Berdasarkan Perturan Kementerian Kelautan Dan Perikanan, Beberapa Jenis Sidat Tidak Boleh Ditangkap

PANGANDARANNEWS.COM – Berdasarkan Peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) nomer 80 tahun 2020 tentang perlindungan terbatas ikan sidat, sehingga pengambilan ikan dengan bernama latin Anguilliformes ini dibatasi, alasan terbitnya Permen KKP karena sidat memiliki status perlindungan terbatas berdasarkan periode waktu tertentu dan ukuran tertentu.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Dedi Surachman, maksud sidat yang dilindungi dalam Peraturan KKP nomer 80 tahun 2020 tersebut, melarang penangkapan sidat yang masuh berbentuk benih (glass eel) untuk semua spesies ikan sidat.

"Pada stadium glass eel tidak boleh ditangkap setiap bulan tanggal 27-28 Hijriah,"ungkap Dedi. (21/10).

Selain yang disebut diatas, kata Dedi, seperti jenis Anguilla Bicolor dan Anguila Interioris dewasa dengan berat diatas dua kilogram ini tidak boleh ditangkap sepanjang waktu. Namun untuk jenis Anguilla Marmorata dan Anguilla Celebesensis dewasa, dengan berat diatas lima kilogram, jenis ini juga tidak boleh ditangkap sepanjang waktu.

Dedi mengatakan, saat ini penangkapan sidat di kalangan masyarakat memang kerap terjadi, terutama di daerah bantaran sungai seperti Cintanduy dan sungai lainya. 

Namun Dedi mengaku hingga saat ini belum ada pembudidayaan ikan sidat di Pangandaran, karena jika untuk keperluan budidaya bisa saja.

“Saat ini pengawasan pada penangkapan sidat dilakukan oleh kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan, “terangnya. (PNews)


Wabup Pangandaran Tebar Ribuan Benbih Ikan Pada Lahan Terdampak Banjir Di Desa Cintakarya

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, Ujang Endin Indrawan melakukan penebaran ribuan benih ikan tawes, bertempat di Blok Cikubang, Desa Cintakarya Kecamatan Parigi.(14/10)

Selai wakil bupati, penenman ikan tersebut dihadiri sejumlah pejabat, seperti Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran Dedi Surachman, S.Sos, MM., Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran H. Dani Hamdani, S.Sos., MM, Camat Parigi Kepala Desa Cintakarya.

Atas nama warga, Kepala Desa Cintakarya menyampaikan terimakasih kepad Pemkab Pangandaran yang sudah melaksanakan penebaran benih ikan sebanyak 40.000 ekor ikan tawes dan 40.000 ekor ikan nilem di lahan pertanian warga yang terdampak banjir.

"Ternyata dibalik musibah ada hikmah untuk kita semua, saya berharap warga yang mempunyai lahan di sekitar area pertanian yang terdampak banjir bisa menerima manfaat ini, " ungkapnya.

Sementara sejumlah awak media Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan menyampaikan, ia  berharap penebaran benih ikan dapat berdampak positif khususnya bagi masyarakat Desa Cintakarya serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kata wabup, dari balik setiap kejadian pasti ada hikmah baik itu positif ataupun negatif tinggal bagaimana dan dari sudut mana bisa melihatnya.

“Saya berharap mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dan bisa menggairahkan perekonomian dari sector budidaya ikan air tawar, “ucap wabup. (PNews)


Usai Pengumuman Parpol Lolos Verifikasi Administrasi, KPU Pangandaan Lakukan Verfak Ke Lapangan

PANGANDAANNEWS.COM – Usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan partai politik (parpol) yang lolos verifikasi administrasi, KPU Kabupaten Pangandaran lakukan tahapan verivikasi Faktual (verfak) yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Oktober hinga 4 Nopember 2022.

Seperti disampaikan salah seorang komisioner KPU Pangandaran, Nur Azijah, verfak terhadap partai politik (parpol) ini menjadi salah satu tahapan pemilihan umum (pemilu) 2024.

Ia menambahkan, verfak ini dilakukan untuk memastikan data kepengurusan serta untuk memastikan akurasi data dan kesesuaian dengan regulasi, termasuk NIK, nama dan pengakuan orangnya itu sendiri dari partai politik peserta pemilu.

“Sudah tiga hari kami sudah 3 hari turun langsung ke lapangan melakukan vervikasi faktual ini, dan ini hari ke tiga, “uca Nur Azijah yang didampingi dari Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Yosep di Desa Janhgraga Kecamatan Mangunjaya.(19/10)

Verfak ini menurut Nur Azijah menjadi penting karena merupakan sebagai syarat lolosnya keikutsertaan partai politik tersebut di perhelatan pemilu 2024 ini, tentunya menyesuaikan dengan data yang di peroleh KPU Pangandaran. 

Nur Azijah menyayangkan mayoritas dari pengurus parpol ini tak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), padahal KTA tersebut merupakan sarat mutlak yang akan disesuaikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan data yang ada di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), 

“Di Sipol KTA mereka ada tapi ketika dicek di lapangan mereka tidak punya, seperti hasil verfak di Desa Maruyungsari, “jelasnya. 

Nur Azujah juga mengatakan, Untuk Kabupaten Pangandaran sendiri ada 5 partai politik yang dilakukan vaktualisasi di lapangan, Partai Hanura, Partai Perindo,Partai  Umat, Partai PKN, Partai Garuda. (TnT)


Usai Diresmikan Wabup Pangandaran, Spotlight Indonesia Akan Kembangkan Seni Budaya Lokal

PANGANDARANNEWS.COM - Spotlight Indonesia di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran merupakan wadah untuk mengembangkan kreatifitas para talenta seni baik lah vokal, koreografi, musisi dan beberapa kreatifitas lainnya. 

Jelang satu Dasa Warsa Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 10 tanggal 25 Oktober mendatang, Spotlight Indonesia yang berlokasi di Dusun Cirapuan Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya, diresmikan oleh Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran H Ujang Endin dan turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Hj Tini Nurmasari, S.Sos, MM, Camat Mangunjaya Sopyan Tanjung  beserta Jajaran, Anggota DPRD dari fraksi PPP. H Asikin, Nia Sumiasari (PAN) Darsum Darmawanto (Gerindra) serta seluruh kepala desa se Kecamatan Mangunjaya.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan mengatakan, ia sangat mengapresiasi karena jauh di daerah pelosok Kabupaten Pangandaran ada sebuah wadah tempat untuk mengembangkan kreatifitas yang bisa menampung minat khususnya para remaja dalam berseni.

“Ini sangat bagus, karena Spotlight Indonesia ini secara langsung bisa menggali potensi dan minat masyarakat dalam bidang seni, apalagi Spotlight Indonesia ini lingkupnya nasional, “kata wabup.(19/10)

Wabup mengatakan, Spotlight Indonesia ini juga terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia sehingga para talent yang terjaring lewat aplikasi Streamkar  ini banyak yang berasal dari luar wilayah Jawa Barat, seperti daerah Kepulauan Riau, Madura , Medan dan kota-kota besar lainnya.

Wabup juga berharap Spotlight Indonesia bisa membantu khususnya remaja Pangandaran untuk mengasah kemampuan berkeseniannya sehingga bisa menjadi sarana untuk meraih prestasi bahkan menjadi lahan usaha yang bisa menghasilkan uang hasil dari olah cipta seni.

“Saya yakin konsep yang ada di Spotlight ini akan mampu membantu para pelaku seni yang ada di Pangandaran untuk merubah hobi atau talenta menjadi musisi professional, “ucap wabup.  

Sementara menurut pemilik Spotligjt Indonesia, Aan Suhendar yang akrab disapa Reza, berharap keberadaan spotlight miliknya ini bisa memberi manfaat khususnya pada masyarakat Pangandaran.

Kata Aan, selaras dengan visi Kabupaten Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia diharapkan Spoitlight Indonesia ini bisa memberikan warna khususnya pada dunia seni dan kebudayaan daerah sehingga selain wisata alamnya seni dan budaya Pangandaran pun mampu terangkat.

Tak hanya musik modern, Aan menyebut, ia juga berkreasi pada kesenian tradisional dengan nuansa etnik budaya lokal.

“Pada usianya yang baru 1 tahun ini saya berharap Spoitlight Indonesia bisa ikut berkontribusi pada pembangunan daerah melalui pengembangan seni dan budaya yang ada di Pangandaran, “pungkasnya.(TnT)


Dalam Kunjungannya, Pangdam III/Siliwangi Tebar BIOS 44 DC Pada Tambak Udang di Cikalong Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam kunjungan kerja Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Arief Kunto Wibowo S.I.P yang dilakukan secara Touring dengan mengendarai sepeda motor ke Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat serta mensosialisasikan teknologi adaptip hasil inovasi yang dapat menjadi alternatif. 

Dalam Kegiatan tersebut Pangdam juga berkesempatan meninjau PT MOD Vaname Tasikmalaya, pelaku usaha tambak udang vename, jenis usaha yang ditekuni sebagian besar masyarakat Kecamatan Cikalong. 

Jenis udang vanname merupakan bahan komoditi Ekspor, sehingga usaha budi daya udang ini memiliki tingkat produktivitas yang cukup tinggi karena permintaan di pasaran terus meningkat setiap tahunnya.

Saat meninjau ke lokasi tambak udang tersebut Pangdam mengedukasi masyarakat serta menawarkan solusi pada para pengusaha tambak untuk menebar cairan BIOS 44 DC ke dalam tambak, karena dengan teknologi Bios 44 DC dapat mempercepat pertumbuhan udang sehingga lebih cepat dipanen. 

“Teknologi Bios 44 DC merupakan cairan dari jenis perpaduan beberapa mikroorganisme yang disatukan, “terang Pangdam.(18/10)

Pangdam juga menjelaskan,  sebenarnya BIOS 44  DC merupakan substansi organik multiguna dan teknologi ini mampu membuat air kolam pemeliharaan udang tetap baik, sehingga nantinya hasil budidaya udangnya pun dapat meningkat. 

Seperti halnya telah dilakukan untuk budidaya ikan, kata Pangdam, dengan diberikan Bios 44 DC ikan yang semula baru bisa dipanen dalam waktu 4 bulan, kini bisa dipanen dalam waktu 2 bulan dan hasilnya lebih meningkat karena tidak banyak yang mati.

“Penggunaan Bios 44 DC ini dapat menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani baik ikan atau pun udang, dan dari sisi kandungan bahan Bios 44 DC dipastikan aman karena mudah terurai, “jelasnya. 

Sementara salah seorang pengusaha tambak udang vaname, Amiyo Josuwa, usai mendengarkan uraian penjelasan Pangdam, mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kunjungan Pangdam III/Siliwangi ke tambak miliknya. 

Kata Abiyo, setelah ditebar Bios 44 DC diharapkan hasilnya bisa sesuai apa yang diharapkan. Bukan itu saja, Amiyo pun berharap ke depannya ada pendampingan terkait penggunaan BIOS 44 DC.

“Apa yang dipaparkan Bapak Pangdam ini merupakan ilmu baru bagi kami para penambak, mudah-mudahan kami juga terus mendapat pendampingan serta arahan terkait pemanfaatan BIOS 44 DC di tambak udang sehingga pruduksinya pun semakin meningkat,” ucapnya. (anwarwaluyo)


Festival Tunas Bahasa Ibu Menjadi Salah Satu Upaya Lestarikan Seni Budaya dan Bahasa Daerah

PANGANDARANNEWS.COM  - Untuk ikut melestarikan budaya dan bahasa daerah khususnya pada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran selenggarakan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2022 yang digelar di halaman kantor Disdikpora.(19/10)

Dalam kegiatan tersebut sejumlah siswa SD dan SMP mengikuti sejumlah mata lomba, seperti Borangan (Ngabodor Sorangan), Pupuh, Cerpen, Ngadongeng, Aksara Sunda dan Biantara.

Kepada sejumlah awak media Sekretaris Disdikpora Pangandaran Dodi Djubardi mengatakan, tujuan dari Festival Tunas Bahasa Ibu untuk melindungi, menjaga dan melestarikan bahasa dan budaya yang ada di daerah.

"Seluruh jenis mata lomba wajib menggunakan bahasa sunda, termasuk pakaian yang dipakai peserta harus bernuansa adat daerah," ucap Dodi.

Bahasa daerah (sunda) ini, kata Dodi, harus dilestarikan karena saat ini cenderung menurun digunakan siswa, malah menurut data di PBB setiap 1 minggu sekali hilang 1 bahasa daerah, 

“Untuk itu khudsusnya dunia pendidikan harus ikut melestarikan serta menjaga agar bahasa ibu tetap lestari, " imbuhnya.

Dodi menjelaskan, jumlah peserta lomba yang ikut pada cara festival ini ada 28 anak didik SD dan SMP dari masing-masing kecamatan yang sudah mengikuti seleksi di masing-masing kecamatan atau komisariat untuk tingkat SMP.

"Dengan kegiatan festival ini Dinas Pendidikan memfasilitasi para siswa untuk unjuk diri dalam lomba bahasa dan seni budaya daerah, dalam hal ini budaya dan bahasa sunda, “pungkasnya. (hiek)


TMMD Ke-115 Kodim 0612/Tasikmalaya Bangun Jalan Lintas Cikadongdong - Toblongan Bojong Asih

Pangandarannews.com/tasiknews - Satgas Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-115 Kodim 0612/Tasikmalaya tahun ini dilaksanakan di Desa Cikadongdong Kecamatan Bojong Asih Kabupaten Tasikmalaya Provinsi, yang dimulai  sejak hari Selasa tanggal 11 oktober 2022.

Seperti disampaikan staf ter Kodim 0612/Tasikmalaya Serma Suyitno kepada awak media, kegiatan TMMD Ke-115 Kodim Tasikmalaya dibuka secara resmi Sekda Dr. H. Mohamad Zen, mewakili Bupati Kabupaten Tasikmalaya.

“Hari merupakan hari ke 5 dan saat ini sedang di laksanakan pengerjaan membuka jalan  yang dilaksanakan satgas TMMD dan masyarakat," ujar Serma Suyitno, saat ditemui di lokasi kegiatan.(15/10)

Dalam kegiatan TMDD ke 115  ini  TNI, ujar Suyitno, aparatur desa dan warga  bekerjasama membuka akses jalan penghubung desa Cikadongdong menuju Desa Toblongan Kecamatan Bojongasih.

Suyitni juga berharap dengan dibantu warga setempat proses pembukaan akses jalan ini dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan program kerja TMMD Ke-115.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang antusias melakukan bergotong-royong demi membangun desanya, “imbuh Suyitno.(anwarwaluyo)


Ironis, Hari Jadi Ke 21 Kota Tasik Masih “Dihiasi” Tumpukan Sampah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sejumlah warga Kota Tasikmaya menyayangkan, tepat pada hari jadi ke 21 Kota Tasik masih “dihiasi” tumpukan sampah. Padahal di sisi lain pentaan kota dengan menghiasi sudut-sudut tepi jalan dengan hiasan dan ornamen terus dilakukan agar kota terlihat cantik.

Seperti pantauan PNews pada Jumat malam (14/10) di kawasan Jalan KH. Z Mustofa, tumpukan sampah entah sengaja atau terlambatnya petugas mengangkutnya membuat pemandanga yang kontras antara penataan da kebersihan kota yang belum terjaga.

Menurut salah seorang pejalan kaki, Rina (37) kepada PNews menyampaikan, ia sangat menyayangkan kondisi ini dari hari ke hari masih belum berubah dan dengan masalah yang sama, tumpukan sampah.

Ia mengatakan sekarang sudah bukan waktunya lagi untuk saling menyalahkan, apakah masih kurangnya kesadaran warga saat membuang sampah atau pun kurang sigapnya Pemkot Tasik dalam mengatasi kebersiahan kota ini.

Sebab saat ini mencari penyebab dan tanggungjawab siapa ini bukan solusi, menurutnya, warga hanya ingin melihat Kota Tasik bersih, nyaman dan tertata apik. 

“Mudah-mudahan tumpukan sampah di jantung kota ini bukan kado istimewa di Hari Jadi Kota Tasik ke 21, :”ungkapnya.  (anwarwaluyo)


Ketua KPU Pangandaran: “Untuk Pileg 2024, 5 Partai Politik Akan Segera Diverfikasi Faktual“

PANGANDARANNEWS.COM – Bertempat di hotel Aquarium, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran dalam rapat kordinasi untuk persiapan verifikasi faktual parrtaipolitik peserta pemilu tahun 2024  akan melakukan verifikasi faktual terhadap 5 partai politik (parpol) baru dan non parlemen di Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin, tercatat ada 20 parpol yang mendaftar di KPU Pangandaran, dan dari 20 parpol tersebut ada yang sudah punya perwakilan di DPRD dan ada yang belum (non parlemen).

Dari 20 parpol itu, kata Muhtadin, lima diantaranya akan mengikuti verifikasi faktual terkait keanggotaan, struktur kepengurusan dan hal lain.

"Namun jika untuk urusan itu tidak memenuhi sarat, KPU tidak ada kewenangan, sementara untuk partai politik yang masuk dalam ambang batas parlemen ada sekitar 9 partai politik." jelas Muhtadin.(14/10)

Sementara itu untuk pemetaan Daerah Pemilihan (Dapil), jelas Muhtadin, kemungkinan tidak akan jauh dari pemilu 2019 Karena sejauh ini jumlah perkembangan penduduk Kabupaten Pangandaran tidak ada perubahan yang signifikan hingga kecil kemungkinan untuk berubah.

“Jumlah kursi di DPRD  kemungkinan  juga tetap 40 buah sama halnya seperti pemilu 2019, dan untuk penentuan alokasi kursi diatur dengan jumlah penduduk,"pungkasnya. (hiek)


Pemda Pangandaran Lakukan Tabayyun Terkait Berita Negatif Kegiatan Event Pan Asia Hash 2022

PANGANDARANNEWS.COM  - Seperti dikutip dari salah satu media, Event Pan Asia Hash 2022 yang dipanitiai Pemda Kabupaten Pangandaran ada issue didanai pemda hingga miliyaran rupiah. Namun selain isi acara tersebut dinilai tidak bermoral karena ada unsur pesta miras dan LGBT waktu kegiatannya juga bertepatan dengan bulan dan tanggal kelahiran Nabi Muhammad Saw, hal ini tentu memicu polemik dan persolan baru antara Pemda selaku penyelenggara dan sebagian besar tokoh masyarakat.

Dengan berbagai penampilan yang tidak sesuai nilai-nilai luhur dan budaya bangsa yang dilakukan para peserta sangat menyinggung para pemerhati agama dan masyarakat, seperti yang diungkapkan salah seorang warga, Maman (35), menurutnya sekalipun itu dilakukan oleh warga asing tetapi sangat menohok warga yang menyaksikan terlebih belakngan ini sesuatu sangat mudah diakses media manapun. 

"Tentu ini sangat buruk bagi masa depan kami dan anak-anak kedepan, dengan pesta yang sangat menjijikan menurut kami hendaknya pemerintah daerah peka akibat yang akan ditimbulkannya," ucapnya.

Sejumlah tokoh agama, pesantren dan ormas Islam seperti FPP dan Forum Pondok Pesantren Kabupaten Pangandaran beberapa hari lalu pun mengegelar aksi untuk menyuarakan perihal dampak buruk event Pan Asia Hash tersebut serta meminta kepada pihak Pemda untuk menjelaskan kegunaan dana tersebut kaitan dengan acara gelaran tersebut.

Event Pan Asia Hash 2022 yang digelar dari tanggal 7-9 Oktober 2022 menyisakan polemik hingga hari ini, padahal sejatinya even ini mampu menarik wisatawan mancanegara untuk menjadikan Kabupaten Pangandaran menjadi daerah tujuan wisata. 

Seperti dilansir salah satu media on line, salah satu organisasi Islam dan Forum Pondok Pesantren (FPP) mengeluarkan pernyataan sikap yang keras kepada Pemda Pangandaran. Dalam pernyataanya yang ditandatangani oleh Ketuanya, KH. Ma’ruf Zarkasih, S.Pd dan sekretaris Muhlis Nawawi, S.Sy, kedua ormas Islam ini memandang, hal ini tidak elok dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran karena telah memfasilitasi pesta miras, kampanye LGBT dan pesta miras dalam event tersebut tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi.

Namun pernyataan kedua Ormas Islam tersebut berbeda dengan apa yang disampaikan ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH Otong Aminudin dalam sebua video yang tersebar di media social, Otong menilai gelaran tersebut tidak masalah dan tidak bertentangan dengan syariah serta tidak menyinggung siapa pun.

"Kita kan dagang lembur, dagang keindahan alam punya kita, adapun mereka bertingkah apa, Itu terserah mereka, “ujarnya.

Dalam video tersebut Otong mengatakan, masalah mereka (peserta Pan Asia Hash-red) makan yang diharamkan agama atau tidak itu bukan urusan kita karena dia non muslim, namun dia muslim baru kita tegur itu. 

“Asal tidak merugikan kita, kenapa, kalau tidak mencelakai kita, tidak meragukan kita, tidak ada yang melanggar syariah, "ucapnya.

Pernyataan Ketua MUI tersebut sontak saja menambah suasana semakin ramai diperbincangkan masyarakat, salahsatunya yang disampaikan tokoh agama, Drs. Anwar Hidayat, menurut Anwar  komentar ketua MUI kabupaten Pangandaran tersebut tidak mencerminkan seorang pemimpin agama dan sangat nampak dukungannya pada gelaran maksiat tersebut. 

Tokoh lainnya yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan. pihaknya tidak anti pemerintah dan tidak membenci siapapun sekalipun pelaku maksiat, tetapi ia ingin memberikan masukan karena ini keinginan bupati sendiri yang pernah mengatakan, "kalau saya salah tegurlah”.

Ia juga mengakui, program pemerintah daerah ini sungguh luar biasa terutama kaitan dengan keagamaan, seperti Ajengan Masuk Sekolah (AMS), Pangandaran mengaji dan yang baru lagi Geber Pangaji, ini sangat bagus sangat didukung. Namun ia mengkhawatirkan gelaran Pan Asia Hash 2022 tersebut menjadi hama dan menghilangkan kepercayaan masyarakat, ibaratnya satu sisi diberi madu sementara sisi yang lain racun dibiarkan.

“Dan tentu sebagai sesama muslim kewajiban kita untuk ssaling mengingatkan, seperti dalam  keterengan menyebutkan, Apa bila manusia melihat kemungkaran namun tidak ada usaha berubahnya dikhawatirkan Allah akan menurunkan azab secara menyeluruh" tentu bagi keyakinan kita azab itu selain ujian juga teguran atas dosa dosa kita, kan begitu, “jelasnya. 

Untuk mengakhiri polemik ini Pemda pun menggelar audens dengan para tokoh masyarakat dan agama  yang dilaksanakan di aula Sekretariat Daerah Pemkab Pangandaran di Desa Cintakarya Kecamatn Prigi. (13/10) yang langsung dihadiri Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati H. Ujung Endin serta seorang pengacara kondang Egi Sujana.

Dalam kesempatan tersebut bupati membantah penggunaan APBD untuk Kegiatan Pan Asia Hash,   namun jika sekadar membantu seperti biaya pengamanan dan kebersihan memang itu dari pemda.

"Jadi tidak benar menghabiskan milarian rupiah," jelas bupati.

Terkait dalam Kegiatan Pan Asia Hash tersebut terdapat LGBT, itu juga keliru, memang ada beberapa wisatawan laki-laki yang berdandan dan berpakaian wanita. Tapi itu pun hanya beberapa orang saja dan itu seperti dalam acara karnaval atau acara Agustusan, dan dari 4000 jumlah peserta yang demikian hanya segelintir saja.

“Pesta miras, ini juga tidak benar karena yang ada di poto serta beredar itu bukan sedang pesta miras tetapi hanya satu dua orang memegang gelas berisi minuman bir, “jelas bupati.

Kata bupati, sama halnya seperti di kita ada yang suka kopi dan merokok tetapi juga banyak yang tidak suka. Dan yang dipoto itu semua orang tua, banyak yang usianya di atas 50 sehingga tidak mungkin meminum minuman keras yang kadar alkoholnya tinggi.

"Kami sangat ketat, lokasi Kegiatan pun sengaja yang sekiranya tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka kami lokasikan di Villa Alur, itupun tidak sembarang orang yang bisa masuk kecuali peserta, UMKM dan wartawan, "imbuh bupati.

Jeje juga mengajak kepada semua pihak agar bersama-sama mencari cara yang paling tepat dalam mengatasi persoalan miras karena yang paling sulit itu adalah caranya, tidak mungkin menggunakan kekerasan. 

Apa yang dirasakan masyarakat keresahan merebaknya miras, kata bupati, tentu hal itu juga dirasakan pemda, tinggal bagaimana bersama-sama mengatasi hal itu. 

“Kami terbuka, silahkan datang kapan saja kami terbuka untuk sejenak menanggalkan pakian kita, duduk sambil ngopi kita diskusikan bagaimana atasi permasalahan tersebut," ungkap bupati.

Ajakan bupati tersebut pun direspon masyarakat yang hadir dalam audens tersebut, mereka berharap kedepannya pemda dapat melibatkan para tokoh jika ada acara besar seperti Pan Asia Hash.

Sementara menurut ketua MUI Kecamatan Pangandaran yang hadir saat itu sangat memahami dan pihaknya akan membantu menjelaskan kepada warga duduk persoalannya. 

"Kami mengerti dan dapat menjelaskan hal inii kepada warga namun kami berharap kedepan pemda dapat bisa melibatkan tokoh masyarakat dan dapat bersilaturahmi atasi persoalan miras,"ujarnya. (haris firdaus)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN