PEMKAB PANGANDARAN PERINGATI HAOTDA KE XXI

PARIGI-Untuk menyambut peringatan Hari Otonomi Daerah (HAOTDA) ke XXI, tadi pagi (25/4) Pemkab Pangandaran menggelar upacara di halaman kantor setda dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan diikuti Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Kepala SKPD dan pejabat lingkup Pemkab Pangandaran.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berkesempatan membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, antara lain, peringatan Haotda ini momentum untuk mengevaluasi seluruh kinerja serta pelaksanaan otonomi di daerah, dan sudah seharusnya tiap daerah mampu berupaya meningkatkan kenerja yang telah di capai dan mengatasi berbagai kendala dalam pelaksanaan otonomi daerah itu sendiri.

“Melalui momen ini mari kita tingkatkan kualitas pelayanan publik, peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan peningkatan daya saing perekonomian daerah ,”kata Jeje.

Masih kata Jeje, pemda harus bisa terus fokus pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan dalam mengelola otonomi daerah hendaknya tidak lagi menggunakan cara konvensional tapi harus bisa memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penyelenggaran pemerintah daerah.

“Saat ini Kemendagri sedang mengembangkan program smart city atau kota pintar, ini untuk mendorong pemda agar mengembangkan elektronic government dalam penyediaan layanan pada masyarakat. “imbuh Jeje. (hiek)

9 KADES HASIL PILKADES SERENTAK 2017 KAB. PANGANDARAN, DILANTIK BUPATI

PARIGI-Bertempat di aula Setda, 9 kepala Desa (kades) hasil pilkades serentak 2017 lalu dilantik Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.(25/4). Hadir dalam acara kegiatan tersebut, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari,  Ketua DPRD, Iwan M Ridwan, S.Pd M.Pd, Para camat,  Danramil,  Kapolsek dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, agar bisa menjalankan amanah dan merealisasikan janji-janji kampanyenya kepada masyarakat di desanya masing masing. Kepada semua kepala desa yang dilantik hari ini, segera melakukan serah terima jabatan dengan kades sebelumnya dan pada hari berikutnya sudah bisa ngantor sebagai kepala desa depinitif.

Selain itu, lanjut Jeje, bersama perangkat desa lainnya harus bisa memberikan yang terbaik untuk warga terutama dalam bidang pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian masyarakat.

“Anda selaku pemimpin di desa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semua apa yang  diharapkan masyarakat", kata Jeje.

Jeje menekankan, masalah pelayanan kepada warga jangan ada kesan dipersulit dalam proses memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Dan untuk memfasilitasi program kerja desa, lanjut Jeje lagi, Pemda dan DPRD sudah membuat anggaran tambahan untuk pemerintahan desa sampai ke tingkat RT sebesar Rp 17 Milyar yang  akan secepatnya direalisasikan.

“Saya minta untuk pembangunan fisik harus diutamakan yang penting dulu , seperti infrastruktur jalan harus menjadi prioritas utama sebelum membangun kantor desa, ", tegas Jeje.
  
Jeje juga menyampaikan, program raskin/rasta, pendidikan dan kesehatan gratis sudah berjalan di Kabupaten Pangandaran.

"Alhamdulillah, di Jawa Barat baru tiga kabupaten/kota yang melaksanakan program ini, diantaranya Pemkot Banjar, Pemkot Bandung dan Kabupaten Pangandaran. “terang Jeje.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, H. Dani Hamdani, S.Sos, MM mengatakan,  kesembilan kades yang dilantik ini diantaranya, Rasmin Kepala Desa Ciparakan Kecamatan Kalipucang, Ruspendi Kepala Desa Sukajaya Cimerak, Mastur Kepala Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak, Suryo Kepala Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi, Undang Herdi Kepala Dasa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Salikin Dedi Prayitno Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya, Purkonudin Kepala Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya, Dato Kepala Desa Bojongsari Kecamatan Padaherang, dan Ukar Heryadi Kepala Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar.

“Pelantikan ini juga menandai dimulainya kerja para kepala desa yang baru dan diharapkan bisa bersinergis serta sesuai yang diharapkan warga di desanya masing-masing. “kata Dani.
Ditambahkan Dani, sementara untuk pilkades serentak yang akan datang, di Kabupaten Pangandaran akan diikuti 74 desa pada tahun 2019 mendatang. (AGE)

Menyongsong Wisata Mendunia, PARIWISATA PANGANDARAN TERUS BERSOLEK

Add caption
PANGANDARAN-Untuk menjadi kabupaten wisata yang mendunia diperlukan penataan yang lebih baik, seperti penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang banyak tersebar di sepanjang pantai barat dan timur. Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat ditanya program pariwisata yang ada di Pangandaran.

Dikatakan Jeje, tahun ini seluruh PKL akan direlokasi ke tempat baru yang lebih representatif, strategis serta mudah dijangkau wisatawan.

“Pemerintah perlu mengeluarkan anggaran miliaran rupah padahal kedatangan mereka tidak diundang, tapi penataan itu tetap perlu dilakukan masalahnya kan pantai pangandaran terkesan anmpak kotor dan kumuh. “Kata Jeje.(24/4).

Jeje yang ditemui PNews di kawasan centra sea food di pantai barat pamugaran lebih jauh mengatakan, inilah salah satu dampak mengapa kunjungan turis mancanagara ke Pangandaran tiap tahun menurun drastis. Jadi, untuk menata kawasan wisata ini lebih bersih dan tertata rapih diperlukan kerja sama yang baik dari seluruh stakeholder.

“Pemerintah Daerah, HPI, PHRI, pe;aku wisata dan seluruh komponen baik yang langsung atau tidak bersinggungan dengan kepariwisataan harus punya satu komitmen untuk dunia pariwisata Pangandaran. “ungkap Jeje.

Selain akan dibangun relokasi PKL di empat titik, eks pasar seni, eks diskotik Meridian, eks Hotel Pananjung Sari (milik PJKA) dan kawasan milik Dinas Sosial Propinsi Jabar, menurut Jeje, tahun ini pun akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang akan menjadi etalase saat memasuki Pangandaran. Dari kawasan Puskesmas Pangandaran hingga lapang olahraga Merdeka, nantinya akan disulap menjadi kawasan taman hijau yang akan menjadi kawasan penyangga wisata Pangandaran dan sekaligus sebagai fasilitas umum yang bisa dinikmati seluruh masyarakat.

“Untuk pembangunan RTH tersebut, Pemkab Pangandaran sudah menyediakan anggaran sekitar Rp 15 milyar pada APBD 2017 ini. “terang Jeje.

Dan untuk penataan ini, lanjut Jeje, pihaknya tidak akan mentolelir apabila ada baik secara perorangan atau kelompok yang akan menghampat program yang sudah dicanangkan sesuai misi dan visi Pemerintah Daerah. Karena pariwisata nantinya bisa menjadi urat nadi perekonomian warga Pangandaran.

“Semua ini tentunya akan bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Pangandaran. “tegas Jeje. (Anton AS).

NELAYAN TRADISIONAL SUKARESIK TUNTUT KONFENSASI PIHAK PT PECU

SIDAMULIH-Sungai Citonjong, sebuah sungai dangkal yang menyimpan kekayaan alam berupa bermacam jenis ikan air payau dan akan air laut. Di sungai ini berbagai jenis ikan dan udang berkembang biak sehungga bisa terlihat jelas saat jutaan anakan udang dan anak ikan tersebut bersembunyi di balik dedaunan atau akar pohon bakau dan nipah.

Melimpahnya ikan dan udang yang ada di Sungai Citonjong menjadi rejeki tersendiri untuk masyarakat sebagai nelayan tradisional di sekitar sungai. Dengan menggunakan alat tangkap Jodang (sejenins sirib besar), parel atau memancing biasanya mereka lakukan di malam hari, hingga pagi hari hasil tangkapan tersebut langsung dijual ke tetangga atau ke pasar.

Ini cerita Singai Citonjong jaman dulu, karena sekarang sungai tersebut beberapa tahun terahir ini hampir semua biota air di sungai ini menghilang, dan ini semua disebabkan pencemaran limbah dari pabrik santan berbahan baku kelapa milik PT Pecu, limbah sisa produksi tersebut langsung menyerap ke dalam tanah ke sungai di mana biasa ikan hidup dan berkembang biak.

Para nelayan tradisional asal Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih, seperti Kadir , Ahya , Jeng , Deni , Wahyu , Enang , Solihin , Abah , Cening , Edeng , Juned , Atong , Agus , Uking yang sehari-hari mencari nafkah dari sungai Citonjong kinu gigit jari. Pasalnya, tangkapan yang biasanya mereka peroleh bisa menjadi tambahan penghasilan ke rumah, sekarang sudah tidak bisa diandalkan lagi.

Betapa tidak, karena sekarang sirna akibat PT Pecu yang salah dalam mengelola limbah yang mengakibatkan sungai Citonjiong tercemar bahkan hibngga ke sumur penduduk sekitar pabrik pun ikut tercemar.

“Ikan dan udang di sungai mati karena limbah yang dibuang ke sungai tersebut berobah menjadi racun yang membunuh biota air sungai. “ ungkap beberapa warga.

Warga punberharap ini bisa menjadi perhatian Pemerintah Daerah dan segera mengevaluasi keberadaan limbah yang dihasilkan dari pabrik PT Pecu. 

“Sudah hampir 10 tahun mata pencaharian kami terbunuh karena boro-boro ikan besar , sekarang malah anak dan telornya pun mati semua akibat racun dari produksi limbah pt pecu. “kata warga lagi.

Menurut warga, pihaknya akan minta konvensi  dari PT Pecu, karna menurut warga, mereka kini tidak bisa menangkap ikan lagi di sungai Citonjong. 

“Kini air sungai jika sedang surut akan berwarna hitam berbau dan lumpurnya hitam pekat berbau busuk. “terangnya lagi.

Ada pun konvensasi yang akan dituntut, menueur warga anatar alain, per hari misal nelayan jodang biasa nmebnghasilkan uang dari tangkapan ikan Rp 30 ribu dikalikan 30 hari, Rp 900 ribu lalu dikalikan lagi 365 hari (1 tahun), Rp 32,850 juta dan dikalikan lagi 10 thn menjadi Rp 328,500 juta

Ini masalah serius, di sisi lain PT Pecu memang membuka lapangan kerja tapi di sisi lain membunuh nelayan jodang.

“Kami berharap pemda bisa mempasilitasi hal ini sebelum masarakat nelayan traditional dan grup pemancing bertindak anarkis. " (Anton AS).

INI PENGALAMAN PETUGAS MENGHADAPI IBU-IBU PERNERTIBAN LAHAN OCBC NISP PANGANDARAN

PANGANDARAN-Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Pangandaran dalam pelaksanaan penertiban bangunan kumuh dan liar di lahan milik  OCBC NISP yang oleh warga tersebut dijadikan tempat tinggal dan tempat usaha beberapa minggu lalu, memdapatkan perlawanan sengit dari warga penghuni yang didominasi kaum ibu.

Sengitnya protes ibu-ibu terhadap petugas yang hanya direspons persuasif Pol PP mengakibatkan beberapa anggiota Pol PP yang sedang melaksanakan tugas tersebut sedikit kewalahan.

“Saya hanya bisa diam saja saat ibu-ibu tersebut menarik-narik baju saya hingga beberapa kancing baju saya terlepas. “kata Kabid Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Sat Pol PP Pangandaran, Nandang Sugraha.

Dikatakan Nandang, ini sudah menjadi konsekwensi pekerjaannya, karena menurutnya, setelah pengeroyok emosinya mereda ahirnya ia bisa keluar dari himpitan, cekikan dan cakaran ibu-ibu yang meninggalkan bekas luka di tangan sebelah kiri, dada dan lehernya akibat cakaran dan gigitan ibu peserta demo.

“Saya kenal mereka, karena hampir semua ibu-ibu tersebut tetangga waktu saya masih tinggal di Parapat Pangandaran. “ungkapnya lagi.

Ditambahkan Nandang, untuk ke depan sebaiknya antara  Satpol PP, Polri, TNI dan Satgas Jaga Lembur harus bisa lebih meningkatkan loyalitas dan sinergitas sesama petugas, jangan malah sebaliknya.

Sementara salah seorang satgas Jaga lembur, Hadli mengungkapkan, kejadian yang menimpa beberapa anggota Sat Pol PP sebaiknya tidak terlalu dipermasalahkan, biarkan saja mengalir apa adanya. Karena ibu-ibu tersebut, menurut Hadli, yakin tahu siapa Pa Nandang, bahkan mungkin ibu-ibu yang mengadakan perlawanan itu bisa saja kawan baik, tetangga atau saudaranya.

“Saya yakin, asal jangan ada provokator, nanti juga akan baikan kembali. “kata Hadli.
(Anton AS)

Masyarakat Keluhkan Harga Elpiji 3 Kg, PEMDA BARU AKAN GELAR RAPAT KORDINASI HET

PARIGI-Tidak terkontrol Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg banyak dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga. Pasalnya, harga eceran di warung-warung sekarang ini gas tersebut dijual dengan harga Rp 25 ribu per tabung.

Seperti dikeluhkan salah seorang warga Desa Cibenda, Tati, menurutnya harga eceran gas elpiji tabung 3 kg bersubsidi ia beli dengan harga Rp 25 ribu.

“Ini jelas sangat memberatkan kami apalagi dengan keadaan keuangan kami yang pas-pasan. “ujar Tati. (22/4).

Hal senada dikatakan Kabid Perdagangan Kabupaten Pangandaran, Mimin, ia membenarkan hal tersebut, bahkan ia sendiri untuk keperluan ruamh tangganya membeli gas elpiji ukuran 3 kg dengan harga Rp25 ribu.

“Dalam waktu dekat kami akan segera menggelar rapat kordinasi dengan Bagian Ekonomi Setda Pangandaran. “ungkapnya.

Ditambahkan Mimin, masalahnya harga elpiji tersebut harusnya sampai di pangkalan  Rp 16, 4 ratus lalu melewati agen dan terus ke pengecer.

“Jadi jika sekarang pengecer menjual Rp 25 ribu, maka ada selisih dari pangkalan hingga pengecer sekitar Rp 8, 6 ratus, ini jelas memberatkan konsumen. “imbuh Mimin.

Sementara ditemui di ruang kerjanya, Kabag Perekonomian Setda Pangandaran, Dadan Sugistha ST mengatakan, masalah elpiji 3 kg bersubsidi dengan harga di pengecer Rp 25 ribu memang terlalu tinggi jika dibandingn dengan HET di pangkalan yang hanya Rp 16.4 ratus.

Menurutnya, pihaknya akan segera menggelar rapat kordinasi dulu dengan dinas terkait, karena jika memang perlu akan dibuat aturan daerahnya seperti apa.

“Yah..mohon sabar dulu, dalam minggu-minggu ini nanti akan dikabari lagi. “ungkapnya. (Anton AS).

DIKENAL DENGAN KEANGKERANNYA, JEMBATAN CIRAHONG HUBUNGKAN DUA KABUPATEN

Jembatan Cirahong
CIAMIS - Jembatan Cirahong secara geografis merupkan batas wilayah administrative anatar Kabu0paten Ciamis dan Tasikmaya, tepqatnya terletak di Desa Panyingkiran Kabupaten Ciamis dan Desa Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Keberadaan Jembatan Cirahong cukup dikenal luas masyarakat karena memiliki ciri khas dan unik, dengan kedalaman yang cukup curam Cirahong pun mempunyai dua fungsi, sebagai jembatan kerta api terletak di bagian atas dan jembatan kendaraan roda dua/empat di bagian bawah termasuk untuk pejalan kaki. Tapi karena jembatan untuk kendaraan tidak cukup lebar, maka setiao kendaraan yang akan melintas pun harus bergantian.

Saat PNews menikmati hangatnya kopi di sebuah warung yang memang banyak terdapat di sekitar jembatan, salah seorang warga Kecamatan Manonjaya, Aki Udin (72) menuturkan beberapa kisah keberadaan jembatan Cirahong yang sudah lama dikenal dengan keangkerannya.

Menurut cerita Aki Udin, pada suatu malam ada orang sedang melintas di jembatan, tiba-tiba ada yang mengambil foto jembatan dengan kilatan cahaya blitz kamera, padahal sebelumnya cuma 1 orang dengan motornya sedang melintas ke jembatan itu.

“Tetapi ketika di cek di kamera ternyata tidak orang melainkan sosok hitam yang berada di ujung jembatan", tutur Aki Udin.

Masih kisah Aki Udin, ini pun sama kejadiannya malam hari, saat itu ada enam orang sedang melakukan ronda malam, tiba-tiba saja ke enam orang itu mendengar ada suara kereta yang suaranya sangat dekat sekali tetapi setelah diteliti keretanya tidak ada.

Keesokan harinya ke enam orang tersebut sakit hingga berminggu-minggu,  dan stelah beberapa lama RT setempat berinisiatif mengundang paranormal, tetapi tidak ada satupun yang berani.

“Menurut cerita yang bberkembang dari mulut ke mulut, memang jembatan itu sangat angker, konon dahulunya pernah ada yang bunuh diri pada malah pada jaman penjajahan dulu jembatan Cirahong kerap jadi tempat penyiksaan yang dilakukan para penjajah hingga banyak menimbulkan korban. “tutur Aki udin.

 Walau banyak dikenal angker dengan cerita misterinya, namun keberadaan jembatan Cirahong sangat dibutuhkan masyarakat sebagai alat transportasi dari Tasikmalaya ke Ciamis atau sebaliknya.

Jembatan Cirahong merupakan jalur alternatif yang menghubungkan dua kabupaten,Tasikmalaya dan Ciamis dan  merupakan satu-satunya jembatan peninggalan kolonial Belanda di Kabupaten Ciamis.

“Jembatan Cirahong yang terbentang di atas sungai Citanduy dengan ketingian 66 meter ini dibangun tahun 1893,” terang aki Udin.

Menurut Aki udin, sejak jaman dulu hingga sekarang, Jembatan Cirahong dengan Nomor BH 1290 ini dijaga oleh pemuda warga dari dua desa. (Desa Penyingkiran Kabupaten Ciamis dan warga Desa Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya).

“Di ujung timur oleh pemuda Desa Panyingkiranm dan ujung selatan oleh pemuda Desa manonjaya. “jelas Aki Udin lagi.

Dan setiap kendaraan yang melintas harus  mengantri karena lebar jembatan hanya bisa dilalui  satu kendaraan jenis min bus kecil. Dan para pengendara biasanya akan memberikan uang  seikhlasnya kepada para penjaga yang dengan sukarela mengatur perjalanan antara kendaraan yang melintas dari timur dan selatan, begitu juga sebaliknya.

Menurut salah seorang petugas jaga Jembatan Cirahong, Ujang (45), meski hanya uang recehan yang diberikan para pengendara, tetapi cukup lumayan karena setiap harinya tidak kurang seratus kendaraan yang melintas.

“Ada ratusan roda emapt dan dua setiao harinya yang melintas ke sini. “kata Ujang.

Sementara uang yang dihasilkan dari pemberian para pengendara, menurut Ujang, setiap harinya akan dibagi dua dengan petugas di ujung jembatan lainnya.

“Tentu saja lumayan, apalagi bila musim lebaran atau tahun baru tiba, karena akan lebih banyak kendaraan yang lewat ke sini, dan sebagian hasil dari jembatan ini kami setorkan ke kas karang taruna desa kami masing-masing untuk kebutuhan saat ada kegiatan di desa dan juga untuk biaya perbaikan balok kayu jembatan.", tandasnya.  AGE

"SAVE UNCAL" ALA HOTEL HORISON PALMA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Berbagai upaya pelestarian alam berikut suaka satwa di dalamnya menjadi perhatian masyarakat, baik secara perorangan atau komunitas . seperti yang dilakukan Hotel Horison di pantai barat Pangandaran pada rangkaian acara Horison Palma Pangandaran 1 st Anniversary .(22/4).

Berangkat dari perasaan miris melihat gerombolan rusa yang mencari makan di tempat-tempat sampah hingga punya insiatif, kenapa tidak memberi makan yang sehat untuk hewan-hewan tersebut.

“Kami sungguh miris melihat beberapa ekor rusa mengais-ngais makanan di tong sampah. “ungkap General Manager Hotel Horison Palma Pangandaran, Ferry.

Menurut Ferry, pihaknya juga banyak menerima keluhan dari beberapa tamu hotel yang merasa kasihan melihat kehidupan rusa di luar kawasan.  Sehingga ahirnya menejmen hotel punya inisiatif untuk menyediakan makanan beruopa sayur-sayuran jika ada wisatawan berniat memberi makan rusa-rusa tersebut.

“Kami juga kordinasi dengan pihak BKSDA. “imbuh Ferry.

Selain memberi sayuran makanan yang mirip pakan aslinya di hutan, menurut Ferry, pihaknya pun berniat memberi nilai-nilai edukasi pada wisatawan tentang keberadaan satwa yang ada di kawasan BKSDA Cagar Alam Pangandaran, khususnya rusa.

Sementara Sales marketing Manager Hotel Horison Palma Pangandaran,  Maharani, menambahkan, pada gelaran Horison Palma Pangandaran 1 st Anniversary selain “save uncal” dalam gelaran 1 tahun Hotel Horison juga digelar beberapa even seperti, Odong-odong sehat, Donor darah dan kegiatan sosial lainnya.

“Kami juga ingin berkontribusi pada dunia pariwisata sebagai visi-misi Kabupaten Pangandaran, wisata yang mendunia. “kata Rani sapaan akrab Maharani. (hiek)

IRWANSYAH JABAT KETUA FKPPI PANGANDARAN PERIODE 2017-2022 ADANG HADARI: “ANGGOTA FKPPI HARUS BERKEPRIBADIAN PANCASILA..”

PANGANDARAN - Acara pelantikan Pengurus Cabang X. 29 FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri ) Kabupaten Pangandaran yang bertempat di Hotel Surya Pesona (22/4). Selain dihadiri pengurus baru Pangandaran, acara tersebut pu turut dihadiri Ketua FKPPI Jawa Barat, Yana Soepardjo, Wakil Bupati,  H. Adang Hadari, Wakil Ketua DPRD, M. Taufik dan Sekda kabupaten Pangandaranm, para Danramil , para ketua ormas dan kepolisian yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya, Ketua FKPPI Jabar, Yana Soeparjo menyampaikan, semua pengurus baru FKPPI Kabupaten Pangandaran periode 2017-2022 yang baru saja dilantik diharapkan bisa menjalankan tugas dengan baik dan selalu solid dengan sesama anggota.

 "Kita anak anak TNI – Polri, sebagai penerus perjuangan orang tua kita yang berjuang membela negeri ini, untuk itu kita harus senantiasa menjaga kedaulatan NKRI, karena kedepannya sudah pasti banyak tantangan yang harus dihadapi. “kata Yana.

dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, lanjut Yana,  di satu sisi menjadi bentuk kemajuan zaman pada era modernisasi dan globalisasi, sementara di sisi lainnya pasti ada juga dampak negatifnya. Oleh karena itu pandai-pandailah kita dalam menyikapi kemajuan teknologi dan informasi ini.

“Dan saya atas nama pengurus FKPPI Jabar Yana juga mengucapkan selamat buat ketua FKPPI Kabupaten Pangandaran yang baru dilantik, kepada saudara Irwansyah selamat bertugas semoga FKPPI di Pangandaran bisa memberikan yang terbaik buat kita semua masyarakat kabupaten Pangandaran, “ tambahnya.

Sementara Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam sambutannya mengapresiasi  kegiatan KB FKPPI dalam acara pelantikan kepengurusan ini yang bisa dihadiri sekitar 250 anggota se kabupaten Pangandaran.

"Semoga saja FKPPI ke depannya bisa lebih mengutamakan solidaritas  sesama anggota,  seperti kita ketahui FKPPI yang beranggotakan putra putri purnawirawan dan TNI-POLRI mempunyai tujuan menghimpun dan menjadikan manusia yang berkepribadian pancasila dan berbudi luhur, sehingga ke depan bisa tercipta kader pemimpin yang cerdas, solid dan setia pada negara kesatuan Republik Indonesia", kata Adang.

Adang menambahkan, semua tentunya mempunyai tanggung jawab yang sama pada apa yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini. Indonesia adalah negara Pancasila, dan semua elemen wajib mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila itu di dalam kehidupan masyarakat yang heterogen, yang plural.

Dan Kabuoaten Pangandaran sebagai Daerah Otonomi Baru ( DOB), lanjut Adang, saat ini sedang giat-gitanya membangun, sehingga diperlukan kaum muda yang kreatif, inovatif dan punya potensi untuk bisa turut serta baik dari pemikiran atau kerja nyata untuk bersama sama membangun Pangandaran.

“Diharapkan KB FKPPI bisa bergandeng tangan dengan pemerintah dalam mewujudkan cita cita kita semua sebagai kota wisata yang mendunia", pungkas Adang.  (AGE).

KADUS SENTUL BANTAH LAKUKAN PERSELINGKUHAN, JUMADI: "SILAHKAN BUKTIKAN ..."

PADAHERANG-Puluhan warga Dusun Sentul Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran tampak memadati ruangan kantor Desa, warga menuntut pemberhentian kepala Dusun Sentul yang di duga melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap salah seorang warganya.(17/4).

Menurut warga, moralitas kepala dusun tidak bisa memberikan contoh yang baik terhadap masyarakatnya  kini berbuah tuntutan pemberhentian dari jabatannya sebagai kepala dusun.

Upaya Musyawarah Desa ini pun digelar dengan dihadiri Camat Padaherang, Endang Hidayat, SH, Kepala Desa Sukanagaram,Tarso, Ka Polsek, Danramil, Tokoh agama, masyarakat, pemuda dusun sentul.
Dikatakan ketua Porum Peduli Mayarakat Dusun Sentul, Rosidin, masalah ini sangat sensitif karena menyangkut moral dan etika seorang pejabat.

“Kami atas nama warga, berharap Sodara Jumadi segera diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala dusun Sentul. “tegas Rosidin.

Dikatakan Rosidin, awal mula permasalahan saat kepala Dusun Sentul, Jumadi tertangkap basah oleh Juman warga Rt 07 Rw 02 sedang berduaan dengan isterinya,Warni

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Camat Padaherang, Endang Hidayat menyampaikan, ia sangat menanggapi apa yang menjadi permasalahan di Dusun Sentul ini dan pihakinya juga secara resmi menerima segala spirasi yang datang dari warga dusun Sentul.

“Tapi dalam hal ini kami pun harus memusawarhakan dulu dengan pemerintahan desa dan BPD Sukanagara. “ungkap Endang.

Sementara dikatakan Kepala Desa dan Ketua BPD, Joni Sarjono, pihaknya menerima dan menyetujui aspirasi warga dan akan segera menindak lanjutinya.

“Secepatnya akan kami tindak agar permasalahnnya tidak berlarut-larut. “kata Joni.

sementara ditemui secara terpisah, Kepala Dusun Sentul, Jumadi membantah keras apa yang selama ini dituduhkan warganya dan ia mengatakan, silahkan saja kalau memang ada bukti bahwa semua yang dituduhkan padanya itu benar.

"Silahkan buktikan jika memang saya melakukan apa yang dituduhkan warga pada saya itu. "tantang Jumadi.

Jumadi pun bersikeras, ia tidak akan membuat surat pengunduran diri, karena memang ia tidak merasa bersalah.

"Tuduhan perselingkuhan yang dituduhkan ke saya, semuanya itu bohong. "tegas Jumadi. (Toni T)

BUPATI BUKA LAUNCHING RPP PANGANDARAN

PARIGI-Walau dengan keterbatasan launching Rumah Pintar Pemilu (RPP) di Sekretariat KPU Kabupaten Pangandaran bisa berjalan dengan lancar. 

Demikian disampaikan ketua KPUD Pangandaran, Wiyono Budi dalam sambutannya dalam  acara louncing RPP di sekretariat KPUD Pangandaran, Desa Cibenda Kecamatan Parigi Dalam yang dihadiri Ketua KPU Prov. Jabar Dr H. Yayat Hidayat, M.Si, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Kikim Tarkim, S.Ag M.Si, Para Kepala SKPD. Muspika Kecamatan Parigi, Ketua Parpol se-Kab Pangandaran, Perwakilan Siswa/i SMA/SMK/MA se-Kab Pangandaran serta tamu undangan lainnya.

“Ada juga yang mengatakan RPP sebagai rumah demokrasi. “ungkap Budi.(20/4).

Budi juga sempat berseloroh, RPP merupakan kepanjangan rumah pindah-pindah, karena dalam waktu yang relatip sebentar gedung KPUD Pangandaran sudah tiga kali pindah dari kontrakan satu ke kontrakan lainnya.

“Ini memang sedikit mengganggu kinerja kami, “ungkapnya lagi.

Budi pun berharap di tempatnya yang baru, RPP hadir untuk bisa meningkatkan cara berpolitik yang demokratis sehingga semakin hari tingkat partisipasi jumlah pemilih akan terus meningkat.

“RPP juga kami dedikasikan sebagai tempat edukasi masyarakat pada pemahaman demokrasi dalam pemilu. “kata Budi.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan,  sukses meningkatnya pertisipasi masyarakat dalam pemilu sangat membutuhkan sinergisitas dan tentunya dengan banyaknya variabel.

Menurut Jeje, yang  tidak  kalah penting adanya kemampuan berintegritas antara RPP dengan masyarakat dan para pemilih pemula agar pada pelaksanaan pilkades, pemilu,  pilbub dan lainnya bisa berjalan dengan demokratis.

“Terkait seringnya pindah sekretariat KPUD, memang sedang musimnya, kami belum memikirkan pembangunan gedung perkantoran karena saat ini kami masih fokus membangun insfrastruktur, pendidikan, kesehatan dan penataan kawasan wisata. “kata Jeje.

Masih di tempat yang sama, Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat menyampaikan  terimakasih, karena peresmian RPP di 27 Kabupaten/Kota di Jabar baru kali ini lengkap dihadiri  Bupati dan Wakil Bupati.

“Mudah-mudahan ini sebagai permulaan yang baik untuk pangandaran. “ungkap Yayat.

Dikatakan Yayat, Kabupatan Pangandaran bisa mengejar untuk mensejajar diri dengan Kabupaten/Kota lain, karena pemkab Pangandaran memiliki komitmen yang kuat untuk itu.

“KPUD Pangandaran dengan usianya yang baru satu tahun tapi mampu mengalahkan KPUD lainnya di Jawa Barat dengan penghitungan suara yang baik dan cepat dalam menyelenggarakan pilkada dan telah melaksanakan tugasnya dengan baik serta berhasil melakukan estapet pelimpahan tugas dari KPU Ciamis, ” Jelas nya. (hiek)

SEKOLAH ABAIKAN SE KEMENDIKBUD NOMER 1356 TAHUN 2016, MASIH MARAK PUNGUTAN UNBK SMPN- SMAN DI KABUPATEN CIAMIS

CIAMIS-Ujian Negara Berbasis Komputer (UNBK) kebijakan pemerintah untuk dunia pendidikan dirasakan sangat memberatkan siswa. Pasalnya, selain siswa harus bisa menyelesaikan soal-soal untuk kelulusannya, ia pun harus diberatkan dengan biaya yang harus dibayar untuk mengikuti UNBK ini.

Seperti yang terjadi pada sekolah di Kabupaten Ciamis, siswa yang akan mengikuti UNBK harus membayar antara Rp 300 ribu, Rp400 ribu hingga Rp 600 ribu.

Hasil Penelusuran media di beberapa SMPN dan SMAN di Kabupaten Ciamis, yang mengadakan pungutan untuk UNBK, diperoleh keterangan pula, ini merupakan salah satu kesepakatan dari wali murid yang tergabung dalam komite sekolah.

Menurut informasi di lapangan, hal ini dilakukan dengan alasan untuk memajukan pendidikan, karena pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah saja tapi masyarakat pun harus bisa ambil peran di dalamnya.

"Memajukan dunia pendidikan tidak saja tanggung jawab pemerintah tapi harus ada peran orang tua siswa dan masyarakat. "kata salah satu kepala sekolah yang tak mau di sebutkan namanya.

Padahal sudah jelas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Surat Edaran (SE) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud nomor 1356/H/TU/2016  tertanggal 5 Februari 2016 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Sekolah pelaksana UN, dan orangtua dan siswa peserta UN seluruh Indonesia, yang isinya tentang pelarangan pungutan terkait pelaksanaan UNBK.

Surat Edaran yang ditandatangani Kabalitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno yang terdiri dari lima butir ini pun terbit terkait karena adanya beberapa laporan ke Kemendikbud tentang adanya pungutan yang dibebankan kepada orangtua siswa dengan alasan untuk menyewa/membeli komputer untuk mengikuti UNBK.

Kelima butir isi dalam Surat edaran tersebut antara lain, pertama, UNBK hanya diselenggarakan pada sekolah yang sudah siap baik dari segi infrastruktur maupun SDM per November 2015. Infrastruktur sejauh mungkin memanfaatkan laboratorium komputer yang ada di sekolah.

Kedua, sekolah calon penyelenggara UNBK dilarang memberatkan dan/atau membebani pihak-pihak selain sekolah (termasuk membebani orangtua siswa dengan pungutan dan semacamnya) untuk membeli dan/atau menyewa komputer demi kepentingan pelaksanaan UNBK.

Ketiga, bagi sekolah yang terbukti melanggar ketentuan ini akan dikeluarkan dari daftar sekolah pelaksana UNBK pada tahun 2016 dan harus melaksanakan UN berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Keempat, Sekolah yang tidak bisa memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan BSNP Nomor 0034/P/BSNP/XII/2015 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2015/2016 harus mengundurkan diri dari UNBK dan mengikuti UN berbasis kertas dan pensil dengan batas waktu pengunduran diri tanggal 15 Februari 2016 dan kelima, pihak manapun yang menemukan pemaksaan penerapan UNBK harap melaporkan secara tertulis kepada Pusat Penilaian Pendidikan, Kemendikbud, melalui e-mail, surat, atau SMS. E.mail ke alamat cbt.puspendik@kemdikbud.go.id dan pengaduan@kemdikbud.go.id. (Budi S ).

HATI-HATI ! PENIPUAN MODUS BARU, BERDALIH MEMBERI IMBALAN MEMINTA NOMER REKENING

PADAHERANG-Warga masyarakat diharap bisa lebih berhati-hati dengan aksi kejahatan penipuan, karena sekarang ada modus baru jenis kejahatan ini. Seperti yang dialami salah seorang warga kecamatan Padaherang, Tatang yang akrab dipanggil Kontrek yang sehari-hari berjualan kopi dan rokok eceran di depan lapang Silawangsa Padaherang.

Tatang sempat bingung, saat dirinya menemukan sebuah amplop warna coklat bertuliskan surat-surat berharga dan cek bank Panin dengan nilai Rp 4,5 milkyar dari PT Surya Wira Agrah yang beralamat di jalan Jenderal Ahmad Yani no 11.12 Bontang Kalimantan Timur. 

Seperti yang dituturkan Tatang, di dalam amplop warna coklat tersebut juga ditemukan dua lkembar surat berharga,  surat dari Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kantor Pertanahan Kabupaten Bontang dan satunya lagi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, semua surat-surat tersebut atas nama Drs.H Sutoro.SE dengan alamat lengkapnya.

“Awalnya surat tersebut saya temukan tergeletak tidak jauh dari roda tempat jualan saya. “terang Tata.(18/4).
Dan untuk memastikan pemilik serta alamat sesuai yang tertera di surat-surat tersebut, menurut Tatang, ia pun menghubungi pemilik amplop itu pada nomor celuller yang tertera di surat-surat berharga tersebut.

“Setelah saya telpon dengan nomer 082 111 188 053, ternyata benar yang menerima telpon saya bapak Sutoro dan berlamat persis seperti yang tertulis di surat-surat dalam amplop coklat itu. “ imbuh Tatang.

Karena merasa ditolong, masih cerita Tatang, Sutoro pun menawarkan imbalan sebesar Rp 125 juta apabila amplop tersebut bisa dikembalikan lewat paket.

“Ia pun meminta nomer rekening bank saya karena katanya hari itu juga ia akan mentransfer pada saya. “kata Tatang.

Tapi yang diherankan Tatang, dalam percakapan di telpon, katanya rekening Tatang harus ada saldo Rp 2,5 juta.

Tatang pun mulai curiga dfan mengatakan, dalam rekeningnya tidak ada uang sejumlah itu, dan dengan nada memaksa orang yang mengaku bernama Sutoro itu malkah menyuruh Tatang untuk menggunakan rekening sodaranya atau siapa saja asal ada saldo sebesar Rp 2,5 juta dengan dalih jika tidak ada saldo sejumlah itu, maka imbalan pun tidak bisa terkirim.

“Saya pun langsungn sadar bahwa ini penipuan sehingga saya pun tidak memenuhi permintaanya. “kata Tatang lagi.

Dengan kejadian yang dialaminya itu, Tatang pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati bila menemukan kejadian seperti yang dialaminya.

“jelas-jelas ini ini penipuan dengan modus baru. “ungkap Tatang. (Isis Koswara).

MELALUI KBM, SDN 1 RANCAH CIPTAKAN SISWA BERPRESTASI

KAB CIAMIS-Dengan menerapkan disiplin tinggi terhadap anak didik dan guru di lingkungan sekolah, yang membuat betapa pentingnya mendidik anak di bangku sekolah dalam rangka menuntut ilmu dan semua itu harus disertai adanya dukungan dari berbagai elemen baik dari pemerintah atau  masyarakat karena tanpa ada dukungan dari berbagai pihak, kegiatan belajar mengajar tidak akan sukses.

Demikian dikatakan Kepala SD Negeri 1 Rancah Kabupaten Ciamis, Sarsa S.Pd, MM, mengatakan saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(18/4).

“Alhamdullilah, di SDN 1 RANCAH semua program sekolah bisa berjalan sesuai keinginan karena kami semua pihak pendidik selalu bekerja keras dalam menerapkan materi pendidikan,sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Sarsa. (18/4).

Dikatakan Sarsa, salah satu siswanya, Djaudza Djiyya Muhammad kelas V bisa menorehkan prestasi terpilih menjadi siswa berprestasi di tingkat kabupaten tahun 2017.

“Dan drum band sekolah kami pun selalu tampil dalam berbagai kegiatan di lingkup UPTD UPTD Pendidikan Kecamatan Rancah. “terang Sarsa. 

Selain itu, masih kata Sarsa, PKBM di lingkungan sekolah terus ditingkatkan dengan menjungjung tinggi keharmonisasian antara siswa dan guru pendidik  dengan lebih mengoptimalkan dalam bidang pendidikan.

“Mudah-mudahan, SDN 1 Rancah bisa lebih maju dan berkembang  dengan sejumlah prestasi lainnya. “ungkap Sarsa. (Budi/Agus)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN