H. SURMAN; “GURU BOLOS AKAN DAPAT SANKSI..”

CIJULANG - Menyikapi banyaknya laporan terkait adanya guru yang sering tidak masuk kerja, menurut Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Pangandaran, yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu, Drs. H.Surman, M.Pd akan secepatnya memanggil guru tersebut.

H.Surman menjelaskan, kedisiplinan para tenaga pendidikan ini menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurut Surman, seperti dikatakan Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata, ia meminta agar para pelaku pendidikan seperti kepala sekolah, guru, penilik dan pengawas di tempat tugasnya masing-masing bisa meningkatkan disiplin kerja, terutama jam masuk kerja para guru.

Masih kata Surman, guru adalah pegawai istimewa yang memiliki dua identitas, pertama guru sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dengan jam masuk kerjanya telah di tetapkan sesuai aturan yang ada. Dan identitas kedua, sebagai pengajar dan pendidik yang bekerja sesuai jadwal yang telah disusun oleh sekolah.

"Hal ini bisa menimpa siapa saja, jangan pernah menganggap sepele kedisiplinan, karena ketika seorang pegawai terbukti melakukan pelanggaran kedisiplinan sanksi bagi mereka telah menunggu dari yang ringan, sedang, hingga berat sekalipun", kata Surman. (12/01).

Masih lanjut Surman, guru harus disiplin ketika ingin menumbuhkan sikap disiplin siswanya, seorang guru tidak boleh bolos supaya siswa-siswanya tidak bolos, guru harus sopan supaya siswa-siswanya ikut sopan.

“Intinya, budi pekerti seluruh warga sekolah harus tumbuh semuanya, jangan cuma pandai menasehati saja terhadap siswa, sedangkan guru nya itu sendiri tidak didisiplin, gimana mau percaya atau nurut para siswanya terhadap guru tersebut", imbuh Surman.

Menurut Surman, sekarang pihaknya sudah membuat team khusus untuk mengontrol kedisiplinan para guru/ tenaga pengajar yang melibatkan langsung para kepala sekolah dalam rangka meningkatkan disiplin kerja.

“Adapun sangsi yang akan diberikan bagi guru yang sering bolos, tahap pertama dengan pemanggilan langsung terhadap guru tersebut, bila masih tetap membolos status kerjanya akan ditarik ke Disdikpora atau ke BKD dan bila tetap saja tidak masuk mungkin kami akan menjatuhkan sanksi berat buat guru tersebut", ujar Surman.  (AGE)

JAJA NURULHUDA ; “INFRASTRUKTUR JALAN SALAH SATU PENUNJANG PARIWISATA ..”

CIJULANG - Warga Cijulang Kabupaten Pangandaran mengeluhkan infrastruktur jalan yang buruk, padahal jalan tersebut merupakan akses langsung ke Bandar Udara Nusawiru.

Menurut seorang warga,  H.Ayo Sahyo (65), jalan yang berada dilingkungan kota Kecamatan Cijulang kebanyakan sudah banyak yang berlubang sehingga jika terjadi hujan banyak air yang menggenang.
“Apalagi ini jalan di wilayah perkotaan Cijulang, rasanya kurang pas jika saat ini masih ditemukan infrastruktur jalan yang rusak", katanya. (13/01).

Ditambahkan Ayo lagi, akses jalan tersebut sangat digunakan kendaraan siang dan malam. Karena selain lokasi di lintasan jalan nasional, jalan ini pun langsung ke arah bandara dan daerah tepi jalan pun banyak dijadikan kantor pemerintahan sehingga jalan ini sangat ramai digunakan pengendara siang dan malam.

"Saat ini akses jalan tersebut sudah tidak representatif , seperti di sekitar kawasan Kalenwadas, Haurseah dan Ciwaru, karena di tempat tersebut ada kantor Dinas Dikpora, dinas kesehatan dan kantor Kecamatan Cijulang juga  di lokasi itu merupakan jalan penghubung dari setiap daerah", imbuhnya.

Hal senada dikatakan Agus Agol (44), jika pada tahun 2017 ini tidak juga diperbaiki, maka menurut Agus, ia dan reka-rekannya akan mengurug jalan itu dengan cabluk.
.
"Saya kadang heran, kenapa wakil rakyat asal dapil Cijulang tidak tanggap akan hal ini, mestinya sebagai wakil dari Cijulang serius memperhatikan ini jauh jauh hari", ungkapnya.

Kecamatan Cijulang, masih kata Agus, juga memiliki tempat wisata  cukang taneuh (grencanyon ), Pantai indah Batukaras dan destinasi wisata baru situ Cisamping yang punya kontribusi PAD dari sektor pariwisata untuk APBD kabupaten Pangandaran, sudah sepantasnya infrastruktur jalannya bagus dan memadai.

Ditemui di ruang kerjanya, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Jaja Nurulhuda, pihaknya akan segera mengevaluasi seluruh aset inprastruktur jalan yang ada Kabupaten Pangandaran.

“Kami baru melakukan pembenahan internal dan pemetaan perangkat, kedepan semoga tersusun aset jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten,” kata Jaja.

Jaja menambahkan, saat ini pihaknya akan mengoptimalkan tiga pilar penunjang pariwisata, diantaranya pemetaan Bandar udara, perhotelan dan infrastruktur pembangunan terutama akses jalan.

“Ke tiga aspek tersebut sangat erat kaitannya untuk menjadi penunjang kepariwisataan, kami harap seluruh stakeholder berpartisipasi dan memberikan dukungan pembangunan daerah agar tercapai visi dan misi Kabupaten Pangandaran sebagai pariwisata yang mendunia dan dinas kami akan lebih fokus pada point infrastruktur, ” pungkasnya. AGE)

GELIAT PEMBANGUNAN DESA SUKARESIK DALAM MUSRENBANG 2017

SIDAMULIH – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) merupakan forum perencanaan (program) yang dilaksanakan lembaga publik (pemerintah), baik pemerintah desa dan Kecamatan hingga Kabupaten.
Dalam pelaksanaannya, musrenbang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan program pembangunan yang ada di daerah pun bisa terukur.

Seperti yang dilaksanakan musrenbang tingkat desa di Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, (11/01), yang dihadiri langsung Camat Sidamulih, Dedi Rachman, S.sos, M.si.

Dalam sambutannya Dedi menjelaskan, pentingnya acara tahunan di tingkat desa ini dilaksanakan untuk menjaring aspirasi dari tingkat paling bawah, masyarakat, dalam  meningkatkan pembangunan di desanya.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2007, Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat RKP (Rencana Kerja Pembangunan-red) Desa, adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 tahun dan merupakan penjabaran dari RPJM Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutahirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa", jelasnya

Ditambahkan Dedi, setiap tahun pada bulan Januari biasanya di tingkat desa diselenggarakan musrenbang untuk Desa (RKP Desa),  penyusunan RKP Desa selalu diikuti dengan penyusunan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa).

“Karena suatu rencana program tanpa adanya ketersediaan anggaran sepertinya akan menjadi dokumen atau berkas belaka", tambahnya.

Kedua dokumen, menurut Dedi, ini tidak terpisahkan dan disusun berdasarkan musyawarah  mufakat. RKP dan APB Desa merupakan dokumen dan infomasi publik, jadi Pemerintah desa merupakan lembaga publik yang wajib menyampaikan informasi publik kepada warga masyarakatnya.
.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Sukaresik, Ikin Asikin serta seluruh kepala dusun menyambut antusias pelaksanaan musrenbang tahun 2017 untuk bisa meningkatkan pembangunan ekonomi Desa Sukaresik. (AGE).

MISTERI DEWI SITI SAMBOJA DAN PEMANDIAN RENGGANIS

PANGANDARAN - Goa Rengganis merupakan salah satu obyek wisata alam di Cagar Alam Pananjung masuk dalam kawasan BKSDA Pangandaran Jawa Barat. Konon, di tempat ini pada gua setinggi kurang lebih 3 meter, disitulah tempat Sendang Goa Rengganis.

Menurut salah satu versi, legenda tentang goa rengganis berawal dari sepasang kekasih bernama Dewi Siti Samboja dan Raden Anggalarang, karena perkawinan mereka tidak disetujui orangtua  Raden Anggalarang, maka mereka kabur dan mendirikan kerajaan di Pananjung.

"Seiring berjalannya waktu, kerajan yang mereka bangun pun tumbuh dan berkembang pesat. “ungkap Kepala Desa Pananjung, Dedi Hermawan mengawali cerita.

Dengan kekayaan dari hasil bumi yang berlimpah, rakyatnya pun menjadi makmur dan sejahtera. Namun justru karena kemakmuran tersebut akibatnya banyak kerajaan lain yang ingin menguasasi sehingga memicu terjadinya perebutan kekuasaan oleh orang-orang yang haus harta dan tahta.

“Termasuk seorang bajak laut dari seberang lautan yang dipimpin Kalasamudra, sehingga waktu itu pertempuran sengit pun tak bisa dihindari yang mengakibatkan bala tentara dari kedua belah pihak pun banyak yang tewas termasuk Raden Anggalarang terbunuh", paparnya.

Masih cerita Dedi, dalam situasi yng kacau, Dewi Siti Samboja melarikan diri dan menghilang tidak tahu rimbanya.

“Konon menurut cerita, Sang Dewi Siti Samboja moksa lepas dari ikatan dunia fana, hilang tanpa meninggalkan jejak dan jasadnya pun lenyap tidak berbekas. “tutur Dedi.

Dan masih menurut legenda,  peristiwa moksanya Dewi Siti Samboja yang bergelar Dewi Rengganis itu terjadi di telaga mata air tempat pemandian keluarga raja ini, di kawasan Cagar Alam Pananjung.

Dikisahkan juga, Dewi Rengganis merupakan salah satu putri pertama Eyang Argopuro, seorang petapa dari Desa Bagelen Purworejo Wonosobo yang mengembara ke Tatar Galuh pada abad 14 hingga abad 16.

Dalam kisahnya, Dewi Rengganis merupakan istri Raden Anggalarang yang pernah mendirikan Kerajaan Galuh Tanduran di daratan Pananjung, berdirinya kerajaan tersebut atas permintaan Raden Anggalarang kepada ayahnya Prabu Haurkuning salah satu raja di tanah Pajajaran waktu itu.

Raden Anggalarang sebetulnya tidak direstui untuk mendirikan Kerajaan Galuh Tanduran oleh ayahnya sebab di kawasan tersebut waktu itu masih hutan belantara dan banyak binatang buas, juga karakteristik masyarakat pendatangnya yang keras membuat Prabu Haurkuning setengah hati memberi izin kepada Raden Anggalarang.
Namun karena kasih sayang ayah kepada anaknya, Prabu Haurkuning pun mengizinkan Anggalarang mendirikan kerajaan Galuh Tanduran dengan ditemani Patih Kidang Pananjung.

“Tetapi Prabu Haurkuning saat itu mengatakan, kalau kerajaan yang akan didirikan Raden Anggalarang itu hanya bisa bertahan seumur jagung saja,” kata Dedi.

Setelah Raden Anggalarang dengan Patih Kidang Pananjung berhasil mendirikan kerajaan, Anggalarang akhirnya menikah dengan Dewi Rengganis.

Karena kecantikan Dewi Rengganis kala itu menjadi buah bibir di mana-mana, sehingga para Bajo atau bajak laut dari daerah Nusakambangan berniat jahat ingin merebut  Dewi Rengganis.
Sifat Bajo sangat jahat, tidak berprikemanusiaan dan selalu ingin menguasai hasil bumi masyarakat, baik hasil bumi dari daratan atau dari laut. Dengan berbagai cara dan upaya kala itu, akhirnya para Bajo berkali-kali berusaha menculik Dewi Rengganis dengan cara membunuh terlebih dulu Raden Anggalarang.

Tapi walau pun saat itu Raden Anggalarang terbunuh, upaya Bajo untuk menculik Dewi Rengganis tidak berhasil karena Dewi Rengganis selalu dilindungi Patih Kidang Pananjung.

“Saat dikejar oleh para bajo, Dewi Rengganis bersembunyi ke taman sari atau keputren yang merupakan salah satu taman Kerajaan Galuh Tanduran,” imbuh Dedi.

Dan di lokasi taman sari tersebut terdapat goa yang mengalir air, namun dengan kesaktian yang dimiliki Dewi Rengganis, ia bisa tembus ke dalam goa walau sepanjang lokasi goa itu merupakan sungai.

Setelah Dewi Rengganis masuk kedalam goa yang mengalir sungai tersebut, para Bajo tidak ada yang berani untuk masuk ke tempat itu dan akhirnya mengurungkan niat untuk menculik Dewi Rengganis.

“Sejak saat itulah, ketika Dewi Rengganis masuk ke goa itu tidak muncul lagi, beberapa tokoh supranatural berpendapat kalau Dewi Rengganis mengahilang atau tilem di tempat itu. Dan sejak kejadian itu juga goa tersebut dinamakan warga dengan nama Goa Rengganis. “kata warga Panannjung, Masruroh (52).

Seperti diketahui, Goa Rengganis tersebut memiliki panjang 125 meter dan lebar 2-3 meter dengan ketinggian sungai berpariatif dari mulai 2 meter hingga 13 meter dan berdiameter 13 meter.

Goa Rengganis diyakini oleh yang mempercayainya, sebagai tempat keramat dan airnya berkhasiat bisa mengakibatkan awet muda dan melancarkan jodoh, sehingga pada hari tertentu banyak orang yang sengaja mandi dengan harapan bisa awet muda dan dimudahkan mendapat jodoh.

“Hasil penelitian dan kajian ilmiah beberapa praktisi pendidikan menyatakan kalau air yang mengalir dari dalam Goa Rengganis memiliki kandungan MGCO3 yang dapat merapatkan atau memperkecil pori-pori kulit sehingga jika mandi menggunakan air tersebut sel kulit yang mati bisa hidup kembali dan segar,” pungkas Dedi Hermawan. (AGE).

KUNKER BUPATI-WAKIL BUPATI KE DINAS PARIWISATA PANGANDARAN. JEJE WIRADINTA : “SATGAS DAN ORMAS TIDAK BOLEH ADA DI TOL GATE….”

PANGANDARAN -  Banyak sekali kelebihan potensi alam yang dimiliki Kabupaten Pangandaran, namun sayang banyak juga kekurangan dalam pengelolaanya. Misalnya, masalah kebersihan, penataan warung-warung, penyewaan ban, kemacetan yang masih semrawut  terlihat di sepanjang pantai barat dan timur.  Perahu wisata yang terlalu banyak berlalu lalang juga akan sangat mengganggu wisatawan yang berenang, bermain pasir dan air.

Hal tersebut dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan Sekda, Mahmud, SH. MH saat melakukan kunjungan kerjanya ke Dinas Pariwisata  dan Kebudayaan di di gedung Touris Informasi Center (TIC) Pangandaran (11/1).

“Sebenarnya semua ini  bisa dikelola dan dikembangkan dengan baik oleh kita, salah satunya dengan cara mengedukasi penduduk sekitar serta para pedagang, tukang perahu dan semua pihak yang terkait untuk menjadikan wisata Pangandaran lebih baik dan nyaman bagi wisatawan. “kata Jeje.

Untuk mewujudkan pangandaran sebagai tujuan wisata dunia,menurut Jeje,  tidak salah jika pangandaran menyerap pelajaran apa yang dilakukan pemda Kabuoaten Badung bali dalam pengelolaan pantai Kuta. Antara lain, bagaimana untuk meningkatkan citra, kebersihan dan pengelolaan obyek wisata yang baik.

“Mulai tahun ini kita harus siap berbenah menata seluruh kawasan pariwisata Pangandaran. “kata Jeje lagi.

Untuk membuat Ruang terbuka Hijau (RTH), dengan anggaran Rp 16 milyar, beberapa bangunan seperti Pos Polantas, gedung TIC, Kantor PHRI, Bangunan MTS Negeri Pangandaran, Kios disebelah Selatan Pasar Pangandaran, Kantor Dispuhubkominfo dibongkar, kantor pendapatan hingga Puskesmas Pangandaran rencananya akan diratakan menjadi kawasan hijau sekaligus bisa menjadi etalase Pangandaran.

 “Kawasan Wisata Pantai barat dan timur pun akan dibenahi, pedagang, odong-odong, perahu pesiar, permainan air hingga pemberlakuan e-tiketing dan penyediaan jalur khusus untuk warga sekitar,”imbuhnya.

Menurutnya lagi, nantinya di dalam kawasan wisata tidak boleh ada wc di pinggir pantai, parkir liar atau pedagang keliling yang masuk ke pinggir pantai.

 “Sementara untuk hotel, restoran dan rumah tangga yang ada di kawasan pantai tidak diperbolehkan  membuang limbahnya ke laut dan jika ini dilanggar pemerintah akan bertindak tegas,”tegasnya.

Lebih jauh Jeje menjelaskan, di daerah Pamugaran juga akan dijadikan kampung kuliner dengan penambahan 13 lokasi usaha dan setelah itu tidak boleh ada penambahan lagi.

“Kalaupun ada penambahan penggunaan harim laut harus seizin pemda sebab untuk urusan harim laut tidak boleh sembarangan,”kata Jeje.

Dengan anggaran sekitar Rp 50 milyar nantinya akan dibangun  di 4 lokasi, eks Diskotik Meridian, pasar seni, Hotel Pananjung Sari dan eks Dinas Sosial Pemprop untuk relokasi ribuan PKL yang saat ini menempati harim laut.

“DED nya tinggal satu lokasi lagi yang belum selesai yaitu lokasi di pantai timur,  namun uangnya sebesar Rp. 44 miliar dari provinsi sudah turun artinya gubernur sudah menyetujui rencana tersebut,”terangnya.

Sedangkan Satgas Jaga Lembur juga akan difungsikan sesuai fungsinya sehingga satgas atau ormas lainnya tidak perlu lagi ada di tollgate menyusul diberlakukannya e-ticketing.

“Jika seluruh penataan ini selesai, artinya 90 persen persoalan prinsip pariwisata pangandaran selesai. “pungkas Jeje. (AGE)

KUNKER BUPATI-WAKIL BUPATI KE DISDIKPORA PANGANDARAN, JEJE WIRADINATA: “PENGALAMAN LALU BISA DIJADIKAN CERMIN…”

CIJULANG-Dalam pelantikan pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Pangandran awal tahun lalu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga pejabatnya merupakan wajah baru, hampir 70 % lebih PNS baru menggantikan pejabat lama termasuk Kepala Dinas dan Sekretaris Dinasnya.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat melakukan kunjungan kerjanya ke Disdikpora bertempat di aula dinas.(12/1)

“Saya tidak mau ke depan dirubah lagi. “Ungkap Jeje.

Jeje menambahkan, pengalaman yang sudah-sudah diharapkan bisa menjadi cermin untuk bekerja lebih baik lagi. Tanggungjawab moral sebagai dinas yang akan mencerdaskan anak didik di Pangandaran harus menjadi acuan kinerja ke depan.

“Sebab maju mundurnya dunia pendidikan di Kabupaten Pangandaran ada di dinas ini. “imbuh Jeje.

2900 PNS yang ada di lingkup pendidikan, lebih 75 % dari jumlah PNS yang ada di Kabupaten Pangandaran merupakan tenaga yang akan berkontribusi langsung pada dunia pendidikan.

Jeje juga mengatakan, ia dan Wakil Bupati tidak bisa berbuat banyak untuk memajukan pangandaran tanpa dukungan Perangkat Daerah (PD) yang berdedikasi untuk kemajuan daerah.

“Ini penting, tanpa dukungan bapa-bapa saya dan pak wakil tentunya tidak bisa berbuat banyak untuk kemajuan pangandaran. “kata Jeje lagi.

Sementara Kepala Dinas Dikpora Pangandaran, Drs. H. Surman, M.Pd menyampaikan, hendaknya  biusa bekerja dengan didasari keikhlasan.

“Guru harus bisa bagaimana cara mendidik dan bagaimana cara mengajar. “tutur Surman. (hiek)

GELAR SILATURAHMI BUDAYA - PASTAPA NUSANTARA, NGAGUAR UGA GALUH PAKUAN PAJAJARAN

CIJULANG - Dalam rangka mengembangkan budaya tanah leluhur tatar pasundan, beberapa tokoh budayawan mendirikan Paguyuban Spiritualis Tatar Pasundan (Pastapa) Nusantara, dengan ketua R.Hj. Sonnia Suma Dikarta ( pituin Cijulang) sebagai pupuhu agung dan Irjen.pol.Anton Charliyan ( Kapolda Jabar ), pituin Sukapura ditunjuk jadi Pembina.

Menurut Sonnia, tujuan utama dibentuk Pastapa Nusantara, untuk melestarikan budaya leluhur daerah Jawa Barat, dikarenakan selama ini dikhawatirkan kebudayaan tersebut akan terjadi pergeseran atau malah punah karena dampak dari merebaknya ideologi modernisasi dan budaya asing yang buisa mengakibatjkan masyarakat melupakan sejarah leluhurnya. Banyaknya ragam budaya khususnya di Jawa Barat ini dinilai harus bisa dikembangkan dan dirawat agar bisa mencerminkan watak dan karakter asli tatar Pasundan.

"Seiring berkembangnya kemajuan tekhnologi saat ini, kita pun harus bisa menjaga keutuhan dan melestarikan budaya sebagai ujung tombak dalam kemajuan daerah khususnya Jawa Barat atau yang biasa kita sebut Galuh Pakuan Pajajaran", jelasnya.(3/12).

Pastapa Nusantara sendiri, menueurt Sonnia,  memiliki niat untuk membangun kembali kebudayaan leluhur yang saat ini mulai terlupakan, karena mungkin saja saat ini banyak pejabat yang mengutamakan budaya politik dengan tujuan hanya untuk obsesi pribadi untuk mengejar kekuasaan. 

“Padahal budaya politik tersebut sangat kecil bila dibanding dengan budaya seni leluhur kita yang berkarakter luhur sebagai cikal bakal berdirinya suatu daerah", ungkapnya.

Ditambahkan Sonnia, untuk Dayeuh Pangandaran khususnya, sebagai kota pariwisata hendaknya lebih paham pada sejarahnya sendiri dan sekaligus harus bisa melestarikan budaya tersebut.

“Saya yakin, setiap kecamatan di pangandaran pasti memiliki budaya leluhur masing masing, dan itu jangan sampai kita lupakan, “ tambahnya.

Sonnia pun berharap, masyarakat dayeuh Pangandaran hendaknya tetap memiliki karakter budaya sendiuri.

Insyaalloh, tanggal 14, 15 Januari mendatang kami bersama rengrengan Pastapa Nusantara akan melaksanakan  silaturahmi dalam rangka ngaguar uga galuh pakuan pajajaran bertempat di padepokan Pasulukan loka Sumadikarta di Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang. ”pungkasnya ( AGE).

RATUSAN PNS PEMKAB PANGANDARN IKUTI MUTASI DAN PROMOSI JABATAN - JEJE WIRADINATA: “DISDIK, HAMPIR 90 % ADA PEROMBAKAN..”

PARIGI-Sejak dilantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, tanggal 17 Pebruari 2016, untuk pertama kalinya pemerintahan dibawah pimpinan Bupati-Wakil Bupati definitif melakukan mutasi di tubuh jajaran pemerintahan Pangandaran.

Bertempat di halaman aula setda (3/1), sekitar 450 PNS mulai eselon II hingga IV mengikuti acara mutasi dan promosi yang dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata serta disaksikan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, ketua DPRD, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, pimpinan dan anggota DPRD dan tamu undangan lainnya.

Usai pelantikan, kepada awak media, Jeje mengatakan, seluruh PNS yang dilantik sudah melalui pengkajian panjang. Berdasarkan keahlian, profesonalisme dan dedikasi kerja merupakan rangkaian panjang melalui sebuah proses pengkajian  yang matang.

“Mungkin ini tidak sempurna, tapi saya dan baperjakat sudah betul-betul bekerja keras serta menelaah hingga inilah hasilnya. “ungkap Jeje.

Ditambahkanj Jeje, sebenarnya ada beban moral yang harus dihadapi saat berjumpa dengan kolega, teman, saudara atau partai pendukung, tapi menurutnya, ia harus berkomitmen untuk tidak menjadikan hal-hal tersebut sebagai sebuah pertimbangan.

“Kepentingan masyarakat harus menjadi keniscayaan, sehingga pada prakteknya tidak ada pejabat pesanan, jua beli jabatan atau hal-hal yang mengarah kesitu. “imbuhnya.

Jeje juga mengatakan, jika pihaknya sekarang merombak hampir 90 % Dinas Pendidikan, karena memang ia ingin melihat di tubuh Disdik ada penyegaran.

“Sekali lagi saya katakana, jabatan itu bukan hak tapi kepercayaan pimpinan. “jelas Jeje.

Jeje menambahkan, satu bulan ke depan mungkin ada pengukuhan kembali dan 4 bulan ke depan banyak eselon IIIB yang kosong karena pensiun. (hiek).

INI AKIBAT KETELEDORAN BRI UNIT BOJONG ? DANA BSM SMK KABUPATEN PANGANDARAN RAIB

PANGANDARAN-Bantuan Siswa Miskin (BSM) sejatinya program pemerintah yang dikhususkan bagi siswa miskinagar tetap memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran dan mendukung program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (WAJAR DIKDAS).

Disayangkan, program mulia tersebut  pada beberapa SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ) di Kabupaten Pangandaran, yang semestinya bulan Oktober 2016 tahun lalu, siswa/siswi sudah harus sudah menerima BSM tersebut, terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, uang bantuan pendidikan tersebut raib digondol oknum sukwan pegawai SMK berinisial DD.

Dengan cara memalsukan sejumlah dokumen termasuk surat kuasa dari tiap-tiap SMK sebagai syarat pencairan program tersebut, DD berhasil mengelabui petugas BRI Unit Bojong Cabang Banjar untuk menarik uang tunai di bank milik BUMN tersebut.

 Menurut salah satu Kepala SMK yang tidak mau ditulis identitasnya, diperkirakan DD berhasil membawa uang BSM hingga nilai ratusan juta. Dan diperkirakan setelah berhasil membawa uang tersebut dan hingga saat ini keberadaan DD tidak diketahui.

"Saat saya mau mencairkan BSM di BRI unit Bojong di Desa Cibenda yang ditunjuk tempat pencairan BSM tersebut, saya kaget dan merasa terpukul karena ternyata uang tersebut sudah dicairkan oknum pegawai SMK berinisial DD. “terangnya. (5/12).

Setelah ditelusuri lebih jauh, lanjutnya, ternyata SMK lain pun bernasib sama, BSM dengan nilainya Rp.500 ribu hingga Rp.1 jt per siswa, sudah diambil DD.

“Yang membuat saya heran kok pihak bank bisa semudah itu, padahal dokumen itu jelas kelihatan sekali dipalsukan baik dari tanda tangan kepala sekolah maupun photo copy KTPnya", terangnya.

Tidak berlebihan jika ia pun merasa curiga, jangan-jangan ini memang ada kerjasama antara BRI unit Bojong dengan DD atau hanya kekurang hati-hatian dan keteledoran petugas bank tersebut.

"Pokoknya kalau sampai akhir desember tahun ini tidak ada penggantian dari pihak bank, kami akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan melaporkan semua kejadian yang menimpa SMK ke pihak berwajib." “tergasnya lagi.

Sementara menurut informasi terakhir, Kabid Dikmen Disdikbudpora Pangandaran, DR. H. Sobirin, S.Pd, M.Pd, pihak BRI sudah mengganti kerugian uang yang hilang tersebut secara bertahap.(AGE).

WALAU TERJEPBAK MACET LALU LINTAS TAHUN BARU PENGUNJUNG PANGANDARAN MENGAKU TETAP PUAS

PANGANDARAN-Sejumlah pengunjung obyek wisata pangandaran mengaku puas bisa merayakan malam pergantian tahun di pangandaran dengan suguhan pesta kembang api di atas langit pesisir pantai.

Seperti dikatakan pengunjung asal Banjaran, Asep Darma (29), ia dan 8 temannya dengan mengendari dua mobil, memang sudah direncanakan sejak jauh hari untuk menyambut malam tahun baru 2017 di Pangandaran. 

“Pokoknya seru, kami benar-benar bisa merasakan suasana malam pergantian tahun dengan gembira. “ujarnya pada PNews saat ia terjebak macet arus balik di depan terminal Pangandaran.(1/1).

Menurut Asep, sebenarnya ada dua tempat yang ia dan teman-temannya pilih untuk tahun baruan kali ini,  keliling Kota Bandung atau ke Pangandaran.

“Akhirnya saya dan teman-teman memilih ke pangandaran, “terangnya.

Ditambahkan Asep, bukannya tidak khawatir akan terjebak macet, tapi menurutnya, sekarang macet pasti terjadi dimana-mana, apalagi di tempat-tempat yang menjadi tujuan orang-orang merayakan tahun baru.

“Jadi walau sudah hampir 2 jam macet seperti sekarang, tetap kami merasa puas bisa merayakan tahun baru di pangandaran. “kata Asep lagi.

Sebenarnya, menurut Asep, ia dan teman-temannya tidak puas jika hanya satu malam saja mengunjungi Pangandaran, karena masih banyak obyek lain yang tidak sempat dikunjungi.

“Yah..mungkin lain waktu bisa kesini lagi sekalian mengunjungi obyek wisata lain yang ada di pangandaran. “ungkapnya. (hiek) 

YANA HENDRAYANA: “INI TANGGUNG JAWAB BERSAMA…”, JADIKAN HUTAN CAGAR ALAM PANANJUNG SEBAGAI DAERAH RESAPAN AIR,

PANGANDARAN-Mungkin tidak banyak masyarakat tahu, fungsi hutan lindung cagar Alam Pananjung begitu besar untuk kelangsungan hidup masyarakat di sekitar kawasan hutan. Dengan luas 34.321 hektar, hutan Cagar Alam Pananjung bisa menjadi sumber serapan air, sehingga sumur-sumur yang ada di rumah-rumah penduduk sekitar pesisir pantai pun bisa tawar. Cagar Alam Pananjung, sebagai kawasan hutan konservasi mempunyai fungsi sebagi pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Demikian dikatakan Kepala BKSDA Resort pangandaran, Yana Hendrayana saat ditemui PNews di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Sementara sumur-sumur yang ada di rumah penduduk pantai bojongsalawe parigi, rasanya  hambar. “terang Yana.

Hutan lindung, lanjut yana, dapat memberikan kehidupan dan menjamin kondisi pemenuhan kebutuhan lingkungan secara utuh karena pepohonan yang ada di hutan lindung mampu memproduksi oksigen dalam jumlah besar yang dibutuhkan masyarakat sekitar.

“Dengan tetap terjaganya kawasan hutan, maka jumlah dan kualitas air pun akan tetap terjaga bagi kehidupan masyarakat di sekitar kawasan. “imbuh Yana.

Sebagai tempat resapan air, menurut Yana, hutan merupakan daerah penahan air yang efektif. Banyaknya lapisan humus yang berpori-pori, banyak akar yang berfungsi menahan tanah, mengoptimalkan fungsi hutan sebagai area penahan dan resapan air. Namun  jika fungsin hutan rusak, maka bisa menyebabkan terganggunya fungsi hutan sebagai penahan air dan habitat sekitar hutan yang berakibat sewaktu-waktu bisa ditenggelamkan banjir.

“Kerusakan hutan akan membuat fungsi hutan sebagai area resapan biusa terganggu yang akan mengakibatkan  kelangkaan air  bersih dan higienis atau air siap pakai. “jelas Yana lagi.

Kawasan Cagar Alam Pananjung wilayah BKSDA Pangandaran dengan luas Cagar Alam darat sekitar 452,3 hektar dan cagar alam laut 470 hektar, menurut Yana, diharapkan bisa menjadi tanggungjawab bersama dalam kelestariannya.

“Bayangkan, Cirebon yang tidak mempunyai kawasan hutan lindung, sumur  penduduk dalam radius 2 km dari bibir pantai, air sumurya terasa hambar. “imbuhnya.

Yana menambahkan, bukan hanya kawasan hutan, Cagar Alam laut pun dengan aneka biota laut dan terumbu karang harus tetap terjaga,nkarena karang mempunyai fungsi menahan abrasi dan kelestarian biota laut. (hiek)

RIBUAN WISATAWAN RAYAKAN MALAM TAHUN BARU DI PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Kemeriahan malam tahun baru 2017 di obyek wisata Pantai Pangandaran terasa begitu semarak. Ribuan bahkan jutaan pengunjung memadati setiap sudut tempat wisatawan bersuka ria menyambut tahun baru dengan suguhan pesta kembang api dari beberapa hotel di sepanjang pantai barat dan timur.

Nampak di pintu masuk tol gate, kendaraan yang didominasi roda dua pun harus antri memasuki kawasan wisata yang lebih terkonsentrasi di pantai barat.

Menurut salah seorang pengunjung asal jalan Holis Bandung, Ardi (34), ia dan teman-temannya menggunakan speda motor sengaja datang ke Pangandaran untuk merayakan malam pergantian tahun.

“Kami dengan 8 motor berboncengan sengaja berangkat lebih awal  sekitar jam 9 pagi, takut kecegat macet. “ungkapnya. (31/12).

Menurut Ardi dan teman-temannya, Pangandaran sudah begitu akrab dikenal hampir seluruh warga Bandung. Menurutnya, kebanyakan warga Bandung lebih memilih Pangandaran ketimbang liburan atau merayakan tahun baru ke puncak atau ke tempat lainnya.

“Kalau tidak di dalam kota bandung sendiri, ya pilihannya ke pangandaran. “imbuhnya.

Menurut Ardi, jarak dan waktu tempuh Bandung-Pangandaran pun relatif pendek dan aman dilalui baik dengan roda empat atau dua.

“Kalau bisa, jalan di lintasan hutan sebelum masuk pangandaran, ditambah lampu penerangan supaya tidak terlalu gelap. “kata Ardi. (hiek)

GEDUNG PUSKESMAS CIKANGKUNG JADI KEBANGGAN WARGA PANGANDARAN

SIDAMULIH-Belum genap satu tahun usia Pemerintahan Kabupaten Pangandaran dibawah Pimpinan Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati H. Adang Hadari, seakan berpacu dengan waktu merealisasikan program sesuai janji saat kampanye beberapa waktu lalu.

Paling tidak ada 4 program unggulan sebagai perioritas rencana kerja dibawah kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Depinitif Jeje-Adang. Infrastruktur, pariwisata, pendidikan dan kesehatan, merupakan program dengan skala perioritas dalam pelaksanaannya.

“Untuk sekarang anggaran kita pun terkonsentrasi ke 4 program tersebut. “ungkap Jeje. (28/12).

Jeje yang ditemui PNews di ruang kerjanya, lebih jauh mengatakan, untuk sektor kesehatan, tahun 2016, sekitar Rp. 3 milyar pemkab sudah membangun 2 Puskesmas di Kecamatan Parigi dan Sidamulih. Selain bangunan puskesmas yang bisa dikatakan mewah, untuk biaya kesehatannya pun gratis.

“Ditambah dengan sarana lainnya dan alat kesehatan, sekitar Rp. 9 milyar. “terang Jeje.

Jeje mengungkapkan, ia tidak mau melihat warganya sakit dirawat di puskesmas kecil dan  sempit dengan alat-alat kesehatan yang alakadarnya.

“Ini bertahap, tahun 2017 empat puskesmas lagi kita bangun. “imbuh Jeje.

Seperti diketahui, pembangunan puskesmas ini banyakmendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Seperti, Eka santosa saat menghadiri milangkala ke 4 mengatakan, baru pertama kali melihat di Jawa Barat, di Kabupaten Pangandaran ada puskesmas di tingkat kecamatan yang megah sekelas hotel berbintang.

Menuurut jeje, lain lagi yang dikatakan politikus Dede Yusuf, puskesmas yang ada di Kabupaten Pangandaran sama dengan Rumah Sakit tipe A.

“Hebat, pangandaran bisa membangun puskesmas di kecamatan semegah itu. “ujar Dede Yusuf yang ditirukan Jeje.

Sementara, salah seorang pengembang yang mengerjakan puskesmas Cikangkung Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih mengungkapkan kebanggaannya sebagai putra daerah sudah bisa mempersembahkan yang terbaik  untuk pangandaran. (hiek).


PERENCANAAN YG SALAH, REKANAN YANG NAKAL ATAU FAKTOR ALAM ? PENGERJAAN BEBERAPA RUAS JALAN ASAL-ASALAN

PARIGI-Menginjak usia 4 tahun, Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran terus berbenah. Pembangunan di segala sektor baik infrastruktur ataupoun Sumber Daya Manusia (SDM).

Puluhan bahkan ratusan milyar melalui APBD, Pemkab Pangandaran mengelontorkan anggaran untuk perbaikan sarana transportasi jalan hampir di setiap pelosok di 10 kecamatan.

Tapi sangat disayangkan anggaran pemerintah, uang rakyat ini terkesan kurang optimal dalam pengelolaannya. Karena terbukti, sejumlah pengerjaan jalan hot mix baik dari APBD atau Dana Alokasi Khusus (DAK) pemprop tahun 2016 ini terkesan asal-asalan.

Tidak heran, saat acara seminar Diklat professional guru yang digelar PGRI Kabupaten Pangandaran (14/12),  beberapa orang guru mempertanyakan kredibilitas dan dan keseriusan pengerjaan beberapa ruas jalan di daerahnya.

“Masa baru beberapa hari ditinggal pemborong, jalan yang dihotmiks sudah retak-retak dan mengelupas…”kata salah seorang guru asal Kecamatan Langkaplancar. 

Malah ada ruas jalan, hasil pengerjaannya jelek dan setelah beberapa kali dilakukan perbaikan tapi hasilnya tetap jalan tersebut rusak.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat diminta tanggapannya menjelaskan, ada tiga faktor  yang menyebabkan kenapa jalan yang baru dikerjakan tersebut sudah rusak lagi. Menurut Jeje, bisa saja ini kesalahan dalam perencanaan atau memang rekanannya yang “nakal”.

“Atau faktor ketiga, karena kondisi alam di daerah tersebut. “ungkap Jeje.(28/12).

Menurut Jeje, pihaknya ke depan akan  lebih selektif dan berhati-hati, karena tahun 2017 sekitar Rp 200 milyar APBD akan disalurkan untuk melanjutkan perbaikan infrastruktur.

“Saya tidak mau uang rakyat ini  dalam penggunaannya asal-asalan. “imbuh Jeje.

Tapi apa pun alasannya, sangat disayangkan anggaran milyaran  untuk pembangunan dan perbaikan sarana transfortasi masyarakat, sebagian tidak optimal dalam pengunaannya.

Menurut data yang ada di Dishubkominfo Pangandaran, ada sekitar 332 km jalan yang dimiliki Kabupaten Pangandaran dan hingga tahun 2016 baru sekitar 66,8 % saja yang bisa dilakukan perbaikan.

“jumlah panjang jalan kabupaten tersebut tiap tahun pasti bertambah karena banyak jalan desa yang diusulkan untuk naik menjadi jalan kabupaten. “terang Kasi Jalan Dispuhubkominfo Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto, ST.

Disoal buruknya pengerjaan di sejumlah ruas jalan, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan mengatakan,  ketiga-tiganya (perencanaan, rekanan yang nakal dan faktor alam-red) yang menyebabkan penggunaan uang rakyat untuk infrastruktur jalan kurang optimal.

“Memang ketiga faktor tersebut yang menyebabkan pengerjaan jalan di pangandaran buruk. “kata Iwan singkat.(30/12).   (hiek).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN