Lulusan Akmil Tahun 2003, Letkol ARM Yusuf Andriyanto, SE, Jabat Dandim 0625/Pangandaran Pertama.

pangandarannews.com - Sebagai komadan Kodim 0625 Pangandaran baru tentunya sangat berterimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandarab yang sudah memfasilitasi terbentuknya kodim baru yang berlokasi di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi.

Demikian disampaikan Komandan Kodim 0625/Pangandaran, Letnan Kolonel ARM Yusuf Andriyanto, SE kepada sejumlah awak media usai mengikuti kegiatan ramah tamah dalam acara peresmin gedung Kodim baru. (22/11)

Dandim berharap mudah-mudahan dengan berdirinya kodim 0625 pangandaran ini bisa bersinergi dengan pemda dalam rangka mendukung program nasional dan bis bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada di Pangandaran.

Seperti yang diamanatkan pimpinan, kata Yusuf, keberadaan Kodim 0625 bertugas untuk pengamanan teritorial dalamm rangka menyiapkan pertahanan wilayah darat di Kabupaten Pangandaran sehingga bisa membantu tugas pemda dari asfek pertahanan
secara umum.

Ia mengatakan, pihaknya akan melaksanakan pengamanan teritorial secara menyeluruh sesuai tipelogi wilayah baik itu pantai, gunung dan lainnya.

Yusuf mengajak masyarakat bekerjasama untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara TNI, Polri, pemda maupun elemen lainnya yang ada di Pangandaran, sehingga tercipta ketertiban masyarakat mau pun keamanan nasional dalam mewujudkan keutuhan NKRI.

"Kami juga akan bersinergi dengan kekuatan yang ada dan masyarakat, "ujar Yusuf.

Yusuf juga menuturkan, ia  merupakan lulusan Akmil tahun 2003, dan sebelum menjadiK Batalion  Armed di cimahi.

"Saya asli dari Ambarawa Jawa Tengah, steri sayabsaya Feni Dwinovianti dan sudah dikaruniai dua orang anak, "pungkasnya.(hiek)


Kodisi Ruang Kelas Rusak, SD 2 Karangnunggal Pertanyakan Kebijakan Pemkab Tasik

pangandarannews.com/tasiknews - Ruang kelas yang selama ini digunakan siswa untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tak sedikit yang mengalami kerusakan hingga  kondisinya pun memprihatinkan.

Seperti di beberapa ruang kelas di SD 2 Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, yang rusak bahkan nyaris ambruk.

Kepala SD 2 Karangnunggal, Euis, mengungkapkan, saat ini fasilitas KBM di sekolahnya sudah tak lagi memadai, dua ruang kelas yang ada di sekolah ini sudah tidak bisa dipakai lagi karena dikhawatirkan akan roboh saat sedang digunakan. Tentu siswa pun tak lagi merasa nyaman saat mengikuti proses pembelajaran.

"Sebagian besar besar kerusakan terjadi pada bagian plafon, "terang Euis.(22/11)

Euis pun berharap sekolahnya segera mendapat bantuan berupa Ruang Kelas Baru (RKB) karena bangunan yang ada sekarang sudah berusia lanjut, sehingga siswa pun akan merasa lebih aman dan nyaman saat menerima pembelajaran yang disampaikan para guru.

Euis juga mempertanyakan kepedulian Pemkab Tasikmalaya, karena kondisi sekolahnya ini sudah beberapa kali dilaporkan namun hingga saat ini belum mendapat jawaban.

Bagaimana akan maju dunia pendidikan ini, kata Euis, jika sarana dan fasilitasnya kurang memadai.

"Padahal siswa di sekolah kami ini sarat dengan prestasi, "ungkapnya. (anwarwaluyo)

Hari Ini Kasdam III Siliwangi Resmikan Kodim 0625/Pangandaran


pangandarannews.com - Mewakili Pangdam yang sedang bertugas dalam penanggulangan bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Kasdam III Siliwangi,  Kasdam III/Slw Brigjen TNI Widjanarko,S.Sos didampingi Inspektorat Kodam (Irdam)/Siliwangi, Brigjen TNI Dadang Arif Abdurahman, Danrem 062 Tarumanagara, Kolonel Inf Asep Sukarna, S. Sos.,S.I.P.,M.M, Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata, Kapolres Pangandaran, Dandim 0613/Ciamis, Dandim 0612/Tasikmaya, Dandim 0611/Garut, Dandim 0610/Sumedang, Dandim 0609/Cimahi, Dandim 0625/Pangandaran yang baru menjabat, tokoh masyarakat Susi Pujiastuti dan tamu undangan lainnya, siang tadi menghadiri acara ramah tamah dalam rangka peresmian Markas Komando Distrik Militer (MaKodim) 0625 Pangandaran, di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi.(22/11)

Saat menyampaikan sambutannya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, dengan hadirnya Kodim 0625 ini merupakan sebuah kebanggaan baik untuk pemda maupun masyarakat Pangandaran.

Diharapkan setelah sebelumnya ada Polres, kini berdiri Kodim Pangandaran, akan mampu meningkatkan peranan pemerintah khususnya di bidang keamanan dan pertahanan.

"Seperti diketahui Kabupaten Pangandaran mempunyai batas wilayah negara, tentu dengan hadirnya Kodim ini akan mampu mengatasi terkait teratorial dan pertahanan negara, "kata bupati.


Sementara mewakili Pangdam yang ada di Kabupaten Cianjur, Kasdam III/Slw Brigjen TNI Widjanarko menyampaikan terimakasih kepada masyarakat  Pemkab Pangandaran yang sudah memberikan fasilitas sebidang tanah yang dipergunakan untuk pembangunan Ma Kodim 0265/Pangandaran.

Kasdam menjelaskan, saat ini anggota Kodim 0625/Pangandaran baru mempunyai anggota sekitar 60 % dari jumlah seharusnya sebuah Kodim, yaitu 250 personil.

Kepada seluruh elemen, baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan elemen lainnya, Kasdam berharap bisa bersinergis dengan TNI-Polri untuk bersama-sama membantu pembangunan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Kasdam menuturkan, pihaknya akan perintahkan kepada Dandim Pangandaran yang baru menjabat ini untuk segera mempelajari kondisi dan situasi agar bisa lebih cepat berbaur sehingga bisa lebih cepat menghasilkan kinerja yang optimal.

"Tak lupa saya juga titipkan Kodim ini kepada Pemkab Pangandaran agar bisa saling bantu dan bersinergi, seperti pesan Pandam yang diamanatkan pada saya, "ucap Kasdam.

Masih di tempat yang sama, tokoh masyarakat Pangandaran Susi Pujiastuti mengungkapkan,
sebagai warga menurutnya tentu merasa senang dengan hadirnya Kodim ini.

Susi mengatakan, sekarang ada Polres dan Kodim, tentu pekerjaaan yang ada di daerah bisa lebih cepat selesai dan hasilnya pun tentu bisa lebih cepat diterima masyarakat.

"Banyak hal yang bisa dilakukan disini untuk kemajuan daerah, "ungkap Susi. (hiek)

Karena Harus Cermat Dan Mendapat dukung Masyarakat, Bupati Pangandaran Hingga Saat Ini Belum Tandatangani Perda Pengendalian Miras

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rapat kordinasi (rakor) Pemkab Pangandaran bertempat di aula setda yang dihadiri bupati, pimpinan dan anggota DPRD, Kapolres, MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta sejumlah pejabat di lingkup pemkab, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, hingga saat ini ia mengaku belum menandatangani Peraturan Daerah (Perda) Tentang Pengaturan Pengendalain Minuman Keras (miras).

Karena menurut bupati perda ini harus dikaji dan mendapat persetujuan masyarakat, terlebih para tokoh agama. Padahal pembahasan dan penetapan perda ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2018, namun karena tidak ingin gegabah sehingga bupati pun belum membubuhkan tandatangannya.

Dikatakan bupati, dalam perda ini bukan tentang pelarangan adanya minuman keras, karena kalau sipatnya melarang ini akan bertentangan dengan aturan di atasnya yaitu Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomer 20 tahun 2014.

"Perda ini dibuat untuk mengatur atau pengendaliannya keberadaan miras, "ucap bupati.(21/11)

Perda ini harus benar-benar mendapat evaluasi serta kajian dari masyarakat karena perda ini tentu berkaitan erat dengan tatanan sosial serta nilai-nilai religi di tengah masyarakat.

"Jadi kalau salah tandatangan, ini sangat berat pertanggungjawaban saya pada umat, "imbuhnya.

Untuk saat ini, ucap bupati, keberadaan miras di Pangandaran ini dipastikan ilegal, karena regulasi yang mengatur tentang miras ini belum ada.

Bupati menambahkan, pada awalnya perda ini dibuat untuk pelarangan miras, namun jika pelarangan tentu tidak bisa karena akan bertentangan dengan Permendag, sehingga perda ini pun menjadi aturan daerah yang sipatnya mengatur serta mengendalikan keberadaan miras di Pangandaran. Dan menurut bupati ia harus cermat dan hati-hati, serta mendapat dukungan dari masyarakat.

"Saya berulang kali selalu mengatakan, bagaimana wisata bisa berjalan tapi tatanan umat terlindungi, "tegas bupati.


Hal senada disampaikan Ketua DPRD, Asep Noordin, sebenarnya walau perda ini hanya mengendalikan atau mengatur keberadaan miras, namun jika dicermati ini sama saja dengan pelarangan.

Salah satu contoh, kata Asep, lokasi penjualan miras harus berjarak 1000 meter (1 km)  dari tempat ibadah, sekolah, tempat umum dan lainnya. Dan jika melihat pasal ini serta banyaknya tempat ibadah di Pangandaran, artinya hampir bisa dipastikan lokasi penjualan miras tidak akan mempunyai ruangan atau lokasi.

"Belum lagi di pasal lainnya bahwa pembeli miras ada batas  usia, "kata Asep.

Menurut Asep, perda ini lahir dan dibuat setelah adanya audens masyarakat dan DPRD.

Dan seperti diketahui, dalam pembuatan aturan daerah (perda) bisa saja lahir dari aspirasi masyarakat, inisiatif DRPD atu inisiatif pemda. Namun untuk perda pengaturan dan pengendalian miras ini merupakan insiatif DPRD, setelah sebelumnya ada audens dengan sejumlah elemen masyarakat.

"Tapi kuncinya ada di pemprov, karena hingga saat ini Pemprov Jabar belum memberikan nomer register sehingga perda ini pun belum bisa diundangkan, "jelas Asep.

Asep juga menambahkan, aturan membolehkan jika sekarang perda ini dievaluasi kembali atau dikaji baik oleh masyarakat, pemerintah atau secara akademik.

"Jadi mari bersama-sama kita kaji kembali harus seperti apa perda ini, "ucapnya.

Sementara Kapolres Pangandaran, AKBP Hidayat mempertanyakan apakah perda ini mencontoh yang sudah ada di daerah lain atau bukan.

"Namun intinya jika perda ini  diundangkan kami siap mengawalnya, "tegasnya.(hiek)

Setelah melalui Tahapan dan Sosialisasi Pemkab Pangandaran Akan tertibkan Keberadaan Kafe di Kawasan Wisata

Kasat Pol PP Pangandaran, Dedi Rakhmat

PANGANDARANNEWS.COM - Setelah melalui tahapan-tahapan dari mulai pendekatan, sosialisasi, Surat Peringatan (SP) ke 1 dan dilanjutkan dengan SP kedua, akhirnya Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran akan menertibkan kafe-kafe atau tempat hiburan yang ada di kawasan wisata.

Seperti disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Pangandaran, Drs. Dedih rakhmat, M.Si, usai mengikuti rapat kordinasi di aula setda, ada 33 kafe atau tempat hiburan yang akan ditertibkan keberadaannya.

"5 ada di Pasar Wisata, di obyek wisata Batuhiu 11 dan di kawasan Pamugaran 17, "terang Dedih.(21/11)

Disoal definisi serta jenis kafe seperti apa yang akan ditertibkan, Dedih menjelaskan, kafe yang dimaksud merupakan tempat hiburan malam yang menyediakan minuman keras (miras) dan prostitusi sehingga cenderung akan menimbulkan penyakit masyarakat (pekat).

Dedih juga mengatakan, penertiban ini juga tidak dilakukan serta merta karena sudah melalui tahapan-tahapan,  seperti pendekatan dan sosialisasi secara persuasif, memberikan Surat Peringatan (SP) 1 selama 7 hari, lalu disusul SP 2 selama 4 hari dan SP ketiga selama 2 hari.

"Dan setelah melalui tahapan-tahapan tersebut kami akan melakukan penertiban kafe ini pada hari rabu tanggal 23 nopember 2022, "ujar Dedih.

Dan ini, kata Dedih, penertiban ini merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) nomer 12 tahun 2020 tentang penyelengaraan ijin hiburan dan Perda nomer 42 tahun 2016 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

Dedih menambahkan, dipastikan keberadaan kafe-kafe ini tidak memiliki ijin, walau pun ada yang memiliki itu hanya ijin untuk usaha perdagangan usaha biasa.

Diakui Dedih, hingga saat ini Sat Pol PP pangandaran belum mempunyai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), sehingga dalam pelaksanaan penertiban nanti akan berkordinasi dengan Polres Pangandaran.(hiek)

Rangkain Kegiatan dan Lomba Ikut Warnai Milad SMAN 1 Pangndaran


PANGANDARANNEWS - Sejumlah kegiatan seperti lomba menghias nasi tumpeng, penanmn pohon dan lomba band se-Provisi Jawa Barat meriahkan perayaan hari jadi SMAN 1 Pangandaran ke-40, yang dilaksanakan di area sekolah.(19/11) 

Di sela kegiatan Kepala SMAN 1 PANGANDARAN, H. Sukirman ST. MM kepada awak media menyampaikan, selain kegiatan tersebut dilaksanakan juga peletakan batu pertama pembangunan gedung SMAN 1 Pangandaran, dan ini merupakan salah satu kegiatan exclusif karena kegiatan ini akan terus didorong para alumnus SMAN 1 Pangandaran.

Selain itu, ujar Sukirman, dalam rangka hari jadi yang ke 40 ini  ada satu acara yanh sangat exclusif yaitu AMARTA yang diselenggarakan sanggar seni SMAN 1 Pangandaran. 

"Kegiatan AMARTA ini adalah kegiatan lomba band se-jawa barat" ungkapnya. 


Sukirman juga merasa senang karena rangkain seluruh kegiatan ini disambut antusias para peserta cukup luar biasa karena para peserta pun mendapat fasilitas luar biasa dari ikatan alumni dan pihak SMAN 1 Pangandaran. Sehingga para juara lomba pun mendapatkan gratis menginap selama dua hari di Pangandaran, konsumsi dan hadiah uang tunai sebesar Rp 27 juta.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata yang turut hadir didampingi ibu, Ida Wiradinata mendapat sambutan hangat dari yang disambut dengan tarian Uwa Lengser.

Bupati juga dalam kesempatan tersebut berkesempatan menanam pohon dalam rangka peduli penghijaujan di lingkungan SMAN 1 Pangandaran.

Tak lupa bupati juga didaulat melakukan gunting pita tanda mulai digunakan lahan parkir SMAN 1 Pangandaran yang  seluruh biaya pembuatan berasal dari alumni. (bill)

SLBN Cipatujah Berharap Peerhatian dan Bantuan Pemda Tasikmalaya Untuk Kembangkan Kreativitas Siswa


pangandarannews.com/tasiknews - Keberadaan Sekolah Luar Biasa Negeri(SLBN)  yang ada di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh masayarakat, dan seiring   perkembangan waktu serta dengan seringnya pihak sekolah melakukan sosialisasi membuat kesadaran orangtua semakin lebih percaya untuk menyekolahkan putra-putrinya di SLB.

Demikian disampaikan Kepala SLBN Cipatujah, Endang Rubaidini SPd, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(17/11)

Menurut Endang, jumlah siswa yang sekarang ada di SLB Cipuja berjumlah 128 siswa, yang berasal Desa Sukahurip, Ciheras dan Desa Ciandum.

"Lokasi SLBN ini ada di perbatasan Kecamatan Karangnunggal dan Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, "terangnya.

Endang berharap ke depannya SLBN ini bisa mendapat perhatian dan bantuan dari Pemprov Jawa Barat seperti penambahan tenaga pengajar, sarana belajar dan lainnya. Karena tidak menutup kemungkinan dari tahun ke tahun akan lebih banyak lagi peserta didik yang masuk di sekolah ini, sehingga dengan sendirinya harus dipersiapkan tenaga kerjanya atau guru.

Ia menambahkan, dalam setiap kesempatan sosialisasi pada masyarakat di setiap pelosok, agar mengikutsertakan anak-anaknya untuk mendapat pendidikan walau dengan keterbatasan yang ada.

Diakui Endang, tidak adanya kendaraan untuk layanan  antar-jemput siswa yang jarak tempuhnya jauh, ini menjadi salah satu kendala SLB. Padahal siswa-siswi SLBN Cipatujah ini tak jarang siswanya mampu menorehkan sejumlah prestasi yang bisa menjadi kebanggan masyarakat. Siswa juga mampu menghasilkan kreatifitas kerajinan tangan serta membuat makanan olahan agar-agar laut, kripik singkong  dan hasil kreativitas lainnya.

"Mudah-mudahan ke depannya Pemprov Jabar bisa segera memberikan fasilitas untuk menunjang keberadaan SLB, sehingga kami pun bisa lebih maksimal melayani masyarakat khsususnya dalam pelayanan pendidikan, "pungkasnya. (anwarwaluyo)
   

Melalui LDK, Karangtaruna Balebat Desa Balokang Kota Banjar Mendapat Gemblengan Jiwa Kepemimpinan


pangandarannews.com/banjarnews - Kepemimpinan merupakan sifat seseorang dalam upaya untuk membina dan mewujudkan Individu atau sekelompok orang agar dapat berkomitmen melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan tujuan organisasi, demikian halnya yang dilakukan ole Karang Taruna Balebat Desa Balokang Kecamatan Banjar Kota Banjar Jabar. Beberapa hari puluhan anggota  Karang Taruna ini mendapat gemblengan dalam kegiata Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang di lakasanakan di Hotel Krisna Bech Pangandaran  selama Dua hari Selasa- Rabu (15-16-2022).

Seperti pengurus karangtaruna Desa Balokang, Abdul Khodir yang akrab dipanggil Oding,  kepada PNews mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan LDK ini untuk menjadikan para anggota Karang Taruna Balebat mampu berorganisasi  dan menjadi pemimpin yang handal.

Hal senada disampaikn Sekdes, Dadang, menurutnya karang taruna merupakan organisasi yang kesehariannya ada di tengah-tengah masyarakat, tentu inilah yang  diianggap pelatihan seperti ini perlu untuk diadakan.

Dalam kesempatan ini turut hadir Kepala Desa Balokang,  sekaligus untuk membuka kegiatan ini dan pejabat dari Dinas Pemberdayaan masyarakat Kota Banjar, Kris, sebagai pemberi materi.

Dalam sambutannya Kepala Desa mendukung kegiatan ini dan berharap mendapatkan hasil yang maksimal.

"Harapan saya melalui LDK ini dapat bermanfaat bagi Karang Taruna yang ada di Desa Balokang, "ungkapnya.

Karangtaruna ini, imbuhnya, merupakan orgaanisasi kepemudaan yang juga berkiprah di tengah masyarakat. Oleh karena itu keberadaan karangtaruna harus bisa memberikan manfat yang bisa di rasakan masyarakat.

Ditempat yang terpisah, Ketua Karangtaruna Balebat,  Aceng Dian menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Desa yang sudah mengadakan kegiatan yang sangat positif ini.

"Saya melalui LDK INI akan mampu menambah wawasan dan ilmu bagi kami dalam menjalankan organisasi kedepannya, "ujat Aceng. (Tito)

Khawatir Terkena Longsor, Sebuah Keluarga di Sukanagara Untuk Sementara Terpaksa Tinggalkan Rumahnya


PANGANDARAN NEWS - Satu keluarga mengungsi akibat bencana banjir dan longsor melanda di dusun sentul Rt 04/01 Desa Sukanagara kecamatan padaherang Kabupaten Pangandaran. 

Bangunan yang ditemati keluarga tersebut terpaksa harus dikosongkan untuk mengantisipasi terjadinya longsor akibat curah hujan yang cukup tinggi. 

Diketahui,  rumah tersebut dihuni Entis beserta istri dan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. 

Sebenarnya lokasi pemukiman warga di Rt 04/01 Dusun Sentul ini termasuk dataran tinggi, namun tepat di depan rumah Entis terlihat tebing setinggi sekitar 6 meter dan di lokasi tersebut kebetulan saat ini sedang ada pekerjaan perbaikan jalan Sukanegara, yang berbatasan dengan Jawa Tengah, dengan sumber anggaran dari APBD Kabupaten pangandaran senilai Rp 1,7 milyar. 

Pengerjaan jalan dan tebing setinggi 6 meter ini dengan melakukan pengerukan atau digali dengan menggunakan alat berat/beko, serta untuk pemerataan tanahnya menggunakan bronjong batu supaya lebih kuat.

Namun sayang, warga menyesalkan pengerjaan jalan itu karena tanah dari hasil galian tersebut menutupi saluran air yang lokasinya di samping rumah Entis. 

"Waktu itu sekitar jam tiga sore curah hujan tinggi, berhubung tidak ada saluran air jadi air yang datang masuk ke rumah cukup tinggi, "terang Entis kepada PNews. (16/11) 

Dengan dibantu warga lainnya, kata Entis, ia pun membuat saluran supaya air bis mengalir.

Saat PNews datang ke lokasi, terlihat tembok penahan tanah (TPT) di belakang rumah Entis sudah retak bahkan hampir jebol akibat dari derasnya air yang menghantam, malah tampak longsoran tanah dari belakang rumah Entis. 


Akibat dari kejadian tersebut sekitar lebih dari seminggu Entis beserta keluarga pun terpaksa mengamankan diri mengungsi ke rumah mertua hingga saat ini. 

Menanggapi hal tersebut, pelaksana di lapangan, Nana, mengatakan pihaknya akan membuatkan saluran air. Namun untuk sekarang ini pihaknya belum bisa membuatkan saluran air tersebut dengan maximal. 

Untuk sementara ini, kata Nana, sudah dibuat saluran air kecil dulu karena jika saluran air tersebut dibuat lebih besar dan  maximal, saat ini masih musim hujan dan dikhawatirkan debit air tinggi nanti air mengalirnya besar jatuh ke rumah warga, sekarang yang penting air mengalir saja dulu sampai selokan.

Terkait permintaan Entis untuk antisiasi di lahan yang terdampak akibat derasnya air yang menghantam belakang rumahnya, Nana mengatakan, hingga saat ini hal tersebut belum ada kejelasan yang pasti. 

"Tapi dua hari yang lalu saya sudah melaporkan ke kantor namun belum ada kepastian, " katanya. 

Nana menambahkan, sejauh ini  pihak desa setempat pun terkesan abai dengan pekerjaan peningkatan jalan yang sedang ia kerjakan di wilayahnya. 

"Saya berharap pihak desa ikut pro aktif serta memberi masukan-masukan, ya intinya bisa berkomunikasi dengan baik, "imbuh Nana. 

Menanggapi perihal tersebut, Kepala Desa Sukanagara, Tarso membantah pernyataan tersebut karena sejauh ini pihaknya sudah sangat aktif bahkan sering ke lapangan. 

Jika ia banyak kesibukan lain  menurut Tarso, tapi perangkat desa lain termasuk RT RW yang sering turun ke lapangan, dan  kalau pun ia sering menngontrol ke lapangan, menurutnya dalam  kapasitas apa.

Namun kendati demikian, Tarso mengatakan, pihak desa sangat berterimakasih atas realisasi peningkatan jalan Sukanegara.

"Kami berharap jika ada kendala-kendala di lapangan sebaiknya segera diperbaiki, "pungkasnya. (bill)

HUT PGRI KE 77 Jadi Ajang Silaturahmi dan Soliditas Guru di Gunungtanjung


PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS
- Dalam rangka menyambut HUT PGRI ke 77 yang jatuh pada tanggal 25 Nopember mendatang, para guru di Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmlaya menggelar sejumlah kegiatan yang diikuti seluruh pendidik dengan antusias.

Seluruh kegiatan tersebut akan dilaksanakan di halaman gedung PGRI, dan dihadiri
Muspika Gunungtanjung.

Ketua PGRI Gunungtanjung, Dede Sutisna.Spd menuturkan, pihaknya merasa bersukur karena dalam kegiatan menyambut Hari Jadi PGRI yang ke 77 di Kecamatan Gunungtanjung tahun ini sangat meriah dan mendapat sambutan antusias para guru.

Pada kegiatan ini, kata Dede, juga diadakan sejumlah perlombaan, seperti bola volley, lomba menyanyi lagu-lagu
perjuangan, kesenian tradisional dan kasidah.

"Kegiatan tersebut akan diadakan mulai tanggal 14 nopember sampai 16 nopember, "terang Dede.(14/11)


Masih kata Dede, dalam menyambut HUT PGRI ini juga  sengaja diadakan berbagai macam perlombaan agar para guru yang berada di Kecamatan Gunungtanjung bisa lebih akrab sehingga jalinan silaturahmi pun akan lebih erat.

Lokasi antara satu sekolah dengan sekolah lainnya yang saling berjauhan, menurut Dede, membuat para guru jarang bisa berkumpul.

"Dan dengan adanya kegiatan HUT PGRI diharapkan para guru bisa saling bersilaturahmi lebih dekat lagi, dan PGRI pun bisa lebih solid, "ujar Dede.(anwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN