DESA KERTAYASA KAB. PANGANDARAN RAIH JUARA PERTAMA DESA WISATA NUSANTARA 2019

PANGANDARANEWS - Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mewakili desa Kertayasa  Kecamatan Cijulang, menerima penghargaan sebagai juara pertama tingkat nasional katagori desa maju pada lomba Wisata Nusantara tahun 2019, yang diterima bupati di Tebing Breksi, Sleman Yogyakarta. (10/12)

Dan ini merupakan apresiasi pemerintah pusat pada pengembangan dan pembinaan desa di daerah yang diwujudkan dalam bentuk penghargaan dari Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Hasil team juri lomba desa wisata Nusantara yang dilaksanakan tanggal 25 nopember 2019 lalu, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (KDPDTT) memeberikan penilaian pada Desa Wisata Kertayasa berada pada urutan pertama mengungguli daerah wisata lainnya yang berasal dari pulau Bali, Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat ditemui sejumlah wartawan, bupati menyampaikan ungkapan kegembiraannya karena salah satu desa yang ada di Kabupaten Pangandaran sudah berhasil menjadi desa wisata juara pertama  tingkat nasional.

Dikatakan bupati, Desa Kertayasa punya potensi alamnya yang bagus, ada grand canyone, bumdes yang berjalan dengan baik dan infrastrukturnya juga sudah bagus.

“Di Kecamatan Cijulang sendiri desa la9nnya seperti Batukaras sebenarnya bisa kita dorong untuk menjadi desa maju, "ujarnya.

Bupati berharap keberhasila yang suda divapai Desa Kertayasa diharapkan bisa diikuti desa-desa lainnya dan selalu menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah sehingga terjalin komunikasi yang baik.

“Apabila terjalin sinergitas yang baik dan mau bekerja dengan hati serta ikhlas, semua akan terwujud, "ujarnya.

Sementara melalui laman media sosial facebook Pemerintahan Desa Kertayasa,  mengucapkan terima kasih pada Pemkab Pangandaran yang setia mendampingi Pemdes Kertayasa.

"Terima kasih kepada Pak bupati dan pejabat terkait  lainnya yang telah mendampingi kami dalam acara penganugerahan pemenang desa wisata Nusantara tahun 2019 beberapa hari lalu di Sleman Yogyakarta, " cuitannya. (ANTON AS)

PEMBANGUNAN KUA DAN RUMAH DINAS KEPALA SMPN 1 PANGANDARAN, MUBADZIR ?

PANGANDARAN NEWS-Entah apa sebabnya hingga saat ini dua gedung yang terletak di sebelah barat Lapang Merdeka, tepatnya di samping Gedung Islamic Center Pangandaran, yang dibangun dari APBD tahun 2018 Kabupaten Pangandaran, hingga sekarang tidak dipergunakan, padahal anggaran untuk membangun  kedua gedung tersebut menelan ratusan juta rupiah.

Diperoleh informasi, kedua gedung tersebut sedianya dibangun untuk Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangandaran dan Rumah Dinas Kepala SMP Ngeri 1 Pangandaran, karena kedua bangunan lama yang ada di jalan merdeka nantinya akan dipergunakan kepentingan lain oleh pemda.
Saat dikonfirmasi, Kepala KUA Pangandaran, Abdul Malik Arief, mengatakan, sebenarnya yang lebih tahu tentang hal ini kepala KUA yang dulu, karena ia baru beberapa hari menjabat di KUA Pangandaran.

“Tapi kalau informasi yang saya dengar sih katanya gedung itu terlalu kecil dan tidak cukup memadai, “jelasnya. (11/12)

Malahan, kata Malik, pihaknya saat ini sedang bersiap-siap untuk pindah ke gedung baru di belakang  kantor UPTD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dibangun dari anggaran kemenag.
Sementara saat di temui PNews, Kepala SMPN 1 Pangandaran, Dodi, menjelaskan, sebenarnya pembangunan rumah dinas tersebut merupakan penyelamatan aset sebagai pengganti rumah dinas lama yang akan dihilangkan.

“Sebenarnya saya bukan kepala SMPN 1 Pangandaran lagi, karena sejak beberapa hari lalu sudah pindah tugas ke SMPN 1 Kalipucang, “kata Dodi.

Tapi karena saat pembangunan rumah dinas tersebut ketika ia menjabat Kepala SMPN 1 Pangandaran, Dodi mengatakan, alasan tidak menempati rumah dinas itu karena jarak rumah pribadi ke tempat bertugas cukup dekat, sehingga ia pun memilih untuk tetap tinggal di rumahnya sendiri di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.

“Tapi bukan tidak mungkin kepala sekolah pengganti saya nantinya akan menempatinya karena ia tinggal di Kecamatan Cimerak, “kata Dodi lagi.

Terlepas apa alasan yang disampaikan, mungkin ini akibat dari kurang matangnya perencanaan pembangunan daerah, sehingga anggaran ratusan juta pun tidak optimal memberikan azas manfaat.

Seperti dikatakan Ketua komisi III DPRD Pangandaran, Ade Ruminah, jelas ini terkesan penghamburan anggaran serta kurangnya konsep perencanaan.

“Ini kan terkesannya pemerintah asal bangun, tanpa diperhitungan lebih matang, “ungkapnya.

Menurut politisi Partai Golkar, saat ditemui usai mengikuti sosialisasi penataan pantai barat-timur di Rumah Makan Sea Food Minasari Pamugaran, seharusnya sebelum dibangun ini bisa komunikasi dulu dengan pihak KUA dan SMPN 1 Pangandaran sebagai penerima azas manfaat pembangunan.

“Seperti kantor KUA, setelah jadi dibangun pihaknya baru mengatakan terlalu kecil dan seterusnya, ini kan jadi rancu, “tegasnya. (9/12)

Tapi jika sebelumnya direncanakan lebih matang serta dijalin komunikasi dengan pihak lain, Ade pun yakin, kedua bangunan tersebut pasti bisa lebih bermanfaat.

Ade menambahkan, ia tidak mau mengatakan mubadzir, tapi jika yang terjadi seperti sekarang ini  sepertinya dalam penggunaan anggaran pemerintah ini tidak menggunakan perencanaan yang baik, karena hasil dari pembangunan itu sendiri tidak tepat sasaran dan tepat guna.

“Dan salah satu bangunan itu sekarang malah dipakai direksi kit kontraktor, “ungkapnya. (PNews)


JALAN TERBELAH DI DESA KARANGMULYA, AKIBAT ADA PERGERAKAN TANAH ?

PANGANDARAN NEWS-Tidak sedikit warga mengeluhkan kondisi jalan sepanjang 700 meter penghubung antara Desa Karangmulya dengan Desa Cibogodi  Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, yang dibangun tahun 2015 lalu, kini di beberapa ruas jalan kondisi belah.

Menurut salah seorang warga, Toni, ia yang sering melewati jalur tersebut sangat khawatir terjadi kecelakaan yang bisa diakibatkan dengan keadaan jalan seperti itu.

“Karena lebar belahan jalan itu melebihi lebar ban motor dan akibatnya bukan tidak menungkin pengendara pun akan celaka, “ungkapnya.(11/12)

Sementara Sekretaris Desa Cibogo, Anwar, membenarkan, kondisi jalan tersebut. Dan menurutnya,  terjadinya jalan yang terbelah itu mungkin diakibatkan karena ada pergerakan tanah karena di kiri-kanan jalan itu tidak ada tembok penahan tanah (TPT).

“Di lokasi jalan yang terbelah itu kiri-kanannya merupakan hamparan sawah, “terangnya.

Anwar menambahkan, pada tahun 2017 lalu, pihaknya sudah pernah mengajukan proposal agar dibangun TPT ke pemprov, tapi hingga sekarang belum ada realisasinya.

“Mudah-mudahan saja tahun depan nanti kami dapat bantuan untuk membangunTPT di lokasi tersebut, “ucapnya. (ISIS KOSWARA)

DIBANTU SWADAYA MASYARAKAT DESA CIKUKULU KINI MILIKI LAPANG BOLA VOLI

TASIK NEWS-Di sela-sela acaraSerah teria Jabatan (Setijab) Kepala Desa Cikukulu, Ketua Karangtaruna Dusun Cangkuang, Endang Risdiana yang didampingi wakilnya, Iqbal Baehaqi, mengucapkan terimakasih karena Pemdes Cikukulu dengan dibantu swadaya masyarakat sudah berhasil membangun lapangan voli.

Menurut mereka berdua, lapang bola voli merupakan sarana vital untuk kegiatan kemasyarakatan khususnya dibidang olah raga yang dapat menunjang kegiatan positif lainnya, sehingga ke depan diharapkan dapat menghasilkan bibit atlit yang berprstasi.

Di Desa Cikukulu, imbuhnya, banyak anak-anak muda yang berpotensi pada bidang bola voli, sehingga dengan terbangunnya sarana ini paling tidak dapat menunjang minat remaja khususnya pada olahraga voli.

“Karena pembangunan sarana umum seperti lapang voli ini pada hakekatnya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, “ucapnya. (11/12)
*ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI*

SERTIJAB, ASEP TRIYANA GANTIKAN PJS.ATENG HIDAYAT KADES CIKUKULU

TASIK NEWS-Serah terima jabatan (sertijab) Kepala Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dari Pjs. Ateng Hidayat, S. IP yang kembali bertugas di Kepala Seksi PMD kantor kecamatan, digantikan kepala desa terpilih, Asep Triyana, berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR), dihadiri muspika Karangnunggal, tokoh masyarakat, agama, Karangtaruna dan tamu undangan lainnya.(11/12)

Selain Tokoh Masyarakat Desa Cikukulu, tampak hadir dalam acara yang digelar di Gedung Olah Raga Desa `Cikukulu itu, unsur muspika dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Kades Ciukulu Bapak Asep Triyana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih pada Pjs kades  yang telah bertugas dari akhir Bulan Juli 2018 sampai Awal Bulan Desember 2019, semoga tenaga, baik pikiran yang telah dikeluarkan sepanjang menjabat Kades mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cikukulu.

Dalam sambutannya, kepala desa depinitif hasil pilkades serentak, Asep Triyana, mengucapkan terimakasih pada Pjs kades  yang telah bertugas dari sejak bulan juli 2018 hingga desember 2019. Mudah-mudahan seluruh tenaga dan pikiran yang telah dikeluarkan sepanjang menjabat kades mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cikukulu.

“Dan sekarang saya juga berharap bantuan dan dukungan seluruh warga serta sinergitas antara pemerintahan desa, BPD, LPM, RT, RW dan  para punduh bisa tetap kompak untuk menyatukan visi demi kemaslahatan dan kemajuan Desa Cikukulu, “ungkap Asep. (ANWARWALUYO)

DESA HEGARWANGI ALOKASI DD TAHAP III BANGUN TAMAN DAN RUANG TAMAN HIJAU

TASIKNEWS-Pemerintah Desa Hegarwangi  Kecamatan Bantarkalong KabupatenTasikmalaya memanfaatkan Dana Desa (DD) tahap 3  di akhir tahun anggaran, dialokasikan untuk melanjutkan membangun taman desa, trek untuk jonging trek yang sekaligus berfungsi menjadi arena tempat bermain anak-anak.

Demikian dikatakan Kepala Desa Hegarwangi, Muhammad Taufan Firmansyah, kepada PNews saat ditemui di ruang kerjanya.(10/12)

Dikatakan Taufan, lokasi pembangunan taman ini berada di sekitar kantor desa dan sekolah, sehinggga selain tempatnya yang strategis juga bisa menambah keindahan kantor desa.

“Taman ini juga bisa menjadi spot selfy karena memang tempatnya sangat cocok untuk latar belakang berswapoto, “ungkapnya.

Selain pembangun taman dan ruang terbuka hijau ini, sambung Taufan, Pemdes Hegarwangi juga pada penggunaan DD tahap sebelumnya sudah membangun lapangan sepakbola dengan standart nasional sebagai pusat pengembangan serta pembinaan olahraga, lapang bola voli dan pusat kegiatan lainnya.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pjs kepala desa, Abdul Hamid, dengan soliditas dan sinergitas untuk bersama-sama membangun desa," imbuhTaufan.

Sementara mantan Pjs Kepala Desa Hegarwangi, Abdul Hamid, mengatakan, pembangunan area taman bermain yang juga menjadi ruang terbuka hijau ini merupakan kebutuhan masyarakat untuk  memberikan fasilitas untuk berinteraksi sosial antar warga dan sarana tempat berolahraga.

“Dan lokasinya yang strategis sehingga sangat mudah dijangkau warga, dan taman ini sepenuhnya bisa dinikmati masyarakat, ”kata Hamid. (ANWARWALUYO-JAJANG)

HATI-HATI, AKHIR-AKHIR INI BEREDAR AKUN PALSU BUPATI PANGANDARAN DENGAN MODUS MINTA BANTUAN

PANGANDARANNEWS-Hati-hati bagi masyarakat, karena beberapa hari ini para pengguna media sosial (medsos) instalgram dan facebook (FB), khususnya di wilayah Pangandaran diramaikan dengan adanya FB palsu dengan kepemilikan akun palsu yang mengatasnamakan profil Bupati Pangandaran. H. Jeje Wiradinata.(10/12)

Dengan menggunakan nama dan poto Bupati Pangandaran tersebut, modus si oknum berusaha meminta sejumlah uang kepada masyarakat dengan alasan untuk biaya operasi seorang nenek.

Kepala Bagian Humas dan Keperotokolan setda Kabupaten Pangandaran,  H. Wawan Kustaman, SPd MM, membenarkan, beredar di dunia maya beberapa hari ini ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan  "Jeje" di salah satu akun facebook.

Modusnya, kata Wawan, si oknum tersebut mengirim pesan messenger yang isinya meminta bantuan biaya operasi seorang nenek atau apa pun.

“Saya tenegaskan, semuanya itu bohong dan jangan dipercaya serta jangan sekali-sekali menanggapi keinginan dari oknum tersebut"tegasnya. (PNews)

KADES ERENPALAY: “SELURUH PROGRAM DESA HARUS BERPIHAK PADA KEPENTNGAN WARGA”

TASIKNEWS-Pasca pengambilan sumpah dan pelantikannya beberapa hari lalu (5/12), Kepala Desa Erenpalay Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Yadi Suryadi mengatakan, dalam seratus hari kerja ia akan fokus untuk membangun gedung Bumdes, sarana Kantor desa dan peningkatan layanan pada masyarakat.

Menurutnya, dan itu hanya bisa dilakukan dengan cara terus membangun kebersamaan dengan seluruh elemen, seperti BPD, LPM, MUI dan seluruh warga desa.

“Insaaloh, Erenpalay akan jadi desa yang maju bai di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan atau bidan lainnya, “kata Yadi, saat ditemui di ruang kerjanya.(9/12)

Dikatakan Yadi, setiap pemimpin tentunya memiliki rencana atau program yang harus dibuktikan dengan hasil kerja yang membanggakan untuk masyarakat dan lingkungan, dan seluruh program yang akan dijalankan dipastikan selaras dan tetap amanah dalam mengemban tugas seorang pemimpin melalui komitmen tinggi dan rasa tanggung jawab.

Dan sistem pemerintahan Desa Erenpalay yang ia pimpin pun nantinya, kata Yadi, akan menggunakan sistem transparansi dan keterbukaan publik.

“Seluruh program yang ada di desa pada ujungnya harus berpihak pada kepentingan masyarakat, “kata Yadi lagi. (ANWARWALUYO)

SINERGITAS MASYARAKAT DAN PEMKAB PANGANDARAN TINGKATKAN DUNIA PARIWISATA

PANGANDARANNEWS-Tidak hanya kemauan keras pemerintah saja, untuk penataan wisata Pangandaran diperlukan kontribusi seluruh stake holder, baik itu yang terlibat langsung bergerak pada dunia pariwisata atau pun tidak. Dan inilah, saat ini seluruh komponen masyarakat bersama-sama pemerintah berkumpul untuk menyatukan persepsi untuk tindak lanjut penataan pantai barat dan timur.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, usai melakukan pertemuan dengan beberapa elemen masyarakat untuk membahas dan menyatukan komitmen dalam meningkatkan dunia pariwisata, yang digelar di Rumah Makan Sea Food Minasari di kawasan pantai barat Pamugaran.(9/12)

Intinya, menurut bupati, bersama-sama menjaga sarana wisata yang sedang dibangun dan berkomitmen, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Seperti, motor tidak boleh parkir di sembarang tempat, penempatan perahu pesiar, odong-odong, buggy dan lainnya.

“Nelayan saja mau dipindahkan ke pelabuhan, ini kan luar biasa,  karena mereka harus menempuh jarak lebih jauh, tempat menambatkan perahu yang saling berdempetan dan lainnya, “ungkap bupati.

Bupati mengatakan, ini masalah transisi untuk membiasakan apa-apa yang tidak biasa dilakukan. Dan untuk jadi biasa dengan cara dipaksa atau diminta sehingga lambat laun ke depan menjadi sadar dan terbiasa, dan mudah-mudahan perubahan itu akan berjalan dengan baik.

“Dan jika ada pelanggaran nantinya yang mereka akan menerima sanksi sosial dari masyarakat sendiri atau kita cabut ijinnya, “tegasnya.

Untuk mendukung penataan di kawasan wisata ini, dikatakan bupati, pemerintah akan menambah jumlah armada dan petugas kebersihan serta menambah personil keamanan dari Sat Pol PP dan Jaga Lembur.

Disoal rencana optimalisasi fungsi pasar wisata (PW), kepada awak media bupati mengatakan, saat ini pihaknya sedang komunikasi dengan penghuni PW, artinya, ada beberapa penghuni PW yang memang benar-benar berjualan itu harus diakomodir dan selain yang itu akan dipikirkan lebih lanjut.

“Tapi itu nanti, sekarang kita fokus dulu penataan pantai barat timur, “ujarnya.

Lebih jauh bupati juga mengatan, rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Sodongkopo Nusawiru ke Pantai Batu karas, tahun 2020 untuk sementara akan dibangun jembatan balley. Sementara untuk jembatan penghubung pantai Pamugaran ke Pantai Karangtirta di Desa Sukaresik, pada tahun yang sama baru akan dipasang beberapa tiang pancang, dan mungkin jembatan tersebut akan dibangun pada dua tahun anggaran karena dengan lebar sungai sekitar 400 meter, tentu ini akan memerlukan anggaran besar.

“Dan untuk obyek wisata Pantai Karapyak di Kecamatan Kalipucang, tahun besok kita akan bangun infrastruktur jalannya dulu karena kita masih fokus penataan pantai barat dan timur Pangandaran, “kata bupati.

Masih di tempat yang sama, anggota komisi II DPRD Pangandaran yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, Hamdan mengatakan, sekarang tinggal bagaimana masyarakat menangkap peluang ekonomi yang ada dari dampak positif pengembangan wisata ini. Karena, efek berkembangnya dunia pariwisata ini tentunya akan berdampak siginifikan pada laju perekonomian masyarakat, baik itu usaha pada sektor usaha wisata atau pun usaha lainnya.

“Sekarang saatnya masyarakat untuk cerdas dan pintar mencari peluang itu, dan saya optimis indeks perkembangan ekonomi Kabupaten Pangandaran akan terus meningkat, “tegasnya. (PNews)

MUSRENBANG DESA KARANGMEKARI PERIORITASKAN AZAS MANFAAT DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

TASIKNEWS-Desa Karangmekar termasuk desa yang lebih dulu telah melaksanakan Musrenbang-Des dari 14 Desa di Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. pada Selasa (3/12/2019).

Dalam musrenbang-Des tanggal 3 Desemeber lalu di aula desa, turut dihadiri BPD, Babinsa, MUI Desa, Bides, tokah masyarakat, tokah agama, tokoh Pemuda dan lembaga lainnya yang ada di lingkungan desa.

Pada Musrenbang-Des, selain skala prioritas yang belum terselesaikan tahun lalu, telah disepakati diantaranya Pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) beserta komponen dalam pemberdayaannya,  Rumah Desa Sehat (RDS) dan Program pencegahan Stunting yang ditekankan pihak Kemenkes karena tahun depan harus sudah masuk dalam RKPDes.

“Itu diantaranya yang akan kami ajukan pada musrenbang di tingkat Kecamatan, dan saya berharap apa yang menjadi konsef bersama ini akan menjadi sebuah kesepakatan yang final dan tidak ada lagiperbedaan pendapat, “ucap Kepala Desa Karangmekar, Titana Bahtiar yang lebih dikenal dengan Asep Bahtiar. (3/12)

Hal senada dikataka Ketua BPD, Agus Ridwan, musrenbang-Des ini diharapkan betul-betul bisa memunculkan aspirasi desa yang berskala prioritas dan mempunyai azas manfaat dan pemberdayaan bagi masyarakat banyak.

“Kita senantiasa harus bisa menciptakan suasana harmonis dan sinergitas dalam menampung aspirasi dari tiap-tiap dusun yang akan disaring menjadi skala prioritas yang matang, “ungkapnya.

Sementara dalam sesi tanya jawab muncul saran dan masukan dari MUI desa, agar dalam memunculkan skala prioritas jangan hanya berdasar atas keinginan saja tapi harus lebih berdasarkan kebutuhan. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

BAWASLU PANGANDARAN TERIMA 126 PENDAPTAR UNTUK PANWASCAM

PANGANDARAN – Tepat pukul 00.00 tanggal 3 desember lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran secara resmi menutup pendaftaran Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

Menurut Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, hingga hari terakhir waktu pendaftaran tercatat ada 126 orang pendaptar dari 10 kecamatan, dan untuk selanjutnya akan masuk pada tahap penelitian berkas dan beberapa tes lanjutan.

"Nantinya ada 6 orang yang akan bertugas di panwas kecamatan, dengan rincian  3 untuk komisioner dan 3 PAW, sehingga nantinya hanya 60 orang saja yang akan lolos, karena ada 10 Kecamatan." jelas Iwan.(4/12)

Dari seluruh jumlah pendaptar yang diterima, kata Iwan, laki-laki 109 orang dan perempuan sebanyak 17 orang dengan jumlah pendaptar terbanyak dari Kecamatan Pangandaran, mencapai 17 orang.

Karena jumlah peserta telah terpenuhi, maka, lanjut Iwan, tidak ada perpanjangan masa pendaftaran. Dan selanjutnya pada tanggal 6 sampai 11 desember akan dilakukan  penelitian berkas, kemudian pada 12 Desember akan diumumkan, siapa saja yang lolos penelitian berkas dan pada tanggal 15 desember Bawaslu juga akan minta tanggapan masyarakat. Sedangkan untuk pelaksanaan tes tulis online dan wawancara, akan dilaksanakan 13 hingga 17 Desember mendatang.

Iwan berharap seluruh calon bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi tes lanjutan terutama pengetahuan tentang peraturan dan undang-undang pemilu.

“Dalam rekrutmen Panwascam ini tidak sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. “tegasnya. (PNews)

DI PENGHUJUNG TAHUN 2019, PANGANDARAN RAIH PRESTASI DUA PENGHARGAAN

PANGANDARANNEWS-Di penghujung tahun 2019, Kabupaten Pangandaran kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat, tak tangung-tanggung dua penghargaan sekaligus diraih, antara lain, penghargaan Anubhawa Sasana Desa dari Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia, yang diterima langsung Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari di Aula Barat Gedung Sate, Bandung.(4/12)

Menurut Kepala Bagian Hukum  Setda Pangandaran, Syarif Hidayat SH MSi yang turut hadir saat itu, penghargaan ini diberikan berkat inovasi, jasa, dan komitmen kepala daerah dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat khususnya desa dan kelurahan, melalui pembinaan Desa/Kelurahan Sadar Hukum.

Dan penghargaan ini, kata Syarif, merupakan prestasi dalam pembinaan serta pengembangan 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran tahun ini yang sudah sadar hukum.

Syarif pun berharap, dengan diraihnya penghargaan ini seluruh masyarakat agar sadar hukum, salahsatunya  bagaimana ikut serta dalam peningkatan pembangunan.

"Seperti yang dikatakan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia,  dengan desa sadar hukum masyarakat pun akan taat aturan, sadar pajak, serta mendukung upaya pembangunan."imbuh Syarif.

Lebih jauh Syarif mengatakan, desa Sadar Hukum merupakan desa yang telah dibina atau karena swakarsa dan swadaya telah memenuhi kriteria sadar hukum berdasarkan SE Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenhumkam serta penilaian E-Darkum Pemprov Jawa Barat.

Syarif juga mengatakan, menurut Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia, hukum adalah upaya negara untuk menjaga tatanan kehidupan agar bisa bekerja dan melaksanakan pembangunan yang berujung kepada kemajuan bangsa, karena korelasi kesadaran hukum, pembangunan dan kemajuan suatu bangsa sangat erat sekali. Semakin tinggi kesadaran hukum masyarakat di suatu negara semakin maju dan berkembanglah bangsa dan negara itu.

“Selain Pangandaran, ada 18 kabupaten-kota yang mendapat penghargaan, diantaranya, Kabupaten Bogor,  Sukabumi, Bekasi,  Karawang, Purwakarta,  Subang, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Bandung, Sumedang, Garut, Ciamis, Pangandaran, Bandung Barat, Tasikmalaya, serta  Kota Depok dan Kota Bandung. “jelas Syarif lagi.

Selain penghargaan Anubhawa Sasana Desa, untuk prestasi desa sadar hukum, Pangandaran juga menerima Maturitas SPIP Level 3, yang diterima dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tepatnya dari Deputi kepala BPKP bidang pengawasan penyelenggaraan keuangan daerah yaitu pengharagaan Maturitas penyelenggaraan SPIP berada pada level 3 ( Terdefinisi), yang diterima Wakil Bupati, H. Adang Hadari pada acara Seminar Asosiasi Auditor Interen Pemerintah Indonesia (AAIPI) Wilayah Jawa Barat, bertempat di Aula Edelweis Perwakilan BPKP Propinsi Jawa Barat, Bandung.(6/12)

Menurut Inspektur Kabupaten Pangandaran, Drs Apip Winayadi, yang saat itu turut hadir, penghargaan Maturitas penyelenggaraan SPIP pada level 3 ini Pemkab Pangandaran sudah melaksanakan lima sub unsur kriteria penilaian SPIP, antara lain, lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi juga unsur pemantauan.

Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang dikeluarkan BPKP Pusat,  menunjukan penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Kabupaten Pangandaran Tahun 2018 telah memenuhi karakteristik level 3 (Terdefinisi) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2018 tentang SPIP, sebagaimana ditetapkan dalam pedoman Peraturan Kepala BPKP Nomer 4 tahun 2016.

Apip mengatakan, nilai yang diraih Pemkab Pangandaran merupakan hasil yang memuaskan daerah yang baru namun hasil penjaminan kualitas menunjukkan nilai maturitas penyelenggaraan SPIP mencapai 3.0375 atau turun sebesar 0.8739 dari hasil Self Assessment penilaian maturins penyelenggaraan SPIP dangan nilal sebesar 3.9114.

“Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP merupakan kerangka kerja yang memuat karakteristik dasar yang menunjukkan tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP yang terstruktur dan berkelanjutan, “ujar Apip.

Menurut Apip, ada beberapa tingkat maturasi penyelenggaraan SPIP mulai tingkat 0 atau belum ada, level 2 atau rintisan, level 3 terdefinisi, level 4 terkelola dan terukur yang terakhir level 5, optimal.
 Penilaian tingkat maturasi penyelenggaraan SPIP dilaksanakan BPKP, instansi pembina penyelenggaraan SPIP serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), yang memiliki peran sebagai quality assurance dan konsultan SPIP.

Adapun penilaiannya, kata Apip, telah ditetapkan melalui Peraturan Kepala BPKP Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Penilaian dan Strategi Peningkatan Maturasi Sistem Pengendalian Intern Pemerinta

Atas nama pemerintah, Apip juga mengucapkan terimakasih  kepada  team self assesment SPIP dan seluruh SKPD atas kerjasamanya serta dukungan dan komitmen yang tingi dari bupati dan wakil bupati, sehingga Pangandaran dapat meraih level 3,  sama dengan kabupaten-kota lainya yang berumur puluhan  tahun.

“Saya berharap, tahun depan kita mampu mendapatkan raihan prestasi yang lebih baik lagi, semoga kita mampu meraih level 4  yaitu terkelola dan terukur. " pungkasnya. (PNews)






MENYUSURI KEINDAHAN WISATA BUKIT PANYANGRAYAN DI DESA SUKAPURA

TASIKNEWS-Daerah strategis yang menjadi penyangga Kabupaten dan Kota Tasikmalaya ini, selain banyak tersebar situs peninggalan sejarah Sukapura, yang dulunya terkenal dengan kerajinan batik ini ternyata memiliki potensi alam yang menakjubkan.

Dari sekian banyak itu, Gunung Panyangrayan yang berada 1 KM di belakang Kantor Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja, tepatnya di Kampung Sadaukir Kapunduhan Barumekar, saat ini mulai ramai menjadi perbincangan di masyarakat. Sehingga melihat prospek ke depan yang cukup menjanjikan ini pemerintah Desa Sukapura pun terus melakukan penataan  serta perbaikan infrastruktur jalan yang tembus langsung ke Kecamamatan Tanjungjaya dan Kabupaten Garut ini.

Namun sayang hingga saat ini di sekitar lokasi obyek wisata sendiri masih belum tertata baik, hanya tersedia  spot foto (tempat berswapoto) yang memanjang dari bambu dan tempat peristirahatan yang sederhana. Tapi kendati demikian panorama alamnya yang eksotis dan menakjubkan tersebut menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.

Seperti dikatakan Kaur Kesra, Anang, bukit (masyarakat sekitar menyebutnya Gunung Panyangrayan) masuk dalam kawasan Perum Perhutani, yang dulunya banyak ditanami pohon pepaya Calipornia.

Sebenarnya, kata Anang, panorama alam di bukit Panyangrayan tidak kalah indahnya dengan wisata alam di daerah lain dan anehnya tanah di atas bukit berbeda dengan tanah yang lain, ketika tanah di gali terlihat seperti abu bekas pembakaran. Setiap hari, tepatnya pada sore hari  tempat ini tidak pernah sepi, apalagi pada akhir pekan, banyak pengunjung yang didominasi remaja datang sekedar untuk selfy sambil menikmati panorama senja.

" Dari atas bukit kita bisa melihat pemandangan dengan hamparan perkampungan yang ada di desa  Sukapura dan sebagian desa lain,"terangnya, kepada PNews di ruang kerjanya.(6/12)


Anang menambahkan, sementara biaya untuk penataan tempat  wisata Bukit Panyangrayan saat ini, bersumber dari hasil penjualan tiket seharga Rp.2 ribu plus minuman ringan dan parkir. Sehingga walau pun sedikit tersendat penataan di lokasi wisata pun setahap demi setahap terus dilakukan.

Seperti hari minggu kemarin dari hasil karcis yang terjual bisa dianggarkan untuk pembelian material semen dan pasir yang rencananya untuk pembuatan tangga.

“Insaalloh untuk menyambut tahun baru ini kami berencana membuat tangga secara permanen dan tambahan satu spot, "imbuhnya.

Disoal daya tarik lainnya yang ada di Bukit Panyangrayan, Anang  juga mengatakan, selain suguhan panorama alam terdapat juga wisata ziarah situs makam keramat keturunan Sukapura, Raden Jayaningrat, Raden Suryaningrat  dan makam Pasir Tando .

Selain beberapa makam yang dijadikan situs, ada juga gua Cisurupan yang selama ini  airnya dimanfaatkan warga sekitar.

"Hasil penilaian Mapala Parahita Unper, wisata alam Bukit Panyangrayan termasuk yang terbaik dari 90 lokasi yang ada di Indonesia, “jelas Anang.

Kedepannya untuk lebih memanjakan pengunjung, menurut Anang, rencananya akan dibagun galeri untuk memperkenalkan peninggalan kebudayaan khas Sukapura, batik dan kios-kios penjual makanan.

"Dengan keberadaan bukit Panyangrayan ini mudah-mudahan akan mampu mengkatrol kehidupan perekonomian penduduk setempat dan tentunya bisa menjadi sumber pendapatan desa", pungkas Anang.(RUSDIANTO)

HAER : “RESES BISA MENJADI MEDIA UNTUK MENDENGAR ASPIRASI RAKYAT”

PARIGI - Kegiatan reses anggota DPRD kabupaten Pangandaran yang diselenggarakan tanggal 2 hinggai 4 Desember 2019, menjadi sangat penting karena di dalamnya menyangkut hajat hidup orang banyak yang musti disalurkan kepada wakil rakyat. Sehingga fungsi demokrasi dari, oleh dan untuk masyarakat pun bisa berperan aktif dalam mewujudkan tatakelola pemerintahan. Tak hanya itu, reses anggota DPRD pun juga untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan pembangunan dan permasalahan yang ada di masyarakat sehingga ke depannya dapat tersalurkan.

Seperti dikatakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) sekaligus ketua praksi di DPRD Pangandaran,  Haer (51), saat ditemui PNews pada kegiatan reses yang dihadiri sekitar 50 konstituen, di Dusun Kemplung,  Desa Karangbenda Kecamatan Parigi. (03/12)

Haer mengatakan, reses ini wajib dilaksanakan seluruh anggota DPRD, karena sangat bermanfaat untuk seorang wakil rakyat mendengarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Setiap anggota DPRD, kata Haer, mempunyai tugas politik, antara lain menjadi saluran aspirasi masyarakat untuk menampung dan mengakomodir perkembangan dan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk disalurkan dan ditindaklanjuti.

"Dengan adanya kegiatan reses ini kita dapat mengetahui aspirasi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat, karena jika tidak diketahui, maka akan berpotensi menimbulkan kesalahan pengambilan keputusan karena tidak sejalan dengan keinginan masyarakat", ucapnya.

Haer menambahkan, dalam kegiatan reses ini beberapa usulan pun disampaikan konstituen, diantaranya terkait keinginan adanya pariwisata edukasi, pengembangan usaha makanan cemilan seperti keripik pisang, sale pisang juga rengginang yang biasa dikerjakan kelompok emak-emak juga perbaikan saluran irigasi sepanjang 10 km yang bisa mengairi pesawahan di wilayah desa Karangbenda.

"Saya siap untuk menyampaikan apa yang diusulkan masyarakat ini, dan dibahas di DPRD usai masa reses. ", tandasnya.  (AGE)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN