PANGANDARANNEWS.COM - Untuk meningkatnya kewaspadaan pada penyebaran penyakit menular, ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Salah satu penyakit yang perlu diantisipasi adalah campak, yang dikenal memiliki tingkat penularan sangat tinggi terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penyakit campak dengan cara mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Seperti disampaikan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh penyakit ini.
Menurutnya, peningkatan kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama di lingkungan keluarga dan anak-anak.
“Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular, oleh karena arena itu masyarakat harus waspada terutama dengan mengenali gejala awal campak,” terang Titi. (11/03/26).
Waspada Campak dengan Kenali Gejala Sejak Dini
Ia menjelaskan bahwa campak memiliki masa inkubasi sekitar 10 hari, yakni rentang waktu sejak seseorang terpapar virus hingga mulai menunjukkan gejala.
Pada fase awal ini, kata Titi, tanda-tanda yang muncul sering kali menyerupai penyakit ringan sehingga kerap diabaikan.
Ia menambahkan, beberapa gejala awal campak yang umum terjadi di antaranya mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
"Selain itu juga, keluhan yang menyerupai gejala pilek seperti batuk, hidung berair, dan sakit tenggorokan. Penderita juga bisa mengalami lemas dan mudah lelah, diare atau muntah-muntah, serta rasa nyeri pada tubuh," terang Titi lagi.
Titi juga Mengatakan, tanda lain yang cukup khas adalah munculnya ruam merah pada kulit yang biasanya berawal dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Selain itu, imbuhnya, pada beberapa kasus juga ditemukan bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik, serta kondisi menurunnya nafsu makan.
Menurut Titi, anak-anak yang belum atau tidak mendapatkan imunisasi Campak-Rubella (MR), memiliki risiko lebih besar terinfeksi penyakit ini. Dan resiko tersebut akan semakin tinggi apabila anak memiliki status gizi yang kurang baik, karena daya tahan tubuh mereka belum mampu mengenali dan melawan virus campak secara optimal.
Jadi, lanjutnya, imunisasi berperan penting untuk membantu tubuh mengenali virus dan membangun perlindungan.
"Dengan imunisasi, tubuh memiliki perisai untuk melawan infeksi sehingga tidak hanya mencegah penularan, tetapi juga dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit jika seseorang terinfeksi,” jelasnya.
Langkah Preventif
Titi menyebut, campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi sehingga perlu diwaspadai bahkan satu orang penderita dapat menularkan virus kepada hingga 18 orang lainnya yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.
![]() |
| dr.Titi Sutiamah |
Jika anak atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengarah pada campak segera periksakan ke fasilitas kesehatan, hal ini agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Titi berharap melalui edukasi ini, masyarakat semakin waspada terhadap penyakit campak. Selain itu juga, memahami pentingnya imunisasi, serta mampu mengenali gejala sejak dini.
“Hal ini bertujuan untuk melindungi kesehatan anak-anak dan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya. (hiek)

