PENARIK BECAK PANGANDARAN MENGELUH KINI HARUS BERSAING DENGAN SEPEDA MATIC

PANGANDARAN-Para penarik becak di jalan-jalan utama pariwisata di Pangandaran kini mengeluh terkait minimnya penghasilan mereka dan sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan hidup yang kian melonjak.

Wisatawan nampaknya kini lebih tertarik dengan kendaraan sejenis sepeda bermesin (matic), karena hanya dengan Rp. 50 ribu per jam dapat berkeliling pantai barat dan timur hingga ke Pasar Pananjung. Selain praktis, sepeda yang bermesin tenaga listrik ini pun sangat efisien, cepat dan busa digunakan berboncengan, sama halnya dengan kafasitas muatan becak yang memuat dua orang, maka tidak heran jika hal ini sangat dikeluhkan para penarik angkutan roda tiga ini.

"Saya sekarang sengaja memodifikiasi beca saya menjadi bentor, dengan menggambungkan mesin pada beca saya agar selain bisa menjanghkau lokasi jauh juga bisa lebih cepat disbanding tenaga kayuhan kaki. “ujar salah seorang penarik bentor di kawasan pantai barat, Udin.(3/8)

Udin berharap, semakin ramainya arus kunjungan wisata ke Pangandaran bisa meningkatkan penghasilannya.
Menurutnya, jika sedang ramai wisatawan ia dapat menghasilkan sekitar Rp 100-200 ribu dalam satu hari.

“Tapi kalau hari biasa saat sepi pengunjung tidak jarang pulang ke rumah tidak membawa uang. “terangnya. (HARIS F)

FESTIVAL SENI BUDAYA PANGANDARAN 2018 JUMHARI: “JIKA BUDAYA HARUS ADA NILAI JUAL, INI TUGAS PEMDA..”

PANGANDARAN-Saat kunjungan Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizward beberapa waktu lalu ke, pernah mengatakan, ia tidak khawatir tentang kelesatarian budaya di Pangandaran. Pasalnya, menurut Deddy, para budayawan Pangandaran sangat mencintai dan punya keinginan kuat untuk melestarikannya.

“Saya menyaksikan sendiri para pelaku seni budaya disini sangat setia pada budaya dan tradisi mereka. “kata Deddy saat itu.

Apa yang dikatakan Deddy Mizward memang ada benarnya, terbukti saat Pemda Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jawa Barat menggelar Festival Seni Budaya Pangandaran di panggung terbuka pantai barat, (3-4/8), mendapat respon positif dari masayarakat pelaku budaya yang hadir dari tiap-tiap kecamatan.

Saat diminta tanggapannya, Kepala BPNB jabar, Jumhari, budaya yang ada di Kabupoaten Pangandaran selain bisa menjadi jati diri masayarakat, tentunya bisa menjadi nilai tembah pada pengembangan pariwisata.

Dikatakan Jumhari, selain menjadi tontonan, budaya juga sarat dengan nilai-nilai luhur kearifan lokal sekaligus menjadi tuntunan terutama untuk generasi  muda yang bisa mengajarkan bagaimana bekerjasama, bergotong-royong, saling menghormati serta terrseli juga asfek estetika.

“Budaya juga bisa membawa masyarakat lebih damai membangun hubungan manusia dengan manusia, dengan tuhan dan dengan alam. “kata Jumhari.

Kebetulan pangandaran jadi daerah tujuan wisata, kata Jumhari, nantiny selain menikmati keindahan alam wisatawan pun bisa melihat kekayaan khasanah budaya Pangandaran, karena ketika wisata alam disatukan dengan wisata budaya tentunya akan menjadi nilai jual lebih.

Disoal sudah layakkah potensi budaya yang ada di Pangandaran dijual, menurutnya, tentu saja ini bisa menjadi pelengkap wisata.

Tapi menurut Jamhuri, nantinya bisa dipilah, mana yang bisa menjadi wisata budaya dan mana yang menjadi penanaman nilai-nilai luhur tradisi sehingga tidak dikotomi bahwa seni harus dijual.

“Tapi ia bisa menjadi cara kita melakukan pembinaan, pembangunan karakter dan jati diri karena bagaimana pun kalau kita bicara ronggeng gunung tentu ingatan masdyarakat akan  dihubungkan dengan Pangandaran. “imbuh Jamhuri.
Jamhuri menambahkan, jika budaya harus punya nilai jual, tentunya ini menjadi tugas pemerintah daerah.

“Karena kami hanya melihat dari sisi bagaimana cara penanaman nilai tapi kalau seni budaya ini harus punya nilai jual ini tentunya tugas dinas pariwisata yang ada di daerah. “ pungkas Jumhari, (PNews)

BERSAMA MASYARAKAT, KADES CIKUPA RESMIKAN YAYASAN AL FITROH

TASIKNEWS-Pentingnya nilai-nilai keagamaan harus tertanam pada anak sejak usia dini harus menjadi tanggungjawab bersama, karena ini akan membentuk moral dan etika anak di kemudian hari.

Demikian disampaikan Kepala Desa Cikupa Kecamatan karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yuda Heryadi, dalam sambutannya saat meresmikan Yayasan Al Fitroh di Dusun Ciguha (1/8) yang turut dihadiri ketua MUI Kecamatan Karangnunggal, Ustadz Aa, tokoh agama, tokoh masyarakat  dan masyarakat.

Alhamdulillah hari ini dengan disaksikan bersama-sama kita resmikan yayasan ini, dan mudah-mudahan Yayasan Al Fitroh ini bisa memberikan manfaat pada kita semua. “tutur Yuda. (ANWAR WALUYO)

IRONIS, TERMINAL TIPE A TASIKMALAYA SEPI CALON PENUMPANG

TASIKNEWS-Sungguh ironis, terminal tipe A Indihiang Tasikmalaya yang katanya paling megah di wilayah Priangan Timur pada kenyataannya terminal tersebut sepi.

Menurut beberapa pedagang yang menempati kios-kios, ini disebabkan ada beberapa pol bis yang berfungsi sama, dengan tempat duduk di ruang tunggu penumpang dan fasilitas penunjang lainnya layaknya di sebuah terminal.

“Keberadaan pol bis budiman dan primajasa sudah menggantikan fungsi terminal yang ada di by pass. “ungkapnya.(25/7)

Ia menambahkan, jika keadaan seperti ini dibiarkan terus menerus bukan tidak mungkin lambat laun terminal milik Kementerian Perhubungan ini secara perlahan tidak akan berfungsi lagi.

Para pedagang juga mempertanyakan sikap Pemkot Tasikmalaya yang terkesan tidak peduli dan tutup mata, padahal ratusan pedagang di komplek terminal banyak yang menggantung hidupnya disana.

“Banyak teman kami sesama pedagang yang gulung tikar karena sepi pembeli, apakah pemkot tidak punya keberanian untuk memfungsikan lagi terminal ini dengan menutup pol-pol yang layaknya terminal..? ”ungkapnya lagi. (ANWAR WALUYO)

PADA PERUBAHAN RPJMD 2016-2021, PEMKAB PANGANDARAN PERTAJAM TARGET PROGRAM

PANGANDARAN-Pasca disetujuinya Rancangan Awal RPJMD oleh DPRD pada rapat pariopurna beberapoa lalu, Pemkab Pangandaran segera menggelar Musawarah Rencana Pembangunan (Musrembang)  Perubahan RPJMD tahun 2016-2021.

Kasubid  Perencanaan  Pembanguan Daerah BAPPEDA Provinsi Jawa Barat,  Hendri Winoto, SE, M.Si saat ditemui wartawan usai mengikuti rapat tersebut, menyampaikan, mengatakan pihaknya segera akan mengakomodir rancangan awal perubahan RPJMD tersebut, walau pun sebenarnya  tidak ada perbedaan yang signifikan dengan RPJMD sebelumnya.

“Dalam RPJMD perubahan sekarang sasaran dan target programnya leih dipertajam lagi. “ungkapnya. (1/8).

Dikatakan Hendri, selama visi misi tidak dirubah, perubahan tetap bisa dilakukan. Karena, menurutnya, hampir semua daerah pun sekarang lebih memfokuskan pada sasaran dan target program.

Selain Kabupaten Pangandaran, lanjut Hendri, beberapa daerah di Jawa Baratm seperti Kabupaten Tasik dan Kabupaten Karawang akan melaksanakan perubahan RPJMD.

“Sementara Kabupaten Bandung dan Kota Tasik sudah melaksanakan perubahan. “terang Hendri.

Sementara tahapan perubahan RPJMD Kabupaten Pangandaran prosesnya sendiri masih sangat panjang. Setelah dibawa ke provinsi nanti akan dikembalikan ke Pangandaran lagi untuk dibahas, lalu masuk kepada tahap akhir dan disetujui.

sementara Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan, perubahan RPJMD ini sangat penting, karena akan menjadi acuan program kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Memang ada beberapa pasal yang diubah, tapi ini hanya penajaman terhadap program serta tingkat efesiensi anggaran saja. :”kata Jeje.

Jeje juga mengatakan, sementara untuk laporan kinerja yang kurang bagus nantinya bisa diselaraskan pada perencanaan dan capaian kinerja dalam rancangan perubahan RPJMD ini, sehingga kegiatan-kegiatan apa saja yang dilaksanakan nantinya bisa jelas dan terukur.

Saat ini, kata Jeje Pemkab Pangandaran sedang melakukan efesiensi belanja pada pos-pos tertentu, ini dimaksudkan untuk menuntaskan berbagai pembangunan infrastruktur an dan skala perioritas program lainnya.

“Sekarang kita utamakan dulu pelayanan pada masyarakat, dan ternyata belanja pegawai kita saat ini masih dibawah 50 persen. “imbuhnya. (PNews)

WARGA CIPATUJAH TASIKMALAYA KELUHKAN KONDISI JALAN

TASIKNEWS-Ini tentang seorang keluhan seorang warga Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Encep, yang sudah lama mendambakan infrastruktur jalan di daerahnya bisa diperbaiki.

Menurutnya, baik pemerintah desa mau pun Pemkab Tasikmalaya terkesan tutup mata dan telinga melihat kondisi jalan yang sudah hampir 20 tahun tak tersentuh roda pembangunan.

“Kapan ya kami bisa menikmati jalan aspal yang licin dan bagus ..”ungkapnya kepada PNews.(31/7)

Padahal, menurut Encep, banyak potensi yang bisa dihasilkan dai Cipatujah. Selain pariwisata keindahan alam pantai dan hasil laut, sumber daya alam, seperti palawija, kayu pun secara ekonomis bisa membantu tingkat perekonomian masyarakat.

“Kami juga sangat prihatin saat ada warga sakit harus menggotong dengan bambu untuk menuju puskesmas Karangnunggal dengan jarak 20 km. “tuturnya lagi.

Tapi kalau sarana transportasinya seperti ini, lanjut Encep, jalur pengiriman hasil bumi dari daerah ke kota pun akan tersendat.

“Padaha kami juga taat bayar pajak tiap tahun, tapi tetap saja kondisi jalan di daerah kami tak kunjung diperbaiki. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO)


BEBERAPA ALIGATOR YANG DITEMUKAN DI PANGANDARAN AKAN DIMUSNAHKAN BKIPM

Beberapa ikan jenis Aligator berhasil diamankan petugas dari Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) di wilayalah Kabupaten Pangandaran.

Menurut kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kabupaten Pangandaran, Rida Nirwana Kristiana, S.Sos, M.Si, ikan yang dilarang jenis alligator ini milik masyarakat yang dirawat sejak kecil saat masih dalam akuarium.

Rida menambahkan, dalam masalah ini pihaknya hanya menjadi fasilitator saat petugas dari BKIPM mendfatangi beberapa warga yang diketahui mempunyai ikan tersebut.

“Dan masyarakat pun secara suka rela mau menyerahkan ikan tersebut ke petugas dari BKIPM. “kata Rida.(1/8)
Dikatakan Rida, kini ikan-ikan tersebut ada di kantornya menunggu keputusan dari BKIPM, kapan akan dimusnahkan. Karena menurut Rida, segala urusan terkait masalah ini bukan menjadi kewenangan dinasnya.

Rida juga mengatakan, memang jenis ikan alligator yang ditemukan di Pangandaran merupakan salah satu dari tiga jenis yang dilarang beredar di perairan Indonesia, sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 41 tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya Dari Luar Negeri Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Dua jenis lainnya adalah ikan  arapaima dan piranha. :”imbuhnya. (PNews)

MASYARAKAT PANGANDARAN MENUNTUT PEMKAB PANGANDARAN SEGERA TERBITKAN ATURAN TENTANG MIRAS

PANGANDARAN-Seiring dengan pesatnya perkembangan dunia pariwisata, kini peredaran miras pun semakin  marak. Hal ini tentunya membuat sebagian masyarakat khususnya daerah yang secara langsung bersentuhan dengan aktivitas wisata, seperti Desa Pangandaran, Pananjung, Wonoharjo di Kecamatan Pangandaran dan Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih merasa miris. Pasalnya, banyak ditemukan anak-anak di bawah usia dewasa secara terbuka banyak mengkonsumsi jenis minuman beralkohol ini.

Menurut Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat, pihajknya banyak mendapat masukan dan tekanan dari masyarakat agar MUI segera mengambil sikap.

"Ini sudah pada taraf mengkhawatirkan. “ungkapnya.(30/7)

Bukan hanya ke MUI saja, kata Anwar, masyarakat pun bahkan ada yang mengeluhkan masalah ini pada Front Pembela Islam (FPI), tokoh masyarak dan agama agar segera ada tindakan konkrit upaya antisipasi peredaran miras secara bebas yang dianggap telah melampaui batas.

Salah seorang pengurus FPI Pangandaran, Maman Nugraha membenarkan, banyak masyarakat yang mengeluhkan maraknya peredaran miras di Pangandaran ke FPI.

"Kami sangat mengapresiasi keinginan warga karena  ini memang demi kemaslahatan bersama dan kemajuan generasi muda kita. “tegas Maman.

Menurut Maman, dalam data yang ia punya hanya empat hotel saja yang mempunyai izin penjualan miras dan selebihnya ilegal dan perlu ada penangan dari pihak terkait, khususnya pemerintah daerah.

MUI Kecamatan Pangandaran dan Forum Peduli Umat Islam (FPUI) Pangandaran segera akan  menagih janji Bupati Pangandaran dan audens dengan DPRD agar secepatnya menerbitkan aturan peredaran miras.

Dalam Musyawarah MUI dan beberapa elemen masyarakat serta perwakilan majelis taklim, Muhammadiyah dan FPI di wilayah Kecamatan Pangandaran yang digelar di sebuah rumah makan di kawasan pantai Pamugaran (30/7), sepakat akan segera melayangkan surat ke Pemkab Pangandaran agar secepatnya merespons masalah ini.

"Kami akan menagih janji bapak bupati yang pernah menyampaikan akan menindaklanjuti perihal miras ini. “ ungkap pengurus MUI Kecamatan Pangandaran, Nana Nashirin S.Pd.I (HARIS F)

WALAU HIDUP DI DAERAH RAWAN BENCANA WARGA PANGANDARAN HARUS CIPTAKAN HIDUP NYAMAN DAN AMAN

SIDAMULIH-Dalam kunjungan kerjan Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perlindungan Jaminan Sosial, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Harry Hikmat melantik Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menjadi Pembina Tagana dan sekaligus Ketua Kampung Siaga di wilayah Kabupaten Pangandaran di Kampung Siaga Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran (31/7) yang merupakan daerah terjadinya bencana longsor yang menelan tiga korban meningggal, tahun 2017 lalu.
Dalam acara tersebut selain Dirjen Linjamsos, hadir juga beberapa Staf Khusus Kementerian Sosial, antara lain, Ismail Cawidu dan Husen. Sementara dari Kabupaten Pangandaran, selain buopati yang didampingi Wakil Buopati,H. Adang Hadarai, juga hadir Sekda, Mahmud, SH, MH dan jajarannya, forum komunikasi kecamatan, forum komunikasi daerah serta ratusan warga.

Dalam sambutannya, Harry Hikmat menyampaikan, yang dilantik hari ini tidak hanya Bupati saja ibu bupati pun harus menjadi ibunya para anggota Tagana di Kab Pangandaran
Dikatakan Hari, bukan kebetulan jika kampung siaga didirkan di Desa kalijati, karena desa ini merupakan pilihan bupati yang merupakan daerah bencana longsor. Dan tentunya kampung siaga ini merupakan percontohan bagi daerah lainnya, karena harus bisa meliputi beberapa desa karena di sekitarnya unjtuki melihat karakteristik teritorial

“Mudah-mudahan setelah dibentuknya Kampung Siaga di Desa Kalijati bisa menjadi contoh serta bisa memberi manfaat bagi daerah yang lainnya. “kata Hari.

Hari menambahkan, seperti yang dilihat di wilayah disini merupakan daerah perbukitan dan lembah yang menjadi perkampungan warga, tentunya ini resikonya sangat tinggi. Dan ini harus  menjadi perhatian semua, untuk itu dengan komitmen bersama-sama warga dibentuk Kampung Siaga dengan salahsatu keterianya, ada Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

Kabupaten Pangandaran pada indek nasional merupakan peringkat ke 16 dan peringkat ke 5 tingkat Provinsi Jawa Barat sebagai daerah rawan bencana. Tapi walau pun termasuk daerah rawan bencana yang tinggi, ini tidak menjadi penghalang untuk bisa hidup tenang, aman dan nyaman.
“Maka untuk antisipasi semua ini dibutuhkan kesiapsiagaan kita semua," ucapnya.

Hari juga mengtakan, berkat komunikasi yang baik Pemkab Pangandaran dan Kementerian Sosial, tahun ini bantuan tahun ini sebesar Rp. 5,6 milyar sudah turun.

Selain meresmikan kampung bencanan dan melantik Pembina Tagana, dalam kunjungan tersebut, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Harry Hikmat  berkesempatan menyerahkan stimulan bantuan kepada Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata senikai Rp. 4.611.590.000 untuk pembuatan kampung siaga bencana, pembuatan lumbung padi siaga dan bantuan stimulan berupa bahan bangunan untuk 351 rumah yang terkena bencana serta penyerahan bantuan kepada korban bencana yang diserahkan secara simbolis.

semnetara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, sebenarnya untuk penetapan Kampung Siaga Bencana di Pangandaran itu banyak, salahsatunya di Desa Kalijati ini.

Jeje mengatakan, Pemkab Pangandaran menargetkan hingga 2019, Kecamatan Pangandaran menjadi daerah siaga bencana karena terdapat dua daratan, daratan tinggi dan rendah di sepnajang pantai.

"Mungkin kita ada gelombang pasang, banjir dan longsor.  Dan saat ini kita sedang inventarisir dan menargetkan 2019 Pangandaran menjadi daerah siaga bencana," pungkasnya. (ANTON AS)

SDN 2 MEKARSARI CIMERAK, KEPALA SEKOLAH BARU SERTA SEMANGAT BARU

CIMERAK-Beberapa bulan yang lalu Kabupaten Pangandaran telah melantik beberapa Pejabat Struktural dan Fungsional termasuk para Kepala Sekolah salah satunya Maman,SPd.SD yang ditugaskan di SDN 2 Mekarsari Kecamatan Cimerak.
Maman yang berasal dari Masawah ini termasuk salah seorang kepala sekolah yang disiplin tentu saja bersama 4 orang guru PNS, 3 non PNS dan 1 orang penjaga bahu membahu membenahi serta berusaha melakukan yang terbaik agar sekolah tempatnya mengajar semakin bersih, nyaman dan aman.

SDN 2 Mekarsari yang didirikan tahun 1982 di atas laghan seluas 4832 m2 ini terakreditasi dengan nilai B yang sertifikatnya ditandatangani langsung Prof DR.Djaman Satori,MPd pada tahun 2014 sendiri sekitar 22 km dari ibu kota kecamatan, tepatnya di Dusun Sukasari Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak, berada di daerah paling barat Kabupaten Pangandaran.

Dengan jumlah peserta didik 129 siswa serta fasilitas penunjang belajar, seperti taman, sarana  kesehatan, wc, kamar mandi dan tempat cuci tangan yang terurus rapih serta disiplin dalam berpakian rapih baik guru mau pun siswa, tentunya membawa nilai positif pada lingkungan pada tempat anak-anak menuntut ilmu.

Dari segi prestasi, SDN 2 Mekarsari pun tidak ketinggalan, banyak kejuaraan-kejuaraan, antara lain,  juara 3 putra dalam rangka invitasi bola voly SMPN 3 Cimerak, juara 3 matematika dalam pada  OSN, juara Tarian Daerah pada FLS2N tahun lalu dan juara permainan lembur pada KKM Unpad yang lalu.

“Bahkan untuk pembinaan karakter para siswa kami selalu dilaksanakan juga solat berjamaah dan rutin membaca Al Qur’an’. “ ungkap salah seorang guru,  Dedi Suryadi,SPd.(31/7)

Dedi menambahkan, ia sangat setuju dengan kebijakan yang diterapkan kepala sekolah terkait  keuangan sekolah betul-betul harus digunakan untuk kesejahteraan siswa dan kemajuan sekolah secara positif, kepala sekolah tidak memegang keuangan karena semuanya telah didelegasikan pada guru-gurunya.

“Dan tentunya penggunaannya pun akan transparan jika fungsi bendahara dan lainnya berjalan dengan semestinya. “kata Maman.

Dedi dan warga sekolah lainnya pun berharap, dengan pergantian kepala sekolah yang baru ini tentunya akan memberi inspirasi yang baru, semangat baru dan inovasi-inovas yang baru dan segar agar sekolah ini dapat menjadi unggulan di masa yang akan datang.

“Dan kami sangat optimis karena Pa Maman selain mempunyai semangat yang tinggi juga punya komitmen yang terukur pada dunia pendidikan. “pungkas Dedi.  (RASIMUN-Pnews)

CAMAT CIGUGUR LAKUKAN CONTROL PEMBANGUNAN REHAB SEKOLAH DI WILAYAHNYA

CIGUGUR – Agar bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat di Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran khususnya dibidang pendidikan terkait rehab sekolah pasca gempa 2017 lalu, camat Cigugur, DR. Erik Krishna Yuda, ikut mengontrol jalannya pembangunan sekolah sekolah yang mendapatkan bantuan rehab dari kementrian pendidikan diwilayah kecamatan Cigugur sebanyak lima bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri.

Erik mengatakan, ia sebagai camat wajib ikut mengontrol proses serta jalannya pembangunan sarana pendidikan yang ada diwilayahnya agar bisa berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

"Dengan kapasitas sebagai kepanjangan tangan bupati saya wajib mengetahui apa pun yang ada di Kecamatan Cigugur, dan kegiatan yang saya lakukan ini merupakan bentuk pengawasan atau controlling pemerintah terhadap proses pembangunan infrastruktur maupun sarana pendidikan. “jelasnya. (25/07)

Dikatakan Erik, bantuan yang diberikan langsung dari Kementrian Pendidikan ini bertujuan untuk terciptanya rasa nyaman pada kelangsungan kegiatan belajar mengajar siswa. Artinya,  dengan adanya bantuan ini masyarakat juga harus ikut mengawasi proses kegiatan rehab sekolah ini agar bantuan tersebut bisa digunakan dengan baik.

“Mudah-mudahan dengan kondisi sekolah yang sudah bagus nantinya semangat belajar anak-anak didik akan semakin tumbuh, kalau tempat belajarnya nyaman sudah pasti bisa mendukung peningkatan kualitas pendidikan. " imbuhnya. (AGE)

DESA MASAWAH AKAN TETAP PERTAHANKAN PANTAI INDAH MADASARI

CIMERAK - Pantai Madasari atau orang setempat menyebutnya dengan nama sebutan “Bulben” (Bulak Benda) berada di wilayah Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, di lokasi ini bisa dinikmati panorama alam indah yang masih alami. Madasari memang masih asli, belum banyak sentuhan.

Saat ini obyek wisata ini masih dikelola masyarakat setempat dan pemerintahan desa, biasanya banyaj pengunjung datang pada hari sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya. Walau pun belum banyak dikenal wisatawan dan belum seramai destinasi wisata lainnya di Kabupaten Pangandaran, tapi dari hari ke hari trendnya terus menunjukan peningkatan.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Masawah, Ukan Suganda, ia akan tetap mempertahankan wisata pantai Madasari agar tetap dikelola desa.

"Kami tetap mempertahankan dan tidak akan menyerahkan bila wisata yang ada didesa kami akan diambil alih  pemerintah daerah", ungkapnya. (25/07)

Menurutnya, wisata yang ada di desanya tetap akan dijadikan aset desa untuk PADes, jadi kalau saja Pemda Pangandaran akan mengambil alih harus ada MOU dulu.

Ukan juga mengatakan, tapi hingga sampai saat ini pemda melalui Dinas Pariwisata belum pernah didatangi utusan dari pemda untuk membicarakan pengelolaan atau melakukan pembangunan wisata pantai Madasari, walaupun hanya sekedar melihat kondisi mandasari saat ini.

"Dan kalau pun dulu saat kepala dinasnya Pak Mukhlis sering datang ke desa kami, itu hanya sebatas membicarakan keadaan wisata Madasari, “pungkasnya. (AGE)

ENTAH KENAPA, PAPAN KEGIATAN TIDAK DIPASANG PADA PEMBANGUNAN RKB SDN 3-4 CIJULANG

CIJULANG-Entah kenapa, papan nama kegiatan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN 3 dan 4 di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran tidak dipasang sebagaimana mestinya. Hal ini penting, pasalnya masyarakjat juga ingin mengetahui proses pembangunan yang sedang berlangsung di sekolah tersebut.

Saat hal ini dutanyakan pada beberapa guru pengajar, dengan serempak mereka mengatakan, tidak tahu menahu tentang urusan ini, karena ini urusan kepala sekolah dan komuite.

“Sejkarang kepala sekolahnya sedang ke Bandung, dan papoan RAB ini segera akan kami pasang. :”ujarnya singkat.(25/7)
Salah seorang pekerja bangunan, Kuplik, menambahkan, memang biasanya papan kegiatan itu harus dipasang sebelum pekerjaan dimulai, seperti yang dilaksanakannya di sekolah-sekolah lainnya.

“lerbih jelasnya saya kurang tahu alasan kenapa tidak dipasang, saya hanya kuli bangunan saja. ”ungkap Kuplik.

Hal senada dikatakan Nana, seorang kuli bangunan di SDN 4, ia juga tidak tahu menahu urusan papan nama atau yang terkait dengan RAB.

“Saya hanya bersukur bisa ikut kerja disini, hal-hal lain silahkan tanyakan pada kepala sekolah dan komite. “kata Nana. (ANTON AS)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN