KARENA RUANG KELAS ROBOH, SD 2 KALIJATI BERENCANA GUNAKAN MESJID UNTUK KBM SEMENTARA

SIDAMULIH-Sebuah bangunan sekolah tempat belajar siswa SD 2 Kalijati Kecamata Sidamulih Kabupaten Pangandaran, sekitar jam 4 sore kemarin (rabu, 10/7) roboh. Kejadian tersebut, menurut keterangan beberapa warga, diakibatkan karena kondisi bangunan tersebut sudah lapuk.

Menurut kepala SD 2 Kalijati, Sahdi, S.Pd, M.Pd, saat ditemui di lokasi, mengatakan, sebenarnya bangunan tersebut bukan milik sekolah, melainkan aset milik pemerinatahan Desa Kalijati.

Dulunya, kata Sahdi, bangunan ini digunakan PAUD. Tapi beberapa tahun kemudian proses belajar PAUD pindah ke tempat lain. Setelah tidak digunakan, pihak sekolah berinisiatif serta meminta ke pemerintahan desa bangunan ini agar diperbolehkan untuk dipergunakan menjadi ruang belajar siswa.

“Kebetulan hingga saat ini kami hanya mempunyai 5 ruang kelas, “kata Sahdi.

Karena bangunan ini milik desa, Sahdi berencana akan segera melaporkan kejadin ini ke pemerinatahan desa serta pemkab melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pangandaran, karena sekolah harus mencari alternatif lain untuk mengganti ruang kelas baru pengganti yang roboh.
Sukur-sukur SD 2 bisa mendapat Ruang Kelas Baru (RKB) seceptnya atau kalau memungkinkan akan mengusulkan ke Pemerinatah Desa Kalijati untuk segera direnovasi, sebelum libur sekolah berahir senin depan.

“Untuk sementara, proses belajar siswa kami bersama komite akan mencari solusi, apakah menggunakan mesjid atau lainnya. “imbuh Sahdi.

Sementara saat dihubungi lewat telepon celullernya, Camat Sidamulih, Dedi Surachman, S.Sos, M.Si, membenarkan, bangunan yang selama ini dipakai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sebagian siswa SD 2 Kalijati ini memang merupakan aset milik Pemerintahan Desa Kalijati, dari program PNPM tahun 2019 lalu.

“Dulunya memang bangunan itu digunakan tempat belajar PAUD, tapi karena PAUD saat itu pindah ke tempat lain, pada tahun 2012 lalu pihak SD2 Kalijati memohon ke desa agar bangunan itu bisa digunakan ruang belajar siswa. “kata Dedi. (ANTON AS)

BKMM DMI PANGANDARAN GELAR HALAL BIL HALAL DALAM PENGAJIAN RUTIN TRIWULAN

PANGANDARAN-Pembangunan peningkatan dunia pendidikan yang dilaksanakan di setiap daerah selalu diawali para kaum ibu, karena sejatinya pendidikan anak harus dimulai dari unit terkecil, lingkungan keluarga.

Seperti dikatakan Kasubag Bina Mental dan Keagamaan Bagian Kesra Setda Pangandaran, Yayan Hendayana S. Ag, saat menghadiri acara halal bil halal Badan Koordinasi Majlis taklim Mesjid, Dewan Mesjid Indonesia (BKMM DMI) Pangandaran di gedung Islamic Center Pangandaran.(11/7)

Di hadapat ibu-ibu yang hadir, Yayan menyampaikan, Pemkab Pangandaran telah mengalokasi dana hibah kegamaan sebesar Rp. 8 milyar untuk pembangunan mesjid dan pondok pesantren.

“Hibah tersebut merupakan usaha pemerintah darah dalam membantu di bidang keagamaan."paparnya.

Sementara ketua BKMM MDI Pangandaran Hj. Hasyaroh, menjelaskan, acara halal bil halal yang diselenggarakan sekaligus dengan pengajian rutin tri wulan ini merupakan ajang silaturahmi keluarga besar BKMM MDI, karena dengan dengan sering bertemu ini organisasi semakin kokoh dan tali persodaraan pun semakin erat.

"Dengan menjadi manusia yang mampu  meneladani Rasulullah saw, seperti puasa romadhan, membiasakan membaca Alquran, menjaga lisan dan membiasakan bersedekah, sesungguhnya  keempat hal inilah yang dirindukan surga."terang Hasyaroh. (HARIS F)

DISIKPORA PANGANDARAN GELAR PEMBINAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

CIMERAK-Bertempat di Aula Koperasi Tunas Cimerak, Dinas Pendidikan Pemudan dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, menggealr kegiatan pembinaan Pendidik dan Tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut langsung dipimpin Kepala Disdikporan, H. Surman dan dihadiri Kasubag Umum dan Kepegawaian, Soleh Supriyadi, Kasi Kurikulum Wawan Waryono, pjs Korwil Cimerak, Taryo, para pengawas serta, kepala sekolah dan para guru PNS dan non PNS di lingkup Kecamatan Cimerak.

Dalam sambutan pada hari ke tujuh dalam rangkaian kegiatan ini yang dilaksanakan di tiap-tiap kecamatan, Kadisdikpora, H. Surman, menyoroti terkait banyak hal yang berkaitan dengan sipat dan prilaku guru yang positif dalam proses belajar mengajar yang baik dan cara mendidik siswa yang dapat mengembangkan bakat dan minat anal didik.

“Ada 11 poin yang berkaitan dengan proses belajar mengajar, dan para guru harus tahu dan dapat menjabarkan kesebelas poin tersebut bisa lebih propesional”,ungkap Surman. (9/7)

Surman mengingatkan serta melarang keras pada siapa pun di dunia pendidikan melakukan pungutan-pungutan baik uang atau pun barang, karena siapa saja yang berani mencoba melakukannya, maka akan berhadapan langsung dengannya.

Menurutnya, semua harus sepenuhnya melaksanakan program pendidikan gratis, termasuk dari para pelaku pendidikan sendiri.

“Sekarang tidak ada lagi pungutan, seperti jika akan naik pangkat, pensiun dan lainnya, “tegasnya.
Sementara Kasubag Umum dan Kepegawaian, Soleh, dalam pembinaannya lebih menyoroti hal-hal yang wajib dilaksanakan dan yang tidak boleh dilakukan guru.

Selain menjelaskan PP 53 Tentang Disiplin PNS,  Soleh juga sempat menceritakan, ada seorang guru yang baru saja diangkat jadi PNS sudah berani  “bermain-main” dengan utang di bank dengan menjaminkan SKnya,  akibatnya guru tersebut hidupnya terkatung-katung karena tiap bulannya gajinya tidak tersisa. Ini merupakan kehati-hatian, penghematan serta tentang gaya hidup guru yang tidak teratur.

“Saya berharap, hilangkan kebiasaan sepertiitu agar kehidupan kita bisa lebih sejahtera, “ungkapnya.

Hal senada dikasampaikan Kasi Kurikulum SD, Wawan Waryono, ia menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan agenda pendidikan selama 1 tahun ajarann serta trkait lomba-lomba baik yang dilakukan siswa mau pun gurunya di lingkungan sekolah, salah-satunya sekolah percontohan yang dimenangkan SDN 1 Cimanggu Kecamatan Cigugur.

“Contoh lain, siswa SDN Karangbenda dan SDN 5 Wonoharjo yang sudah busa mengukir prstasi di tingkat provinsi, itu sesuatuyang laur bisa yang bisa mengharumkan nama Pangandaran. “ungkapnya. (RASIMUN)

BIAYA PELAYANAN KESEHATAN TIDAK GRATIS JIKA TAK PATUHI ATURAN DAN KETENTUAN

Aa Sukmayadi
PANGANDARAN – Penyerapan anggaran untuk biaya kesehatan gratis hingga bulan april 2019 yang sudah dibayarkan sebesar RP 1,3 milyar (26 %) dari total anggaran sebesar Rp. 5 milyar, sehingga untuk 8 bulan ke depan masih tersisa sekitar Rp. 3,3 milyar.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Aa Sukmayadi, sementara anggaran yang sama pada tahun 2018 lalu sebesar Rp. 4,4 milyar dengan penyerapan Rp. 4,1 milyar, sehingga tersisa dan masuk silva, Rp. 274 juta dan masuk ke DPA tahun 2019.

Disoal ada biaya anggaran kesehatan gratis yang “membengkak”, Aa saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, informasi tersebut tidak benar, karena jika melihat penyerapan di tahun 2019 pada periode yang sama di tahun 2018, itu sebenarnya ada penurunan (penghematan APBD).

Lebih jauh Aa mengatakan, dalam menerapkan kebijakan pelayanan jaminan kesehatan nasional (JKN ) dan Pelayanan kesehatan gratis (PKG), regulasinya terpisah. Dan tentu ini harus dipahami masyarakat, pelayanan gratis itu ada ketentuan dan syarat tersendiri, begitu juga JKN yang dikelola BPJS itu ada syarat dan ketentuannya sendiri.

“Dan semua itu harus dipatuhi, jadi saat masyarakat melakukannya tidak sesuai dengan ketentuan BPJS sebagai pengelola JKN, maka pasien itu diperlakukan secara umum, “terangnya.(18/7)

Akan tetapi khusus di Kabupaten Pangandaran, lanjut Aa, pemkab menyediakan anggaran pelayanan kesehatan gratis (PKG) tersebut jika, pertama masyarkat belum tercover JKN yang dikelola BPJS, dan yang kedua ada jenis pelayanan kesehatan yang tidak bisa diklaim dan tidak bisa dibiayai  JKN, maka itu bisa diklaim PKG.

“Jadi intinya tidak ada pelayanan gratis jika tanpa ada ketentuan-ketentuan tersebut, "jelasnya.

Aa juga menagatakan, apabila ada pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan atau rumahsakit yang tidak bekerjasama dengan BPJS, maka ketentuannya BPJS tidak menerima klaiman dari puskesmas itu, artinya si pasien akan diperlakukan secara umum.

“Tetapi karena di Pangandaran sendiri mempunyai pelayanan kesehatan gratis, maka sebenarnya itu bisa diklaim pada PKG."jelasnya lagi. (ANTON AS)

PENGADAAN BARANG DAN JASA DI UKPBJ PEMKAB PANGANDARAN MASUKI PROSES TENDER

Didin Solehudin
PARIGI-Sebanyak 93 paket kontruksi, 7 paket barang dan 5 paket konsultan di Kabupaten Pangandaran, saat ini masuk pada proses tender oleh Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pangandaran.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran,  Didin Solehudin kepada PNews di ruang kerjanya.(10/07)

Dikatakan Didin, semua pengusaha boleh ikut tender langsung melalui aplikasi SPSE jabar persi 423., karena semua jenis paket  bisa terlihat serta bisa memilih paket mana yang belum dan paket mana yang sudah ada pemenangnya.

Semua paket, kata Didin,  oleh UKPBJ akan didisposisikan ke Pokja untuk ditenderkan. Kemudian Pokja pun akan melaksanakan persiapan untuk menseleksi kelengkapan administrasi company profile peserta tender.

“Tujuannya, untuk disesuaikan dengan keharusan paket yang diinginkan oleh pihak pengusaha, seperti profile company mana yang memenuhi syarat, baik dan pantas untuk dimenangkan untuk paket dimaksud, “jelas Didin.

Jika Pokja sudah melaksanakan proses seleksi dan disitu sudah ditentukan pemenangnya, lanjut Didin, maka pokja melaporkannya kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk  selanjutnya dilaksanakan pembuktian oleh tenaga ahli sebelum ditandatangani PPK.

Didin menambahkan, sebelum PPK melakukan penandatanganan kontrak, biasanya PPK mengundang dulu tenaga ahli pihak perusahaan, agar diketahui apakah betul atau tidak tenaga ahlinya ada, sudah sesuai atau tidak dengan SKT yang ada pada data perusahaan.

Apabila ternyata tenaga ahlinya bodong, masih kata Didin, pihak PPK akan mengembalikan kepada pihak Pokja lalu Pokja pun akan segera memilih peserta tender kedua untuk diajukan lagi pada PPK.  Begitu juga bila peserta tender kedua bodong dan seterusnya, setelah itu barulah PPK meminta kepada pokja agar paket dimaksud  untuk dilakukan terder ulang.

“Semua paket yang ditenderkan oleh Pokja UKPBJ terbuka untuk umum, transparan dan normatif. “Pungkasnya. (ANTON AS)

WISATA BUBUJUNG BUTUH PERHATIAN, PEMKAB TASIK MASIH FOKUS MENATA WISATA KARANGTAWULAN DAN GALUNGGUNG

TASIK NEWS-Potensi wisata pantai Bubujung di Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya tidak kalah menarik pantai tujuan wisata lainnya yang ada di Provinsi Jawa Barat. Obyek wisata yang berada di perbatasan wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Garut ini menyimpan daya tarik wisatawan, karena selain pantainya yang indah, ada juga wisata sejarah Batu Payakup, ada tebing untuk minat khusus, air terjun serta wisatawan pun bisa menikmati pemnadangan laut dari puncak bukit dengan jajaran pohon yang rindang.

Menurut Kepala Desa Ciheras, Badru Salam, sebenarnya sejak tujuh tahun lalu sudah ada rencana pengembangan pantai untuk dijadikan kawasan wisata Tasik selatan, tapi entah bagaimana karena hingga saat ini belum ada realisasinya.

Badru juga menyesalkan, karena menurut informasi yang  ia dapat, rencanya akan dibangun tahun 2010 lalu 2013 lalu katanya lagi nanti tahun 2015.

“Lokasinya yang berada di perbatasan Tasik-Garut, sebenarnya cukup strategis karena bisa menjadi tempat rekreasi warga di kedua kabupaten dan juga bisa jadi sumber PAD. “kata Badru.(8/7)

Hal senada dikatakan Sekretaris Desa Ciheras, Yati, sebenarnya beberapa waktu lalu pernah datang konsultan serta dibuatkan masterplan pengembangan obyek wisata pantai Bubujung, seperti pembangunan waterboom, SPBU, sarana panjat tebing, dan lain-lain dan hal ini pernah mencuat pada tahun 2018, tapi entah kenapa hingga saat ini tidak kunjung ada realisasinya.

“Alasannya karena pantai Bubujung belum didaftarkan ke Dinas Pariwisata provinsi, itu kata mereka,”ungkap Yati.

Yati menyebutkan, untuk membangun serta pengembangan obyek wisata Bubujung diperkirakan butuh anggaran ratusan milyar, sehingga dibutuhkan perencanaan pembangunan yang matang dari seluruh stakeholder, sehingga nantinya Bbujung bisa dindalkan menjadi destinasi wisata unggulan.

“Sekarang  Bubujung hanya dijadikan obyek wisata warga sekitar dengan fasilitas di dalamnya seadanya, terutama saat liburan lebaran, “terang Yati.

Sementara saat diminta tanggapannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Asep, menjelaskan, untuk saat ini semua pengelolaan obyek wisata yang ada di daerah, pemkab menyerahkan kepada pemerintahan desa masing-masing.

Menurut Asep yang ditemui di ruang kerjanya, saat ini pemkab Tasikmalaya masih fokus menata obyek wisata Pantai Karangtawulan dan Galunggung.

“Jika semuanya ingin dikelola bersamaan, mungkin saat ini masih bisa tertangani, makanya silahkan bagi desa yang mempunyai potensi wisata dikembangkan sendiri, “ungkapnya. (ANWAR W-UDI R)






WARGA KAWALU KELUHKAN KONDISI PJU YANG GELAP DI MALAM HARI

TASIK NEWS-Rencana perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di lokasi Gunungputri Kawalu Kota Tasikmalaya, ternyata hanya tingga rencana, karena hingga saat ini dilokasi sepanjang jalan itu masih gelap gulita saat malam hari.

Menurut beberapa pengguna jalan yang melintas disana, ini seharusnya menjadi perhatian pemkot karena seharusnya fasilitas umum benar-benar sangat dibutuhkan warga, terutama para pengendaran yang melewati jalur itu.

Ia menambahkan, kondisi PJU yang kini ada nampak sudah lapuk dan keropos dimakan usia, sehingga sebaiknya diganti.

“Atau mungkin anggarannya hanya untuk pemsangan saja, sementara untuk pemeliharaannya tidak ada, “tanyanya.(8/7)

Ia pun mempertanyakan, apakah keadaan ini diketahui pemkot atau tidak, karena keadaan penerangan jalan yang gelap ini sudah lama sekali.

“Saya berharap pemkot melalui dinas terkait bisa segera turun ke lapangan untuk memperbaikanya. “ungkapnya lagi. (ANWAR WALUYO-UDI RUSTANDI)



DESA JANGRAGA ALOKASI DD UNTUK PROGRAM BEDAH RUMAH RUTILAHU

MANGUNJAYA-Pemerintahan Desa Jangraga, Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, tahun ini mengalokasikan Dana desa (DD) untuk program bedah sejumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga miskin.

Septerti dituturkan Kepala Desa Jangraga, Agus, bedah rumah ini sudah sesuai dengan aturan peruntukan DD,  sebagian dana tersebut untuk pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur. Dan program bedah rumah ini dapat dianggarkan dari DD melalui program fasilitasi peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.

Di Desa Jangraga ini terdapat 4 dusun, menurut Agus, satu dusun mempunyai kuota dua kepala keluarga (KK) yang dipilih menurut skala prioritas atau kondisi rumah warga yang benar-benar memerlukan perbaikan.

“Masing-masing KK mendapat anggaran Rp. 10 juta untuk satu unit rumah dan ditambah juga daru swadaya masyarakat, “terang Agus.(7/7)

Lebih lanjut Agus mengatakan, pihaknya bersukur budaya gotong-royong warganya masih kental sehingga antusias untuk membantu meringankan warga lain yang membutuhkan pertolongan pun masih sangat tinggi, terbukti salah satu rumah yang mendapat bantuan rutilahu atas nama  Narmi (65) di Dusun Kamaandilan RT. 11/03 proses bedah rumahnya dibantu sekitar 30 orang secara sukarela.

"Tidak hanya perbaikan rumah saja tapi pemukimannya pun jadi obyek perbaikan kami, “imbuhnya.

Agus menambahkan, kegiatan ini juga akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya, bantuan pemdes dalam program rutilahu ini lebih banyak dalam bentuk material bahan bangunan, sedangkan untuk tenaga perbaikan rumah dilaksanakan dengan swadaya masyarakat.

Diakui Agus, bantuan yang disalurkan pada masyarakat sebesar Rp. 10 juta tentunya tidak bisa membangun rumah dalam kondisi bagus, sehingga untuk memenuhi kekurangannya diperlukan swadaya masyarakat.


“Anggaran dari pusat ini merupakan dana stimulan sehingga diharapkan selanjutnya masyarakat bisa memperbaiki rumahnya dengan biaya sendiri. “jelas Agus. (Tn)

UNTUK PERBAIKAN DAN PEMBENAHAN MANAJEMEN, KOPERASI GAPEBTA GELAR RAT

TASIK NEWS-Salah penilaian sehat atau tidak sebuah koperasi, masih bisanya melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), karena RAT dapat dijadikan koreksi dan evaluasi dari masalah-masalah yang dialami koperasi dalam kurun waktu tertentu.

Demikian dikatakan salah seorang petugas dari Dinas Perdagangan, UMKM dan Koperasi Kota Tasikmalaya, Wawan, saat menghadiri RAT yang dilaksanakan koperasi Gapebta yang berlokasi di jalan Kawalu komplek Ruko Regency Kota Tasik.(29/7)

Menurut Wawan, setiap koperasi wajib melaksanakan RAT minimal satu tahun sekali, tetapi bisa juga dilakukan lebih dari satu kali jika sewaktu-waktu terdapat masalah di koperasi itu, karena RAT juga dapat menjadi bahan koreksi dan evaluasi.

“Karena persoalan yang ada di internal hanya bisa diselesaikan melalui RAT juga untuk alat perbaikan dan pembenahan manajemen pengelolaan koperasi “papar Wawan.

Sementara menurut Ketua Koperasi Gapebta, H. Asep Ridwan, koperasi yang ia kelola dengan pengurus lainnya merupakan gabungan dari para pengusaha bordir Tasikmalaya.

Asep mengatakan, dalam RAT, selain untuk perbaikan dan pembenahan manajemen pengelolaan koperasi serta perbaikan dan pembenahan manajemen juga bisa dijadikan ajang silaturahmi antar anggota.

“Jadi RAT ini bukan untuk mencari kekurangan jajaran pengurus tapi melainkan untuk tujuan dasar koperasi, yaitu untuk memajukan dan mensejahterakan seluruh anggotanya, “jelas Asep.

Asep menambahkan, satu ciri koperasi selalu eksis dan bisa bertahan, ia yang mampu memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi anggotanya. (ANWAR WALUYO)

PARAJI MA EMAH, HABISKAN SISA USIANYA UNTUK MENOLONG SESAMA

CIMERAK-Bagi masyarakat warga blok Ciwaluran Dusun Citelu Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran nama Ema Emah sudah tak asing lagi. Jam terbangnya sebagai Dukun bayi (paraji; sunda -red) sekaligus tukang pijat sudah malang melintang, tapi belakngan ini Ma Emah lebih terkenal sebagai tukang pijit. Pijitannya yang keras serta tepat sasaran urat-urat menjadikan setiap yang menggunakan jasanya sangat puas.

Wanita kelahiran tahun 1950 dari lima saudara dari suami istri Abah Abtari dan Ambu Sayi ini
perawakannya kurus karena sudah usia lanjut, tapi badan dan pikirannya masih sempurna dan sehat.

“Ema mulai belajar jadi dukun paraji sejak tahun 1968 dan mulai buka praktek sendiri sejak tahun 1995, “paparnya.

Kini di usianya yang sudah 69 tahun Ma Emah yang punya nama lengkap Karnamah ini masih tetap semangat menolong sesama, karena menurutnya, ia telah berniat menghabiskan sisa hidupnya untuk membantu orang selagi masih kuat dan sehat.

Kehidupannya yang sarat pengalaman hidup dimulai jaman orde lama, orde baru hingga jaman modern sekarang ini tetap ia jalani dengan kesederhanaa dan kesahajannya.

Ilmu Paraji dan ilmu pijit, kata Ma Emah, bukan turunan dari kedua orangtuanya tapi didapat dari seorang paraji bernama Ambu Sarni yang tekun membimbingnya sehingga Ma Emah benar-benar mahir dalam dua profesi ini.

Ma Emah sebenarnya kelahiran Sindang Girang Cipaku Ciamis, tapi karena sudah puluhan tahun tinggal di Citelu, tepatnya di Rt.02 Rw.02 Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak, ia pun sudah seperti warga kelahiran Cimerak. Dari hasil perkawinannya dengan Abah Kodin yang sekarang setia menemaninya menempati rumah panggung sederhana, Ma Emah dikatunia seorang anak.

Sebenarnya jumlah dukun arajiyang ada di Desa Mekarsari ada 5 orang termasuk Ma Emah, tapi mungkin karena pelayanannya nama Ma Emah lebih terkenal dibandingkan yang lain.

“Saya kadang-kadang diajak bidan desa untuk mengikuti kegiatan di kantor kecamatan, “ungkapnya.
(RASIMUN)

DD NANGELASARI TAHAP 1 TAHUN 2019 ALOKASIKAN PEMBANGUNAN GEDUNG BUMDES

TASIK NEWS-Dengan anggaran sebesar Rp. 162.960 juta, pembangunan gedung BadanUsaha Milik Desa (bumdes) Nangelasari Kecamatan Cipatujah Kabuapten Tasikmalaya, untuk tahap satu akhirnya bisa dilaksanakan dengan lancar.

Menurut Kepala Desa Nangelasari, Sarnudin, anggaran pembangunan gedung berukuran 10 x 8 diambil dari Dana Desa (DD) tahap 1 tahun 2019.

“Dengan waktu pelaksanaan kerja 60 hari kalender kerja, Alhamdulillah sekarang bangunan tersebut sudah siap untuk diergunakan, “jelas Sarnudin.(4/7)

Saripudin menambahkan, tujuan pembangunan gedung Bumdes ini ke depannya bisa menjadi tempat masyarakat untuk keperluan simpan-pinjam warga desa, sehingga masyarakat yang selama ini menggunakanjasa rentenir saat membutuhkan modal, sekarang bisa ditanggulangi bumdes.

“Saya merasa miris selama ini banyak warga yang terjerat pinjaman rentenir, “ungkap Sarnudin. (ANWAR WALUYO)

KADES KARANGMEKAR JALIN SINERGITAS DAN KERJASAMA DALAM MEMBANGUN DESA

TASIK NEWS-Terjalinnya sinergitas seluruh elemen dalam membangun desa merupakan sarat mutlak demi kelancaran roda pemerintahan dan program pembangunan. Karena dari soliditas antara warga dan pemerintahan desa akan melahirkan pembangunan yang mengutamakan azas manfaat, kepatutan, keadilan dan kepatuhan, sehingga seluruh program pembangunan di desa dapat dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Tita Bahtiar, tahun ini pembangunan yang ada di desanya dimulai dengan menginvetarisir setiap usulan untuk diseleksi titik mana yang harus mendapat skala perioritas.

“Dan tentunya ini harus diselaraskan juga dengan rencana pembangunan Pemeritah kabupaten, “paparnya.(28/6)

Ibarat mendirikan sebuah bangunan, kata Tata, kepala desa bersama seluruh perangkat harus terlebih dahulu membangun pondasi dan landasan kuat, sehingga program yang akan dilaksanakan pun bisa berjalan lancar.

Dalam penyusunan rencana program kerja pembangunan desa agar program pembangunan yang diusulkan masyarakat tidak tumpang tindih dengan program kabupaten, kecamatan, lanjut Tata, perencanaan pembangunan desa pun harus dibuat secara matang serta setiap kebijakan ini hars mendapat dukungan sepenuhnya dari warga, terutama dalam program-program yang berat.

“Ibarat mendirikan sebuah bangunan, penjabat kepala desa bersama perangkat desa harus terlebih dahulu membangun pondasi  yang kuat, sehingga bangunan tersebut bisa berdiri tegak dan kokoh,” ujarnya lagi.

Begitu juga dengan peran serta Badan Permusyawaratan Desa ( BPD) serta lembaga lainnya dalam menjalankan jalanya roda pemerintahan harus seirama dengan mendahulukan kepentingan masyarakat di atas segala-galanya.

Perlu diingat, menurut Tata, kerja sama menjadi hal utama bagi pemerintahan desa, BPD dan lembaga desa lainya, dan ini menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan pemerintahan desa itu sendiri.

“Intinya, dengan menjalin sinergitas seluruh stakeholder desa bersama warga ini harus tetap terjalin harmonis. “pungkasnya. (ANWAR WALUYO)

PEMBERIAN SANTUNAN PADA ANAK YATIM WARNAI KEGIATAN KEAGAMAAN DESA CIGANJENG

PADAHERANG-Tidak kurang 30 anak yatim di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran mendapat santunan dari pemerintahan desa yang berasal dari alokasi Dana Desa (DD).

Selain penyerahan santunan, dalam kegiatan ini pun diisi siraman rohani dengan menggelar tabligh akbar yang dihadiri seluruh majlis taklim se-desa Ciganjeng.

"Pemberian santunan dan pengajian rutin bulanan ini sudah kami lakukan sejak satu tahun yang lalu, dan alhamdulillah masyarakat sendiri sangat antusias," jelas PJS kepala desa Ciganjeng, Rukiyem, S. IP. (4/6)

Dana santunan dan kegiatan keagamaan ini, kata Rukiyem, disalurankan sesuai hasil musyawarah di pemerintahan desa.

Ketua MUI Desa Ciganjeng, Aceng Yeyen, mengatakan, acara rutin keagamaan ini memang idealnya digelar sebulan sekali, sementara pemberian santunan pada anak yatim bisa dilaksanakan minimal setahun sekali.

"Acara pengajian ini kali ini bisa dibilang tabligh akbar karena melibatkan satu desa serta mengundang mubaligh dari luar kecamatan,"terangnya. (HARIS F)


GELIAT PRODUK UMKM PANGANDARAN TEMBUS KE MANCANEGARA

PARIGI-Kegiatan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Kabupaten Pangandaran kini semakin menggeliat seiring bermunculan produk-produk unggulan khas daerah yang dihasilkan dari kegiatan usaha rumahan (home industry).

Seperti dikatakan Kepala Dinas Koperasi UMKM Dan Perdagangan Kabupaten Pangandaran, Drs. Tedi Garnida, MM, hingga saat ini ada 10882  pelaku UMKM yang terdata di dinas, dengan penyerapan 16 ribu tenaga kerja.

“Tentunya ini hal yang menggembirakan, karena selain perbaikan di sektor ekonomi ternyata mampu juga menjadi penyedia lapangan kerja, “ungkap Tedi. (04/7)

Dikatakan Tedi, dari mulai produk olahan makanan, seperti, jus honje, beberapa varian keriping pisang, ikan asin, sambal khas Pangandaran, jambal roti dan produk kuliner lainnya hingga barang-barang hasil kerajinan tangan (handycraft) berbahan dasar kayu, mendong, batok kelapa dan kerang laut, kain batik, kini bisa ikut meramaikan kegiatan perekonomian masyarakat.

Tedi yang ditemui saat menggelar pertemuan rutin dengan beberapa pelaku usaha rumahan ini, juga mengatakan, pangsa pasarnya pun terbilang bagus. Rata-rata produksi hasil olahan yang dominan digeluti kaum ibu, khususnya jenis kuliner bisa sejajar dengan produk makanan dari daerah lain.
Tidak kurang ada 160 produk makanan ini diual secara on line, menurut Tedi, artinya produk kuliner Pangandaran sudah mampu bersaing di pasar bebas.

“Tidak kalah dengan produksi makanan olahan, produk kerajinan tangan kita pun sudah mampu tembus ke mancanegara, salah-satunya kerajinan berbahan mendong yang dikerjakan warga Citumang Desa Bojong ini sudah mendapat pesanan dari Vietnam. “terang Tedi.

Tedi menambahkan, untuk membantu pemasaran produk yang dihasilkan dari para pelaku UMKM ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalaui Dinas Koperasi UMKM Dan Perdagangan, setiap ada kesempatan pameran (expo) atau even lainnya, tentunya berusaha memfasilitasi agar produk-produk yang dihasilkan UMKM Pangandaran bisa lebih dikenal ke luar daerah.

“Kami juga terus mendorong agar potensi-potensi UMKM yang ada di setiap kecamatan bisa terus bermunculan, salah satunya dengan mengadakan pelatihan dan mengikutsertakan produk mereka di setiap pameran dan even lainnya. “imbuh Tedi.

Sementara dikatakan salah seorang pelaku UMKM, ia berharap para pejabat di lingkup pemerintah Pemda Pangandaran bisa menggunakan produk olahan yang dihasilkan dari para pengrajin lokal, paling tidak hasil produksi UMKM ini bisa dijadikan cinderamata untuk oleh-oleh pejabat yang datang ke Pangandaran.

“Selain membantu penjualan bisa juga menjadi promosi untuk dibawa ke daerahnya masing-masing. “ungkapnya. (PNews)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN