NAH LHO ! KETAHUAN ADA HOTEL DI PANGANDARAN BELUM BAYAR PAJAK

PANGANDARAN-Pemerintah Kabupaten Pangandaran benar-benar melaksanakan rencananya untuk memberi peringatan pada beberapa pengusaha hotel dan restoran yang belum melaksanakan kewajiban membayar pajaknya.

“Ini bentuk peringatan kami yang kedua, setelah dilayangkan peringatan pertama ternyata tidak ada tanggapan dari pihak pengusaha. “terang Asisten Daerah (Asda) II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Apip Winayadi. (6/10)

Menurut Apip, ada 13 hotel dan satu restoran yang diberi teguran keras dengan dipasang bener peringatan di obyeki wisata Pantai Pangandaran, karena ditenggarai pemiliknya tidak melaporkan dan membayar pajak secara jujur.

Apip juga mengatakan, pemasangan bener peruingatan ini meruoakanj salah satu upaya dalam mengoptimalkan pendapatan daerah (PAD) dasri sektor opajak hotel dan restoran.

“Dari hasil investigasi timsus, ada 13 hotel dan satu restoran yang belum membayar pajak sesuai Perda nomer 45 tahun 2016 tentang pajak hotel. “terang Apip lagi.

Dikatakan Apip, ada indikasi antara jumlah hunian dengan surat ketetapan pajak yang mereka laporkan tidak ternyata sesuai. Contohnya, dalam kenyataannya kamar terisi sepuluh tapi yang dilaporkan hanya dua atau tiga kamar yang terisi.

Jika para pengusaha hotel ada yang kurang puas karena tindakan ini, menurut Apip, pemerintah daerah membuka dialog untuk menyelesaikannya. Silakan konfirmasi ke pemda, karena ini sipatnya sekedar warning saja yang bertujuan penegakan aturan agar ada peran serta semua pihak untuk menciptakan sinergitas yang saling menguntungkan.

 “Kepada hotel yang dipasangi baliho, silakan operasi seperti biasa, tapi baliho yang kami pasang tidak boleh diturunkan sampai ada penyelesaian pajak hotel yang bersangkutan. “tegas Apip lagi.

Pemasangan peringatan yang dilakukan petugas gabungan, Sat Pol PP, Satgas jaga Lembur, Asda I, II, III dan beberapa petugas dari Dinas Keuangan, ternyata mendapat perhatian dari beberapa masyarakat yang kebetulan melintas di lokasi.  

“Saya sangat setuju dengan tindakan pemerintah ini, masa untuk bayar kewajiban sendiri saja susah, “ungkap salah seorang warga sambil melajukan kembali speda motornya. (hiek)

AKIBAT HUJAN SEMALAMAN, SEBUAH RUMAH DI PADAHERANG ROBOH

PADAHERANG-Sebuah rumah milik Sudibyo (70) warga Rt 01 Rw 01 Dusun Patinggen 1 Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang ambruk hampir rata dengan tanah.

Menurut warga, kejadiannya diperkirakan sekitar jam 2.30 dini hari tadi (5/10) akibat hujan yang mengguyur hampir sepanjang malam.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan jutaan rupiah, karena seluruh bangunan dan perabotan rumah tangga nampak hancur tidak bisa dipergunakan lagi.

Nampak pemilik rumah, Sudibdyo pun pasrah menatap reruntuhan rumahnya yang dipastikan sudah tidak bisa dihuni lagi. (Isis koswara)

PROYEK BENDUNGAN SUNGAI CIKASO NYARIS AMBROL DIHANTAM LUAPAN SUNGAI

MANGUNJAYA-Sebuah proyek bendungan di Sungai Cikaso di Desa Jangraga Kecamatan Mangunjaya yang baru dua bulan berlajan dalam pengerjaaanya, nyaris ambrol karena tidak kuat menahan terjangan aliran air sungai.

Bendungan yang baru sekitar 40 % progres pengerjaannya ini dilaksanakan CV. Purnama Bakti dengan besar anggaran Rp 1,9 milyar berasal APBD Kabupaten Pangandaran ini direncanakan pembangunannya selesai tahun 2018 dan nantinya akan mampu mengairi sawah di dua desa, yakni Desa Jangraga dan Sindangjaya.

Salah seorang tim pengawas di lapangan, Asep membenarkan, pekerjaaan bendungan Cikaso ini nyaris ambrol karena paktor alam.

“kami tidak menyangka debet air sungai cikaso bisa sebesar ini, mungkin karena hujan deras semalaman. “ungkapnya.(5/10). (Toni Taufik)

TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT PANGANDARAN DALAM BERLALU-LINTAS, MASIH RENDAH

PANGANDARAN-Menurut Kapolsek Pangandaran, Kompol Suyadi, SH, MM, kesadaran masyarakat dalam disiplin berlalu lintas di jalan raya masih rendah. Beberapa pengendara masih banyak yang mengabaikan rambu-rambu di tepi jalan atau nekad melaju di simpang empat padahal lampu masih menyala merah.

“Kesadaran masyarakat pangandaran dalam berlalu-lintas ternyata masih rendah. “ungkapnya.(22/9).

Suyadi yang ditemui PNews saat mengatur lalu-lintas dan keamanan pada acara Sukuran Nelayan (21/9) di kawasan pantai timur Pangandaran juga mengatakan, misalnya dalam penggunaan helm bagi pengendara motor, menurut Suyadi, masih banyak pemotor yang mengabaikan untuk menggunakan pelindung kepala saat  bermotor.

“Padahal jelas-jelas ini untuk keselamatan pengendara sendiri. “ungkapnya lagi.

Suyadi, pemenambahkan, pernah Kepolisian Sektor Pangandaran membagikan sekitar 50 buah helm secara cuma-cuma kepada siswa SMA. Tapi sayang, helm tersebut tidak lantas digunakan tapi digantungankan di speda motornya.

Malah, lanjut Suyadi, sekarang ada “trik” baru jika ingin masuk obyek wisata Pangandaran tanpa membeli tiket, biasanya wisatawan tersebut melepaskan helmnya untuk meklewati toll gate.

“Mungkin biar disangka orang Pangandaran hingga bisa masuk obyek wisata dengan gratis. “Kata Suyadi. (hiek)

DISDUKCAPIL PANGANDARAN GELAR JEMPLING DI SMAN 1 MANGUNJAYA

MANGUNJAYA-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran terus mengupayakan berbagai cara untuk perekaman data e KTP warga Pangandaran, salah satunya melalui program Jempling (Jemput Bola Pelayanan Keliling).

Seperti yang dilaksanakan di SMAN 1 Mangunjaya, menurut kasi Data, Rusli, saat ini sedang dilaksanakan rekam data untuk  siswa sebagai calon pemilik e KTP pemula usia produktip.

“Ini juga erat kaitannya dengan pelaksanaan Pilkada serentak 27 juni  tahun 2018 yang akan mereka ikuti untuk yang pertama kalinya. “ungkap Rusli.(4/10).

 Ditambahkan Rusli, proses rekam data ini sengaja dilakukan di sekolah agar lebih memudahkan baik petugas atau pun untuk warga sekolah sendiri.  Dan ini menjadi sangat membantu, karena petugas tidak datang ke rumah-rumah yang pastinya lokasinya berjauhan dari tempat tinggal yang satu dengan lainnya.

“Dengan langsung mendatangi sekolah-sekolah, petugas lebih mudah karena hanya datang ke satu titik saja. “terang Rusli.

Di sekolah, lanjut Rusli, para siswa hanya tinggal membawa Kartu Keluarga (KK) saja sebagai sarat perekaman datanya.

“Saya menyambut baik, karena untuk rekaman data keperluan e KTP, saya tidak perlu jauh-jauh ke Pangandaran yang tentunya akan memerlukan tenaga dan biaya. “ungkap salah seorang siswa. (Toni Taufik)


KPUD PANGANDARAN BUKA REKRUTMEN PPS DAN PPK

TASIKMALAYA- Penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2018 yang berhimpitan dengan penyelenggaraan pemilu serentak 2019 menyimpan sejumlah potensi masalah dalam hal rekrutmen penyelenggara, pengelolaan tahapan dan pembiayaan. Karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berharap rancangan undang-undang penyelenggaraan pemilu yang tengah dibahas oleh DPR dapat menata dan memberi solusi atas berbagai potensi masalah tersebut.

Demikian disampaikan Ketua KPU Propinsi Jawa Barat, Dr. Yayat Hidayat, S.Sos,M.Si melalui komisioner, Nina Yuningsih, S.Ag, S.pd, MM pada acara Sosialisasi perekrutan PPK dan PPS untuk 4 kabupaten/kota, Garut, Sumedang, Pangandaran dan Banjar bertempat di gedung Sari Gunung Salem (SGS) Kota Tasikmalaya (3/10) yang di hadiri Ketua Bawaslu Jabar, Drs. Wasikin Marzuki, ketua KPUD se-Periangan Timur, Panwaslu kabyoaten/kota wilayah Priangan Timur, Pemkot tsikmalaya dan perwakilan awak media se-Priangan Timur.

Nina menambahkan, nantinya diharapkan KPU bisa menjaring 3235 anggota PPK dan 17871 PPS yang berkualitas di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Kami memang sangat membutuhkan PPK dan PPS yang banyak, mengingat pesta demokrasi ini penyelenggaraannya berantai, dan saya juga berharap agar media bisa menginformasikan hal ini kepada masyarakat. “kata Nina.

Setelah melalui seleksi, lanjut Nina, PPK dan PPS ini akan bertugas sesuai Undang-undang nomer 15 tahun 2011, tentang penyelenggaraan pemilihan umum, salah satunya membantu tugas KPUD propinsi dan kabupaten/kota untuk memutakhiran data pemilih (DP), daptar pemilih sementara (DPS) dan daptar pemilih tetap (DPT).

“Untuk pendaptaran PPK dan PPS ini akan kita buka tanggal 12 oktober 2017 dengan 3 tahapan seleksi, diantaranya, administrasi tertulis, wawancara dan pengukuhan yang dilaksanakan tanggal 2 dan 3 niopember 2017. “terangnya. (Toni Taufik)



PERINGATI HARI KESAKTIAN PANCASILA, KARANGTARUNA SINDANGJAYA GELAR NOBAR FILM G30 SPKI

MANGUNJAYA-Untuk lebih mengenalkan sejarah, khususnya pada generasi muda, Karangtaruna Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, sabtu kemarin (30/9) menggelar nonton bareng (nobar) pemutaran film G30S/PKI bertempat di aula desa.

Ternyata bukan hanya dari kalangan muda saja, nonton bareng yang dihadiri Kepala Desa Sindangjayam  Babinsa / Babinmas Kecamatan Mangunjaya dan sejumlah TNI juga dihadiri ratusan masyarakat yang antusias ikut menyaksikan film yang menceritakan gerakan PKI tahun 1965 silam ini.

“Kami bekerjasama dengan TNI sengaja menggelar nonton bareng ini bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang sejarah bangsa kita sekaligus dalam rangka memperingatai Hari Kesaktian Pancasila. “ungkap Ketua Karangtaruna Desa Sindangjaya, Dadan.

Pemutaran film yang dimulai sekitar jam 8.00 malam ini benar-benar mendapat sambutan hangat dari seluruh remaja dan ratusan warga desa. Para remaja pun nampak dengan serius mengikuti alur cerita film yang disutradarai Arifin C Noor ini, yang mengisahkan tentang pemberontakan PKI hingga terbunuhnya beberapa jendral Indonesia.

Ditambahkan Dadan, ini menjadi penting untuk mengingat kembali sejarah. Sehingga diuharapkan kaum remaja tidak melupakan sejarah yang pernah dialami para pendahulu bangsa ini.tersebut jangan sampai terulang di kemudian hari.

“Tentunya ini menjadi penting untuk mengingat sejarah, karena sejarah bisa menjadi pengalaman guru terbaik, menjadi bekal untk meningkatkan kewaspadaan  semua. “imbuhnya.

Karangtaruna sebagai sebagai penggagas acara, salah bentuk kepedulian terhadap sejarah bangsa indonesia dengan memberikan pemahaman sejarah, khususnya pada kalangan anak sekolah.

 “Selain mendapat hiburan gratis malam mingguan, kami pun mendapat pengetahuan tentang sejarah perjuangan para pahlahan Indonesia. “kata salah seorang pelajar SMP. (Toni Taufik)

KEDAPATAN MEMBAWA SAJAM, 48 SISWA SMK BOGOR DIAMANKAN POLISI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sekelompok pelajar yang mengaku siswa SMKN Cisarua Bogor, hampir menjadi bulan-bulanan massa di kawasan Pantai barat Pangandaran. Pasalnya 48 siswa tersebut kedapatan membawa beberapa senjata tajam (sajam) clurit.  Untung keburu datang beberapa petugas dari TNI AU, Polisi, Life guard, Jaga Lembur dan Paguyuban Pedagang Pantai berusaha menghalangi kemarahan warga.

Menurut salah seorang siswa, Muhamad Rifki, ia dan teman-temannya bermaksud main ke Pangandaran untuk liburan setelah UTS.

“Dari Bogor kami naik  bus ke Banjar, dan dari Banjar dengan menumpang mobil truk kami meneruskan perjalanan ke Pangandaran. “terangnya. (30/9)

Disoal senjata tajam, menurutnya, ini untuk jaga-jaga karena di perjalanan takutnya bertemu musuh tawuran sekolah satu kotanya.

Setelah diberi peringatan warga, ke 48 siswa itu pun langsung dibawa petugas ke kantor Polsek Pangandaran. (hiek)

GEMPAR DAN DPRD PANGANDARAN GELAR AUDENS TERKAIT PENEBANGAN HUTAN OLEH PERHUTANI


PARIGI – sekolompok warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Parahiyangan  (GEMPAR ) melakukan audensi ke DPRD Kabupaten Pangandaran, terkait masalah semakin rusaknya lingkungan hidup yang disebabkan karena ulah Perhutani sebagai awal penyebabnya.

Sekitar 30 warga mewakili masyarakat peduli lingkungan dari Kabupaten Pangandaran, Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya yang didampingi sekjen GM FKPPI Kabupaten Ciamis, Roni, Nampak hadir untuk ikut mendukung audens yang diprakarsai  GEMPAR yang langsung diterima Ketua Komisi III DPRD Pangandaran, Wowo Kustiwa.

Nampak hadir juga dalam pertemuan tersebut, dari Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran serta perwakilan dari perhutani.

Dalam audens tersebut, Ketua Gempar, Kun kun Haryanto menyampaikan,, pihaknya merasa bertanggungjawab pada eksploitasi hutan yang selama ini dilakukan Perhutani. Pasalnya, ini sudah sangat menghkhawatirkan untuk kelangsungan kedepannya nasib hutan, dan tidak mustahil ini akan jadi bumerang bagi lingkungan disaat kawasan yang selama ini menjadi daerah resapan air semakin terkikis habis, padahal ini sangat urgent bagi kehidupan.

Menurut Kunkun, hutan dan lingkungannya ini diberikan Tuhan untuk manusia, bukan untuk  malaikat atau pun jin, maka sebagai manusia sudah seharusnya dapat menjaga dan melestarikannya agar bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia.

“Jika hutan dirusak, walaupun yang ditebang itu diklaim milik perhutani, maka masyarakat di sekitarlah yang akan terkena dampaknya bila terjadi bencana, lalu siapa yang akan bertanggung jawab bila itu terjadi?", kata Kunkun. (28/09)


Hal senada juga dikatan korlap GEMPAR, Anton, pihaknya menghimbau agar  perum perhutani bisa secepatnya menyadari pentingnya hutan yang berfungsi daserah resapan air.

Jangan main asal tebang walau itu ada di kawasan hutan produksi, karena itu induk primer bagi wilayah Cigugur dan Langkap lancar yang bila itu dirusak akan berdampak bencana untuk tiga kabupaten, Pangandaran, Ciamis dan Tasikmalaya.

"Saya sangat tidak setuju bila hutan yang ada diwilayah Cigugur dan Langkaplancar tepatnya di gunung Singkup dipakai area tebangan oleh perum perhutani, karena itu akan berdampak bencana di kemudian hari", ungkanya.

Anton menambahkan, pihaknya berjuang untuk kemaslahatan manusia demi sebuah kelestarian lingkungan. Gerakan ini benar-benar panggilan jiwa

“Jangan sampai kejadian bencana banjir bandang yang terjadi  di kabupaten Garut beberapa waktu lalu terulang  disini.

Jika sudah terjadi bencanan, lanjut Anton, berapa kerugian yang di derita yang secara langsung diakibatkan rusaknya hutan, dan kerusakanj lingkungan hutan ini harus dijadikan tanggungjawab semua untuk menjaga kelstariannya.

“Kami berharap jangan sampai kami dan keturunan kami semua diwarisi air mata, karena yang kami butuhkan mata air. “imbuhnya. (AGE)

WARGA LIMUSGEDE KINI BISA NIKMATI INFRASTRUKTUR JALAN

CIMERAK- Warga Desa Limusgede Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran kini bisa menikmati mulusnya jalan walaupun baru sebagian saja. Namun warga optimis di tahun berikutnya akan ada perbaikan lagi, pasalnya status jalan Pareang - Cikondang -Banjarwaru hingga Pasirlasih kini sudah berstatus menjadi jalan kabupaten.

Seperti diungkapkan salah seorang warga desa Limusgede. Tori (47), menurutnya, masyarakat yakin hingga tahun 2020 nanti akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Limusgede dengan Desa Kertaharja akan bisa terealisasi menjadi jalan cor beton atau hotmix.

"Kami yakin akses jalan ini pada tahun 2020 nanti dipastikan sudah perbaikan jalan tersebut bisa terealisasi." ungkapnya. (26/9)

Hal senada dikataka Kepala Desa Limusgede, Koswara Nugraha, menurutnya, ia begitu bangga saat melihat jalan beton yang baru selesai di bangun oleh kontraktor asli putra daerah, PT.Jangkar Mas Priangan dengan hasil yang cukup memuaskan.

"Padahal kalau saya ingat 3 tahun yang lalu jalan ini kondisinya hancur, tapi Alhamdulillah saat ini sudah bagus, ini juga karena hasil pekerjaan dari kontraktor asli daerah PT.Jangkar Mas Priangan patut diacungi jempol", terangnya. 26/09

Atas nama warga desa, Koswara pun mengucapkan terimakasih kepada H. Jeje Wiradinata dan H.Adang Hadari, karena dengan program kerjanya bisa memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan disemua wilayah hingga ke pelosok-pelosok pedesaan.

"Kami sangat berterimakasih kepada bapak Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, karena kebjakan beliau selama ini betul-betul pro rakyat. “pungkas nya. (AGE)

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA BATUMALANG, LIBATKAN WARGA

CIMERAK – Warga Dusun Gadog Desa Batumalang Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran sangat respon serta semangat dalam bergotong-royong membangun desanya lewat swadaya masyarakat.  Seluruh warga nampak sangat antusias saat ada perbaikan sarana infrastruktur jalan dalam pembuatan jalan cor beton sepanjang 215 meter dari anggaraan banprov tahun 2017 sebesar Rp150 juta yang tentu manfaatnya akan bisa dirasakan langsung karena akan berdampak pada laju perekonomian desa.

Kepala Desa Batumalang, Jaja, merasa bangga melihat warganya begitu bersemangat terjun langsung untuk membantu pekerjaan desa dalam mewujudkan infrastruktur  jalan yang bagus.

"Saya sangat mengapresiasi semangat yang diberikan seluruh warga desa, baik dengan budaya gotong royongnya atau keikhlasannya untuk turut membantu pelaksanaan pembangunan.", ungkap Jaja.(26/09)

Dikatakan Jaja, hampir 70% pembangunan infrastruktur jalan di desanya kini sudah dilaksanakan, baik dari program Alokasi Dana Desa (Add), Dana Desa (ADD), banprov dan P3IP.

“Mudah-mudahan di tahun 2018 nanti warga sudah bisa menikmati bagusnya semua jalan yang ada di Desa Batumalang.", imbunya Jaja.

Jaja juga meyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang sudah bahu membahu dan berkontribusi langsung dalam membangun desa.

"Atas nama pemrintahan Desa Batumalangm saya sangat berterima kasih atas partisipasi masyarakat dalam membangun desa dengan turut serta diantaranya dengan ikut dalam  pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan", tandasnya. (AGE)

DIRAN WAWAN AHLI PIJAT REFLEKSI DARI PADAHERANG

PADAHERANG-Sebuah pengobatan alternatif untuk penyebuhan penyakit Strock, asam urat, kolestrol, diebetes,  lemah sahwat, nyeri lambung  dan lain-lain sudah lama dilakukan Diran Wawan melalui metoda pijat refleksinya.

Sejak tahun 2005, Diran yang beralamat di Rt 31 Rw.09 Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang kabupaten Pangandaran ini, tempat tinggalnya selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk meminta jasa pijat refleksinya.

Hampir tiap hari praktek pijatnya, kecuali hari kamis, rumah Diran seperti balai pengobatan karena selalu penuh didatangi masyarakat yang berobat padanya.

“Banyak juga dari berbagai daerah datang kesini untuk meminta saya pijat. “terangnya.(26/9)

Ditambahkan Diran, metoda pijat yang ia lakukan, dengan cara memijat di titik-titik tertentu pada tubuh yang berhubungan dengan penyakit yang diderita. Dan untuk penderita stroke, menurut Diran, karena sarapnya sudah kaku harus dilakukan tiga kali pemijatan. Dan setelah dilakukan pemijatan, ia menyarankan agar si penderita meminum jamu hasil ramuannya sendiri.

“Itu penting untuk proses penyembuhan penyakit si pasien. ”jelasnya. (Isis Koswara)


MASYARAKAT PENGGARAP LAHAN EKS PT CIKENCRENG MEMOHON KEADILAN

CIMERAK - Masyarakat penggarap lahan seluas 368 hektar eks milik PT.Cikencreng yang berada di Desa Sukajaya dan  Sindangsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran merasa resah sejak adanya dana kerahiman yang diberikan dari orang yang mengatasnamakan keluarga turunan H.Une Junaedi.

Menurut salah seorang penggarap, Jumena (53), hal tersebut dilakukan tanpa pernah ada sosialisasi dulu sebelumnya, dana kerahiman yang diberikan secara cuma-cuma untuk para penggarap yang diberikan di awal tahun 2017 lalu itu besarnya kisaran Rp1juta s/d Rp 30 juta.

“Besaran dana tersebut tergantung berapa luas lahan garapannya masing masing yang tertera  dalam dokumen dan ditandatangai diatas materai. “terang Jumena.(25/9)

Tapi anehnya, lanjut Jumena, setelah dana tersebut dibagikan, keluarga dari H.Une Junaedi  mengklaim bahwa uang dana kerahiman itu sebagai ganti rugi atas tanah garapan yang sudah sekian lama digarap masyarakat dan kini harus rela mengembalikan tanah garapan itu kepada keluarganya dengan alasan lahan tersebut akan dipakai untuk pembangunan yayasan.

"Kami atas nama masyarakat penggarap merasa dibodohi pihak eks PT.Cikencreng dengan adanya dana kerahiman yang ujung-ujungnya sekarang para penggarap harus merelakan garapannya dikembalikan kepada keluarga H.Une Junaedi yang mengklaim tanah tersebut sebagai tanah hak milik yang dibeli dari kolonial Belanda waktu dulu", jelasnya.

Dikatakan Jumena, masyarakat penggarap seluruhnya sepakat, tidak mungkin menyerahkan tanah garapannya walaupun sudah diklaim menjadi tanah hak milik.

“Kami tetap berpegang teguh, tanah ini milik negara untuk kesejahteraan masyarakat", imbuhnya.

Jumena menambahkan, ia tas nama warga masyarakat penggarap berharap adanya keadilan serta memohon pemerintah segera turun tangan sebelum masalah ini terus menjadi silang sengketa di masyarakat.

"Kami minta keadilan, kami minta Pemkab Pangandaran mau peduli agar polemik ini tidak berlarut-larut serta tidak ada kepastian", tegasnya. (AGE)

DD KARANGPAWITAN GENJOT PERBAIKAN INFRASTRUKTUR

PADAHERANG-Kucuran Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat  ke seluruh desa membawa perubahan nyata dan signifikan. Seperti di Desa Karangpawitan Kecamatan Kabupaten Pangandaran yang terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di desanya, salah satunya perbaikan jalan di Rt 31 Rrw 09 blok Dino Dusun Harjaresik.

Jalan sepanjang 300 meter, lebar 2 meter dan tinggi 12 cm tersebut dibangun dengan cor beton karena memang jalan tersebut sudah belasan tahun tak tersentuh perbaikan. Dan warga pun menyambut gembira karena jalan di lingkungannya tidak akan lagi becek saat musim hujan tiba.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Diran, menurutnya, ia dan warga lainya sangat antusias ikut terlibat langsung dalam pembangunannya, karena jalan itu memang sudah lama kondisinya rusak.

“Atas nama warga, saya sangat berterimakasih karena jalan yang selama ini kami gunakan mendapat perbaikan. “ungkapnya.(24/9)

Ditemui di lokasi, Kepala Desa Karangpawistan, Adis menyampaikan, pihaknya akan terus mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk kepentingan warganya.

“Dari seluruh panjang jalan desa dan jalan lingkungan, hingga tahun ini, Alhamdulillah sudah 75 % mendapat perbaikan dengan pengecoran. “terangnya.

Menurut Adis, untuk rencana tahun 2018, APBDesnya tetap akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang masih rusak hingga nantinya tidak ada lagi keluhan warga tentang jalan yang ada di desanya keadaannya rusak.

Diakui Adis, pembangunan jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pasalnya, hampir sebagian masyarakat Desa Karangpawitan berprofesi sebagai petani dan pedagang tentunya sangat membutuhkan kondisi jalan yang bagus karena akan mempermudah aktivitas masyarakat khususnya untuk mengangkut hasil bumi, dan kalau infrastrukturnya sudah baik tentu perekonomiannya juga akan tumbuh pesat.

 “Selainnya jalan, pembuatan kirmir, PTP, Posyandu, madrasah, jembatan lingkungan dan perbaikan kantor desa juga akan mendapat forsi pembangunan yang sama. “jelasnya lagi.
 (Isis Koswara)




 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN