BATIK DAHON ECOPRINT PANGANDARAN BERBAHAN PEWARNA RAMAH LINGKUNGAN

PARIGI-ketika isu lingkungan mulai bergulir, maka pembuatan batik yang selama ini menggunakan kimia sebagai zat pewarna akhirnya pembuatan  batik ecoprint berbahan baku buah palem (dahon) pun menjadi  solusinya.

Demikian diterangkan Elin Herlina, seorang kreator pembuatan batik berbahan baku pewarna dari pohon dahon (sejenis pohon dari keluarga palem yang biasa tumbuh di tepi sungai daerah pesisir pantai), saat ditemui PNews di arena pameran gelar produk temu bisnis di lapang Parigi Kabupaten Pangandaran.(17/10)

Menurut Elin, bahan pewarna sintetis zat kimia dapat menimbulkan pencemaran pada lingkungan sekitar dan berbahaya. Tapi dengan menggunakan pewarna dasar dari kulit buah dahon dan kulit buah-buahan lainnya juga kulit kayu dan biji-bijian ternyata bisa menghasilkan warna alami yang tak kalah indah bagud dan  indah.

“Produksi ecoprint batik kami pun menggunakan bahan alami tersebut, sedangkan motifnya menggunakan berbagai daun baik yang sudah gugur maupun yang masih segar, “terangnya.

Lebih lanjut Elin menjelaskan, buah dahon merupakan buah dari tanaman pohon palem atau pohon nipah yang biasa hidup tumbuh di sekitaran sungai berair payau dan di hutan mangrove,
kulit buah dahon ini sangat bagus dan berkualitas jika digunakan sebagai pewarna ecoprint batik.

Elin menambahkan, prosesnya pembuatannya dengan cara extrasi, namun, lanjut Elin, bahan yang telah diproses terlebih dulu dengan cara dicelupkan kedalam larutan pewarna kulit buah dahon.

“Jika untuk motif bisa mendesign sesuai selera, “terang Elin lagi.

Proses pembuatan satu lembar kain batik ini, lanjutnya, memerlukan waktu sekitar tiga hari. Jadi bila tertarik untuk menyaksikan prosesnya silahkan datang langsung ke rumah produksinya di samping Kantor Desa Margacinta Kecamatan Cijulang.

Elin juga mengatakan, harga penjualan batik produksinya dijual variatif sesuai dengan bahan kain juga sesuai dengan tingkat kesulitan pewarnaannya, mulai dari harga Rp200 ribu hingga jutaan rupiah untuk batik berbahan kain sutra, dan untuk produk yang tersedia dalam bentuk bahan pakaian untuk pria dan wanita, Toots bag, sarung bantal dan shirts,

“Sekarang ini selain kami jual di rumah, penjualan batik dahon ini juga dijual melalui online "ungkapnya. (ANTON AS).

WAKIL BUPATI PANGANDARAN: “UMKM PELUANG EKONOMI BAGUS DAN BERPOTENSI MENYERAP TENAGA KERJA”

PARIGI-Usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan salah satu peluang roda perekonomian daerah yang diharapkan dapat memberdayakan tenaga kerja sehingga pemerintahan pun memberikan keberpihakannya pada para pelaku UMKM.Demikian disampaikan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, usai membuka kegiatan Gelar Produk dan Temu Bisinis UMKM Juara 2019, di lapang alun-alun Parigi.(17/10)

Menurut Adang, jumlah pelaku UMKM yang terus meningkat berbanding lurus dengan tingginya penyerapan tenaga kerja, karena UMKM telah membuka lapangan kerja yang lebih inovatif, kreatif dan tidak selalu  mengandalkan ijazah pendidikan. Artinya, UMKM berpotensi besar untuk mengentaskan masyarakat dari  kemiskinan, pasalnya pelaku UMKM yang bekerja dengan layak akan mendapat penghidupan yang sejahtera sehingga berpengaruh pula pada kelayakan hidup.

“Dan kegiatan ini tentunya untuk mendorong 10 ribu lebih pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Pangandaran dengan menyerap tenaga kerja sekitar 1700 sehingga otomatis ini bisa mengurangi pengangguran, “ujar Adang.

Dari UMKM ini,kata Adang, sudah teruji merupakan sistem perekonomiannya tidak mudah bangkrut karena pengusaha kecil seperti ini selalu mendapat pembinaan dari pemerintah daerah melalui terkait yang insten sehingga mempunyai prospek yang cerah.

UMKM memiliki lokasi yang tersebar di tiap-tiap kecamatan, termasuk di pelosok desa yang susah dari akses transportasi sekalipun. Dengan adanya UMKM ini tentunya juga membuat rakyat kecil tidak perlu berbondong-bondong hijrah ke kota untuk memperoleh penghidupan yang layak, karena dampak geliat UMKM yang terus meningkat ini, masyarakat yang tinggal di desa pun kini bukan halangan untuk menjadi sukses.

“Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para UMKM yang kemarin belum naik kelas sekarang  bisa naik kelas, “ungkap Adang.

Adang menambahkan, sebagai upaya peningkatan perekonomian daerah maka diperlukan bantuan dari seluruh lini untuk bisa melakukan serta mendukung hal ini, karena UMKM terbukti memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan sosial masyarakat untuk selalu meningkatkan inovasi dan kreativitas.

Sementara saat ditanya produk unggulan apa saja yag ekspansi dipasarkan ke luar daerah, menurut Adang, seperti makanan cupa, kopi, handycraft dan produk olahan lainnya.

“Komoditas kopi dan handycraft sudah bisa menembus pasar eksport, tapi kalau produk kuliner saya kira di setiap daerah juga pasti ada, “terangnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Perdagangan, UMKM dan Koperasi Kabupaten Pangandaran, Drs. Tedi Garnida, MM, kegiatan ini selain merupakan salah satu sarana atau media promosi juga menjadi ajang pertemuan pelaku UMKM dan buyer.  Dan tentunya melalui  kegiatan juga  masyarakat jadi mengetahui produk apa saja yang dihasilkan UMKM Pangandaran dan nantinya dapat diketahui  juga beberapa produk yang sudah bisa melakukan ekspor.

"Disamping kegiatan ini kami juga selalu melakukan pembinaan dan dorongan pada beberapa pelaku UMKM baik soal perijinan, packing, pemasaran atau lainnya, 4 kali dalam setahun. “terag Tedi.

Tedi juga mengatakan, ia juga mendorong bagaimana caranya penjualkan produk UMKM melalu on line, karena terbukti melalui penjualan lewat dunia maya ini sangat efektip, sehingga sampai saat ini  sudah sekitar 160 macm produk dijual melalu transaksi on line.

“Intinya, Pemkab Pangandaran melalui dinas kami akan terus membantu tumbuh kembangnya sektor ekonomi melalui UMKM yang ada di masyarakat, “pungkasnya.

Sementara para pelaku UMKM pun menyambut baik dengan sangat antusias untuk bisa ikut dalam acara Gelar Produk dan Temu Bisinis UMKM Juara 2019 yang diselenggarakan Dinas Perdagangan, UMKM dan Koperasi Kabupaten Pangandaran. Salah-satunya diungkapkan pengrajin batik Koja dari Kecamatan Cijulang, Rusdaya. Menurutnya, hasil pembinaan dari pemda produk batiknya kini sudah terdaptar di Kementerian Hukum dan Ham serta memilki hak cipta.

Selain pasar lokal, Rusdaya pun menjual kain batiknya melaui sosial media (sosmed) atau dengan cara konfensional.

"Omzet penjualan kami sekitar Rp 10 juta per bulan, “terangnya. (ANTON AS)

IRONIS, WARGA “HADIAHI” KADO SAMPAH DI HARI JADI KOTA TASIK KE 18

TASIKNEWS-Tumpukan sampah di arena Festival Tasik 2019 di kawasan sport center Dadaha, menjadi hadiah istimewa tepat pada perayaan hari jadi Kota Tasik ke 18.

“Ini kado istimewa yang diberikan warga pada perayaan hari jadi kota Tasik, “ungkap salah seorang pengunjung festival asal Kecamatan Cipedes, Andi.(15/10)

Tumpukan sampah plastik bekas bungkus makanan dan air mineral, kata Andi, menjadi pemandangan yang kurang indah dipandang mata ini pun luput dari pantauan petugas kebersihan, sehingga mengotori di sekitar arena olahraga Dadaha yang selama ini menjadi kebangaan warga.

Bukan saja terkesan kumuh, menurut Andi, tumpukan sampah itu juga tidak jarang menimbulkan aroma tak sedap, karena sebagian sampah tersebut merupakan sisa-sisa makanan yang tidak habis lalu membusuk.

 “Harusnya pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan bisa sigap, karena hampir  setiap ada eve-even seperti pameran ini pasti selalu menyisakan tumpukan sampah yang dibuang seenaknya oleh pengunjung  “tegasnya. (ANWARWALUYO)


WARGA DESA CIKUPA KINI DAPAT LAYANAN KESEHATAN GRATIS MELALUI KIS

TASIKNEWS-Kepala Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Yudha Heryadhi menjelaskan, pendistribusian Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) gratis tersebutakan langsung diberikan kepada pemdes langsung dari Puskesmas Karangnunggal, dan desa hanya menerima saja kemudian memanggil warga-warga yang mendapatkan kartu tersebut.

Menurut Yudha, penerima KIS ini masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) kelas 3 yang iuran bulannya dibayarkan APBD Pemda Tasikmalaya, dan pembagian KIS kali  ini merupakan sisa warga Desa Cikupa yang belum mendapatkan pada tahun sebelumnya.

Dengan mendapatkan kartu KIS, kata Yudha, mudah-mudahan bisa meringankan beban warga saat berobat bahkan bisa gratis, sehingga pemdes pun sangat bersyukur meski ada beberapa warga yang tidak menerima, dan ini hasil cek yang dilakukan pemda.

“Dan kami pemerintahan desa bertugas hanya menerima dan membagikan saja,”terang Yudha. (11/10)

Yudha juga sangat berterimakasih terkait dukungan Pemda, melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Tasikmalaya, yang telah mendukung pelaksanaan distribusi Kartu KIS.

“Saya berharap dengan program ini masyarakat di Desa Cikupa bisa menerima layanan kesehatan sehingga bisa lebih terjaga kesehatannya dan sejahtera,”imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga penerima kartu KIS, mengungkapkan, dengan adanya kartu ini diharapkan ia bisa mendapat layanan kesehatan gratis dari pihak rumah sakit.

“Kami senang mendapatkan kartu KIS tapi kami berharap pihak medis atau rumah sakit jangan pernah mempersulit dengan segala aturannya,”ungkapnya kepada PNews saat antri mengambil kartu KIS di aula desa. (ANWARWALUYO)



BUPATI PANGANDARAN: “DI LAPANGAN IMPLEMENTASI PERDA SANGAT COMPLICATED”

PARIGI- Ada tiga peraturan daerah yang paling mendesak yang harus segera dibuatkan perdanya, diantaranya, perda tentang sempadan sungai, perda tentang pengolahan limbah dan perda tentang kerugian daerah.

Demikian diterangkan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata saat diwawancarai PNews usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Pangandaran.(14/10)

Dikatakan bupati, membuat peraturan daerah itu mudah tapi implementasinya yang sulit, seperti  penyelesaian limbah PT Pecu dan pengerukan sungai Cikidang dan masalah lainnya.

Dilapangkan itu permasalahanya ternyata complicated, karena, kata bupati, dalam aturan ada sempadan sungai, tapi ketika implementasi di lapangan ternyata sempadan sungai itu telah berubah menjadi tanah milik.

Ahirnya, lanjut bupati, ketika waktu pengerukan sungai Cikidang, yang seharusnya sungai itu lebar sekarang sungai jadi sempit karena sempadan sungai itu sudah bergeser sekitar satu meter dari air sungai dan telah berubah menjadi tanah milik masarakat.

“Saya jadi bingung siapa yang salah, "ungkapnya.

Disoal terjadinya kekosongan obat di beberapa puskesmas, bupati mengatakan, itu akan segera i dipenuhi. Dan dalam pemberian  obat kepada pasien jangan sampai  semua penyakit hanya diberi obat parasetamol, yang penting sembuh, seharusnya tidak seperti itu. Menurut bupati, ia ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Disitulah perlunya segera  dilakukan evaluasi, “kata bupati..

Bupati juga mengatakan, sepeti di daerah terpencil, seperti di Desa Jadikarya, disana hanya ada satu dokter. Dokter gigi tidak ada, karyawan puskesmas cuma sedikit, dan menjadi bahan pertimbangan untuk terus evaluasi.

Bupati berharap, di daerah terpencil biasanya  jarang petugas medis yang mau kerja disana, sehingga  kedepan agar ada petugas mau mengabdi disana.

“Salah satu caranya kemungkinan tunjangannya dinaikan, yang tadinya tunjangan hanya Rp 3 juta bisa kita naikan menjadi Rp 5 juta, " jelas bupati.

Memasuki usia yang ke 7 roda pemerintahan kabupaten Pangandaran, kata bupati, perlu dilakukan perlu evaluasi, dan untuk pelaksanaannya tentunya harus ada ahli tela'ahan, tenaga yang ahli dan  berkaitan dengan evaluasi.

"Dan ini menjadi sSalah satu tugas dan kewajibannya  staff ahli."jelas bupati.

Jadi, lanjutnya, staff ahli itu harus betul-betul staff ahli jangan sampai ada istilah staff ahli itu tempat pembuangan dan bupati juga meminta agar staff ahli sekarang harus consen disana.

Bupati menjelaskan, staff ahli itu ada bidang-bidang, dan tiap-tiap bidang menjadi tugasnya memberikan kajian, seperti langsung terjun ke lapangan untuk melihat dinamika yang ada. Kemudian dilakukan kajian, sehingga bisa memberikan hasil kajian yang tepat untuk dilaksanakan.

“Nah itu hasilnya bisa dijadikan bahan evaluasi. "tegas bupati. (ANTON AS)

BUPATI PANGANDARAN ROTASI 3 PIMPINAN PEJABAT TINGGI PRATAMA ESELON II

PARIGI-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari serta disaksikan Sekretaris Daerah, Kusdiana, para asisten dan para kepala, melantik dan mengambil sumpah tiga orang pimpinan pejabat tinggi Pratama Eselon ll di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pangandaran, di aula setda.(14/10)

Ketiga pejabat tersebut, antara lain, Irwansyah S.sos dilantik menjadi staff ahli Bupati bidang pemerintahan, hukum dan politik, Drs Syaefuloh MSI, staff ahli Bupati bidang pembangunan, ekonomi dan keuangan dan Dani Hamdani S.Sos menjadi kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Dalam sambutan bupati, menyampaikan, Pemkab Pangandaran secepatnya akan segera melakukan open bidding karena ada delapan kekosongan pimpinan untuk jabatan eselon ll, diantaranya, satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perhubungan, Kesatuan Bangsa dan Politik  (kesbangpol) dan Asisten Daerah 1.

“Insya Alloh paling lambat bulan Desember tahun ini semua kekosongan bisa terisi," Kata Bupati. ( ANTON AS )

KARNAVAL BUDAYA DAN PAMERAN PRUDUK UNGGULAN WARNAI HARI JADI KOTA TASIK KE 18

TASIKNEWS-Dalam rangkaian memeriahkan hari jadi Kota Tasikmalaya yang ke 18, usai kegiatan karnaval yang dilaksanakan sepanjang jalan protokol, Wali Kota Tasik, Drs. H. Budi Budiman, pada sore harinya berkesempatan membuka pameran Tasik Kreatif di komplek Lapangan Dadaha.(13/10)

Kegiatan tersebut merupakan ajang mempromosikan hasil produksi makanan olahan,  pembangunan, Industri kreatif dan inovatif  kuliner, sesuai dengan Tema Hari Jadi Kota Tasik ke 18, Tasik Resik, Tasik  Berbudi atau berbudaya digital.

Dalam sambutannya, Budi, menyampaikan, para pelaku Usaha kecil dan mikro (UKM) harus bisa manfaatkan Pameran Tasik Kreatif  inovatif ini agar keberadaann UMKM yang ada di Kota Tasik lebih maju dan sejahtera.

Dalam menghadapi era tekhnologi ini, kata Budi, Pemkot Tasik sudah membina UKM ke arah e-commerce agar UKM bisa memanfaatkan tekhnologi.

Namun Budi menyayangkan pelaksanaan pameran ini sangat singkat dengan hanya waktu 3 hari, sehingga ia pun menyarankan kedepan agar pameran seperti ini bisa sampai 7 hari.

“Pameran ini merupakan ajang evaluasi dan promosi yang harus dimanfaatkan para pelaku UKM, karena saat ini UKM harus bisa berdaya saing dan tidak hanya berbicara kualitas dan kuantitas saja. “kata Budi.

Sementara beberapa pelaku UKM, mengatakan, semoga di hari jadi Kota Tasikmalaya yang ke 18 ini Pemkot bisa lebih dewasa dalam mengetaskan kemiskinan serta lebih memajukan lagi dunia usaha khususnya UKM.

“Kami sangat aspreasi dengan penyelenggaraan pameran  ini apalagi kami juga bisa terhibur dengan pagelaran wayang golek, “ujarnya. (ANWARWALUYO)

PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK HINGGA MANULA, PROGRAM INOVASI YAYASAN LATIFATUL QOLBI

PADAHERANG-salah satu inovasi dan program unggulan di Yayasan Latifatul Qolbi (LQ), tahun ini diluncurkan program bahasa inggris dengan peserta didik muali dari tingkat SD, SLTP, SLTA hingga usia anjut (manula)

Demikian disampaikan Ketua Yayasan LQ, Nana, saat ditemui wartawan PNews di sela-sela kesibukannya.(13/0)

“Ini merupakan inovasi dalam proses belajar mengajar di yayasan kami, “ungkapnya.

Dikatakan Nana, para peserta pun nampak sangat antusias mengikuti seluruh materi belajar yang disampaikan langsung tenaga pengajari Yayan Blues yang sudah berpengalaman di di negara belanda dan eropah.

Pusat pendidikan Yayasan Latifatul Qolbi yang berlokasi di RT 03/01 Desa  Kedungwuluh Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran ini, kata Nana, rencananya akan dijadikan sebuah kampung inggris seperti yang ada di daerah Pare Jawa Timur.

“Mudah-mudahan ini bisa menginsfirasi lembaga pendidikan lainnya di Pangandaran. “pungkas Nana. (NANAHOERUMAN)

AKIBAT KEKERINGAN, WARGA DUSUN MEKARJAYA KESULITAN AIR BERSIH

CIMERAK-Dampak musim kemarau panjang tahun ini benar-benar sangat dirasakan di beberapa daerah, karena bukan hanya sawah-sawah saja yang mengalami kekeringan, juga kesulitan air bersih terjadi hampir di semua wilayah.

Salah satunya di Dusun Mekarjaya Desa Sindangsari  Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, wilayah yangberbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya. Tampak sawah-sawah ,ilik warga mengalami kekeringan dengan tanahnya terbelah. Begitu juga dengan petani gula kelapa, sudah lama sadapan dari pohon kelapa tidak subur karena tidak banyak mengeluarkan air nira.

Tidak hanya itu, warga pun semakin kesulitan mencari air bersih baik untuk dikonsumsi atau pun sekedar mandi-cuci, karena sumur-sumur di dalam rumah sudah lama mengering. Bahkan air yang ada di bak-bak di mesjid pun sudah lama tidak berisi air.

Masyarakat Desa Mekarjaya yang mayoritas bermatapencaharian menjadi petani, benar-benar sangat merasakan buruknya dampak kekeringan ini.

Menurut salah seorang warga, beruntung masih ada beberapa sumur seperti yang ada di mesjid dan SMPN 3 Cimerak sehingga warga pun sedikit merasa terbantu walau harus mengantri karena banyaknya masyarakat yang datang.

“Di kedua tempat itu airnya pun tidak keluar banyak, “jelasnya.

Ia mengatakan, sayang hingga saat ini belum ada bantuan air besih dari pemerintah, baik bantuan air bersih angsung atau pun alat berupa sumur bor.

“Mudah-mudahan saja Pemkab Pangandaran bisa memberikan perhatian untuk segera memberikan bantuan air bersih secepatnya, “imbuhnya. (RASIMUN)

PENGERJAAN JEMBATAN CIKIDANG RAMPUNG, ARUS KENDARAAN PUN KEMBALI LANCAR

PANGANDARAN-Akses jalan baik menuju atau dari arah Pangandaran ke kota Tasik, Ciamis, Banjar, sekarang sudah bisa dilalui dengan lancar. Karena seperti diketahui, beberapa minggu lalu ada perbaikan jembatan Sungai Cikidang sehingga terjadi kemacetan karena para pengguna jalan harus antri melewati jembatan itu.

Menurut para pekerja proyek jembatan tersebut, walau arus lalu-lintas selalu padat setiap hari pengerjaan jembatan Cijidang ini terus dilakukan dan tidak menemui hambatan.

“Kami terus bekerja siang dan malam agar pengerjaan jembatan ini bisa segera rampung, “ujar salah seorang pekerja, beberapa hari lalu.

Saat ini, lanjutnya, pekerjaan fisik jembatan sudah selesai dan tinggal pengerjaan dan proses finishing, sehingga jembatan pun sekarang sudah bisa dilalui dari kedua arah.

“Mudah-mudahan akhir bulan oktober ini seluruh pekerjaan bisa selesai sehingga pengendaran pun bisa kembali merasakan nyaman karena tidak harus terjebak kemacetan lagi. “imbuhnya. (WILDAN-RADIAN)


SELAIN NYAPEDAH, SEPAK BOLA WARNAI KEGIATAN SABA DESA BUPATI-WAKIL BUPATI PANGANDARAN

CIMERAK-Sudah menjadi agenda rutin bupati dan wakil bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, setiap hari minggu melaukukan kegiatan “saba desa” dengan menaiki sepeda yang diakhri dengan pertandingan sepak bola.

Seperti pada hari minggu kemarin (13/10), bertempat di lapang sepakbola Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak, bupati dan wakil bupati bersama pejabat pemkab, anggota DPRD, camat, unsur ulama, Karang Taruna dan tokoh masyarakat menggelar pertandingan sepak bola.

Menurut beberapa warga, ini merupakan tradisi baru cara yang dilakukan pejabat di lingkup Pemkab Pangandaran untuk bisa berbaur langsung dengan masyarakat. Karena melalui pertandingan sepakbola yang dilakukan di setiap daerah kunjungannya, masyarakat bisa mengenal langsung pimpinan dan pejabat yang ada di pemkab, sehingga masyarakat pun sangat antusias menyaksikan pertandingan hingga usai.

“Dan tentu even ini juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat, “ungkapnya.

Sementara Bupati dan wakil bupati, pada setiap kunjungan tersebut, selalu menyampaikan, selain bisa bertatap muka dengan warga, juga bisa mendengar harapan, keluhan serta aspirasi masyarakat secara langsung.

“Selain berbaur, kami juga bisa melihat angsung keberhasilan serta kekurangan yang ada di tiap kecamatan bahkan hingga ke pelosok desa. “kata bupati. (RASIMUN)




PESERTA CALON PEGAWAI RSUD PANGANDARAN, IKUTI TES SELAMA 2 HARI

PARIGI-Hari minggu kemarin (13/10) merupakan hari kedua pelaksanaan ujian tulis untuk seleksi penerimaan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pandega Kabupaten Pangandaran.  Pemberian soal dengan amplop yang masih bersegel pun langsung diserah-terimakan dari pihak UNPAD  kepada pengawas di setiap ruangan, selang beberapa menit sebelum ujian dilaksanakan dengan disaksikan beberapa awak media di ruangan lantai 3. 

Menurut Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karier Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupate Pangandaran,  Ganjar Nugraha, SE,  seluruh mekanisme ujian, seperti pembuatan materi ujian, pemberian nomor, ruangan tempat ujian dan penentuan jam ujiannya pun itu merupakan kewenangannya UNPAD.

Dan pendistribusian lembar jawaban dan soal ujian pun, kata Ganjar, diberikan langsung Panitia (pansel) kepada pengawas dengan kondisi masih disegel dan dibuka bersama dengan peserta ujian yang selanjutnya dibagikan satu persatu ada peserta.

Ujian berlangsung selama dua hari, tanggal 12-13-oktober 2019, dan dalam satu hari ada dua sesi ujian dengan menempati 15 ruangan untuk per sesi dengan jumlah pesertai 30 peserta per ruangannya.

Ganjar menambahkan, minggu tanggal 13 oktober ini merupakan seson terakhir dengan jumlah peserta seluruhnya terdiri dari kesehatan dan non kesehatan, dengan rincian sekitar 500 peserta untuk tenaga kesehatan (nakes), sementara untuk tenaga administrasi merupakan peserta paling banyak.

“Materi ujian prinsipnya sama karena ini merupakan tes kemampuan dasar, dan nantinya  peserta yang lulus akan dipanggil lagi untuk mengikuti test berikutnya. “terang Ganjar.

Ganjar juga mengatakan, dan tes yang akan datang merupakan ujian tes kemampuan bidang, ditambah ada sesi interview, wawancara dantest pendalaman materi tentang formasi yang dilamarnya.

Insaalloh pelasaksanaannya mudah-mudahn bisa dilaksanakan pada bulan ini juga. ”imbuh Ganjar. (ANTON AS).

PELAKSANAAN SELEKSI PEGAWAI RSUD PANGANDARAN DILAKSANAKAN HARI INI


PARIGI-Seleksi penerimaan calon pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pangandaran dilaksanakan hari ini (12/10) bertempat di gedung UNPAD di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi.

Seperti disampaikan salah seorang panitia seleksi (pansel), DR. Drg. Kosterman, MM selaku panitia seleksi perwakilan dari UNPAD, saat ditemui Pnews di ruang kerjanya. Menurutnya, hari ini sabtu tanggal 12 Oktober 2019  merupakan hari pertama testing untuk peserta non kesehatan.

"Dengan menggunakan 15 ruangan untuk jumlah peserta 30 orang tiap ruangannya, “terangnya.

Total peserta testing seluruhnya, kata Kosterman, sebanyak 1655 orang, sementara nantinya jumlah tenaga kerja yang akan diterima RSUD hanya 189 orang dari seluruh formasi.

Kosterman menambahkan, sebelum mengikuti tes, seluruh peserta sebelumnya harus mengisi daptar hadir, dan seluruh peserta juga harus menyimpannya tasnya masing-masing di tempat yang sudah disediakan serta  mematikan (of) hand phonenya pada saat pelaksanaan tes.

Ia juga menyampaikan, testing  dilaksanakan secara tertulis dengan mengisi seluruh lembar jawaban dan tidak menggunakan komputer, karena  di Unpad sendiri tidak memiliki komputer sebanyak sejumlah peserta testing.

Disoal materi testing, Kosterman mengatakan, seluruh materi baik pengadaan mau pun pembuatan soal, seluruhnya dikerjakan pihak Unpad. Distribusi materi testing dilaksanakan berdasarkan berita acara serah terima soal yang masih bersegel saat diserahkan kepada pengawas di tiap ruangan dan dibuka dengan disaksikan dua orang perwakilan peserta.

“Untuk petugas pengawas merupakan gabungan, 15 orang dari Unpad dan 15 orang  lagi dari Pemkab Pangandaran. " Pungkasnya. (ANTON AS)

SETORAN PARKIR NAIK, SEJUMLAH PETUGAS PUN TERCEKIK

TASIKNEWS-Sejumlah petugas parkir di Kota Tasikmalaya mengeluh, pasalnya setoran retribusi yang dihasilkan dari sejumlah tempat parkir dirasakan semakin berat.

Seperti diungkapkan salah seorang juru parkir yang enggan ditulis namanya di kawasan jalan HZ. Mustofa, target pendapatan dari retribusi parkir yang setiap harinya disetorkan ke UPTD Parkir sangat tinggi sehingga terkadang ia sendiri tidak kebagian.

“Kalau sudah begitu saya pun terpaksa tidak membawa uang ke rumah, “ungkapnya.(11/10)

Ia mengatakan, apalagi pada jam-jam tertentu, seperti jam 16 hingga malam hari, lahan parkir tempatnya bekerja tidak jarang diambil alih petugas parkir liar.

Ia berharap mudah-mudahan keluhannya ini bisa didengar pihak yang mempunyai kewenangan, sehingga sisa pendapatan parkir setelah disetorkan pun bisa menambah penghasilannya.

“Selama ini paling besar penghasilan saya hanya Rp 50 ribu yang bisa dibawa ke rumah, “terangnya. (ANWARWALUYO

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN