IWAN M RIDWAN KECEWA PT.NARAGITA DK TOLAK UNDANGAN DPRD PANGANDARAN

PARIGI - Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H.Iwan M Ridwan, S,Pd, M,Pd, merasa kecewa dengasn ulah perusahaan PT. NARAGITA DK, pemilik tower yang ada di Dusun Cikembulan, Rt 05 Rw 01 Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih. Pasalnya, pihak perusahaan sudah menolak hadir saat diundang DPRD untuk membicarakan tower  yang sudah mengabaikan faktor keselamatan warga di sekitar lokasi tempat berdirinya tower tersebut dengan kondisi besi yang sudah lapuk dan juga ijinnya sudah berakhir.

Menurut Iwan saat ditemui usai menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan kampus UNPAD, di Desa Cintaratu Kecamkatan Parigi, pihak DPRD tidak mengerti dengan ulah pihak PT. NARAGITA DK yang tidak bersedia hadir saat diundang untuk bisa duduk bersama dengan dinas terkait dan warga sekitar tower.

Menurut Iwan, ia sebagai wakil rakyat tentunya sangat peduli saat ada pengaduan dari warga yang meminta bantuan terkait keselamatannya karena khawatir kindisi tower yang sudah keropos suastu saat bisa mencelakai warga.

“Dan saat kami undang, pihak perusahaan tidak bisa hadir dengan alasan tidak ada keterkaitan masalah tersebut dengan pihak DPRD, ini aneh kan?", ungkapnya.(31/3)

Dikatakan Iwan, sebenarnya warga juga bisa melakukan tuntutan kelalaian pihak perusahaan yang dibiarkan keselamatan warga.

Dan saat masyarakat di sekitar tower minta bantuan tersebut pada DPRD, maka, kata Iwan,  DPRD pun harus siap membantu masyarakat.

“Jika saja saat itu perusahaan provider tersebut mau datang saat diundang DPRD, mungkin kami bisa menyelesaikan secara kekeluargaan", tandasnya. (AGE)

SLAMET SOEBJAKTO: “ KJA OFFSHORE, FULLY TECHNOLOGY…”

PANGANDARAN-Apa itu Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore, mungkin masyarakat belum bahkan tidak ada yang tahu, karena KJA Offshore saat ini memang pertama ada di Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, KJA Offshore sangat berbeda dengan KJA yang ada di pantai, KJA Offshore berada sejauh 2 mil dari lepas pantai dengan kedalaman sekitar 50 meter.

Belajar dari Norwegia, budidaya di pantai tidak bisa menghasilkan produksi banyak beda dengan di laut lepas, berapa pun keinginan produksi yang dihasilkan, bisa.

Dan kalau melihat KJA di pantai yang sudah ada, lanjut Slamet, ini sangat rentan sekali terkontaminasi polusi yang datang dari daratan, seperti limbah rumahtangga, wisata, limbah sungai, kadar garam, begitu juga dengan kondisi arus air laut yang ada di pantai. Dengan lokasi 2 mil dari pantai, dan jika ada kotoran seperti sisa pakan atau lainnya tentunya dengan arus air besar akan bisa mentralisir sendiri.

“Ada  satu pembaruan teknologi baru yang akan diterapkan disini. “kata Slamet.(30/3)

Dalam wawancaranya dengan sejumlah media di sebuah rumah makan di obyek wisata Pantai Pangandaran, lebih jauh Slamet menuturkan, teknologi KJA ini mengadopsi dari Norwegia, karena negara tersebut merupakan yang paling maju di budidaya offshorenya, khususnya pemeliharaan ikan salmon.

“Tahun ini KKP membuat KJA offshore di tiga tempat, antara lain di Kabupaten Pangandaran Jawa barat, Karimunjawa Jawa Tengah dan di Sabang. “terang Slamet.

Masing-masing KJA mempunyai 8 unit “kolam” berdiameter 15 dengan kafasitas satu kolamnya, 120 ribu hingga 150 ribu ekor dengan masa pemeliharaan (pembesaran) sekitar 8 bulan untuk mencapai size 8 ons up.

Dikatakan Slamet, KJA ini merupakan salah satu kegiatan pemanfaatan laut sebagai sumber kehidupan dan sumber ekonomi seperti yang dicanang Presiden Jokowi.

Untuk system penoperasiannya pun, semuanya menggunakan dan dikerjakan dengan teknologi tinggi. Kalau KJA yang ada di pantai, dalam pemberian pakannya dilakukan dengan cara manual sangat beda jauh dengan offshore yang menggunakan mesin (automotic fidder).

 Dan feed barge (tongkang pakan) tidak hanya berfungsi menjadi tempat tinggal pekerja saja, tapi di tempat itu juga dipasang alat untuk memonitor secara otomatis untuk melihat pergerakan ikan, apakah pakan dimakan atau tidak, melihat kondisi kesehatan ikan termasuk memeriksa parameter kualitas airnya sepeti suhunya, kadar amoniaknya, Phnya dan sebagainya itu semua ada di monitor system.

Untuk pembersih jaring dari ganguan teritip atau lainnya itu juga menggunakan mesin begitu juga untuk ganguan burung atau ikan loncat keluar, nanti di atas kolam itu dipasang net (jaring) di atasnya.

Disoal jenis ikan apa saja yang nantinya akan dibudidayakan, menurut Slamet, hanya ikan kakap putih saja, karena ikan jenis ini secara teknologi sudah sangat dikuasai dari mulai pembenihannya, pendederannya sampai pembesarannya.

“Selain itu market kakap putih lebih terbuka export dan dia tidak selalu harus dijual hidup beda dengan kerapu dan marketnya pun hanya ke Cina dan Hongkong saja, tapi kalau kakap bisa ke Amerika, Eropa, Jepang, Cina bahkan kemana saja. “imbuh Slamet. (hiek)

TIGA PROGRAM KKP BERNILAI Rp. 74 MILYAR ADA DI KABUPATEN PANGANDARAN

Slamet Soebjakto
PANGANDARAN-Ada tiga kegiatan program Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2018 ini di Kabupaten Pangandaran, antara lain Keramba Jaring Apung (KJA) offshore, pembangunan pabrik pakan ikan dan pembuatan embung (danau penampung air) seluas 4 hektar yang seluruhnya akan menelan anggaran sebesar Rp 74 milyar, dengan perincian untuk KJA offshore sebesar Rp. 44 milyar, pabrik pakan ikan Rp.16 milyar dan untuk pembangunan embung sebesar Rp. 14 milyar.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, kepada awak media di sebuah rumah makan di kawasan taman sunset pantai barat Pangandaran.(30/3)

“Ketiga program ini sangat strategis karena akan bisa berdampak positif bagi masyarakat Pangandaran. “ungkapnya.

Keterlibatan masyarakat, menurut Slamet, khususnya pada program KJA offshore yang akan dibudidayakan jenis ikan kakap putih, nantinya masyarakat bisa terlibat langsung pada pendederan yang bisa menggunakan tambak-tambak eks tambak udang seperti yang ada di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang, dengan masa pendederan sekitar 4 bulan mencapai size 100 gram untuk dibesarkan di KJA offshore.

“Karena kalau sekiranya itu bisa menguntungkan masyarakat, tentunya ini akan memberdayakan masyarakat langsung. “ungkapnya lagi.

Ketiga program ini, masih kata Slamet, sudah mulai dilaksanakan pada bulan maret-april ini, malah untuk KJA yang ada di Pangandaran ini sudah hampir 97 % dan jauh meninggalkan pembangunan dua KJA lainnya yang ada di Karimun Jawa dan di Sabang.

“Sementara untuk pabrik pakan ikan dan pembuatan embung, pembangunannya saya kira pembangunannya bisa mulai bulan april ini, sehingga diharapkan bisa selesai dan dapat beroperasi sekitar bulan oktober mendatang. “terangnya.

Selain keterlibatan masyarakat, lanjut Slamet, program ini pun ke depan akan kerjasama dengan KUD dan BUMN, dan untuk sekarang masih dikerjakan balai di KKP.

Slamet juga mengatakan, selain ketiga program tersebut, untuk Kabupaten Pangandaran, KKP pun memberikan bantuan berupa beberapa unit eskapator dan pembangunan irigasi  (hiek)

PERINGATI ISRA MI'RAJ, SDN 5 PANGANDARAN GELAR KEGIATAN RELIGI

PANGANDARAN-Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj, 14 Rojab 1439 H, SDN 5 Pangandaran gelar berbagai kegiatan keagamaan, salasatunya pentas rebana. Suara rebana yang ditampilkan anak anak kelas 5 dan 6 SD membuat suasana ramai dan ceria.

Dalam acara inti tersebut, sekolah pun berkesempatan menghadirkan ustadz yang juga aktif dalam program AMS (Ajengan Masuk Sekolah) utnuk mengisi siraman rohani kaitan dengan hikmah Isra Mi'raj.

Dalam pemaparan tentang Isra Mi'raj,  ustadz menyampaikan intisari nilai-nilai Isra Mi'raj yang bertujuan memberikan pengaruh positif dalam pembentukan karakter anak didik. Karenanya dari peristiwa agung tersebut terkandung banyak nilai-nilai serta keyakinan dan kepatuhan  kepada Sang Pencipta.

“Ketika seseorang memiliki keyakinan dan berserah diri kepada Allah SWT, maka akan melahirkan kepribadian yang kuat pula, dari ini tentunya akan  berdampak pada perilaku sehari hari. “Jelasnya. (31/3)

Dipaparkan ustadz, dalam keadaan bingung dan bersedih hati menyaksikan masyarakat yang begitu susah bahkan menentang dalam menerima seruan iman, maka Allah menghibur Rosululloh SAW agar dengan cara diisrami'rajkan. Dalam perjalanan Isra Mi'raj, Rosul pun bertemu dengan para rasul dan nabi pendahulunya yang mereka pun pernah mengalami kondisi yang sama.

“Dan dalam kisah itu pun kemudian ada kewajiban shalat lima waktu," paparnya. (HARIS F)

LIBUR PANJANG, RIBUAN WISATAWAN PADATI OBYEK WISATA PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Masa libur panjang (long week end) benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga ke tempat-tempat wisata, salah satunya Pangandaran.

Arus kunjungan mulai hari kamis malam nampak walau pun tidak membuat kemacetan, sudah memadati arus menuju obyek wisata Pantai Pangandaran.

Seperti diungkapkan salah seorang pengunjung asal Bandung, Rohman (32), menurutnya, ia dan teman-teman sekantornya sudah merencanakan jauh-jauih hari untuk meinkmati libur panjang akhir pecan inmi untuk berlibur ke Pangandaran.

“Dari beberapa pilihan, Pangandaran yang paling sering kami kunjungi saat ada momen0-momen liburan baik bersama keluarga atau dengan rekan-trekan kantor. “ujarnya.(30/3).

Rohman saat ditemui pada kerumunan di pinggir pantai, saat dimintai komentarnya tentang Pangandaran saat ini, mengaku sangat terkesan sekaligus mendapat suasana baru melihat kawasan wisata yang sudah ditata dengan merelokas beberapa pedagang yang awalnya berjejer menghalangi pemandangan ke laut.

“Sekarang birunya air laut bisa terlihat langsung baik dari hotel atau pun dari kendaraan, sudah tidak Nampak lagi kesan kumuh dan kotornya. “ungkapnya lagi. (HARIS F)

MENTERI KKP, SUSI PUJIASTUTI TINJAU TIGA PROYEK SENILAI Rp. 74 MILYAR DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Pembangunan instalasi budaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) offshore mendapat kunjungan khusus menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, yang didampingi pula Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan rombongan.(30/3)

Selain untuk melihat langsung KJA offshore, kedatangan menteri Susi juga sekaligus meninjau pembangunan unit produksi pakan ikan dan pembangunan embung. 

Dalam perbincanngannya, Susi berharap semua pembangunan ini sesuai dengan yang diharapkan, sekalipun ada beberapa hal yang harus diperbaiki.

"Ini kami bangun di Pangandaran, dengan tujuan masyarakat disini bisa ikut merasakan manfaatnya. "ungkapnya.

Pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp. 74 milyar ini ke depannya akan mampu membuka peluang usaha baru dan penyeraapan tenaga kerja melalui usaha pendederan.

"Ini bisa duharapkan akan mampu menyerap sekitar 1.670 tenaga kerja. "imbuhnya.

dikatakan Susi, dan untuk produksi pakan ikan, produk yang akan dihasilkan nanti bisa mencapai 1000 kg per jam. (HARIS F)

TERBUKTI, SEKTOR PARIWISATA MAMPU MENDONGKRAK PEREKONOMIAN RAKYAT

PANGANDARAN-Tidak dipungkiri, dampak pariwisata pada perekonomian masyarakat Pangandaran memang sangat dirasakan sekali. Dari pengusaha besar pemilik hotel dan restoran hingga pedagang kecil asongan, atau dorongan roda pedagang makanan, semuanya merasakan langsung efek kunjungan wisatawan yang datang ke Pangandaran.

Seperti diceritakan pedagang kupat tahu, soto dan lengko, Yeni, yang sehari-hari berjualan di pasar Pananjung selama 10 tahun.

“Jika sabtu-minggu atau HARI libur saya berjualan di pantai barat sekitar taman boulevard sebelah kanan jalan arah ke Pamugaran. “terangnya.(30/3)

Menurut Yeni, lengko yang dijajakannya bukan sembarang lengko tetapi lengko sapi khas Pangandaran, karena baru ia yang membuat menu lengko dengan cita rasa khas ini. Jika yang lain ada lengko ayam dan lengko babat, maka saya lengko sapi dengan cirri khas dominan rasa dan berkuah daging sapi.

“Banyak sekali wisatawan yang jadi langganan saya, kalau mereka ke Pangandaran pasti nyempatin mampir kesini. “jelas Yeni.

Yeni juga mengatakan, ia sangat merasakan sekali dampak dari sektor pariwisata bisa menjadi andalan usaha untuk menghidupi keluarga.

Bahkan, lanjutnya, dunia pariwisata bisa dijadikan andalan serta mampu mendongkrak perekonomian rakyat. Karena terbukti, mayoritas masyarakat yang tinggal di sekitar daerah kunjungan wisata, baik jadi pelaku wisata langsung atau tidak banyak menggantungkan usahanya dari wisata.

Dakui Yeni, dengan kebijakan pemkab Pangandaran dalam penataan wisata terbukti efektif bisa mengkatrol jumlah kunjungan wisatawan.

“Nah semakin banyak wisatawan yang datang, sudah tentu semakin banyak uang yang dibawa ke Pangandaran. “pungkasnya. (HARIS F)

DISDIKPORA PANGANDARAN GELAR O2SN 2018 TINGKAT SD

PANGANDARAN-Bertempat di halaman Kantor, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran gelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD se-kabupaten, kegiatan ini merupakan agenda tahunan Disdikpora ini meliputi berbagai lomba kreatifitas seni tari, olahraga dan pantomim.

Menurut Kasi Kurikulum dan Kesiswaan, H. Wawan Waryono S.Pd, M.Pd, kegiatan O2SN merupakan suatu wadah bagi siswa untuk mengimplementasikan hasil kegiatan pembelajaran kesehatan jasmani dan daya kreativitas serta dalam rangka menanamkan rasa cinta dan mengembangkan potensi siswa untuk mencari bibit-bibit prestasi pada anak usia Sekolah Dasar.

“Selain itu juga O2SN bertujuan untuk memperkenalkan seni budaya kita, agar tertanam rasa memiliki dan kecintaan pada budaya sendiri." katanya.

Dikatakan Wawan, kegiatan yang diikuti peserta didik mewakili masing-masing kecamatan ini dan menjadi tontonan hiburan masyarakat sekitar bisa berjalan sukses karena andil dan peran aktif 10 UPTD  yang sangat positif.

“Atas nama Dinas Pendidimkan kami memberikan apresiasi dan berterima kasih atas semua respon positif dari berbagai pihak khususnya sekolah sekolah peserta lomba. “tutur Wawan. (HARIS F)

HEBAT, PANGANDARAN PUNYA BATIK KHAS DAERAH SENDIRI

CIJULANG-Tidak banyak masyarakat tahu, Kabupaten Pangandaran mempunyai khas kain batik dengan motif yang menonjolkan seni budaya dan kearifan lokal yang diproduksi para pengrajin batik yang tergabung dalam Kelompk Pengrajin Batik Kodja di Rt 07 Rw 01 Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang.

Menurut ketua Kelompk Pengrajin Batik Kodja, Rusdaya, saat ditemui PNews di kediamannya, sebenarnya banyak motif dan aplikasi yang belum seluruhnya diproduksi, dan hanya dua motif saja yang bisa dibuat saat ada lomba desain batik tingkat kabupaten.

“Salahsatunya motif  yang dipakai Pa Bupati. “ungkap Rusdaya.(28/3)

Sementara untuk yang lainnya, lanjut Rusdaya, karena  terkendala Sumber Daya Manusia (SDM) dan modal produksi, sampai saat ini belum bisa dibuat.

“Pernah tahun 2017 dan 2018 sekarang ini, Pemda Pangandaran memberikan pelatihan pada 40 orang pengrajin. “imbuh Rusdaya.

Diakui Rusdaya, ada semacam kekhawatiran saat batik-batik yang diproduksi kelompoknya tidak laku di pasaran atau harus kemana memasarkannya. Oleh karena itu hendaknya pemerintah memberikan perlindungan produksi terus bisa berjalan dan pemasaran pun tidak madeg.

Pemda Pangandaran pun, masih kata Rusdaya, melalui Dinas perindustrian, Perdagangan, Dinas pariwisata dan Bagian Perekonomian dapat memfasilitasi pengrajin dengan membuat payung hukum terkait Hak Kekayaan Intekektual (HAKI).

“Kami juga berharap, nantinya melalui SK Bupati, menetapkan 1 motif khas Pangandaran yang digunakan di lingkungan pemda serta menetapkan jadwal penggunaannya baik pada ASN, BUMN, BUMD, swasta, LSM atau rmas lainnya. “kata Rusdaya.

Rusdaya menambahkan, selain produksi, Kelompk Pengrajin Batik Kodja melakukan melayakan diversifikasi produk.

“Sekarang kami sedang melakukan proses legalisasi, membuat badan hukum. “terangnya. (ANTON AS)

UNTUK SUKSESNYA AMS, HARUS ADA SINERGITAS ANTARA PEMERINTAH DENGAN AJENGAN

PANGANDARAN-Kepala Disdikpudpora Pangandaran, Drs. H. Surman M. Pd, meminta kepada segenap AMS (Ajengan Masuk Sekolah) agar dapat berkontribusi positif bagi anak didiknya, dengan memberikan kenangan baik kepada peserta didik.

Hal tersebut  disampaikan dalam acara silaturahmi AMS dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran di gedung SDN 1 Pangandaran. (28/3)

Menurut Surman, AMS bisa serius dalam bersinergi di sektor pendidikan dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, bersama-sama membangun Pangandaran.

“Walau semakin hari tantangan di depan mata semakin berat, tapi tentunya ini konsekwensi kita dalam rangka ikut mencerdaskan anak bangsa, sesuai disiplin ilmu masing-masing. “ungkap Surman.

Selain itu, katanya, AMS merupakan lading amal shaleh bagi para ajengan dalam pengamalan ilmu, jadi semua ini bisa bermanfaat baik di dunia maupun untuk bekal akhirat nanti.

Untuk anggaran AMS Pemkab Pangandaran sudah mengalokasikan Rp.500.000 per bulan dengan alokasi waktu 6 jam perpekan bagi setiap para ajengan.

“Hendaklah semua pihak tidak menciptakan menejemen konflik, kita harus bekerjasama untuk membangun karakter anak dan tidak menciptakan menejemen konflik,"  tegasnya.

Sementara Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat, menyayangkan, dalam praktek di lapangan ternyata masih ada sekolah yang kurang sinergi dalam tekhnis penjadwalan masuk kelas, sehingga akhirnya tidak sedikit ajengan yang mengundurkan diri.

“Kami mohon pada semua pihak untuk berkordinasi dalam tekhnis mendidik dan membangun karakter anak, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik sekolah maupun ajengan. “tegas Anwar. (HARIS F)

Cara Alloh Memuliakan HambaNya

Oleh : Haris Firdaus *

Adalah kekeliruan yang amat sangat jika saja menempatkan kemuliaan seseorang dari ilmunya, pangkat dan kedudukannya atau kemewahan yang berlimpah ruah. Jelas pandangan seperti ini sangat sempit dan tidak berdasar.

Kemuliaan yang sebenarnya sangat mudah diraih, siapapun dapat memilikinya si kaya atau si miskin, rakyat biasa atau pejabat. Allah tebar kemuliaan bagi siapa saja yang menginginkannya. Tentu kemuliaan disini adalah kemuliaan yang sesungguhnya, kemuliaan yang menghantarkan pemiliknya berada di urutan terdekat di sisi Tuhannya.

Ada beberapa perbuatan yang dapat ditempuh oleh siapapun, yang pertama amal sosial yaitu dengan sedekah maupun infak. Yang kedua dengan memaafkan kesalahan orang lain, dan yang ketiga rendah hati. Inilah yang disebutkan dalam riwayat berikut :

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya."(HR. Muslim no 4689).
 *penulis : wartawan PNews

KH. OTONG AMINUUDIN AKHIRNYA TERPILIH KEMBALI PIMPIN MUI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Setelah melalui Musyawarah Daerah (musda) ke 2 yang digelar di Hotel Laut Biru berjalan cukup alot diantara anggota formatur, akhirnya pengurus DPD kembali memilih KH. Otong Aminudin menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran untuk periode 2018-2023 mendatang.

Seperti dikatakan Ketua panitia Musda, Drs. Hendrik, musda ini dapat berjalan sukses dengan mengefektifkan waktu seselektif mungkin, sehingga acara yang dimulai pukul 8.00 pagi yang diperkirakan selesai pukul 20. 30 akhirnya tuntas pukul 13.30 siang. (27/3).

Para peserta yang hadir pun, kata Hendrik, menyambut puas atas kinerja panitia yang telah mengelola acara dengan tuntas dan lancar.

Menurut salah seorang  anggota yang enggan disebut namanya, ia berharap ketua MUI yang barub terpilih diharapkan dapat menampung aspirasi umat guna kemajuan pembangunan mental masyarakat.

“Mudah-mudahan dibawah pimpinan Pa Otong, MUI bisa lebih bermanfaat bagi seluruh umat, khususnya masyarakat kabupaten Pangandaran. “ujarnya. (HARIS F)

PROF. DR. RAHMAT SHAFII: “MUI HARUS BERSINERGIS DENGAN PEMDA”

PANGANDARAN-Perkembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di daerah itu tergantung kerjasama dengan pemerintah daerah, oleh karena itu diperlukan sinergitas antara MUI dengan pemerintah daerah untuk menghasilkan kemaslahatan bagi umat.

Demikian disampaikan Ketua MUI Provinsi Jabar, PROF. DR. Rahmat Syafi, dalam sambutannya pada acara musda MUI kabupaten Pangandaran di Hotel laut Biru kawasan pantai barat Pangandaran.(27/3)

“Dan di Kabupaten Pangandaran sendiri selama ini termasuk yang bagus kerjasamanya. ”kata Rahmat.

Selain itu, lanjutnya, selaku lembaga keagamaan yang sah, MUI sejatinya dapat menegur jika pemerintah daerah dianggap ada kesalahan, begitu pula sebaliknya.

“Kaitan dengan musda ini, saya meminta agar seluruh elemen bisa mengevaluasi kinerja pimpinan MUI yang kemarin untuk mengadakan perbaikan ke depan," Tuturnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Otong Aminudin, mengatakan, selama periode lima tahun kepemimpinannya masih terlalu banyak kekurangan yang perlu segera diperbaiki.

“Secara pribadi saya meminta maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama masa kepengurusan saya. “ungkapnya.

Otong pun mengajak, hendaknya musyawarah ini jadi ajang perbaikan untuk kepentingan MUI di masa depan. Dan untuk mencapai hasil yang baik, hendaknya bisa belajar dari kekurangan dan kesalahan yang lalu.

“Terlebih lagi kita dihadapkan pada tahun politik, seyogianya MUI bisa lebih menatap ke depan yang lebih baik lagi," imbuhnya.  (HARIS F)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN