PD BPR BKPD PANGANDARAN DAN CIJULANG TAK LAMA LAGI JADI BUMD PEMKAB PANGANDARAN

PANGANDARAN-Walau pun berita acara penyerahan aset Perusahaan Derah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKPD Pangandaran dan PD BPR BKPD Cijulang, belum ditandatangi oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, tapi paling tidak ada progres dari proses panjang terkait pemindahan asset Perusahaan Umum Milik Daerah (BUMD) tersebut semakin optimis untuk segera beralih kepemilikannya ke Pemkab Pangandaran.

Dalam kesempatan pertemuan kedua pemerintah yang diselenggarakan di pendopo Kabupaten Ciamis hari rabu (3/7), serta disaksikan beberapa pejabat pemkab Ciamis dan Pangandaran pun dibacakan draft berita acara serah terima tersebut.

Dalam draft tersebut antara lain menjelaskan secara umum landasan hukum dan mekanisme penyerahan kedua PD BPR yang berkedudukan di Kecamatan Pangandaran dan Cijulang ini dan  tertuang jelas dalam pasal demi pasal.

Saat diminta tanggapannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada awak media, menyampaikan, pada Undang-undang nomer  21 tahun 2012, pasal 14 ayat 7, dan diperkuat permen nomer 42, utang pitutang yang kegunaannya oleh BKPD yang dilikuwidasi menjadi utang piutang Kabupaten Pangandaran.

“Tapi ini masih masih debatebel, “ungkap Jeje.(4/7)

 Jeje n ditemui usai pertemuan dengan PT Pegadaian (persero) di Hotel Horison Palma Pangandaran, menambahkan, ia pun akan menandatangi draft berita acara penyerahan aset PD BPR tersebut hari kamis-jumat minggu depan setelah pulang dari Jakarta.

Disoal aset lainnya seperti PDAM dan lahan eks asar seni, Jeje mengatakan, sekarang ini ia sedang konsentrasi dulu bagaimana secepatnya kedua BPR yang ada di Cijulang dan Pangandaran ini kepemilikannya bisa secepat diproses.

“Saya pikir aset lainnya tidak terlalu mendesak, sekarang saya akan mendahulukan BPR karena secara politis Ciamis sudah tidak semangat lagi untuk mengelolanya sementara kita sendiri belum bisa masuk, “jelas Jeje.

Dengan kondisi seperti ini, lanjut Jeje, kedua BPR tersebut tidak menguntungkan, sedangkan seperti diketahui kedua BPR ini punya fungsi strategis dalam rangka permodalan bagi dunia usaha  menengah, kecil dan mikro.

“Malah sekarang NPL (Non Performing Loan-red)nya tinggi, kondisi kedua BPR seperti itulah yang harus segera kita selamatkan. “imbuh Jeje. (PNews)

PT PEGADAIAN (PERSERO) GAET PEMKAB PANGANDARAN BANGUN BANK SAMPAH

PANGANDARAN-Masalah sampah jika tidak ditangani secara serius akan menjadi permasalahan besar dikemudian hari, karena jumlah sampah yang diproduksi baik dari rumahtangga atau pun lainnya akan terus bertambah setiap harinya.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, usai mengikuti pertemuan dengan PT. Pegadaian (persero) area Tasikmalaya, di Hotel Horison Palma Pangandaran.(4/7)

“Dan pertemuan hari ini saya dengan PT pegadaian pun dalam rangka itu, “kata bupati.

Menurut bupati, pembentukan bank sampah menjadi emas yang digagas perusahaan pt pegadaian ini bagus, karena nantinya di bank sampah itu, seluruh sampah yang masuk ke TPST bisa dipilah, antara sampah organik dan non organik yang selanjutnya jika sampah organik bisa didaur ulang menjadi pupuk kompos, tenaga listrik atau lainnya, sementara yang non organik bisa di menjadi penghasilan tambahan yang disimpan di tabungan emas pegadaian.

Tujuan dari bank sampah itu sendiri selain lingkungan menjadi bersih, kata bupati, semakin banyak sampah yang disetor ke bank sampah maka semakin banyak pula tabungannya yang sewaktu-waktu bisa diambil.

 “Dan secara tidak langsung ini juga menjadi pola pembiasaan masyarakat untuk membersihkan lingkungannya dari sampah, “imbuh bupati.

Hal senada dikatakan Deputi Bisnis Area Tasikmalaya PT Pegadaian (persero), Wartono, kerjasama ini bagus karena nantinya sampah yang dikirim ke TPST bisa dipilih-pilih, mana sampah organik dan non organik.

Kata Wartono, tujuan utama dari program ini lingkungan menjadi bersih, karena lama-lama warga satu dengan lainnya akan saling memberitahu, berapa per hari ia mendapat in come dan ini sangat tergantung seberapa banyak sampah plastik yang dijual, dengan sendirinya masyarakat pun akan lebih giat memunguti sampah.

“Sekarang komunitas bank sampah ini sudah ada di Desa Cikembulan, Kabupaten Pangandaran sendiri, se-Indonesia merupakan daerah yang ke 59 “terang Wartono.

Program bank sampah ini, menurut Wartono, hasil kerjasama dari Corporate Social Responsibility (CSR) BMUN Pegadaian (persero) dengan gubernur-gubenur dan Pemkab/pemkot di Indonesia, dan tujuannya dari program Pegadaian bersih-bersih ini bisa menciptakan bersih lingkungan dan di sisi lain masyarakat semakin sadar untuk membersihkan sampah, minimal di lingkungannya sendiri.

“Jika kalau selama ini sampah dibuang begitu saja, maka sekarang bisa menjadi uang. Oleh karena itu kami berharap masyarakat selain sadar kebersihan juga mendapat income yang ditabung menjadi emas, “jelas Wartono.

Wartono juga mengatakan, pihaknya sangat puas dengan respon yang diberikan pemkab Pangandaran sehingga bisa terjalin sinergitas positif antara PT Pegadaian pemkab, sehingga program bank sampah berjalan baik dan lancar.

“Di bank sampah, sampah plastik yang dikumpulkan kami beli yang langsung dumasukan ke tabungan mas, salah satu produk tabungan kami. “pungkasnya. (PNews)

KURANGNYA PARTISIPASI PENGUSAHA, PAJAK HOTEL DAN RESTORAN DI PANGANDARAN MASIH RENDAH

PARIGI-Pendapatan Asli Daerah (PAD) dar sektor hotel dan restoran di Kabupaten Pangandaran ternyata masih sangat rendah, dari target pendapatan tahun 2019 hingga bulan juni ini baru tercapai 27 % untuk pajak hotel dan 40 % lebih pajak restoran.

Seperti disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada wartawan usai mengikuti rapat evalusi PAD di kantor setda (2/7), selain kunjungan wisata di bulan pebruari, maret dan april memang terjadi penurunan, hal ini disebabkan juga karena kurangnya kesadaran dan kepatuhan para pengusaha hotel dan restoran dala pengelolaan pajak tersebut.

“Padahl itu merupakan pajak titipan bukan pajak langsung yang bersangkutan, “ungkap bupati.

Bupati mengatakan, ke depan ia akan melakukan langkah-langkah prepentif, terukur dan tepat agar pendapatan daerah khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran bisa meningkat.

Disoal sanksi pada para pengusaha yang masih belum respon, bupati mengataan, ia tidak akan segan-segan untuk menutup perusahaan hotel dan restoran tersebut jika memang terbukti membandel.

“Kalau perlu kita bawa ke ranah hukum, karena ini merupakan penggelapan pajak negara, “tegasnya. (ANTON AS)

IDI DAN PEMKAB SEPAKAT, DOKTER RSUD DIISI YANG SUDAH LAMA MENGABDI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Untuk pelayanan kesehatan masyarakat, sampai saat ini Kabupaten Pangandaran sudah mempunyai 16 dokter PNS ditambah dokter yang baru CPNS, 20 orang. Dan jumlah tersebut tentunya belum seimbang dengan jumlah Puat Kesehatan Masyarakat (puskesmas).

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, pada awak media usai menghadiri acara Halal Bil Halal yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pangandaran, di Rumah Makan Baralak Cikembulan Kecamatan Sidamulih.(01/7)

“Bulan oktober nanti kit akan minta tambahan dokter ke pusat, “ungkap bupati.

Dikatakan bupati, jika hanya 2 dokter di puskesmas, tentunya tidak ada dokter yang bisa jaga malam, padahal ini penting untuk force majeure, seperti kecelakaan, penyakit jantung atau lainnya.
Disoal kesiapan untuk dokter yang akan mengisi Rumas Sakit Umum (RSU) Pangandaran, selain sudah kordinasi dengan IDI, menurut bupati , ia juga sudah komunikasi dengan Unpad Bandung, untuk melengapi dokter mayor, seperti penyakit jantung, bedah, anak dan dokter spesialis lainnya.

“Dengan bangunan mewah yang menelan anggaran Rp 261 milyar kita membangun rumah sakit khusus, sehingga dengan anggaran sebesar itu masyarakat Pangandaran akan merasa nyaman dalam pelayanan kesehatannya, “kata bupati.

Selain anggaran yang besar, lanjut bupati, rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) pun harus maksimal. Karena disamping untuk peningkatan pelayanan di bidang kesehatan masyarakat, RSU ini juga akan menjadi fasilitas wisata jabar selatan.

 “Dan kami sudah menganggar untuk oprasional pertama RSU ini di tahun 2020 sebesar Rp 20 milyar. “imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua  IDI Pangandaran, Dr Aris, membenarkan, jumlah dokter yang ada di Pangandaran ada sekitar 40 orang.

Terkait pengisian RSU, menurut Aris, secara tidal langsung pihanya kebetlan dimintai membantu oleh direktur RSU dan bupati untuk mempersiapkan dokter yang akan mengisi RSU.

“Seperti diketahui, RSU Pangandaran merupakan RSU tipe C, untuk pengisian dokternya minimal harus 9 orang, “jelas Aris.

Aris menambahkan, pihaknya pun sudah mempersiapkan hal tersebut, tapi nantinya bupati akan memperioritaskan dokter-dokter PNS, CPNS dan magang yang sudah lama mengabdi di Pangandaran.

Jika ternyata nantinya ada 20 dokter yang minat, maka, kata Aris, pihak RSUD, Dinas Kesehatan dan bupati pun akan melakukan seleksi.

Kenapa harus dokter yang sudah lama mengabdi, menurut Aris, ini merupakan sebuah penghargaan dari Pemkab Pangandaran pada jasa dokter yang selama ini mengabdikan profesinya untuk masyarakat Pangandaran.

“Kecuali nanti ada salah satu dokter yang tidak berminat, maka kita akan lakukan rekrutmen baru, “kata Aris lagi. (ANTON AS)

AKIBAT JEMBATAN PENGGANTI BELUM DIBANGUN, NILAI JUAL HASIL BUMI PUN MENURUN

TASIK NEWS-Akibat roda sebuah truk bermuatan kayu yang terperosok mengakibat terjadi kemacetan panjang di jembatan utama di Kecamatan Cipatujah, jalur yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Garut.

Jembatan sementara sebagai pengganti jembatan permanen yang beberapa waktu lalu hanyut terbawa arus sungai ini, tidak kuat kuat menahan beban muatan kayu, sehingga salah satu ban truk tersebut terperosok dan nyangkut pada papan kayu jembatan.

Menurut salah seorang warga, Andi Arif, akibat belum dibangunnya jembatan pengganti bukan hanya tersendatnya alur lalu-lintas, tapi mengakibatkan juga turunnya harga jual komoditas hasil bumi milik warga. 

“Jembatan semntara yang ada sekarang pun kayunya sudah bolong-bolong, ungkapnya.(30/6)

Hal sanada dikatakan warga lainnya, Muharom, ia berharap pemerintah secepatnya membangun kembali jembatan tersebut, karena jembatan ini sangat vital untuk jalur perekonomian masyarakat di dua kabupaten.

“Mudah-mudahan pemerintah secepatnya membangun kembali, sehingga hasil bumi kami pun bisa bernilai tinggi lagi. “katanya. (ANWAR W-UDI R)

MANJAKAN WISATAWAN, DISPARBUD PANGANDARAN SUGUHKAN MENU BUDAYA RONGGENGGUNUNG

PANGANDARAN-Tidak hanya berbenah dan menata obyek wisata saja, kini pagelaran budaya pun mulai menggeliat menyemarakan dunia pariwisata yang siap memanjakan pengunjung.

Ronggeng Gunung, salah satu kesenian buhun asli milik masyarakat Pangandaran tampil di tengah-tengah wisatawan menawarkan kegembiraan dalam gerak langkah kaki pada hentakan suara kendang, menari bersama-sama dengan sang ronggeng yang berada di tengah-tengah lingkaran.

Dengan pilosofi melangkah seirama dalam keanekaan dan keragaman semua larut dalam kegembiraan di tengah lengkingan tembang sinden dan celoteh nayagan, semuanya menyatu. Tak ada usia tua, muda, laki-laki atau pun perempuan, semuanya hanyut dalam sebuah tarian kegembiraan, Ronggeng Gunung.

Menurut salah seorang panitia, dengan diprakarsai Dinas Pariwisataan dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran dan Provinsi Jawa Barat, kini kesenian ronggeng gunung bisa dinikmati siapa saja menjadi suguhan budaya bagi seluruh wisatawan.

Ia mengatakan, bertempat di panggung Pondok Seni, setiap malam minggu kesenian tari ronggeng gunung bisa dikunjungi siapa saja, dengan menampilkan para pelaku budaya silih berganti dari tiap-tiap sanggar ronggeng gunung yang ada d Kabupaten Pangandaran.

“Malam ini merupakan untuk yang ketiga kalinya, dan alhamdulillah selain wisatawan ternyata masyarakat Pangandaran sendiri sangat antusias datang ikut menari bersama ronggeng yang tampil silih berganti, “ungkapnya. (29/6)

Ia menambahkan, diharapkan dengan pagelaran seni ibing ronggeng gunung ini bisa ikut menyemarakan dunia kepariwisataan, sehingga menjadi daya tarik serta minat wisatawan selain menikmati obyek wisata dan aneka kuliner juga terkesan dengan penampilan salah satu dari khasanah budaya yang ada di Pangandaran. (PNews)

KONDISI GELAP DI MALAM HARI, JALUR KARANGNUNGGAL RAWAN KECELAKAAN

TASIK NEWS-Tidaknya adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, sudah lama dikeluhkan waraga. Pasalnya beberapa kali di jalur tersbut sering terjadi kecelakaan yang disebabkan seputar jalan ini sangat minim penerangan.

Seperti dikatakan salah seorang warga, Ahmad, sudah lama sekali kondisi penerangan jalan disini gelap gulita jika malam hari. Kendaraan yang mlintasd jalur ini pun harus ekstra hati-hati.

 “Padahal statusnya ini jalan provinsi, tapi kondisinya beda dengan jalan-jalan provinsi di daerah lainnya, “ungkapnya.(28/6)

Jika keberadaan jalan ini tidak diketahui pemprov, Ahmad berharap Pemkab Tasikmalaya segera melaporkannya agar secepatnya dapat perhatian dan dilakukan perbaikan.

“Katanya ada program Tasik Caang, tapi kok masih ada daerah yanggelap gulita, “kata Ahmad. (ANWAR  W-UDI)

SELAMAT JALAN IBU KORWIL, TERIMAKASIH ATAS JASA DAN PENGAMBDIANNYA

CIMERAK-Bertempat di aula kantor Dinas Pendidikan Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran,  Jum’at  lalu (28/6) berlangsung acara perpisahan Korwil Pendidikan, Hj.Onasih,SPd,MM dengan jajaran Kepala Sekolah dan Staf Korwil.

Dalam acara yang dihadiri seluruh Kepala Sekolah SD, K3S, PGRI dan pengawas TK/SD, mewakili seluruh leluarga besar pendidikan Kecamatan Cimerak, ketua K3S, Kasbollah, menyampaikan, terimakasih atas baktibaktinya korwil di lingkup pendidikan Kecamatan Cimerak, sehingga berkat kerja keras yang sudah dilakukannya, dunia pendidikan khususnya di Kecamatan Cimerak bisa terus maju dan berkembang.

“Jasa ibu akan kami ingat terus, sikap keibuan yang selama ini jadi panutan kami semua tetap akan melekat di hati kami, “ungkap Kasbollah.

Menjadi ketua korwil (dulu UPTD) wanita, kata Kasbollah, Hj. Onasih terbilang sukses memimpin serta mengelola sistim pendidikan di Kecamatan Cimerak. Dengan sikap keibuannya nampak luwes saat memberikan pengarahan-pengarahan pada jajaran dan seluruh pengajar.

Kasbollah juga mengatakan, selama kepemimpinannya, masalah keuangan, proses belajar mengajar, sarana prasarana pendidikan, pengelolaan adiminstrai di kantor dan seluruh stekorder pendidikan, bisa beralan lancar dan sukses.

“Tentunya kami semua akan kehilangan figur seorang pimpinan ang selama ini mendedikasikan dirinya untuk kemajuan dunia pendidikan, khususnya di Kecamatan Cimerak, “imbuh Kasbollah.
(RASIMUN)

SIKAP KEPEDULIAN MASYARAKAT PADA HEWAN YANG DILINDUNGI KINI SEMAKIN TINGGI

PANGANDARAN-Ini merupakan salah satu sikap dan tindakan terpuji yang diperlihatkan masyarakat pada hewan-hewan yang dilindungi pemerintah, dengan menyerahkan langsung pada pihak yang berwenang untuk langsung ditangani.

Demikian dikatakan Kepala Resort Cagar Alam Pangandaran, Uking Iskandar, saat menerima seekor ular jenis sanca kembang dengan panjang 1,8 meter dan berat 4 kg yang berhasil ditangkap di tengha pemukiman warga di Dusun Parapat Desa-Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran.(28/6)

“Ini benar-benar atas kesadaran masyarakat sendiri, warga langsung menghubungi kami saat ada hewan tertangkap di pemukiman, “kata Uking.

Uking mengatakan, bukan kali ini saja pihaknya menerima laporan ketika ada warga menemukan hewan yang memang harus dilindungi karena sekarang masyarakat sudah paham betul, kemana harus melapor dan sekaligus menyerahkannya.

Seperti beberapa waktu lalu, kata Uking, ia menerima laporan ada burung jenis elang jawa yang tertangkap di Kecamatan Mangunjaya, warga pun langsung menghubungi  Kantor BKSDA Pangandaran, dan petugas pun langsung menju lokasi mengambilnya untuk selanjutnya diserahkan ke kantor balai.

“Kalau ular seperti yang sekarang ini kami langsung melepaskan liarkan ke hutan di kawasan cagar alam, tapi kalau elang kami langsung menyerahkannya ke balai. “jelas Uking.

Ata nama kantor BKSDA, Uking pun mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi pada dedikasi warga yang selama ini sudah menujukan kepeduliannya bersama-sama untuk ikut melindungi baik tumbuhan atau pun hewan dari kepunahan.

“Dengan sikap kepedulian warga seperti itu, jelas kami pun merasa terbantu. “imbuh Uking. (PNews

TANGANI GAGAL PANEN PETANI SINDANGJAYA, BP3K AKAN USULKAN DANA STIMULAN

MANGUNJAYA-Para petani di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran tahun ini terancam gagal panen, pasalnya diperkirakan musim kemarau masih panjang sehingga dikhawatirkan tanaman padi yang ditanam di sekitar 700 hektar sawah pun akan mengalami kekeringan.

Untuk mencari solusinya, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Desa Sindangjaya pun langsung menggelar musyawarah yang dihadiri pemerintahan desa, LPM, Kordinator wilayah PU, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kecamatan (BP3K) dan 11 kelompok petani, yang digelar di aula desa.(26/6)

Dalam musyawarah tersebut para petani mendesak agar pihak desa untuk segera mencari jalan keluarnya sehingga kekhawatiran gagal panen pun bisa segera teratasi.

Sementara Kepala BP3K Mangunjaya, Cepi, di depan peserta musyawarah, menyampaikan, saat ini yang dibutuhkan petani solusi jangka pendek untuk menyelamatkan tanaman padi yang terancam gagal panen dengan cara memanfaatkan sisa air yang ada di bendungan Cikaso.

“Dan untuk biaya operasionalnya saya akan mengajukan dana stimulan jangka pendek, “kata Cepi.

Sementara untuk jangka panjangnya, kata Cepi, Pemkab Pangandaran berencana akan membuat sodetan di bendungan tersebut untuk mengairi seluruh sawah yang ada di Desa Sindangjaya.

“Dengan solusi jangka pendek ini diharapkan para petani tahun ini tetap bisa menikmati hasil panennya. “kata Cepi lagi. (Tn)

OBYEK WISATA PANTAI SINDANGKERTA TASIKMALAYA BUTUH PERHATIAN PEMDA

TASIK NEWS- Obyek Wisata (OW) Pantai Sindangkerta Kabupaten Tasikmalaya semakin hari semakin diminati wisatawan terutama pada hari libur dan akhir pekan. Tapi sayang hal ini tidak dibarengi dengan perhatian pemerintah daerah untuk lebih menata kawasan wisata yang ada di Tasimlaya selatan ini. padahal bukan tidak mungkin minat pengunjung akan semakin tinggi jika jika peda melakukan pembenahan serta memperbaiki inprastruktur dan sarana yang ada di sekitar lokasi wisata.

Seperti perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga sekitar pantai pun tidak gelap gulita saat malam hari. Begitu juga dengan tembok penahan abrasi di tepi pantai yang hampir sepanjang pantai kondisinya sudah ambruk akibat diterjang gelombang pasang. 

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Sindangkerta, Didin, pihaknya sudah berulangkali melaporkan hal ini ke Pemkab Tasikmalaya, tapi sayang hingga saat ini belum ada tanggapan.
“Padahal ini sudah diketahui pemda, karena saat pejabat pemkab datang kesini sudah mengontrol dan mengambil poto-poto bagian mana saja harus segera diperbaiki, “ungkapnya.(27/6)

Kata Didin, perlunya perbaikan PJU karena tidak sedikit wisatawan yang datang dan bermain di sekitar pantai pada malam hari, sehingga dikhawatirkan pengunjung pun kurang nyaman karena keadaan di sekitar aktivitas wisata gelap gulita.

Padahal jika sarana yang ada di sekitar lokasi wisata Sindangkerta ini bagus, Didin yakin, akan semakin menarik minat wisatawan dari mana-mana untuk datang berwisata kesini. Dan tentunya jika arus kunjungan wisatawan meningkat dengan sendirinya menambah peluang masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya peluang usaha di sektor pariwisata. Seperti jualan makanan ringan, menyewakan ban, tikar, menjual jasa wisata dan jenis usaha lainnya.

Salah satunya, lanjut Didin, jika rumah makan yang menyediakan menu sea food meningkat, maka nelayan disini pun tidak usah jauh-jauh menjual ikan hasil tangkapannya, jadi usaha satu dengan yang lainnya saling keterkaitan.

“Ini peluang bagus dan pemerintah harus hadir sebagai menyedia sarana untuk kemudahan masyarakat, “kata Didin lagi.

Didin juga mengatakan, kondisi di lokasi wisata Sindangkerta seperti ini sudah lama dan terkesan Pemkab Tasikmalaya pun tidak respon karena sudah lama dibiarkan begitu saja.

“Padahal tidak jarang pejabat dari pemda datang mengontrol keadaan disini dan saya sendiri sudah bosan melaporkannya, jadi saya yakin pemda sudah mengetahui keadaan ini. “imbuh Didin. (ANWAR WALUYO)

MEDIA KECEWA SIKAP AROGAN YANG DIPERLIHATKAN KABID PUPR PANGANDARAN

PARIGI – Beberapa awak media mengaku kecewa dengan perilaku atau respon dari seorang pejabat  Kepala Bidang Binamarga di Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran. Pasalnya, setiap akan ditemui awak media ia tidak menghargai dan terkesan arogan. Seperti saat ditemui di ruang kerjanya, kabid tersebut langsung keluar tanpa berkata apa-apa dan membiarkan wartawan tersebut diam menunggu.

“Mendingan kalau datang lagi, ini kan sampai lama saya menunggu kabid itu tidak datang lagi. “ucap salah seorang wartawan mingguan.

Dan ternyata tidak hanya terjadi pada seorang wartawan saja, hampir semua wartawan yang selama ini bertugas liputan di Kabupaten Pangandaran, setiap akan menemui pejabat tersebut selalu kejadiannya seperti itu. Jangankan bicara dan menyambut, menyodorkan tangan untuk salaman saja tidak pernah.

Saat diminta tanggapannya terkait hal ini, Sekda Pangandaran, H. Kusdiana, menyampaikan permohonan maafnya serta berjanji untuk segera memanggil pejabat tersebut.

Menurut Kusdianan yang akrab disapa Iyang, tidak seharusnya pejabat pemerintah memperlakukan media seperti itu, karena pemerinahan dan pers harus saling membutuhkan dan sudah seharusnya pejabat pemerintah memposisikan media itu sebagai parner.

Apalagi kabid ini sudah eselon III, kata sekda, seharusnya lebih paham dan bisa lebih memaknai kemitraan dengan jurnalis.

“Walau itu sudah jadi karakter seseorang sebaiknya seorang pejabat bisa memposisikan diri, bagaimana caranya dan terhadap siapa pun harus bisa melayani dengan ramah, apalagi dengan pers sebagai mitra kerja kita. “ungkapnya. (26/6)      *PNews*

UNTUK PELAYANAN KESEHATAN, PEMKAB TASIK SEGERA LUNCURKAN HALLO TASIK 119

TASIK NEWS-Pada acara Halal bil Halal Sugianto tingkat kewadanan Karang Nunggal Kecamatan Cipatujah yang dilaksanakan di Gedung Da’wah Islam (24/6), Bupati Kabupaten Tsikmalaya, H. Ade Sugianto, menyampaikan, pemkab akan segera merealisasikan program HALO TASIK 119.

Pada program tersebut, kata Ade, pemda akan membuat sistem komputerisasi di  semua puskesmas dan rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, sehingga pelayanan di tiap-tiap pusat-pusat kesehatan tersebut pun bisa lebih optimal, efektif dan efesien.

“Saya tidak mau lagi mendengar ada alasan dari rumah sakit atau puskesmas, kamar penuh atau alasan yang lainnya, terutama untuk pasien yang menggunakan BPJS. “tegas Ade.

Dan juga, lanjut Ade, dengan HALI TASIK 119, nantinya tidak ada lagi prasangka baik atau su’uzon, karena dengan program ini masyarakat akan lebih mudah dan lebih cepat mengetahui layanan kesehatan mana yang paling dekat jaraknya atau layanan yang masih memiliki ruang inap.

Bupati juga mengatakan, pemberdayaan Linmas akan lebih ditingkatkan dengan kekuatan 3000 orang, nantinya akan punya seragam baru serta diberikan beberapa pelatihan, karena selama ini linmas menjadi ujung tombak keamanan di masyarakat.

Insaaloh tahun ini pemda menganggarkan Rp. 5 milyar untuk peningkatan linmas. “kataAde.(ANWAR-JAJANG)


PEMKOT TASIK SEGERA PERCANTIK DAN MENATA SPORT CENTER DADAHA

Herdis Kiswa, S.I.Kom
TASIK NEWS-Setelah dibentuk Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Pengelola Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, pihak UPTD terus membenahi serta melakukan penataan sarana dan prasana sport center Dadaha walaupun diakui pihak pengelola, anggaran pemeliharaan sangat kurang, tapi pembenahan  untuk menikatkan daya tarik wisata, seperti rencana mengajukan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) serta memelihara kebersiahan di seputar lokasi terus dilakukan.

Demikian disampaikan Kepala UPTD Pengelola Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, Gumilang Herdis Kiswa, S.I.Kom, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (25/6)

“Dadaha  milik masyarakat kota Tasikmalaya, maka untuk menciptakan kebersihan pun kami tidak sendiri tapi bekerjasama dengan masyarakat sekitar, “kata Gumilang.

Menurut Gumilang, sejak terbentuk UPTD, kini komplek sport center Dadaha mulai ditata rapih. Karena Dadaha sekarang bukan saja menjadi arena olahraga tapi banyak warga yang datang berkunjung untuk bermain sambil berpoto atau sekedar jalan-jalan di seputar lapangan.

Gumilang mengatakan, UPTD Pengelola Komplek Dadaha di bawah naungan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, selain melakukan pembenahan juga sudah menyiapkan beberapa program terobosan, salah satunya dengan memasang kamera pengintai (CCTV) dan pegeras suara untuk memantau langsung ke seputar lokasi.

“Kami juga mulai menginvetarisir aset-aset yang masih ada, “imbunya. 

Gumilang menambahkan, dari beberapa program yang sudah disiapkannya antara lain pemasangan Area Traffic Control System (ATCS) yang dilengkapi dengan pengeras suara di beberapa titik strategis, sehingga kondisi di seputar komplek pun dapat terus terpantau.

Ke depan, kata Gumilang, ada tiap petugas keamanan yang akan melakukan patroli, sehingga warga yang mau berolahraga pun bisa melakukannya di malam hari.

“Pembenahan dan penataan sarana prasana ini kami lakukan tahap demi tahap, dan insaaloh tahun ini Dadaha kota Tasikmalaya akan lebih cantik dan indah. “pungkasnya. (ANWAR W-ATENG)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN