PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA, REPDEM PANGANDARAN TEBAR BENIH IKAN DI SUNGAI ANGGAWADANA LANGKAPLANCAR

LANGKAPLANCAR-Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 7, sayap partai PDI perjuangan (DPC REPDEM) Kabupaten Pangandaran melaksanakan tabur benih ikan di sungai Anggawadana di Kecamatan Langkaplancar.(28/10)

Saat dihubungi lewat telepon celullernya, Ketua DPC Repdem, Enjang Kurnia membenarkan, pihaknya bekerjasama dengan Pemkab Pangandaran dan Karangtaruna Desa Mekarwangi,  menaburkan sekitar 7000 benih ikan patin dan Mujaer di sungai Anggawadana yang menjadi batas antara Desa Mekarwangi dan Bangunjaya.

“Melihat kondisi sungai Anggawadana saat musim kemarau air begitu bening, tapi sayang tidak banyak biota air dan ikan, maka kami pun berinisiatif untuk menanamnya benih beberapa jenis ikan. “terangnya.

enjang berharap, agar nanti pada beberapa bulan di sungai ini ikan yang ditanam sekarang ini bisa berkembang biak dan tumbuh besar.

“Bukan tidak mungkin di lokasi sungai ini nantinya bisa juga dijadikan objek wisata pemancingan, " kata Enjang. (ANTON AS)

BUPATI PANGANDARAN LANTIK SYARIF HIDAYAT JADI KABAG HUKUM GANTIKAN JAJAT SUPRIADI

PARIGI-Hari ini, senin, (28/10) Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata melantik Syarif Hidayat SH, M.Si menjadi Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Pangandaran, menggantikan Jajat Supriadi, SH. M.Si. Syarif sendiri sebelumnya menjabat Sekretaris Insfektorat, dan Jajat pindah ke sekretaris insfektorat.

Disoal terkesan tiba-tiba pengganti kabag hukum, bupati membenarkan, karena kepala bagian hukum sebelumnya mengalami sakit, sehingga harus segera ada penggantinya.

“Saat ini kabag hukum sebelumnya, Pa Jajat sakit sudah lama sakit dan hingga sekarang masih dirawat di rumah sakit, “terang bupati lagi.

Mengingat sangat strategis dan pentingnya peranan bagian hukum karena harus terus melakukan kajian berbagai persoalan yang berkaitan dengan aspek legalitas, maka perlu segera diisi agar tugas-tugas yang menyangkut persolan tersebut terus berjalan.

“Mudah-mudahan kabag huum yang baru, Pak Syarif, bisa segera bekerja dengan baik meneruskan pekerjaan yang sebelumnya tertunda,”kata bupati.

Bupati juga mengatakan, ada 7 jabatan eselon II yang hingga saat ini masih kosong dan ditambah 1 untuk jabatan Kepala Kesbang jika nanti ditetapkan menjadi badan.

Menurut bupati, terkait pengisian eselon II, pihaknya akan betul-betul memperhatikan rekam jejaknya dan bagaimana kinerja selama ini dilingkungan kantornya, berinovasi atau tidak dan seterusnya. Karena seorang pimpina harus bisa bekerja out book dan jangan dan tidak hanya teks book saja.

“Namun mekanisme pengisian jabatan tersebut harus melalui open bidding, “terang bupati. (PNews)


BUPATI PANGANDARAN:”MEDIA HENDAKNYA DAPAT BERKONTRIBUSI PADA PEMBANGUNAN DAERAH”

SIDAMULIH-Pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan sejatinya memerlukan sikap kritis dan saran, baik itu dari masyarakat langsung, DPRD atau media. Karena jika itu tidak terjadi, maka pemerintah pun akan mengalami kesulitan dalam menentukan kebijakan mana yang sudah tepat sasaran dan yang belum.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradiata, saat menggelar malam ramah tamah bersama pimpinan dan anggota DPRD, Asisten Daerah, Kepala SKPD, para camat, awak media dan pejabat lainnya di lingkup pemerintahan Kabuaten Pangandaran, di Rumah Makan Baralak, Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(26/10)

“Jika ada saran dan kritik dari seluruh elemen, tentunya kami pun mengetahui capaian-capaian dari seluruh program yang digulirkan, “ungkap bupati.

Lebih jauh bupati mengatakan, ada beberapa kesulitan yang terjadi di lapangan, seperti terkait harim sungai dan laut, pencemaran lingkungan hidup, persoalan agraria dan lainnya, semua persoalan tersebut sangat komplek karena menyangkut hak rakyat dan kebijakan pemerintah sebelumnya.

Salah satu contoh, kata bupati, ketika bicara harim sungai, ternyata masyarakat yang tinggal di bantaran sungai itu telah mempunyai bukti kepemilikan tanah yang sah, dan tentunya pemerintah daerah pun sangat kesulitan untuk menata ulang lagi.

Begitu juga terkait pencemaran sungai, di satu sisi memang dengan kasat mata pun terlihat telah terjadi pencemaran aliran sungai yang tadinya jernih penuh ikan dan biota air lainnya sekarang menjadi hitam dan berbau. Tapi di sisi lainnya, jika pengusahanya diberhentikan beroperasi maka ribuan tenaga kerja yang nota bene warga Pangandaran siap-siap kehilangan pekerjaannya.

Tapi walau pun demikian, kata bupati, pemerintah tetap mencari solusi, salah satunya dengan terus mendorong pihak perusahaan untuk memperbaiki sistim pengelolaan limbahnya.

“Begitu juga persoalan agraria seperti yang terjadi di eks perkebunan di Kecamatan Cimerak, tujuan pemda terus mendorong agar manfaat lahan tersebut sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, “tegas bupati.

Bupati yang didampingi Wakil Bupati H. Adang Hadari dan Sekda Pangandaran, Kusdiana, Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengatakan, peran media menjadi sangat penting ketika ada persoalan-persoalan yang tidak langsung sampai ke pemerintah.

Karena di era digital ini, menurut bupati, masyarakat sekarang lebih cenderung memilih media sosial (medsos) ketimbang institusi atau lembaga resmi seperti DPRD dan media massa. Hanya dalam hitungan detik masalah yang menyangkut kebijakan daerah pun akan segera muncul.

Masalahnya, imbuh bupati, jika sudah viral di medsos bukan hanya solusi yang akan didapatkan, malah sebaliknya ia akan menjadi bola liar yang terkadang terkesan propokatif.

“Mau datang langsung atau pun demo, silahkan kritik kami jika memang ada kebijakan pemerintah yang tidak sesuai, “tegasnya lagi.

Bupati juga berharap peran media dalam menyajikan berita bisa seimbang dan sesuai fakta yang ada, karena kebenaran sebuah berita tentunya bisa menjadi informasi publik sekaligus masukan ke pemerintah.

“Setiap hari saya baca berita, jika memang susuai fakta dan dan bersipat konstruktif tentunya bisa jadi referensi kami, tapi jika bersipat dekstrukstif maka akan saya abaikan, “pungkanya. (PNews)









WARGA 10 DESA DI KECAMATAN KARANGNUNGGAL LAKSANAKAN PILKADES SERENTAK

Camat Karangnunggal dan Isteri
TASIKNEWS-Pasca Pilkades Serentak di 10 desa yang ada di Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, yang sudah berlangsung dengan aman, damai dan lancar,  Camat Karangnunggal, Asep M. Dahliana, STP.MM, memberikan apresiasi pada seluruh masyarakat, karena warga sudah berpartisipasi aktif serta mendukung baik dari awal proses hingga pelaksanaan.

Menurut Asep, atas nama pemerintah ia mengucapkan terimakasih dan Apresiasi setingi-tingginya kepada Muspika, TNI POLRI, Panitia Pilkades tingkat kecamatan, Panitia Pilkades tingkat desa, BPD, Para Kepala Desa beserta Aparatur Pemerintah Desa, Babinkamtibmas, Babinsa, Linmas, Punduh, RW, RT serta unsur masyarakat terkait lainnya yang telah bekerja maksimal.

“Dan trimakasih juga kepada yang terlibat kepanitiaan dan menyukseskan pilkades serentak tahun 2019 di 10 desa ini,  atas terselenggaranya pesta demokrasi tahun di tingkat desa. “ungkapnya.(27/10)

Asep juga berterimakasih kepada seluruh warga Kecamatan Karangnunggal yang telah melaksanakan hak pilihnya dengan baik tertib lancar untuk menciptakan Karangnunggal yang Bersatu, Aman, Damai dan Bermartabat.

“Mudah-mudahan apa yg telah bapak dan ibu perjuangkan serta apa yg telah bapa-ibu perbuat semua mendapatkan Ridho dan berkah dari Allah, amin. “ungkapnya lagi. (ANWARWALIYO)



SECARA SWAKELOLA WARGA SINDANGJAYA BANGUN JALAN PERBATASAN DESA

MANGUNJYA-Wilayah perbatasan, yang secara geografis ada pada perbatasan  desa, kecamatan atau pun daerah,  seringkali kurang mendapat perhatian pemerintah daerah. Padahal secara administrasi ini sangat penting karena seringkali terjadi ketidakjelasan batas daerah. Misalnya, tidak ada skala, tidak ada proyeksi peta dan sistem koordinat, tidak ada datum geodetik, tidak jelasnya delinasi garis batas, tidak dicantumkannya sumber data, pembuat dan tahun pembuatannya, dan tentunya ini sejalan sejak dberlakukannya Sejak Undang-undang nomer 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang nomer 6 tahun 2014 tentang Desa.

Untuk kepentingan tersebut, di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Dusun Cikeludan RT. 25/RW 06 Desa Sindangjaya yang berbatasan dengan Desa Jangraga, kini mulai dibangun jalan penghubung antara dua desa tersebut, dengan sumber anggaran dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 30 juta, yang dikerjakan secara swakelola.

Ada kegembiraan yang dirasakan warga Desa Sindangjaya, karena baru kali ini pembangunan di laksanakan dengan cara normatif, swakelola.

Seperti diungkapkan Kepala Dusun Sindangjaya, Kusnandar, jika pengerjaan dengan cara seperti swakolala ini, dipastikan selain bisa memberdayakan masyarakat hasilnya pun akan lebih bagus, karena warga yang menjadi penerima asas manfaat pembangunan akan bertanggungjawab penuh sehingga dalam penggunaan anggaran desa pun akan optimal.

“Kami kerjakan secara gotong royong karena tidak dikerjakan oleh pihak ke tiga katanya, karena program yang bersumber dari DD dan ADD aturannya seperti itu. “tegasnya. (Tn)


MELALUI PILKADES SERENTAK, M.TAUFAN FIRMANSYAH, TERPILIH JADI KADES HEGARWANGI

Muhammad Taufan Firmansyah
TASIKNEWS-melalui pilkades serentak tahun 2019, akhirnya Muhammad Taufan Firmansyah terpilih menjadi  Kepala Desa Hegarwangi Kecamatan Bantarkalong, melalui pilkades serentak di Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan tanggal 26 oktober 2019.

Saat dimintai komentarnya, Muhammad Taufan Firmansyah, mengatakan, pemerintahannya ke depan akan melakukan pemerataan  baik dari sektor ekonomi, pembangunan, pertanian, peternakan dan wisata desa yang akan dilaksanakan tahap demi tahap.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan amanah, kepercayaan dan tanggungjawab kepada saya untuk memimpin Desa Hegarwangi, “ucapnya.

Tugas pertama yang akan dilaksanakan, kata Taufan, sapaan akrabnya, akan menyusun program kerja serta menata perangkat desa, melanjutkan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan dan pemberdayaan agar bisa tercipta kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat menuju desa yang mandiri, maju dan berbudaya.

Taufan juga mengatakan, kedepannya pemerintahan desa pun akan memperhatian nilai-nilai religius, pendidikan, budaya dan kesenian yang ada di tengah-tengah masyarakat, serta lebih meningkatkan lagi sektor pertanian dan peternakan pariwisata desa.

“Tentunya kami tidak bisa apa-apa  tanpa dukungan dari BPD, lembaga desa lainnya dan seluruh warga untuk bersama-sama membangun Desa Hegarwangi. “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

KEDATANGAN MANTAN MENTERI KELAUTAN, SUSI PUJIASTUTI, DISAMBUT MERIAH WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, disambut ribuan warga dan anak-anak sekolah saat kedatangannya di landasan pantai barat Pamugaran Pangandaran.

Kedatangan mentri asal Pangandaran ini disambut dengan barisan masyarakat dan pelajar ini di sepanjang jalan menuju landasan pacu, dengan iring-iringan para pengantar baik yang menggunakan kendaraan roda dua atau pun empat, hingga menuju kediamannya di Jalan Merdeka Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran.

Seperti yang dituturkan Kepala MTs Negeri Pangandaran, H. Yamin, seluruh siswa  MTsN dan semua sekolah SLTP dari tiga kecamatan,  diantaranya, Kecamatan Pangandaran, Kalipicang dan Sidamulih, bersama-sama menyambut kedatangan ibu Susi.

"Siswa SLTP dari tiga kecamatan, bahkan siswa SD dari Kecamatan Pangandaran ini memang berinisiatif ingin menyambut kedatangan Ibu Susi yang sudah berhasil mengharumkan nama daerah, “ungkapnya.(26/10)

Seperti diketahui, kata Yamin, Susi Pujiastuti merupakan salah seorang warga terbaik Pangandaran dan merupakan yang pertama kali menduduki jabatan menteri, dan tentunya hal ini menjadi kebangaan seluruh masyarakat.

“Kami berharap, Ibu Susi bisa terus berkiprah untuk kemajuan Kabupaten Pangandaran, walau pun sekarang sudah tidak menjadi anggota kabinet lagi. “imbuh Yamin. (HARIS FIRDAUS)

MERIAHKAN HARI JADI YANG KE 7 TAHUN 2019, PSDKU UNPAD PANGANDARAN GELAR PANGANDARAN RUN

PANGANDARAN-Dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-7, kampus UNPAD Pangandaran menggelar lomba lari marathon yang dikemas dalam even Pangandaran Run.

Menurut salah seorang paniti pelaksana, kegiatan ini menjadi salah satu Program Studi Kampus Utama (PSDKU) UNPAD Pangandaran.

Ia menuturkan, dalam Pangandaran Run ke 2 tahun 2019 yang digelar di Grand Pangandaran uni diikuti 1200 peserta dari berbagai daerah.

Sementara Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata yang berkesempatan membuka star pertama, dalam sambutannya menyampaikan, cita-cita pemerintah daerah adalah menjadikan Pangandaran hebat, sehingga pihaknya selalu berusaha untuk menjadikan Pangandaran hebat.
Tetapi, masih kata bupati, saat ada kegelisahan pada sektor pendidikan, Unpad pun hadir menjadi salah-satu jawaban kegelisahan masyakat dan pemerintah.

"Pangandaran run ini merupakan sebuah kerjasama yang baik antara Unpad dan Pemkab Pangandaran , sehingga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri untuk kemajuan pariwisata." Kata bupati. (HARIS FIRDAUS)

BUPATI PANGANDARAN: "JIKA ADA KEBIJAKAN YANG MELENCENG, SILAHKAN PROTES DAN KRITISI KAMI”

PANGANDARAN-Pada acara Festival  Kopi Pangandaran yang diselenggarakan di Grand Pangandaran tadi malam (25/10), Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, Pangandaran menjadi hebat jika terjalin kebersamaan dan sinergitas antara satu dengan lainnya.

kata bupati, jika bersama-sama mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan maka perkembangan ekonomi dan pariwisata  Pangandaran akan terus berkembang.
“Jadi Pangandaran bisa hebat karena adanya kebersamaan."ucapnya.

Sejak tahun 2016, kata bupati, pemda terus bekerja agar Pangandaran terus berkembang dan ternyata perkembangan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan bahkan melonjak.
Dan dalam salah satu skala perioritas kebijakan pemerintah daerah, melaksanakan penataan kawasan wisata, akan terus dilakukan hingga minat wisatawan untuk datang ke Pangandaran pun akan terus meningkat.

"Namunpun sebagai manusia bisa kami menyadari masih banyak kekurangan, maka jika melihat kami salah, silahkan kritik atau demo, karena inilah demokrasi," tuturnya. (HARIS FIRDAUS)

BUPATI PIMPIN UPACARA HARI JADI KABUPATEN PANGANDARAN KE 7 TAHUN 2019

PARIGI-Membangun harmoni kebersamaan seluruh elemen pada porsinya masing-masing merupakan langkan akselerasi pembangunan daerah, dengan saling mengisi satu dan lainnya tentunya akan semakin cepat tercipta apa yang dicita-citakan bersama.

Demikian disampaikan Bupati Panganaran, H. Jeje Wiradinata pada upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 7, yang dilaksanakan di lapang alun-alun Parigi.(25/10)
Menurut bupati, tentunya dalam waktu belum genap empat tahun memimpin masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, masih banyak keinginan dan tuntutan masyarakat belum terpenuhi, tapi dengan tetap merajut kebersamaan tentunya segala persoalan menjadi ringan dan akan terasa mudah untuk dilaksanakan.

Tak  ada gading yang tak retak karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, namun pelaksanaan  program dan kegiatan untuk terus bisa mewujudkan kesejahieraan masyarakat dari tahun ke tahun keenderungannya semakin membaik.

“Capaian kinerja yang dituangkan dalam RPJMD 2016-2021 semoga dapat kita capai, kami tetap optimis bahwa tidak ada benang kusut yang tidak bisa diurai dan tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan melalui gotong royong, “kata bupati.

Bupati juga mengajak seluruh elemen bisa bergandeng tangan dan saling menguatkan sehingga akan mampu menyelesaikan berbagai hambatan, tantangan dan persoalan dalam menghadah berbagai permasalahan.

Dalam upacara yang dihadiri Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Ketua DPRD, Asep Noordin, serta pimpinan dan anggota, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh pejabat di lingkup pemerintahan, Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran, tokoh agama, masyarakat dan pemuda, pelajar, anggota DPPRD Provinsi Jaw Barat dari Daerah Pemilihan (dapil) 13, dan tamu undangan lainnya, bupati yang bertindak menjadi insfektur upacara, juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada para tamu undangan yang telah menyempatkan hadir.

“Pada momentum hari jadi ini, saya mengajak semua yang hadir termasuk warga masyarakat dimanapun berada, mari kita bermuhasabah, merekonstruksi, mana hal-hal baik yang perlu kita pertahankan serta mana hal-hal yang harus segera diperbaiki. “kata bupati. (PNews)



SUGUHKAN RASA KECINTAAN PADA BUDAYA, DISDIKPORA PANGANDARAN GELAR SENI IBING RONGGENG

PANGANDARAN-Merawat serta menumbuhkembangkan kesenian daerah dan budaya yang menjadi kearifan lokal bukan hanya tanggungjawab  para pelaku budaya, tapi ia menjadi tanggungjawab semua untuk bersama-sama menjaga agar bagaimana budaya lokal ini terus ada hingga lintas generasi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga Kabupaten Pangandaran, H. Surman, saat ditemui PNews dalam kegiatan Pagelaran Seni Ibing Ronggeng, dalam rangkaian acara menyambut Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 7, di halaman kantor Disdikpora, tadi malam.(23/10)

Menurut Surman, mencintai serta apresiasi seni budaya harus ditanamkan sejak usia dini, baik itu melalui pendidikan formal atau di sanggar-snggar kesenian yang ada di daerah masing-masing.

“Sama dengan yang lainnya, kami sebagai pengelola dunia pendidikan pun mempunyai tanggungjawab yang sama untuk menanamkan nilai-nilai seni pada siswa, “ungkapnya.

Kecintaan pada seni budaya, lanjutnya, bisa menjadi benteng pertahanan moral anak saat derasnya budaya asing masuk, apalagi di era digital ini bisa dengan sangat mudah budaya tersebut masuk di lingkungan anak jika dalam jiwanya.

Anak-anak yang hidup pada jaman milenial ini tetap akan terjaga etika, moral dan karakternya jika saja dalam jiwanya ada kecintaan pada budaya serta hidup pada kearifan lokal yang hakiki.

Surman mengatakan, melalui lomba kesenian ronggeng yang diikuti siswa SLTP pada acara Ngaruat Jagat Sila Saamparan, di obyek wisata Batuhiu pada beberapa waktu lalu, ini merupakan salah satu media untuk menanamkan nilai dan kecintaan si anak pada budaya sendiri.

Surman juga mengatakan, dan kegiatan Pagelaran Seni Ibing Ronggeng kali ini pun sama, bahkan bukan hanya siswa saja, tapi seluruh pemangku pendidikan, guru dan kepala sekolah dari 10 korwil pun harus bisa tampil bukan hanya bisa mengajarkan saja.

“Nah apakah murid atau gurunya yang bisa tampil lebih baik, kalau muridnya bisa tampil lebih bagus berarti para guru sudah berhasil memberikan ilmunya pada para siswa, “pungkasnya. (PNews)


DEDE DARSONO, PROFIL PENJAGA SEKOLAH ASAL KORWIL CIMERAK

CIMERAK-Dengan perawakan tinggi kurus dengan raut muka kebapaan, ia selalu siap kapan saja bekerja demi kemajuan sekolah, jam 06.00 ia pun harus segera sampai ke sekolah sebelum guru dan murid-murid tiba.

Demikian tugas keseharian Dede Darsono, seorang penjaga sekolah di SD Negeri 2 Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.

Dede Darsono, yang selalu dipanggil Mang Ade ini tidak sendirian, karena isterinya, Enok, juga turut berjualan makanan di kantin sekolah.

Dede dengan tugas utama membersihkan ruangan dan sekitar halaman sekolah, juga bertanggungjawab dengan keamanan sekolah ini, walau berpenghasilan relatif kecil tapi tetap setia menggeluti profesinya.

“Isteri saya juga membantu dengan jualan makanan di kantin sekolah, dan hasilnya lumayan buat nambah-nambah kebutuhan rumahtangga, “terangnya.

Sejak tahun 2013 menjadi penjaga sekolah, nyaris seluruh hari-harinya untuk disibukan dengan pekerjaan rutinnya, seperti membuka , mengunci pintu, jendela, membersihkan sekolah dan halaman, menata taman agar tetap bisa terlihat ibdah dan nyaman.

Dede brsukur, karena dari penghasilan yang selama ini saya terima sudah bisa menyekolahlan anak hingga sekarang menjadi ASN dan bekerja di kantor Setda Pangandaran.

“Sementara adiknya sekarang sedang PKL di Bandung bersama teman-temannya dari kelas 3 SMKN Cijulang, “katanya.

Menurutnya, selain menjadi penjaga sekolah ia pun mempunyaipekerjaan sampngan, memperbaiki pompa air, kulkas,mesin Cuci dan alat-alat elektronik rumahtangga lainnya.

Alhamdulillah, asal kita bisa mensukuri rasanya semuanya menjadi mudah dan insaalloh barokah, “ungkapnya. (RASIMUN)

WARGA TASIK SESALKAN, KAWASAN DADAHA MENJADI KAWASAN DADA DAN PAHA ?

TASIKNEWS-Sungguh tindakan yang tidak terpuji, beberapa pasang remaja berani melakukan perbuatan mesum di tempat umum, seakan sudah tidak canggung lagi pasangan remaja tersebut berbuat tidak senonoh justru di siang hari. Tepatnya di kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya, dimana di tempat ini selalu ramai oleh masyarakat yang melakukan aktivitas olaharaga atau sekedar jogging untuk melemaskan otot-otot kaki.

Perbuatan tercela para kaum remaja ini tentunya menuai protes dari berbagai kalangan, salah satunya dari Ketua Harian Sipatutat, Iwan Supriadi (Iwok), ia sangat menyayangkan ruang publik yang selama ini menjadi sarana rekreasi keluarga dan sport center warga   kota.

Menurutnya, kejadian ini tentunya sangat mencoreng nama baik dan julukan kota santri, karena perbuatan emaja yang melakukan perbuatan yang tidak wajar beradegan kurang senonoh di depan publik sudah tidak bisa ditolelir lagi.

Jika mau merujuk pada julukan Tasik kota santri yang notabene punya Perda tata nilai, kata Iwan, kejadian ini tentunya menjadi tamparan keras bagi pemerintahan kota (pemkot). Butuh keseriusan pihak pemerintah dalam penataan, pengelolaan dan pengawasan kawasan Dadaha, sehingga jangan sampai kejadian memalukan itu kembali terus berulang, “tegasnya. (19/10)

“Kami berharap jangan sampai Taman Dadaha menjadi Taman Dada dan Olah Paha,”ungkapnya. (19/10)

Sementara  saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala UPTD Dadaha, Gumilang Herdis Kiswa, S.I.KOM., mengaku, padahal pihaknya rutin menggelar patroli setiap malam dengan melibatkan petugas kepolisian.

Dikatakan Gumilang, dengan keterbatasan petugas keamanan yang jumlahnya hanya tujuh orang yang dibagi selama 24 jam dengan 2 ditambah 1 orang petugas khusus di gedung kesenian, hingga dalam pengawasan pun sering kecolongan.

Untuk itu lanjut Gumilang, pihaknya sangat mengharapkan agar area Dadaha dipasang CCTV lengkap dengan speaker agar dapat memantau dan memonitor pengunjung yang akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan bisa terpantau dan dapat diketahui petugas.

Pada kesempatan ini, masih kata Gumilang, atas nama pribadi dan instansi ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian ini, walau sebenarnya pihaknya sudah berupaya untuk menjaga dan menertibkan Dadaha ini dari segala tindakan pengunjung yang tidak bertanggungjawab, tetapi masih tetap ada masyarakat, khususnya remaja yang menyalahi penggunaan kawasan ini.

“Kami selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk membenahi dari segala aspek, dan Kami pun mengajak seluruh pihak dan lapisan masyarakat agar dapat berperan aktif menjaga keamanan, kebersihan juga turut menegur jika ada hal-hal yang melanggar norma kesusilaan,” pungkas. (ANWARWALUYO)

BERHARAP SEGERA TURUN HUJAN, MASYARAKAT CIMERAK GELAR SHALAT ISTISQO

Add caption
CIMERAK-Sudah hampir enam bulan lebih musim kemarau melanda di mana-mana dan tentu saja ini berdampak pada sulitnya masyarakat untuk memenuhi air bersih untuk mandi, cuci dan memasak, walau sebagaian warga ada juga berusaha dengan membuat sumur bor atau mencari sumberiar ke hutan, tetap hasilnya tidak maksimal.

Kemarau saat ini juga sangat berdampak pada pertanian dan terank piaraan seperti sapi, kambing dan lainnya, karena rumput yang menjadi makananan utamanya sudh lama mengering. Bahkan, masyarakat yang mengandalkan kehidupannya pada produksi gula kelapa pun mengalami kesulitan, pasalnya air sadapan nira pohon kelapa menurun drastis. Salah satunya ini terjadi di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.

Usaha pun mulai dilakukan, seperti melalui musyawarah tingkat kecamatan diputuskan untuk melakukan shalat istiqo. Masyarakat di masing-masing desa yang ada di Kecamatan Cimerak pun serempak pada hari minggu kemarin (20/10) melakukan shalat istisqo, salah satunya dipusatkan ke lapangan sepak bola Desa Sindangsari.

Desa Limusgede termasuk yang terparah dalam masalah kebutuhan sumber air karena wilayahnya berupa pegunungan dan sangat gersang mengakibatkan mencari sumber air bersih sampai ke lembah yang sangat dalam.

Desa Mekarsari, walau pun termasuk desa yang berada di pegunungan tapi beruntung karena masih ada sungai Cimedang yang dijadikan sumber air.

Salah seorang warga, Ukah, mengatakan, pelaksanaan solat istisqo dilaksanakan sebelum shaat dhuhur dan umumnya  selesai dalam 15 menit.

”Mudah-mudahan doa’ serta keinginan kamiuntuk segera turun hujan segera terkabul, ungkapnya. (RASIMUN)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN