SUDAH SAATNYA DI PANGANDARAN ADA MINI MARKET SYARIAH

Bertempat di gedung Islamic center jalan merdeka Pangandaran, beberapa tokoh warga Kecamatan Pangandaran menggagas terkait perlunya dibangun sebuah lahan ekonomi keumatan di Kabupaten Pangandaran. Gagasan ini lahir mengingat selama ini umat Islam dalam perekonomian dari mulai mikro hingga makro mayoritas hanya menjadi objek.

Seperti disampaikan salah seorang nara sumber asal Bogor, Ir. Agus, hal ini bisa dilihat yang terjadi di lapangan. Adanya alfamart, indomart dan yang sejenisnya dapat menghasilkan keuntungan mencapai 3 ratus miliar dalam  sehari, dan itu tidak bisa disangkal yang menjadi konsumennya mayoritas umat Islam.

“Gagasan perlunya dibangun ekonomi syariah sudah sangat mendesak mengingat potensi ekonomi masyarakat Pangandaran ini cukup menjanjikan. “ujarnya.(11/5)

Menurut Agus, masyarakat paling tidak harus memiliki kemauan berpikir positif dan optimis, dan  jika tidak mulai dari sekarang lalu mau kapan lagi. Karena Alfa dan Indo saja itu gagasannya lahir 29 tahun yang lalu, wajar saja jika hari ini mini market tersebut dapat meraup laba bersih yang besar.

"Perlu diketahui, di kjota-kota besar sekarang telah banyak bermunculan ekonomi berbasis syariah, dan Alhamdulillah sampai hari ini terus berkembang," imbuhnya.

Seperti diketahui, acara bertajuk membangun ekonomi umat bersyariah yang dihadiri lebih dari 50 peserta para tokoh dan masyarakat ini mendapat tanggapan positif, walau dalam tataran praktek nampaknya masih belum kesepakatan. (HARIS F)

DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN GELAR PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH

Bertemapat di taman Pesona depan Pasar Pananjung Pangandaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran mengadakan pelatihan pengelolaan limbah sampah yang diikuti 204 tenaga kontrol kebersihan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Sampah-sampah yang tadinya tidak berguna pun kini bisa dikelola menjadi karya seni yang menarik seperti tas, tikar dan lainnya.

Seperti disampaikan Kepala Seksi Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Abay Bayanullah selaku intstruktur kegiatanm, kegiatan ini merupakan program pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan, bertujuan agar limbah sampah terutama sampah non organik seperti bekas bungkus kopi dan sejenisnya dapat dimanfaakan menjadi sebuah hasil seni yang berguna dan serta bernilai ekonomis.

"Kegiatan ini merupakan salah satu solusi bagaimana mengurai limbah sampah yang berserakan menjadi barang yang berguna. "  katanya. (8/5)

Abay menambahkan, untuk target mengurangi limbah sampah yang semakin hari semakin menumpuk, pihaknya berupaya melibatkan beberapa tenaga kerja kontrak agar selain tugas utamanya menjadi petugas kebersihan, juga memiliki keterampilan mengolah limbah.

"Kami berharap latihan keterampilan ini bisa bermanfaat dan berhasil guna. “imbuhnya.

Di soal dana kegiatan, Abay menjelaskan, tidak ada dana untuk kegiatan ini karena ini ada dala kegiatan  semesteran di dinasnya.

“Untuk rencana ke depannya juga akan dilaksanakan lagi dengan tema yang lain, seperti pengelolaan pupuk atau lainnya," Pungkasnya. (HARIS F)

BUPATI LOUNCING PENCANANGAN GISA DI KABUPATEN PANGANDARAN

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang administrasi kependudukan dan pemerintahan yang efektif, efisien berdaya saing, Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil ( Disdukcapil), baru-baru ini Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, meresmikan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) Kependudukan bertempat di lapangan Parigi. (2/5)

Dalam sambutannya, bupati meminta agar masyarakat di Kabupaten Pangandaran dapat melaksanakan tertib administrasi kependudukan (adminduk). Diantaranya, segera melaksanakan perekaman data e-KTP, membuat Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran.

“Dan terkait pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada bulan juni mendatang, kami pun terus melakukan upaya agar warga yang sudah punya hak pilih bisa masuk pada DPT (Daptar Pemilih Tetap-red). “kata bupati.

Dikatakan bupati, dari 312.324 wajib KTP di Kabupaten Pangandaran, hingga sekarang ada sekitar 49 % belum memilki e-KTP.

Selepas meresmikan GISA, Bupati Jeje juga berkesempatan menyerahkan dokumen kependudukan berupa Akte Kematian kepada ahli waris dan Akte Kelahiran pada warga,  Sekaligus menyerahkan kue ulang tahun pada salah saeorang pelajar yang kebetulan saat itu berulang tahun langsung di tempat upacara dilaksanakan.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Tantan Roesnandar, menuturkan, melalui Intruksi Kemendagri nomor 470/837/SJ yang ditandatangi Menteri Tjahjo Kumolo, tanggal 07 Februari 2018 tentang GISA, merupakan langkah strategis Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil yang bertujuan agar para gubernur dan bupati/walikota dapat menciptakan ekosistem penyelenggaraan pemerintahan yang mendukung suksesnya GISA.

“Dengan dasar itulah Kabupaten Pangandaran meresmikan gerakan GISA. “terang Tantan.

Tantan menambahkan, sejak diterbitkannya intruksi tersebut, maka gubernur, bupati dan walikota pun harus segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas pokok, fungsi, dan kewenangan masing-masing.
GISA dijalankan berdasarkan empat program pokok yang harus dijalankan oleh gubernur dan bupati/walikota.

“Jadi GISA merupakan program terkait kesadaran masyarakat akan pentingnya kepemilikan dokumen dan pemutakhiran data kependudukan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, masih kata Tantan, Disdukcapil Pangandaran pun sebelumnya terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat. seperti, melaksanakan terobosan pelayanan terkait Lahir Anak Dapat Akta Kelahiran (Landak) dan Jemput Pelayanan Keliling (Jempling).

“Semua itu merupakan terobosan-terobosan yang dilakukan Disukcapil agar masyarakat bisa bahagia, tidak merasa sulit mengurus administrasi kependudukannya. ”ujar Tantan lagi.

Disoal rencana kemendagri yang akan mengeluarkan Peratutan Menteri (permen) terkait layanan e-KTP selesai 1 jam, menurut Tantan, ada atau tidak permen tersebut pihaknya selama ini berusaha untuk tetap bisa membahagiakan masyarakat dengan pelayanan maksimal terkait semua kebutuhan adiminstrasi kependudukan dan pencatan sipil masyarakat.

“Jempling dan Landak itu kami laksanakan jauh sebelum rencana kemendagri akan mengeluarkan permen. “kata Tantan.

Lebih jauh Tantan menyampaikan, memang ada beberapa kendala teknis, seperti sarana dan prasarana yang sekarang masih digunakan untuk pencetakan e-KTP yang ada di kecamatan-kecamatan hingga sekarang masih menggunakan alat cetak dari anggaran tahun 2011 lalu dengan kapasitas hasil cetak 75 KTP per kecamatan, itu juga jika tidak ada ganguan jaringan dan alat panas. Operator yang ada di tiap kecamatan pun karena hanya 1 orang harus siap berganti pekerjaan antara merekam data dan mencetak KTP.

“Dan jika alat cetak mengalami kerusakan, maka butuh 7-10 hari untuk memperbaikinya karena harus dibawa ke Jakarta atau gangguan jaringan dan cuaca hujan petir, semua itu diluar kemampuan kami. “terang Tantan. (hiek)

RAKERDA BAZNAS KABUPATEN PANGANDARAN 2018 JEJE WIRADINATA:” PAKIR MISKIN, KESEHATAN DAN PENDIDIKAN ITU URUSAN PEMDA”

Bukan main, potensi jakat Kabupaten Pangandaran pada tahun 2017 lalu mencapai Rp. 700 juta, yang seluruh hasil tersebut sudah disalurkan pada 1500 pakir miskin dengan rata-rata menerima Rp 300 ribu per orang, untuk membantu biaya kesehatan, biaya pendidikan 400 siswa miskin pada berbagai jenjang.

Demikian disampaikan Kepala Kantor kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendri Suganda pada acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tahun 2018 di kantor MUI Pangandaran. (9/5)

“Kami juga sedang menggalakan perioritas untuk menumbuhkan zakat produktif untuk membentuk 2 kelompok produktif di pesantren yang ada di Kabupaten Pangandaran. “ungkap Hendri.

Dikatakan Hendri, pengelolaan Baznas ini diharapkan bisa lebih baik lagi karena potensi zakat di Pangandaran luar biasa. Untuk optimalisasi zakat di bidang perhotelan, rumah makan dan lainnya dalam prosesnya dan untuk mempermudah kerja pengurus baznas, selain dilandasi undang-undang yang berlaku, juga nanti perlu ada Peraturan Bupati (perbub) untuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang ada di tiap-tisp kecamatan agar nantinya ada kewenangan untuk mengelola zakat.

Dan juga, lanjut Hendri, perlu kiranya ada upaya bagaimana adanya pemetaan pengelolaan kaitannya dengan nelayan sehingga mereka menjadi muzakki.
“Semua bisa bekerja sama dengan Baznas dalam proses mengembangkan potensi zakat ini, bahkan Kemenag sendiri harus  bisa meberikan contoh menjadi muzakki yang aktif. "imbuhnya.

sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya, menyampaikan, acara Rakerda ini sederhana tetapi luar biasa. Dan menurut Jeje, pada setiap kesempatan ia pun  selalu mengatakan baznas ini harus menjadi skala prioritas dan menjadi pokus bersama.

“Masyarakat harus diberikan pemahaman apa itu zakal mal, karena selama masyarakat seolah-olah zakat itu hanya zakat fitrah saja. “kata bupati.

Kehadiran pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan pada prosesnya terkadang hanya terpaku pada program yang sipatnya sementara, sementara esensinya kurang diperhatikan.

Jeje menambahkan, pemerintah wajib mengurangi kemiskinan, sektor pendidikan, kesehatan. 

Menurut Jeje, 7 % masyarakat Kabupaten Pangandaran masih ada pada garis miskin, dan pemerintah pun sekarang  tengah memperioritaskan APBD ke sana.

Sementara untuk urusan kesehatan, lanjut Jeje, pemerintah sudah mengeluarkan KIS dan kartu waluya, sehingga diharapkan Baznas tidak masuk ke wilayah ini karena porsi tersebut sudah ditangani pemerintah.

“Termasuk urusan bedah rumah membantu rumah yang sudah tidak layak guna, kami ingin Baznas masuk memprioritaskan usaha produktif. “ (HARIS F)

RATUSAN ORMAS TUNTUT AKSELERASI E-KTP KE DPRD PANGANDARAN

PARIGI – Ratusan massa dari gabungan organisasi Masyarakat (ormas) dan LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Pakidulan ( KMSP ) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pangandaran untuk menyampaikan aspirasi yang selama ini kurang mendapat tanggapan dari para wakil rakyat serta dirasakan begitu banyak kekurangan dalam menjalankan fungsinya selama tiga tahun menjabat.

Setelah melakukan orasi di halaman gedung DPRD, akhirnya 40 orang aktivis dipersilahkan masuk ke aula untuk melakukan audiens dengan anggoita komisi I DPRD,  Asep Noordin dan Jalaludin, S.Ag , yang juga dihadiri Sekda Pangandaran, Mahmud, SH.MH, kepala Diunas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Drs. Tatntan Roesnandar dan  ketua KPUD kabupaten Pangandaran, Wiyono Budi Santosa. (9/5)

Menurut krdinator lapangan, Anton, ia merasa prihatin dengan kenyataan saat ini, karena proses pembuatan e-KTP, partisipasi masyarakat yang menjadi aset daerah dan lambatnya penetapan RT/RW yang hingga kini baru dibentuk pansus.

"Untuk hal tersbut pemerintah sekama ini terkesan kurang begitu memperhatikan hak masyarakat sebagai warga negara, apalagi saat ini akan melaksanakan pilkada tentunya sangat diperlukan kepemilikan e-KTp sebagai salah satu sarat untuk para pemilih", katanya.

Dikatakan Anton, pihaknya juga menemukan adanya penahanan e-KTP yang sudah jadi dalam pendistribusian di salah satu kecamatan, hingga ia dan rekan-rekannya pernah datang ke salah satu kecamatan dan menyuruh untuk segera membagikan e-KTP yang sudah jadi itu,

Ditempat yang sama, peserta audens lainnya, Kunkun menambahkan, ia berharap agar Pemda Pangandaran bisa menganggarkan untuk membeli mesin cetak e-KTP jangan cuma menunggu bantuan dari pemerintah pusat.

Kunkun berharap agar pemda memperhatikan dan perioritaskan sarana dan prasarana pembuatan e-KTP, karena sangat penting untuk kelangsungan hidup masyarakat.

“Dan kepada anggoita legislatif, tolong yang terbaik buat masyarakat terkait adiminstrasi kependudukan ini.", tandasnya. (AGE)

1 BULAN PERMINTAAN AUDENS TAK DITANGGAPI, PULUHAN GP ANSHOR SEGEL PINTU MASUK DPRD PANGANDARAN

PARIGI-Puluhan masyarakat muslim yang tergabung dalam keluarga besar NU, GP Anshor, IPNU dan PMII, tadi siang menggelar demo di halaman gedung DPRD Kabupaten Pangandaran. Dalam orasinya, ketua GP Anshor, Encep Najmudin, menyampaikan keinginannya untuk menggelar audens dengan anggota wakil rakyat.(8/5)
Menurut Encep, sudah satu bulan pihaknya melayangkan surat permintaan auedns tersebut, tapi sampai hari ini tidak ada tanggapan apa pun dari pihak DPRD.

Rencananya dalam audens tersebut, kata Encep, pihaknya akan menyampaikan agar pemerintahan Pangandaran membuat drapt raperda tentang narkoba, miras, perjudian dan hiburan malam.

“Kami juga meminta agar pemda merehabiitasi pengidap penyakit LGBT yang memang sudah marak di Pangandaran. “ungkapnya.

Sebenarnya, menurut Encep, pihaknya tidak menuntut banyak waktu dari para wakil rakyat, tapi sayang, sudah satu bulan surat permohonan untuk audens dikirim, sampai hari ini belum ada jawaban.

“Masa tidak ada waktu sedikit pun untuk menerima kami. “ungkapnya lagi.

Jika sudah begini, masih kata Encep, seluruh masyarakat Pangandaran tentunya akan mempunyai persepsi yang sama, DPRD sudah mengabaikan keinginan masyarakat bahkan fungsi sebagi penyerap aspirasi masyarakat kini sudah tidak berfungsi lagi, maka ia beserta rekan-rekannya sepakat untuk menyampaikan hal ini pada para kiayi, karena memang rencana audens pun merupakan petisi yang sudah ditandatanagi para kiayi.  

“Dan sekarang kami menunggu apa yang akan diperintahkan para kiayi selanjutnya, jika harus perang kami pun siap untuk berperang. “tegasnya.

Saat hal ini dikonfirmasi ke pihak DPRD, menurut salah seorang pegawai Sekretaria DPRD (setwan), sebenarnya ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, sedang di luar kota dan sudah mendelegasikan hal ini ke komisi I, dan langsung ditanggapi ketua komisi I untuk segera mempersilahkan para peserta audens untuk masuk ke ruangan.

“Tapi saat kami ke depan bermaksud untuk menemui, mereka sudah tidak ada katanya sedang ke mesjid untuk melaksanakan shalat dhuhur. “terang Kasubag Humas DPRD, Aang. (hiek)

LUAR BIASA, ACARA SILATURAHMI DAN PENTAS SENI IKPM GONTOR DI HADIRI BUPATI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Ratusan santri tingkat SMA dan SMP dari keluarga Konsulat Priangan Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur yang bekerjasama dengan Ikatan keluarga Pondok ModernGontor (IKPM) Cabang Tasikmalaya Korwil Pangandaran, tadi malam  menggelar acara Silaturhami Akbar dan Pagelaran Seni “Aksara Parhiyangan”, bertempat di Taman Merdeka Pangandaran.(7/5)

Dengan tatanan pangung serta sound yang megah, berbagai akstraksi, seperti Arabic and English speech, acoustic, drama cabaret, incredible action, matrial art aerobic, nusantara dance dan lain-lain tersajikan apik dalam balutan nuansa seni islami dihiasi gemerlap cahaya warna-warni dalam kemasan dekorasi sebuah pementasan akbar. Tak ayal, penonton pun dibuat kagum melihat beberapa santri yang unjuk kebolehannya membuat penonton yang didominasi keluarga para santri pun terpukau dan berdecak kagum.

Selain penampilan seni, dalam acara yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata berserta jajarannya serta para wali santri, IKPM korwil Bandung, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar dan Kabupaten Pangandaran, merupakan acara perpulangan akhir tahun keluarga besar konsulat priangan santri Gontor ke daerah asal masing-masing di Jawa Barat yang dipusatkan di Pangandaran.

Menurut Ketua Panitia, IKPM asal Pangandaran, Nendi Subagja, acara ini diadakan setiap setahun sekali di setiap daerah secara bergiliran dan untuk kesempatan kali ini di Pangandaran merupakan yang paling meriah dan akbar.

“Jika dibandingkan acara serupa di kota-kota lain, mungkin hanya di Pangandaran yang bupatinya bisa hadir. “ungkap Nendi.

Nendi menambahkan, hingga sekarang ini anak-anak Pangandaran yang belajar di Pondok Moderen Gontor baru sekitar 40-50 orang saja.  Dan dengan acara seperti ini diharapkan masyarakat mengetahui bahwa pesantren Darussalam ini besar dan memiliki 22 cabang baik putra maupun putri di seluruh Indonesia, dengan berbagai kegiatan unggulan dan  penguasaan bahasa.

Pada kesempatan lain, Nendi berpesan pada seluruh IKPM, jika ingin menjadi orang besar, tidak selalu harus ada di kota besar atau menjadi pejabat dan orang terkenal, walau berdiam di sebuah surau kecil di desa terpencil, tapi ia bisa memberikan manfaat pada diri sendiri dan  pada kehidupan di sekeliling, itu merupakan cerminan orang besar.

Sementara dalam sambutannya Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan di Pangandaran ini bisa menjadi spirit serta memberi ruang pada masyarakat untuk lebih mengenal lagi tentang Pesantren Moderen Gontor.

Karena, lanjut bupati, ada dua alasan kenapa warga Pangandaran selama ini kurang minat belajar di Gontor. Pertama, mungkin ada kesan di masyarakat, daptar ke Gontor sangat sulit karena tingkat kompetisinya begitu ketat sehingga harus bersaing dengan anak-anak dari seluruh Indonesia dan luar negeri, atau mungkin karena selama ini masyarakat kurang mengenal jauh tentang keberadaan Pondok Moderen Gontor.

“Kami bisa memfasilitasi pihak Gontor untuk datang ke sekolah-sekolah memperkenalkan lebih dekat lagi tentang pesantren Gontor pada para siswa. “tutur bupati.

Bupati juga mengatakan, Pangandaran menjadi salah satu daerah tujuan wisata, sehingga orang-orang yang datang pun dengan kultur dan karakter yang beragam. Tinggal nantinya, pemerintah daerah membuat regulasi untuk mengimbangi agar wisata tetap terdepan dan moral kehidupan bermasyarakat tetap terjaga, salah satunya dengan menerapkan penididkan berkarakter pada siswa-siswa di sekolah.

“Dan kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada seluruh alumni untuk ikut berbakti serta mengamalkan ilmu yang didapat dari pondok pesantren modern Gontor untuk kemaslahatan Pangandaran. “pungkas bupati. (NA2 HOERUMAN/HARIS F)





20 KADER ANSHOR MANGUNJAYA IKUTI PKD

MANGUNJAYA-Jelang puasa ramadhan 1439 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Mangunjaya, Pangandaran, mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).(5-6/5)

Selain dihadiri anggota Anshor dan tamu undangan lainnya , yang unik dalam kegiatan ini saat upacara pembukaan PKD, diikuti juga para santri cilik DTA Walisongo yang berbaris rapi di jajaran depan. Dan dengan antusias pula para santri tersebut penuh semangat saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Ansor dan Yahlal Wathon.

Dikatakan Ketua PAC Mangunjaya, Rohmat Nurhidayat, kegiatan ini merupakan PKD angkatan kedua, sebelumnya pernah dilaksanakan kegiatan yang sama pada bulan Oktober 2017.

“Ada 20 peserta kegiatan dari Kecamatan Mangunjaya dan sekitarnya. “terang Rohmat.(6/5)

Sementara menurut ketua panitia, Muhammad 'Asim, pengenalan Anshor harus dilakukan sejak dini. Pasalnya, beberapa tahun ke depan merekalah yang akan meneruskan tongkat estafet keberlangsungan organisasi.

Hal senada disampaikan Ketua PC Ansor Pangandaran, Encep Najmudin, apa pun yang terjadi, kaderisasi tak boleh berhenti, walaupun hanya diikuti satu peserta.

“Dan kader-kader yang mengikuti kegiatan ini diharapkan kelak akan menjadi kader militan serta bisa menularkan semangat kepada para pemuda untuk berkhidmat pada ulama dan negeri. “tegas Encep. (Tn)

SAMBUT RAMADHAN, KARANGTARUNA KERSARATU GELAR AKSI BERSIH MESJID

MANGUNJAYA-Aksi simpati yang di lakukan Karang Taruna Dusun Kersaratu Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya ini memang patut dintiru, pasalnya menjelang bulan suci ramadhan beramai-ramai menggelar kegiatan aksi bersih mesjid dan sepanjang jalan dusun (cleaning on the road) di daerah nya .

Saat ditemui PNews, ketua pelaksana kegiatan, Ust Iin Sirojudin S.Pd, mengatakan, gerakan ini sengaja dilakukan menjelang bulan suci agar lingkungan terlihat lebih bersih dan rapi.

Ramadhan tinggal menghitung hari, sudah selayaknya kita memperbanyak amal ibadah. “ungkapnya.(6/5)

Iin menambahkan, dalam menjambut bulan yang penuh berkah ini pihaknya berharap bukan hanya sarana ibadah yang bersih tapi juga hati setiap muslim pun harus bersih.

“Kegiatan aksi bersih ini kami laksanakan secara musafahah Karangtaruna Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya. “terangnya. (Tn)

DISAKSIKAN WABUP, KETUA KONI JABAR LANTIK KEPENGURUSAN KONI PANGANDARAN

PARIGI-Diharapkan, setelah pelantyikan ini KONI mampu mengemban amanah untuk melakukan upaya meraih prestasi dan memajukan dunia olahraga Kabupaten Pangandaran yang dihadiri Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Brigjen TNI Ahmad Saefudin beserta pengurus, Asisten Daerah I dan II, kepala SKPD serta Ketua Koni Kabupaten-Kota Tasikmalaya dan Ciamis.

Demkikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, pada acara pelantikan sejumlah pengurus KONI Kabupaten Pangandaran bertempat di aula setda. (5/5)

“Kita bersama-sama harus fokus untuk memajukan olahraga di Pangandaran. “tutur Adang.

Lebih lanjut Adang mengatakan, KONI diharapkan pula seluruh pengurus bisa memahami serta mentaati Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), agar pembangunan dunia olahraga di Pangandaran dapat dikelola secara professional. Bersama-sama menghadapi tantangan dan melakukan pembinaan yang efektip sehingga pada gilirannya dapat menghasilkan prestasi untuk bisa mengharumkan nama daerah.
 
“Saya berharap pada Porda tahun 2018 nanti Pangandaran bisa berada di urutan ke 5. “tegas Adang.

Masih di tempat yang sama, Ketua Koni Kabupaten Pangandaran, Asep Herdis, dalam sambutannya menyampaikan, walau Pangandaran meruakan Daerah Otonomi Baru (DOB), namun Koni Pangandaran bertekad untuk ikut berkontribusi pengembangan olaharga Jawa Barat, nasional bahkan ke tingkat Internasional.

Menurutnya, dengan misi 3 sukses, sukses administrasi, pembinaan serta sukses prestasi, 20 cabang olahraga (cabor) berhasil lolos kualifikasi dari 22 cabor yang dipertandingkan. Ini berkat kegigihan seluruh pengurus, atlit dan latihan serius.

“Pengurus kami yang paling ramping jika dibanding Koni daerah lain, hanay 29 orang. “jelas Asep.

Sementara Ketua Koni Jabar, Ahmad Saefudin, menyampaikan, dalam olahraga hanya ada dua kata, menang dan belum menang. Dan menurutnya, ia sangat merespon perkembangan olahraga di Pangandaran, 

Dalam olahraga ada dua kata Menang belum menang, olahraga selalu menjunjung tinggi sportivitas, selalu sehat, menumbuhkan rasa percara diri  dan rasa memilki.

“Kepada ketua KONI dan seluruh pengurus yang baru dilantik agar ke depannya mampu mengimplementasikan seluruh program  serta menjadikan olahraga menjadi bagian dari masyarakat yang tak terpisahkan. “kata Saefudin. (ANTON AS)

DESA SINDANGJAYA MANGUNJAYA DIRIKAN RUMAH BACA SARANA BELAJAR ANAK

MANGUNJAYA-Dengan membaca bisa membuka jendela dunia dan buku jadi kawan baik yang dapat menginspirasi hidup.

Berawal dari rasa prihatin saat melihat kurangnya minat baca pada anak usia sekolah, seorang warga Dusun Kersaratu RT29 RW 07 Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Iin Sirodjudin S.Pd. I, mencoba menularkan minat membaca warga dengan membuat Rumah Baca Ibnu Ali di desanya.

Gagasan mendirikan rumah baca yang diresmikan Kepala Desa Sindangjaya, Endang Permana, serta dihadiri Ketua Forum Rumah Baca kota Banjar, Sopian Munawar MA (Pendiri Rumah Baca Komunitas RBK Banjar) ini diperuntukan bagi semua yang ingin menambah ilmu pengetahuan tentang apa saja.

“Akhir-akhir ini saya juga melihat minat baca pada anak-anak pun semakin berkurang. ”ungkapnya.(5/5)

Ini menambahkan, buku-buku di rumah baca ini murni diperoleh dari swadaya masyarakat, dan ke depan diharapkan akan berkembang lebih besar lagi serta berharap gagasannya ini bisa menjadi motivasi minat baca pada anak agar tetap terjaga sehingga lambat laun bisa menjadi kebiasaan dan menjadi kebutuhan media belajar.

“Saya juga berharap Pemkab pangandaran bisa menjembatani dan memberikan perhatian terhadap minat baca anak yang ada di desa-desa. “imbuhnya. (Tn)


YAYASAN AL MAA'UUNA PANGANDARAN, DIDEDIKASIKAN UNTUK ALM. HJ. ENDAH SURTINAH

PANGANDARAN-Di sela-sela kesibukannya, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, berkesempatan menengok Yayasan Yatim Piatu Al Maa'uuna yang berlokasi di belakang gedung Islamic Center Kecamatan Pangandaran.

Yasyasan yang didirikan tahun 2001 ini, menurut pengurusnya, didekasikan untuk alm. Hj. Endah Surtinah yang saat itu ikut memfasilittasi untuk dibuatkan akta notarisnya.

“Pada saat pendiriaannya, jauh sebelum Pangandaran menjadi Daerah Otonmi Baru tempat ini sempat dijadikan tempat lounching bursa wakaf. “ungkapnya.(4/5)

Ia menambahkan, berdirinya yayasan ini termotivasi dari dorongan pemikiran Alm. Hj Endah yang berkeinginan mempunyai sebuah yayasan untuk mengurus anak-anak yatim piatu.

Menurut salah seorang terdekat almarhumah, Uvik, meskipun Hj. Endah sudah tiada, namun berkat jasanya, yayasan ini sampai sekarang tetap memberikan seribu kebaikan.

“Terimakasih ibu, kami semua tetap akan mengenang kebaikan ini dan semoga menjadi amal baik ibu disana. “ungkapnya. (ANTON AS)

AKIBAT SOPIR NGANTUK, DUMP TRUCK TABRAK 4 KENDARAAN

PANGANDARAN-Akibat supir mengantuk, sebuah dump truk dengan nomor polisi Z 9430 HB pengangkut pasir yang melaju dari arah Tasikmalaya menuju Cilacap sekitar jam 7.30 menabrak kendaraan yang sedang parkir di depan Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran (5/5). Akibat kejadian tersebut, empat kendaraan roda empat tertabrak secara beruntun, dan kendaraan yang paling parah menimpa Isuzu fanther bernomer polisi Z 1095 WW.

Seorang warga yang melihat kejadian membenarkan, sopir dump truck saat mengendarai kendaraanya dalam keadaan mengantuk.

“Menurut supir truk, ia berangkat dari Tasikmalaya sekitar jam 1 dini harti. “terangnya.(5/5)

Dalam kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa, namun karena kejadian disaat jalanan ramai, akibatnya banyak kerumun warga yang penasaran ingin melihat hingga membuat arus lalu-lintas pun menjadi macet.

“Sekarang sopir truck langsung dibawa ke kantor polsek Pangandaran untuk dimintai keterangan. “terangnya lagi. (HARIS F)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN