Hati-Hati Ada Website Palsu DPRD Pangandaran, Yang Asli Malah Tak Bisa Dibuka

PANGANDARANNEWS.COM -Dinas Kominfo dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran menemukan adanya situs yang mencatut DPRD Kabupaten Pangandaran, bukan hanya mengunakan nama lembaga namun materi yang ditampilkan pun memunculkan konten legislator.

Pihak Diskominfo Pangandaran mengatakan, perbedaan situs resmi DPRD Pangandaran adalah dprdpangandaran.go.id. Sementara saat ini muncul website dengan alamat dprdpangandaran.org. 

“Situs yang meniru adalah dprdpangandaran.org,” ungkap Kepala Diskominfo Pangandaran Tonton Guntari Kamis (19/02/26)

Ia menjelaskan, seluruh situs resmi instansi pemerintah di Indonesia baik pusat maupun daerah, wajib menggunakan domain tingkat tinggi (Top Level Domain). Penggunaan domain ini diatur secara ketat dan memerlukan persyaratan administrasi khusus dari pemerintah, sehingga menjamin keaslian dan legalitas sumber informasi.

Sebaliknya domain umum seperti .org, .com, atau .net dapat didaftarkan oleh siapa saja tanpa verifikasi sebagai instansi pemerintah, sehingga domain tersebut tidak ideal digunakan oleh lembaga pemerintah karena berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pihaknya juga meminta warga selalu memverifikasi alamat situs web sebelum membukanya dengan memastikan akhiran domain adalah .go.id untuk instansi pemerintah, serta tidak menyebarluaskan tautan (link) situs palsu tersebut melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan seperti WhatsApp guna menghindari kebingungan public.

Apabila masyarakat menemukan informasi yang meragukan atau indikasi situs palsu lainnya yang mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, diminta untuk segera melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi Diskominfo atau melalui media sosial komunitas Pangandaran Saber Hoaks.

Terlepas dari itu, website resmi DPRD Pangandaran dengan alamat dprdpangandaran.go.id malah kondisinya bermasalah. Ketika dibuka, hanya muncul keterangan bahwa server tidak ditemukan.(hiek)


Rohimat Resdiana, Secara Regulasi Penggunaan Produk Lokal Harus Sampai 80 Persen

Rohimat Resdiana
PANGANDARANNEWS.COM – Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pangandaran fraksi PDI Perjuangan, Rohimat Resdiana, menyoroti belum maksimalnya penyerapan hasil pertanian warga Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang dalam program dapur SPPG saat menggelar reses tahun sidang 2026 di Aula Desa Kedungwuluh. (12/02/26)

Ia mengatakan, secara regulasi penggunaan produk lokal itu seharusnya sampai 80 persen. Namun faktanya, hasil bumi masyarakat kita belum masuk secara maksimal. Ini yang akan kami dorong untuk dibahas serius di DPRD.

Menurutnya beras dan komoditas pertanian lainnya dari Desa Kedungwuluh belum terserap optimal padahal desa tersebut memiliki potensi produksi yang memadai, kondisi ini bertentangan dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal yang menjadi tujuan utama program tersebut.

“Kalau programnya untuk pemberdayaan ekonomi lokal ya tentu harusnya petani lokal yang pertama merasakan manfaatnya, jangan sampai hanya jaditulisan di atas kertas saja,” katanya.

Rohimat menyebut, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan ekonomi para petani. Dan ia pun akan mendorong pembahasan lebih lanjut, baik melalui rapat gabungan fraksi maupun Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan.

“Kita akan panggil stakeholder terkait. Kita ingin tahu kendalanya di mana, apakah soal kualitas, distribusi, atau mekanisme pengadaan. Semua harus terbuka,” imbuhnya.

Selain isu serapan produk lokal, dalam resesnya ia juga menerima aspirasi terkait belum tersedianya lahan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dan Rohimat,  membenarkan adanya keluhan tersebut dan menyebut terdapat potensi pemanfaatan lahan eks-HGU (Hak Guna Usaha).

“Memang ada keluhan soal lahan KDMP yang belum tersedia, tapi ada peluang dari lahan eks-HGU yang bisa dimanfaatkan dan ini akan kita tindak lanjuti lebih dalam,” tegasnya.

Dalam pertemuan dengan konstituen, Rohimat yang duduk di Komisi I DPRD Pangandaran turut membahas sektor pemerintahan serta menyampaikan sejumlah program strategis pemerintah daerah.

‎Sebagai anggota Komisi I, kata Rohimat, ia lebih banyak membahas terkait tata kelola pemerintahan. Dan reses ini, tentu menjadi momentum untuk menggali aspirasi sekaligus menyampaikan apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangandaran di bawah kepemimpinan Bupati saat ini.

Sementara itu, Kepala Bagian Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kabupaten Pangandaran, Ganjar Nugraha menegaskanm, reses merupakan kewajiban konstitusional anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Reses ini adalah komunikasi dua arah, artinya spirasi masyarakat akan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan maupun pengawasan program pemerintah daerah.

“Sedikitnya ada empat manfaat utama reses, antara lain  menjembatani kesenjangan informasi, memberikan masukan perencanaan pembangunan, meningkatkan akuntabilitas dewan, serta membangun kepercayaan publik terhadap lembaga legislative,” terangnya.(hiek)


Kolaborasi Apik, Pegiat Sosial Dan Pemdes Cijeungjing Santuni 37 Anak Yatim Piatu

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Para pegiat sosial Desa Cijengjing, Kecamatan Cijengjing, Kabupaten Ciamis melaksanakan kegiatan santunan bagi 37 anak yatim-piatu sebagai penerima manfaat sekaligus acara mungahan, yang digelar di sula desa.(18/02/26)

Menurut Ketua Pegiat Sosial Desa Cijengjing, Cevi Iman, santunan ini diselenggarakan setiap bulan dengan sumber dana berasal dari infak para pegiat sosial.

"Sedikit rezeki ada hak anak yatim-piatu, dua setengah persen hak anak yatim-piatu harus diberikan," ujarnya kepada Pangandarannews.com.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian mungahan tersebut, kata Cevi, bertujuan untuk memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.

Terpisah, Kepala Desa Cijengjing, Adang, mengaku pihaknya terus sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh para pegiat sosial muda.

Kepedulian mereka, menurut Adang, begitu luar biasa.

"Dan memang benar bahwa dalam harta rezeki kita bukan milik kita semua, tapi ada hak anak yatim-piatu dua setengah persen yang harus diberikan," jelasnya.(anwarwaluyo)

Akibat Diterjang Angin Kencang, Atap 9 Rumah Warga Di Kalipucang Pangandaran Beterbangan

PANGANDARANNEWS.COM - Angin kencang disertai hujan deras menerjang Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, mengakibatkan sedikitnya sembilan rumah warga terdampak.(19/02/26) sekitar pukul 15.0 WIB.

menurut data dari pemerintah desa warga yang terdampak tersebar di dua dusun, Dusun Girisetra dan Dusun Empangsari.

Seperti disampaikan Kepala Desa Kalipucang, Teguh Sugiharto, angin kencang datang secara tiba-tiba saat hujan deras.

"Angin puting beliung terjadi berbarengan dengan hujan deras, tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa," ujar Sugiharto.(20/02/26).

Sugiharto mengatakan, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran untuk penanganan lebih lanjut, termasuk terkait pendataan kerusakan.

Selain itu, imbuh Sugiharto, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) bersama Pemdes Kalipucang pun langsung melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak serta memberikan imbauan.

"Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan siaga dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, menyampaikan, ada sekitar tujuh kepala keluarga yang rumahnya terdampak angin kencang.

"Saat kejadian, bagian rumah yang pakai asbes dan seng bertebaran akibat tiupan angin kencang," jelasnya.(hiek)




Aduh, Ada Parkir Liar dengan Karcis Palsu di Lapang Dadaha Tasikmalaya ?

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNNEWS - Kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya yang kerap menjadi tujuan masyarakat untuk beraktivitas, kembali menuai sorotan warga terkait parkir liar yang ada di lokasi tersebut.

Banyak warga dan pengguna jalan mengeluhkan adanya pungutan liar dengan karcis buatan sendiri yang diberikan oleh pihak tidak bertanggung jawab, sementara penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang parkir tampaknya hanya sebatas aturan di kertas.

Masyarakat sudah cukup terganggu dengan parkir liar ini, apalagi ada yang datang saja lalu memberikan karcis sendiri dan lalu memungut uang secara sewenang-wenang. 

Salah seorang pedang yang biasa berjualan di sekitar lapang Dadaha mengatakan, seharusnya pihak yang berwenang bisa menertibkan hal ini. 

'Tapi kenapa seolah-olah tutup mata ya ?, " ucapnya.(19/02/26).

Dari pengamatan Pangandaran News di lapangan, tampak area parkir liar tersebut banyak digunakan oleh pengendara yang berhenti sementara untuk berbelanja atau mengikuti aktivitas lainnya. Tanpa pengelolaan yang jelas dan penertiban yang konsisten, kondisi ini semakin meresahkan. 

Dan beberapa orang yang mengaku sebagai "pengelola parkir", mereka bahkan berani menggunakan karcis buatan tangan tanpa ada tanda resmi dari pemerintah kota atau badan pengelola parkir yang sah.

Menurut salah seorang pengguna jalan, Siti, menambahkan para "petugas parkir" tersebut tidak bisa menjawab dengan jelas siapa yang menyuruh. Dan mungkin uang yang mereka dapatkan juga tidak masuk ke kas negara, hanya untuk keuntungan pribadi saja. 

"Kita berharap pihak penegak hukum atau dinas terkait segera turun tangan dan tidak lagi mengabaikan masalah ini," ungkapnya.

Selain merugikan negara, imbuh Siti, parkir liar yang tidak teratur juga menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah dan mengganggu akses kendaraan serta pejalan kaki. 

Sebenarnya, imbuh Siti, ia tidak keberatan membayar parkir jika prosesnya resmi dan uang yang dikumpulkan digunakan untuk memperbaiki fasilitas umum. Namun, pungutan liar seperti ini jelas tidak dapat diterima.

"Pungutan liar seperti ini harus segera dihentikan, kita butuh penertiban yang sungguh-sungguh bukan hanya sekedar omongan kosong," ujarnya.(anwarwaluyo)

Atur Jam Oeprasional Warung Nasi Selama Ramadhan, Pemkab Pangandaran Terbitkan SE

PANGANDARANNEWS.COM - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mengeluarkan aturan terkait operasional warung nasi dan rumah makan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.8.1/10/SETDA/2026.

Untuk warung nasi dan rumah makan dilarang memfasilitasi umat Muslim yang tidak menjalankan ibadah puasa secara sengaja, larangan ini dimaksudkan untuk menghormati umat muslim yang berpuasa. Larangan ini diantaranya, jam operasional warung nasi dan rumah makan mulai pukul 16:00-04:00.

Kemudian  semua tempat hiburan malam seperti karoke dan kafe, harus  tutup selama ramadhan. 

Tak hanya itu, akan dilakukan juga razia penyakit masyarakat (minuman keras, petasan dan warung remang-remang).

Kepada sejumlah awak media, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelanggar khususnya pengusaha hiburan malam yang membandel.

Tentu pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) ini, kata bupati, akan dilakukan sewaktu-waktu.

"Kami tidak akan segan memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang melanggar aturan operasional tersebut melalui koordinasi dengan Satpol PP dan Polres Pangandaran," tegasnya.(19/02/26)

Bupati juga menyebut, pihaknya akan bersinergi dengan jajaran Polres terkait pemantauan penyakit masyarakat untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Selain aturan operasional, bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menghargai kesucian bulan Ramadhan dan berharap warga dapat saling menghormati dengan tidak makan atau minum secara terbuka di depan umum pada siang hari.

Pada sektor pendidikan, bupati juga menginstruksikan agar para siswa untuk mengisi waktu dengan kegiatan produktif melalui pesantren kilat di lingkungan masing-masing.

“Untuk mempertebal keimanan, para siswa wajib mengikuti pesantren kilat, mulai dari tadarus Al-Quran, salat berjamaah, hingga aktivitas keagamaan lainnya,” ucapnya.(hiek)

Masalah Sampah, di Sejumlah Jalan Kota Tasikmalaya Masih Banyak Yang Belum Terangkut

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – kondisi sampah yang belum terangkut ditemukan di beberapa jalan utama Tasikmalaya, antara lain Jalan Swaka, Jalan HZ Mustofa, dan Jalan Kawalu. 

Salah satu masyarakat yang sering melintas di kawasan tersebut, Wawan (37) menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi ini.

Ia mengatakan, tumpukan sampah sudah ada selama 3 hari bahkan sebagian juga tercecer di jalan. 

"Slogan Tasik Kota Resik seharusnya diimbangi dengan pelaksanaan yang optimal," ucapnya.(19/02/26)

Wawan menduga ada berbagai faktor penyebab keterlambatan pengangkutan, seperti keterbatasan armada atau sumber daya atau kendaraan pengangkut yang kurang atau sedang dalam perawatan.

Tak hanya itu, kata Wawan, terjadi peningkatan timbunan sampah di awal Ramadhan akibat aktivitas masyarakat yang lebih banyak sedangkan jadwal pengangkutan yang belum dapat menyesuaikan kondisi lapangan secara real-time.

"Harapan saya, semoga Tasikmalaya yang pernah dapat predikat Adipura justru dikenal sebagai kota banyak sampah," ungkapnya.

Selain mendorong perbaikan dari pemerintah, Wawan juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat.

Menurutnya, kebersihan lingkungan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab bersama seluruh warga kota Tasikmalaya. 

"Kita juga harus sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan," tegasnya.

Ia juga berharap agar Pemkot Tasikmalaya segera mengambil langkah perbaikan, seperti mengevaluasi sistem pengangkutan, meningkatkan jumlah armada jika diperlukan serta meningkatkan transparansi komunikasi terkait progres penanganan sampah.

"Di sisi lain, seluruh warga juga diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar," imbuhnya.(anwarwaluyo)

 

 

Pokdarwis Dan Pemdes Cimanuk Terus Lakukan Penataan Obyek Wisata Padabumi

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pantai Padabumi yang berlokasi dekat dengan Pantai Cimanuk Desa Kalapagenep dan Pantai Karangtawulan, menjadi ikon wisata Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmakaya, saat ini sudah menjadi favorit masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya.

Pantai ini menawarkan hamparan pasir eksotis dengan suguhan pemandangan laut yang dikenal bergelombang cukup tinggi, serta pemandangan muara Sungai Cimanuk. 

Selain menikmati sunset, memancing, dan bersantai, terdapat juga kolam berenang bagi pengunjung. Jalan menuju lokasi pun saat ini sudah beraspal, dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau umum dari Pangandaran (sekitar 3 jam) atau Kota Tasikmalaya.

Tarif retribusi masuk ke Pantai Padabumi juga relatif murah, Rp6.000 per orang sudah termasuk untuk asuransi jiwa. 

Saat ini pengelolaan wisata tersebut dilakukan oleh Pokdarwis Desa Cimanuk, dan sedang disempurnakan guna meningkatkan transparansi pelayanan.

Fasilitas yang tersedia meliputi warung makan dan minuman serta area parkir yang luas, namun meskipun demikian fasilitas seperti toilet dan tempat ibadah masih terbatas dan menjadi perhatian untuk diperbaiki.

Saat momen munggahan beberapa hari lalu, Pantai Padabumi ini pun tampak dipadati menjadi masyarakat yang datang dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan. 

Saat bincang-bincang dengan Pangandaran NEws, Kepala Desa Cimanuk, Anhar menyampaikan, penataan wisata pantai saat ini terus dilakukan untuk kenyamanan wisatawan yang datang. Karena sektor wisata ini diharapkan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Anhar mengatakan, dalam pengelolaan obyek wisata ini Pokdarwis Desa Cimanuk selalu melakukan koordinasi erat dengan Pemdes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), embaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta para pelaku usaha lokal untuk membangun kebersamaan dan kemajuan bersama.

 "Alhamdulillah Pantai Padabumi terus kami upayakan penataannya demi kemajuan masyarakat Desa Cimanuk," ungkap Anhar. (17/02/26)


Anhar juga menyampaikan, atas nama Pemerintah Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmakaya dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cimanuk mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H/2026 M. (anwarwaluyo)

Tanamkan Minat Bertani Sejak Dini, Ribuan Siswa di Pangandaran Tanam Bibit Jagung Hibrida

PANGANDARANNEWS.COM - Sebanyak 768 sekolah di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, hari ini serentak melakukan penanaman bibit jagung hibrida secara serentak. (18/02/26). 

Kepada sejumlah awak media, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh, menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tanam-menanam tapi merupakan bagian dari upaya strategis membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pertanian, kewirausahaan, dan kemandirian pangan sejak dini.

Soleh menjelaskan, sebanyak 143.868 bibit jagung hibrida ditanam dalam program tersebut. Penanaman dilakukan di lahan terbuka seluas 55.308 meter persegi, serta memanfaatkan 2.584 galon dan 10.667 polibag. Dan dalam pelaksanaan kegiatan ini didukung lintas sektor, termasuk Dinas Pertanian Pangandaran.

Jadi, kata Soleh, dasar diadakannya kegiatan penanaman bibit jagung hibrida di lingkungan sekolah, karena saat ini jarang sekali anak-anak yang bercita-cita menjadi petani sukses. 

"Maka kita dorong dari tiap sekolah agar para siswa punya keterampilan dalam bertani,” jelasnya saat ditemui di SMPN 2 Parigi.(18/02//26).

Soleh menyebut, guru akan menilai bagaimana siswa memilih bibit yang baik, menanamnya, hingga membesarkannya sampai siap panen. 

Dan setelah panen, lanjutnya, nanti akan dijual dan menghasilkan tentunya dan para guru juga akan mengedukasi pengelolaan keuangan.

Ia juga mengatakan, kedepan generasi muda harus memiliki kesadaran, berjiwa wirausaha serta mempunyai semangat kemandirian pangan. 

“Awalnya penanaman bibit jagung hibrida dilakukan di setiap jenjang sekolah negeri, dari PAUD sampai SMP. Namun ternyata dari swasta juga banyak yang berminat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami berharap, minat siswa dalam bertani ini diharapkan bisa membentuk karakter mereka jadi lebih baik. Karena ia yakin, pembelajaran yang baik itu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak akan lebih menghargai lingkungan dan juga proses, dan penanaman bibit jagung hibrida di sekolah tentu sangt saya dukung dan berharap kegiatan ini terus berlanjut,” ucapanya.(hiek)

Semarak Tarhib Ramadhan 1447 H, MUI Kecamatan Pangandaran Ajak Warga Sambut Bulan Penuh Berkah

PANGANDARANNEWS.COM — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan yang berlangsung meriah dan antusias warga.(17/02/26)

Kegiatan dimulai dari Masjid Istiqomah, dan mengambil rute melewati beberapa desa di wilayah Kecamatan Pangandaran sebelum berakhir di alun-alun Paamprokan.

Sepanjang rute pawai, masyarakat tampak antusias menyambut rombongan peserta yang berjalan dengan tertib dan penuh semangat.

Kegiatan tersebut diikuti 700 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pelajar, hingga organisasi kemasyarakatan. Tarhib Ramadhan bukan sekadar pawai seremonial, tetapi juga momentum untuk membangkitkan semangat spiritual umat Islam dalam mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah dan ampunan.

Menurut Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, KH. Subariyo, tradisi Tarhib Ramadhan ini menjadi agenda rutin yang digelar di berbagai wilayah Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk syiar Islam sekaligus pengingat akan kemuliaan bulan suci yang segera tiba.

Kegiatan ini, kata Subariyo, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kegembiraan umat dalam menyongsong Ramadhan. 

“Kami ingin momentum ini menjadi sarana untuk saling mengingatkan pentingnya persiapan dan rasa gembira akan hadirnya Ramadhan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan panitia pelaksana, Ustadz Dani Ramdani, S.H, ia mengaku rasa bersyukur atas tingginya partisipasi masyarakat.

"700 peserta yang mengikuti acara ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyambut Ramadhan sangat luar biasa,” katanya.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan keikutsertaan unsur pemerintahan, Camat dan Kapolsek Pangandaran yang turut hadir serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sekaligus mengawal jalannya pawai agar berlangsung aman dan tertib.

Ustadz Dani berharap, dengan terselenggaranya Tarhib Ramadhan 1447 H ini masyarakat dapat menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan penuh kesiapan.

"Dan kegiatan ini juga bertujuan tentunya untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah," imbuhnya. (harisfirdaus)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN