Label 4

Nikmati Hangat Kebersamaan, Forum Sosonoan Alumni MTsN Rarangjami 2 Tasik Angkatan 2003 Gelar Buka Bersama

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami Tasikmakaya 2 angkatan 2003, kembali menyelenggarakan acara buka bersama (bukber) yang menghadirkan puluhan alumni dari berbagai daerah.

Kegiatan yang digagas pengurus forum yaitu Parid Zaelani, Asep Ridwan, Desi, Neng Rika, Emi, dan  Rina ini mendapatkan sambutan hangat, bahkan beberapa alumni dari Sodong yang jauh juga menyempatkan diri untuk hadir setelah sekian lama tidak bertemu.

salah satu tokoh alumni dan perancang acara, Parid Zaelani,  menyampaikan bahwa bukber bukan hanya sekadar berkumpul makan bersama, namun momen berharga ini juga bertujuan untuk menyambung tali persaudaraan yang sudah ada sejak masa sekolah. 

Dalam sesi bagi hadiah yang diselenggarakan, membuat acara semakin seru dan menjadi yang terbaik.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk menjaga silaturahmi antar seluruh alumni kami," ungkap Parid.(13/03/26).

Alumnus lainnya, Asep Ridwan menunjukkan kegembiraannya yang luar biasa saat bisa berkumpul kembali dengan teman-teman seangkatan. 

Menurutnua, acara ini sangat menyenangkan sekali bisa kumpul bareng teman alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003. 

"Setelah sekian lama tidak bertemu, acara ini benar-benar memberikan kebahagiaan yang luar biasa," ujarnya penuh semangat.

Lain lagi ungkapan Astri, ia pun menyampaikan rasa bahagianya terutama saat bertemu kembali dengan teman lamanya.

Hal senada disampaikan Viki, salah satu alumni, disini semua teman sahabat tidak ada perbedaan antara alumni satu dengan yang lain di MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003.

Sementara itu, Desi bersama Emi dan Neng Rika melakukan siaran langsung (live) melalui akun TikTok untuk mengabadikan momen tersebut.

Ini, Desi, merupakan moment terindah sekali saat bisa kumpul bareng alumni setelah sekian lama.

Dan tentu acara pun semakin meriah, ketika salah satu alumni berdiri dan menyampaikan pantun khusus untuk seluruh peserta:

Bukber bersama alumni ini adalah saat rame-rame dengan balutan rasa persaudaraan yang erat meski jauh berbeda tempat.

"MTSN Rarangjami 2 jadi pangkal cinta, Silaturahmi kita terus terjaga sampai tua nanti," ujarnya.

Usai pantun itu disampaikan, seluruh ruangan penuh dengan tepukan dan sorakan kegembiraan. 

Sementara Emi asyik menikmati secangkir kopi hitam yang dinikmati bersama hidangan bukber yang lezat, mulai dari lauk pauk khas daerah hingga makanan penutup yang menyegarkan.

Masih di tempat yang sama, Desi sebagai anggota panitia penyelenggara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh alumni yang telah meluangkan waktu untuk hadir. 

Ia mengaku sangat mengapresiasi rekan panitia serta seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara, diantaranya EMI, Neng Rika, Ita, Mega, Bu Rina, dan Imas.

Di akhir acara, seluruh Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 juga mengucapkan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026.

Hari Raya tiba dengan suka cita yang penuh, Alumni kita berkumpul meski dulu berbeda kelas. Minal aidzin walfaizin kita ucapkan dengan tulus, Mohon maaf lahir batin, semoga kita selalu diberkati.

"Kita sebagai alumni MTSN Rarangjami 2 angkatan 2003 adalah teman yang tidak pernah ada batasan," tandasnya. (@nwarwaluyo)

Kabar Gembira Bagi ASN, Pemkab Pangandaran Siapkan Anggaran Rp21 Milyar Untuk Cairkan THR

PANGANDARANNEWS.COM – Kabar baik untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, pasalnya Pemda memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN akan segera dicairkan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Seperti disampaikan Bupati Kabupaten Pangandaran, Citra Pitriyami, pencairan THR tersebut segera dilakukan setelah pemerintah pusat menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur pemberian tunjangan tersebut.

"PP-nya sudah terbit dan pencairan THR untuk ASN pun bisa segera diproses, Insya Allah mulai besok sudah bisa dicairkan," ujar Citra.(12/03/26)

Meski demikian, menurut bupati, pemberian THR bagi PPPK paruh waktu masih dalam tahap pembahasan.

Bupati mengaku, pihaknya tengah mempertimbangkan kemungkinan pemberian tunjangan bagi kelompok tersebut meski secara aturan tidak tercantum dalam skema penerima THR.

Bupati juga menyampaikan, saat ini pemerintah daerah sedang menghitung kemampuan anggaran yang tersedia sebelum mengambil keputusan.

"Untuk PPPK paruh waktu memang secara aturan tidak ada, tetapi kami sedang melihat kemungkinan jika anggaran memungkinkan," ujarnya.

Di sisi lain para PPPK paruh waktu berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap mereka, mengingat kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat menjelang perayaan Idul Fitri.

Bupati menyebut, pemerintah daerah pun masih melakukan kajian terkait kemungkinan pemberian tunjangan tersebut agar tetap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pangandaran, Idi Kurniadi, menyebutkan Pemda saat ini sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp21 miliar untuk pembayaran THR.

Anggaran itu, kata Idi, disiapkan untuk tunjangan ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Anggaran tersebut dialokasikan untuk memenuhi kewajiban pemerintah daerah kepada para aparatur yang selama ini menjalankan tugas pelayanan publik," jelasnya.(hiek)





Warga Antusias Datangi Bazar Ramadhan 1447 H Yang Digelar Kodim 0625/Pangandaran

Poto,pendim 0625
PANGANDARANNEWS.COM - Komando Distrik Militer (Kodim) 0625 Pangandaran kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan melaksanakan kegiatan Bazar Ramadhan, bertempat di Halaman Makodim 0625 Pangandaran.(13/03/26/)

Kegiatan yang dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan S. Hub. Int. M. Han, diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepada sejumlah wartawan, Dandim mengatakan, bazar ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga serta memeriahkan suasana bulan suci Ramadan.

Dandim menyebut, pada bazar kali ini pihaknya amenyediakan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan hari raya dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat. 

"Mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, hingga pakaian muslim dan muslimat yang dijual dengan harga subsidi," terang Dandim.

Ia menambahkan, kegiatan Bazar Ramadan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI, khususnya Kodim 0625 Pangandaran terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pihaknya juga berharap, dengan adanya bazar ini dapat membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

"Bazar Ini juga sekaligus merupakan bentuk silaturahmi yang erat antara TNI dan masyarakat," ungkapnya.

Dari pantauan di lokasi kegiatan, tampak sntusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari saat bazar dibuka dan warga pun tampak antre dengan tertib untuk memilih dan membeli barang-barang yang tersedia.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0625 Pangandaran atas inisiatif yang sangat bermanfaat ini, karena ini benar-benar sangat membantu kami," ungkap salah seorang warga.(hiek/pendim0625)

Persiapkan Keamanan Mudik dan Libur Lebaran, Polres Pangandaran Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026

PANGANDARANNEWS.COM – Guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 H, Polres Pangandaran menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Grand Pangandaran, Kamis (12/03/26) sore.

​Langkah ini merupakan komitmen nyata Polri dalam mengawal arus mudik dan balik, serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Pangandaran.

​​Apel besar ini dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran didampingi oleh Kapolres dan Dandim. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan TNI ini mempertegas dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang telah disusun oleh Polres Pangandaran.

​Dalam amanatnya, pimpinan apel menekankan bahwa Operasi Ketupat Lodaya bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pelayanan prima Polri kepada masyarakat. Fokus utama operasi tahun ini meliputi:

​Kelancaran Arus Lalu Lintas: Mengantisipasi titik-titik kemacetan di jalur wisata dan jalur utama.

​Keselamatan Pengendara: Menekan angka kecelakaan melalui pengawasan ketat.

​Keamanan Wilayah: Mencegah tindak kriminalitas di pemukiman warga yang ditinggal mudik.

​​Usai pelaksanaan apel, agenda dilanjutkan dengan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh kendaraan dinas milik Polres Pangandaran, mulai dari kendaraan patroli roda dua hingga roda empat.

​Pengecekan ini dipimpin langsung oleh jajaran PJU Polres Pangandaran bersama Forkopimda untuk memastikan performa mesin, peralatan pendukung, hingga kelayakan operasional dalam menghadapi medan tugas selama operasi berlangsung.

​"Kesiapan personel harus didukung oleh kesiapan unit kerja. Polri memastikan seluruh sarana prasarana dalam kondisi tempur (ready to use) demi memberikan respon cepat terhadap segala dinamika di lapangan," ujar salah satu pejabat utama Polres di sela pemeriksaan.

​​Sebagai leading sector dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Pangandaran telah memetakan sejumlah titik krusial, terutama di kawasan objek wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Dengan dukungan penuh dari personil gabungan, Polri optimis perayaan lebaran tahun ini di Pangandaran akan berjalan kondusif, aman, dan lancar.***

Sambut Libur Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Gelar Rakor Persiapan Lintas Sektoral

PANGANDARANNEWS.COM – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami tadi pagi memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, bertempat di aula di Kantor Setda.(12/03/26).

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Ino Darsono, Sekretaris Daerah Kusdiana, Kapolres Pangandaran AKBP Potawari, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra, serta para kepala SKPD, perwakilan dari PHRI, IGHMA, pelaku usaha wisata, dan perwakilan pedagang.

Di depan peserta rakor, Bupati Citra menekankan terkait pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk menyukseskan pelayanan selama musim libur Lebaran 2026.

Ia juga tidak lupa mengingatkan agar setiap pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memperkuat koordinasi, terutama antara pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam mengatur arus lalu  lintas.

“Untuk pengaturan lalu lintas, kami memercayakan jalur arteri kepada pihak kepolisian, sementara jalur di kawasan wisata, Dishub yang akan memegang peranan penting,” kata bupati.

Bupati juga meminta seluruh SKPD agar lebih sigap dan meningkatkan kinerjanya masing-masing, dan ini  berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya.

Momen Lebaran di Pangandaran, menurutnya, merupakan tantangan besar karena bertemunya arus mudik, wisatawan, dan aktivitas warga lokal secara bersamaan.

Pada libur Lebaran nanti,. imbuhnya, pemudik, wisatawan, dan warga lokal akan berkumpul di Pangandaran. 

"Okeh karena itu tentu segala sesuatunya harus kita siapkan dengan matang,” tegasnya.

Bupati juga menyebut, ada beberapa poin krusial yang menjadi atensinnya, diantaranya kelancaran arus mudik dan balik, ketersediaan bahan pokok, manajemen kawasan wisata, serta penanganan potensi kecelakaan. 

“Semuannya itu harus kita laksanakan secara optimal,” tegasnya lagi.

Bupati juga tidak lupa menyampaikan, adanya peningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Dan di momen Lebaran ini, tentu harus menjadi peluang untuk meningkatkan lagi PAD kita dari tahun lalu,” ujarnya.(hiek)

Fokuskan Ibadah Dan Pembinaan Karakter Siswa, SD Negeri Margajaya Pagerageung Gelar Rangkaian Kegiatan Ramadhan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan kedisiplinan siswa sejak usia dini, SD Negeri Margajaya Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya menggelar rangkaian kegiatan Ramadhan.

Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa dan guru ini, meliputi tadarus Al-Qur'an berkelompok, sholat Dhuha berjamaah, serta tausiyah Ramadhan.

Menurut Guru PAI di sekolah tersebut, Melinda S.Pd.I, kegiatan yang dilaksanakan di halaman sekolah ini, materi tausiyah difokuskan pada nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan gotong royong. 

"Kegiatan ini tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga mempererat silaturahmi antara siswa dan guru," terang Melinda.(12/03/26)

Kegiatan Ramadhan ini, kata Melinda, untuk mendekatkan hubungan antar siswa dan guru sekaligus mencerminkan kepribadian siswa yang berkakter berakhlak mulia.

Ia menuturkan, kegiatan ini juga mengajarkan siswa untuk menghormati orang tua, guru, dan teman, serta menjaga kebersihan lingkungan. 

Kebersihan itu bagian dari iman, untuk itu pihaknya pun memberikan edukasi agar siswa tidak hanya baik secara spiritual tetapi juga bisa mencapai prestasi.

"Kegiatan semacam ini sejalan dengan praktik Ramadhan di berbagai sekolah di Kabupaten Tasikmalaya yang juga melaksanakan program seperti pesantren kilat dan kajian agama," terangnya.(@nwarwaluyo)

Waspada Campak pada Anak, Ini Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran Terkait Pentingnya Imunisasi

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk meningkatnya kewaspadaan pada penyebaran penyakit menular, ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Salah satu penyakit yang perlu diantisipasi adalah campak, yang dikenal memiliki tingkat penularan sangat tinggi terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penyakit campak dengan cara mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh penyakit ini.

Menurutnya, peningkatan kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama di lingkungan keluarga dan anak-anak.

“Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular, oleh karena arena itu masyarakat harus waspada terutama dengan mengenali gejala awal campak,” terang Titi. (11/03/26).

Waspada Campak dengan Kenali Gejala Sejak Dini

Ia menjelaskan bahwa campak memiliki masa inkubasi sekitar 10 hari, yakni rentang waktu sejak seseorang terpapar virus hingga mulai menunjukkan gejala.

Pada fase awal ini, kata Titi, tanda-tanda yang muncul sering kali menyerupai penyakit ringan sehingga kerap diabaikan.

Ia menambahkan, beberapa gejala awal campak yang umum terjadi di antaranya mata merah dan sensitif terhadap cahaya.

"Selain itu juga, keluhan yang menyerupai gejala pilek seperti batuk, hidung berair, dan sakit tenggorokan. Penderita juga bisa mengalami lemas dan mudah lelah, diare atau muntah-muntah, serta rasa nyeri pada tubuh," terang Titi lagi.

Titi juga Mengatakan, tanda lain yang cukup khas adalah munculnya ruam merah pada kulit yang biasanya berawal dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Selain itu, imbuhnya, pada beberapa kasus juga ditemukan bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik, serta kondisi menurunnya nafsu makan.

Menurut Titi, anak-anak yang belum atau tidak mendapatkan imunisasi Campak-Rubella (MR), memiliki risiko lebih besar terinfeksi penyakit ini. Dan resiko tersebut akan semakin tinggi apabila anak memiliki status gizi yang kurang baik, karena daya tahan tubuh mereka belum mampu mengenali dan melawan virus campak secara optimal.

Jadi, lanjutnya, imunisasi berperan penting untuk membantu tubuh mengenali virus dan membangun perlindungan.

"Dengan imunisasi, tubuh memiliki perisai untuk melawan infeksi sehingga tidak hanya mencegah penularan, tetapi juga dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit jika seseorang terinfeksi,” jelasnya.

Langkah Preventif

Titi menyebut, campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi sehingga perlu diwaspadai bahkan satu orang penderita dapat menularkan virus kepada hingga 18 orang lainnya yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.

dr.Titi Sutiamah
Dan sebagai langkah pencegahan RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker saat sedang sakit, menerapkan etika batuk, serta rajin mencuci tangan. Selain itu, orang tua juga diminta memastikan bahwa si anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Jika anak atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengarah pada campak segera periksakan ke fasilitas kesehatan, hal ini agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Titi berharap melalui edukasi ini, masyarakat semakin waspada terhadap penyakit campak. Selain itu juga, memahami pentingnya imunisasi, serta mampu mengenali gejala sejak dini.

“Hal ini bertujuan untuk melindungi kesehatan anak-anak dan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya. (hiek)

Jaga Kestabilan Harga Bulan Selama Ramadan, Polres Pangandaran Gelar Gerakan Pangan Murah

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan suci Ramadhan 1447 H Polres Pangandaran melalui Tim Satgas Pangan Satreskrim menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Cijulang.(11/03/26)

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dipimpin langsung Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Pangandaran.

Melalui kegiatan ini, Polres Pangandaran berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan yang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

"Dan tentunya sekaligus untuk membantu menekan inflasi serta menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di wilayah Kabupaten Pangandaran," ungkapnya.

Ke depan, kata Kapolres, pihaknya bersama dinas terkait akan terus melakukan koordinasi untuk memantau kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran dengan melakukan monitoring secara berkala serta melaksanakan operasi pasar guna menjaga harga tetap stabil.

Kapolres Pangandaran juga mengimbau kepada para distributor maupun pengecer, agar tidak menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Seperti diketahui, dalam kegiatan tersebut berbagai komoditas bahan pokok dijual dengan harga terjangkau. Beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram dengan stok 1.000 kilogram dan seluruhnya habis terjual. Gula pasir dijual Rp16.500 per kilogram dengan stok 200 kilogram dan juga habis terjual.

Minyak goreng kemasan"Minyak Kita" dijual Rp13.700 per liter dengan stok 400 liter yang habis dibeli masyarakat. Bawang merah dijual Rp35.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram, cabai merah Rp35.000 per kilogram dengan stok 30 kilogram, serta cabai rawit Rp85.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram yang seluruhnya habis terjual.

Sementara komoditas lainnya, seperti telur ayam Rp26.000 per kilogram dengan stok 650 kilogram yang habis terjual, daging ayam Rp40.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram dan terjual 15 kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram yang habis terjual, serta terigu Rp8.000 per kilogram dengan stok 200 kilogram yang juga habis terjual.

Masih di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Idas Wardias, S.H., M.H., C.PHR., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran. 

"Dan kegiatan ini juga sekaligus untuk menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadhan," tegasnya.***

Dukung Program Di Lapangan, Bank BRI Berikan Bantuan Satu Unit Ambulance Ke Kodim 0625/Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Komando Distrik Militer (Kodim) 0625/Pangandaran menerima bantuan satu unit mobil ambulance dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pangandaran, penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Makodim 0625/Pangandaran, Jl. Raya Parigi–Cigugur, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. (11/03/26).

Bantuan yang diterima oleh Komandan Kodim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I serta disaksikan para Perwira Staf Kodim 0625/Pangandaran, langsung diserahkan oleh Ketua Cabang BRI Banjar R. Balya Taufik Hidayah, A., Kepala KCP BRI Pangandaran Mohammad Reza, J., RM Briguna Rindra dan Regina Pramesta selaku RMFT.

Usai menyerahkan bantuan, Ketua Cabang BRI Banjar R. Balya Taufik Hidayah mengatakan, penyerahan bantuan ambulance ini merupakan salah satu bentuk sinergi dan kepedulian BRI terhadap masyarakat serta dukungan kepada Kodim 0625/Pangandaran dalam menjalankan tugasnya di wilayah.

Balya berharap, bantuan satu unit mobil ambulance ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas Kodim 0625/Pangandaran, 

"Khususnya dalam membantu penanganan keadaan darurat di wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak BRI atas bantuan yang diberikan. 

Kata Dandim, kendaraan ambulance tersebut tentunya akan sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan satuan dalam membantu masyarakat khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat

Dengan adanya ambulance ini, kata Dandim, diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat dan efisien.

"Selain itu juga dapat mendukung berbagai kegiatan program maupun non-program Kodim 0625/Pangandaran di wilayah,” ucap Dandim.***

Gema Ramadhan Kartika Siwi Cipeteh Cipatujah Hadirkan Dua Acara Khusus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bulan suci Ramadhan menjadi momen penuh berkah bagi komunitas pendidikan dan Pramuka di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, dua acara bertajuk "Gema Ramadhan" dari Kwartir Ranting (Kwarcip) Gerakan Pramuka Kartika Siwi Cipeteuh dan "Karnaval Ramadhan: Renting Ciptajaksa" dari Sekolah Dasar (SD) Fajrussalam sukses digelar dengan penuh kehangatan. 

Dalam dua kegiatan ini, juga dihadirkan berbagai aktivitas yang mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan serta karakter.

Acara ini pun mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah, yang dibuktikan dengan pembagian konten oleh Kepsek Tatang dengan tagline "Il Fajrussalam Ramadhan Tajalla".

Para peserta yang mengenakan seragam Pramuka berwarna coklat dengan syal khas beragam warna berkumpul di ruangan, suasana ini menghadirkan kehangatan dengan dekorasi sederhana namun meriah. 

Mereka duduk tertib menghadap panggung, di mana sejumlah narasumber dan pengurus Kwarcip memberikan sambutan serta membimbing kegiatan yang berlangsung.

Kegiatan yang diselenggarakan ini meliputi ceramah agama tentang pentingnya ibadah di bulan Ramadhan, dan pembagian takjil untuk mempererat hubungan antar peserta serta sesi diskusi tentang penerapan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan ibadah. 

Saat dihubungi lewat sambungan telepon seluler, Tatang berharap agar acara Gema Ramadhan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua peserta. 

"Terutama dalam mengisi bulan Ramadhan dengan amalan yang baik dan mempererat hubungan antar sesama," ujar Tatang.(11/03/26)

Sementara itu, SD Fajrussalam yang menggelar "Karnaval Ramadhan: Renting Ciptajaksa" yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi. 

Pada acara yang berlangsung di aula sekolah ini, menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengemas nilai-nilai Islami dan budaya lokal dalam berbagai bentuk kreativitas.

Dari cuplikan aktivitas yang diunggah Tatang salam akunnya tagline "Il, terlihat puluhan siswa mengenakan seragam Pramuka yang dipadukan dengan aksesori khas Ramadhan sehingga menghadiri acara dengan penuh khidmat. 

Beberapa kelompok siswa mempersembahkan pertunjukan yang dinanti-nantikan oleh teman sekelasnya, dengan suasana keakraban yang terasa kental di antara mereka.

"Kegiatan ini, ujar Tatang, tidak hanya bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar siswa dan guru tetapi juga untuk mengajarkan pentingnya mengisi bulan Ramadhan dengan amal shaleh serta mengembangkan kreativitas melalui konsep 'renting ciptajaksa'.

"Tujuannya ini untuk mengajak setiap individu untuk menjadi agen kreatif dalam menyebarkan kebaikan," jelas Tatang.

Menurutnya, Ramadhan yang penuh hikmah menjadi momentum tepat untuk menguatkan karakter siswa-siswi.

Pendidikan karakter ini sangat penting, pasalnya,. menurut Tatang, tidak hanya mengajarkan materi pembelajaran tetapi juga nilai-nilai dasar seperti menghormati orang tua dan guru, belajar tatakrama, disiplin, tanggung jawab terhadap lingkungan

"Bahakan menjaga kebersihan dan kesehatan, aebab kebersihan itu bagian dari iman," imbuhnya.

Tatang juga berharap, acara yang berlangsung meriah ini dapat menjadi tradisi tahunan yang semakin memperkaya pengalaman belajar siswa selama bulan suci.

"Sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap agama dan budaya lokal," pungkasnya. (@nwarwaluyo)

Sumringah, Anggota KUD Minasari Pangandaran Terima Cengcelengan THR Nelayan

PANGANDARANNEWS.COM – Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran membagikan simpanan khusus yang dikenal dengan sebutan Cengcelengan (celengan) kepada para nelayan yang menjadi anggotanya, sekaligus menyalurkan bingkisan lebaran sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para nelayan.

Di depan sejumlah nelayan anggota koperasi, Ketua KUD Minasari, Jeje Wiradinata, menyampaikan bahwa tradisi pembagian tabungan ini merupakan bentuk perlindungan ekonomi sekaligus motivasi bagi para nelayan agar terus aktif berkoperasi. 

"Total dana yang dikelola dan dibagikan pada tahun ini mencapai Rp1 miliar," terang Jeje.(11/03/26)

Mengapa disebut cengcelengan, menurut Jeje, jika di bank ini disebut tabungan maka di KUD tabungan ini melekat langsung pada setiap transaksi nelayan. 

Jadi, terang Jeje, setiap kali anggota koperasi menjual ikan, sebagian dari hasilnya otomatis disisihkan untuk ditabung,” jelasnya.

Jeje mengatakan, sistem Cengcelengan ini dirancang agar tidak memberatkan anggota. Dan tabungan tersebut terus akan terakumulasi secara otomatis melalui potongan kecil dari hasil tangkapan yang dijual nelayan melalui KUD. Sehingga, dengan sistem tersebut, para nelayan dapat menerima dana segar saat kebutuhan pokok meningkat menjelang hari raya.

"Jumlah cengcelengan yang diterima anggota l pun bervariasi, tergantung pada intensitas transaksi mereka selama satu tahun," terangnya lagi.

Jeje menyebut, ada yang menerima Rp2 juta, Rp3 juta, bahkan lebih. Dana ini tentu sangat membantu apalagi sebelumnya pada awal Ramadan mereka juga telah menerima pembagian serupa, dan untuk para nelayan tentu bantuan ini hadir pada waktu yang sangat tepat. 

Ia menuturkan, peran KUD Minasari ini tidak hanya sebagai tempat menabung bagi para nelayan. Karena di saat fluktuasi harga komoditas laut seperti ikan kue yang melonjak dari sekitar Rp4.000 menjadi hampir Rp14.000 akibat kelangkaan menjelang Lebaran, makasih KUD mampu berperan menjaga stabilitas ekonomi anggotanya.

Meskipun simpanannya mungkin hanya sekitar Rp100.000, namun kata Jeje, jika anggota meninggal dunia bisa mendapat santunan hingga Rp10 juta. 

Tak sampai disitu, jika anaknya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi KUD juga menyediakan bantuan beasiswa sebesar Rp5 juta. Inilah kekuatan dana yang kita kelola bersama secara sehat tanpa utang,” tegas Jeje.

Jeje yang telah memimpin KUD Minasari selama 14 tahun, berharap model pengelolaan ekonomi kerakyatan ini dapat menjadi contoh bagi komunitas koperasi lainnya di Indonesia. 

"Karena koperasi bisa menjadi benteng pertahanan ekonomi bagi masyarakat kecil, khususnya nelayan yang memiliki risiko kerja tinggi," tegasnya.

Salah satu anggota KUD Minasari warga Perum Nelayan Parapat, Sunarsih, mengungkapkan kebahagian dan rasa syukurnya karena ada bekal untuk berlebaran.

Sunarsih mengaku senang, karena selain menerima uang tunai dari tabungan ia juga mendapatkan paket bingkisan berisi kebutuhan pokok. 

Alhamdulillah pembagian cengcelengan ini sangat membantu, pasalnya setahun ini hasil tangkapan ikan sedang sedikit atau paceklik," ungkapnya.(hiek)



Seorang Oknum Anggota DPRD Pangandaran Dilaporkan Atas Dugaan Investasi Bodong

PANGANDARANNEWS.COM - Massa yang tergabung dalam Rakyat Pangandaran Bergerak (RPB) mendatangi gedung DPRD melaporkan seorang anggotannya ke Badan Kehormatan (BK) DPRD, terkait dugaan keterlibatan oknum anggota dewan dalam promosi investasi bodong melalui aplikasi MBA.

Seperti disampaikan Koordinator RPB, Tian Kadarisman, dugaan tersebut tentu sangat mencederai integritas lembaga legislatif dan sebagai pelanggaran etika dan penyalahgunaan jabatan.

“Kami menemukan ada tiga indikasi peran oknum anggota DPRD tersebut yang mengkhianati mandat rakyat untuk keuntungan pribadinya,” tegasTian, di Gedung DPRD Pangandaran.(20/02/26)

Menurutnya, peran pertama adalah sebagai promotor (affiliator) yang secara terbuka mempromosikan investasi MBA di ruang publik. Tindakan ini, melanggar Pasal 4 ayat (12) dan Pasal 14 Kode Etik DPRD.

“Jabatan itu instrumen pelayanan, bukan untuk mencari keuntungan pribadi dengan memasarkan investasi yang merugikan masyarakat,” ujar Tian.

Peran kedua, jelas Tian, sebagai pemberi legitimasi. Oknum tersebut diduga telah menggunakan statusnya sebagai anggota dewan untuk meyakinkan masyarakat bahwa investasi tersebut aman, ini bertentangan dengan prinsip integritas dan kejujuran sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Kode Etik.

Ketiga, adanya indikasi perekrutan anggota baru secara masif termasuk dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar, untuk mengejar bonus komisi.

"Tindakan tersebut tentu bisa memperparah dampak kerugian di tengah masyarakat," imbuhnya.

Tian mengaku, RPB juga mengacu pada Pasal 5 Peraturan DPRD Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kode Etik yang mewajibkan anggota dewan bersikap responsif terhadap penderitaan rakyat. Dan mereka menilai sikap diam dan dugaan keterlibatan tersebut, sebagai bentuk pelanggaran moral.

Pihaknya juga meminta BK DPRD Pangandaran segera memeriksa bukti yang telah disampaikan dan memanggil oknum terkait tanpa menunggu proses pidana berjalan.

“Jika tidak ada itikad baik untuk mundur, BK wajib merekomendasikan sanksi berat sesuai Pasal 17 Peraturan Nomor 2 Tahun 2020,” tegasnya lagi.(hiek)

Masih Terus Lakukan Penataan Wisata, Pemkab Pangandaran Relokasi 40 Perahu Nelayan Batukaras

PANGANDARANNEWS.COM – Masih dalam penataan pariwisata menyambut libur Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana merelokasi sekitar 40 perahu nelayan yang selama ini berada di kawasan Pantai Batukaras ke lokasi baru di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sanghyang Kalang.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, langkah ini dilakukan sebagai upaya menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi wisatawan, tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat lokal.

Relokasi tersebut, ungkap bupati, merupakan bagian dari penataan kawasan wisata Batukaras yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Pangandaran.

"Mungkin ada sekitar 37 hingga 40 perahu nelayan yang saat ini berada di area pantai akan dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan di sekitar TPI Sanghyang Kalang," terangnya.(09/03/26)

Dan rencana relokasidi dekat TPI yang sawah-sawah itu, imbuhnya, nanti akan diurug dulu agar bisa digunakan untuk tempat perahu nelayan.

Dalam relokasi ini, menurut bupati, Pemkab Pangandaran menargetkan proses relokasi tersebut dapat selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sehingga seluruh perahu nelayan sudah berada di lokasi baru.

Selain perahu nelayan, kata bupati, Pemerintah Daerah Pangandaran juga berencana melakukan penataan para pedagang yang berada di kawasan Pantai Batukaras. Namun, untuk relokasi pedagang masih menunggu kesiapan tempat yang akan dijadikan kawasan berjualan.

“Untuk pedagang kita masih menunggu kesiapan tempatnya,” ujarnya.

Bupati juga berharap penataan kawasan ini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus tetap menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha di sekitar Pantai Batukaras. (hiek)


Dorong kaum Perempuan Jadi Penggerak Perubahan, RSUD Pandega Pangandaran Peringati Hari Perempuan Internasional 2026

PANGANDARANNEWS.COM - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, RSUD Pandega Pangandaran mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai dan mendukung peran perempuan sebagai penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.2026

Peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini mengusung semangat, “Memimpin Perubahan: Perempuan Membentuk Masa Depan yang Berkelanjutan".

Tema tersebut menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, dunia kerja, hingga pembangunan masyarakat.

Seperti ditulis di akun resmi RSUD Pandega Pangandaran, perempuan merupakan pilar utama dalam keluarga sekaligus sumber inspirasi bagi generasi masa depan. Dengan ketangguhan, keberanian, dan dedikasi yang dimiliki, perempuan mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan perubahan positif di berbagai bidang.

“Perempuan adalah penggerak perubahan. Melalui peringatan ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk terus mendukung kesetaraan, kesempatan, serta penghargaan bagi setiap perempuan,” demikian dalam pesan yang disampaikan pada momentum peringatan tersebut.

Momentum Hari Perempuan Internasional juga menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan yang adil dan setara bagi perempuan, termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. 

Dukungan dari seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting agar perempuan dapat terus berkembang dan berkontribusi secara optimal, dan RSUD Pandega Pangandaran berharap peringatan ini dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkuat peran perempuan dalam membangun masa depan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.

Di akhir pesan peringatannya, RSUD Pandega Pangandaran juga menyampaikan ucapan kepada seluruh perempuan agar terus berkarya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.***


Menilik Kondisi Sekolah Di Pedesaan, SDN Datar Cipatujah Berharap Tahun Ini Ada Perbaikan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Datar yang terletak di Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, berada dalam kondisi fisik yang memprihatinkan dan dinilai tidak layak untuk proses belajar mengajar. 

Bangunan yang berusia sekitar 76 tahun tersebut memiliki berbagai kerusakan, seperti langit-langit yang retak dan berlubang.serta beberapa jendela kaca yang pecah.

Meskipun pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan telah memberikan bantuan revitalisasi sekolah pada tahun 2025 lalu, ternyata bantuan tersebut hanya menyentuh sebagian kecil dari SDN Datar. 

Menurut seorang guru SDN Datar, Tirta Ganda, S.Pd, secara keseluruhan mungkin kondisi sekolah ini masih jauh dari ideal. Walaupun sejak tahun 2013 masyarakat sudah mengeluhkan kurangnya bantuan pembangunan dan kekurangan meja belajar untuk anak-anak, namun siswa selayaknya berhak mendapatkan fasilitas belajar yang aman dan nyaman. 

"Saya hanya bisa memperbaiki yang ringan-ringan saja, dan tidak bisa melakukan banyak hal," ujar Tirta.(09/03/26)

Tirta juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sekolah-sekolah yang ada di pedesaan lainnya, yang juga membutuhkan perhatian pemerintah daerah, 

Selain itu, ia juga mengaku heran mengapa sekolah yang sudah hampir 30 tahun tidak mendapatkan perbaikan signifikan dan hanya mendapatkan sedikit bantuan revitalisasi tahun lalu. 

Pihaknya pun berharap, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin serta Asep Sopari Al-Ayubi bisa langsung melihat kondisi sekolah tersebut dan mengambil langkah nyata untuk memberikan revitalisasi yang merata.

"Sehingga kembali menjadi tempat belajar yang nyaman kondusif bagi seluruh peserta didiknya," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Ini Beberapa Panduan Agar Tetap Bugar di Bulan Ramadan Ala RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM-Saat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan, bukan berarti produktivitas dan stamina harus menurun. Karena meski terjadi perubahan pola makan dan waktu tidur, menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar di bulan Ramadan adalah sebuah keharusan supaya ibadah dapat dijalankan secara maksimal.

Untuk mendukung kesehatan masyarakat selama bulan suci,  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran membagikan panduan mengenai strategi menjaga kebugaran tubuh di media sosial Instagram resminya.

Rahasianya terletak pada manajemen asupan nutrisi, hidrasi yang tepat, dan pengaturan pola istirahat yang disiplin.

Selain nutrisi, pola tidur untuk tubuh tetap bugar menjadi tantangan tersendiri selama di bulan Ramadan kurang tidur secara signifikan pun dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Bugar di Bulan Ramadan, Nutrisi Bijak Saat Sahur dan Berbuka

Langkah awal untuk tetap bugar dimulai dari meja makan,  RSUD Pandega Pangandaran menekankan pentingnya tidak melewatkan waktu sahur.

Masyarakat disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau oatmeal yang memberikan energi lebih lama. Asupan protein dari telur, ayam, atau tempe, serta sayur dan buah yang tinggi serat, menjadi pondasi utama agar tubuh tidak cepat merasa lapar.

Sebaliknya, saat berbuka puasa, godaan untuk menyantap hidangan berlemak harus diredam. Prinsip “jangan kalap” menjadi kunci, saat mengawali berbuka dengan air putih, kurma, atau sup hangat jauh lebih dianjurkan daripada langsung mengonsumsi makanan berat atau gorengan dan hidangan yang terlalu manis.

Sementara itu, untuk dehidrasi memang sering kali menjadi penyebab utama rasa pusing dan lemas saat berpuasa.

Nah untuk menyiasatinya, RSUD Pandega Pangandaran merekomendasikan pola hidrasi 2-4-2, seperti 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas pada malam hari hingga menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur. Sehingga dengan total 8 gelas air per hari, tubuh akan tetap terhidrasi dengan baik dan metabolisme berjalan optimal meski sedang berpuasa.

Selain nutrisi, pola tidur untuk tubuh tetap bugar menjadi tantangan tersendiri selama di bulan Ramadan. Kurang tidur secara signifikan dapat menurunkan daya tahan tubuh (drop), dan disarankan untuk tetap menjaga durasi tidur malam antara 6 hingga 8 jam.

Jika memungkinkan, lakukan power nap atau tidur singkat selama 20 hingga 30 menit di siang hari. Istirahat sejenak ini terbukti ampuh mengembalikan fokus dan energi, untuk melanjutkan aktivitas hingga waktu berbuka tiba.

Ramadan bukanlah alasan untuk bermalas-malasan, dengan pola hidup yang teratur, badan tetap bugar, dan ibadah di bulan ramadan pun menjadi lebih lancar.

Semangat berpuasa, Sahabat Pandega! ***

Jadi Lokasi Ngabuburit, Sejumlah Ruas Di Kota Tasikmalaya Macet

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sejumlah ruas jalan utama di Kota Tasikmalaya mengalami kemacetan menjelang waktu ngabuburit, kondisi kemacetan yang terjadi setiap hari ini terjadi menjelang waktu berbuka puasa dan diperparah oleh aktivitas jualan yang menyebar hingga ke bahu dan pinggir jalan.

Seperti yang terjadi di ruas jalan Lanud, biasanya dapat dilalui dengan lancar menjadi sesak total pada sore hari ini. 

Berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga mobil pribadi terpaksa bergerak dengan kecepatan sangat lambat, bahkan beberapa titik mengalami hentian total. Banyak pengendara yang terpaksa turun dari kendaraannya untuk berjalan kaki karena kondisi jalan yang semakin padat.

Selain aliran kendaraan yang banyak menjelang waktu ngabuburit, adanya pedagang yang menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan menjadi faktor pendorong terjadinya kemacetan dengan mengurangi ruang gerak kendaraan.

Tenda dan kios sementara yang dipasang pedagang menghalangi sebagian lajur jalan, membuat kendaraan sulit untuk bergerak. Dan kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi menyebabkan insiden kecelakaan karena ruang gerak terbatas dan pandangan pengemudi terganggu.

Seorang pengendara sepeda motor, Risna, menyampaikan keluhannya, boleh saja cari rezeki di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini tapi jangan mengambil bahu jalan. 

"Jalan ini kan untuk kendaraan, bukan untuk jualan," ucap Risna yang mengaku melihat kemacetan serupa setiap sore hari menjelang ngabuburit.(08/03/26)

Risna mengaku khawatir akan terlambat menyambut waktu berbuka puasa serta berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah penanganan yang tepat untuk mengatur lalu lintas dan membatasi aktivitas jualan di area jalan raya terutama pada jam sibuk jelang ibadah puasa.(@nwarwaluyo)

Isi Kegiatan Bulan Ramadhan Penuh Kebaikan, PGRI Cikatomas Berbagi Takjil

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Pada hari ke-18 puasa bulan Ramadhan 1447 H, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan (PC) Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, menggelar kegiatan "Berbagi Takjil" dengan tema "Mari Bersama Menebar Kebaikan dan Berbuka Puasa dengan Penuh Kebahagiaan. 

Kegiatan Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua PC PGRI Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd ini menyasar pengguna jalan lewat dan masyarakat sekitar, termasuk mereka yang sedang dalam perjalanan menuju Cikalong menjelang waktu maghrib.

Kepada Pangandaran News, Nana menyampaikan, berbagi di bulan Ramadhan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. 

Di bulan Ramadhan yang penuh barokah ini, ia mengajak untuk lebih dekat dengan Allah SWT dan juga dengan sesama manusia. 

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menyebarkan kebahagiaan dan membantu teman-teman yang sedang berpuasa," ungkap Nana.(07/03/26k)

Tak hanya itu, beberapa hari sebelumnya pada malam Nuzulul Qur'an PGRI Cikatomas juga telah menyelenggarakan kegiatan serupa dengan membagikan kebaikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang sedang dalam perjalanan. 

"Alhamdulillah, meskipun dilakukan menjelang maghrib di jalan raya, pembagian takjil gratis ini berjalan lancar dan mendapatkan respon positif dari masyarakat," terang Nana.

Nana mengatakan, kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya digagas oleh PGRI Cikatomas sendiri tapi juga mendapatkan dukungan dari berbagai mitra kerja. Diantara, Baraya Net, CV. Cahaya, CV. Firdaus, R Production, Badan Gizi Nasional, dan Mandala Audio. 

"Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti semangat gotong royong dalam mewujudkan kebaikan bersama di bulan suci," ujarnya.

Atas nama segenap keluarga besar PGRI Cikatomas, ia berharap semoga bulan Ramadhan ini membawa berkah bagi semua.(@nwarwaluyo)

Rapat Internal DPP Forwapi Ramadhan 1447 H, Program MBG Jadi Prioritas

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWA - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Wartawan Priangan (Forwapi) gelar rapat internal pada bulan Ramadhan 1447 H (2026 M), dengan fokus utama pada pengelolaan sekretariat organisasi serta edukasi bagi seluruh pengurus internal.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Forwapi, Ade Kurnia, secara khusus memberikan materi edukasi yang komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup tata kelola administrasi sekretariat, alur komunikasi internal yang efektif serta standarisasi dokumentasi yang menjadi landasan kerja organisasi.

Tujuan dari edukasi dan pembahasan rapat ini, kata Ade, untuk meningkatkan profesionalisme serta sinergi antar pengurus sekaligus mengoptimalkan peran sekretariat sebagai pusat koordinasi kegiatan Forwapi di wilayah Priangan. 

"Selain itu, juga disepakati langkah-langkah penyempurnaan fungsi sekretariat agar lebih adaptif dengan perkembangan industri pers dan kebutuhan wartawan lokal," kata Ade.(07/03/26)

Ade mengatakan, ia juga menyoroti Program MBG sebagai salah satu prioritas kerja DPP Forwapi. 

"Program ini tentu akan menjadi bagian penting dari upaya organisasi dalam mendukung pengembangan kapasitas wartawan serta memperkuat peran pers dalam masyarakat," tegasnya. (@nwarwaluyo)

 

Petasan Sebesar Paha Meledak, Dua Peracik Warga Mangunjaya Pangandaran Alami Luka Serius

PANGANDARANNEWS.COM - Dua buruh bangunan, Anton (23) dan Udan (20) warga Dusun Babakan, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami luka parah setelah petasan berukuran jumbo yang mereka racik meledak.  (06/03/26).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petasan yang mereka buat berukuran sangat besar bahkan disebut sebesar paha orang dewasa.

Menurut keterangan warga, ledakan terdengar tiga kali dan ledakan petasan yang dibuat kedua pemuda tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar. 

Kejadian meledaknya petasan tersebut terjadi saat keduanya tengah meracik petasan tersebut, dentumannya keras tak hanya melukai keduanya tetapi juga merusak sebagian atap rumah di sekitar lokasi.

Ipah, salah seorang warga Dusun Babakan, mengatakan, suara ledakan terdengar beruntun dengan jeda beberapa detik.

Ia menuturkan, kedua korban merupakan buruh bangunan yang baru saja pulang dari Jakarta untuk beristirahat di kampung halaman.

"Selama ini saya belum pernah mendengar ada warga di kampung ini yang membuat petasan," terang Ipah.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Padaherang, AKP Abdurahman membenarkan, pihaknya menerima laporan dari warga dan ia pun langsung menerjunkan anggota ke lokasi kejadian.

Petugas Kapolsek Padaherang yang datang di lokasi, lalu berkoordinasi dengan Pamapta Polres Pangandaran untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kejadiannya tadi pukul 14.00 WIB siang, kedua pemuda tersebut sedang membuat petasan," terang Abdurahman, melalui melalui pesan WhatsApp.

Ledakan petasan ini, menurut Abdurahman, kemungkinan karena kurangnya prosedur keamanan sehingga terjadi ledakan yang mengakibatkan mereka mengalami luka-luka cukup serius.

Dan akibat ledakan tersebut, lanjutnya, Anton dan Udan mengalami luka serius dan keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit di Ciamis untuk mendapatkan penanganan medis.

"Melihat kondisi korban, sepertinya nyawa mereka masih bisa diselamatkan," ucapnya.

Lebih lanjut Abdurahman pun mengimbau masyarakat agar tidak membuat, meracik, ataupun menyalakan petasan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Karena hal ini sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain," tegasnya. (hiek)

Warga Nagrog Cipatujah Bosan Dengan Janji Pemerintah, 30 Tahun Jalan Ciranca Masih Tanah Merah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Miris, kondisi jalan penghubung Desa Nagrog dan Desa Bojong Kapol, tepatnya di Jalan Ciranca, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, hingga kini masih belum tersentuh pembangunan dan hanya berupa tanah merah yang berlubuk dan berlumpur saat hujan. 

Kondisi ini telah berlangsung puluhan tahun, bahkan sejak masa kepemimpinan Bupati UU hingga Bupati Ade Sugianto, tanpa ada upaya perbaikan yang serius.

Masyarakat pun merasa belum "merdeka" menikmati akses jalan yang layak, padahal telah melalui beberapa periode kepemimpinan daerah. 

Saat berbincang dengan Pangandaran News pada Jumat (06/03/26) menjelang malam Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1447 H, salah satu masyarakat, Asep mengungkapkan harapan besar kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya periode 2026, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, agar kasus jalan ini bisa mendapatkan perhatian serius.

Dari informasi yang diperoleh, Jalan Ciranca yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Cipatujah sering menjadi kendala bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Saat musim kemarau, jalan ini berdebu dan berlubuk. Sedangkan jika saat musim hujan menjadi lumpur dan licin, membuat kendaraan sulit melintas.

Menurut Asep, kondisi ini tentu membuat akses ke desa lain jadi sulit. Apalagi bagi kendaraan berat yang membawa barang kebutuhan masyarakat, bahkan untuk sekolah atau berobat ke puskesmas pun sulit dilalui.

"Kita harus berhati-hati agar tidak terjatuh atau kendaraan mogok dan tergelincir,' ujar Asep.(06/03/26)

Asep mengatakan, masyarakat mengaku pernah menyaksikan berbagai program jalan yang digulirkan oleh pemerintah kabupaten sebelumnya. Seperti program Jamu Jalan Mulus, yang kemudian dinilai hanya menjadi jambu janji tanpa hasil nyata. 

Kini muncul program baru, Jalan Kasep Mulus Ngaleser". Dan kembali masyarakat berharap kali ini tidak hanya sekadar nama menarik tetapi dapat memberikan dampak nyata pada perbaikan infrastruktur jalan yang sudah lama ditinggalkan.

Asep menyebut, dudah puluhan tahun masyarakat menunggu. Mulai dari masa Bupati Uu Ruzhanul Ulum hingga Bupati Ade Sugianto,.tidak pernah ada perubahan. 

"Semoga dengan kepemimpinan baru Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, jalan Ciranca bisa benar-benar diperbaiki," harapnya.(@nwarwaluyo)

 

Warga Kota Tasikmalaya Tadi Malam Penuhi Mesjid Agung Peringati Malam Nuzulul Qur'an

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Ribuan masyarakat Kota Tasikmalaya, tadi malam(06/03/26) berkumpul di Masjid Agung Kota Tasikmalaya untuk merayakan malam peringatan Nuzulul Qur'an 1447 Hijriah.

Dalam acara yang jatuh tepat pada 17 Ramadhan ini menghadirkan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfaridzi beserta perwakilan dari berbagai instansi strategis, antara lain Kodim Tasikmalaya, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perhubungan.

Suasana khidmat terpancar menyelimuti setiap sudut ruangan utama masjid saat rangkaian acara berlangsung, meliputi shalat tarawih berjamaah, tadarus bersama secara massal, dan tabligh akbar yang penuh makna. 

Banyak keluarga yang datang bersama-sama, mulai dari anak-anak hingga lansia untuk menyimak tabligh akbar dari ustadz ternama yang menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami serta mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. 

"Al-Qur'an bukan hanya kitab yang dibaca, tetapi juga pedoman yang harus tetap hidup dalam setiap langkah kita," ujar salah seorang penceramah.

Sementara dalam sambutannya, Wali Kota Viman Alfaridzi mengaku gembira karena peran aktif masyarakat dalam acara keagamaan ini sangat luar biasa.

Kehadiran berbagai pihak dan antusiasme masyarakat ini, menurut Viman, menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Kota Tasikmalaya yang religius, sehat, terhubung, dan cerdas digital.

Viman mengatakan, melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dinas terkait, dan seluruh masyarakat, ia berharap momentum Nuzulul Qur'an ini dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Mulai dari aspek spiritual, kesehatan, infrastruktur perhubungan, hingga pemanfaatan teknologi informasi yang baik," ungkap Viman.

Masih di tempat yang sama, perwakilan Kodim Tasikmalaya menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang mampu memperkuat tali silaturahmi dan kesatuan umat.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan solidaritas antarumat beragama di Kota Tasikmalaya, serta memperkuat rasa persatuan yang kita miliki," ujarnya.

Di momen lain, Dinas Kesehatan memanfaatkan kegiatan istimewa ini untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama bulan Ramadan. Seperti mulai dari pola makan sehat, pengelolaan istirahat yang baik, hingga tips menjaga daya tahan tubuh saat berpuasa. 

"Beberapa petugas kami juga siap memberikan bantuan kesehatan dasar bagi yang membutuhkan," tegasnya.

Sementara Dinas Perhubungan mengaku pihaknya siap menyediakan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat yang ingin menghadiri acara, terutama bagi mereka yang berasal dari luar kawasan pusat kota. 

"Rute angkutan umum juga diperpanjang sementara untuk memudahkan masyarakat pulang setelah acara berakhir," jelasnya.

Tak mau kalah, Dinas Komunikasi dan Informatika pun mendukung penyebaran informasi acara secara luas melalui berbagai kanal digital, mulai dari media sosial resmi pemerintah kota hingga platform berita lokal seperti Pangandaran News

"Kami juga melakukan siaran langsung sebagian acara agar masyarakat yang tidak bisa datang langsung tetap dapat merasakan suasana berkahnya," ucapnya.(@nwarwaluyo)

 


Di Bulan Ramadhan, Alun-alun Sukaraja, Jadi Lokasi Ngabuburit dan Istirahat Favorit Warga Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di bulan Ramadan, alun-alun Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi tempat favorit bagi warga untuk ngabuburit dan beristirahat.

Kedua aktivitas ini membuat kawasan di sekitar Masjid Agung Sukaraja pun selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun mereka yang sedang dalam perjalanan.

Rani, seorang warga Tasikmalaya mengaku, ia dan teman-temannya sering datang ke alun-alun ini untuk membeli ta'jil sebagai bekal buka puasa. Namun, ia juga  mengungkapkan harapan agar pengelolaan kawasan bisa lebih baik. 

"Coba kalau tata rapih bagus, pasti akan lebih menarik pengunjung," ujarnya saat diwawancarai Pangandarannews. (06/03/26)

Selain sebagai tempat ngabuburit, ungkap Rani, alun-alun ini juga menjadi pilihan tepat bagi mereka yang belum sempat pulang menjelang waktu maghrib. Fasilitas ibadah yang ada di lokasi khususnya Masjid Agung Sukaraja, memudahkan pengunjung untuk melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu. 

Hal senada disampaikan Novi asal Karangnungal, yang selalu menjadikan alun-alun Sukaraja sebagai tempat beristirahat setelah dari arah Kota Tasikmalaya. 

Menurut Novi, alun-alun Sukaraja dekat dengan tempat ibadah sehingga walaupun tiba adzan Maghrib di perjalanan bisa sholat maghrib dulu di lokasi ini.

Sementara dari pantauan awak Pangandarannews.com, menunjukkan bahwa alun-alun Sukaraja tidak hanya ramai saat menjelang buka puasa tetapi juga menjadi titik istirahat wajib bagi mereka yang akan bepergian ke arah Karangnungal atau Cipatujah. 

Dan area tempat istirahat yang tersedia pun cukup membantu pengunjung, untuk melepas lelah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.(@mirsaripudin)

Isi Kegiatan Ramadhan, SMK Negeri Parungponteng Dorong Karakteristik Keimanan Siswa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Dalam kegiatan pembelajaran dan keagamaan dalam bulan Ramadhan 1447 H, SMK Negeri Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya menghadirkan serangkaian  dengan fokus utama meningkatkan karakteristik keimanan serta membentuk karakter positif pada seluruh siswa, siswi, guru, dan staf sekolah. 

Kegiatan yang digelar ini meliputi sholat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, dan tausiyah Ramadhan, yang semuanya diintegrasikan dengan nilai-nilai ekologi dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

Seperti disampaikan Humas SMK Negeri Parungponteng, Tatang Mansyur, sebagai bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut sekolah menyelenggarakan tausiyah Ramadhan di aula sekolah yang diikuti oleh ratusan peserta. 

Dalam kegiatan ini, terang Mansyur, sebagian besar hadirin mengenakan pakaian berwarna putih dan busana muslim yang sopan.

"Kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan, " kata Tatang.(06/03/26)

Tatang juga mengatakan, rangkaian kegiatan Ramadhan ini merupakan bagian dari program tahunan sekolah untuk memperkuat karakter religius siswa. 

Pihaknya berharap melalui tausiyah Ramadhan beserta kegiatan sholat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur'an, seluruh warga sekolah dapat semakin dekat dengan Allah SWT dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai sekolah menengah kejuruan yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Tatang menyebut, SMK Negeri Parungponteng terus berkomitmen mengembangkan potensi siswa secara holistik baik dalam bidang akademik maupun spiritual. 

Tatang menjelaskan, setiap kegiatan yang diadakan pihaknya juga memperhatikan aspek ekologi. Seperti, mengajak siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, menanam tanaman hijau, serta memanfaatkan sampah secara daur ulang sebagai bagian dari pembentukan karakter tanggung jawab sosial.

"Semoga bulan Ramadhan ini membawa berkah, kebaikan, dan kedamaian bagi kita semua," ucapnya.

Sementara dalam ceramahnya salah seorang pemateri menyampaikan tema "Kebaikan dan Kebersamaan dalam Bulan Suci Ramadhan", paparan ini mencakup pentingnya ibadah puasa, sedekah, serta pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dan hubungan antar sesama. (@nwarwaluyo)

78 Petugas Parkir Kota Tasikmalaya Terima Bingkisan Sembako dari INI

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Menjelang dalam Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, sebanyak 78 petugas parkir kota Tasikmalaya menerima bingkisan sembako dan uang tunai dari Ikatan Notaris Indonesia (INI). Kegiatan bakti sosial ini dilakukan kerja sama dengan UPTD Parkir Kota Tasikmalaya dan juga mencakup petugas kebersihan, sebagai bagian dari program yang dilakukan Ikatan Notaris Indonesia setiap bulan Ramadhan untuk berbagi kepada masyarakat.

Kepala UPTD Parkir Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman, menyampaikan, INI telah memberikan bingkisan sembako dan uang tunai kepada petugas parkir yang berjaga di jalur HZ Mustofa, mulai dari Pedestrian Cihideung hingga Padayungan.

"Atas nama rekan-rekan semua saya mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Notaris Indonesia atas bantuan yang diberikan kepada 78 petugas parkir kota Tasikmalaya," ungkap Uen.(05/03/26)

Dalam kesempatan yang lain Uen juga mengimbau kepada masyarakat Kota Tasikmalaya, untuk tidak membayar parkir kepada pihak yang tidak resmi. 

Ia menegaskan, jangan sekali-kali membayar parkir liar dan silakan minta karcis parkir resmi terlebih dahulu.

"jika tidak ada karcis resmi, maka parkirnya gratis dan tidak perlu dibayar," tegasnya. 

Sementara salah satu petugas parkir, Ari, mengaku senang setelah mendapatkan bingkisan sembako dan uang tunai ini.

"Pemberian ini sangat berarti sekali, kami mengucapkan terima kasih kepada UPTD Parkir Kota Tasikmalaya dan Ikatan Notaris Indonesia atas kepeduliannya," katanya.(anwarwaluyo)

Rumahnya Dibongkar Untuk Proyek KDMP, Seorang Nenek di Pangandaran Mengaku Pasrah

PANGANDARANNEWS.COM - Secara serentak di seluruh Indonesia pemerintah daerah saat ini tengah membangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), tak terkecuali di Kabupaten Pangandaran. 

Mungkin akibat dari salah satu pembangunan tersebur, membuat seorang nenek berusia 80 tahun, Cani, warga Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, harus kehilangan tempat tinggalnya. Pasalnya, rumah yang sudah lama ditinggalinya di tanah milik desa ini berpotensi tergeser proyek pembangunan KDMP.

Saat ini nenek Cani pun mengaku bingung dan tidak tahu harus ke mana, karena ia sudah menempati rumah kayu dengan dinding bilik yang berdiri di atas lahan seluas 10x6 meter itu sudah ditempati Cani selama kurang lebih 15 tahun.

"Saya sudah sejak tahun 2011 menempati lahan ini," ungkap nenek Cani.(04/03/26)

Walaupun berdiri di atas tanah desa, terang Nenek Cani, rumahnya ini dibangun sendiri bersama almarhum suaminya. Dan ia terpaksa tinggal di tanah desa yang berada di depan jalan kabupaten, lantaran lokasinya lebih dekat dengan pemukiman warga lainnya.

 "Sebenarnya saya punya tanah sendiri, cuman jauh dari penduduk," ucapnya.

Nenek Cani menyebut, ia sudah dipanggil pihak desa terkait rencana pembangunan koperasi tersebut karena tidak ada cara lain selain pasrah. 

Kendati demikian, ia akan berusaha memohon dan berharap agar lokasi pembangunan tidak menggusur tempat tinggalnya. 

"Kalau bisa digeser lokasinya sedikit, kan tanah desa itu luas dan bukan hanya di sini saja," ungkapnya.

Sementara dari informasi yang diperoleh luas tanah desa tersebut mencapai sekitar 100 bata lebih, dan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan KDMP sendiri diperkirakan berukuran 30 x 20 meter.

Ditemui terpisah, salah seorang anak Nenek Cani, Sapnan (52), berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali lokasi pembangunan. 

Menurutnya, saat ini kondisi ibunya yang sudah lanjut usia dan tidak memiliki penghasilan tetap. 

"Kasihan ibu saya sudah tua, untuk kebutuhan sehari-hari saja sekarang dibiayai anak," jelas Sapnan.

Sapnan menyebut, selama ibunya menempati lahan desa keluarganya rutin membayar kontribusi sebesar Rp70 ribu per tahun kepada pihak desa.

Kepala Desa Ciparakan, Sarji, membenarkan bahwa persiapan lahan untuk pembangunan KDMP dijadwalkan mulai hari ini dan sejumlah perangkat desa serta warga pun sudah berkumpul di lokasi.

Namun di lapangan proses pembongkaran sempat terkendala karena sejumlah warga ragu untuk mulai merobohkan rumah tersebut, karena adanya kemungkinan pihak ketiga yang meminta agar pembongkaran tidak dilakukan. 

"Padahal sebelumnya permasalahan dengan penghuni rumah sudah beres dan sudah ada komitmen serta sudah menyadari," terang Sarji.

Meskipun demikian, Sarji mengaku, pihaknya berencana akan mengusulkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi Cani setelah proses pembongkaran dilakukan.

"Mudah-mudahan bisa ada program rutilahu untuk Nenek Cani," kata Sarji. (hiek)




Isi Kegiatan Ramadhan, Petugas Damkar Pangandaran Bagikan Takjil Pada Warga

PANGANDARANNEWS.COM - Beberapa waktu lalu sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) turun ke jalan, namun kali ini bukan sedang sedang bertugas memadamkan kobaran api melainkan membagikan ratusan takjil kepada masyarakat di Pos Wilayah 2 Damkar Pangandaran.(03/03/26)

Saat ditemui, Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran, Risa Gantira, menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat berbagi sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan masyarakat selama bulan Ramadan.

"Kegiatan, kata Risa, bertujuan meningkatkan kepedulian sosial petugas kepada masyarakat di sekitar wilayah tugasnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa petugas pemadam kebakaran tidak hanya bertugas saat terjadi kebakaran, tetapi kami juga memiliki kepedulian sosial pada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembagian takjil kepada pengguna jalan dan warga sekitar juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan serta komunikasi yang lebih baik antara petugas dengan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan berbagi takjil ini, ia berharap hubungan antara petugas dan warga semakin erat sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan publik terhadap petugas di lapangan.

Selain itu, imbuhnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

"Pembagian takjil ini berlangsung di sekitar Pos Wilayah 2 Damkar Pangandaran dan mendapat sambutan positif dari warga yang melintas di lokasi," terangnya. (hiek)


Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait MBG, KNPI Akan Lakukan Audensi Ke Satgas MBG Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabuapten Pangandaran, akan melakukan audiensi dengan Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pangandaran.

Seperti disampaikan Sekretaris DPD KNPI Pangandaran Tian Kadarisman, pihaknya berencana melakukan audiensi langsung dengan Satgas MBG yang rencananya akan dilaksanakan di Aula Setda Kabupaten Pangandaran pada Jumat tanggal 06 Maret 2026.

Tian pun mengajak semua elemen masyarakat untuk bersuara langsung dihadapan  Satgas MBG Kabupaten Pangandaran, terkait keluh kesah program MBG di Pangandaran.

" Kita semua perlu penyampaian aspirasi langsung dan memperlihatkan bukti ketidakberesan pelaksanaan program tersebut, jadi tidak hanya di media sosial saja," kata Tian.(04/03/26)

Ia menambahkan, KNPI membuang ruang selebar lebarnya kepada masyarakat untuk menyampaikan langsung kepada pemangku kebijakan dengan harapan ada perbaikan-perbaikan yang signifikan untuk kedepanya.

Hal senada disampaikan pengurus KNPI Parigi Rafi, beberapa laporan masyarakat mengungkapkan ketidaksesuaian porsi makana. Salah satunya seperti menu yang seharusnya dialokasikan untuk satu hari disebut cukup untuk dua hari, bahkan alokasi dua hari diklaim untuk tiga hari atau lebih.

"Tentunya ini menjadi  ketidakpuasan dari masyarakat, sehingga perlu audiensi dengan Satgas MBG Pangandaran," ungkapnya.

Penyampaian aspirasi melalui media sosial maupun media massa, kata Rafi, memang penting sebagai bentuk partisipasi publik. 

"Kalau dihadapkan langsung kita harapkan mungkin ada perubahan sistematik," ucapnya.(hiek)

Ada Apa ? Proyek IPAL Rp600 Juta Di Pantai Barat Pangandaran Belum Rampung Padahal Gunakan Anggaran 2025

PANGANDARANNEWS.COM – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berlokasi di kawasan Pantai Barat Pangandaran dengan anggaran sekitar Rp600 juta, hingga saat ini tak kunjung selesai. Padahal waktu pengerjaan telah melewati batas tahun anggaran 2025, sehingga memicu sorotan dan desakan agar segera dirampungkan sebelum libur Idul Fitri 2026.

Pantauan di lokasi pembangunan tepatnya di sekitar Pos 1 Pantai Barat Pangandaran, area proyek tampak tertutup tenda dan pagar seng. Tak terlihat aktivitas pekerja maupun papan informasi proyek sebagaimana lazimnya pekerjaan konstruksi pemerintah, kondisi itu tentu menimbulkan kesan kumuh di salah satu titik strategis kawasan wisata andalan daerah.

Keterlambatan proyek tersebut terjadi diduga akibat minimnya fungsi pengawasan dari Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, yang menangani pekerjaan IPAL tersebut.

Mengetahui  operasi hal tersebut Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami yang sebelumnya telah meninjau lokasi proyek dan menyoroti lambannya progres pembangunan sudah memerintahkan agar pekerjaan IPAL diselesaikan sebelum momentum libur Hari Raya Idul Fitri, mengingat kawasan tersebut menjadi pusat kunjungan wisatawan.

Sementara ketika diminta tanggapannya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran, Nanang Heryanto, saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu menyatakan, proyek IPAL ini memang seharusnya selesai pada 2025 lalu.

"Namun karena belum selesai, pekerjaan tersebut pun dikenakan denda melalui adendum selama 50 hari," terang Nanang.(02/03/26)

Menurut Nanang, pembangunan IPAL yang mengalirkan limbah dari permukiman warga di kawasan perhotelan itu berada di bawah kewenangan Bidang Cipta Karya.

Sementara dii sisi lain, keberadaan pagar pembatas proyek turut berdampak pada aktivitas pedagang di sekitar pantai. 

Menurut dalah seorang pedagang, Adit, ia mengaku tidak dapat berjualan secara optimal akibat lapaknya terhimpit pagar proyek.

“Saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin saja saya tidak bisa jualan, karena lapak dagangan terhimpit pagar proyek," terang Adit.

Adit juga mengatakan hingga kini belum terlihat aktivitas pekerjaan lanjutan di lokasi, bahkan sempat ada bagian konstruksi yang ambruk akibat terhempas ombak saat pasang air laut.

Adit menyampaikan, ia dan para pedagang lainnya berharap agar pengerjaan IPAL ini segera dirampungkan sehingga kawasan di lokasi tersebut pun bisa kembali untuk mencari nafkah.(hiek)


Wisata Air Pangandaran Belum Miliki Izin, Pajak Daerah Pun Tertahan

Poto ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Aktivitas usaha wisata air di obyek wisata pantai Pangandaran Jawa Barat, terus berjalan setiap hari dengan semakin meningkatnya minat para wisatawan. 

Namun di balik ramainya usaha jenis tersebut, tercatat 275 pelaku usaha water sport hingga kini belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sehingga belum terpenuhinya legalitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun belum bisa mengantongi pendapatan pajak dari kegiatan wisata air yang rutin beroperasi di kawasan pantai timur ini.

Saat diminta tanggapannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Dadan Sugistha, membenarkan, ratusan pengusaha tersebut masih berada dalam tahapan pengurusan izin usaha.

Ia menyebut, sekarang semua pelaku usaha sedang memproses perizinan terutama ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk memperoleh NIB.

"Semuanya ada 275 pelaku usaha itu tergabung dalam 12 kelompok penyedia layanan wisata air," jelasnya, kepada sejumlah wartawan di TIC Pangandaran. (02/03/26).

Dadan mengaku, pihaknya berharap proses administrasi yang berjalan saat ini dapat segera membuahkan hasil dalam waktu dekat.

Situasi tersebut juga menjadi perhatian dari DPRD Kabupaten Pangandaran, salah satunya dari anggota Komisi II DPRD, Ai Nanan.

Ai menilai, belum lengkapnya perizinan ini tentu akan berdampak langsung pada tidak tergarapnya potensi Pendapatan Asli Daerah terutama ketika pemerintah daerah sedang berupaya memperkuat kondisi fiskal.

Seharusnya, kata Ai, wisata air ini bisa menjadi sumber PAD dan harus segera diurus izin-izinnya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pemerintah daerah menghadapi posisi yang tidak mudah, Karena di satu sisi wahana water sport menyimpan peluang besar untuk mendongkrak penerimaan daerah," ungkapnya.

Namun di sisi lain, tambah Ai, tanpa dasar hukum berupa izin resmi langkah penarikan pajak berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum serta bisa dipersepsikan sebagai pungutan liar.

Menurutnya, ini seperti buah simalakama, potensinya besar untuk menambah PAD tapi kalau izin belum ditempuh dan ada penarikan itu bisa menjadi indikasi pungli.

Karena itu, ia mendorong agar Disparbud Pangandaran segera mengambil peran aktif dengan memfasilitasi serta menjalin koordinasi bersama para pelaku usaha.

"Langkah ini diperlukan supaya seluruh pengusaha wisata air mengantongi NIB, sehingga kewajiban perpajakan dapat diberlakukan secara sah dan sesuai aturan," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pangandaran Nomor 8 Tahun 2023 khususnya Pasal 24, kegiatan wisata air masuk dalam kategori objek pajak retribusi daerah. Adapun pada Pasal 28, diatur tarif pajak sebesar 10 persen. Namun meski demikian, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran belum dapat memungut pajak dari operasional water sport di kawasan Pantai Timur lantaran para pelaku usaha belum memiliki legalitas formal berupa NIB. (hiek)










 

Advertisert

Cube Test