SEJUMLAH PENDUKUNG DAN SMPATISAN AMAN LAKUKAN AKSI DEMO DI KANTOR BAWASLU PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Ratusan pendukung dan simpatisan pasangan calon nomer urut 2 Adang Hadari-Supraman (Aman) di Pilkada Kabupaten Pangandaran sore tadi (15/12) melakukan demo di depan sekretariat Kantor Bawaslu Pangandaran di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi.

Menurut massa pendemo, aksi ini dilakukan karea diduga ada indikasi pelanggaran pada Pilkada serentak tahun 2020 yang dilaksanakan tanggal 9 desember lalu, dan pihaknya ingin mendorong Bawaslu untuk menegakan keadilan hukum dalam menyikapi dugaan pelanggaran ini.

Seperti disampaikan kordinator aksi, Anton, pihaknya akan mengawal tegaknya demokrasi dalam hal ini proses Pilkada Pangandaran dengan visi Pilkada Pangandaran yang  Bermartabat.

“Dengan kekuatan seadanya ini masyarakat pangandaran ingin mendorong Bawaslu untuk menegakkan keadilan hukum dengan menindak tegas pelanggarayang terjadi pad Pilkada, “ujarnya.

Dalam aksi ini juga, kata Anton, pihaknya ingin merekomendasikan kekuatan hukum pada Bawaslu untuk menanggapi  pelanggaran-pelanggaran Pilkada di Kabupaten Pangandaran, baik itu money politik, kesalahan suara ataupun interpensi serta intimidasi apalagi campur tangan PNS dan kerumunan yang kemeua itu merupakan komitmen Pilkada terlepas dari calon manapun yang melanggarnya harus mendapatkan keadilan yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan menyampaikan, Bawaslu menyambut baik aksi ini karena merupakan alat untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan adanya situasi dan kondisi pilkada Pangandaran.

“Saya mohon maaf tidak bisa menghadiri langsung demo karena saat demo dilaksanakan saya masih mengawasi proses rekapitulasi tingkat Kabupaten di hotel Pantai Indah,” ungkapnya.

Tapi menanggapi aksi demo ini, ujarnya, Bawaslu pasti akan menangani apabila memang sudah terjadi pelanggaran.

“Untuk ini kami pasti akan tegak lurus, “tegasnya.

Jika memang syarat atau unsur-unsurnya terpenuhi serta fakta hukumnya ada, menurut Iwan, Bawaslu berkomitmen bersama Polri dan kejaksaan untuk tegak lurus dalam penanganan hal tersebut. Tapi sebaliknyajika fakta hukumnya tidak kuat serta tidak terpenuhi maka tidak mungkin memaksakan untuk naik.

“Namun Bawaslu akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga proses demokrasi di Kabupaten Pangandaran tetap berjalan sesuai haraoan bersama, “imbuhnya. (PNews)





KETUA KPU PANGANDARAN: “3 HARI SEJAK PENETAPAN KPU WAKTU PENGAJUAN GUGATAN KE MK”


PANGANDARANNEWS.COM
  –  Usai memimpin Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran tahun 2020, yang digelar di Hotel Pantai Indah Timur, kepada sejumlah awak media Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin menyampaikan, pada hari ini KPU Pangandaran melaksanakan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara dalam tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati untuk tingkat kabupaten,  selanjutnya setelah hasilnya ditetapkan keseluruhan proses tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran dengan kekuatan hukum hasilnya akan dipublikasikan.

“Untuk pasangan calon Jeje Wiradinta-Ujang Endin Indrawan memperoleh 138.152 suara dan untuk pasangan Adang Hadari-Supratman 128.187 suara, “terang Muhtadin. (15/12)

Dikatakan Muhtadin, dan pada tahapan selanjutnya selama 3 hari kedepan pasca penetapan hari ini merupakan waktu untuk pasangan calon (paslon) atau pihak-pihak terkait yang barangkali ada hal-hal yang kurang puas serta ingin melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

“Waktunya 3 hari sejak KPU menetapkan hasil rapat pleno ini, yait sekitar pukul 13.00 tanggal 15Desember 2020, “jelas Mhtadin. 

Disoal aksi walkout dari saksi salahsatu paslon, Muhtadin mengatakan, secara prinsip tidak berpengaruh keabsahan proses rekapitulasi hasil perolehan suara dan dan jalannya proses rekap di tingkat KPU Kabupaten Pangandaran, tetapi hal ini menjadi catatan dalam kejadian khusus bahwa saksi dari pasangan calon nomor urut 2 tidak hadir, tidak menyaksikan proses rekap dari awal sampai akhir. 

“Namun sakali lagi saya katakan, secara prinsip sama sekali tidak berpengaruh terhadap keabsahan hasil daripada proses rekap ini, “jelas Muhtadin lagi.

Sebelum walkout, terang Muhtadin, aksi dari pasangan calon Adang Hadari-Supratman, menyampaikan beberapa catatan setidak-tidaknya ada 6 catatan terkait dugaan informasi adanya money politic dan beberapa catatan kejadian-kejadian yang menurut mereka menjadi sesuatu yang akan dilakukan proses selanjutnya.

Ia menambahkan, saat ini KPU sudah metetapkan rekap suara untuk hasil masing-masing pasangan calon termasuk juga proses bagaimana administrasi pencatatan data pemilih dan lain sebagainya, sedangkan proses penetapan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran terpilih nanti setelah KPU menerima buku register perkara konstitusi dari MK jika memang ada pihak yang melakukan gugatan.

Jadi, lanjut Muhtadin, setelah masa 3 hari pasca penetapan rekapitulasi hasil hari ini, kemudian KPU memeriksa dan mendapatkan informasi dari MK dengan bukti penerimaan Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK).

“Tapi jika tidak ada maka KPU pun akan menggelar rapat untuk menetapkan bupati-wakil bupati terpilih hasil tahapan Pilkada Kabupaten Pangandaran tahun 2020, “ucapnya.

Muhtadin juga mengatakan, tingkat partisipasi pemilih masyarakat pada Pilkada serentak Kabupaten Pangandaran tahun ini mencapai 83,88% di atas target nasional, 77,5 %. Dan merupakan tingkat partisipasi tertinggi dalam pelaksanaan Pilkada serentak di Jawa Barat tahun 2020.

Artinya, kata Muhtadin, antusias masyarakat Pangandaran ternyata sangat tinggi dalam pesta demokrasi ini, walau Pilkada tahun ini dilaksanakan saat situasi pandemi covid-19.

“Data yang ada pada kami jumlah persentase tertinggi di KecamatanSidamulih dan Cijulang, “terangnya.

Sementara msih di tempat yang sama, Divisi Hukum Komisioner KPU Jawa Barat, Reza Alwan Sovnidar, SH, menambahkan, pada prinsipnya, pertama KPU Provinsi Jawa Barat tentu memerintahkan KPU Pangandaran untuk menunggu selama 3 hari sejak diputuskan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten sesuai Peraturan MK nomor 6 tahun 2020 di pasal 7. 

Artinya, kata Reza, 3 hari sejak ditetapkan hasil pleno ini tanggal sekitar pukul 13, silahkan pihak yang mengajukan atau melakukan permohonan ke MK, dan KPU dalam posisi menunggu jika memang ada pihak yang mengajukan permohonan sengketa hasil pleno hari ini ke MK.

“Artinya lagi,  kami pihak KPU segera bersiap-siap untuk bersengketa, kira-kira begitu, “ujar Reza. 

Jadi dalam hal ini yang mengajukan keberatan atau sengketa ini dari paslon yang merasa dirugikan, dan KPU posisinya pasif, karena nanti di MK KPU akan mempertanggungjawabkan hasil kerja pada seluruh tahapan Pilkada. 

“Jadi nanti kami menunggu permohonannya seperti apa, kemudian dalil-dalil yang dimohonkan kepada majelis di mahkamah konstitusi seperti apa, ya nanti akan kami jawab “tegasnya. 

Jika ada ada tuduhan terkait kinerja, maka KPU siap dengan pembuktiannya. Juga saat dibutuhkan klarifikasi KPU pun akan melakukannya. Jadi pada prinsinya, kata Reza, KPU  'wait and see'.

Peraturan MK nomer 6 tahun 2020 merupakan pedoman untuk beracara di mahkamah konstitusi terkait dengan sengketa hasil pada pilkada 2020 ini. 

Terkait dengan selisih, MK membuat terobosan baru bahwa selisih hasil itu tidak menjadi syarat utama terhadap permohonan, tapi majelis tetap akan mempertimbangkan selisih itu sebagai pertimbangan pada saat memberikan keputusan. Artinya para pemohon boleh untuk mengajukan permohonan sengketa itu tidak hanya terkait dengan selisih, tapi bisa dengan variabel-variabel lain yang kemudian bisa disampaikan atau dimohonkan kepada Mahkamah Konstitusi karena prinsipnya MK ingin menjadi garda terakhir untuk para pencari keadilan. 

jadi sekali lagi, imbuh Reza, terkait selisih itu hanya jadi salah satu pertimbangan mahkamah, bukan kemudian menjadi syarat formil dari pengajuan. 

“Tapi pada prinsipnya apa pun itu kami akan menghargai karena itu hak dari siapapun untuk mengajukan sengketa, “ungkap Reza.

Dan apabila memang ada sengketa, maka, menurut Reza, KPU harus siap karena itu akan menjadi pembuktian bahwa kerja KPU sudah on the track, yang dalam bahasa sederhananya itu merupakan sarana pembelaan untuk membuktikan kinerja KPU.

“Jadi kami harus siap dan harus menghormati siapapun yang memang sengketa, karena itu hak, “pungkasnya. (PNews)


INI SELENGKAPNYA HASIL RAPAT PLENO REKAPITULASI PENGHITUNGAN SUARA PILKADA PANGANDARAN 2020






 

RAPAT PLENO TERBUKA KPU TETAPKAN PASLON JEJE WIRADINATA-UJANG ENDIN INDRAWAN MENANGKAN PILKADA PANGANDARAN 2020

PANGANDARANNEWS.COM - Seperti sudah diprediksi sebelumnya dari sejumlah metode hitung cepat (quik count), dalam hasil perhitungan suara dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten KPU Pangandaran dimenangkan pasangan calon (paslon) nomer urut 1 Jeje Wiradinta-Ujang Endin Indrawan.

Pada rapat Pleno yang merupakan tahapan akhir dari seluruh rangkaian proses Pilkada, secara resmi KPU menetapkan  hasil Pilkada serentak tahun 2020 Kabupaten Pangandaran Paslon nomer urut 1 (Juara) meraih suara 138.152 (51,87 %) dan nomer urut 2 (Aman) 128.187 (48,13 %) suara dari total 266.339 surat suara yang sah setelah dikurangi surat suara yang tidak sah sebanyak 3.495.

Dalam pleno yang dilaksanakan di Hotel Pantai Indah Timur (15/12), juga diwarnai dengan aksi walk out saksi dari paslon nomer urut 2, karena menurut mereka dalam Pilkada yang dilaksanakan tanggal 9 desember lalu ini telah terjadi beberapa kecurangan, diantaranya maraknya politik uang.

Namun walau tanpa saksi dari salahsatu paslon, menurut Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, pihaknya tetap melanjutkan rapat pleno ini. 

“Secara prinsip KPU menghormati sikap yang diambil dari tim nomer urut 2, Adang Hadari-Supratman, “ujarnya.

Pada kesempatan lainj Muhtadin juga mengatakan, jumlah partisipasi pemilih di Kabupaten Pangandaran mencapai 83,88 %, dan ini merupakan jumlah tertinggi dalam penyelnggaraan Pilkada serentak di Jawa Barat.

“Ini melebihi dari target nasional sebesr 75 %, “jelasnya. (PNews)


DI PENGHUJUNG TAHUN 2020 DPRD PANGANDARAN TETAPKAN TIGA PERDA

PANGANDARANNEWS.COM – Di penghujung tahun 2020 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran menggelar rapat paripurna untuk menetapan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Seperti disampaikan Ketua DPRDPangandaran, Asep Noordin H.M M, kepada sejumlah wartawan usai memimpin rapat paripurna di gedung DPRD, tiga Raperda tersebut diantaranya raperda tentang perubahan ketiga Perda nomor 31 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran. 

“Perda ini menyesuaikan peraturan perundang-undangan diatasnya yang berkaitan dengan tipe dinas, ”jelasnya. (14/12)

Kedua, lanjut Asep, raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), karena raperda ini sudah cukup lama dibahs karena ada materi-materi yang perlu penyesuaian dan pada rapat paripurna hari ini sepakat untuk ditetapkan.

Dengan telah disahkanya Perda KTR ini, kata Asep, diharapkan di seluruh kantor milik pemerintah daerah harus secepatnya membuat area khusus untuk perokok, dan Perda ini juga merupakan bentuk penyempurnaan penetapan Kabupaten sehat.

Ia menambahkan, berkaca dari daerah-daeah lain yang tidak mempunyai area khusus ntkperokok, maka Perda ini harus manusiawi walaupun tjuan dibuat area khusus  merokok ini untuk mengurangi jumlah perokok, dan ini harus dilakukan secara perlahan karena ini menyangkut merubah kebiasaan seseorang, tapi paling tidak dengan adanya Perda ini  minimal dapat mengurangi jumlah perokok.

Dan di kawasan-kawasan bebas rokok, khususu di lingkngan pendidikan dan tempat ibadah,  kata Asep, wajib tanpa rokok. Dan ini akan diatur lebih jauh dengan Peraturan Bupati (Perbup). Seperti  kalau di serambi masjid boleh tidak, itu nanti akan diatur oleh Perbup.

“Dan tujuan dibuat area khusus merokok, ini jelas bukan untuk membuat orang tambah enak merokok,”tegasnya.

Dan raperda yang ketiga, masih kataAsep, terkait penyertaan modal pemerintah daerah pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta BPR BKPD Pangandaran dan Cijulang, sehingga diharapkan dengan adanya penyertaan modal dari pemda ini perusahaan daerah ini bisa betul-betul menjad perusahaan yang efektif walau masih cukup berat karena aset ini baru diserahkan dari Kabupaten Ciamis.

“Kita perlu mulai tingkatkan sumber daya manusia dan sarana prasananya, dan mudah-mudahan langkah ini BUMD milik Kabupaten Pangandaran  bisa lebih pesat perkembangannya, “imbuh Asep.

Asep juga mengatakn, DPRD merinci besaran penyertaan modal dua BUMD tersebut berbeda-beda, diantaranya untuk BPR BKPD Pemda memberikan penyertaan modal sebesar RP 2,5 milyar dan untuk PDAM sebesar Rp 1,2 milyar. 

“Nilai ini mungkin masih jauh dengan yang diharapkan tapi mudah-mudahan di tahun kedua APBD kiat bisa memberikan lebih besar sehingga pelayanan pada masyarakatdi sektor perbankan  bisa terlayani dengan baik,”pungkasnya. (PNews)


PENGHITUNGAN SUARA HASIL PILKADA TASIKMALAYA DI KECAMATAN KARANGNUNGGAL BERJALAN TERTIB DAN LANCAR

Pangandarannews.com/tasiknews- Tiga hari setelah pencoblosan PPK Kecamatan Karabgnunggal  melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Kabupaten Tsikmalaya  tingkat kecamatan, yang dihadiri Ketua Panwas Kecamatan Karangnunggal, Adang Wahyu, jajaran forum pimpinan Kecamatan, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, Stp.,MM, Danramil 1215/Krn Mayor Inf Kurniadi, Kapolsek Karangnnggal, Kompol H Asep Ishak, Sip, serta saksi dari masing-asing Pasangan Calon (Paslon).

Kepada awak media, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, mengatakan, ia berharap semua stakeholder bisa bekerjasama dengan niat tulus dan ikhlas untuk mendapatkan hasil yang baik dari sebah pesta demokrasi, dalam hal ini untuk memilih kepala Daerah Kabupaten Tasikmalaya

“Dari hasil proses yang baik serta memenuhi keadailan bagi sema pihak, Insaalloh dapat menghasilkan yang terbak, “ungkapnya. (12/12) 

Berbeda andangan dan berbeda pilihan, kataAsep,  itu merpakan sebah dinamika dalam berpolitik, karena kesuksesan penyelenggaraan Pilkada merpakan tujuan bersama untuk Kabpaten Tasikmalaya agar lebih maju dan bermartabat.

Sementara Kapolsek Karangnnggal, Kompol H Asep Ishak, Sip, berharap agar kegiatan Pilkada ini bisa berjalan demokratis serta tetap menjaga protokol kesehatan.

“TNI dan Polri siap menjaga keamanan pemilihan kepala daerah ini karena ini merupaan salahsat bkti kepedulian pihak keamanan pada suksesnya penyelenggaraan Pemilukada,”ucap Asep. (ANWARWALYO)


SEJUMLAH KOMUNITAS SEPEDA IKUTI GOWES BARENG TRECK CIPATUJAH-PANGANDARAN

pangandarannews.com/tasiknews - Di tengah pandemi covid-19, olahraga bersepeda makin banyak digemari masyarakat dan bisa menjadi kegiatan di akhir pekan.

Seperti yang dilakukan sekitar 243 pencinta olahraga bersepeda, yang menikmati gowes bareng dengan menyusuri pantai Sindangketa-Ciatujah, Pamayang Tasikmalaya sejauh 95 kilo meter sambi menikmati indahnya sinar matahari dan panorama alam pantai hingga akhir route berakhir di Pangandaran.

Yuli , salah seorang pecinta Gowes sepeda asal cipatujah, mengatakan, ia sangat menikmati sekali perjalanan bersepeda bersama komunitas sambil menikmati pemandangan pantai.

 “Panorama di pantai ini indah, sesekali kami juga berswafoto, kegiatan ini tentunya bisa  menyehatkan badan dan pikiran pun menjadi fresh,” ujarnya. (12/12)

Yuli mengatakan, aktivitas ini selain untuk berolahraga juga bisa sambil berwisata sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk antisipasi melawan korona, tentunya dengan tetap menjalankan prokoler kesehatan.

Hal senada juga disampaikan salah satu pecinta gowes asal cipatujah Ade Kaca , selain biaya murah, berolahraga sepeda ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi antara komonitas sepeda.

Seperti diketahui, kegiatan gowes ini merupakan acara yang digelar hasilkerja bareng GoBAr CGC, Pessac +Srikandi Pessac Ciawi Tasik, D'virgo Banjar, Kosaci Sindangkerta serta dukungan Dirut Bank CIJ, Imam Dermawan, Ade Kaca, Mandiri Elektro, Hammer, D & N Bike, Avatar Fotocopy, Bos Nurdin Lehor, Bos Chifluk dan semua komunitas gowes yang sudah turut berkontribusi hingga acara bisa berjalan  lancar. (ANWARWALUYO)


HINGA TADI MALAM HASIL HITUNG CEPAT PASANGAN JUARA UNGGULI AMAN DI PILKADA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM- Hingga tadi malam pukul 19.20, (9/12) berdsarkan hasil hitung cepat (quick count) Pilkada serentakKabupaten Pangandaran 2020, pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan (Juara)  unggul atas pasangan Adang Hadari-Supratman (Aman).

Seperti yang dilansir Versi hitung cepat (quick count/QC) LSI Denny JA Rabu 9 Desember 2020 hingga pukul 17.11 WIB, paslon Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan menang dengan rincian perolehan pasangan Jeje-Ujang mengumpulkan 51,90 persen suara, sementara untuk pasangan Adang-Supratman 48,10 persen. Jeje-Ujang meraih 138.464 suara sementara Adang-Supratman 128.227 suara.

Hitung cepat ini sendiri merupakan hasil dari metode verifikasi pemilihan kepala daerah yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel, dan dengan perbandingan tersebut, menurut hasil quick count pasangan nomer 1 Jeje-Ujang Indrawan (Juara) memenangi Pilbub Pangandaran tahun 2020.

Namun hasil resmi Pilkada serentak Kabupaten Pangandaran tahun 2020 secara resmi masih menunggu penghitungan oleh KPU Pangandaran yang dilaksanakan secara manual. 

Berikut data quick count Pilbup Kabupaten Pangandaran versi LSI Denny JA hingga pukul 16.52 WIB (9/12) dengan Data yang sudah masuk 100 %.

Kecamatan Cimerak dengan jumlah TPS 89 dan pengguna hak pilih 8969 orang dimenangkan pasangan Aman dengan 51,12 persen suara, sedangkan pasangan Juara mendapatakan 48,88 persen suara.

Kecamatan Langkap Lancar dengan jumlah TPS 107 dan pengguna hak pilih 7478 dimenangkan oleh pasangan Aman dengan 50,13 persen suara sementara pasangan Juara mendapat 49,87 persen suara.

Kecamatan Parigi dengan jumlah TPS 82 dan pengguna hak pilih 5742 orang dimenangkan oleh pasangan Aman dengan 52,28 persen suara. Sedangkan pasangan Juara mendapatakan 47,72 persen suara.

Kecamatan Cigugur dengan jumlah TPS 44 dan pengguna hak pilih 1673 orang dimenangkan oleh pasangan Aman dengan 55,77 persen suara. Sedangkan pasangan Juara mendapatakan 44,23 persen suara.

Kecamatan Cijulang dengan jumlah TPS 54 dan pengguna hak pilih 3809 orang dimenangkan oleh pasangan Aman dengan 53,50 persen suara. Sedangkan pasangan Juara mendapatakan 46,50 persen suara.

Kecamatan Sidamulih dengan jumlah TPS 56 dan pengguna hak pilih 5013 orang dimenangkan oleh pasangan Juara dengan 51,33 persen suara. Sedangkan pasangan Aman mendapatakan 48,67 persen suara.

Kecamatan Pangandaran dengan jumlah TPS 110 dan pengguna hak pilih 3745 orang dimenangkan oleh pasangan Aman dengan 52,52 persen suara. Sedangkan pasangan Juara mendapatakan 47,48 persen suara.

Kecamatan Kalipucang dengan jumlah TPS 69 dan pengguna hak pilih 4451 orang dimenangkan oleh pasangan Juara dengan 58,17 persen suara. Sedangkan pasangan Aman mendapatakan 41,83 persen suara.

Kecamatan Padaherang dengan jumlah TPS 127 dan pengguna hak pilih 6718 orang dimenangkan oleh pasangan Juara dengan 59,54 persen suara. Sedangkan pasangan Aman mendapatakan 40,46 persen suara.

Kecamatan Mangunjaya dengan jumlah TPS 62 dan pengguna hak pilih 7698 orang dimenangkan oleh pasangan Juara dengan 61,25 persen suara. Sedangkan pasangan Juara mendapatakan 38,75 persen suara. (PNews)


POLRES CIAMIS PETAKAN SITIM PENGAMANAN DALAM PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM – Jelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 Kabupaten Pangandaran sejumlah persiapan terus dilakukan, termasuk sektor pengamanan. 

Seperti disampaikan Kapolres Ciamis, AKBP Dony Eka Putra, pihaknya akan menerapkan tiga pola pengamanan dengan menyesuaikan tingkat kerawanan di masing-masing TPS, antara lain, pola TPS kurang rawan untuk 6 TPS dijaga 2 polisi, TPS rawan 2 TPS dijaga 2 polisi dan sangat rawan 2 TPS dijaga 4 polisi.

Disoal TPS mana saja dengan tingkat kerawan tinggi, Doni enggan berkomentar, namun kata Doni, Polri tentu harus bisa membacaTPS mana saja dengan katagori kurang rawan, rawan dan sangat rawan.

“Selain tingkat kerawan di TPS kami juga harus tahu zona merah COVID-19, salahsatunya dengan mekukan pendekatan ke tokoh masyarakat dan agama, “terang Doni, usai mengikuti gelar apel pergeseran pasukan pengamanan Pilkada Kabupaten Pangandaran, bertempat di lapang Grand Pangandaran.(7/12)

Doni mengatakan, ia menekankan kepada jajarannya agar mampu memahami tugas pokok dan peranan serta tanggung jawab Polri dalam pesta demokrasi ini, antara lain, menjagaagar proses Pilkada ini berjalan dengan sukses tanpa ekses seperti yang disampaikan (Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) saat melakukan kunjungan ke Pangandaran beberapa hari lalu.

Menurutnya ada 4 sasaran dari kegiatan pengamanan ini, orang individu maupun kelompok penyelenggara, menjaga barang ataupun bangunan pemerintah, menjaga benda-benda yang menyangkut dokumen-dokumen penting seperti surat suara yang perlu serta sangat penting sekali dijaga dan kegiatan ini sudah berjalan dari awal pelaksanaan tahapan pilkada.

Doni juga menyampaikan terimakasih kepada TNI, Satpol PP dan Linmas, karena dengan kerjasama yang sinergitas yang terukur hingga tahapan hari tenang kondisi Pangandaran tetap kondusif. 

“Mari kita sukseskan Pilkada Pangandaran tahun 2020 ini, dan yang lebih penting saat pemungutan suara nanti tidak terjadi klaster penularan COVID-19,"pungkasnya. (PNews)


DIPREDIKSI ARUS WISATAWAN KE PANGANDARAN SAAT LIBUR NATAL DAN TAHUN BARU AKAN MELONJAK

PANGANDARANNEWS.COM - Kunjungan wisatawan ke daerah Pangandaran pada libur natal dan tahun baru diperkirakan akan meningkat. 

Seperti disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik, tentunya tingkat pengawasan dan pemantauan terkait penerapan protokol kesehatan (Prokes) dari para pengelola industri pariwisata, seluruh stake holder dan pemerintah daerah pun harus memberikan  perhatian khusus.

Usai melakukan monitoring di sektor akomodasi, kata Dedi, diperoleh informasi tingkat pemesanan  di beberapa hotel, untuk tanggal 24 sampai 31 Desember 2020, terjadi lonjakan sekitar 40 persen dan diperkirakan ini akan terus meningkat. 

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar betul-betul penerapan prokes berjalan dengan baik, “ujarnya. (5/12)

Pemantauan prokes di Pangandaran yang mengandalkan sektor pariwisata, harus dilakukan secara konsisten dan hanya jangan terpaku pada momen tertentu serta selalu merujuk pada waspada Covid19 walau saat ini Pangandaran berada di level kuning (rendah), tapi ini jangan membuat kewaspadaan menurun dan masyarakat pun harus tetap disiplin.

Diakui Dedi, tingginya minat wisatawan pada momen libur panjang di akhir tahun memang menjadi peluang untuk memulihkn perekonomian masyarakat, tapi sisi lain di saat pandemi Covid-19  yang terjadi sepanjang tahun ini juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Dua hal itu harus bisa berjalan beriringan, “tegasnya. (PNews)


INI JUMLAH KEKAYAAN YANG DIMILIKI KEDUA PASLON DI PILKADA PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS.COM –
Bertempat di sekretariat di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, hari kemarin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kedua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang akan berlaga pada Pilkada serentak Kabupaten Pangandaran tahun 2020, yang berlangsung di Aula KPU Minggu ( 06/12)
Paslon dengan nomer urut 1 (Juara), calon bupati Jeje Wiradinata memiliki kekayaan Rp 1.462.972.227, dan calon wakil Ujang Endin,total kekayaannya bernilai  Rp 6.692.907.500.

Sementara dari Paslon nomor urut 2 (Aman) Calon Bupati Adang Hadari memiliki harta kekayaan total senilai Rp 17.584.758.033, sedangkan wakilnya Supratman Rp 1.572.469.320.

Menurut Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, kedua pasangan calon harus mengumumkan harta kekayaan kepada publik agar diketahui masyarakat, dalam aturannya maksimal dua hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara yang akan dilaksanakan tanggal 9 desember 2020.

“Pengumuman harta kekayaan ini ada di PKPU Nomor 3 Tahun 2017 pasal 74, dan ini harus dipublikasikan agar masyarakat mengetahui kekayaan yang dimiliki masing-masing calon, “kata Muhtadin.  (PNews)

KADES CIBALONG: “BUDAYA GOTONG-ROYONG WARGA JADI MODAL UTAMA PEMBANGUNAN DESA”

Pangandarannews.com/tasiknews - Suksesnya sebuah program di tingkat desa tentu ini merupakan  dari kekuatan dan sinegritas BPD. LPM dan tokoh  masyarakat sebagai salah satu unsur utama dalam pembangunan, karena pemberdayaan masyarakat merupakan modal utama dalam program membangun desa mandiri baik dalam pembangunan fisik maupun non fisik.

Sepeti yang dilakukan Pemerintahan Desa Cibalong Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya yang terus menggiatkan program pemberdayaan masyarakatnya untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan, mulai sejak perencanaan, pelaksanaan hingga melakukan evaluasi.

Menurut Kepala Desa Cibalong, Rahmat Sutendi, pemdes membuka akses informasi kegiatan yang ada di desa karena informasi akan menumbuhkan partisipasi sehingga prinsip-prinsip pengelolaan keuangan desa yang transparan dapat diimplementasikan dan pembangunan pun akan sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat.

Rahmat mengungkapkan, masyarakat merupakan pelaku langsung serta unsur penting dalam proses pembangunan yang ada di desa, sehingga hampir seluruh program kegiatan Desa Cibalomg selalu melibatkan warga karena kunci keberhasilan program pembangunan bergantung dari sinergitas Pemdes, perangkat dan lapisan masyarakat.

Budaya gotong-royong dan budaya rembug, kata Rahmat, merupakan kearifan lokal yang hingga saat ini masih kental dalam menyelesaikan segala permasalahan, dan ini menjadi adalah modal utama dari pembangunan.

“Dalam setiap program saya selalu berharap agar masyarakat ikut andil dan berpartisipasi karena Sekecil apapun sumbangsih dan partisipasi masyarakat akan sangat bernilai bagi progress pembangunan dan kemjuan desa, maka mari membangun desa mandiri, “tutur Rahmat. (ANWARWALUYO)


HARI PERTAMA MASUK KERJA BUPATI PANGANDARAN GELAR RAKOR PERSIAPAN PILKADA

PANGANDARANNEWS.COM –Di hari pertama kembali bertugas setelah menjalani cuti selama 70 hari, Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, kembali menghimbau kepada masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Pangandaran agar ikut mensukseskan Pilkada serentak Pangandaran tahun 2020 yang akan digelar tanggal 9 desember.

Ia mengatakan, tanggngjawab penyelenggaraan pilkada bukan hanya di pundak penyelenggara, tapi tugas semua lapisan masarakat dan pemerintah daerah.

“Ini bukan hanya tugas KPU, tapi seluruh jajaran pemerintah hinggake tingkat desa, “kata Jeje kepada sejumlah awak media usai memimpin rapat kordinasi di aula setda.(7/12)

Tingginya tingkat parisipasi pemilih dalam sebuah Pilkada merupakan salahsatu indikator suksesnya pesta demokrasi rakyat, sehingga ini menjadi upaya semua agar masyarakt yang sudah terdaptar di Daptar Pemilih Tetap (DPT) bisa datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya.

“Dalam rakor tadi, kata Jeje, ia juga meminta kepada seluruh camat dan kepala desa agar senantiasa memantau ke TPS yang ada pada peta rawan bencana, karena sekarang musim hujan sehingga rawan terjadi banjir dan longsor di beberapa wilayah.

“Saya intruksikan agar segera menggelar rapat koordinasi dengan para kepala desa di wilayah masng-masing untuk menyampaikan hasil rakor hari ini, “terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin menyampaikan tahapan-tahapan pilkada yang sudah dilaksanakan dan sekarang masuk ke tahapan yang krusial.

Kata Muhtadin, sampai saat ini KPU telah melaksanakan distribusi logistik, seperti surat suara, alat kelengkapan administrasi dan lainnya  ke tingkat kecamatan, dan selanjutnya kelengkapan tersebut menuju tiap-tiap TPS. 

“Logistik ini besok akan disimpan di rumah ketua atau anggota KPPS terdekat ke lokasi TPS, dan tentunya setelah dibuat berita acara, “ungkap Muhtadin. (PNews)


KARENA KESAL WARGA CIRANCA RAMAI-RAMAI TANAM POHON PISANG DI TENGAH JALAN

Pangandarannews.com/tasiknews – Karena merasa kesal dengan kondisi jalan yang rusak dan tidak pernah dilakukan perbaikan, sejumlah warga Dusun Ciranca Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya pun menanam pohon pisang di tengah-tengah jalan yang berlumpur dengang digantungi tulisan “punten Bupati, tasikamalya , jalan Kabupaten teu diomean tos lami, rakyat tos ripuh” (maaf Pa Bupati, ini jalan Kabupaten sudah lama tidak diperbaiki, rakyat sudah kesulitan).(6/12)

Seperti disampaikan salah seorang warga, Asep Hilman, dalam akun media sosialnya, warga sudah merasa kesal karena  jalan di wilayahnya tidak kunjung diperbaiki sehingga warga pun sulit beraktivitas dengan kondisi jalan berbatu dan berlumpur saat turun hujan.

"Karena kesal, kami pun menanam pohon pisang di tengah jalan, “ujarnya. (6/12).  

Asep menyebutkan, akibat jalan rusak tidak jarang pernah terjadi kecelakaan seperti yang dilami salah seorang pedagangyang dagangannyan tumpah akibat kendaraannya tergelincir karena kondisi jalan berbatu dan becek.

Asep pun mendesak agar Pemkab Tasikamalaya memberi perhatian dan segera memperbaiki kondisi jalan yang menghubungkan dua desa lainnya di Kecamatan culemega.

“Apalagi Desa Nagrog memililki potensi wiasata yang bisa dikembangkan dan menjadi andalan ekonomi warga, “imbuhnya.

Menurutnya, di satu sisi sumber daya dimanfaatkan tapi sudah bertahun-tahun sarana jalan tidak kunjung diperbaiki. 

Jalan ini disini, kata Asep, dari dulu sampai sekarang warnanya merah, padahal jalan ini menjadi akses warga sehari-hari untuk menuju ke Taraju.

Asep mengatakan, tahun lalu wakil gubernur jawa barat pernah menjanjikan anggaran untuk pengaspalan, tapi sampai sekarang hingga tahun 2020 sudah mau habis masih belum ada realisasinya.

Asep juga mengancam, warga Dusun Ciranca dalam Pilkada serentak Kabupaten Tasikmalaya tahun ini akan memilih golput agar ada perhatian dari pemerintah daerah.

Asep mengatakan, untuk sementara sekarang warga pun berinisiatif memperbaiki jalan walau hanya cukup untuk memperbaiki beberapa meter saja dengan cara mengumpulkan uang dari pembagian bantuan terdampak Covid-19 untuk biaya membeli semen.

 “Dulu tahun 2001 Bupati Tasikmalaya ernah datang dan berjanji akan memperbaiki jalan disini, namun ternyata janji itu tidak pernah ada realisasinya, “kata Asep.(ANWARWALUYO)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN