, SAMPAH BERSERTAKAN DI TAMAN KOTA TASIK

TASIKNEWS-Masih kurangnya kesadaran dan kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersiahan menjadikan perilaku buruk dengan membuang sampah di sembarang tempat, padahal pihak pemerintah jauh sebelumnya sudah menyediakan tempat sampah di tempat-tempat strategis.

Seperti yang terlihat di lokasi Taman Kota Tasikmalaya, nampak tumpukan sampah membuat pemandangan taman jadi kotor dan terkesan semerawut akibat ulah warga yang mengunjungi area taman saat malam hari untuk melihat pemnadangan air mancur.

Menurut seorang warga asal Kota Banjar, tidak hanya di taman saja, sampah pun berserakan ke area sekitar mesjid  membuat tempat ibadah tersebut terkesan bukan tempat yang suci lagi.

“Petugas kebersihan pun napaknya kewalahan dengan sampah yang berserakan Diana-mana. “ungkapnya.(15/10)

Mungkin seharusnya, kata dia, warga harus lebih peduli terkait kebersihan kota serta merubah pola pikir, bagaimana agar kota bisa terlihat terus indah dan nyaman tanpa sampah. 

“Kita harus sudah memulai, kebersihan bukan tugas pemerintah saja tapi warga dengan tidak sembarangan membuang sampah sembarangan pun itu akan turut menjaga kebersiahan Kota Tasik. “imbuhnya. (ANWAR-UDI)

FANTASTIS ! PEMBANGUNAN LAPANGAN VOLLY DESA KERTAMUKTI SENILAI Rp. 140 JUTA

CIMERAK - Dana Desa (DD) digunakan untuk membiayai pembangunan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pembangunan peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, prioritas penggunaan DD mungkin akan lebih bijak jika diarahkan untuk pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan, seperti perbaikan infrstruktur jalan yang selama ini menjadi sarana vital kegiatan perekonomian masyarakat pedesaan.

Demikian disampaikan beberapa warga Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, terkait penggunaan DD yang ada di desanya.

Menurut warga, sangat disesalkan penggunaan sebagian anggaran bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp. 140 juta, malah digunakan hanya untuk membangun fasilitas olah raga,  padahal di Kertamukti masih banyak infrastruktur jalan yang masih rusak.

“Dengan dana yang cukup fantastis tersebut seharusnya untuk perbaikan jalan dulu, karena masalah jalan ini lebih urgent. “ungjkap warga.(11/10)

Sejumlah warga mengaku tidak habis pikir, kenapa Pemerintahan Desa Kertamukti lebih mementingkan lapangan volley ball daripada memperbaiki jalan.

Lagian kalau untuk membangun lapang voli di tingkat desa tidak usah menggunakan uang sebesar itu. “imbuhnya.

Kepada PNews sejumlah warga juga menyampaikan, sebaiknya pihak yang berkompeten segera meninjau ke lapangan, apakah benar biaya lapang tersebut harus menggunakan biaya sebesar itu.

Lagi pula, lanjutnya, pembangunan sarana olahraga tersebut apakah dibahas dulu dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) desa, sehingga banyak warga tidak tahu dan kurang setuju anggaran sebesar itu hanya untuk membangun lapang voli.

Masalahnya, masih kata warga, di Desa Kertamukti masih banyak jalan yang harus segera mendapat perbaikan, jadi sebaiknya perbaikan jalan jadi skala perioritas bukan dengan mengalokasi ke pembangunan sarana olahraga.

“Dan kalau pun memang akan membangun lapang voli, saya kira tidak usah dengan anggaran sebesar itu. “pungkasnya. (PNews)




AKIBAT LAMA TAK TURUN HUJAN WARGA DESA BAGOLO ANTRI AMBIL AIR SUNGAI

KALIPUCANG-Akibat lama hujan tak kunjung turun hujan, warga Desa Bagolo Kalipucang Kabupaten Pangandaran kini harus antrian mengambil air.

Menurut salah seorang warga, Dede Jaenal, untuk memenuhi kebutuh rumahtangga sudah beberapa minggu ini warga berantrian mengambil air ke dataran sungai yang jaraknya relatif  jauh dari pemukiman.

"Setiap harinya warga mengantri dengan membawa jeriken berukuran besar untuk mendapatkan air bersih." ujarnya.(14/10)

Warga pun berharap kesulitan mendapatkan air bersih ini bisa segera teratasi dengan cara membantu mengirimkan tangki air bersih.

"Kami ngantri bukan hanya siang hari saja, tetapi sampai malam hari," tambah Dede. (HARIS F)

INI UNGKAPAN SEJUMLAH PEDAGANG ASIN DI PANANJUNG ENDAH

PANGANDARAN-Sejumlah pedagang asin di relokasi Nanjung Endah di jalan Kidang Pananjung nampak bisa tersenyum bahagia, pasalnya kios mereka yang semula terletak di posisi atas kini mendapat izin untuk mengisi lahan parkir.

Dengan posisi berjajar berukuran 2 meter persegi, para pedagang pun kini lebih bersemangat dan optimis, karena jika sebelumnya mereka hanya memperoleh Rp.25 ribu dalam satu hari, kni pendapatan mereka pun meningkat.

"Alhamdulillah, sekarang agak mendinglah.. para pengunjung dapat melihat langsung jualan kami, walau pun lokasi yang kami gtempati sempit tetapi jauh berbeda dengan sebelumnya,"ungkap salah seorang pedagang, Neni. (13/10)

Neni dan pedagang asin lainnya pun berharap blok kios asin Nanjung Endah ini diharapakan enjadi dapat daya tarik wisatawan untuk berburu oleh-oleh khas Pangandaran. (HARIS F)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN