KUNJUNGAN MENSOS KE PANGANDARAN UNTUK CANANGKAN PKSB DAN BERI BANTUAN LOGISTIK

KALIPUCANG-Sekitar 1850 orang, diantaranya dari Siswa Tagana Masuk Sekolah, Tim Pengurus Kawasan Siaga Bencana, Tagana Provinsi Jawa Barat, Tagana Provinsi Jawa Tengah, undangan mitra kerja,  stakeholder lainnya dan  warga masyarakat, pagi tadi (22/11) berkumpul di lapangan sepak bola Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran, untuk mengikuti apel  Kegiatan Pencanangan Kawasan Siaga Bencana (PKSB), yang dihadiri Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati, H. Adang Hadari dan pejabat lainnya di  lingkupPemkab Pangandaran.

di deoan seluruh peserta apel, Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, menyampaikan, Indonesia berada pada wilayah rawan bencana, sehingga semuanya harus selalu siap siaga.

“Pencanangan KSB di Pangandaran ini untuk memperkuat mitigasi bencana, oleh karena itu saya ingin semua pihak kompak dan benar-benar siap apabila suatu saat terjadi bencana,"kata Mensos.

Dan kegiatan PKSB ini, lanjut Julian,  merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI pada Rakornas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tanggal 24 Juli 2019, yang bertujuan agar semua pihak sensitif dan antisipatif terhadap bencana.

Dalam pidatonya, Julian juga sempat bertanya kepada perwakilan KSB dari Pangandaran, Kebumen dan Cilacap, apakah semuanya sudah benar-benar ready, kehadiran di Pangandaran sekarang pun, menurutnya, untuk mencanangkan simulasi kawasan siaga bencana di pantai selatan jawa sesuai instruksi Presiden.

Pada kesempatan lain, menteri Sosial pun berkesempatan memberikan bantuan logistik secara simbolis, sebesar Rp 2,3 milyar, dengan rincian bantuan bufferstock penanggulangan bencana untuk Provinsi Jawa Barat senilai Rp1,1 miliar dan untuk Provinsi Jawa Tengah ssebesr Rp1,2 miliar.

Jenis bantuan yang diberikan mencakup Makanan Anak 3.780 paket, Mie Instan 60.360 bungkus, Tenda Serbaguna Keluarga 8 unit, Tenda Gulung 980 lembar, Kasur 490 unit, Velbed 490 unit, Family Kit 490 paket, Kids Ware 490 paket, Food Ware 490 paket, Peralatan Dapur Keluarga 490 Paket, Paket Sandang 90 paket, Warepack Tagana 50 paket, Perlengkapan Tagana 50 paket.

Masih di tempatyang sama, Bupati Pangandaran. H Jeje Wiradinata, saat ditemui awak media, menyampaikan, semuanya harus bisa hidup damai di daerah rawan bencana, karena bencana itu sudah takdir dari Tuhan.

“Tapi kalau bencana banjir dan longsor itu bisa diantisipasi karena itu merupakan  ulah tangan manusia. “ucap Jeje.

Jeje juga mengapresiasi kunjungan Menteri Sosial, karena baru sekitar satu bulan dilantik menjadi menteri, sudah mau datang Pangandaran. (PNews)

KABUPATEN TASIKMALAYA BARHASIL TOREHKAN PRESTASI DI AJANG FASI X TINGKAT NASIONAL

TASIKNEWS-Belum lama ini salah satu peserta perwakilan dari KabupatenTasikmalaya,  berhasil meraih juara bidang tartil dan cerita Islami, di ajang Festival Anak Sholeh Indonesia  (FASI) X tingkat nasional yang di buka langsung oleh Presiden.

Seperti dikatakan Ketua BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya, Ustadz Ana Rustiana, salah satu peserta sudah berhasil mengharumkan Kabupaten Tasikmalaya dengan meraih penghargaan bergengsi dibidang Tartil dan cerita Islami.

lebih lanjut Ana mengatakan, dalam waktu dekat ini,awal desember 2019 hingga Januari 2020, BKPRMI akan menyelenggarakan berbagai kegiatan. Diantaranya, pelatihan dan Pembinaan Ustadz/Ustadzah se-KabupatenTasikmalaya, Festival Anak Sholeh serta kegiatan pelatihan dan pembinaan ustadz/ustadzah, yang akan dilaksanakan di 7 wilayah.

"Jumlah pesertanya diperkirakan akan mencapai 1000 orang perwakilan dari lembaga di bawah naungan BKPRMI, seperti Unit TK TP Al-Qur'an, PAUD SPS TAAM dan Remaja Mesjid, “terangnya.

Tiap unit dari kecamatan, lanjut Ana, masing-masing akan mengirimkan perwakilannya dengan rincian  tiap wilayah rata-rata dibagi 5 - 6 kecamatan,

“Pelaksanaan FASI tingkat kabupaten ini  akan dilaksanakan tanggal 24 Desember 2019 ", jelas Ana lagi.

Adapun kegiatan yang sedang berlangsung saat ini ditingkat kecamatan, seperti penjaringan peserta FASI, nantinya peserta yang berhasil menjadi jara di tingkat kecamatan akan menjadi perwakilan di tingkat kabupaten yang hasilnya akan dilombakan di tingkat provinsi hingga ke tingkat nasional.

"Saya mohon do'a dan dukungan, mudah-mudahan perwakilan dari Kabupaten Tasikmalaya bisa kembali mengharumkan daerahnya dengan mengulang kembali kesuksesannya meraih juara di tingkat nasional, "pungkasnya.  (RUSDIANTO)

PENDAMPING PKH KORCAM KARANGNUNGGAL LAKUKAN PENDATAAN ULANG DAN KEMBALI GELAR P2K2

TASIKNEWS-Untuk meminimalisir salah sasaran bagi penerima manfaat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), di seluruh desa di Kecamatan Karangnunggal, Kordintor Kecamatan/korcam PKH, melakukan pendataan ulang serta  melakukan kembali Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).

Seperti disampaikan Ketua Korcam PKH Karangnunggal, Yedi Darmadi, S., PdI, kegiatan pemutakhiran data kembali untuk penerima manfaat PKH, seperti baru-baru ini yang dilaksanakan di Desa Sarimanggu, pendamping terus melakukan sosialisasi, perivikasi dan graduasi untuk lebih tepat sasaran dalam penyaluran bantuan, karena setelah didata ulang mungkin saja  ada penerima  manfaat yang sudah tidak layak lagi mendapat bantuan.

Pasalnya, kata Yedi,  data yang digunakan sementara masih menggunakan data tahun 2011, sehingga setelah dilakukan pendataan ulang, kemungkinan pasti ada yang dihapus/graduasi, artinya, tidak akan menerima bantuan kembali karena sudah tidak layak lagi menurut keriteria yang ditentukan hasil perivikasi.

“Dan ini dilakukan di semua desa di Kecamatan Karangnunggal, “jelasnya.

Pendamping lainya, menambahkan, bahkan menurut aturan yang baru yang ditetapkan Paraturan Menteri Sosial dan berkesesuaian dengan Peraturan Kementerian Kesehatan, batas usia lansia penerima bantuan untuk saat ini, jika usianya sudah mencapai 70 tahun.

Sementara beberapa warga DesaSarimanggu, yang diwakili antara lain, Rinda (36) warga RT. 03 RW.03 Dusun Rancasengit dan Nining (34) warga RT.03 RW.02 Dusun Cidulang pun menanggapi positif dan menyetujui apa yang disampaikan tim pendamping PKH Kecamatan arangnunggal. (ANWARWALUYO-MAMAT R)

TIM MONEC KECAMATAN KARANGNUNGGAL KUNJUNGI PEMDES CIKUPA

TASIKNEWS-Pemerintah Kecamatan Karangnunggal melalui tim monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan dan pengelolaan keuangan Desa yang sudah di bentuk, kembali melaksanakan monev di Desa Cikupa sesuai jadwal dan agenda yang sudah ditentukan.(20/11)

Tim monev yang dipimpin langsung Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana S.TP.MM serta pengelolaan keuangan desa, seperti Kapolsek, Danramil, BPD dan para pendamping desa pun diterima langsung sekretaris desa, Saepurohman, A.Ma, atas nama pemerintahan Desa Cikupa.

Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, di depan perangkat Desa Cikupa, menyampaikan tujuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan serta pengelolaan keuangan desa ini untuk untuk mengecek langsung ke lapangan pembangunan yang ada di desa serta menguatkan kembali asas pengelolaan keuangan Desa yang lebih efektif, efisien, partisipatif dan akuntabel.

Hal senada disampaikan pemdamping Desa Cikupa, Helen, S.Sos. Dana Desa (DD) dari APBN ini sudah bergulir sejak tahun 2015, sehingga peningkatannya pun cukup signifikan.

Helen juga berharap agar dalam mengelola DD ibi dilaksanakan dengan baik, transfaransi serta tersosialisasi kepada masyarakat agar tepat sasaran dan bisa memberdayakan masyarakatnya guna menurunkan angka kemiskinan masyarakat sendiri, sesuai regulasi yang ada Permendagri Nomor 20 tahun 2018 tentang pengelolaan Keuangan Desa.

“Bidang pemberdayaan tahun ini menjadi prioritas, namun hal ini tidak lepas dari perencanaan yang bagus mulai dari RPJMDes, BA Musdus, Musdes,  RKP Desa dan APBDesa. Selain itu juga harus diperhatikan persentase realisasi, pelaporan dan pertanggungjawaban,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa, Saepurohman, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kedatangan tim monev Kecamatan Karangnunggal, untuk meninjau serta memberikan arahan-arahan terkait penggunaan DD di Desa Cikupa.

“Kami berharap, nantinya usai monev pembangunan serta pengelolaan keuangan desa dan  perangkat desa pun bisa bekerja lebih baik untuk menerapkan apa yang menjadi arahan tim monev  atau pun  pedoman regulasi yang ada. “ucapnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

IKATAN ALUMNI BARENG OSIS GELAR PROGRAM KEWIRAUSAHAAN BAZAR SMAN 1 PANGANDARAN

PANGANDARAN-Jika ada pertanyaan, bolehkah siswa menilai gurunya sendiri  yang berperan memberi pelajaran saat di sekolah, di SMAN 1 Pangandaran ternyata hal tersebut bukan hal yang tabu. Karena siswa sendiri ternyata punya kesan tersendiri pada guru-guru yang selama ini memberikan ilmu pengetahuan dan nasehat-nasehat.

Demikian disampaikan Kepala SMAN 1 Pangandaran, Kosasih, di sela-sela kesibukannya dalam acara
Program Kewirausahaan Bazar SMAN 1 Pangandaran di komplek sekolah.(20/11)

Menurut Kosasih, ia sangat menghormati serta mengaprsiasi karena para siswa itu menilai guru dengan berbagai katagori penilaian, seperti katagori terpaforit, paling disiplin, terbijak dan lain-lain. 

“Mudah-mudahan saja pilihan anak-anak tepat karena mungkin itu juga merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi mereka pada kami dan diharapkan juga ini bisa menjadi moyivasi guru-guru untuk lebih baik lagi, “ungkap Kosasih.

Saat ditanyakan tujuan kegiatan Program Kewirausahaan Bazar SMAN 1 Pangandaran, Kosasih mengatakan, kegiatan ini merupakan program dari direktorat Kemeterian Pendidikan Nasional, dengan kegiatan untuk bisa memamerkan atau unjuk karya siswa yang keseluruhannya berjumlah  37 kelompok.

Dikatakan Kosasih, sekitar 4 bulan para siswa ini mendapatkan bimbingan baik dari praktisi yang ada di SKPD terkait di Pemkab Pangandaran mau pun para guru sendiri.

Dan para siswa, kata Kosasoh, bebas  mengambil tema yang berbeda-beda, sepeti ada kuliner, cinderamata atau lainnya dan produk mereka semuanya langsung diarahkan agar bisa mengisi pasar yang ada di sekitar Pangandaran.

“Ini merupakan program kerjasama antara ikatan alumni SMAN 1 Pangandaran dengan OSIS, “ungkap Kosasih, yang mendapat penghargaan guru terpijak. (ANTON AS)

DENGAN IT DAN RELIGI, TONI TAUFIQ JANJIKAN PERUBAHAN DESA SINDANGJAYA

MANGUNJAYA-Lolosnya 5 kandidat yang menjadi kontestan dalam Pilihan Kepala Desa (pilkades) serentak tahun 2019 di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, disambut antusias warga dengan berbagai komentar.

Seperti diungkapkan salah seorang warga yang tinggal di Rt 22 Rw 06 Dusun Sindangjaya, Ujek (60), sudah lama warga menginginkan adanya perubahan baik program pembangunan atau pun di internal Pemerintahan Desa Sindangjaya, sehingga bagi seluruh calon yang akan maju ini penguasaan IT menjadi sarat mutlak.

“Sekarang jaman milenial, jadi seluruh calon harus paham IT, karena sekarang apa-apa sudah menggunakan komputerisasi dan teknologi tinggi, “ungkap Ujek, usai menyaksikan pengundian nomer urut calon di aula desa.(18/11)

Penurut Ujek, seorang kepala desa sekarang dituntut harus bisa menguasai teknologi digital, karena sistim administrasi dan pelaporan di desa sekarang sudah berbasis aplikasi digital, dan itu harus dilakukan oleh usia muda yang dinamis.

“Saya dukung calon nomer urut 2, Toni Taufiq, karena selain masih muda dan agamis, Toni juga menguasai dan paham IT, “kata Ujek.

Kenapa kepala desa harus yang muda, karena,menurut Ujek, ia harus mempunyai ketahanan berpikirnya lebih optimal dan dinamis. Pasalnya, tugas kepala desa sangat berat untuk bisa mengayomi seluruh warga.

“Seorang kepala desa harus mampu bekerja 24 jam untuk melayani kebutuhan warganya, “kataUjek lagi.

Disoal kenapa pilihannya jatuh ke calon nomer urut 2, Toni Taufiq, menurut Ujek, karena selama ini dipandang hanya Toni yang akan mampu membawa perubahan di Desa Sindangjaya.

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, menurutnya, Toni dengan segudang pengalaman berorganisasi dan kepedulian sosial pada sesama warga sangat tinggi serta nantinya tidak akan merasa kesulitan untuk melakukan kordinasi dengan pemerintah daerah, karena selama ini sudah sering ia lakukan dengan tugas dan kepentingannya.

Insa Alloh, Toni merupakan sosok yang tepat untuk memimpin warga Sundangjaya paling tidak untuk 6 tahun ke depan, “tegasnya lagi.

Sementara saat diminta komentar tentang pencalonannya, calon nomer urut 2, Toni Taufiq, mengatakan, ia tidak ingin muluk-muluk mengobral janji, karena baginya kerja keras dan kerja cerdas saat ini yang dibutuhkan masyarakat untuk bisa membawa ke arah perubahan lebih baik dan lebih baik lagi.

"Dan itu harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan pelayanan yang selama ini dibutuhkan warga. "ungkapnya. (NANA HOERUMAN-ISIS KOSWARA)


.


UNTUK KENYAMAN WISATAWAN PEMKAB PANGANDARAN TERTIBKAN PERAHU NELAYAN DAN PERCANTIK SARANA WISATA

PANGANDARAN-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, didampingi Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan, Rida Nirwana K. S.Sos. Msi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Drs H. Undang Sohbarudin, Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan H Wawan, Kustaman SPd MM dan Kepala Bagian Umum, Drs Dedih Rachmat, memantau langsung pembangunan penataan pantai dibeberapa titik, diantaranya tempat  perahu pesiar, pembangunan sky walk dan penataan sepanjang pantai barat dan timur.(14/11)

Kepada awak media bupati, mengatakan, disamping untuk terus mengecek pelaksanaan pembagunan sarana pariwisata juga memnatua langsung penertiban penempatan perahu.
“Penataan ini sepenuhnya demi kenyamanan wisatawan yang datang ke Pangandaran, “ungkapnya.

Ia menambahkan, selain menambah sarana diharapkan penertiban perahu ini juga bisa memberikan rasa tenang kepada parawisatawan yang berenang di laut. Karena nantinya pada zona renang tidak ada perahu yang lalu-lalang, tidak ada kuda dan tidak ada motor di sepanjang pantai sehingga wisatawan yang  renang bisa nyaman, dan itu sudah menjadi kesepakatan bersama.

“Saya berharap semua pihak konsisten dan dapat terus menjaga pantai agar tetap indah dan aman untuk aktivitas wisata."tegasnya. (PNews)


BUPATI PANGANDARAN:”JAGA LEMBUR HARUS MEMBERIKAN CONTOH BAIK”

BATUKARAS-Sebanyak 50 orang anggota Satuan Tugas (satgas) Jaga Lembur resort Pantai Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) untuk meningkatkan kemampuan dalam meciptakan keamanan dan ketertiban di objek wisata.

Diklat yang dilaksanakan selama 3 hari (18-20/11), dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata bertempat di Bumi Perkemahan Pantai Batukaras.(18/11)

Dalam sambutannya bupati menyampaikan, sejalan dengan penataan yang akan terus dilaksanakan menjadi salah satu upaya agar wisata Pangandaran lebih bagus,bak dan memenuhi kualifikasi syarat untuk menjadi tujuan wisata yang berkelas dunia.

"Kita akan promosikan terus-terusan seluruh destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, “tegasnya.

Bupati juga mengatakan, untuk kepentingan tersebut pemkab pun akan mendukung melalui anggaran dan kebijakan, tapi itu semua tidak cukup tanpa optimalisasi sektor keamanan, kenyaman dan ketertiban. Dan tentunya harus dipahami kultur dan karakter di tiap-tiap obyek wisata, sehingga sistim pengamanannya pun harus berasal dari masyarakat tersendiri.

“Dan sepakat kita namai satgas Jaga Lembur, “ungkap bupati.

Keberhasilan penataan di kawasan wisata, kata bupati, ini tidak terlepas dari peran serta Jaga Lembur. Dan salah satu bukti sukses penataan wisata, antara lain, menjaga kebersihan, perahu nelayan  pindah dan lebih tertata dan penataan pedagang yang ada di sepanjang pantai, yang bisa menyebabkan berhasil dengan baik karena pola kebijakan dan komunikasi dengan ditangani Jaga Lembur.

"Saya buat jaga lembur di batu karas ini karena memang disini akan kita tata, dimana perahu-perahu mestinya ditematkan, dimana lokai aktivitas wisatawan dan seterusnya, dan ini  tidak saling bertubrukan satu dengan lainnya tetapi saling memperkuat. " tambah Bupati.

Menurut bupati, jika hal itu tidak ditata dari sekarang, maka dikhawatirkan akan selamanya semerawut.

“Untuk itu saya berharap Jaga Lembur ulah jadi piomongen, sebaliknya perikan contoh yang baik, jaga selalu kekompakan, dan ini akan saya pantau terus, “tegas bupati. (PNews)


KISAH SERAM MAHLUK PENGHUNI SARANG BURUNG WALET DI DESA PARIGI

PARIGI – Cerita seram gedung walet di Dusun Babakan  Desa Parigi Kabupaten Pangandaran hingga saat ini masih menjadi misteri dan membuat bulu kuduk merinding. Konon, di sekitar tempat ini masih banyak makhluk astral yang sering menampakan wujud seorang perempuan, anak kecil hingga  suara permpuan tanpa wujud.

Seperti diceritakan salah seorang warga yang tinggal di sekitar bangunan tersebut, Ade Endon (55), ia kerap melihat wujud anak kecil di pinggir bangunan paling belakang, saat ia pulang tengah malam ke rumahnya.

 Waktu itu, kata Ade,  ia pulang sekitar jam 12 malam,  tiba-tiba saja melihat anak kecil, mungkin itu tuyul sedang bermain.

“Saya sempat kaget, tapi karena jalan menuju rumah memang harus melalaui kesana, saya pun tetap berjalan, namun tak lama kemudian wujud anak kecil itu menghilang", katanya.(17/11)

Lain lagi dengan cerita warga lainnya, Kaman, yang sering mendengar suara perempuan bersenandung pada tengah malam tanpa wujud di sekitar bangunan itu.

Lain lagi cerita Usep (52), saat itu ia akan berangkat kerja lewat lokasi tersebut menggunakan speda motor sekitar jam 3 dini dua hari lalu (16/11). Tiba-tiba dari dalam bangunan Usep mendengar seperti suara orang memukul-mukul tembok dari dalam bangunan, suaranya sangat keras seperti ada  ada gempa, hingga Usep pun menghentikan motor.

Tapi ketika  Usep melihat gantungan lampu ternyata tidak bergoyang, hingga hampir sepuluh menit ia dengar suara seperti orang menggedor-gedor tembok dari dalam bangunan.

“Mau percaya atau tidak, tapi cerita menakutkan ini benar-benar dialami saya, “ungakp Usep.(AGE)



SAMBUT PILKADA TAHUN 2020, BAWASLU PANGANDARAN TINGKATKAN KERJASAMA DENGAN MEDIA

KALIPUCANG-Meningkatkan sinergitas antara bawaslu dan peran media menjadi penting, karena dalam tugasnya bawaslu ada keterbatasan pada pengawasan pelaksanaan baik itu pemilu, pilpres atau pun pilkada. Sehingga peran serta media bisa menjadi partner baik dalam proses pemilihan tersebut atau peran untuk mengedukasi masyarakat berdemokrasi yang baik dan sehat.

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, pada acara “Media Gathtering Bagi Bawaslu Pangandaran Kabupaten Pangandaran dan Media Masa” yang dilaksanakan Karapyak Gampling, Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang.(17/11)

Menurut Iwan, media sebagai pilar demokrasi sangat dinanti dalam memberikan layanan informasi kepada publik, sehingga dengan gencarnya sosialisasi, pengawasan dan edukasi yang dilakukan media bisa mencegah terjadinya pelanggaran yang disebabkan karena ketidaktahuan di masyarakat.

“Inilah pentingnya kami di bawaslu bersinergi dengan media, “ungkap Iwan.

Iwan mengatakan, pelaksanaan kegiatan Media Gathering yang dilaksanakan hari ini bertujuan agar tujuan pemilu tanpa ekses bisa tersampaikan pemahamannya melalui optimalisasi komunikasi publik.

Selain untuk tetap menjalin kemitraan serta membina hubunganyang media, kata Iwan, media gathtering juga untuk mengetahui evaluasi pemberian informasi sebagai bentuk press gathering yang dilakukan Bawaslu dengan upaya tetap menjalin hubungan baik dengan media serta untuk evaluasi pemberitaan pada penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Pemilu tahun 2019 yang dilakukan media massa.

“Tujuan lain, untuk mensosialisasikan persiapan pengawasan pada Pilkada 2020 dan  sosialisasi persiapan penanganan pelanggaran pada Pilkada 2020, “ucap Iwan.

Masih di tempat yang sama, Kepala Sekretariat Bawaslu Pangandaran, Apep, dalam sambutannya menyampaikan, latar balakang kegiatan media gathering merupakan salah satu kegiatan media relations yang dilakukan sebuah lembaga atau organisasi untuk menjalin hubungan yang baik dan harmonis dengan media.

Media Gathering, menurut Apep, dapat dikatakan sebagai salah satu kegiatan komunikasi informal yang dilakukan lembaga dengan media dengan tujuan untuk mempemrat hubungan dan kemitraan serta menjalin ralasi melalui pertemuan informal dengan satu tujun untuk pemberikan informasi, untuk diinformasikan kembali kepada masyarakat luas melalui tayangan atau berita yang dimuat media masa.

Secara esensial, lanjut Apep, pemahaman Media Gathering ini merujuk pada tujuan untuk mendapatkan hubungan baik dengan para pelaku awak media untuk menempatkan informasiinformasi panting yang dinilai panting untuk disampaikan ke publik. (PNews)

IMAN CARLIMAN KEMBALI TERPILIH PIMPIN DESA SUKAWANGUN MASA BAKTI 2019-2025

Iman Carliman saat berdialog dengan Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana
TASIKNEWS-Terpilihnya kembali Iman Carliman B, S.ip untuk memimpin Desa Sukawangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya untuk masa bakti periode tahun 2019-2025, diharapkan bisa menuntas program-program desa yang selama 6 tahun masa kepemimpinan yang lalu belum tuntas.

Saat ditemui di ruangan kerjanya ketika berdialog dengan Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana S.Tp.,MM, usai melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dengan Tim dari Kecamatan, kepada PNews Iman menuturkan,

Kantor Kecamatan Karangnunggal, kepada PNews Iman menuturkan, konsep cerdas terkait obsesi dan harapannya setelah dipercaya kembali memimpin Desa Sukawangun, dalam programkerja enam tahun ke depan, ia akan mengaplikasikan buah pikirannya demi kemajuan desa dan masyarakat.

Kata Iman, seluruh ide dan angan-angan dengan segenap kemampuan semata-mata untuk kemajuan masyarakat Desa Sukawangun dalam berbagai hal.


“Insya Alloh apa yang saya  kerjakan enam tahun ke belakang yang belum tuntas akan segera tuntaskan, yang akan saya tuangkan pada kesempatan yang saya miliki ini, “ucapnya.

Adapun program yang akan segera ia laksanakan, imbuhnya, terkait potensi yang tersedia seperti pembangunan tanggul Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ada di samping bangunan kantor desa.

“Disana akan segera disulap menjadi taman wisata air yang murah untuk masyarakat, “jelasnya. (ANWARWALUYO-JAJANG)

WARGA CIPATUJAH KELUHKAN MINIMNYA PENERANGAN JALAN UMUM

TASIKNEWS-Pentingnya keberadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan menuju obyek wisata pantai Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, benar-benar sangat diharapkan wara. Pasalnya, akibat tidak ada PJU, pada jalur tersebut sering terjadi kecelakaan lalu-lintas.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Dede, karena suasana gelap hampir di sepanjang jalan sering membuat pegendaran mengalami kecelakaan.

“Dan bukan tindak mungkin karena suasana gelap di sepanjang jalan ini juga bisa dijadikan tempat orang berbuat jahat, “ungkapnya.(16/11)

Beberapa hari lalu, tutur Dede, pernah ada wisatawan yang nyaris mengalami kecelakaan terperosok ke bahu jalan, hal tersebut diduga karena terbatasnya pandangan mata pengendara akibat gelapnya keadaan jalan.

“Hampir sebagian besar di jalur Tasik selatan memang tidak ada PJU, padahal Pemkab Tasikmalaya sudah mencanangkan program Tasik Caang, “imbuhnya. (ANWARWALUYO)

JUMAT BERSIH DI CULAMEGA CIPTAKAN LINGKUNGAN MASYARAKAT ASRI DAN SEHAT

TASIKNEWS-Sudah menjadi kegiatan rutin setiap hari jumat seluruh pegawai dan karyawan pemerintah Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, mengadakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan kantornya masing-masing.

Menurut Camat Culamega, TB Aam Muharam, M.Si, kegiatan jumat bersih (jumsih) ini sesuai intruksi dan arahan dari Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto.

“Kegiatan ini sekarang memang menjadi kebiasaan sekaligus kegiatan wajib yang dilaksanakan seluruh Instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, “terang Aam, saat ditemui di sela-sela kegiatan jumsih.(15/11)

Aam menambahkan, biasanya kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan pagi hari selepas olahraga bersama dengan membersihkan baik di dalam ruangan maupun di lingkungan sekitaran kantor,
dan ini merupakan agenda rutin seluruh perangkat dan karyawan yang dilaksanakan seminggu sekali agar semua bisa tetap menjaga serta menciptakan suasana lingkungan kantor tempat kerja bersih dan asri.

Dan kegiatan juga ini selain dikerjakan jajarannya, kata Aam, juga wajib dilaksanakan instansi/UPTD , seluruh pemerintahan desa dan masyarakat, sehingga  kebersihan lingkungan kantor dan rumah warga pun selalu terjaga.

"Alhamdulilah himbauan kami ternyata berkenaan, jum'at bersih pun dilaksanakan oleh seluruh perangkat pemerintah dan seluruh warga Kecamatan Culamega,"pungkas Aam. (ANWAR WALUYO- MAMAT RAHMAT)

CAMAT KARANGNUNGGAL TERUS DORONG GELITA PEMBANGUNAN YANG ADA DI DESA

TASIKNEWS-Dalam monev yang dilaksanakan forum Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, camat, Danramil, Kapolsek, Babinkamtibmas, Babinsa serta para pendamping, semua hadir melakukan monitoring pembangunan di Desa Cintawangi yang dibiayai dari anggaran Dana Desa (DD) tahap ke 2, salah satunya  pembangunan MDA Al Ishlah. (13/11)

Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana, STP, MM, Danramil, Mayor Inf. Kurniadi, Kapolsek, AKP. H. Asep Ishak, S.IP, sepakat menyatakan, pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut cukup baik melihat hasil pekerjaan yang dilakukan Pemdes Desa Cintawangi melalui TPKnya dan hasil pekerjaannya pun dinyatakan sudah memenuhi standar kelayakan. Adapun sedikit kekurangan sempat dihimbau langsung agar lebih diperbaiki kembali, karena bangunan ini merupakan aset milik semua dan manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat langsung.

Bunda Paud L Agustini, yang sempat hadir mendampingi, menambahkan, penilaian baik ini termasuk supervisi  administrasi, supervisi Kegiatan Belajar Mengajarnya yang sudah menunjukan kemajuan walaupun sarana dan prasarana penunjangnya belum komplit.

Sementara menurut Kepala Sekolah Paud/MDA Al-Islah, Hernawati yang akrab disapa Nung, ia mengucapkan terimakasih Kepala Desa Cintawangi, Tohir dan jajarannya, yang telah peduli dan penuh perhatian terhadap pendidikan, karena berawal dari pendidikan segala bentuk kemajuan akan tercipta. Bahkan menurut Hernawati, bukan hanya pihak sekolah,  masyarakat pun merasa gembira dengan dibangunnya Ruang Kelas Baru (RKB) ini.

“Kami semua sangat senang serta mengapresiasi karena dengan dukungan semua pihak, sekolah kami menjadi lebih baik, “ungkapnya.

Di tempat terpisah, saat ditenui di ruang kerjanya, Camat Karangnunggal, Asep M Dahliana S.Tp.,MM, mengatakan, konsep cerdas terkait obsesi dan harapannya ke depan akan mengaplikasikan seluruh buah pikirannya demi kemajuan masyarakat.

“Insya Alloh apa yang saya  kerjakan enam tahun ke belakang yang belum tuntas akan segera tuntaskan, kemudian dengan kesempatan yang saya miliki kembali akan segera tuangkan, segala buah pikiran dan angan-angan dengan segenap kemampuan semata untuk kemajuan masyarakat Desa Sukawangun dalam berbagai hal, “tandasnya.(14/11)

Adapun konsep yang akan segera dilaksanakan, kata Asep, mengenai potensi yang tersedia seperti pembangunan tanggul Tembok Penahan Tanah (TPT) yang ada di samping bangunan kantor desa dan segera disulap menjadi taman wisata air yang murah untuk masyarakat, bahkan kedepan secara bertahap akan terus ditata sedemikian rupa agar menarik minat pengunjung yang pada gilirannya ini mungkin akan menjadi salah satu penghasilan untuk desa.

“Saya tak peduli dengan suara sumbang apapun yang muncul, yang penting saya bekerja lurus-lurus saja dan berpihak untuk kepentingan umum, “tegas Asep. (ANWARWALUYO-JAJANG)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN