TINGKATKAN KINERJA DESA, PEMDES SE-KABUPATEN TASIKMALAYA IKUTI SOSIALISASI SIPADES

TASIKNEWS-Sebanyak 351 Desa di Kabupaten Tasikmalaya beberapa hari lalu mengikuti kegiatan Sosialisasi Tentang Aplikasi Aset Desa (Sipades) Tahun Anggaran 2019, bertempat di Hotel Mangkubumi.(27/12)

Kegiatan dilaksanakan dalam 4 tahap, dengan mengundang para Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha Umum dan Sekretaris Desa (Sekdes), yang dilaksanakan dari tanggal 27 hingga 29 Desember 2019. Kegiatan ini merupakan salah satu program wajib dari Direktorat Fasilitasi Aset Pemerintahan Desa Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri RI.

Bupati Kabupaten Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, dalam sambutannya, mengatakan, sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa bahwa aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan milik desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dan perolehan hak lainnya yang sah.

“Maka dalam pengelolaannya pun dibutuhkan beberapa asas yang meliputi; fungsional, kepastian hukum, transparan, keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai, “ungkapnya.

Untuk itu, kata Ade, upaya yang dilakukan Ditjen Bina Pemerintahan Desa dalam meningkatkan kinerja pengelolaan aset desa, menyiapkan sebuah instrument aplikasi, yaitu  Sipades. Karena Sipades merupakan produk aplikasi yang dibangun dan dikembangkan secara mandiri oleh Ditjen Bina Pemerintahan Desa sejak tahun 2018 lalu.

Ade menambahkan, dengan keberadaan aplikasi Sipades ini, maka akan sangat membantu pemerintah desa dalam mengelola asetnya, khususnya dalam  menertibkan kepemilikan aset desa; menertibkan penggunaannya agar lebih berdayaguna dan berhasilguna serta mampu membantu menyajikan laporan kekayaan dan kodefikasi aset desa sesuai perundangan berlaku. Aplikasi Sipades juga berfungsi menjadi alat untuk melakukan pengawasan, monitoring dan evaluasi  bagi pemerintah dan pemerintah daerah, baik provinsi  maupun kabupaten/kota.

“Juga bisa dimanfaatkan dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi pembinaan dan pengawasan  pengelolaan keuangan desa dan aset desa, “terang Ade. (ANWARWALUYO-UDI RUSWANDI)

SELAIN MERUSAK KEINDAHAN LINGKUNGAN SAMPAH DI SELOKAN KOMPLEK DADAHA BISA JADI SUMBER PENYAKIT

TASIKNEWS-Selokan yang seharusnya menjadi tempat sirkulasi mengalirnya air dan pembuanganpada saluran di tepi jalan sekarang tak lagi menjadii menjadi tempat aliran air sesuai fungsinya.Pasalnya, sarana tersebut kerap kali menjadi wadah pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar, sehingga saluran air tersebut menjadi tersendat bercampur sampah plastik dan sampah jenis lainnya.

Kondisi ini diperparah saat musim hujan tiba, akibatnya pun sudah bisa dipastikan, selokan kerap menimbulkan bau menyengat karena tumpukan sampah yang tersendat hingga berlarut-larut.
Seperti yang terjadi di komplek olah raga Dadaha  Kota Tasikmalaya, sepanjang selokan di tepi jalan di area tersebut kini dipenuhi berbagai macam jenis sampah, mulai dari botol miras, botol plastik hingga bekas pembungkus makanan.

Demikian diungkapkan salah seorang warga Kawalu, yang enggan ditulis identitasnya. Ia mengatakan, terjadinya penumpukan sampah pada selokan diakibatkan dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, dan selain itu pihak pengelola kawasan pun terkesan enggan mensosialisasikan terkait lingkungan yang bersih dan asri, sehingga kesadaran hidup sehat dengan lingkungan yang bersih warga pun masih rendah. Dan akibatnya, saat musim hujan tiba selokan yang seharusnya berfungsi sebagai saluran air pun tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Karena selokan tersebut tersumbat sampah-sampah yang menumpuk sehingga air pun meluap hingga ke tengah jalan.

“Bukan saja pemandangan kota menjadi tidak indah, dampak tersebut pun kerap menjadi sumber berbagai penyakit, seperti deman berdarah, malaria atau  chikungunya, “ungkapnya.(29/12)

Ia mengatakan, selain warga yang kurang menjaga lingkungan, di sepanjang  komplek olah raga  dadaha fasilitas atau sarana tempat sampah yang disediakan pemerintah pun kondisinya sudah rusak. Oleh karena itu mungkin sebaiknya pemkot bisa lebih berperan dalam mengatasi permasalahan ini, seperti dengan membuat papan peringatan atau himbauan.

Namun menurutnya, pemerintah pun tidak cukup hanya dengan memberikan slogan-slogan ataupun himbauan saja, karena pemerintah juga harus hadir memberikan sosialisasi secara langsung terhadap masyarakat serta membangun sarana pembuangan sampah dan lainnya, sehingga kesadaran masyarakat pun akan terbangun terkait  pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan, kenyamanan dan keindahan kota.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian instansi pengelola, karena Dadaha ini sudah menjadi area publik tempat berolahraga dan bersantai warga, “imbuhnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

PASCA DILANTIK, 30 PANWASCAM SE-KABUPATEN PANGANDARAN IKUTI BIMTEK

PANGANDARANNEWS-Pasca dilantik, 30 orang Penitia Pengawas Kecamatan (Pnaswascam) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran selama 3 hari di Hotel Aquarium.(28/12)

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Koordiv Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zaki Hilmi, menyampaikan beberapa arahan terkait evaluasi pemilu 2019 untuk dijadikan acuan pada pilkada 2020 mendatang di Kabupaten Pangandaran.

Dikatakan Zaki, Panwascam harus lebih fokus pada tiga persoalan, antara lain netralitas ASN, integritas penyelenggara dan money politic.

“Dalam sistim administrasi pun agar bisa lebih rapih karena semua kerja kita memang harus teradministrasi dengan baik dan utuh" ungkapnya.

Pada kesempatan lain, Ketua Bawaslu Pangandaran Iwan Yudiawan, mengatakan Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan mempertajam pengetahuan para anggota Panwascam periode 2019–2020 dalam rangka pengawasan tahapan Pemilihan Bupati & Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran tahun 2020.

Iwan jugaberharap, bimtek ini dapat memberikan pengetahuan bagi seluruh anggita panwascam serta dapat mengaplikasikan pada saat melakukan pengawasan pada pilkada nanti.

8 modul dalam waktu 3 hari 2 malam ini kegiatan bimtek ini, menurut Iwan, dirasa cukup untuk membekali Panwascam dalam menjalankan tugasnya nanti.

“Untuk tindak lanjut kegiatan ini  secara berkala kami akan melakukan monitoring perkembangan hasil Bimtek dengan melakukan supervisi ke sekretariat Panwascam di masing-masing kecamatan"tegas Iwan.

Sementara Koordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran, Uri Juwaeni,  delapan modul yang disampaikan dalam bimtekini berisi terkait dengan hal-hal yang harus dilakukan Panwascam dalam tugas nanti, ditambah dengan 1 materi kehumasan sebagai pelengkap bekal dalam menjalankan pengawasan pada pilkada 2020 di Kabupaten Pangandaran.

8 modul tersebut, kata Uri, berisi modul 1 tentang bina suasana dalam kelas selama kelas berlangsung dan  modul 2, 3, 4 tentang Sumber Daya Manusia (SDM)  yang berkaitan denga rekrutmen PPL dan PTPS, pengelolaan sumber daya manusia, serta nilai-nilai dasar pengawas pemilihan.

Uri menambahkan, modul 5 terkait dengan pencegahan dan hal teknis yang menyangkut administrasi dalam melakukan pengawasan, dan untuk modul 6 dan 7 berisi tentang penanganan pelanggaran serta simulasi-simulasi persidangan dan sengketa cepat.

“Dan yang terakhir modul 8 berisi tentang teknis membuat laporan akhir pengawasan, “pungkasnya. (Tn)

BEBERAPA WISATAWAN MENGAKU SULIT MENCARI ALAMAT DI OW PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS-Ini dialami beberapa wisatawan saat harus mencari alamat hotel yang menjadi tempatnya menginap ketika berwisata ke Obyek Wisata (OW) Pangandaran.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang yang menjual pakaian pantai, ia mengatakan, ada seorang wisatawan berkeluh kesah karena pusing mencari alamat hotel.

“Padahal katanya ia sudah beberapa kali berkeliling mencari nama jalan yang ternatum dalam kartu nama sebuah hotel, “tuturnya.(29/12)

Hal senada dikatakan Hadi (49), wisatawan asal Kota Baru Cibaduyut Bandung, rencananya ia akan menginap di sebuah hotel referensi dari teman kerjanya. Tapi setelah lama berputar-putar mencari nama jalan alamat hotel tersebut, tidak ditemukan.Tidak hanya itu, Hadi pun mencoba browsing mencari di google map, nama jalan tersebut memang ada.

“Sudah saya cari di setiap jalan, tapi ternyata jalan yang ada di obyek wisata Pangandaran tidak ada papan nama jalannya, “ungkapnya.

Sementara saat ditemui di sela-sela kesibukannya mengatur arus lalu-lintas, Sekretaris Dinas Perhubungan, H. Iwan Juanda, mengatakan, memang jalan yang ada di obyek wisata Pangandaran sudah lama tidak papan petunjuknya (nama jalan).

Diakui Iwan, memang sekilas seperti tidak terlalu penting, tapi sebenarnya hal ini sangat mendasar mengingat  wisatawan yang berlibur ke Pangandaran sudah pasti memerlukan petunjuk jalan.

“Tentunya ini akan menjadi masukan, karena kita memang harus memberikan pelayanan prima pada wisatawan yang datang ke Pangandaran, “kata Iwan.

Tapi jika berbicara kewenangan, apakah ini ada di dishub atau di dinas lain, menurut Iwan, ia akan melakukan kordinasi lintas SKPD, sehingga nantinya tidak terjadi tumpang tindih kewenangan,  apakah ini di dihub atau dinas PU atau dinas lainnya, nanti akan dikordinasi dulu.

“Dan jika ini kewenangan Dishub, tapi karena ini menyangkut anggaran mungkin nanti jika sudah ada kepala dinas, “pungkasnya. (PNews)


BERHASIL MENJADI DESA DIGITAL, PAPAYAN DIGANJAR MASCARA DARI PEMPROV JABAR

TASIKNEWS-Tahun ini, untuk yang kedua kalinya Desa Papayan Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, meraih penghargaan dari Provinsi Jawabarat berupa kendaraan roda empat, setelah  sebelumnya pada peringatan HUT Kemerdekaan RI beberapa bulan lalu, Papayan juga mendapatkan satu unit motor roda tiga penghargaan untuk juara satu lomba pembuatan gapura tingkat kabupaten. Dan untuk kali ini sebuah mobil aspirasi kampung juara (Mascara) berikut peralatan diterima Desa Papayan yang diserahkan langsung sekda Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Zein, bertempat di halaman kantor desa. (28/12).

Kepada beberapa awak media, Kepala Desa Papayan, Sumarna,SPd,M.MPd, mengatakan, penghargaan Mascara ini merupakan penghargaan sebagai desa digital, yang diterima bersama 5 desa lainnya di Kabupaten Tasikmalaya.

“Tentunya ini merupakan sebuah kebangaan tersendiri sebagai kapala desa yang baru dilantik, karena penghargaan ini bisa jadi barometer kinerja saya ke depannya, “ungkapnya.

Dengan penghargaan ini, kata Sumarna, tentunya menjadi beban tanggungjawab untuk membawa Desa Papayan ke depan agar bisa lebih baik lagi, dan harus ada capaian prestasi lagi  selama periode kepemimpinannya. Dan keberhasilan yang sudah dicapai selama ini tentunya tidak lepas dari rasa kebersamaan, kegotongroyongan semua lembaga desa, aparatur desa dan masyarakat.

“Keberhasilan ini juga merupakan hasil dari perjuangan kepala desa periode sebelumnya, Pa Undang dan Pjs Ibu Susi Susilawati, yang sudah memberikan karya terbaiknya untuk Papayan. “kata Sumarna lagi.

Sementara menurut Kepala Desa Papayan periode lalu, Undang, penghargaan ini merupakan bentuk perjuangan yang dirintis untuk menuju Desa Papayan Melek  IT (Informasi Teknologi). Dan keberhasilan menjadi desa digital ini tentunya tidak lepas dari peran serta semua elemen masyarakat, salah satunya dengan ikut bergabung di Pancamandala.

Undang menambahkan, dengan adanya internet di masyarakat semua program  desa bisa diakses langsung oleh  masyarakat, bahkan  informasi di belahan dunia pun sudahada di dalam rumah, tinggal pertanyaannya, apakah  masyarakatnya sendiri mau tidak mengenalnya.

Saat ini, ujar Undang, dunia digital sudah bisa merambah ke Posyandu, dan jika selangkah lagi untuk bisa on line, ini merupakan hal yang luar biasa.

“Untuk kepala desa yang sekarang saya berpesan, program posyandu online merupakan salah satu program desa dari yang sudah ada yang harus bisa ditingkatkan, “imbuhnya.

Hal senada dikatakan Kepala Seksi Kesejahteraan rakyat (Kasi Kesra) Ari, keberhasilan yang diraih ini hendaknya harus mampu menjadi penyemangat dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat.  (RUSDIANTO-ENDAH)

UNTUK TINGKATKAN KOFETENSI, KARANGTARUNA DESA GUNUNGSARI GELAR PELATIHAN

TASIKNEWS-Untuk kemajuan Desa Gunungsari Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, gelar acara pelatihan untuk anggota Karang Taruna, dengan tema, “Saatnya Yang Muda Yang Berperan Dengan Kreativitas dan Inovasi Yang Tak Gampang padam", yang dilaksanakan beberapa hari lalu bertempat  di aula desa. (28/12)

Turut hadir dalam acaratersebut, Kepala Desa Gunungsari, Pendamping Desa sebagai moderator, LPM,MUI desa Gunungsari, sekjen karangtaruna tingkat kabupaten, Kapolsek Cikatomas dan seluruh jajaran pengurus Karangtaruna Kecamatan Cikatomas.

Menurut Kepala Desa Gunungsari, Irpan Adri Nugraha, S.P i, tujuan kegiatan ini selain untuk menjalin silaturahmi juga bisa menjadi ajang sharing atau diskusi terkait tugas poko dan fungsi  (tupoksi) secara kelembagaan Karangtaruna sehingga sinergitas antara pemerintah desa dan Karangtaruna pun akan selalu harmonis dan dinamis.

Dikatakan, Irpan, ada dua aspek yang harus disoroti pemdes dan karangtaruna, diantaranya pembangunan Infrastruktur dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Karena maju mundurnya suatu daerah ini tergantung dari sikap para pemuda dan pemudi hari ini, “kata Irpan.
.
Sementara Sekjen Karangtaruna Kabupaten Tasikmalaya,  Asep Nurman,SH,i, mengatakan, karangtaruna merupakan garda terdepan yang ada di desa untuk membawa desa ke arah yang lebih maju, oleh karena itu karangtaruna harus mampu mengambil peran dengan kemampuan masing-masing baik ditingkat DKM, Kampung, desa, kecamatan hingga di tingkat Kabupaten.

Asep menambahkan, warga karangtaruna berusia 13 tahun sampai 45 tahun, dan semuanya merupakan anggota karangtaruna yang secara otomatis langsung bisa masuk menjadi anggota.

“Karena belum ada aturan yang mengatur kalau anggota harus dipilih, beda dengan struktur kepengurusan ini harus dipilih melalui  musyawarah, “jelasnya. (ANWAR W-UDI R)

TERSERET OMBAK SAAT BERENANG, SEORANG ANGGOT POLRI WARGA CIMAHI MENINGGAL DI PANTAI PANGANDARAN

PANGANDARANNEWS-Seorang wisatawan asal Kota Cimahi, Parlin Parulian BRS (40), nyawanya tidak bisa tertolong saat ia sedang berenang di pantai barat, persisinya di kawasan Kampung Turis Pamugaran obyek wisata Pangandaran.(28/12)

Dari hasil laporan yang dihimpun Sat Pol Air Polres Ciamis, diperoleh keterangan, sekitar pukul 10.45 WIB, korban bersama rekan-rekan dan keluarganya berenang di zona yang memang menjadi area dilarang berenang. 

Saat korban sedang berenang bersama dua orang keluarganya, Sebastian Yoel (14) dan Yulius Palentino Simanjuntak (30), tiba-tiba saja korban dan Sebastian Yoel,  terseret arus balik deras ke tengah laut. Melihat kejadian tersebut, Yulius pun berusaha memberikan pertolongan, tapi karena di kawasan tersebut memang dikenal dengan arusnya yang sangat deras, saat itu hanya Sebastian yang berhasil diselamatkan, sementara korban sendiri semakin terbawa arus ke tengah.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, tim SAR gabungan Sat Pol Air dan Balawisata langsung melakukan tindankan evakuasi sehingga korban pun bisa langsung ditemukan walau dalam kedaan sudah tidak bernyawa, dan saat itu juga baik korban meninggal mau pun selamat langsung dibawa ke Puskesmas Cikangkung di Desa Cikembulan Kecamata Sudamulih untuk diberi tindakan medis.

Sementara untuk tindakan lebih lanjut, korban meninggal dibawa langsung ke Puskesmas Pangandaran untuk dilakukan visum.

Dan setelah dilakukan identifikasi, korban meninggal, Parlin Parulian BRS, merupakan anggota Polri yang saat ini bertugas di Polda  Jabar dan berlamat di Cibogo permai 4/76 Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.

Sementara korban selamat, Sebastian Yoel, seorang pelajar yang tinggal di Asrama Brimob Cikeruh dan Yulius Palentino Simanjuntak, pekerjaan wiraswasta dengan alamat yang sama. (PNews)








BUPATI TASIKMALAYA LANTIK SEKDA DEPIITIF DAN 5 PEJABAT ESSELON II

TASIKNEWS-Bertempat di pendopo, Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, S.Ip, melantik , Drs.H.Mohammad Zein, M.Pd  untuk jabatan Sekretaris Daerah (sekda). Acara pelantikan dan pengambilan sumpah sekda setelah setahun diisi penjabat, juga dihadiri Forkopimda, para Kepala SKPD, para camat dan tamu undangan lainnya.(27/12)

Dalam sambutannya, Ade Sugianto menuturkan, penunjukkan Muhammad Zein sebagai sekda merupakan hasil asesmen panitia seleksi pemilihan sekda yang melibatkan pejabat pemerintah provinsi dan akademisi.

"Ini merupakan langkah konstitusi dengan melalui sebuah proses yang panjang yang insyaallah transparan dan mendekati kesempurnaan, " kata Ade.

Dikatakan Ade, dengan dilantikanya sekda definitif tentunya akan membantu roda pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya hingga bisa bekerja lebih optimal, dan yang paling penting untuk meningkatkan pelayanan publik, dan  dengan dilantiknya sekda depinitif ini akan menjadi motivasi dan gairah baru dalam roda pembangunan di Tasikmalaya.

Ia juga yakin, Muhammad Zen merupakan seorang aparatur yang  penuh gagasan, dedikasi, kreatif dan penuh inovasi, sehingga segenap jajaran pemerintahan harus memberikan dukungan dan kerjasama yang baik, sehingga tugas dan amanah pemerintah pun dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

“Saya berharap bisa menjadi team work yang tangguh dan kompak, serta dapat menyelesaikan kerja dengan baik pula. Semua itu, demi mewujudkan visi, terwujudnya Kabupaten tasimamaya  yang bersih, maju, sejahtera dan berkarakter,” katanya.

Masih di tempat yang sama, Sekda Muhammad Zen, menyampaikan, tugas pertama pasca dilantik menjadi sekda, membangun pemahaman yang sama dengan para kepala SKPD dan segera membenahi sejumlah kekurangan di internal pemerintahan agar pelayanan publik pun bisa lebih optimal.

"Saya tentu ingin memberikan pelayanan pada masyarakat tanpa dibatasi, artinya pelayanan bukan hanya di gedung pemerintahan tetapi juga ditempat lain selama 24 jam,"tegasnya.

Zein menambahkan, ia pun  akan berusaha untuk menjadikan Kabupaten Tasikmalaya lebih maju dengan cara bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kepentingan rakyat sehingga tidak akan menjadi penonton.

Karena kalau hanya menonton saja, kata Zein lagi, itu artinya tidak turun langsung ke lapangan untuk memastikan dari semua aspek atau sistem yang sudah dibangun bersama-sama tidak akan tahu apakah capaiannya lebih baik atau tidak.

“Saya juga akan terus membangun sistem yang ada secara baik dan benar supaya dapat berjalan sesuai normatif atau aturan yang sudah ada. "Imbuhnya Dia

Seperti diketahui, selain sekda, di saat yang sama Bupati Tasikmalaya juga melantik lima pejabat tinggi pratama, diantaranya ), Heru Suharto menjadi Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP, Asep Darisman untuk Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Rudi Sonjaya Saehuri dilantik menjadi Kepala Dinas Kominikasi dan Informatika (Diskominfo), Iwan Ridwan bertugas menjadi Kepala Satpol PP dan Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan dan Hukum, Agus Bahtiar. (ANWARWALUYO-JAJANG)

SUDAH SETAHUN TIANG PJU DI KOMPLEK DADAHA ROBOH DAN BELUM DIPERBAIKI

TASIKNEWS-sebuah tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di seputar komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, yang roboh setahun yang lalu ternyata hingga saat ini belum diperbaiki.

Padahal, menurut masyarakat setempat, hal ini sudah dilaporkan ke Dinas Perhubungan Pemkot Tasikamalaya., tapi entah kenapa, karena hingga saat ini belum ada perbaikan. Bahkan kabel yang ada pada bagian tiang turun rendah, sehingga dikhawatirkan ini bisa membahayakan apalagi di musim hujan seperti sekarang ini.

Menurut seorang pedagang yang biasa berjualan di sekitar kawasan tersebut, Pudin, robohnya tiang PJU ini terjadi setahun yang lalu, dan atas inisiatif beberpa warga tiang tersebut dipasang penahan kabel dari bambu karena jika tidak demikian dikhawatirkan kabel akan turun ke bawah sehingga bisa menimbulkan kosleting jika terendam air.

“Warga disini berharap segera ada petugas untuk melihat langsung ke lapangan, sehingga bisa tahu kondisinya seperti apa, “kata Pudin. (25/12)

Sementara saat PNews akan dikonfirmasi hal ini ke Kepala Dinas perhubungan Pemkot Tasikmalaya, sedang tidak ada di tempat.  (ANWARWALUYO)

KODIM 0612 TASIKMALAYA GELAR LATIHAN DASAR BELA NEGARA PRAMUKA SAKA WIRA KARTIKA

TASIKNEWS-Ratusan pelajar yang tergabung dalam gerakan pramuka tingkat SLTA se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti latihan Dasar Bela Negara Pramuka Saka Wira Kartika, yang digelar Kodim 0612 Tasikmalaya, bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Cidadap- Kecamatan Karangnunggal.(26/12)

Selain diikuti ratusan siswa-siswi juga hadiri undangan lain, seperti  Pengurus Kwarcab, Kwaran, Unsur Muspika, Danramil 12-15, Kapolsek dan Kasi Trantib Kecamatan Karangnunggal mewakili Camat dan Bupati Tasikmalaya.

Dalam arahannya, Kasdim 0612 Tasikmalaya, Mayor Chandra, menyampaikan, kegiatan Latihan Dasar Bela Negara ini sangat penting untuk bekal bagi generasi muda dan pelajar.

“Selain itu latihan ini juga untuk menanamkan jiwa ksatria, berjiwa penolong, disiplin dan punya tanggung jawab besar untuk Negara sebagaimana yang tercantum dalam Saka Wira Kartika, “tegasnya.

SakaWira Kartika, ini kata Chandra, merupakan wadah kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan di bidang matra darat.

“Dengan demikian generasi muda ke depan harus siap menghadapi tantangan masa depan untuk ikut membela negara, “imbuh Chandra.

Ditemui secara terpisah, Kepala Seksi Trntibum Kecamatan Karangnunggal, Dadang PriatnaS.Ip,  mengatakan, dengan kegiatan ini pihaknya serta segenap jajaran muspika sangat merespon dan mengapresiasi pada kegiatan yangdigelar di wilayahnya.

“Semoga ini menjadi sebuah pengalaman berharga dan ke depannya akan memunculkan generasi pemimpin yang berkarakter serta memiliki disiplin yang kuat, “kata Dadang. (ANWARWALUYO-JAJANG)

AGUS MULYANA :”PHRI HARUS BISA MENJADI KEPANJANGTANGANAN PEMDA PANGANDARAN”

Ketua PHRI Pangandaran, Agus Mulyana
PANGANDARANNEWS-Sejatinya ada saling keterkaitan (simbiosis mutualisme)  antara Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) dan perkembangan sektor kepariwisataan, karena maju-mundurnya dunia pariwisata di satu daerah jelas akan sangat berdampak pada perkembangan usaha hotel dan restoran itu sendiri. Semakin banyak arus kunjungan wisatawan yang datang pada obyek wisata, tentu dengan sendirinya usaha pada bidang jasa akomodasi dan sajian aneka kuliner pun akan ikut merasakan marema (laris).

Tapi sayang, pelaku usaha hotel dan restoran ini kurang berperan aktif terkait kewajiban  konsumen/ wisatawan dalam pembayaran pajak daerah, malah terkadang pengusaha hotel dan restoran ini berdalih jika pajak tersebut disatukan pada nota tagihan pembayaran, harga yang mereka berikan pada konsumen jadi naik/mahal.

Hal ini diakui oleh Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, menurutnya, hingga saat ini memang masih banyak pemilik hotel dan restoran di Pangandaran yang mempunyai anggapan seperti itu.

“Jadi terkesan pajak ini bisa membebankan, padahal saya bisa pastikan mayoritas wisatawan yang datang ke Pangandaran sudah paham jika membayar hotel atau makan, mereka pun diharuskan membayar pajak daerah, “jelas Agus.(26/12)

Agus yang ditemui di kantor Savana Grup, perusahaan miliknya di jalan pengadilan, mengatakan, ini tentunya menjadi kewajiban dan tanggungjawab PHRIuntuk memberikan pemahaman pada para pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata, khususnya hotel dan restoran, agar bisa berpartisipasi serta berperan aktif terkait retrisbusi yang dibebankan pada konsumen  dan menjadikan Penghasilan Asli Daerah (PAD).

Sejak dilantik menjadi ketua PHRI Pangandaran, tepatnya pada bulan agustus 2019 lalu, selain melakukan penataan organisasi serta memfungsikan peran-peran pengurus, ia juga melakukan pendataan hotel dan restoran yang menjadi anggota organisasi.

“Hingga saat ini ada sekitar 300 hotel dan restoran anggota PHRI Pangandaran, “jelasnya.

Pemilik hotel Indah Savana yang berlokasi di jalan Kidang Pananjung ini, juga mengatakan, jika dulu sangat sulit sekali untuk bisa bertemu langsung dengan para pemilik perusahaan (owner), sekarang tidak lagi.

Menurutnya, ia juga terus mensosialisasikan pada anggotanya terkait manfaat pajak untuk pembangunan daerah, sehingga pemahaman untuk ikut berpartisipasi serta menjadi
“kepanjangtanganan” pemda pun semakin  tertanam.

Agus juga mengakui, beberapa tahun ke belakang PHRI Pangandaran memang pernah mengalami pakum dan nyaris mati suri, sehingga saat dilantik ia pun segera malakukan penataan di internal organisasi, menyusun program kerja serta melakukan pertemuan dengan para owner atau setingkat manager yang dulu sangat sulit dilakukan.

Insaalloh secara kelembagaan PHRI akan terus mendorong seluruh anggota agar berperan aktif terkait pendapatan dari pajak yang kami dapat dari custumer kami, “pungkasnya. (PNews)

IPIN ARIFIN: “LEWAT AJANG LOMBA PENCAKSILAT, KITA LESTARIKAN BUDAYA BANGSA”

TASIKNEWS- Salah satu perguruan silat yangada dibawah naungan Ikatan Pencak Silat Seluruh Iindonesia (IPSI), Padepokan Pajajaran, belum lama ini berhasil menorehkan penghargaan pada kejuaraan  pencak silat cabang Tasikmalaya, yang dilaksanakan beberpa hati lalu (17-20/12) bertempat di Islamic Center. Tak tanggung-tanggung, torehan prestasi tersebut dengan menyabet 30 medali emas, 22 perak dan 17 perunggu dengan kategori yang diperlombakan diantaranya, katagori usia dini, Tanding Pra remaja, Tanding Tingkat dewasa,  Jurus Tunggal dan Regu dan katagori lainnya.

Sekretarias Panitia Pencak silat Kejurcab Tasikmalaya, Ipin Arifin, mengatakan, kejuaraan pencak silat ini yang diikuti 20 perguruan yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya ini berada dibawah naungan IPSI.

Dikatakan Ipin, ia merasa bangga karena penyelenggaraan kejuaraan silat yang diikuti 320 pesilat, 40 Official dan 20 manager ini merupakan bentuk kecintaan pada seni budaya, khususnya pencak silat mengalami peningkatan.

 "Alhamdulilah, dengan perhelatan yang dilaksanakan mulai di tingkat daerah hingga nasional menandakan seni budaya sunda sudah mulai digemari, tentunya kita juga patut bangga karena pencak silat sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya milik Indonesia, “kata Ipin.

Ipin juga mengatakan, ada wacana kedepannya , pemerintah akan mewajibkan ditiap sekolah untuk   memprioritaskan pencak silat menjadi  ekstrkurikuler yang wajib diikuti siswa. Dan ini tentunya  sangat bersinergi dengan program Bupati Tasikmalaya, Salasa Nyunda.

Agar seni budaya warisan leluhur tetap eksis, selaku pelaku seni, Ipin berharap untuk dapat mengangkat seni budaya didaerah perlu adanya perhatian serius baik dari pemerintahan yang bersinergi dengan lembaga yang membidangi budaya agar tidak padam, terutama dimulai dari pemerintahan paling bawah.

 "Budaya itu merupakan identitas, jati diri Bangsa, jadi jangan mengnganggap budaya itu kecil ", pungkas Ipin. ( RUSDIANTO )

DALAM RESES DI PANGANDARAN AGUN GUNANJAR AKAN KUNJUNGI DESA KERTYASA

PANGANDARAN NEWS-Bertempat di rumah makan Baralak di Desa Cikembulan, Anggota DPR RI, Drs. H. Agun Gunanjar Sudarsa, M.Si, berkesempatan bertemu pengurus DPD Golkar  Pangandaran, sebelum melaksanakan resesnya ke Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang.

Di depan kader dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Pangandaran, Agun menyampaikan,  kunjungannya ke Pangandaran ini dalam rangka reses sebagai wakil rakyat yang duduk di DPR RI.

“Setelah ke Pangandaran, saya juga akan melanjutkan ke Kabupaten Ciamis, Kuningan dan Kota Banjar, “terang Agun.(23/12)

Agun mengatakan, dalam resesnya di Pangandaran ia akan berjunjung ke Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, yang sudah menerima penghargaan menjadi desa wisata terbaik se-Indonesia.

Selanjutnya untuk tugasnya di komisi XI, menurut Agun, nantinya ia bersama tim akan mengawasi langsung program-program pemerintah, seperti, untuk nelayan, pengusaha pemula, beasiswa bagipara pelajar dan lain-lainnya, dan ini merupakan bentuk tanggungjawanya pada rakyat.

Lebih jauh Agun mengatakan, ia sangat mengapresiasi kerja keras yang sudah dilakukan kader serta seluruh pengurus DPD Gokar abupaten Pangandaran, pada pemilu beberpa waktu lalu.

Dan, lanjut Agun, semua harus puas dengan hasil yang sudah dicapai partai Golkar Pangandaran, karena bagaimana pun hasilnya, ia tetap sangat menghargai usaha dan kerja seluruh kader.

Agun juga mengatakan, untuk 5 tahun ke depan ia akan terus bekerja untuk membesarkan partai dan tidak hanya menjadi penikmat partai saja. Karena walau pun tidak ada dalan struktural kepengurusan, karena jika pengelolaan partai masih seperti sekarang ini, maka hasilnya pun akan seperti sekarang ini juga.

“Ke depan, setiap ada kesempatan saya akan bertemu langsung dengan masyarakat, khususnya di daerah pemilihan saya,”ungkapnya. (PNews)

DESA CIKAPINIS MILIKI RUMAH ASPIRASI SEKALIGUS JADI PUSAT KEGIATAN DESA

TASIKNEWS-Desa Cikapinis Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya mempunyai rumah aspirasi yang berfungsi untuk segala urusan dan kepentingan warga dsa.

Rumah asfirasi ini juga jadi pusat kegiatan positif, seperti tempat untuk menyerp aspirasi yang disampaikan masyarakat, diskusi, pentas seni budaya serta menjadi ruang informasi kegiatan Desa Cikapinis.

Seperti disampaikan Kepala Desa Cikapinis, Azis, rumah ini menjadi ruang publik yang bisa digunakan semua kalangan, dari kegiatan yang ada di RT, RW, Karangtaruna, PKK dan kegiatan desa lainnya.

“Di rumah ini nanti akan kita cetuskan juga Hari Pintar Bareng, “terangnya. (ANWARWALUYO)




 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN