UPT PKM SALOPA RUTIN LAKUKAN KEGIATAN PROLANIS

TASIKNEWS- Untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan efektif dan efisien, selama satu tahun berjalan, UPT PKM Salopa melakukan kegiatan rutin pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS kesehatan yang menderita penyakit kronis. 

Tiap Hari Rabu PKM Salopa rutin menggelar kegiatan Prolanis, suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Menurut salah seorang tm edukasi penyelanggaraan kegiatan pada UPT PKM Salopa, Ervin Pelani,SKep.Ns, kegiatan ini rutin diselenggarakan tiap hari rabu dengan tema berbeda.

Untuk rabu pertama kegiatan pemeriksaan, rabu kedua edukasi, penyuluhan dan pengobatan sementara hari rabu ke 3 dan ke 4 untuk kegiatan Kebugaran.

" peserta yang mengikuti kegiatan ini ada 100 peserta, dengan usia rata-rata diatas 40 Tahun ." jelas Erfin. ***  ( Rusdianto / Udi.R )

MA TAROGONG GARUT GELAR PKL DI KECMATAN SALOPA TASIK

TASIKNEWS-Selama 2 Pekan ( 9-3 April 2018) 266 Murid Madrasah Aliyah ( MA ) Persis Tarogong Kabupaten Garut mengadakan kegiatan belajar di masyarakat guna melengkapi salah satu syarat kelulusan Sekolah yang tersebar 9 Desa di Kecamatan Salopa Kabupaten tasikmalaya.

Pada acara pembukaan yang dihadiri Para Kepala Desa se- Kecamatan Salopa yang dilaknakan di halaman kantor kecamatan, dalam sambutannya, Sekmat Salopa, H. Agus Syarip Hidayat,S.IP mengingatkan, selama melaksanakan kegiatan di masyarakat murid - murid bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat di wilayahnya masing-masing.

"Pelaksanaan kegiatan ini akan tentunya bisa menambah pengalaman yang akan membentuk generasi yang berkualitas serta berguna bagi Nusa dan Bangsa," ujar Agus.(9/4)

Sementara menurut Kepala MA Persis Tarogong- Garut, Aceng Syarif Mahmud, S.Pdi,  dengan diadakanya PKL diharapkan para peserta didik bisa belajar dan bersosialisasi langsung di masyarakat.

"Ini juga menjadi salah satu sarat kelulusan siswa,"terang Aceng. ***( Rusdianto/ Hermansyah)

ABRINA ZAHRA ALKARIMAH, ASAH BAKATNYA PADA AJANG O2SN

TASIKNEWS-Melihat hasil kreatifitas dari bakat melukis yang dimiliki anaknya, Sabrina Zahra Alkarimah, tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi orang tuanya, Nana dan Ai Tarliah.

Sabrina yang baru sekolah di TK BKOW pada UPT Salopa, ternyata diam-diam memiliki bakat terpendam, dan bakat tersebut terlihat pada perlombaan O2SN yang digelar beberapa waktu lalu di GDI Kecamatan Salopa.

Dengan mengikuti perlombaan yang digelar Dinas Pendidikan, seperti O2SN, menurut orangtua Sabrina, bakat anak akan terasah serta bisa menumbuhkan mental pada diri anak.

"Dengan mengikuti perlombaan seperti ini tentunya akan menambah rasa percaya pada anak dan  sebagai orang tua tentunya saya sangat mendukung hobi anak," ujar Nana.   *** ( Rusdianto )

OW CITUMANG, DI AKHIR PEKAN TETAP RAMAI DIKUNJUNGI WISATAWAN

PARIGI – Obyek Wisatawan (OW) Citumang di kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, dengan aliran airnya yang hijau bersih kembali dipadati pengunjung. (22/04)

Menurut salah seorang pengunjung asala Jakarta, Nurliana (25), ia dan keluarganya sudah empat kali datang ke Citumang.

Dikatakan Nurliana, suasana alam yang masih benar-benar alami dengan air sungai yang bersih menjadikan suasana sejuk dan romantis.

"Apalagi jika infrstruktur jalan menuju kesini sudah bagus, mungkin akan lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung kesini. “ungkapnya.

Hal senada dikatakan salah seorang karyawan Perhutani yang sehari-hari bertugas di OW Citumang, Wawan, saat ini wisatawan yang datang terutama tiap hari Sabtu dan Minggu biasa biasa saja belum terjadi lonjakan.

"Beda saat memasuki libur panjang, wisatawan yang datang kesini pun bertambah. “ terangnya. (AGE)

DERMAGA DUA PALATAR GREEN CANYON JADI TEMPAT PAFORIT WISATAWAN

CIJULANG- Dermaga dua Palatar yang berada di Dusun Karangpaci Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran berfungsi menjadi salah satu tempat transit para wisatawan saat tiba ke area wisata Green Canyon. Keindahan alam yang masih terjaga dengan udara yang sejuk membuat wisatawan betah duduk berlama-lama sambil menikmati suguhan es kelapa muda yang dijajakan para pedagang diarea tersebut. Tak jauh dari dermaga, disana juga ada tempat berkemah untuk para wisatawan yang suka kegiatan adventure dan camping.

Seperti dikatakan salah seorang pemandu wisata warga Kertayasa ini, Solih (35), sebelum dibangun zeperti sekarang, disini dulunya hanya merupakan tempat para pemancing untuk menyalurkan hobinya.

"Dan setelah dibangun tahun 2017 lalu dan penataan oleh pemerintah daerah ditambah adanya warung-warung kecil penjual makanan, sekarang tempat ini semakin ramai. “ujarnya. (22/04/)

Solih mengatakan, ditempat ini juga kedepannya akan ditambah dengan beberapa fasilitas bermain yang bernuansa alam, seperti permainan yang memacu adrenalin wisatawan unjtuk meluncur dengan seutas tali, playing fox.

Solih menambahkan, ini semua tidak terlepas dari peran Pemerintahan Desa Kertayasa lewat BUMdesnya. Secara langsung atau pun tidak dermaga ini tentunya bisa memberi harapan bagi warga, antara lain, tersedianya lapangan kerja atau usaha berdagang makanan.

Dengan menambah beberapa fasilitas pendukung, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekitar dermaga dan lainnya, menurut Solih, dermaga ini akan lebih memberi kenyamanan pada wisatawan.

“Dan selama ini keluhan wisatawan hanya terkait sinyal jaringan telekomunikasi di sekitar dermaga kurang kuat." pungkasnya. (AGE)

KKP DORONG NELAYAN PANGANDRAN TANGKAP IKAN BERKUALITAS TINGGI

PANGANDARAN-Saat ini nelayan di Kabupaten Pangandaran sangat luar biasa, pertama mereka sudah menyadari betul hidup mereka di laut, sehingga mereka selalu saling menjaga supaya laut tidak ada yang merusak, tetap lestari dan nelayan pun mengatur itu sendiri.

Kedua, nelayan Pangandaran sudah berelompok membentuk KUD yang juga luar biasa, sehingga  putaran bisnisnya pun bagus, ini dibuktikan dengan salah satu KUD yang omzetnya sudah mencapai Rp. 80 milyar per tahun, jelas  ini suatu peran ekonomi yang berbasis masyarakat yang sangat maju.

Demikian disampaikan Direktur Jendral Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir. R Sjarief Widjaya, Ph,D, Frina, saat ditemui di depan gedung Balai bengong di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang saat acara kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.(24/4)

“Dan yang ketiga, kegiatan para nelayan ini  diruning oleh ibu-ibu, ibu nelayan ini  juga tidak tinggal diam bukan hanya bapak-bapaknya ke laut tapi ibu-ibunya juga mengolah ikan hasil tangkapan tadi menjadi produk yang punya nilai jual. “ungkap  Sjarief.

Dikatakan Sjarief, kebetulan sekali Pangandaran merupakan daerah wisata sehingga disamping nelayan ke laut ibu-ibunya pun menjual hasil produknya pada wisatawan, sehingga jika dilihat, tingkat kesejahteran nelayan Pangandaran rumah dan tingkat ekonominya bagus.

“Saya mengapresiasi sekali, dan mudah-muadahan kehidupan nelayan di Pangandaran ini bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain. “kata Sjarief lagi.

Dengan bentang pantai Pangandaran sepanjang 91 km, menurutnya, sebenarnya persoalannya bukan berapa idealnya jumlah yang bisa dihasilkan, tetapi apakah dengan panjang pantai seperti itu volume ikan yang didaratkan bisa memberi kesejahteraan.

Jadi, lanjutnya lagi, pihaknya sekarang mendorong agar nelayan untuk tidak sembarang mengambil sebanyak-banyaknya tapi mengambil secara selektif ikan-ikan dangan kualitas tinggi, dan itu akan lebih cepat mensejahterakan daripada bicara volume.

Ikan kualitas tinggi dimaksud ukurannya cukup besar, misalnya bawal putih dengan harga Rp. 600-800 ribu per kg itu lebih menguntungkan daripada mengambil ikan kecil yang harganya lebih murah.

“Volumenya besar, tonasenya besar tapi harganya murah nah ini jangan kita biasakan. “jelas  Sjarief.

Kalau nelayan Pangandaran ini sudah bisa memilah ikan-ikan dengan kualitas tinggi, yang mana yang harus ditangkap dan selebihnya dia lepas, maka  rasanya sumber daya ikan tangkap di Pangandaran ini akan terjaga dan nelayannya juga akan lebih sejahtera.

“Minimalnya size ikan biasa dikonsumsi langsung itu yang paling mahal, ikan segar itu kan dikonsumsi langsung itu pasti untuk 2-3 orang, jadi antara 2-3 kg atau 1 kg itu satu angka yang maksimal. “terangnya lagi.

Kalau nelayan menangkap lebih besar lagi, 8 hingga 20 kg, menurut Sjarief, ikan tersebut sudah memasuki  matang gonad dan mereka sudah siap untuk bertelur memijah, sebaiknya ikan tersebut jangan ditangkap.

“Atau sebaliknya, ikan dengan ukuran lebih kecil, di bawah 1 kg atau 500 gram, itu juga jangan ditangkap karena dia punya potensi untuk berkembang lebih besar dan harganya lebih baik. “kata Sjarief.

Saat disoal fungsi Balai Bengong yang ada di PPI Cikidang, Sjarief menjelaskan, ini merupakan  gagasan Ibu Menteri KKP, Susi Pujiastuti. Dengan didirikannya Balai Bengong ini, ia berkeinginan agar kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai Indonesia bisa juga dirasakan nelayan yang ada di Pangandaran, oleh karena KKP ingin menyebarkan informasi sebanyak mungkin, dintaranya terkait bagaiman teknologi KJA Offshore dan teknologi kelautan lainnya di tempat ini.

Sore atau pagi hari setelah nelayan mendaratkan ikan hasil tangkapannya, para nelayan bisa berkumpul disini sambil ngopi dan lainnya, Balai Bengong akan menyampaikan informasi, seperti, berapa harga ikan, cuaca hari ini dan kemajuan teknologi. Dengan begitu semua bisa berdiskusi  yang akan didampingi langsung petugas dari KKP.

“Dan seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, PPI Cikidang yang tadinya milik Pemvrop Jabar sekarang diserahkan ke KKP sehingga kami yang akan mengelola, dan kalau kami yang mengelola otomatis perthatian KKP pun akan lebih besar dan kita mencoba ini menjadi satu centra perikanan yang hebat untuk nelayan Pangandaran. “pungkasnya. (hiek)

DIDAMPINGI SEJUMLAH MENTERI, PRESIDEN TEBAR BENIH KAKAP PUTIH DI KJA OFFSHORE PANGANDARAN JAWA BARAT

PANGANDARAN-Dalam kunjungan kerjanya ke kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Presiden Joko Widodo meresmikan proyek Keramba Jaring Apung (KJA) offshore bertempat di di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Desa Babakan, Selasa, 24 April 2018.

Dalam sambutannya di hadapan ratusan nelkayan dan masyarakat, Presiden menyampaikan, KJA ini merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produktivitas dan membudidayakan ikan-ikan yang kini semakin sulit ditemukan.

"Dengan mengadopsi teknolgi dari Norwegia, ini pertama di Indonesia dan  diharapkan menjadi cikal bakal berlipat gandanya nilai tambah dari budidaya perikanan Indonesia," kata Presiden. (24/4).

Presiden menjelaskan, KJA offshore (lepas pantai) ini merupakan sebuah proses transfer ilmu dan teknologi tentang budidaya ikan kepada para nelayan, sehingga nantinya bisa menghasilkan jumlah yang lebih banyak disbanding dengan cara konvensional.

Kepala Negara juga meminta agar para nelayan bisa mengikuti perkembangan teknologi tersebut demi kesejahteraan karena secara umum Indonesia masih memiliki peluang untuk terus meningkatkan produksi perikanan nasional menjadi lebih banyak lagi.

Lalu keman akan kitabjual hasilnya, menurut Presiden, produksi ikan hasil budidaya ini bisa diekspor ke Timur Tengah, Australia, Eropa, Jepang dan Negara lainnya.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, pada setiap lubang keramba ditebar bibit ikan Kakap Putih (Baramundi) yang kini sulit ditemukan nelayan setempat, pasalnya, karena salah satunya diakibatkan penggunaan alat tangkap yang kurang ramah lingkungan.

"Mulai sekarang, marilah kita pakai jaring-jaring yang ramah lingkungan, jangan menggunakan ukuran kecil sehingga ikan kecil kena semua. Kalau sudah begitu, lalu anak-cucu kita nanti kehabisan ikan-ikan yang harusnya bisa dinikmati," imbuhnya.

Dengan menggunakan kapal riset dan latih Madidihang 03 milik KKP, Presiden dengan dididampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuju KJA lepas pantai untuk melakukan penebaran benih ikan kakap putih. (hiek/sumber; KKP)

KUNJUNGAN KE KJA OFFSHORE DAN PERUMAHAN NELAYAN JADI RANGKAIAN KUNJUNGAN PRESIDEN DI KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Setelah sebelumnya gagal melakukan perjalanan melalui udara karena terkendala cuaca buruk, akhirnya kunjungan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pun dilakukan melalui jalan darat dari kunjungannya sehari sebelumnya ke Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah.

Dalam kunjungannya, presiden ke 7 Indonesia ini melakukan serangkaian kegiatan, seperti bertemu langsung para nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, melihat langsung keramba Jaring Apung (KJA) offshore di tengah laut sekitar 8 mil dari pantai dan mengunjungi perumahan nelayan di Desa Pangandaran.

Dalam pertemuan dan dialog langsung dengan para nelayan, menanggapi keinginan sejumlah nelayan terkait pengerukan di sungai Citanduy dan PPI Cikidang, Presiden yang akrab dipanggil Jokowi ini pun langsung memerintah Menteri PUPR agar segera melakukan pengerukan.

 “Tidak usah lama-lama dan dilihat dulu, langsung kerjakan. “kata presiden, yang disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir. (24/4)

Jokowi juga mengatakan, KJA offshore yang ada di Kabupaten Pangandaran  merupakan sebuah lompatan kemajuan, terobosan pertama di Indonesia yang akan menjadi cikal bakal bertambahnya produksi perikanan budi daya Indonesia.

Dengan teknologi KJA ini, lanjut Presiden, dari 1,2 juta benih ikan yang ditebar sekarang nantinya dapat menghasilkan 816 ton per tahun per unit.

"Ini sangat jauh perbedaanya dengan keramba jaring apung biasa yang hanya menghasilkan 5,4 ton per tahun per unit. “terang Jokowi.

Presiden menambahkan, KJA ini merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengadopsi teknologi dari Norwegia dan diperkirakan akan mampu menggenjot produksi komoditas ikan kakap putih secara signifikan

Selepas acara dengan para nelayan, dengan ditemani Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, presiden pun melakukan kunjungan langsung ke KJA untuk melihat langsung tempat pembudidayaan ikan kakap putih yang hanya ada tiga di Indonesia, antara lain di Pulau Karimunjawa  Jawa Tengah, Pulau Sabang Aceh dan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. 

Dengan ditemani Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari serta Mentri KKP, Susi Pujiastuti, PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Presiden pun berkesempatan melihat perumahan nelayan yang ada di Dusun Parapat Desa Pangandaran.

Saat berada di perumahan nelayan tersebut, kepada sejumlah awak media, Presiden menyampaikan,  
dari 204 unit yang sudah dibangun, ke depannya pemerintah akan menambah jumlah bangunan asal lahannya sudah tersedia.

"Nanti Pa Bupati da Pak Gubernur yang akan mencari lahannya dulu. " ungkapnya.

Dan setelah mampir di kediaman Menteri Susi Pujiastuti di Jalan Merdeka Pangandaran, Presiden pun langsung meninggalkan Pangandaran melalui penerbangan dari bandara Nusawiru Kecamatan Cijulang. (ANTON AS)

AKIBAT CUACA BURUK, RATUSAN WARGA PANGANDARAN GAGAL MELIHAT IRING-IRINGAN PRESIDEN

CIJULANG - Ratusan masyarakat dan sebagian siswa sekolah berjejer memenuhi pinggir jalan antara Pangandaran – Bandara Nusawiru di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, jalur lintasn yang rencanannya akan dilewati iring-iringan rombongan Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo. Seluruh masyarakat penasaran ingin melihat orang nomer satu di negeri ini dalam acara kunjungan kerjanya di Kabupaten Pangandaran.

Hingga menjelang pukul 17.30, walau hujan turun, warga masih tetap setia menunggu walau sudah berjam jam menanti kedatangan persiden melintas di tempatnya.

Seperti diungkapkan salah satu warga Cijulang, Leni (35), ia rela menunggu berdiri di pinggir jalan karena keinginnannya melihat langsung wajah presiden ke 7 Indonesia.

"Saya rela menunggu karena kapan lagi saya bisa melihat orang no satu di Indonesia ini secara langsung kalau bukan sekarang", ungkapnya. (23/04)

Hal senada juga dikatakan Nanang (52) yang sejak tengah hari, rela meninggalkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan sudah berada di sekitar Bandara Nusawiru, Cijulang ddeemi keinginannya bisa melihat langsung presiden.

"Pak Jokowi kan presiden yang saya sukai, dia juga kader PDI Perjuangan sama dengan saya, makanya saya rela menunggu sejak pagi, karena ada kabar mau datang ke Pangandaran pagi sekitar pukul 09.00, namun ternyata sore hari, tapi saya tidak menyesal, saya ingin melihat secara langsung kehadiran beliau", katanya.

Menjelang malam, sekitar pukul 17.30, rupanya kedatangan presiden yang rencananya menggunakan jalur udara dan akan mendarat di bandara Nusawiru Cijulang, gagal karena kondisi cuaca yang buruk dan tidak memungkinkan untuk digunakan penerbangan.

Tapi Leni dan Nanang tetap berharap, dengan kunjungan pak Jokowi ke Pangandaran bisa lebih memberikan yang terbaik buat masyarakat Pangandaran.

"Dengan kedatangan presiden ke Pangandaran, diharapkan pemerintah pusat bisa lebih memberi perhatikan Pangandaran, khususnya sektor pertanian, perikanan juga pemberdayaan masyarakat. “, tandasnya. (AGE)

DPRD LAKUKAN UJI PETIK PEMBANGUNAN PUSKESMAS PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sejumlah anggota dari Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pangandaran yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Adang Sudirman, melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Kecamatan Pangandaran untuk melakukanj uji petik pada pembangunan Puskesmas tahun anggaran 2017.

Seperti dikatakan Adang, pihaknya hanya sebatas untuk mencocokan realisasi fisik bangunan dengan realisasi anggaran yang telah dikeluarkan.

“Apakah sama sesuai apa yang sudah disampaikan bupati pada kami. “ungkap Adang.(19/4)

Kunjungan para wakil rakyat ini pun tak disia-siakan pihak Puskesmas Pangandaran untuk menyampaikan keluhan terkait faslitas yang ada disana, seperti, laboratorium yang kurang besar/kurang memadai, ruang mayat jangan disatukan dengan gudang dan belum adanya freezer untuk perawatan mayat, garasi, dapur yang masih sempit dan antara bangunan puskesmas bagian belakang dn samping belum ada tembok pembatas dgn perumahan penduduk.

“Secara prinsip, pembangunan puskesmas harus sesuai dengan Permenkes nomer 76 tahun 1975. “ujar pihak Puskesmas. (ANTON AS)

INI KELUHAN PEDAGANG KAKI LIMA PASAR PANANJUNG

PANGANDARAN-Pasar Pananjung Pangandaran kini merelokasi lagi tempat baru yang dikhususkan untuk pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Pasar Pananjung Kecamatan Pangandaran. Lokasi yang semula sebelah utara sekarang dipindahkan menjadi sebelah selatan pasar, tepatnya di sepanjang jalan menghadap taman. Para PKL yang terdiri dari gerobak dorong ini hanya diperbolehkan berjualan sejak pukul 16. 00, sore hingga 03, dini hari.

Namun bagi sebagian PKL, kebijakan ini membuat omzet mereka menurun drastic, karena menurut para PKL, semula dagangannya habis sebelum pukul 9.00 malam, kini sejak dipindahkan separuh pun belum laku.

"Sejak pindah ke sini seolah saya memulai usaha baru, jarang pembeli karena orang yang lewat kesini pun masih dapat dihitung jari," keluhnya. (19/4)

Menurut pedagang yang enggan ditulis identitasnya, sebaiknya akses jalan raya hendaknya dibuka saja, sebab pembeli yang datang rata-rata menggunakan kendaraan roda dua.

“Mungkin karena kendaraan tidak bisa masuk, pembekli pun enggan untuk kesini. “ungkaonya lagi.

Ia menambahkan, sebaiknya bagi kendaraan roda dua dibiarkan masuk karena tidak akan terlalu menghambat jalur lalu-lintas, kecuali untuk kendaraan roda empat karena memang bisa terjadi macet. (HARIS F)

BUPATI PANGANDARAN DIALOG LANSUNG DENGAN PENERIMA PKH

PANGANDARAN- Bupati Pangandaran,  H. Jeje Wiradinata didampingi Ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, S.Pd M.Pd dan anggota DPRD dari praksi PKB,  Ngisom Arrosyid untuk berdialog dengan sejumlah penerima 1624 Program Keluarga Harapan (PKH) dan 74 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  di aula Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya. (17/04)

Dalam dialognya, bupati menyampaikan, agar bantuan PKH ini bisa digunakan juga yntuk keperluan biaya pendidikan anak.

“Gunakan uang ini untuk keperluan anaknya yang sekolah, ya bu..”kata bupati.

Bupati juga tidak lua mengingatkan pendamping PKH agar bebnar-benar memastikan KPM, dalam menerima bantuan dengan utuh, dan ini merupakan upaya untuk peningkatan kemandirian terhadap keluarga harapan.

“Ingat, saya tidak mau mendengar ada potongan dengan dalih apapun, karena ini hak warga miskin,” tegasnya.

Bupati juga mengatakan, hendaknya pasilitator dalam melakukan pendataan harus akurat, data keluarga harapan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Dan 23 ribu kartu kartawaluya yang akan saya bagikan di Kabupaten Pangandaran merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pada warga miskin. “imbuhnya. (Tn)

HASIL PLENO KPUD, TETAPKAN 311.176 HAK PILIH DI KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Dengan jumlah  51.459, Kecamatan Padaherang menjadi kecamatan dengan jumlah pemilih terbanyak dari 311.176  hak pilih yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Demikian hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daptar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) menjadi Daptar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Jawa barat tahun 2018, yang diselenggarakan di Hotel Rahayu 4 di kawasan wisata pantai Pangandaran.(19/4)

Setelah masing-masing tidak sanggahan dari petugas Panwascam saat Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 10 kecamatan bergantian membacakan hasil rekapitulasi DPSHP di wilayahnya masing-masing, rapat pleno pun menetapkan seluruh DPT.

Menurut ketua Komisioner KPUD Pangandaran, Wiyono Budi Santoso, walau  ini merupakan hasil rapat pleno tapi DPT ini belum final, karena perbaikan-perbaikan akan terus dilakukan dengan DTPB (daptar pemilih tetap hasil perbaikan) hingga hari H saat pemilihan nanti.

“Jadi DPTB masih ada ruang hingga 2 bulan lagi. “ungkapnya.

Dan hingga saat ini, lanjut Budi, ada 2.242 pemilih yang sampai saat ini masih belum dilengkapi administrasi kependudukan, karena warga tersebut melakukan perekamanb data.

“Disdukcapil Pangandaran baru mengeluarkan surat keterangan domisili yang menyatakan bahwa mereka benar-benar warga Pangabndaran. ”terang Budi.

Budi menambahkan, walau pun bukan menjadi kewenangannya, tapi selurubb petugas PPK yang ada tiap-tiap kecamatan terus berupaya menggiring agar warga segera melakukan perekaman data.

Budi pun berharap agar seluruh pihak ikut mendorong agar masyarakat bisa secepatnya melakukan kelengkapan administrasi kependudukannya.

“Untuk hal ini, Dsidukcapil sudah melayani luar biasa, namun rupanya warga kurang respon. “imbuh Budi.

Disoal berapa tingkat partisipasi warga pada pikada nanti, menurutnya, KPUD Pangandaran menargetkan sekitar 85 % warga yang sudah punya hak pilih akan datang ke TPS. 

Berikut ini selengkapnya hasil rapat pleno terbuka Rekapitulasi Daptar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) menjadi Daptar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Jawa barat tahun 2018;

1. Kecamatan Parigi Jumlah desa 10, jumlah TPS 76, jumlah pemilih laki-laki 16.718 jumlah pemilih perempuan 17.456 jumlah DPT 34.174.
2. Kecamatan Cijulang, jumlah desa 7 jumlah TPS 48 pemilih laki-laki 10.078 pemilih perempuan 10.738 jumlah DPT 20.816.
3. Kecamatan Cimerak, jumlah desa 11 TPS 11 pemilih laki-laki 17.519 pemilih perempuan 18.031 jumlah DPT 35.550.
4. Kecamatan Cigugur, jumlah dedsa 7 TPS 42 pemilih laki-laki  8.317 pemilih perempuan 8.324 jumlah DPT 16.641.
5. Kecamatan Langkaplancar, jumlah desa 15 TPS 100 pemilih laki-laki 18.558 pemilih perempuan 18.227 jumlah DPT 36.785.
6. Kecamatan Mangunjaya, jumlah desa 5 TPS 52 pemilih laki-laki 12.125 pemilih perempuan 12.408 jumlah DPT 36.785.
7. Kecamatan Padaherang, jumlah desa 14 TPS 121 pemilih laki-laki 25.478 pemilih perempuan 25.981 jumlah DPT 51.459.
8. Kecamatan Kalipucang, jumlah desa 9 TPS 64 pemilih laki-laki 13.843 pemilih perempuan 14.020 jumlah DPT 27.863.
9. Kecamatan Pangandaran, jumlah desa 8 TPS 86 pemilih laki-laki 20.743 pemilih perempuan 20.841  jumlah DPT  41.584.
10. Kecamatan Sidamulih, jumlah desa 7 TPS 52 pemilih laki-laki 10.672 pemilih perempuan 11.099 jumlah DPT 21.771.                   (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN