SERTIJAB, ASEP TRIYANA GANTIKAN PJS.ATENG HIDAYAT KADES CIKUKULU

TASIK NEWS-Serah terima jabatan (sertijab) Kepala Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dari Pjs. Ateng Hidayat, S. IP yang kembali bertugas di Kepala Seksi PMD kantor kecamatan, digantikan kepala desa terpilih, Asep Triyana, berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR), dihadiri muspika Karangnunggal, tokoh masyarakat, agama, Karangtaruna dan tamu undangan lainnya.(11/12)

Selain Tokoh Masyarakat Desa Cikukulu, tampak hadir dalam acara yang digelar di Gedung Olah Raga Desa `Cikukulu itu, unsur muspika dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Kades Ciukulu Bapak Asep Triyana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih pada Pjs kades  yang telah bertugas dari akhir Bulan Juli 2018 sampai Awal Bulan Desember 2019, semoga tenaga, baik pikiran yang telah dikeluarkan sepanjang menjabat Kades mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cikukulu.

Dalam sambutannya, kepala desa depinitif hasil pilkades serentak, Asep Triyana, mengucapkan terimakasih pada Pjs kades  yang telah bertugas dari sejak bulan juli 2018 hingga desember 2019. Mudah-mudahan seluruh tenaga dan pikiran yang telah dikeluarkan sepanjang menjabat kades mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cikukulu.

“Dan sekarang saya juga berharap bantuan dan dukungan seluruh warga serta sinergitas antara pemerintahan desa, BPD, LPM, RT, RW dan  para punduh bisa tetap kompak untuk menyatukan visi demi kemaslahatan dan kemajuan Desa Cikukulu, “ungkap Asep. (ANWARWALUYO)

DESA HEGARWANGI ALOKASI DD TAHAP III BANGUN TAMAN DAN RUANG TAMAN HIJAU

TASIKNEWS-Pemerintah Desa Hegarwangi  Kecamatan Bantarkalong KabupatenTasikmalaya memanfaatkan Dana Desa (DD) tahap 3  di akhir tahun anggaran, dialokasikan untuk melanjutkan membangun taman desa, trek untuk jonging trek yang sekaligus berfungsi menjadi arena tempat bermain anak-anak.

Demikian dikatakan Kepala Desa Hegarwangi, Muhammad Taufan Firmansyah, kepada PNews saat ditemui di ruang kerjanya.(10/12)

Dikatakan Taufan, lokasi pembangunan taman ini berada di sekitar kantor desa dan sekolah, sehinggga selain tempatnya yang strategis juga bisa menambah keindahan kantor desa.

“Taman ini juga bisa menjadi spot selfy karena memang tempatnya sangat cocok untuk latar belakang berswapoto, “ungkapnya.

Selain pembangun taman dan ruang terbuka hijau ini, sambung Taufan, Pemdes Hegarwangi juga pada penggunaan DD tahap sebelumnya sudah membangun lapangan sepakbola dengan standart nasional sebagai pusat pengembangan serta pembinaan olahraga, lapang bola voli dan pusat kegiatan lainnya.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pjs kepala desa, Abdul Hamid, dengan soliditas dan sinergitas untuk bersama-sama membangun desa," imbuhTaufan.

Sementara mantan Pjs Kepala Desa Hegarwangi, Abdul Hamid, mengatakan, pembangunan area taman bermain yang juga menjadi ruang terbuka hijau ini merupakan kebutuhan masyarakat untuk  memberikan fasilitas untuk berinteraksi sosial antar warga dan sarana tempat berolahraga.

“Dan lokasinya yang strategis sehingga sangat mudah dijangkau warga, dan taman ini sepenuhnya bisa dinikmati masyarakat, ”kata Hamid. (ANWARWALUYO-JAJANG)

HATI-HATI, AKHIR-AKHIR INI BEREDAR AKUN PALSU BUPATI PANGANDARAN DENGAN MODUS MINTA BANTUAN

PANGANDARANNEWS-Hati-hati bagi masyarakat, karena beberapa hari ini para pengguna media sosial (medsos) instalgram dan facebook (FB), khususnya di wilayah Pangandaran diramaikan dengan adanya FB palsu dengan kepemilikan akun palsu yang mengatasnamakan profil Bupati Pangandaran. H. Jeje Wiradinata.(10/12)

Dengan menggunakan nama dan poto Bupati Pangandaran tersebut, modus si oknum berusaha meminta sejumlah uang kepada masyarakat dengan alasan untuk biaya operasi seorang nenek.

Kepala Bagian Humas dan Keperotokolan setda Kabupaten Pangandaran,  H. Wawan Kustaman, SPd MM, membenarkan, beredar di dunia maya beberapa hari ini ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan  "Jeje" di salah satu akun facebook.

Modusnya, kata Wawan, si oknum tersebut mengirim pesan messenger yang isinya meminta bantuan biaya operasi seorang nenek atau apa pun.

“Saya tenegaskan, semuanya itu bohong dan jangan dipercaya serta jangan sekali-sekali menanggapi keinginan dari oknum tersebut"tegasnya. (PNews)

KADES ERENPALAY: “SELURUH PROGRAM DESA HARUS BERPIHAK PADA KEPENTNGAN WARGA”

TASIKNEWS-Pasca pengambilan sumpah dan pelantikannya beberapa hari lalu (5/12), Kepala Desa Erenpalay Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Yadi Suryadi mengatakan, dalam seratus hari kerja ia akan fokus untuk membangun gedung Bumdes, sarana Kantor desa dan peningkatan layanan pada masyarakat.

Menurutnya, dan itu hanya bisa dilakukan dengan cara terus membangun kebersamaan dengan seluruh elemen, seperti BPD, LPM, MUI dan seluruh warga desa.

“Insaaloh, Erenpalay akan jadi desa yang maju bai di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan atau bidan lainnya, “kata Yadi, saat ditemui di ruang kerjanya.(9/12)

Dikatakan Yadi, setiap pemimpin tentunya memiliki rencana atau program yang harus dibuktikan dengan hasil kerja yang membanggakan untuk masyarakat dan lingkungan, dan seluruh program yang akan dijalankan dipastikan selaras dan tetap amanah dalam mengemban tugas seorang pemimpin melalui komitmen tinggi dan rasa tanggung jawab.

Dan sistem pemerintahan Desa Erenpalay yang ia pimpin pun nantinya, kata Yadi, akan menggunakan sistem transparansi dan keterbukaan publik.

“Seluruh program yang ada di desa pada ujungnya harus berpihak pada kepentingan masyarakat, “kata Yadi lagi. (ANWARWALUYO)

SINERGITAS MASYARAKAT DAN PEMKAB PANGANDARAN TINGKATKAN DUNIA PARIWISATA

PANGANDARANNEWS-Tidak hanya kemauan keras pemerintah saja, untuk penataan wisata Pangandaran diperlukan kontribusi seluruh stake holder, baik itu yang terlibat langsung bergerak pada dunia pariwisata atau pun tidak. Dan inilah, saat ini seluruh komponen masyarakat bersama-sama pemerintah berkumpul untuk menyatukan persepsi untuk tindak lanjut penataan pantai barat dan timur.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, usai melakukan pertemuan dengan beberapa elemen masyarakat untuk membahas dan menyatukan komitmen dalam meningkatkan dunia pariwisata, yang digelar di Rumah Makan Sea Food Minasari di kawasan pantai barat Pamugaran.(9/12)

Intinya, menurut bupati, bersama-sama menjaga sarana wisata yang sedang dibangun dan berkomitmen, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Seperti, motor tidak boleh parkir di sembarang tempat, penempatan perahu pesiar, odong-odong, buggy dan lainnya.

“Nelayan saja mau dipindahkan ke pelabuhan, ini kan luar biasa,  karena mereka harus menempuh jarak lebih jauh, tempat menambatkan perahu yang saling berdempetan dan lainnya, “ungkap bupati.

Bupati mengatakan, ini masalah transisi untuk membiasakan apa-apa yang tidak biasa dilakukan. Dan untuk jadi biasa dengan cara dipaksa atau diminta sehingga lambat laun ke depan menjadi sadar dan terbiasa, dan mudah-mudahan perubahan itu akan berjalan dengan baik.

“Dan jika ada pelanggaran nantinya yang mereka akan menerima sanksi sosial dari masyarakat sendiri atau kita cabut ijinnya, “tegasnya.

Untuk mendukung penataan di kawasan wisata ini, dikatakan bupati, pemerintah akan menambah jumlah armada dan petugas kebersihan serta menambah personil keamanan dari Sat Pol PP dan Jaga Lembur.

Disoal rencana optimalisasi fungsi pasar wisata (PW), kepada awak media bupati mengatakan, saat ini pihaknya sedang komunikasi dengan penghuni PW, artinya, ada beberapa penghuni PW yang memang benar-benar berjualan itu harus diakomodir dan selain yang itu akan dipikirkan lebih lanjut.

“Tapi itu nanti, sekarang kita fokus dulu penataan pantai barat timur, “ujarnya.

Lebih jauh bupati juga mengatan, rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Sodongkopo Nusawiru ke Pantai Batu karas, tahun 2020 untuk sementara akan dibangun jembatan balley. Sementara untuk jembatan penghubung pantai Pamugaran ke Pantai Karangtirta di Desa Sukaresik, pada tahun yang sama baru akan dipasang beberapa tiang pancang, dan mungkin jembatan tersebut akan dibangun pada dua tahun anggaran karena dengan lebar sungai sekitar 400 meter, tentu ini akan memerlukan anggaran besar.

“Dan untuk obyek wisata Pantai Karapyak di Kecamatan Kalipucang, tahun besok kita akan bangun infrastruktur jalannya dulu karena kita masih fokus penataan pantai barat dan timur Pangandaran, “kata bupati.

Masih di tempat yang sama, anggota komisi II DPRD Pangandaran yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, Hamdan mengatakan, sekarang tinggal bagaimana masyarakat menangkap peluang ekonomi yang ada dari dampak positif pengembangan wisata ini. Karena, efek berkembangnya dunia pariwisata ini tentunya akan berdampak siginifikan pada laju perekonomian masyarakat, baik itu usaha pada sektor usaha wisata atau pun usaha lainnya.

“Sekarang saatnya masyarakat untuk cerdas dan pintar mencari peluang itu, dan saya optimis indeks perkembangan ekonomi Kabupaten Pangandaran akan terus meningkat, “tegasnya. (PNews)

MUSRENBANG DESA KARANGMEKARI PERIORITASKAN AZAS MANFAAT DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

TASIKNEWS-Desa Karangmekar termasuk desa yang lebih dulu telah melaksanakan Musrenbang-Des dari 14 Desa di Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. pada Selasa (3/12/2019).

Dalam musrenbang-Des tanggal 3 Desemeber lalu di aula desa, turut dihadiri BPD, Babinsa, MUI Desa, Bides, tokah masyarakat, tokah agama, tokoh Pemuda dan lembaga lainnya yang ada di lingkungan desa.

Pada Musrenbang-Des, selain skala prioritas yang belum terselesaikan tahun lalu, telah disepakati diantaranya Pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) beserta komponen dalam pemberdayaannya,  Rumah Desa Sehat (RDS) dan Program pencegahan Stunting yang ditekankan pihak Kemenkes karena tahun depan harus sudah masuk dalam RKPDes.

“Itu diantaranya yang akan kami ajukan pada musrenbang di tingkat Kecamatan, dan saya berharap apa yang menjadi konsef bersama ini akan menjadi sebuah kesepakatan yang final dan tidak ada lagiperbedaan pendapat, “ucap Kepala Desa Karangmekar, Titana Bahtiar yang lebih dikenal dengan Asep Bahtiar. (3/12)

Hal senada dikataka Ketua BPD, Agus Ridwan, musrenbang-Des ini diharapkan betul-betul bisa memunculkan aspirasi desa yang berskala prioritas dan mempunyai azas manfaat dan pemberdayaan bagi masyarakat banyak.

“Kita senantiasa harus bisa menciptakan suasana harmonis dan sinergitas dalam menampung aspirasi dari tiap-tiap dusun yang akan disaring menjadi skala prioritas yang matang, “ungkapnya.

Sementara dalam sesi tanya jawab muncul saran dan masukan dari MUI desa, agar dalam memunculkan skala prioritas jangan hanya berdasar atas keinginan saja tapi harus lebih berdasarkan kebutuhan. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)

BAWASLU PANGANDARAN TERIMA 126 PENDAPTAR UNTUK PANWASCAM

PANGANDARAN – Tepat pukul 00.00 tanggal 3 desember lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran secara resmi menutup pendaftaran Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

Menurut Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan, hingga hari terakhir waktu pendaftaran tercatat ada 126 orang pendaptar dari 10 kecamatan, dan untuk selanjutnya akan masuk pada tahap penelitian berkas dan beberapa tes lanjutan.

"Nantinya ada 6 orang yang akan bertugas di panwas kecamatan, dengan rincian  3 untuk komisioner dan 3 PAW, sehingga nantinya hanya 60 orang saja yang akan lolos, karena ada 10 Kecamatan." jelas Iwan.(4/12)

Dari seluruh jumlah pendaptar yang diterima, kata Iwan, laki-laki 109 orang dan perempuan sebanyak 17 orang dengan jumlah pendaptar terbanyak dari Kecamatan Pangandaran, mencapai 17 orang.

Karena jumlah peserta telah terpenuhi, maka, lanjut Iwan, tidak ada perpanjangan masa pendaftaran. Dan selanjutnya pada tanggal 6 sampai 11 desember akan dilakukan  penelitian berkas, kemudian pada 12 Desember akan diumumkan, siapa saja yang lolos penelitian berkas dan pada tanggal 15 desember Bawaslu juga akan minta tanggapan masyarakat. Sedangkan untuk pelaksanaan tes tulis online dan wawancara, akan dilaksanakan 13 hingga 17 Desember mendatang.

Iwan berharap seluruh calon bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi tes lanjutan terutama pengetahuan tentang peraturan dan undang-undang pemilu.

“Dalam rekrutmen Panwascam ini tidak sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. “tegasnya. (PNews)

DI PENGHUJUNG TAHUN 2019, PANGANDARAN RAIH PRESTASI DUA PENGHARGAAN

PANGANDARANNEWS-Di penghujung tahun 2019, Kabupaten Pangandaran kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat, tak tangung-tanggung dua penghargaan sekaligus diraih, antara lain, penghargaan Anubhawa Sasana Desa dari Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia, yang diterima langsung Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari di Aula Barat Gedung Sate, Bandung.(4/12)

Menurut Kepala Bagian Hukum  Setda Pangandaran, Syarif Hidayat SH MSi yang turut hadir saat itu, penghargaan ini diberikan berkat inovasi, jasa, dan komitmen kepala daerah dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat khususnya desa dan kelurahan, melalui pembinaan Desa/Kelurahan Sadar Hukum.

Dan penghargaan ini, kata Syarif, merupakan prestasi dalam pembinaan serta pengembangan 93 desa yang ada di Kabupaten Pangandaran tahun ini yang sudah sadar hukum.

Syarif pun berharap, dengan diraihnya penghargaan ini seluruh masyarakat agar sadar hukum, salahsatunya  bagaimana ikut serta dalam peningkatan pembangunan.

"Seperti yang dikatakan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia,  dengan desa sadar hukum masyarakat pun akan taat aturan, sadar pajak, serta mendukung upaya pembangunan."imbuh Syarif.

Lebih jauh Syarif mengatakan, desa Sadar Hukum merupakan desa yang telah dibina atau karena swakarsa dan swadaya telah memenuhi kriteria sadar hukum berdasarkan SE Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenhumkam serta penilaian E-Darkum Pemprov Jawa Barat.

Syarif juga mengatakan, menurut Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia, hukum adalah upaya negara untuk menjaga tatanan kehidupan agar bisa bekerja dan melaksanakan pembangunan yang berujung kepada kemajuan bangsa, karena korelasi kesadaran hukum, pembangunan dan kemajuan suatu bangsa sangat erat sekali. Semakin tinggi kesadaran hukum masyarakat di suatu negara semakin maju dan berkembanglah bangsa dan negara itu.

“Selain Pangandaran, ada 18 kabupaten-kota yang mendapat penghargaan, diantaranya, Kabupaten Bogor,  Sukabumi, Bekasi,  Karawang, Purwakarta,  Subang, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Bandung, Sumedang, Garut, Ciamis, Pangandaran, Bandung Barat, Tasikmalaya, serta  Kota Depok dan Kota Bandung. “jelas Syarif lagi.

Selain penghargaan Anubhawa Sasana Desa, untuk prestasi desa sadar hukum, Pangandaran juga menerima Maturitas SPIP Level 3, yang diterima dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tepatnya dari Deputi kepala BPKP bidang pengawasan penyelenggaraan keuangan daerah yaitu pengharagaan Maturitas penyelenggaraan SPIP berada pada level 3 ( Terdefinisi), yang diterima Wakil Bupati, H. Adang Hadari pada acara Seminar Asosiasi Auditor Interen Pemerintah Indonesia (AAIPI) Wilayah Jawa Barat, bertempat di Aula Edelweis Perwakilan BPKP Propinsi Jawa Barat, Bandung.(6/12)

Menurut Inspektur Kabupaten Pangandaran, Drs Apip Winayadi, yang saat itu turut hadir, penghargaan Maturitas penyelenggaraan SPIP pada level 3 ini Pemkab Pangandaran sudah melaksanakan lima sub unsur kriteria penilaian SPIP, antara lain, lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi juga unsur pemantauan.

Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang dikeluarkan BPKP Pusat,  menunjukan penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Kabupaten Pangandaran Tahun 2018 telah memenuhi karakteristik level 3 (Terdefinisi) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2018 tentang SPIP, sebagaimana ditetapkan dalam pedoman Peraturan Kepala BPKP Nomer 4 tahun 2016.

Apip mengatakan, nilai yang diraih Pemkab Pangandaran merupakan hasil yang memuaskan daerah yang baru namun hasil penjaminan kualitas menunjukkan nilai maturitas penyelenggaraan SPIP mencapai 3.0375 atau turun sebesar 0.8739 dari hasil Self Assessment penilaian maturins penyelenggaraan SPIP dangan nilal sebesar 3.9114.

“Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP merupakan kerangka kerja yang memuat karakteristik dasar yang menunjukkan tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP yang terstruktur dan berkelanjutan, “ujar Apip.

Menurut Apip, ada beberapa tingkat maturasi penyelenggaraan SPIP mulai tingkat 0 atau belum ada, level 2 atau rintisan, level 3 terdefinisi, level 4 terkelola dan terukur yang terakhir level 5, optimal.
 Penilaian tingkat maturasi penyelenggaraan SPIP dilaksanakan BPKP, instansi pembina penyelenggaraan SPIP serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), yang memiliki peran sebagai quality assurance dan konsultan SPIP.

Adapun penilaiannya, kata Apip, telah ditetapkan melalui Peraturan Kepala BPKP Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Penilaian dan Strategi Peningkatan Maturasi Sistem Pengendalian Intern Pemerinta

Atas nama pemerintah, Apip juga mengucapkan terimakasih  kepada  team self assesment SPIP dan seluruh SKPD atas kerjasamanya serta dukungan dan komitmen yang tingi dari bupati dan wakil bupati, sehingga Pangandaran dapat meraih level 3,  sama dengan kabupaten-kota lainya yang berumur puluhan  tahun.

“Saya berharap, tahun depan kita mampu mendapatkan raihan prestasi yang lebih baik lagi, semoga kita mampu meraih level 4  yaitu terkelola dan terukur. " pungkasnya. (PNews)






MENYUSURI KEINDAHAN WISATA BUKIT PANYANGRAYAN DI DESA SUKAPURA

TASIKNEWS-Daerah strategis yang menjadi penyangga Kabupaten dan Kota Tasikmalaya ini, selain banyak tersebar situs peninggalan sejarah Sukapura, yang dulunya terkenal dengan kerajinan batik ini ternyata memiliki potensi alam yang menakjubkan.

Dari sekian banyak itu, Gunung Panyangrayan yang berada 1 KM di belakang Kantor Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja, tepatnya di Kampung Sadaukir Kapunduhan Barumekar, saat ini mulai ramai menjadi perbincangan di masyarakat. Sehingga melihat prospek ke depan yang cukup menjanjikan ini pemerintah Desa Sukapura pun terus melakukan penataan  serta perbaikan infrastruktur jalan yang tembus langsung ke Kecamamatan Tanjungjaya dan Kabupaten Garut ini.

Namun sayang hingga saat ini di sekitar lokasi obyek wisata sendiri masih belum tertata baik, hanya tersedia  spot foto (tempat berswapoto) yang memanjang dari bambu dan tempat peristirahatan yang sederhana. Tapi kendati demikian panorama alamnya yang eksotis dan menakjubkan tersebut menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.

Seperti dikatakan Kaur Kesra, Anang, bukit (masyarakat sekitar menyebutnya Gunung Panyangrayan) masuk dalam kawasan Perum Perhutani, yang dulunya banyak ditanami pohon pepaya Calipornia.

Sebenarnya, kata Anang, panorama alam di bukit Panyangrayan tidak kalah indahnya dengan wisata alam di daerah lain dan anehnya tanah di atas bukit berbeda dengan tanah yang lain, ketika tanah di gali terlihat seperti abu bekas pembakaran. Setiap hari, tepatnya pada sore hari  tempat ini tidak pernah sepi, apalagi pada akhir pekan, banyak pengunjung yang didominasi remaja datang sekedar untuk selfy sambil menikmati panorama senja.

" Dari atas bukit kita bisa melihat pemandangan dengan hamparan perkampungan yang ada di desa  Sukapura dan sebagian desa lain,"terangnya, kepada PNews di ruang kerjanya.(6/12)


Anang menambahkan, sementara biaya untuk penataan tempat  wisata Bukit Panyangrayan saat ini, bersumber dari hasil penjualan tiket seharga Rp.2 ribu plus minuman ringan dan parkir. Sehingga walau pun sedikit tersendat penataan di lokasi wisata pun setahap demi setahap terus dilakukan.

Seperti hari minggu kemarin dari hasil karcis yang terjual bisa dianggarkan untuk pembelian material semen dan pasir yang rencananya untuk pembuatan tangga.

“Insaalloh untuk menyambut tahun baru ini kami berencana membuat tangga secara permanen dan tambahan satu spot, "imbuhnya.

Disoal daya tarik lainnya yang ada di Bukit Panyangrayan, Anang  juga mengatakan, selain suguhan panorama alam terdapat juga wisata ziarah situs makam keramat keturunan Sukapura, Raden Jayaningrat, Raden Suryaningrat  dan makam Pasir Tando .

Selain beberapa makam yang dijadikan situs, ada juga gua Cisurupan yang selama ini  airnya dimanfaatkan warga sekitar.

"Hasil penilaian Mapala Parahita Unper, wisata alam Bukit Panyangrayan termasuk yang terbaik dari 90 lokasi yang ada di Indonesia, “jelas Anang.

Kedepannya untuk lebih memanjakan pengunjung, menurut Anang, rencananya akan dibagun galeri untuk memperkenalkan peninggalan kebudayaan khas Sukapura, batik dan kios-kios penjual makanan.

"Dengan keberadaan bukit Panyangrayan ini mudah-mudahan akan mampu mengkatrol kehidupan perekonomian penduduk setempat dan tentunya bisa menjadi sumber pendapatan desa", pungkas Anang.(RUSDIANTO)

HAER : “RESES BISA MENJADI MEDIA UNTUK MENDENGAR ASPIRASI RAKYAT”

PARIGI - Kegiatan reses anggota DPRD kabupaten Pangandaran yang diselenggarakan tanggal 2 hinggai 4 Desember 2019, menjadi sangat penting karena di dalamnya menyangkut hajat hidup orang banyak yang musti disalurkan kepada wakil rakyat. Sehingga fungsi demokrasi dari, oleh dan untuk masyarakat pun bisa berperan aktif dalam mewujudkan tatakelola pemerintahan. Tak hanya itu, reses anggota DPRD pun juga untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan pembangunan dan permasalahan yang ada di masyarakat sehingga ke depannya dapat tersalurkan.

Seperti dikatakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) sekaligus ketua praksi di DPRD Pangandaran,  Haer (51), saat ditemui PNews pada kegiatan reses yang dihadiri sekitar 50 konstituen, di Dusun Kemplung,  Desa Karangbenda Kecamatan Parigi. (03/12)

Haer mengatakan, reses ini wajib dilaksanakan seluruh anggota DPRD, karena sangat bermanfaat untuk seorang wakil rakyat mendengarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Setiap anggota DPRD, kata Haer, mempunyai tugas politik, antara lain menjadi saluran aspirasi masyarakat untuk menampung dan mengakomodir perkembangan dan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk disalurkan dan ditindaklanjuti.

"Dengan adanya kegiatan reses ini kita dapat mengetahui aspirasi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat, karena jika tidak diketahui, maka akan berpotensi menimbulkan kesalahan pengambilan keputusan karena tidak sejalan dengan keinginan masyarakat", ucapnya.

Haer menambahkan, dalam kegiatan reses ini beberapa usulan pun disampaikan konstituen, diantaranya terkait keinginan adanya pariwisata edukasi, pengembangan usaha makanan cemilan seperti keripik pisang, sale pisang juga rengginang yang biasa dikerjakan kelompok emak-emak juga perbaikan saluran irigasi sepanjang 10 km yang bisa mengairi pesawahan di wilayah desa Karangbenda.

"Saya siap untuk menyampaikan apa yang diusulkan masyarakat ini, dan dibahas di DPRD usai masa reses. ", tandasnya.  (AGE)

GULAMPO, OLEH-OLEH KHAS DARI OBYEK WISATA CIPATUJAH

TASIKNEWS-Gulampo, dibuat dari bahan-bahan sederhana dan mudah didapat karena semua bahan dasarnya bersumber dari pohon kelapa, seperti gula merah dan parutan kasar kelapa hingga kemasannya pun dari daun kelpa yang sudah kering, menjadikan makanan dengan cita rasanya yang manis ini enak dimakan dengan suguhan teh hangat.

Gulampo biasanya mudah didapat di obyek wisata pantai Cipatujah, Sindangkerta hingga Pamayang Kabupaten Tasikmalaya, kerap menjadi oleh-oleh wisatawan untuk dimakan bersama keluarga di rumah.

Menurut seorang pedagangnya yang biasa berjualan di pantai Cipatujah, Sinta, makanan ini biasa dibuat di rumah-rumah warga, selain untuk mengisi waktu luang, para pengrajin gulampo juga mengaku bisa untuk menambah penghasilan untuk keluarga.

“Biasanya setelah dibungus rapi, pengrajin pun lantas menitipkan gulampo ini di warung-warung yang biasa berjUalan di pantai, “ungkap Sinta.(4/12)

Menurut Sinta, gulampo merupakan makanan khas dari daerah Tasikmalaya selatan (Tasela), karena selain di gulampo hanya bisa didapat di sekitar obyek wisata Tasela.

Tapi Sinta menyayangkan, akhir-akhir ini jualannya sepi pembeli karena kumjungan wisatawan ke obyek wisata Cipatujah semakin berkurang, sehingga tidak jarang dalam sehari ia pun hanya melayani 1-2 pembeli saja, malah dalam satu hari pernah tidak sama sekali.

“Selain gulampo saya juga menjual rumput laut bahan agar-agar yang dihasilkan langsung dari pantai sini, “kata Sinta, dengan nada promosi. (ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI)



WARGA DESA NAGROG TAGIH JANJI WAGUB, TERKAIT PERBAIKAN INFRASTRUKTUR JALAN

TASIKNEWS-Warga Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, mengelukan terkait pembangunan infrastruktur jalan Cirengrak yang dan ruas jakan lainnya yang belum merata ke semua wilayah, bahkan masih banyak masyarakat sampai hari ini yang belum menikmati sarana jalan  bagus, padahal, menurut mereka, jalan yang ada di kecamatan lain sudah berhotmiks dan bagus.

“Entah kapan kami bisa menikmati jalan bagus karena sudah bertahun-tahun masih seperti ini, tanah merah, “ungkap salah seorang warga Cirengrak, Encep. (06/12)

Ia mengatakan, memang ada pernah ada perbaikan namun hanya bagian depan saja, padahal masih ada puluhan kilometer lagi jalan tanah yang belum tersentuh perbaikan. Kalau musim kemarau jalan ini berdebu dan di musim hujan jakan pun becek dan berlumpur.

Encep juga mempertanyakan pajak yang selama ini ia dan warga lainnya bayarkan, karena hingga saat ini Pemkab Tasikmalaya terkesan kurang perhatian pada kebutuhan masyarakat, khususnya sarana transportasi jalan.

“Kami, khususnya warga Cirengrak sudah bosan dengan janji-janji embangunan, apalagi saat janji yang duucapkan dulu menjelang pilkada gubernur, waktu itu kata Pa Uu ia berjanji akan jalan di desa kami akan segera diperbaiki, “kata Encep.

Belum meratanya pembangunan infrastruktur jalan ini juga ternyata mendapat sorotan dari kalangan media, hingga beberapa kali kondisi jalan di Desa Nagrog ini menjadi bahan berita.

Seperti dikatakan sala seorang wartawan koran mingguan, menurutnya terkadang saat turun ke lapangan merasa miris melihat kondisi tidak meratanya porsi pembangunan di daerah. Padahal, jalan merupakan infrastruktur dasar yang memang menjadi hak masyarakat, sehingga sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

 “Kita lihat di tengah kota, pembangunan jalan cukup banyak, sementara jalan-jalan di pelosok desa masih memerlukan sentuhan perbaikan, “ungkapnya.

Seharusnya, kata dia lagi, pemerintah bisa memberikan porsi yang sama, sehingga tidak terkesan pemerintah daerah tidak tebang pilih dalam pembangunan. (ANWARWALUYO)

KADES CIKUKULU TERPILIH, ASEP TRIYANA AKAN TINGKATKAN KEMANDIRIAN DESA

TASIKNEWS-Asep Triyana, Kepala Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten  Tasikmalaya, usai dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, bersama 32 kepala desa hasil pilkades serentak tahun 2019 lainnya, di Gedung Olah Raga (GOR) Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah 5/12), kepada PNews, menyampaikan, ia berjanji akan memberdayakan masyarakat untuk kemajuan desanya.

Menurutnya, selain meningkatkan pemberdayaan warga ia juga akan memperbaiki anggaran (APBDes) sepenuhnya untuk kepentingan dan kemaslahatan serta kesejahteraan masyarakat.

Dikatakan asep, mudah-mudahan pada periode 6 tahun ke depan masa kepemimpinannya, bisa membawa manfaat bagi seluruh warga serta membawa Desa Cikukulu bisa lebih baik lagi.

Asep yang didampingi isterinya, juga mengatakan, pihaknya akan bangun Desa Cikukulu dengan berlandaskan peningkatan nilai-nilai religius, pendidikan, kesehatan dan budaya yang ada di tengah-tengh masyarakat.

Insaalloh dalam seratus hari kerja saya akan fokus untuk meningkatkan kemandirian desa, sayajuga mengajak mari bersama-sama bangun desa kita agar lebih maju dan warganya pun lebih sejahtera.“ungkapnya.(15/12) *ANWARWALUYO-UDIRUSTANDI*

AKIBAT BANGUNAN LAPUK, PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN CILILITAN PUN JADI TAK TENANG

TASIKNEWS-Sejak tahun 1992, beberapa ruang kelas di SD Negeri Cililitan Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, sudah lama tidak dipakai. Selain karena beberapa bagian ruang kelas tersebut sudah lapuk dimakan usia, tanah di bagian ruangan itu pun sangat rawan terjadi bergesern tanah.

Kepala SDN Cililitan, Rukiah, S.Pd, membenarkan, ada 2 ruang kelas yang sudah lama tidak dipakai kegiatan belajar-mengajar, sehingga siswa pun dipindahkan ke ruang kelas lain.

“Sudah lama kami tidak mendapat bantuan untuk perbaikan sekolah kami, “ungkap Rukiah, saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(4/12)

Hal senada dikatakan salah seorang guru pengajar, Mud, S.Pd, pihaknya berharap ini bsa menjadi perhatian Pemkab Tasikmalaya, karena jika terus dibiarkan seperti ini, maka proses belajar menajar pun selalu diliputi kecemasan.

“Dalam proses beLajAr di kelas pun kami menjadi tidak tenang karena khawatir jika suatu saat bangunan ini roboh, “kata Mud. (JAJANG)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN