WARGA TANAMI POHON PISANG DI JALAN CIRAPUAN

MANGUNJAYA-Kekesalan masyarakat Dusun Cirapuan Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran pada buruknya infrastruktur jalan di desanya, diungkapkan warga dengan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes warga. Pasalnya, menurut kepala Dusun Cirapuan, Tandin, jalan yang biasa digunakan sebagai alternatif jalan menuju Desa Mangunjaya dari arah Kecamatan Banjarsari Ciamis keadaannya rusak parah.

“Saat ini jika lewat jalan lain tidak bisa karena sedang ada pengecoran. ”ungkap Tandin.(20/11).

Ditambahkan Tandin, warga merasa kesal karena selama ini pemerintah kabupaten seolah kurang memperhatikan keadaan jakan tersebut. Ditamnbah lagi, karena sekarang sedang musim hujan, semakin menambah parahnya keadaan jalan tersebut.

“Kami sangat berharap pemkab segera memperbaiki jalan tersebut, karena arus tersebut merupakan akses utama menuju Mangunjaya dan Sindangjaya. “imbuh Tandin. (TONI T).





WARGA APRESIASI PEMERINTAH TUTUP TOKO MODERN- H.SUPRATMAN : “PEMDA JANGAN TAKUT DALAM PENEGAKAN PERDA…”

PANGANDARAN - Ketua Presidium pemekaran kabupaten Pangandaran, H.Supratman sangat setuju dan apresiatf  dengan penutupan toko modern di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, yang dilakukan satpol PP (18/11) walau pun  awalnya gagal dilaksanakan karena tidak adanya kordinasi pihak terkait dan terkesan dadakan.

"Tindakan Pemkab Pangandaran dengan menutup toko tersebut sudah sesuai dengan aturan, jadi tolong jangan dihalang-halangi malah mari kita lihat gimana keadaan pasar tradisional yang sekarang mulai terpuruk saat ini", ungkapnya.(19/11).

Supratman saat ditemui PNews di kediamannya mengatakan, ia sudah ajukan permintaan moratorium untuk pembangunan toko modern sejak masih Pj.Bupati Daud Ahmad, karena menurut Supratman, bila maraknya pembangunan toko modern ini tidak segera ditertibkan akan sangat berdampak pada ekonomi masyarakat terutama para pedagang kecil yang ada di pasar tradisional.

Lebih parahnya lagi, lanjut Pratman, biasa ia dipanggil, para pemilik toko modern terserbut bukan orang Pangandaran, tapi pengusaha  besar dari kota-kota besar. Dan pastinya ia tidak akan melihat dan memperhatikan keadaan yang terjadi di Pangandaran, terutama nasib para pedagang kecil dengan modal kecil di pasar-pasar tradisional.

“Lambat laun mereka bisa tersisihkan dan hilang, miris bukan,,,?”ungkap Pratman.

Pemerintah Daerah melalui BPPTPM, menurut Pratman,  harus bisa melaksanakan  aturan perijinan dan berkordinasi dengan dinas terkait lainnya, sehingga jangan terkesan asal-asal dalam pengurusan ijinnya.

“Saya heran, BPPPT PM minta uang ke pengusaha untuk biaya rapat teknis, memangnya tidak ada anggaran dari pemerintah untuk itu ?” ungkap Pratman lagi.

Pratman pun berharap Pemkab Pangandaran jangan takut dalam melaksanakan tugas juga dalam penegakan peraturan daerah terkait toko modern atau masalah lainnya. (AGE-hiek)

PANGANDARAN MASIH DOMINASI ANGKA PALING TINGGI PERNIKAHAN DINI.

PANGANDARAN - Maraknya pernikahan dini yang dialami remaja puteri berusia di bawah 20 tahun ternyata masih menjadi fenomena di beberapa daerah di Indonesia dan ini bukan satu hal baru untuk diperbincangkan, padahal banyak risiko yang harus dihadapi mereka yang melakukannya.

Pernikahan usia dini di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat tercatat sangat tinggi,  data tersebut diambil berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan Badan Perencana Pembangunan (BAPEDA) Provinsi Jawa Barat tahun 2015.

“Hasil analisis data makro dari Bapeda Jabar, Pangandaran masih mendominasi angka paling tinggi dari tingkat pernikahan usia dini. “ungkap Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Iman Hikmat.(15/11).

Imam yang ditemui sejumlah awak media usai membuka acara Jumbara KB di lapang Desa babakan  Pangandaran (15/5), lebih jauh mengatakan, bukan hanya Pangandaran yang menempati angka tertinggi, Ciamis pun mendominasi angka kelahiran tertinggi, bahkan uniknya Kabuoaten Indramayu mendapat urutan paling atas kota paling banyak jandanya.

“Untuk Priangan Timur, Ciamis mendapat rengking tertinggi pada  angka kelahirannya dan Indramayu urutan pertama paling banyak untuk status janda. “lanjut Imam.

Apabila hal ini terus dipertahankan oleh Pangandaran, menurut Imam, ia khawatir, tingkat kebutuhan terus meningkat dan angka perceraian pun semakin banyak..

Menurut Imam, banyak efek negatif dari pernikahan dini. Pada saat itu pengantinnya belum siap untuk menghadapi tanggung jawab yang harus diemban seperti orang dewasa. Padahal kalau menikah itu kedua belah pihak harus sudah cukup dewasa dan siap untuk menghadapi permasalahan-permasalahan baik itu secara ekonomi, pasangan, maupun anak.

“Mereka yang menikah dini umumnya belum cukup mampu menyelesaikan permasalahan tersebut secara matang. “kata Imam lagi.

Selain itu, sambung Imam, remaja yang menikah dini baik secara fisik maupun biologis belum cukup matang untuk memiliki anak. Sehingga kemungkinan anak dan ibu meninggal saat melahirkan lebih tinggi. Idealnya menikah itu pada saat dewasa awal yaitu sekira 20-sebelum 30 tahun untuk wanitanya dan untuk pria itu 25 tahun. Karena secara biologis dan psikis sudah matang, sehingga fisiknya untuk memiliki keturunan pun cukup matang.

“Artinya, risiko melahirkan anak cacat atau meninggal itu tidak besar karena pemahaman soal berkeluarga dirasakan sudah cukup paham." ucapnya.

Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), imbuh Imam, tentunnya akan memberikan pendidikan tentang mengelola keluarga.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan, menitip pesan kepada seluruh keluarga di Kabupaten Pangandaran untuk bisa menjaga keharmonisan dalam berumah tangga.

“Di sinilah peran kader KB, Posyandu dan PKK,” kata Jeje.
Masih di tempat yang sama, kepala BP3APK2BPMPD Kabupaten Pangandaran, Saepuloh menyampaikan, pihaknya terus mendorong dalam hal peningkatan usia menikah secara bertahap.

“Kami terus mensosialisasikan agar anak-anak muda bisa berkarya dulu,  jangan buru-buru menikah.” kata Saepuloh.

Saepuloh juga mengatakan, tujuannya diselenggarakan Jumpa Gembira (jumbara) seluruh kader KB Pangandaran, untuk saling berbagi pengalaman antara daerah satu dengan lainnya. Jumbara juga merupakan kegiatan pertemuan tahunan seluruh kader KB, Posyandu dan PKK se-Kabupaten Pangandaran.

“Untuk acara jumbara tahun ini diseklenggarakn du Desa Babakan kecamatan Pangandaran diikuti 200 peserta dan diisi dengan perlombaan kecakapan penyuluhan, seni dan pelayanan KB. “pungkas Saepuloh. (AGE).

POL PP TAK DILENGKAPI PPNS, PENUTUPAN TOKO MODERN GAGAL DILAKSANAKAN. JEJE WIRADINATA: “KALAU PEMDA SALAH, SILAHKAN TUNTUT…”


PARIGI-Adu argument antara pihak pengusaha toko modern dan tim gabungan yang akan menutup salah satu toko modern di Desa/Kecamatan Parigi yang disinyalir tidak berijin mengakibatkan gagalnya eksekusi penutupan mini market tersebut.

Menurut pihak pengusaha, Yana herdiana, penutupan yang akan dilakukan Pol PP tidak sesuai prosedur hukum. Pasalnya, petugas gabungan yang akan melaksanakan eksekusi tersebut tidak dilengkapi oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

“Silahkan kalau mau menutup, tapi kami ingin melalui prosedur hukum karena mengacu pada pasal 6 ayat 1 hurup a dan pasal 7 ayat ayat 1 hurup d tentang penyidik saat ini saya pertanyakan, apa ada PPNSnya ? “Kata Yana.(16/11).

Yana pun mempertanyakan, kalau keberadaan toko modern tersebut melanggar hukum, kenapa retribusinya pajak reklame tetap masuk ke pemda. Malah menurut Yana, pihaknya pun sudah memberikan biaya untuk rapat teknis ke BPPT PM Pangandaran sebesar Rp. 5 juta untuk satu toko modern.

 “Dari 9 toko, BPPT PM sudah mengantongi Rp 45 juta, namun karena rapat teknis tidak dilaksankan sehingga timbul masalah. “imbuh Yana.

Sementara di tempat terpisah, Bupati Pangandaran, H.  Jeje Wiradinata menanggapi soal tersebut mengatakan, Pemda mempunyai hak diskresi yang mengatur berbagai persoalan termasuk mengeluarkan moratorium pemberhentian pendirian toko modern untuk sementara.

“Kita kaji dulu keberadaan toko modern tersebut, kalau tidak begitu nanti orang seenaknya mendirikan dimana-mana. “Kata Jeje. (16/11).

Jeje juga menegaskan, pihaknya akan tetap menutup seluruh toko modern yang tidak mempunyai ijin. Karena apa-apa yang tidak ada ijinnya itu illegal, dan yang illegal tentunya harus ditertibkan.

 “Jika ada pihak yang tidak puas, silahkan tuntut pemda. “tegas Jeje.

Ditambahkan jeje, dan ini tidak harus menunggu keputusan pengadilan karena sistim investasi atau lainnya sudah ada aturan daerahnya.

“Minggu depan, setelah saya pulang dari jakjarta saya akan turun langsung. “terang Jeje (AGE-hiek)

PEMERINTAH APRESIASI GOTONG-ROYONG WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Pemerintah Kabupaten Pangandaran sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang sudah ikut bahu membahu membantu proses pembuatan jembatan darurat Ciputrapinggan.

Demikian dikatakan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari saat melihat warga dari berbagai elemen menyatu dengan TNI mendorong gelagar jembatan dengan berat puluhan ton.

“Jika dikerjakan bersama-sama, semuanya akan terasa ringan. “Kata Jeje.(15/11).

Menurut Jeje, rasa kebersamaan dan rasa memiliki pangandaran harus bisa diwujudkan pada kebersamaan untuk membuat pangandaran lebih baik lagi.

“Hari ini kita melihat kebersamaan itu, ada yang menyumbang makanan, tenaga, semuanya ini untuk kebaikan pangandaran, dan kami atas nama pemerintah sangat bangga pada kepedulian warga ini. “kata Jeje lagi.

Untuk mempercepat pengerjaan jembatan darurat tersebut, bupati dan wakil bupati pun tidak segan-segan turun langsung bersama warga membantu TNI agar proses pengerjaan jembatan tersebut segera selesai.

“Inilah salah satu wujud kebersamaan kita membangun pangandaran, tidak dengan retorika tapi dengan kerja nyata. “tegas Jeje.

Sementara, salah seorang pengusaha restoran sea food, mengatakan, pihaknya sudah menggalang seluruh pemilik usaha rumah makan menyumbang konsumsi untuk para pekerja di lapangan.

“Kami bergiliran, hari ini bagian siapa dan seterusnya hingga hari kamis besok. “terangnya. (hiek)

BEBERAPA ASET BELUM DISERAHKAN CIAMIS, LKPD BPK 2014, SPI PANGANDARAN LEMAH

CIJULANG– Masih ada tiga aset dari Kabupaten Ciamis yang berlokasi di wilayah Kabupaten Pangandaran belum dilimpahkan, seperti, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), eks Pasar Seni dan PD BPR BKPD Cijukang dan Pangandaran.

Kepala Bidang Aset Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Pangandaran, Ade Kurnia mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Ciamis untuk mengevaluasi sejumlah aset yang sebelumnya telah dilimpahkan.

“Hasil kesepakatan setelah koordinasi daftaran aset yang telah dilimpahkan akan diverifikasi kembali,” ungkap Ade.(15/11).

Masih kata Ade, saat ini ketiga aset tersebut sedang dirumuskan untuk proses pelimpahannya, namun belum bisa ditentukan kaopan waktunya, karena masih banyak teknis yang harus dilaksanakan.

Sementara tokoh muda Kabupaten Pangandaran, Dede Ihsan Rifa’I mengatakan, verifikasi dan evaluasi aset dari Kabupaten Ciamis ke Kabupaten Pangandaran seharusnya dilaksanakan secepatnya. Pasalnya,  dalam Undang Undang Nomor 21/2012 BAB V Pasal 14 ayat 3 menyatakan, penyerahan aset dan dokumen dilakukan paling lambat tiga tahun setelah dilantik Penjabat Bupati (Pj) Pangandaran.

Menurut Dede, saat ini Pangandaran telah menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) dan terpisah dari Ciamis menginjak usia 4 tahun, untuk itu Dede berharap pelimpahan dan penyerahan aset harus segera dilaksanakan secepatnya kjarena ini akan berdampoak pada  arah pembangunan daerah Kabupaten Pangandaran.

“Kami menilai pengelolaan aset masih lemah, karena berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK tahun 2015 menerangkan, penatausahaan aset tetap pemerintah Kabupaten Pangandaran belum optimal,” tambahnya.

Dede menambahkan, neraca aset tetap yang disajikan per tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp.1.113.834.487.646,75 dan dalam LKPD 2014 BPK menyampaikan Sistem Pengendalian Intern (SPI) masuk kategori lemah.

“Banyak aset tercatat dalam namun belum ditemukan fisiknya, untuk itu kami harap kedua pihak segera melakukan pendataan ulang,” pungkas Dede.

Sementara di tempat terpisah, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat dikonfirmasi tentang hal ini mengatakan, dalam pertemuan dengan Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin pada acara Pekan Olahraga Kesehatan (Porkes) Kabupaten Ciamis tanggal 12-13 nopember lalu di pangandaran, disepakti akan dibentuk tim untuk menangani aset-aset yang sampai saat ini belum diserahkan ke pangandaran.

“Kita sangat hormat pada ciamis, dan nanti kita tunggu saja hasil kerja tim tersebut termasuk masalah BPR BKPD yang sekarang semakin hangat jadi isyu masyarakat. “Kata Jeje saat ditemui usai membukan acara Jumbara KB Kabupaten Pangandaran di lapang Desa Babakan. (15/11). (AGE)

UNTUK ATASI GAGAL PANEN, TAHUN 2018 BBWS AKAN LAKUKAN PENGERUKAN CITANDUY

PADAHERANG - Seluas 121 hektare areal pesawahan warga di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran gagal melakukan masa tanam benih padi.
Kepala Seksi Tanaman Pangan Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Kelautan Pertanian Kehutanan (DKPK) Kabupaten Pangandaran,  Rusyana,  mengatakan,  kegagalan masa tanam tersebut disebabkan karena lokasi area pesawahaan terendam luapan air sungai Citanduy.

“Dari luas seluruhnya 16.374 hektar pesawahan di Kabupaten Pangandaran, sekitar  16.253 hektar bisa melaksanakan masa tanam dan 121 hektar gagal tanam,” kata Rusyana.(14/11).

Masih kata Rusyana, kegagalan petani untuk melaksanakan masa tanam tersebut sudah ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi yang melibatkan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Kota Banjar.

“Hasil rapat koordinasi menyepakati pihak BBWS akan melakukan pengerukan areal sungai Citanduy pada tahun 2018 dan saat ini sudah disusun DED normalisasi sungai,” tambahnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan di lokasi yang saat ini belum melaksanakan tanam pihaknya sudah merencanakan penyediaan lumbung padi.

Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Tata Sujana mengatakan, dengan adanya keterlambatan masa tanam tersebut dikhawatirkan bisa mengancam pada kebutuhan pangan di masyarakat.

“Untuk mengantisipasi kekurangan pangan kami sudah berupaya agar areal pesawahan yang sudah melaksanakaan masa tanam agar bisa lebih dimaksimalkan,” kata Tata.

Hal tersebut dilakukan dengan cara sistem tanam legowo dua dan legowo empat, dengan cara menanam benih kwalitas varitas unggul baru dan menganjurkan benih dari jenis Ciherang, Mekongga, IR dan Inpari.

“Sistem tanam legowo dua dan legowo empat diyakini akan mengantisipasi kekurangan pangan karena dapat mengantisipasi serangan hama dan hasil produksi tanamnya pun bagus,” pungkas Tata. (AGE).

SEKOLAH KEMENAG DOMINASI JUARAI LT III 2016 PANGANDARAN, JEJE WIRADINATA: “PRAMUKA JADIKAN ALAT PEMERSATU BANGSA..”

PANGANDARAN -  Bupati Pangandaran H.Jeje Wiradinata selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pangandaran, secara resmi  menutup Lomba Tingkat (LT) III Gerakan Pramuka Kwartir tingkat Penggalang Tahun 2016 Cabang Kabupaten Pangandaran, Jumat (11/11), yang berlangsung di Bumi Perkemahan Lokabina Pangandaran.
Dalam sambutan nya Jeje mengatakan, Jeje menyampaikan, dengan kegiatan LT ini diharapkan jangan sampai ada pramuka di Kabupaten Pangandaran yang terjerembab pada hal-hal negatif. Karena anggota pramuka harus berpegang teguh pada nilai-nilai keoanduan Dasa Dharma dan Satya Darma parmuka.

“Kegiatan LT ini bisa dijadikan momentum untuk menjalin komunikasi dengan para peserta lain yang berasal dari tiap-tiap kecamatan dan menjadikan sebuah momentum untuk menambah sahabat dan keluarga juga mempererat tali persatuan,” kata Jeje.(11/11).

Setelah kegiatan ini, lanjut Jeje, mudah – mudahan pramuka pangandaran bisa terus kompak dan menjadi lebih baik lagi, ” ungkap Jeje lagi.

Jeje juga  pun tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh unsur SKPD terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan LT III ini sehingga acara ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.

“Saya juga menyampaikan selamat kepada pemenang lomba LT III ini, yang nantinya akan mewakili Kabupaten Pangandaran dalam kegiatan lomba di tingkat Provinsi,” kata Jeje.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 8 hingga 11 November 2016, dengan materi lomba mencakup keterampilan kepramukaan, pengetahuan kepramukaan, wawasan, fisik, mental, spiritual dan hal-hal yang sifatnya permainan tradisional.

Dari hasi penilaian juri, para pemenang lomba akan mewakili Kabupaten Pangandaran untuk mengikuti LT IV tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan diselenggarakan tanggal 22-25 Nopember 2016 di Jatinangor Sumedang yang akan bersaing dengan 27 regu perwakilan kabuopaten/kota se-Jawa Barat.

Berikut hasil lengkap penilaian juri pada Lomba Tingkat III Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Pangandaran :

MI/SD PI
1. SD 1 Cimanggu
2. MI Bojongjati
3. MIN 2 Pangandaran

MI/SD PA

1. MIN 2 Pangandaran
2. SDN 1 Legokjawa
3. MI Bojongjati

MTs/SMP PI

1. MTsN 1 Pangandaran
2. MTs YPK Cijulang
3. SMP 1 Cijulang

MTs/SMP PA

1. MTs YPK Cijulang
2. MTsN 1 Pangandaran
3. SMP 4 Langkaplancar

(AGE)

PERINGATAN HGN DAN PGRI PANGANDARAN KE 71 TAHUN 2016 DIGELAR PER ZONA

PANGANDARAN - Sebagai penghormatan kepada Guru, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden nomor 78 tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai hari Guru Nasional. Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan dalam rangka HUT PGRI ke-71  2016, PGRI Cabang Kabupaten Pangandaran hari sabtu (12/11) menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) sehari bertajuk “Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan” di gedung Islamic Center Pangandaran yang diikuti 468 guru dari mulai guru TK hingga SLTA.

Perhelatan tersebut dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (DISDIKBUDPORA) Kabupaten Pangandaran Drs. Sobar Sugema, MPd, serta pengurus PGRI Cabang Kabupaten Pangandaran dan tamu undangan lainya.

Dalam pemeparannya Sobar menyampaikan, perlunya meningkatkan kesadaran dan komitmen budaya mutu di kalangan guru dan pemangku kepentingan untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa serta pentingnya mengadakan pendidikan yang berkualitas.

“Kita harus meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik professional dan bermartabat bagi semua anak bangsa, dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas", ucapnya.

Sobar menambahakan, perlunya membangun dan memperkokoh solidaritas dan kesetiakawanan anggota serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan anggota kepada PGRI sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan dan organisasi ketenaga kerjaan di Indonesia.

Di temopat yang sama, salah seorang pengurus PGRI Cabang  Pangandaran, Kosasih, mengatakan,  kegiatan Hari Guru kali ini terbagi di beberapa tempat sesuai dengan zona yang telah dibuat,
”Untuk zona 2 meliputi Kecamatan Kalipucang dan Pangandaran dipusatkan disini”, katanya.

Dikatakanya pula, untuk zona 1 acara yang sama digelar di Kecamatan Padaherang dan untuk zona 5 berlangsung di Kecamatan Cigugur, sedangkan untuk zona 3 dan 4 akan digelar pada hari dan tanggal yang berbeda namun masih di bulan ini. (AGE).






ISRO, MENGAIS REJEKI DI JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN

PANGANDARAN-Amblasnya jembatan Ciputrapinggan ternyata jadi berkah tersendiri untuk sebagian  warga sekitar lokasi jembatan. Seperti diungkapkan Isro (48), warga Bojong Karekes Desa Babakan Kecamatan Pangandaran. Menurutnya, nyambi menjadi kuli angkut ia lakukan sejak kendaraan tidak bisa melewati jembatan.  Dengan menjual jasa pada pemilik barang bawaan yang tidak bisa melintas menggunakan kendaraan untuk dibawa ke seberang jembatan sebelah barat.

"Lumayan buat nambah-nambah penghasilan keluarga. "ungkapnya. (14/11).

Menurut Isro, dari "profesi" barunya, ia dan teman-teman sekampungnya bisa mengantongi Rp.50 hingga 100 ribu per harinya untuk dibawa pulang ke rumah.

"Ada 6 orang tetangga saya yang sama-sama menjadi kuli angkut disini. "terangnya.

Dikatakan Isro, sebenarnya sehari-harinya ia berprofesi sebagai nelayan. Tapi karena saat ini hasil tangakapan di laut sedang kurang, Isro pun memanfaatkan waktunya menjadi kuli panggul.

“Daripada nganggur, karena sekarang pergi melaut pun sedang tidak ada hasil tangkapan sementara kebutuhan hidup tetap harus ada. “Kata Isro.

Walau demikian, Isro pun tetap berharap agar pembangunan jembatan sementara bisa cepat selesai, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang. (hiek)

PENGERJAAN JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN LIBATKAN MASYARAKAT

PANGANDARAN - Sudah satu bulan lebih Jembatan Ciputrapinggan belum juga selesai, mayarakat pun sangat berharap pengerjaan jembatan darurat bisa cepat selesai pembangunannya, agar akses lalu lintas bisa berjalan normal lagi seperti semula.

Setelah kemaren terjadi ambruk pondasi jembatan darurat yang sudah dibangun, kini pengerjaan nya diambil alih lagi oleh TNI. Satu regu pasukan dari Batalyon Zeni Tempur Ki ban Kodam III Siliwangi bersama masyarakat, minggu (13/11) bahu membahu membangun jembatan darurat di atas sungai Ciputrapinggan.

Letda Cacu Sunandar, Danton Zipur Kompi ban  Kodam III Siliwangi menjelaskan, untuk pengerjaan jembatan ini pihaknya menurunkan satu regu pasukan berjumlah 13 orang.

“3 hari ini kita sedang melakukan pemasangan panel jembatan bailey hingga pukul 14.30 setiao harinya dan baru delapan petak yang dikerjakan dari pilar sampai dengan perakitan,” jelasnya.(13/11).

Cacu menambahkan, pihakanya menargetkan satu minggu ke depan diharapkan bisa selesai.

“Namun semuanya tergantung cuaca. “ imbuh Cacu.

Setelah jembatan bailey ini selesai, menurut Cucu, dari segi teknis pihaknya juga akan membantu penyelesaian pengerjaan jembatan yang kemarin pilarnya ambruk minggu kemarin.

Cucu juga merasa bangga ketiaka puluhan warga dari berbagai unsur bahu membahu membantu mengerjakan pemasangan panel jembatan.

"Semoga jembatan Cipitrapinggan dalam bulan November ini bisa terselesaikan", ungkapnya.  (AGE).


MENTERI SUSI DAMPINGI KUNJUNGAN MENTERI PERHUBUNGAN KE PANGANDARAN

PANGANDARAN-Kedatangan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dan anggota Komisi V DPR RI, Nurhayati  yang ditemani Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Susi Pujiastuti dalam kunjungan kerjanya ke kabupaten Pangandaran, langsung disambut Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinta dan H. Adang Hadari, Kertua DPRD, Iwan M Ridwan, S.Pd,M.Pd serta pejabat Pemerintahan Kabupaten Pangandaran di Bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang.(12/11).

Dalam kunjungannya, Menteri, Budi Karya Sumadi dan rombongan berkesempatan meninjau pengerjaan pelabuhan Bojongsalawe di Kecamatan Parigi setelah sebelumnya melihat kelengkapan di Bandara Nusawiru.

“Kedua pelabuhan laut dan udara ini akan sangat menunjang jalur perekonomian di wilayah jabar selatan, tapi tanpa harus memindahkan lokasi, desainnya akan kita rubah. “ungkap Budi Karya saat berada di pelabuhan laut Bojongsalawe.

Hal senada dikatakan Menteri Susi Pujiastuti, walau pun berdekatan, pelabuhan laut Bojongsalawe tidak akan mengganggu sistim penerbangan di Bandar Udara Nusawiru.

Landing dan take off  kan bisa dari arah barat, dan itu juga tergantung arah dan kecepatan angin. “Terang Susi.

Masih di tempat yang sama, Meneteri Susi pun berharap Kementerian Perhubungan agar bisa segera mengeluarkan ijin penerbangan komersial di Bandara Nusa Wiru.

“Kabihan Pangandaran gara-gara jembatan Ciputrapinggan ambruk, perekonomiannya terpuruk. Itu bupati Jeje dan wakil bupati  Adang selalu datang dan curhat ke saya di Jakarta..”Kata Susi lagi.

Selepas mengunjungi kedua pelabuhan tersebut, rombongan pun menuju rumah kediaman Meneteri Susi di Jalan Merdeka Pangandaran untuk istrirahat dan makan siang. Setelah melakukan ramah tamah dengan Pemkab Pangandaran, rombongan Kemeterian Perhubungan diantar Bupati, Wakil Bupati, ketua DPRD dan pejabat Pemerintahan kabupaten Pangandaran  ke Bandara Nusawiru untuk bertolak ke Jakarta. (hiek)

MUHAMAD TAUFIQ: “MASALAH BPR BKPD SUDAH JELAS DIATUR DI UU 21…”

PANGANDARAN-Wakil Ketua DPRD Kabuoaten Pangandaran, Muhamad Taufiq mengatakan, Pemkab Ciamis segera menyerahkan BPR BKPD Cijulang dan Pangandaran. Pasalnya, penyerahan asset tersebut termasuk yang ada dalam UU nomer 21 tahun 2012 tentang pembentukan DOB Pangandaran.

“Undang-undang itu absolut, tidak bisa ditawar-tawar lagi. “jelas Taufiq.(11/11).

Taufiq yang ditemui di lokasi jembatan Ciputrapinggan mendampingi Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari, mempertanyakan, mau bagaimana lagi pemkab Ciamis dalam soal BPR tersebut, toh semuanya sudah jelas ada dalam UU nomor 21.

“Dan saya sarankan agar Pemkab Pangandaran tetap berpegang teguh pada undang-undang. “ungkapnya.

Taufiq pun mengatakan, silahkan saja kalau memang ada aturan di atas undang-undang yang mengatur tentang perpindahan asset cimais ke pangandaran.

“Jika tidak sesuai dengan apa yang diamanatkan Undang-undang, maka itu sudah melanggar undang-undang. “terang Taufiq lagi. (TONI  T)

BUPATI-WAKIL BUPATI PANGANDARAN TERUS PANTAU PEKERJAAN JEMBATAN, ADANG HADARI: “SIAPA BILANG WARGA TIDAK IKUT MEMBANTU……?”

PANGANDARAN - Belum juga rampung pondasi jembatan darurat atau bailey yang sedang dibangun oleh bataliyon zipur Kodam III siliwangi Jawa Barat kembali ambruk akibat tergerus air sungai Ciputrapinggan yang meluap, padahal bronjong batu dan dua tiang pancang tersebut dibangun di tengah aliran sungai yang rencananya sebagai pondasi jembatan bailey.

Pembangunan jembatan darurat untuk menggantikan sementara jembatan utama ciputra pinggan itu sudah dilakukan sejak satu bulan yang lalu, namun tiba tiba pondasi amblas tergerus air sungai ciputra pinggan yang kembali meluap setelah wilayah pangandaram di guyur hujan deras.
Peristiwa ambruknya pondasi ini sekitar pukul 22 .00 malam tadi, Rabu, 09/11/2016, di duga akibat dasar pondasi tergerus air, akibat nya bronjong batu yang nanti nya untuk pondasi jembatan bailey pun ambruk tak mampu menahan beban.

Akibat tiang penyangga jembatan bailey yang sedang dibangun ambruk lagi, Pemkab  Pangandaran akhirnya mengambil solusi dengan memanfaatkan kembali jembatan yang amblas.

“Kita akan membangun jembatan darurat di atas jembatan Ciputrapinggan yang amblas,” kata Wakil Bupati, H Adang Hadari di lokasi Jembatan Ciputrapinggan.(11/11).

Setelah dilakukan berkoordinasi dengan para ahli kontruksi, Pemda Pangandaran memutuskan untuk memanfaatkan penyangga jembatan lama agar pembuatan jembatan darurat tersebut bisa cepat selesai.

“Kita targetkan satu minggu ini akan selesai, saya akan pantau terus prosesnya, doa’kan saja semoga berjalan lancar dan dapat menjadi solusi terbaik agar akses ke Kabupaten Pangandaran atau sebaliknya lancar lagi,” imbuh Adang.

Wabup yang ditemui bersama bupati di lokasi, lebih jauh mengatakan, agar bisa segera selesasi, pengerjaannya pun dilaksanakan siang dan malam dan dibantu puluhan personil dari batalyon zipur Kodam III  siliwangi.

Disoal, kenapa tidak dari awal perbaikan tersebut dikerjakan pada jembatan yang amblas, Adang mengatakan, sebenarnya dari awal Pemda sudah merencanakan seperti itu. Tapi karena pertimbangannya jembatan tersebut akan dibangun sekitar akhir januari, maka pembuatan jembatan sementara pun dipindahkan ke sisi kiri dan kanan jembatan asal.

“Tadinya agar tidak mengganggu proses pembangunan jembatan tersebut, tapi sekarang karena berbagai alasan akhirnya jembatan sementara ini dibangun diatas jembatan lama. Tapi pengerjaan dua jembatan bally di sisi kiri dan kanan jembatan terus berjalan sesuai rencana. “terang Adang lagi.

Wakil Bupati, H. Adang Hadari pun memberikan apresiasi dan berterimaksih pada masyarakat yang sudah bahu membahu ikut bergotong-royong membantu proses pembuatan jembatan sementara Ciputrapinggan ini dengan mengirimkan nasi bungkus, air mineral dan makanan lainnya.
“Siapa bilang masyarakat pangandaran hanya bisa bicara saja, buktinya mereka ikut bergotong royong dan membantu. “pungkas Adang. (AGE).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN