HUT PGRI DI LANGKAPLANCAR, GURU-GURU BERIKAN SANTUNAN

LANGKAPLANCAR-Ratusan guru se-Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran dan siswa SD, SLTP dan SLTA hari jumat kemarin (25/11) melaksanakan upacara  HUT PGRI ke 71 tahun 2016 bertempat di lapang komplek kecamatan Langkaplancar. Dengan kondisi lapang yang becek karena hampir setiap hari wilayah Langkaplancar terus menerus diguyur hujan, namun demikian upacara HUT PGRI berjalan hidmat.

Dalam sambutannya,Ketua PGRI Kecamatan Langkaplancar, Didi Sudiaman S.Pd, memberikan apresiasi untuk seluruh stakeholder pendidikan, karena dengan antusias dan dukungan teman se-profesinya bisa melaksanakan upacara untuk memperingati HUT PGRI di Kecamatan Langkaplancar.

“Kami berterimakasih untuk panitia penyelenggara, paskibraka SMAN 1 dan seluruh siswa peserta upacara, dengan kondisi lapang yang becek dan mengotori pakaian tapi upacara bisa berjalan tertib dab hidmat. “ungkap Didi.

Menurut Didi, kegiatan HUT PGRI ini juga dilnajutkan dengan rankaian acara lainnya, seperti  hari sabtu (26/11) dilanjutkan dengan berbagai lomba, seperti jalan santai, pemberian santunan kepada guru purna bhakti dan Guru yang terkena musibah bencana alam, 

“Hal ini dilakukan semata-mata untuk Membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Kata Didi lagi.

Didi yang juga Kepala Sekolah di salah satu SD di Kecamatan Langkaplancar ini berharap, dengan semangat HUT PGRI yang ke 71 tahun, diharapkan guru semakin sejahtera, meningkat dalam pengabdian dan semakin profesional.

Hal senada dikatakan Kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Langkaplancar, Yoyo Heryadi, S.Pd, pihaknya sangat bersimpati pada gerakan kepedulian guru-guru dengan tanpa diperintahkan, seluruh guru dengan sukarela mengumpulkan sejumlah uang untuk disumbangkan kepada anak-anak Pakibraka.

“Ini gerakan positif, dan bisa menjadi teladan. “ungkap Yoyo. (ODS)

SATGAS JAGA LEBUR SIAP BERIKAN RASA AMAN WISATAWAN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Bertempat di pantai barat, Bupati-Wakil Bupati, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang hadari menutup pelatihan peserta Satgas Pengamanan Pantai Jaga Lembur Pangandaran yang diikuti 100 orang peserta yang dikomandani, Nanang Sanudin.(25/11). Hadir dalam acara tersebut, Sekda Mahmud, SH, MH, Asda I dan II, TNI AL, Koramil, Polsek, Pol PP dan unsur Pemerintahan lainnya Pemkab Pangandaran.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, bertepatan dengan hari jum’at yang menurut kepercayaan umat islam sebagai hari yang suci, pelatihan Satgas Pengamanan Pantai Jaga Lembur Pangandaran resmi ditutup.

“Banyak harapan dan tanggungjawab ada di pundak anda untuk kepentingan masyarakat pangandaran. “tutur Jeje.(25/11).

Dengan legalitas SK Bupati Nomor 304/Kpts.419-Huk.Org/2016, menurut Jeje, diharapkan kehadiran Satgas Jaga Lembur bisa menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam penataan periwisata, sehingga Pangandaran sebagai wisata mendunia bisa  terwujud.

“Berupaya agar wisatawan bisa betah saat datang ke pangandaran merupakan salah satu tugas anda, dan Satgas Jaga lembur pun harus bisa menjadi contoh baik untuk seluruh pelaku wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. “imbuh Jeje.

Satgas Jaga Lembur juga harus bisa menjadi motor penggerak masyarakat, merubah main set masyarakat menjadi masyarakat wisata yang nantinya akan bersinergi dengan pemerintah.

“Untuk menjadi wisata dunia, salah satunya harus didukung dengan kondisi yang nyaman, aman dan penataan wisata yang tertata rapih. “Kata Jeje.

Kepada awak media, Jeje juga mengatakan, Satgas Jaga Lembur nantinya akan selalu kordinasi dengan pemerintah melalui Pol PP dan wilayah kerjanya mencakup seluruh obyek wisata se-Kabupaten Pangandaran.

“Untuk sementara ini, kesejahteraan anggota Satgas Jaga Lembur masih ditanggung APBD.” Terang Jeje. (hiek)




HASIL PENELITIAN, DI DESA KERTAHARJA CIMERAK ADA POTENSI EMAS

CIMERAK- Sejak masa penjajahan dulu sudah tersiar kabar adanya harta karun diwilayah selatan Jawa Barat, hanya saja waktu itu beberapa orang saja yang tahu keberadaan pirit/emas muda yang tersimpan di Kecamatan Cimerak. Dan itu terbukti pada masa penjajahan dulu dengan adanya jalur jalan kereta api sampai ke arah selatan, tepatnya di Kecamatan Cijulang terdapat stasiun terakhir nya. Dan sangat tidak mungkin jika waktu dibangun jalur kereta api oleh penjajah dulu bila di wilayah selatan jabar  ini tidak ada tujuan.

"Batu pirit atau emas muda yang ada di wilayah Kecamatan Cimerak ini sebagai bahan dasar emas sama dengan batu pirit yang ada.di PT.Preefort, Irian Jaya" kata Abdul Gofar yang biasa dipanggil Opang.(25/11).

H. Opang menambahkan, informasi tentang batu bahan emas ini ia peroleh dari temannya yang bekerja di PT.Preefort Irian Jaya.

Opang jga mengatakan,  dulu semasa ia masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Ciamis pernah  mengusulkan dan menginformasikan hal ini, karena sudah jelas berdasar Uga/siloka sepuh Kacijulangan, adanya harta karun di wilayah Kabupaten Ciamis (sebelum pemelaran).

Hal senada dikatakan Kepala Desa Kertahraja Kecamatan Cimerak, H.Oman Rohman, sebenarnya di desanya, tepatnya di Dusun Jampang, Dusun Cikondang dan Dusun Purwasari terdapat potensi mineral emas.

“Hanya saja potensi ini samapai sekarang belum diketahui Pemkab Pangandaran. “ungkap Oman.(25/11)/

Oman juga menungkapkan, pembuktian adanya kandungan emas di desanya itu, waktu itu  pernah ada penelitian oleh perusahaan dari Jakarta.  Dan menurut hasil penelitian perusahaan tersebut menyatakan di beberapa area di Desa Kertaharja ada gurat emas.

“Namun saat itu ijin pertambangannya tidak keluar, makanya kami berharap bisa secepatnya dilakukan penelitian ulang oleh Pemkab Pangandaran, “ imbuhnya.

Konon, menurut cerita para orang tua di desanya, lanjut Oman, suatu saat nanti Desa Kertaharja akan sejahtera dan akan menjadi desa pertambangan emas, dari dulu cerita tersebut sudah lama berkembang di masyarakat.

"Semoga semua cerita orang tua dahulu tersebut akan menjadi kenyataan" pungkas Oman. (AGE).

BUPATI KECEWA, BELUM 24 JAM RESMI DIBUKA JEMBATAN BAILEY CIPUTRAPINGGAN AMBRUK LAGI

PANGANDARAN-Baru satu malam  diresmikan, pilar satu jembatan bailey Ciputrapinggan, Kabupaten pangandaran, sekitar jam 23.30 WIB tadi malam (rabu 23/11) bronjong batu penahan besi jembatan sementara dengan rnilai sekitar Rp. 900 juta ini kembali ambruk dihantam arus sungai karena hujan deras tadi malam.

Menurut Kepala Bidang Perhubungan Dinas PU Hubkominfo Kabupaten Pangandaran, Darma Widjaya, saat hujan lebat disertai angin dan halilintar mengguyur wilayah Pangandaran, tiba-tiba bronjong batu penyangga jembatan di bagian tengah ambruk.

“Saat terjadi, kebetulan ada kendaraan jenis avanza sedang melintas, untungnya tidak ada terjadi apa-apa pada kendaraan tersebut. “ungkap Darma.

Untuk antisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan, menurut darma, sekira pukul 02.00 WIB kamis dini hari, terpaksa arus lalin untuk sementara ditutup dan dialihkan ke jembatan bailey satu lagi dengan sistem buka tutup," ungkapnya lagi.(24/11)

Setelah menerima laporan tersebut, keesokan harinya, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari pun langsung melakukan rapat teknis di Rumah Dinas Bupati di Desa Cibenda Kecamatan Parigi, dan dilanjutkan di kantor Dinas PU Hubkominfo di Pangandaran untuk membahas penaganan jembatan tersebut. Dalam raopat tersbut hadir Ketua DPRD, Iwan  M Ridwan, S.Pd, M.Pd yang didampingi oleh Ketua Komisi III DPTD Bidang Pembangunan Wowo Kustiwa.

Menurut keterangan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari,  malam tadi air sungai Ciputrapiunggan meluap lebih tinggi 1 meter dari banjir bandang sebelumnya dengan disertai  material kayu dan bamboo yang langsung menabrak pilar jembatan.

"Setelah ini, untuk mengatasi hal tersebut kami akan melakukan rapat tehnik dahulu. Karena menurut pemborong yang mengerjakan jembatan tersebut, jika dilihat dari kondisi jembatan masih bisa dilalui kendaraan kecil dan roda dua. “Kata Adang.

Ditemui di saat melihat kondisi jembatan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata tidak bisa menyembunyikan perasaan kecewanya. Karena baru kemarin pagi, dengan dihadiri ribuan warga untuk ikut berdoa’ memanjatkan rasa syukur karena pembangunan jembatan sementara sudah selesai, tapi berselang sampai 24 jam, bronjong batu di bawah jembatan sudah ambruk lagi.

“Kalau kecewa, mungkin ya. Tapi kalau marah..enggalah..saya engga marah, kalau marah-marah nanti malah jadi cepat tua.. Menurut Jeje, kalau punmarah belum tentu bisa mengatasi keadaan. ”ungkap Jeje.(24/11).
Masih kata Jeje, ia tegaskan pada pemborong, apakah ini bisa diatasi ? kalau bisa katakan bisa dan kalau tidak katakan tidak bisa.

“Tapi kata mereka (pemborong-red), ini bisa diatasi. Dan saya katakan, kalau bisa diperbaiki, segera perbaiki. ”tegas Jeje.

Di tempat yang sama, pimpinan CV. Prima, Erwin Herdiawan mengatakan, kalau ingin kuat harus dibangun permanen seperti penyangga pada jembatan lama.  Dan menurut Erwin, semula ia memprediksi banjir bandang yang terjadi beberapa minggu lalu siklusnya 10 tahun.

“Prediksi saya, banjir bandang tersebut akan terjadi lagi 10 tahun ke depan, tapi ternyata prediksi saya meleset. “Kata Erwin.

Erwin juga mengatakan, untuk perbaikan pondasi batu yang ambruk tersebut  diperlukan waktu 10 hari,

“Mulai senin depan, selama 5 hari perbaikan jembatan ini akan ditutup dulu. “terang Erwin. (hiek).





SISWA SMPN 1 MANGUNJAYA MENINGGAL SAAT JALAN SANTAI HUT PGRI KE 71

MANGUNJAYA-Jalan sehat tidak selamanya tubuh menjadikan sehat dan bugar. Hal ini terjadi di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, saat diadakan lomba gerak jalan santai dalam rangka hari ulang tahun PGRI yang ke 71 tingkat kecamatan. Salah satu peserta jalan santai meninggal saat mengikuti acara tersebut.(23/11).

Ika Riska, siswi kelas 9F SLTPN 1 Mangunjaya putri dari pasangan Darsuh dan Nia warga Dusun Cibeureum Desa Cibogo Kecamatan  Padaherang meninggal saat mengikuti lomba jalan santai yang di gelar di sekitar  jalan Mangunjaya.

Menurut Devi, teman satu kelasnya, Ika dan rekan-rekannya berangkat dari sekolah jam 9.00, sekitar 500 meter selepas dari garis star,  Ika jatuh pinsan dan langsung dibawa ke Mitra Sehat untuk diberi pertolongan pertama. Tapi malang, sekitar jam 10.00,  setelah diperiksa ternyata nyawa Ika tidak bisa tertolong.

 Pihak SLTPN 1 Mangunjaya membenarkan salah seorang siswanya meningggal saat mengikuti jakan santai HUT PGRI. Menurut pihak sekolah, Ika merupakan siswa yang sangat aktif dan selalu ikut pada setiap kegiatan sekolah.

“Saat mendengar berita tersebut kami sangat kaget, lantas kami pun memberitahukan pada orang tuanya. ”kata salah seorang guru.(TONI  T).


HARI INI JEMBATAN SEMENTARA CIPUTRAPINGGAN MULAI DIBUKA

PANGANDARAN-Disaksian ribuan warga masyarakat yang sengaja datang untuk ikut berdoa', Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari hari ini (23/11) resmi membuka penggunaan jembatan sementara Ciputrapinggan.

Selain dihadiri beberapa tokoh agama dan masyarakat,  doa' bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH Otong Aminudin, juga dihadiri Kasdam Kodim 0613, Mayor Inf Djunaedi dan Wakapolres Ciamis, Kompol Imam Rachman serta jajaran pemerintahan Kabupaten Pangandaran.

Beberapa saat setelah dibuka, kendaraan pun, baik angkutan umum atau kendaraan pribadi langsung melintas jembatan  yang ambruk 9 Oktober lalu tersebut.

"Alhamdulillah, hari ini dengan didahului doa' yang kita panjatkan bersama, jembatan bailey sudah bisa digunakan, saya harap wisatawan pun bisa kembali datang ke pangandaran. "kata Jeje.( 23/11).

Dikatakan Jeje, pasca ambruknya jembatan Ciputrapinggan sempat melumpuhkan perekonomian dan dunia pariwisata di Pangandaran. Tapi sekarang setelah jembatan bisa digunakan kembali, walau dengan jembatan sementara berkekuatan maksimal 20 ton, diharapkan bisa normal kembali.

"Dan diperkirakan pembangunan jembatan permanen akan memakan waktu sekitar 6 sampai 8 bulan ke depan. "terang Jeje.

Untuk antisipasi kelebihan muatan kendaraan yang akan melintas jembatan, menurut Jeje, nantinya akan dipasang alat kontrol beban kendaraan di kedua sisi jembatan.

"Kami akan libatkan Polri, TNI, Perhubungan dan Pol PP untuk menjaganya. "ungkap Jeje lagi.

Sementara Ketua PPK Ruas Jembatan Kementerian PU PERA, Asep Tahyat mengatakan, proses pembangunan jembatan permanen sungai Ciputrapinggan di kabupaten Pangandaran sudah masuk dalam proses lelang.

"Mudah-mudahan kalautidak ada halangan, pekerjaan jembatan tersebut diperkirakan pada bulan pebruari 2017 dengan lama pekerjaan  selama 5 bulan," jelasnya. (hiek)

HIKMAH DIBALIK AMBLASNYA JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN, MENJADI WADAH PEMERSATU ANTARA TNI, PEMERINTAH DAN RAKYAT.

Hihmah dibalik ambruknya jembatan putrapinggan
PANGANDARAN-Di balik semua kejadian kehendakNya, pasti selalu ada hikmah dibaliknya. Seperti amblasnya jembatan Ciputrapinggan yang terjadi beberapa bulan lalu, siapa sangka dibalik musibah tersebut ada hikmah yang bisa dibanggakan.

Dalam proses pembuatan jembatan darurat yang akan digunakan sementara menjelang dibangunnya jembatan permanen tahun 2017, ada pemandangan yang bisa membuat seluruh warga masyarakat Kabupten Pangandaran bangga.

Demikian dikatakan salah seorang warga Kecamatan Parigi, Udeh Mulyono saat ia melihat dan bergabung dengan masyarakat lainnya ikut membantu pengerjaan jembatan semnetara yang dilaksanakan prajurit TNI (zipur).

“Disini saya dapat meliha dan merasakan, betapa menyatuknya antara TNI, pemerintah dan masyarakatnya. “ungkap udeh.(22/11).  

Menurut Udeh, masyarakat dari semua elemen setiap hari datang bahu-membahu untuk ikut berkarya nyata membantu TNI dan pemerintah. Rasanya tidak berlebihan, jika mengambil hikmah dari musibah amblasnya jembatan Ciputrapinggan ini bisa menjadi wadah bersatunya antara TNI, pemerintah dan rakyatnya. 

“Setiap hari, setiap malam masyarakat silih berganti membantu baik dengan tenaga atau dengan kiriman makanan atau apa pun yang mereka bisa. “kata Udeh lagi. (hiek).

MULAI BESOK JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN SUDAH BISA DILEWATI

PANGANDARAN-Setelah dilakukan uji coba sore tadi (22/11), akhirnya jembatan sementara Ciputrapinggan resmi akan dibuka sekitar jam 8.00  hari rabu besok.(23/11).

“Besok kita akan buka secara resmi sekaligus doa’ bersama agar sesuatunya bisa berjalan lancar. “Kata Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.(22/11).

Jeje menambahkan, kekuatan jembatan ini maksimal 20 ton, dan untuk mengetahui tonase kendaraan yang akan melewati jembatan ini, nantinya akan dibuat jembatan timbang baik dari arah Banjar atau pun Pangandaran.

“Saya kira untuk bus-bus besar tidak ada masalah karena beratnya di bawah 15 ton. “jelas Jeje.

Menurut Jeje, jembatan ini direncanakan bisa kuat bertahan hingga 6-8 bulan ke depan sebelum pembangunan jembatan permanen dari Kemeterian PU PR dilaksanakan.

“Mungkin sekitar awal pebruari 2017 mulai lelang pengerjaannya. ”imbuh Jeje.

Disoal persiapan pariwisata menjelang libur natal dan tahun baru, Jeje mengatakan, mulai besok pangandaran sudah bisa normalkembali dan wisatawan pun silahkan datang lagi tanpa harus memutar arah lewat Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya.

“Insaalloh, mulai besok geliat dunia pariwisata pangandaran akan normal kembali dan pengunjung pun bisa kembali menikmati wisata pangandaran. “kata Jeje.

Sementara Kabid Binamarga Dinas Puhubkominfo Kabupaten Pangandaran, Anang Yogaswara menambahkan, setlah dilakukan diuji coba, jembatan sementara Ciputrapinggan dinyatakan bisa dipergunakan dengan beban maksimal 20 ton.

Anang juga mengatakan, pihaknya akan terus memantau terutama melihat kondisi kayu-kayu baloknya.

“Kita akan langsung ganti jika memang terdapat kayu yang sudah layak diganti. “kata Anang. (hiek).

UGA KACIJULANGAN BISA JADI REFERENSI RUTR-RT RW KABUPATEN PANGANDARAN

Cijulang ngadeg ku anjeun
CIJULANG – Jas Merah, "Jangan sampai melupakan sejarah", begitu tajuk pidato presiden pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno  saat pidato sebelum lengser dari kursi kepresidenannya. Satu nilai pelajaran buat generasi muda yang saat ini sudah mulai melupakan sejarah, baik sejarah nasional maupun sejarah daerahnya sebagai salah satu kearifan lokal.

Referensi sejarah lokal di Pangandaran kini mulai punah, hal tersebut terjadi karena dokumen sejarah itu sendiri tidak diarsipkan secara baik. Selain itu pelaku dan saksi mata pun satu persatu tutup usia sebelum bisa mewariskan ceritra kepada generasi selanjutnya.

Salah satu sejarah kearifan lokal yang kini mulai punah, diantaraanya sejarah Kacijulangan, padahal dalam kitab Kacijulangan disana tertulis beberapa sejarah dan keterangan yang sudah tersusun oleh para karuhun atau orang terdahulu dari berbagai aspek dan kalangan.

Salah seorang tokoh masyarakat Cijulang, Abdul Gopar yang akrab disapa Opang menuturkan, arah pembangunan dan zonasi daerah yang saat ini masuk ke Kabupaten Pangandaran telah tertera dalam uga kacijulangan yang dirintis oleh Raden Wiratanu Ningrat.

Menurut Opang, Uga merupakan ceritera orang tua dulu yang turun temurun dalam bentuk siloka atau kiasan yang diprediksi akan terjadi pada masa mendatang.

“Kini beberapa uga pun saat ini sudah menjadi kenyataan,” kata Opang.

Masih dikatakan Opang, adanya pembangunan Bandara Nusawiru, Pelabuhan Laut Regional dan areal pertambangan di Kecamatan Cimerak pun sudah tertera dalam Uga.

Uga adanya pembangunan pelabuhan di Bojongsalawe menurut Opang, tertera kalimat  lamun kembang wijayakusuma kasiram minyak, kalakay nyampay ka Batukaras.

“Artinya, kalau pelabuhan Cilacap telah penuh dengan pertambangan minyak maka di Bojongsalawe akan dibangun pelabuhan baru,” tambah Opang.

Begitupun dengan lokasi Bandara Nusawiru, menurut Opang, juga terkandung dalam uga Kacijulangan ada kalimat, Sodongkopo bakal jadi pangeuntreupan papatong, ngan lamun hanteu tartib hartosna parele bakal papatong beneran anu euntreup, artinya harus dibangun dulu perekonomian masyarakatnya, juga pariwisatanya baru Bandara Nusawiru bisa dibangun atau.dikembangkan.

Selain itu, adanya aset pertambangan di wilayah Kecamatan Cimerak, lanjut Opang,  disimbolkan oleh jalur jalan kereta api yang dalam tujuan Belanda waktu itu akan mengeruk kekayaan emas dalam bentuk batu pirit atau emas muda.
“Raden Wiratanu Ningrat pun telah melakukan pemetaan untuk areal pertanian yang lokasinya di daerah Kecamatan Lakbok dan Padaherang,” papar Opang.

Opang menyebutkan, seandainya saja ada pelestarian sejarah dan budaya yang dipahami masyarakat, tentunya Pemerintah Daerah pun bisa menyadur referensi dalam Uga tersebut.

“Sebab dalam Uga pun tertera pemetaan zonasi untuk perekonomian, dan bisa dijadikan acuan RUTR dan RTRW,” pungkasnya. (AGE).

TAHUN 2017, BIDANG KEHUTANAN ALIH KELOLA KE PROVINSI

CIJULANG -  Dinas Kelautan Pertanian dan Kehutanan (KPK ) mencanangkan tujuh bidang program ditahun 2017 mendatang. Diantaranya, Bidang Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan, kehutanan, ketahanan pangan, perikanan dan Bidang Penyuluhan.

Khusus untuk Bidang Kehutanan mulai tahun 2017 sudah tidak lagi jadi kewenangan Pemerintah Kabupaten semuanya dialihkan ke Provinsi, kecuali bila memiliki TAHURA Taman Hutan Rakyat (TAHURA) yang memang sekarang ini belum ada di Kabupaten Pangandaran.

Demikian dikatakan Kepala Dinas KPK Pangandaran, Ir. Adi Nugraha, M.Pd saat ditemui di ruang kerjanya.

"Kedepan kami akan mencoba membuat Tahura, seperti hutan kota atau taman hutan kota di Pangandaran, walau sekarang sudah ada cagar alam Pananjung. “ungkap Adi. (21/11).

Walau sekarang baru perencanaan tapi nanti dalam pengurusan dan pengawasannya akan dibentuk UPTD Hutan Rakyat disetiap kecamatan. Dan untuk sekarang Tahura sesuai arahan dari Kementrian Sumber Daya Alam masih dalam pengelolaan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam).

"Sementara terkait cara pencegahan longsor, erosi, reboisasi dan banjir nanti ada petugas khusus yang akan memberikan pearahan terkait masalah trersebut. “ jelas Adi.

Dan terkait masalah hutan lindung yang saat ini mulai banyak penjarahan, Adi mengatakan,  sangat tidak setuju dan itu harus ditindak tegas karena akan menimbulkan dampak bencana alam, dan juga masalah hutan lindung yang ingin dijadikan hutan produksi itu tidak mungkin bisa dilakukan.

"Hutan lindung itu sudah diatur undang-undang, sebetulnya masyarakat tidak boleh masuk ke areal hutan lindung baik sekedar memanfaatkan ranting-ranting buat kayu bakar atau pun pohon yang tumbang, karena hutan lindung hanya boleh dumasuki oleh polisi hutan yang sudah punya tata tertib dalam pemeliharaan hutan lindung.

Tapi selama ini, lanjut Adi, tetap sulit untuk melarang masyarakat untuk tidak masuk ke area hutan lindung.  Walaupun pemerintah sudah memasang pagar pembatas sekalipun, tetap saja ada sebaguan masyarakat dengan lelausa masuk ke area hutan lindung.

"Untuk hutan produksi saya menyarankan, pohon yang ditanam harus pohon pohon yang berusia lama seperti pohon duren dan manggis, jangan pohon seperti albasiah yang umurnya tidak lama", jelasnya.

Dan terkait pengembangan ekonomi masyarakat disekitar hutan, pihaknya ingin memberikan solusi dengan membentuk kelompok tani dalam beternak lebah hutan.
“Dan itu mungkin akan sangat membantu masalah perekonomian rakyat di sekitar hutan", pungkasnya. (AGE).
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN