6 NEGARA MERIAHKAN FESTIVAL LAYANG-LAYANG PANGANDARAN 2016

PANGANDARAN-Festival Layang-layang tahun 2016 resmi dibuka Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di lapang Doyong Desa/Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran hari minggu (16/10) dengan ditandai penerbangan layang-layang oleh buPati dan wakil bupati H. Adang Hadari.
Tahun ini, peserta lomba selain diikuti dari berbagai negara, seperti Polandia, Macau, Swedia, Malaysia, Singapura dan Jepang juga diikuti para pelayang dari dalam negeri, diantaranya Jawa Barat,  Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Aceh DKI Jakarta, Riau dan Propinsi Bali.
Dalam sambutannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengatakan, Festival Layang-layang Pangandaran merupakan kegiatan pariwisata tahunan yang rutin diselenggarakan sebagai promosi dan pengembangan pariwisata.
“Walau penyelenggaraan kali ini di tengah musibah seperti banjir, longsor, jembatan amblas dan sebagainya hingga kunjungan wisata berkurang 95 %, tapi even ini tetap bisa berjalan sukses. “tutur Jeje.
Ditambahkan Jeje, berkat kerja keras panitia penyelenggara, dan partisipasi sponsor, festival yang sudah  jadi ikon pariwisata Pangandaran ini juga terbilang sukses dengan hadirnya peserta dari 6 negara dan para pencinta layang-layang dari berbagai provisi di nusanatara.
“Terimakasih untuk kegigihan panitia, saya atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi ini. “imbuh Jeje.
Lebih jauh Jeje mengatakan, di tahun 2017 nanti, pemda akan segera merealisasikan penataan wisata, salah satunya dengan merelokasi pedagang tenda biru yang sekaran ada di pinggir pantai dan pedagang kaki lima (PKL).
“Dengan meningkatkan kearifan lokal serta relokasi PKL nanti, pemda sama sekali tidak bermaksud untuk menghilangkan usaha masyarakat, tapi kita akan lebih metata agar pengunjung merasa lebih nyaman. “ungkap Jeje.
Sementara dari Kementerian Pariwisat yang diwakili Asisten Deputi Pengembangan Pariwisaata berharap, festival layang-layang ini terus dikembangkan karena even ini sangat penting untuk menunjang promosi wisata di tiap-tiap daerah.
“Tahun ini kementerian pariwisata menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara. “terangnya.
Salah seorang tokoh layang-layang Pangandaran, Kokos (45) mengungkapkan, even tahun ini bisa lebih meriah karena selain dekungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga peran serta dan antusias para sponsor kegiatan.
“Festival layang-layang tahun ini juga dalam rangka rangkaian kegiatan milangkala ulang tahun Kabupaten Pangandaran ke 4. “terang Kokos. (hiek).

HUJAN ANGIN KEMBALI ROBOHKAN POHON HINGGA MENIMPA RUMAH WARGA

PANGANDARAN-Hujan yang disertai angin kencang kembali mengakibat pohon tumbang menimpa beberapa rumah warga di Desa Purbahayu Kecamatan Pangandaran.

Diantaranya rumah Atmo, di Dusun Medeng, Onih Dusun Kalensnpor dan Juhen di Dusun Sumurbandung.

Menurut informasi, hujan yang disertai angin kencang tersebut terjadi sekitar jam 15.30 jumat (14/10). Dan sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi adanya korban jiwa.(hiek)

SAAT SEDANG MANCING BELUT DI SAWAH, SUPENDI TEWAS TERSAMBAR PETIR

SIDAMULIH-Lagi, setelah kejadian korban meninggal akibat tersambar petir di Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi, seorang warga Rt 01 Rw 09 Dusun Ciberem Desa/Kecamatan Sidamulih, Supendi (29) bernasib sama.

Saat itu, sekitar pukul 15.00, (15/10) saat hujan turun disertai kilatan petir dan halilintar, ia sedang di memancing belut (ngurek) di sawah.

Mayat Supendi diketemukan warga sekampungnya sudah tidak bernyawa, lalu dibawa ke rumah orangtuanya, Sudar, hari itu juga korban dikebumikan. (hiek)  

AGUN GUNANJAR: “BENCANA BANJIR AKIBAT SALAH PENGELOLAAN HUTAN..”

PANGANDARAN-Beberapa kejadian bencana yang terjadi di Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran baru-baru ini disesalkan Agun Gunanjar Sudarsa, anggota DPR RI komisi I. Pasanya, ia merasa prihatin saat melihat langsung beberapa sungai yang dipenuhi sampah hingga terjadi pendangkalan dan penyempitan.

“Saya lihat banyak potongan kayu dan sampah pada aliran sungai. “ungkap Agun ketika melihat kondisi jembatan Ciputrapinggan Pangandaran yang amblas.(15/10).

Dengan adanya potongan kayu pada aliran sungai, menurut Agun, ini kiriman dari hulu dan hanyut ketika air sungai besar karena curah hujan.

“Saya yakin, ada yang tak beres kondisi hutan di hulu sungai sehingga bongkahan kayu tersebut terseret arus sungai dan menimbulkan banjir di hilir. “sambung Agun.

Menurutnya, tidak benar jika banjir yang terjadi karena alam atau akibat guyurabn hujan dan yang jelas ini karena ada penggundukan hutan hingga bongkahan-bongkahan kayu sisa tebangan tersebut membuat sungai jadi sempit dan dangkal.

“Saya akan segera menyurati Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup atas kejadian ini. “Tegas Agun.

Agun pun merasa heran, kampung halamannya kini jadi wilayah banjir, padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi.

“Saya masih ingat, kampung haklaman saya dulu tidak pernah ada banjir, taoi sekarang rumah kakek saya terendam hingga ketinggian perut, ini kan heran…”ungkapnya lagi.

Dari hasil pantauan langsung di pusat banjir, Agun yakin, ini bukan karena factor alam semata. Tapi lebih diokarenakan adanya perusakan di hulu sungai.

Agun pun menyimpulkan, ini semua karena ada ketamakan dan keserakahan dalam pengelolaan sumber daya hutan dengan mengeksplotasi pohon-pohon yang berfungsi sebagai resapan air.

“Masa tanam mungkin dilakukan hanya lima tahun sekali, padahal penebangan hampir tiap tahun dilakukan. “pungkasnya. (hiek).

SISWA TAK MASUK KELAS, SELURUH PERALATAN SEKOLAHNYA TERBAWA BANJIR

BANJARSARI-Bencana banjir yang melanda Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran yang terjadi beberapa hari lalu, menyisakan pilu bagi Yoyoh, warga Rt 06 Rw 02 Dusun Cintamaju. Pasalnya, anak sematawayangnya, Tina Lisa yang duduk di  kelas 2 IPS 4 SMAN 1 Banjarsari terpaksa untuk sementara tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah. Seluruh pakian dan kelengkapoan sekolahnya hanyut terbawa derasnya arus air.

“Pakaian dan alat sekolah anak saya tidak ada lagi yang tersisa, semuanya hanyut terbawa banjir. “ungkap Yoyoh.(12/10).

Yoyoh pun mendatangi pihak sekolah untuk memberitahukan keadaan anaknya yang tidak masuk kelas serta berharap ini bisa menjadi bahan pertimbangan sekolah.

“Saya bersyukur, poihak sekolah bisa memaklumi keadaan anak saya. “kata Yoyoh.

Ditemui di ruang kerjanya, kepala Sekolah SMAN 1 Banjarsari, H. Irsadul Hayat menagatakan, sekolah sudah semestinya memaklumi keadaan keluarga siswa yang menjadi korban banjir di trempat tinggalnya.

“Sekolah berjanji akan membantu siswa-siswi yang tempo harti menjadi korban banjir, tapi sampai sekarang baru orang yang melapor ke saya. “Kata Hayat. (TONI T)

GOA CIRAWUN DAN KISAH DALEM SEMBAH AGUNG

CIJULANG-Goa Cirawun, kekayaan alam Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran bisa menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan objek wisata Pangandaran. Bagi masyarakat setempat sendiri, goa cirawun disebut sebagai gunung Cirawun karena letaknya berada di area perbukitan serta goa ini lebih dikenal sebagai situs karena diyakini menjadi salah satu tempat singgah seorang tokoh masyarakat jaman dulu bernama Pangeran Rangga Carita, anak dari Dalem Sembah Agung (Cijulang).

Penyebaran siar Islam di Tatar Galuh selatan, tepatnya di Pangandaran tak lepas dari jasa dan kedigjayaan kerajaan Mataram pada waktu itu. Dua tokoh penting yang melakukan perjalanan dari Mataram ke tanah pakidulan dalam penyebaran agama Islam yaitu Sembah Kalincir Putih yang patilasannya bisa kita temui di Karang Petir Desa Parigi dan ulama jumhur Dalem Sembah Agung, yang patilasannya berada di Dusun Pasuketan Desa Batukaras Kecamatan Cijulang merupakan  ayah dari Kyai Rangga Carita.

Menurut salah satu tokoh masyarakat, Ibid (70), menuturkan, Pangeran Rangga Carita semasa kecil tinggal bersama ayahnya di Sandaan, Cijulang. Pada saat Pangeran Rangga Carita sedang ditidurkan pada sebuah ayunan, karena ibunya ada keperluan, maka Rangga Carita dititipkan kepada suaminya, Dalem Sembah Agung dan saat itu isterinya berpesan apabila anaknya menangis jangan dilihat. Tetapi pada saat  Rangga Carita menangis dalam ayunan, Dalem Sembah Agung tetap melihat Rangga Carita dan seketika anaknya pun menghilang entah kemana.

“Setelah Pangeran Rangga Carita menghilang dari ayunan,  Dalem Sembah Agung bersama isterinya pun mencari-cari anaknya ke berbagai tempat. “Cerita Ibid.

Di suatu tempat, masih cerita Ibid,  Dalem Sembah Agung menemukan peso (pisau) anaknya yang biasa diselipkan di tubuhnya, dan sampai sekarang tempat tersebut dikenal masyarakat dengan kampung Cipeso, berada di wilayah Desa Cijulang.

Selanjutnya dalam perjalanan pencarian anaknya tersebut, Dalem Sembah Agung dan isterinya tidak sengaja menemukan kain wawadasan, dan tempat tersebut sampai sekarang disebut Kalenwadas, salah satu dusun masih di Desa Cijulang.

“Pencarian yang dilakukan oleh Dalem Sembah Agung bersama isterinya berakhir hingga di sebuah goa yaitu Goa Cirawun. “lanjut Ibid.

Konon, Ketika Pangeran Rangga Carita sedang duduk bersila di satu tempat dan telah bisa bicara, saat itu ia  menginginkan diberi nama. Tapi waktu masih bersama ayah-ibunya, belum sempat memberi nama. Akhirnya ia pun membuat nama untuk dirinya sendiri, Rangga Carita yang selanjutnya  berubah nama menjadi Sultan Muradi,  (AGE)

PUTING BELIUNG PORAK PORANDAKAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN

PARIGI-Angin dengan kecepatan tinggi menyapu dan meluluhlantakan beberapa rumah warga di Desa Parigi dan desa Karangjaladri yang berada di wilayah kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Rabu sore. (12/10).

Raungan bunyi sirine menghiasi jalannya evakuasi, dan kesibukan warga, BPBD, polisi dan TNI terlihat bahu membahu menyingkirkan reruntuhan pepohonan yang menghalangi jalan juga membereskan puing puing disekitar pertokoan yang porak poranda dihantam puting beliung.

Yani (45), salah seorang warga dusun Purwasari -desa Parigi menuturkan," Kejadian angin kencang itu berlangsung sekitar 5t-10menit disertai suara petir dan hujan deras,

“Warga pun terlihat berlarian keluar rumah untuk menghindari kalau-kalau rumahnya ambruk tertimpa pohon. “ ungkap Yani. (12/10).

Ditambahkan Yani, lokasi yang paling parah terjadi di Rt 03 dan Rt 04 Rw 07 Dusun Purwasari Desa Parigi,
“Rumah saya pun gentingnya habis beterbangan, sampai saya gemetaran lihat pohon-pohon disapu angin yang begitu kencang", ucapnya lagi.

Hasil pantauan P-news di dilapangan, ratusan rumah warga di Desa Parigi dan Desa Karangjaladri hancur tertimpa pohon tumbang dan sapuan putingbeliung yang merusak hampir seluruh bagian atap rumah.

Saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala Desa Karangjaladri, Ir. Dedi menuturkan, puting beliung yang terjadi di desanya mengakibatkan di Dusun Astmaya 157 rumah rusak berat  16 rusak sedang 141 rusak ringan, Dusun Buniayu 73 rusak berat 45 rusak sedang 26 rusak ringan dan di Dusun Bojongsalawe 55 rumah rusak berat 15 rusak ringan 40 rusak ringan.

“Total keseluruhan 285 rusak berat 76 rusak sedang dan 209 rumah rusak ringan. “terang Dedi.

Dedi juga membenarkan salah seorang warganya, Ade Sapju (43) penduduk Rt 03 Rw 04 Dusun Bojongsalawe meninggal akibat tersambar petir.

Sementara, diperoleh keterangan, Bupati pangandaran, H. Jeje Wiradinata langsung meluncur ke lokasi bencana untuk melihat kondisi warga usai mengikuti rapat paripurna bersama DPRD di gedung Da’wah Cijulang. (AGE).

WAGUB JABAR PANTAU JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Dedy Mizwar  melakukan kunjungan serentak ke jembatan Ciputrapinggan Kabuoaten Pangandaran yang amblas diterjang arus sungai beberapa hari lalu.
Menurut Dedy, dari beberapa kasus bencana banjir dan longsor di beberapa daerah di Jawa Barat, disinyalir karena kerusakan lingkungan dan hutan akibat alih fungsi hutan dan maraknya pembalakan liar sehingga meluapnya arus sungai karena sungai tidak bisa menampung derasnya air hujan.

“Da mungkin jembatan yang dibangum tahun 1978 ini tidak lagi mampu menahan beban, dan sekarang harus segera dibangun openggantinya karena jembatan ini cukup vital pada jalur menuju dan sebaliknya dari pangandaran. “Ungkap Dedy.(12/10). 

Kedatangan orang nomor dua di jabar ke Kabuoaten Pangandaran ini disambut bupati pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

“Pemerintah Daerah terus berusaha untuk tetap siaga, dari mulai penyediaan akomodasi, evakuasi warga, pengungsian, kebutuhan logistik, sampai penanganan kesehatan akibat bencana banjir,” Demikian disampaikan Jeje pada wagub. (TONI T).

JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN AMBLAS, HARGA SAYURAN PUN NAIK

PANGANDARAN-Sejumlah ibu rumah tangga mengeluhkan adanya kenaikan sejumlah harga sayuran yang terjadi pasca amblasnya jembatan Ciputrapinggan.

Seperti dikatakan salah seorang pedagang di pasar Pangandaran, Eti (31), menurutnya, kenaikan ini lebih banyak disebabkan karena terlambatnya pasokan dari sejumlah pemasok karena jalur lalulintas antara Banjar-Pangandaran terputus.

Untuk harga sayuran kangkung yang tadinya Rp.3500 sekarang naik menjadi Rp.6 ribu. Juga untuk harga Cabai merah Rp.25 ribu menjadi Rp.45 ribu, bawang merah Rp25 ribu menjadi Rp. 30 ribu dan cabai rawit Rp.20 ribu menjadi Rp. 35 ribu.

“Sayuran lainnya pun sama ada kenaikan harga. “terang Eti.(12/10).

Eti berharap, pemerintah bisa secepatnya memperbaiki jembatan Ciputrapinggan agar lalulintas bisa berjalan lancar dan pasokan sayuran pun kembali normal. (hiek)


PASAR PANGANDARAN TIDAK AKAN PINDAH LOKASI

PANGANDARAN-Lokasi pasar Pangandaran, dalam penataan kota dan pariwisata Pemda Pangandaran, termasuk tempat yang tidak akan dipindahkan. Pasalnya, selain pasar tersebut berfungsi sebagai tempat bertemunya antara pedagang dan pembeli, pasar pangandaran pun masuk  ke dalam penataan wisata.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat menghadiri peringatan 1 muharam dan sekaligus pengukuhan H. Rusman sebagai ketua Himpunan Pedagang Pasar Pangandaran (HP2P) dan pengurus lainnya.

“Baru kali ini saya bisa bersilatuhami langsung dengan para pedagang. “Ucap Jeje mengawali sambutannya.(12/10).

Menurut Jeje, pemerintah sengaja tidak memindahkan lokasi pasar ke tempat lain, karena jika pindah akan jauh dengan tempat pariwisata.

“Dan nanti wisatawan pun akan berbelanja ke pasar modern. “ungkap Jeje.

Ditambahkan Jeje, pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli saja, tapi bisa juga dijadikan tolak ukur perekonomian daerah. Penghuni pasar bukan berasal dari konglomerat tapi terdiri dari pedagang-pedagang kecil yang nota bene bisa jadi tulang punggung perekonomian rakyat.

“Dan pemerintah berkewajiban melindungi pasar-pasar tradisional agar perekonomian yang langsung bersentuhan dengan rakyat bisa terus hidup. “tutur Jeje.

Pasar yang dihuni 68 pedagang yang menempati kios, 668 los dan 244 pedagang hamparan ini rencana ke depannya, menurut Jeje, akan dibangun menjadi dua tingkat sehingga walau pun namanya pasar tradisional, tapi nantinya Pasar Pangandaran ini tidak terlihat kumuh dan becek saat musim hujan.

“Saya akan siapkan anggran sebesaRp 18 milyar untuk pembangunannya. “jelas Jeje. (hiek)

INI PREDIKSI CUACA HARI INI

12 Oktober 2016  07.00 WIB hingga 13 October 2016 07.00 WIB
                                  
Ibukota Kabupate      Cuaca            suhu              kelembaban       Kec.Angin         Arah
                                                          (°C)                    (%)                 (km/jam)

Cibinong                 Hujan Sedang    23 - 32             60 - 96                   20             Barat Laut
Pelabuhan Ratu       Hujan Lebat      23 - 33             59 - 95                    25            Barat Laut
Cianjur                   Hujan Sedang    22 - 32             60 - 96                    20            Timur Laut
Soreang                 Hujan Sedang    20 - 29              60 - 95                    15            Barat Daya
Garut                     Hujan Sedang    20 - 30              60 - 95                    20           Timur Laut
Singaparna             Hujan Lebat      22 - 31              60 - 97                     20          Timur Laut
Ciamis                   Hujan Lebat      22 - 32               60 - 97                    20           Timur Laut
Kuningan               Hujan Sedang    22 - 30              65 - 98                    25           Timur Laut
Sumber                 Hujan Sedang    24 - 31               64 - 96                   25            Barat Laut
Majalengka           Hujan Sedang    24 - 31               64 - 97                   25            Timur Laut
Sumedang             Hujan Sedang    23 - 30               65 - 98                   25            Barat Laut
Indramayu            Hujan Sedang     24 - 32               62 - 95                  25             Barat Laut
Subang                 Hujan Sedang     23 - 32              58 - 95                  20             Timur Laut
Purwakarta          Hujan Sedang     22 - 32               60 - 96                  20             Timur Laut
Karawang            Hujan Sedang     22 - 32               59 - 95                  20             Timur Laut
Cikarang              Hujan Sedang     23 - 32               59 - 95                  20             Timur Laut
Ngamprah           Hujan Sedang     20 - 29               60 - 95                  15              Barat Daya
Bogor                 Hujan Sedang     22 - 32               60 - 96                  20               Barat Laut
Cisaat                 Hujan Sedang     22 - 3 2              60 - 96                  20               Barat Laut
Bandung             Hujan Sedang     20 - 29               62 - 96                  15               Barat Daya
Cirebon              Hujan Sedang     25 - 34               62 - 95                  25               Barat Laut
Bekasi                Hujan Sedang     22 - 32               60 - 96                  20               Timur Laut
Depok                Hujan Sedang    22 - 32                60 - 96                   20              Timur Laut
Cimahi                Hujan Sedang    20 - 29                60 - 95                   15              Barat Daya
Tasikmalaya        Hujan Lebat      22 - 31                 60 - 97                   25             Timur Laut
Banjar                Hujan Sedang    22 - 31                 60 - 96                   25             Timur Laut
Parigi                 Hujan Lebat    22 - 31                60 - 96                    25             Timur Laut

Peringatan Dini

WASPADA AKAN POTENSI TERJADINYA HUJAN LEBAT DISERTAI ANGIN KENCANG DAN PETIR DI SEBAGIAN WIL. TASIKMALAYA, CIAMIS, PARIGI DAN SUKABUMI PADA RENTANG WAKTU ANTARA SIANG HINGGA MALAM HARI.

Sumber: BMKG

UNTUK SEMENTARA DIBANGUN 2 JEMBATAN BAILY, AHMAD HERYAWAN: “ “PEMBANGUNAN JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN DARI APBN 2017.”

PANGANDARAN-Untuk pembangunan jembatan baru pengganti jembatan Ciputrapinggan Pangandaran yang ambruk tanggal 9 oktober lalu, pemerintah akan membangun kembali jembatan tersebut  yang didanai  dari APBN tahun 2017.

Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) saat melakukan kunjungan dan melihat langsung kondisi jembatan Ciputrapinggan yang dibangun tahun 1977-1978 ini.

“Untuk sementara, kami sudah melakukan kordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kementerian PUPR untuk segera dibuat dua jembatan baily agar akses jalan utama bisa berfungsi. “Ungkap Aher.(11/10).

Gubernur didampingi Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan jajarannya, tadi malam (11/10) berkesempatan melihat dari dekat tiang penyangga yang roboh yang mengakibatkan amblasnya sebagian badan jembatan sekitar 1 meter.

“Pembangunan jembatan sementara (jembatan baily-red) diharapkan bisa selesai dalam waktu 2 minggu. “kata Aher.

Lebih jauh Aher mengatakan, bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah jawa barat, menurutnya bukan disebabkan kerusakan alam, karena memang keadaan hutan dan alam baik-baik saja.

“Dan jembatan yang roboh di berbagai daerah pun kondisinya cukup kokoh, namun karena curah hujan tinggi dan bencana pun berkata lain. “terang Aher. (hiek)

BUPATI PANGANDARAN NYATAKAN TANGGAP DARURAT BENCANA

PANGANDARAN-Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran segera menetapkan tanggap darurat bencana menyusul beruntunnya bencana banjir dan longsor di beberapa kecamatan. Dan sejauh ini sudah dua warga dilaporkan tewas akibat bencana tersebut.

Menurut Bupati Pangandaran H.Jeje Wiradinata, saat ini Pemda Pangandaran sudah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga waktu yang belum ditentukan.

“Ini penting, karena nanti ada penggunaan anggaran yang tak terduga dalam penanggulangannya dan darurat bencana ini akan dicabut hingga kondisinya memang sudah memungkinkan untuk dicabut. “Kata Jeje usai menggelar rapat kordinasi di aula SMAN 1 Pangandaran.(10/10).

Ditambahkan Jeje, ia menghimbau kepada seluruh camat agar tetap waspada selama masa darurat bencana ini, terutama kecamatan yang memang rawan terjadi bencana banjir dan longsor.

“Sekarang hujan masih turun setiap hari, semua camat agar tetap waspada dan aktif memantau ke lapangan, infentarisir sungai yang berpotensi banjir dan tanah rawan longsor serta segera dibuat pos-pos kesehatan  di tiap-tiap kecamatan. “imbuh Jeje.

Selain segera dibangun dapur-dapur umum, bupati pun menginstruksikan agar warga dibantu para relawan memantau lokasi rawan bencana, sehinngga jika terjadi bencana bisa ditangani secepatnya.

Sementara kepala Pelaksana (kalak) BPBD Kabupaten Pangandaran, DR. Drs. H. Nana Ruhena,MM mengatakan, dari data yang diperoleh di lapangan, untuk korban jiwa sudah 2 orang, yakni, Ikbal (7) warga Dusun Ciparakan Desa Ciparakan Kecamatan Kalipucang dan Parjo (53) ) warga Dusun Ciranto Desa Jadimulya Kecamatan Langkaplancar.

“keduanya meninggal disebabkan tertimbun longsor. “Terang Nana.

Akibat longsor dan banjir bandang yang terjadi di 8 kecamatan, menurut Nana, ada 355 jiwa harus dievakuasi ke tempat lebih aman. Sementara banjir terparah jika dihitung banyaknya titik banjir, ada di Kecamatan Pangandaran,

“Termasuk di DesaSukahurio dengan ketinggian air mencapai 2meter. “Terang Nana lagi.

Dikatakan Nana, untuk korban banjir di Kecamatan Pangandaran lokasi evakuasi di Desa Babakan. Sementara di kecamatan lainnya, menueurt Nana, lebih banyak yang mengungsi ke tempat saudaranya.

“Untuk sementara, bantuan untuk korban yang disalurkan BPBD, kami perioritaskan dulu untuk yang ada di tempat pengungsian. “imbuhnya.

Sementara hasil pantauan BPBD di lapangan, air banjir mulai surut meskipun masih ada di sejumlah titik malah terpantau naik. Seperti di Desa mangunjaya dan Sukanegara, ketinggian air mencapai 1 meter. Saat musim hujan ini yang paling dikhawatirkan terjadinya banjir bandang karena kalau banjir luapan sungai, relative bisa diprediksi dari awal.

“Saya himbau agar masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan pada kami jika memang terjadi bencana. “ujarnya.

Salah seorang warga Dusun Cihandiwung, RT 02 RW 03 Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran, Sardot (50) menuturkan, banjir bandang yang terjadi di desanya terpantau  sejak minggu malam, dan akibat banjir bandang tersebut dapur rumah miliknya hanyut terbawa arus sungai di belakang rumahnya.

“Sekitar jam sembilan malam ketinggian air mencapai dua meter, tapi perlahan langsung surut kembali,” ungkapnya. (isis koswara & toni t)

UNTUK ANTISIPASI PUTUSNYA TRNSPORTASI PANGANDARAN-BANJAR, SEGERA DIBANGUN JEMBATAN DARURAT BERKEKUATAN 25 TON

PANGANDARAN-Untuk antisipasi terganggunya jalur transportasi dari Pangandaran menuju Banjar dan sebaliknya akibat robohnya Jembatan Ciputrapinggan di perbatasan Kecamatan Pangandaran dan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, segera dibangun jembatan darurat (bally) yang akan dipasang dua buah. Satu jembatan dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang akan dipasang sekitar 50 meter sebelah timur jembatan asal dan satu lagi dari Batalyon Zeni Tempur (zipur) Banjar yang akan dibangun di sisi barat.

“Diharapkan dengan waktu pengerjaan sekitar 2 minggu, jembatan darurat tersebut selesai dan bisa digunakan, secara teknis nanti Pa Wakil Bupati yang lebih paham. “Ungkap Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.(11/10).

Jeje yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Komandan Kodim 0613/Ciamis, Letkol Inf. Slamet dan Kepala Dinas Puhubkominfo Pangandaran, H. Dadang Dimyati langsung melihat kondisi di lapangan yang nantinya akan dijadikan tempat dibangunnya jembatan darurat. Menurut Jeje, jembatan darurat yang akan dibangun tersebut dengan kekuatan maksimal 25 ton  nantinya akan bisa berfungsi tidak jauh dengan jembatan yang roboh.

“Banyak komoditas dari pangandaran sekarang tidak bisa terkirim akibat robohnya jembatan Ciputrapinggan. “ Terang Jeje.

Dengan kejadian putusnya transportasi ini, lanjut Jeje, memberikan dampak ekonomi yang signifikan, karena hasil bumi pangandaran seperti gula kelapa, kayu dan ikan laut tidak bisa terkirim.

“Begitu juga sebaliknya, saya sudah mendapat informasi, gas elpiji 3 kg sekarang sudah naik karena terlambat pasokan.  “Kata Jeje.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Puhubkominfo, Drs. H. Dadang Dimyati mengatakan, material jembatan dari  kementerian PU sudah tiba di tempat. Secepatnya segera dibuat brongsong batu yang akan menjadi pondasi jembatan di kedua sisi sungai.

“Dengan lebar 4 meter dan bentang sungai 51 meter, mudah-mudahan pengerjaan bisa selesai dalam 2  minggu ini, “Ungkap Dadang.(ISIS KOSWARA)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN