SECARA SWAKELOLA WARGA SINDANGJAYA BANGUN JALAN PERBATASAN DESA

MANGUNJYA-Wilayah perbatasan, yang secara geografis ada pada perbatasan  desa, kecamatan atau pun daerah,  seringkali kurang mendapat perhatian pemerintah daerah. Padahal secara administrasi ini sangat penting karena seringkali terjadi ketidakjelasan batas daerah. Misalnya, tidak ada skala, tidak ada proyeksi peta dan sistem koordinat, tidak ada datum geodetik, tidak jelasnya delinasi garis batas, tidak dicantumkannya sumber data, pembuat dan tahun pembuatannya, dan tentunya ini sejalan sejak dberlakukannya Sejak Undang-undang nomer 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang nomer 6 tahun 2014 tentang Desa.

Untuk kepentingan tersebut, di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Dusun Cikeludan RT. 25/RW 06 Desa Sindangjaya yang berbatasan dengan Desa Jangraga, kini mulai dibangun jalan penghubung antara dua desa tersebut, dengan sumber anggaran dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 30 juta, yang dikerjakan secara swakelola.

Ada kegembiraan yang dirasakan warga Desa Sindangjaya, karena baru kali ini pembangunan di laksanakan dengan cara normatif, swakelola.

Seperti diungkapkan Kepala Dusun Sindangjaya, Kusnandar, jika pengerjaan dengan cara seperti swakolala ini, dipastikan selain bisa memberdayakan masyarakat hasilnya pun akan lebih bagus, karena warga yang menjadi penerima asas manfaat pembangunan akan bertanggungjawab penuh sehingga dalam penggunaan anggaran desa pun akan optimal.

“Kami kerjakan secara gotong royong karena tidak dikerjakan oleh pihak ke tiga katanya, karena program yang bersumber dari DD dan ADD aturannya seperti itu. “tegasnya. (Tn)


MELALUI PILKADES SERENTAK, M.TAUFAN FIRMANSYAH, TERPILIH JADI KADES HEGARWANGI

Muhammad Taufan Firmansyah
TASIKNEWS-melalui pilkades serentak tahun 2019, akhirnya Muhammad Taufan Firmansyah terpilih menjadi  Kepala Desa Hegarwangi Kecamatan Bantarkalong, melalui pilkades serentak di Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan tanggal 26 oktober 2019.

Saat dimintai komentarnya, Muhammad Taufan Firmansyah, mengatakan, pemerintahannya ke depan akan melakukan pemerataan  baik dari sektor ekonomi, pembangunan, pertanian, peternakan dan wisata desa yang akan dilaksanakan tahap demi tahap.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan amanah, kepercayaan dan tanggungjawab kepada saya untuk memimpin Desa Hegarwangi, “ucapnya.

Tugas pertama yang akan dilaksanakan, kata Taufan, sapaan akrabnya, akan menyusun program kerja serta menata perangkat desa, melanjutkan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan dan pemberdayaan agar bisa tercipta kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat menuju desa yang mandiri, maju dan berbudaya.

Taufan juga mengatakan, kedepannya pemerintahan desa pun akan memperhatian nilai-nilai religius, pendidikan, budaya dan kesenian yang ada di tengah-tengah masyarakat, serta lebih meningkatkan lagi sektor pertanian dan peternakan pariwisata desa.

“Tentunya kami tidak bisa apa-apa  tanpa dukungan dari BPD, lembaga desa lainnya dan seluruh warga untuk bersama-sama membangun Desa Hegarwangi. “ungkapnya. (ANWARWALUYO)

KEDATANGAN MANTAN MENTERI KELAUTAN, SUSI PUJIASTUTI, DISAMBUT MERIAH WARGA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, disambut ribuan warga dan anak-anak sekolah saat kedatangannya di landasan pantai barat Pamugaran Pangandaran.

Kedatangan mentri asal Pangandaran ini disambut dengan barisan masyarakat dan pelajar ini di sepanjang jalan menuju landasan pacu, dengan iring-iringan para pengantar baik yang menggunakan kendaraan roda dua atau pun empat, hingga menuju kediamannya di Jalan Merdeka Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran.

Seperti yang dituturkan Kepala MTs Negeri Pangandaran, H. Yamin, seluruh siswa  MTsN dan semua sekolah SLTP dari tiga kecamatan,  diantaranya, Kecamatan Pangandaran, Kalipicang dan Sidamulih, bersama-sama menyambut kedatangan ibu Susi.

"Siswa SLTP dari tiga kecamatan, bahkan siswa SD dari Kecamatan Pangandaran ini memang berinisiatif ingin menyambut kedatangan Ibu Susi yang sudah berhasil mengharumkan nama daerah, “ungkapnya.(26/10)

Seperti diketahui, kata Yamin, Susi Pujiastuti merupakan salah seorang warga terbaik Pangandaran dan merupakan yang pertama kali menduduki jabatan menteri, dan tentunya hal ini menjadi kebangaan seluruh masyarakat.

“Kami berharap, Ibu Susi bisa terus berkiprah untuk kemajuan Kabupaten Pangandaran, walau pun sekarang sudah tidak menjadi anggota kabinet lagi. “imbuh Yamin. (HARIS FIRDAUS)

MERIAHKAN HARI JADI YANG KE 7 TAHUN 2019, PSDKU UNPAD PANGANDARAN GELAR PANGANDARAN RUN

PANGANDARAN-Dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-7, kampus UNPAD Pangandaran menggelar lomba lari marathon yang dikemas dalam even Pangandaran Run.

Menurut salah seorang paniti pelaksana, kegiatan ini menjadi salah satu Program Studi Kampus Utama (PSDKU) UNPAD Pangandaran.

Ia menuturkan, dalam Pangandaran Run ke 2 tahun 2019 yang digelar di Grand Pangandaran uni diikuti 1200 peserta dari berbagai daerah.

Sementara Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata yang berkesempatan membuka star pertama, dalam sambutannya menyampaikan, cita-cita pemerintah daerah adalah menjadikan Pangandaran hebat, sehingga pihaknya selalu berusaha untuk menjadikan Pangandaran hebat.
Tetapi, masih kata bupati, saat ada kegelisahan pada sektor pendidikan, Unpad pun hadir menjadi salah-satu jawaban kegelisahan masyakat dan pemerintah.

"Pangandaran run ini merupakan sebuah kerjasama yang baik antara Unpad dan Pemkab Pangandaran , sehingga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri untuk kemajuan pariwisata." Kata bupati. (HARIS FIRDAUS)

BUPATI PANGANDARAN: "JIKA ADA KEBIJAKAN YANG MELENCENG, SILAHKAN PROTES DAN KRITISI KAMI”

PANGANDARAN-Pada acara Festival  Kopi Pangandaran yang diselenggarakan di Grand Pangandaran tadi malam (25/10), Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, Pangandaran menjadi hebat jika terjalin kebersamaan dan sinergitas antara satu dengan lainnya.

kata bupati, jika bersama-sama mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan maka perkembangan ekonomi dan pariwisata  Pangandaran akan terus berkembang.
“Jadi Pangandaran bisa hebat karena adanya kebersamaan."ucapnya.

Sejak tahun 2016, kata bupati, pemda terus bekerja agar Pangandaran terus berkembang dan ternyata perkembangan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan bahkan melonjak.
Dan dalam salah satu skala perioritas kebijakan pemerintah daerah, melaksanakan penataan kawasan wisata, akan terus dilakukan hingga minat wisatawan untuk datang ke Pangandaran pun akan terus meningkat.

"Namunpun sebagai manusia bisa kami menyadari masih banyak kekurangan, maka jika melihat kami salah, silahkan kritik atau demo, karena inilah demokrasi," tuturnya. (HARIS FIRDAUS)

BUPATI PIMPIN UPACARA HARI JADI KABUPATEN PANGANDARAN KE 7 TAHUN 2019

PARIGI-Membangun harmoni kebersamaan seluruh elemen pada porsinya masing-masing merupakan langkan akselerasi pembangunan daerah, dengan saling mengisi satu dan lainnya tentunya akan semakin cepat tercipta apa yang dicita-citakan bersama.

Demikian disampaikan Bupati Panganaran, H. Jeje Wiradinata pada upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 7, yang dilaksanakan di lapang alun-alun Parigi.(25/10)
Menurut bupati, tentunya dalam waktu belum genap empat tahun memimpin masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, masih banyak keinginan dan tuntutan masyarakat belum terpenuhi, tapi dengan tetap merajut kebersamaan tentunya segala persoalan menjadi ringan dan akan terasa mudah untuk dilaksanakan.

Tak  ada gading yang tak retak karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT, namun pelaksanaan  program dan kegiatan untuk terus bisa mewujudkan kesejahieraan masyarakat dari tahun ke tahun keenderungannya semakin membaik.

“Capaian kinerja yang dituangkan dalam RPJMD 2016-2021 semoga dapat kita capai, kami tetap optimis bahwa tidak ada benang kusut yang tidak bisa diurai dan tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan melalui gotong royong, “kata bupati.

Bupati juga mengajak seluruh elemen bisa bergandeng tangan dan saling menguatkan sehingga akan mampu menyelesaikan berbagai hambatan, tantangan dan persoalan dalam menghadah berbagai permasalahan.

Dalam upacara yang dihadiri Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Ketua DPRD, Asep Noordin, serta pimpinan dan anggota, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh pejabat di lingkup pemerintahan, Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran, tokoh agama, masyarakat dan pemuda, pelajar, anggota DPPRD Provinsi Jaw Barat dari Daerah Pemilihan (dapil) 13, dan tamu undangan lainnya, bupati yang bertindak menjadi insfektur upacara, juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada para tamu undangan yang telah menyempatkan hadir.

“Pada momentum hari jadi ini, saya mengajak semua yang hadir termasuk warga masyarakat dimanapun berada, mari kita bermuhasabah, merekonstruksi, mana hal-hal baik yang perlu kita pertahankan serta mana hal-hal yang harus segera diperbaiki. “kata bupati. (PNews)



SUGUHKAN RASA KECINTAAN PADA BUDAYA, DISDIKPORA PANGANDARAN GELAR SENI IBING RONGGENG

PANGANDARAN-Merawat serta menumbuhkembangkan kesenian daerah dan budaya yang menjadi kearifan lokal bukan hanya tanggungjawab  para pelaku budaya, tapi ia menjadi tanggungjawab semua untuk bersama-sama menjaga agar bagaimana budaya lokal ini terus ada hingga lintas generasi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga Kabupaten Pangandaran, H. Surman, saat ditemui PNews dalam kegiatan Pagelaran Seni Ibing Ronggeng, dalam rangkaian acara menyambut Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 7, di halaman kantor Disdikpora, tadi malam.(23/10)

Menurut Surman, mencintai serta apresiasi seni budaya harus ditanamkan sejak usia dini, baik itu melalui pendidikan formal atau di sanggar-snggar kesenian yang ada di daerah masing-masing.

“Sama dengan yang lainnya, kami sebagai pengelola dunia pendidikan pun mempunyai tanggungjawab yang sama untuk menanamkan nilai-nilai seni pada siswa, “ungkapnya.

Kecintaan pada seni budaya, lanjutnya, bisa menjadi benteng pertahanan moral anak saat derasnya budaya asing masuk, apalagi di era digital ini bisa dengan sangat mudah budaya tersebut masuk di lingkungan anak jika dalam jiwanya.

Anak-anak yang hidup pada jaman milenial ini tetap akan terjaga etika, moral dan karakternya jika saja dalam jiwanya ada kecintaan pada budaya serta hidup pada kearifan lokal yang hakiki.

Surman mengatakan, melalui lomba kesenian ronggeng yang diikuti siswa SLTP pada acara Ngaruat Jagat Sila Saamparan, di obyek wisata Batuhiu pada beberapa waktu lalu, ini merupakan salah satu media untuk menanamkan nilai dan kecintaan si anak pada budaya sendiri.

Surman juga mengatakan, dan kegiatan Pagelaran Seni Ibing Ronggeng kali ini pun sama, bahkan bukan hanya siswa saja, tapi seluruh pemangku pendidikan, guru dan kepala sekolah dari 10 korwil pun harus bisa tampil bukan hanya bisa mengajarkan saja.

“Nah apakah murid atau gurunya yang bisa tampil lebih baik, kalau muridnya bisa tampil lebih bagus berarti para guru sudah berhasil memberikan ilmunya pada para siswa, “pungkasnya. (PNews)


DEDE DARSONO, PROFIL PENJAGA SEKOLAH ASAL KORWIL CIMERAK

CIMERAK-Dengan perawakan tinggi kurus dengan raut muka kebapaan, ia selalu siap kapan saja bekerja demi kemajuan sekolah, jam 06.00 ia pun harus segera sampai ke sekolah sebelum guru dan murid-murid tiba.

Demikian tugas keseharian Dede Darsono, seorang penjaga sekolah di SD Negeri 2 Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.

Dede Darsono, yang selalu dipanggil Mang Ade ini tidak sendirian, karena isterinya, Enok, juga turut berjualan makanan di kantin sekolah.

Dede dengan tugas utama membersihkan ruangan dan sekitar halaman sekolah, juga bertanggungjawab dengan keamanan sekolah ini, walau berpenghasilan relatif kecil tapi tetap setia menggeluti profesinya.

“Isteri saya juga membantu dengan jualan makanan di kantin sekolah, dan hasilnya lumayan buat nambah-nambah kebutuhan rumahtangga, “terangnya.

Sejak tahun 2013 menjadi penjaga sekolah, nyaris seluruh hari-harinya untuk disibukan dengan pekerjaan rutinnya, seperti membuka , mengunci pintu, jendela, membersihkan sekolah dan halaman, menata taman agar tetap bisa terlihat ibdah dan nyaman.

Dede brsukur, karena dari penghasilan yang selama ini saya terima sudah bisa menyekolahlan anak hingga sekarang menjadi ASN dan bekerja di kantor Setda Pangandaran.

“Sementara adiknya sekarang sedang PKL di Bandung bersama teman-temannya dari kelas 3 SMKN Cijulang, “katanya.

Menurutnya, selain menjadi penjaga sekolah ia pun mempunyaipekerjaan sampngan, memperbaiki pompa air, kulkas,mesin Cuci dan alat-alat elektronik rumahtangga lainnya.

Alhamdulillah, asal kita bisa mensukuri rasanya semuanya menjadi mudah dan insaalloh barokah, “ungkapnya. (RASIMUN)

WARGA TASIK SESALKAN, KAWASAN DADAHA MENJADI KAWASAN DADA DAN PAHA ?

TASIKNEWS-Sungguh tindakan yang tidak terpuji, beberapa pasang remaja berani melakukan perbuatan mesum di tempat umum, seakan sudah tidak canggung lagi pasangan remaja tersebut berbuat tidak senonoh justru di siang hari. Tepatnya di kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya, dimana di tempat ini selalu ramai oleh masyarakat yang melakukan aktivitas olaharaga atau sekedar jogging untuk melemaskan otot-otot kaki.

Perbuatan tercela para kaum remaja ini tentunya menuai protes dari berbagai kalangan, salah satunya dari Ketua Harian Sipatutat, Iwan Supriadi (Iwok), ia sangat menyayangkan ruang publik yang selama ini menjadi sarana rekreasi keluarga dan sport center warga   kota.

Menurutnya, kejadian ini tentunya sangat mencoreng nama baik dan julukan kota santri, karena perbuatan emaja yang melakukan perbuatan yang tidak wajar beradegan kurang senonoh di depan publik sudah tidak bisa ditolelir lagi.

Jika mau merujuk pada julukan Tasik kota santri yang notabene punya Perda tata nilai, kata Iwan, kejadian ini tentunya menjadi tamparan keras bagi pemerintahan kota (pemkot). Butuh keseriusan pihak pemerintah dalam penataan, pengelolaan dan pengawasan kawasan Dadaha, sehingga jangan sampai kejadian memalukan itu kembali terus berulang, “tegasnya. (19/10)

“Kami berharap jangan sampai Taman Dadaha menjadi Taman Dada dan Olah Paha,”ungkapnya. (19/10)

Sementara  saat dihubungi lewat telepon celullernya, Kepala UPTD Dadaha, Gumilang Herdis Kiswa, S.I.KOM., mengaku, padahal pihaknya rutin menggelar patroli setiap malam dengan melibatkan petugas kepolisian.

Dikatakan Gumilang, dengan keterbatasan petugas keamanan yang jumlahnya hanya tujuh orang yang dibagi selama 24 jam dengan 2 ditambah 1 orang petugas khusus di gedung kesenian, hingga dalam pengawasan pun sering kecolongan.

Untuk itu lanjut Gumilang, pihaknya sangat mengharapkan agar area Dadaha dipasang CCTV lengkap dengan speaker agar dapat memantau dan memonitor pengunjung yang akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan bisa terpantau dan dapat diketahui petugas.

Pada kesempatan ini, masih kata Gumilang, atas nama pribadi dan instansi ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian ini, walau sebenarnya pihaknya sudah berupaya untuk menjaga dan menertibkan Dadaha ini dari segala tindakan pengunjung yang tidak bertanggungjawab, tetapi masih tetap ada masyarakat, khususnya remaja yang menyalahi penggunaan kawasan ini.

“Kami selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk membenahi dari segala aspek, dan Kami pun mengajak seluruh pihak dan lapisan masyarakat agar dapat berperan aktif menjaga keamanan, kebersihan juga turut menegur jika ada hal-hal yang melanggar norma kesusilaan,” pungkas. (ANWARWALUYO)

BERHARAP SEGERA TURUN HUJAN, MASYARAKAT CIMERAK GELAR SHALAT ISTISQO

Add caption
CIMERAK-Sudah hampir enam bulan lebih musim kemarau melanda di mana-mana dan tentu saja ini berdampak pada sulitnya masyarakat untuk memenuhi air bersih untuk mandi, cuci dan memasak, walau sebagaian warga ada juga berusaha dengan membuat sumur bor atau mencari sumberiar ke hutan, tetap hasilnya tidak maksimal.

Kemarau saat ini juga sangat berdampak pada pertanian dan terank piaraan seperti sapi, kambing dan lainnya, karena rumput yang menjadi makananan utamanya sudh lama mengering. Bahkan, masyarakat yang mengandalkan kehidupannya pada produksi gula kelapa pun mengalami kesulitan, pasalnya air sadapan nira pohon kelapa menurun drastis. Salah satunya ini terjadi di Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.

Usaha pun mulai dilakukan, seperti melalui musyawarah tingkat kecamatan diputuskan untuk melakukan shalat istiqo. Masyarakat di masing-masing desa yang ada di Kecamatan Cimerak pun serempak pada hari minggu kemarin (20/10) melakukan shalat istisqo, salah satunya dipusatkan ke lapangan sepak bola Desa Sindangsari.

Desa Limusgede termasuk yang terparah dalam masalah kebutuhan sumber air karena wilayahnya berupa pegunungan dan sangat gersang mengakibatkan mencari sumber air bersih sampai ke lembah yang sangat dalam.

Desa Mekarsari, walau pun termasuk desa yang berada di pegunungan tapi beruntung karena masih ada sungai Cimedang yang dijadikan sumber air.

Salah seorang warga, Ukah, mengatakan, pelaksanaan solat istisqo dilaksanakan sebelum shaat dhuhur dan umumnya  selesai dalam 15 menit.

”Mudah-mudahan doa’ serta keinginan kamiuntuk segera turun hujan segera terkabul, ungkapnya. (RASIMUN)

KISAH INSPIRATIF BAH ENDA, TUKANG SOL SEPATU CETAK ANAKNYA JADI SARJANA

Add caption
CIJULANG-Enda (65), atau lebih akrab dipanggil Bah Enda, sudah puluhan melakoni profesi sebagai tukang sol sepatu untuk menghidupkan keluarganya.
Perawakannya sedikit kurus dengan kulitnya yang sudah mulai keriput tapi wajah tetap bersih dan selalu ceria.

Ia menuturkan, sejak tahun 1982 Enda dan keluraganya pindah dari Garut datang ke Cijulang untuk usaha dengan berbekal keterampilan mereparasi sepatu, atau lebih populer dengan sebutan, tukang sol sepatu.

Dengan menempati lapak kecil di sekitar Pasar Cijulang Kabupaten Pangandaran, di depan rumah salah seorang warga, merupakan tempat Enda melayani pemilik sepatu yang ingin menggunakan jasanya.

“Saat pertama saya datang ke Cijulang belum ramai seperti sekarang, “ungkapnya.

Dari isterinya, Ambu Yati, yang dinikahinya tahun 1973, ia dikarunia 8 orang anak, yang sekarang semua anak-anaknya sudah sukses dan tinggal di beberapa kota besar. Dari delapan anaknya semua lulusan SLA bahkan ada yang  sarjana menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN) dan pegawai salah satu bank ternama di Jakarta serta dua anaknya tinggal di Cijulang sudah sukses menjadi pengusaha alat-alat pertanian.

2 orang anak saya tinggal di Jakarta, di Bandung 2 orang, di Garut 2 dan di Cijulang 2, “terangnya.

Dengan modal yang tidak terlalu besar, dalam sehari rata-rata Enda bisa membawa uang ke rumahnya sekitar Rp 100 ribu, bahkan jika srejekinya sedang melimpah, kadang penghasilannya bisa  mencapai Rp300-500 ribu dalam satu harinya.

Pelanggannya pun terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga PNS, mungkin karena kebetulan lokasinya dekat dengan Kopersi Tugu yang selalu ramai dengan kegiatan para guru.

Enda menuturkan, tentu tidak mudah untuk menghidupi 8 anaknya dari hasil sol sepatu. Tapi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi serta didasari keyakinan Tuhan sudah mengatur rejekinya, ia pun berhasil membentuk anak-anaknya lulusan sekolah hingga bekerja. Tapi walau anak-anaknya sudah sukses, ia tetap akan bekerja selama tubuh masih kuat.

“Walaupun anak-anak sudah melarangnya, tapi menjadi tukang sol sepatu mungkin sudah jadi guratan hidup saya, ”kata Enda.

Karena sudah lama tinggal di Cijulang, sejak tahun 1982, sehingga Enda pun tahu perkembangan tempat tinggalnya sekarang yang selama ini sudah memberikan kehidupan untuk keluarganya,  hampir separuh hidupnya dihabiskan di Cijulang dengan profesi tukang sol sepatu.

Cijulang, kata Enda, merupakan kota kecil yang aman, tentram dan damai dengan warganya yang memilki rasa kekeluargaan yang besar, sehingga siapa saja yang tinggal disini akan merasa betah. (RASIMUN)

RATUSAN REMAJA FGHP PENUHI MESJID AGUNG PANGANDARAN IKUTI KEGIATAN KEAGAMAAN

PANGANDARAN-Ratusan jama'ah yang didominasi remaja, beberapa hari lalu menghadiri pengajian umum yang digelar di mesjid agung Pangandaran. (20/10)

Acara yang diinisiasi para pemuda hijrah Forum Generasi Hijrah Pangandaran (FGHP) ini merupakan acara rutin, namun kali ini berbeda dari biasanya. Pasalnya, para mustami yang hadir mayoritas kaum muda yang datang dari berbagai komunitas remaja di Kabupaten Pangandaran.

Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat pun memberikan apresiasi, karena  kegiatan ini sangat positif dan sangat bermanfaat khususnya untuk merangkul dan membina anak-anak muda.

"Kita semua tahu, khususnya di Kecamatan Pangandaran masalah aqidah dan akhlak generasi muda rentan terkontaminasi, tapi hariini saya bersukur karena anak-anak hijrah ini mempunyai semangat yang positif dan ini perlu mendapat dukungan dari kaum tua,"ungkapnya.

Menurut ustadz UHF, selaku pembina anak-anak muda hijrah, geliat anak-anak muda di Kecamatan Pangandaran di bidang jeagamaan, tepatnya di kawasan aktivitas pariwisata mulai nampak, sehingga sangat perlu sentuhan dan binaan religi.

Sekitar 40 remaja yang berasal dari anak-anak muda dengan latar yang berbeda-beda, kata UHF, mungkin jumlahnya masih relatif sedikit. Tapi dengan kegiatan ini tentunya akan sangat bermanfaat untuk pondasi serta kekuatan nilai-nilai keagamaan pada kehidupan sehari-hari.

“Kini banyak remaja mengisi waktunya dengan kegiatan keagamaan, maka sebaiknya mereka jangan berjalan sendirian, perlu rangkulan dan dukungan dari semua pihak," tegasnya. (HARIS FIRDAUS)

REFLEKASI MILANGKALA KE 7 KABUPATEN PANGANDARAN DALAM BINGKAI PEMBANGUNAN DAN ISYU LINGKUNGAN HIDUP

Memasuki usianya yang ke 7, Kabupaten Pangandaran terus berbenah dan menata diri untuk bisa sejajar dengan daerah lain di Proviinsi Jawa Barat. Geliat pembangunan baik di bidang infra struktur mau pun Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sebuah ekspektasi untuk bisa meningkatkan layanan publik yang sejalan dengan ruh pemekaran dan keinginan dari buah pemikiran seluruh stake holder.
Memasuki era bupati definitif, dibawah kepemimpinan H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, yang dilantik tanggal 17 pebruari 2016 lalu, tentunya membawa harapan serta warna baru Kabupaten Pangandaran, paling tidak untuk 5 tahun masa kepemimpinannya.

Ada 4 skala perioritas kebijakan yang digulirkan Pemkab Pangandaran, diantaranya pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan dan penataan kawasan wisata.

Dan hasilnya, belum genap 3 tahun kepemimpinan Bupati H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, tingkat kepuasan masyarakat pun meningkat. Perbaikan sarana umum tranportasi jalan pada tahun 2018 lalu sudah 80 persen lebih, tentunya masyarakat sebagai penerima asas manfaat pembangunan merasa gembira karena kini warga sudah bisa menikmati jalan-jalan bagus hingga ke pelosok, dan tentunya ini merupakan suntikkan suplymen, energi dan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan serta melahirkan ide desa untuk menjadi poros pembangunan di daerah. Dan tentu ini bukan hal yang bertentangan dengan kondisi riil yang dimiliki Kabupaten Pangandaran, karena dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki dan tersebar di 93 desa,  dimungkin untuk bisa lebih dikembangkan karena sekarang sudah ditunjang akses jalan yang menghubungkan antara desa ke desa lainnya, desa ke kecamatan dan dari desa ke perkotaan pun sekarang sudah tidak terkendala lagi.

Karena sejatinya pembangunan desa ternyata bisa menjadi implementasi dari pelaksanaan pembangunan daerah dan bukan sekedar mengembangkan atau mengadakan infrastruktur namun lebih dari itu, ia melingkupi untuk semua aspek kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial, budaya, politik, yang berlangsung pada level makro (desa) dan mikro (individu), sehingga makna penting pembangunan menjadi progress kemajuan/perbaikan pertumbuhan pun bukan sekedar wacana.

Di bidang pendidikan, Pemkab Pangandaran dengan APBD yang porporsional mampu merealisasikan wajib belajar (wajar) 12 tahun, sehingga masyarakat sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menyekolahkan putra-putrinya paling tidak hingga tingkat SLTA, malahan pemda juga membantu warganya untuk biaya pendidikan di Unpad setengah biaya kuliah per semesternya.

Memasukan nilai-nilai keagamaan ke sekolah pun menjadi agenda khusus pemda dengan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS), pesantren ramadhan dan lainnya, sehingg sejak usia dini para siswa sudah dibekali nilai-nilai etika, religius dan pendidikan yang berkarakter.

Pada sektor kesehatan, untuk memberikan pelayanan masyarakat yang sakit dibangun beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) megah setara hotel berbintang, sehingga kenyamanan layanan pun lebih optimal. Bukan hanya itu, dalam pembiayaan pun Pemda Pangandaran mengratiskan biaya kesehatan termasuk penggunaan mobil ambulan.

Selain puskesmas, pemda juga membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan menelan anggaran ratusan milyar, dan tahun depan masyarakat Pangandaran sudah tidak usah pergi ke luar daerah untuk rujukan kesehatan seperti yang selama ini dilakukan.

Di sisi penataan wisata, Kabupaten Pangandaran dengan luas wilayah 1.680 km2 dengan 91 km bentang pesisir pantai, ini merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri, karena dengan segala potensi alam ini Pangandaran  menjadi terkenal hingga ke mancanegara.

Keindahan alam pantai, laut, sungai, hutan dan sumber alam lainnya merupakan potensi wisata yang tidak setiap daerah miliki sehingga menjadikan Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata yang terintegrasi dan berbasis sumber daya lokal yang dapat dilakukan penataan kawasan wisata dengan karakteristik agrowisata, wisata pantai, alam, pusat penelitian dan pengembangan, konservasi sumber daya hayati dan wisata buatan secara berbarengan.

Pada tahun ini, penataan kawasan pantai barat dan timur Pangandaran pun mulai dikerjakan, diharapkan dengan dikembangkannya kawasan tersebut bisa terintegrasi dan berbasis produk lokal, sehingga nantinya bukan hanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ikut naik, tapi pembangunan dan pengembangan ekonomi pada sektor riil juga akan berdampak positif.

Penataan kawasan wisata ini pun mendapat dukungan dari Pemprov Jabar dengan menggelontorkan anggarannya sekitar Rp 40 miyar, yang khusus diperuntukan pada sektor penataan obyek wisata. Sehingga sinergitas antara pemkab Pangandaran dan pemprov jabar pun menjadi sebuah energi serta akselerasi untuk merealisasikan visi-misi Kabupaten Pangandaran menjadi wsiata berkelas dunia dan target 5 juta kunjungan wisatawan setiap tahun pun sudah di depan mata.

Pada sebuah kesempatan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, jika saja dalam setiap tahunnya ada 5 juta pengunjung ke Pangandaran, secara ekonomi masyarakat akan sangat merasa diuntungkan dan tentunya akan lebih sejahtera, karena jika saja estimasinya wisatawan yang datang lalu “menjatuhkan” uangnya Rp. 250 ribu per pengunjung, artinya ada sekitar Rp. 1,5 trilyun dalam setahun uang yang diterima dan beredar di masyakat Pangandaran.

“Itulah dahsyatnya efek pariwisata pada laju perekonomian masyarakat, “ujar bupati saat itu.

Padahal pemerintah sendiri hingga saat ini belum mempunyai sistem bagaimana cara memindahkan peredaran uang dari daerah satu ke daerah lainnya, tapi dengan pariwasata ternyata mampu melakukan itu bahkan uang dari mancanegara, dan itu nyaris tanpa campur tangan atau regulasi pemerintah. Pemerintah hanya hadir untuk memberikan fasilitas dan sarana penunjang agar wisatawan bisa nyaman, aman dan seterusnya, seperti slogan pada sapta pesona.

Ada satu persoalan hingga saat ini masih belum tertangani, di Pangandaran sejumlah masalah lingkungan hidup masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan penyelesaian, dan persoalan ini menjadi sangat krusial karena menyangkut kualitas kehidupan di masa datang. Dari mulai pencemaran limbah basah yang dihasilkan hotel dan restoran hingga  pencemeran lingkungan dan sungai yang dihasilkan industri dan perusahaan yang hingga saat ini belum tertangani secara serius.

Kerusakan lingkungan yang dilatarbelakangi motif ekonomi sekelompok orang tak bertanggungjawab, akan berdampak  luar biasa. Karena yang dirugikan bukan hanya penduduk yang ada di sekitar lokasi pabrik tetapi hingga ke anak- cucu kelak.

Beberapa kasus terjadi, seperti aliran sungai mengalami kondisi yang kritis, dan itu penyebabnya beragam, diantaranya karena limbah industri yang mengandung berbagai macam zat kimia atau akibat limbah domestik yang dihasilkan rumahtangga yang secara sengaja dibuang ke sungai.

Di satu sisi pemda well come pada siapa pun insvestor yang datang untuk menanamkan usahanya, tapi di sisi lain kerap terjadi dampak negatif pada lingkungan tempat usahanya.

Disadari sepenuhnya permasalahan lingkungan hidup saat ini memang menjadi problema yang paling sering mengemuka, tapi hingga saat ini belum ditemukan solusi untuk mengatasinya sehingga kerusakan-kerusakan alam dan lingkungan pun terus terjadi. Padahal rusaknya lingkungan alam pada suatu masa belum tentu dapat dikembalikan seperti habitat semula meski sudah puluhan generasi berikut memperbaikinya.

Untuk mengatasi permasalahan ini tentu saja dibutuhkan kerja sama antara pihak pemerintah, masyarakat, serta pelaku-pelaku usaha. Dan maknanya mengatasi masalah lingkungan perlu kebijakan yang lebih konkret, bukan sebatas gerakan moral berupa ajakan atau himbauan.

Masyarakat harus terlibat aktif menjaga lingkungan sekitar, dan tentunya itu harus berbanding lurus dengan regulasi yang digulirkan pemerintah. Selamat hari jadi Kabupaten Pangandaran milangkala ka 7  (PNews)

CUPA CUPA, MAKANAN RINGAN KHAS PANGANDARAN BERBAHAN BAKU UDANG, CUMI DAN KEPITING

PARIGI-Cupa Cupa menjadi salah satu produk kuliner unggulan yang ikut peserta pameran dalam kegiatan Gelar Produk dan Temu Bisinis UMKM Juara 2019, di lapang alun-alun Parigi Kabupaten Pangandaran.(17/10)

Cupa Cupa adalah jenis makanan berbahan baku cumi, kepiting dan udang, salah satunya yang diproduksi Vania, warga Kecamatan Pangandaran.

Menurut Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, atas nama warga Pangandaran pihaknya merasa bersyukur sekaligus, karena di ada warga yang menerima hasil tangkapan nelayan, sehingga ini sangat membantu penjualan hasil tangkap para nelayan.

“Setelah dicoba rasanya enak, gurih dan renyah, “ungkap Adang.

Ke depannya Adang berharap, agar perusahaan ini tidak hanya bisa terkenal di luar Pangandaran saja, sebaiknya warga Pangandaran pun mestinya bisa ikut konsumsi Cupa Cupa ini.

“Dan jika ada kesempatan bisa saja cupa ini jadi komoditas untuk diexport keluar negeri, "ujar wabup.

Di tempat yang sama pemilik perusahaan Cupa Cupa, Vania, menerangkan, perusahaannya ini didirikan sekitar tiga tahun lalu, setelah menyelesaikan kuliahnya.

“Produksi cupa yang saya kelola ini benar-benar berangkat dari nol, setelah selesai kuliah saya pun sekarang lebih fokus untuk membangun usaha ini dan sekarang produk cupa cupa ini saya pasarkan ke Bandung, Tasikmalaya dan kota lainnya di Jawa barat. “terang Vania.

Dikatakan Vania, awal produksinya dibantu ibunya, lalu dicoba masak di rumah dengan beberapa varian berbahan baku cumi, udang dan kepiting. Karena memang bahan ini cepat membusuk, lalu timbul pemikirannya agar bisa dipasak awet dan tahan lama tapi mesti tetap enak dimakan.

Beberapa kali percobaan, menurut Vania, pernah dilakukan, hingga bulak-balik Bandung-Pangandaran untuk mengurusi ijin usaha, termasuk untuk uji uji lab.

“Setelah itu lalu saya buatkan kemasan berikut brandingnya, ya seperti inilah sekarang, " kata Vania sambil menunjukan bungkusan makanan olahannya.

Vania menambahkan, untuk produksi Cupa Cupa, ia menerima bahan baku udang, kepiting dan cumi dari nelayan Pangandaran sekitar 3 kwintal per hari.

“Jika ingin lebih jelas silahkan datang ke alamat saya di jalan Raya Cijulang km. 3 Pangandaran.” pungkasnya. (ANTON AS).

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN