ASEP IRFAN: “DI USIA YANG KE 6, PANGANDARAN BISA LEBIH MENATA DIRI LAGI”

PARIGI- Tidak terasa kabupaten Pangandaran kini sudah berusia 6 tahun sejak terpisah dari Kabupaten Ciamis, tepatnya tahun 2012 lalu. Hingga pada tahun ini seluruh masyarakat merasa bersukur karena Pangandaran bisa menyandang predikat Daerah Otonomi Baru (DOB)
terbaik se Indonesia. Dan pada usianya yang ke 6 ini, kini status Kabupaten Pangandaran sudah bukan DOB, karena sekarang sudah sejajar dan sama dengan kabupaten kota lainnya.

Menurut anggota DPRD tingkat I Jawa Barat dari fraksi PKB, H. Asep Irfan Alawi, di usia yang ke 6 ini sebagai DOB Pemkab Pangandaran tentunya sudah cukup waktu  untuk bisa lebih menata agar lebih baik lagi.

"Dan saya sebagai warga Pangandaran sangat bersyukur karena sejak pangandaran mekar sudah mulai terlihat hasil-hasil yang positif yang dilakukan Pemda Pangandaran", katanya.25/10/2018

Namun tentunya persoalan persoalan dilapangan, lanjut Asep, jangan mudah diabaikan begitu saja, seperti koreksi dan evaluasi agar bisa ditingkatkan lagi sehinggga APBD yang digelontorkan pemkab bisa lebih dirasakan masyarakat.

Asep mengatakan, sebaiknya pemda tidak menutup mata dan telinga saat ada koreksi yang dilontarkan masyarakat baik saran ataupun usulan karena semua itu tentunya subtansinya bermuara pada keinginan masyarakat agar kabupaten Pangandaran lebih maju.

“Predikat terbaik dari 19 DOB se-Indonesia mudah-mudahan bisa dijadikan pemicu atau cambuk agar bekerja lebih baik dan lebih baik lagi. “ungkasnya. (AGE)

DPD GOLKAR PANGANDARAN GELAR BIMTEK DAN PELATIHAN SAKSI TPS UNTUK PEMILU 2019

PARIGI – Untuk lebih memantapkan persiapan menjelang pemilu legislatif tahun 2019 mendatang, Partai Golkar gelar bimbingan teknik (bintek) dan pelatihan untuk saksi yang nantinya akan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bintek diikuti 300 orang saksi untuk daerah pemilihan (dapil) I, Kecamatan Parigi dan Sidamulih yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center Parigi (28/10) dibuka langsung ketua DPD Golkar Pangandaran,  , Mohammad Taufiq serta dihadiri wakil ketua DPD golkar Provinsi Jawa Barat, DR.dr.H.Herman Sutrisno, pengurus PK dan PD serta seluruh kader dan fungsionaris golkar.

Dihadapan seluruh kadernya, M. Taufiq mengatakan, golkar harus bisa mendulang suara di Kabupaten Pangandaran, karena ia optimis target itu akan tercapai kalau seluruh kader dan fungsionaris golkar bisa bergandeng tangan dengan satu tujuan membesarkan partai.

"Kita harus solid untuk menarik simpati dan pemilih pada pemilu 2019 mendatang. “ tegasnya.

Dan untuk mencapai target tersebut, kata Taufiq, peran saksi TPS juga sangat penting dalam mengamankan perolehan suara disetiap TPS, sehingga bintek ini menjadi penting untuk bekal para saksi nanti di lapangan.

"Pada bintek sekarang ini seluruh saksi diberi pelatihan bagaimana cara menjaga kualitas pemilu dan yang paling utama mengamankan perolehan suara golkar. “kata Raufiq lagi.

Sementara dalam sambutannya, DR.dr.H.Herman Sutrisno mengajak para kader dan fungsionaris golkar Kabupaten Pangandaran untuk mulai lakukan sosialisasi pada masyarakat agar golkar menjadi pilihannya.

Herman menegaskan, sekarang bukan saatnya untuk berleha-leha, seluruh fungsionaris juga para PK dan PD partai golkar harus bangkit untuk bersama-sama memenangkan pemilu 2019 serta mengulang kembalikan lagi kejayaan golkar di masa lalu.

“Para saksi TPS harus paham apa yang harus di lakukan di TPS, bukan hanya mengisi berkas C 1 saja", tandasnya. (AGE)

JEJE WIRADINATA: “KARNAVAL BUDAYA BISA DIDESAIN JADI EVEN PARIWISATA”

PANGANDARAN-Sangat meriah, begitu dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat diminta komentarnya tentang karnaval budaya yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 6 tahun 2018.

Seperti diketahui, Bupati, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Sekda, Mahmud, pimpinan dan aggota DPRD serta seluruh pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Pangandaran, larut bersama ribuan masyartakat ikut menyaksikan ratusan peserta karnaval yang menampilkan aneka budaya, fasion dan kendaraan hias di sepanjang jalan di kawasan pantai barat Pangandaran. (28/10)

“Dari njumlah peserta dan kreativitas ini lebih meriah dari penyelenggaraan tahun kemarin. “kata bupati.

Menurut bupati, dari gelaran karnaval budaya ini tinggal diarahkan, apakah yang akan lebih ditekankan itu budaya atau fashion.

“Tapi saya melihat, ini lebih cenderung pada kegembiraan masyarakat pada proses kebijakan pembangunan pemerintah daerah. “imbuh bupati.

Karena, menurut bupati, seluruh desa dan elemen masyarakat semakin yakin dan percaya pada kebijakan-kebijakan yang menjadi acuan pembangunan daerah. Antara lain, dalam penataan kawasan dan promosi pariwisata, masyarakat pun ikut terlibat di dalamnya. Dan ini, lanjutnya, terbukti dengan keterlibatan masyarakat pada even karnaval budaya ini dengan segala kreativitas dan banyaknya masyarakat yang berkontribusi langsung, sehingga tinggal didesain agar ini bisa menjadi even kelender kegiatan pariwisata.

Disoal apa yang akan disampaikan pada masyarakat, bupati menyampaikan terimaksih pada masyarakat baik yang sudah mensuport, mengkritik atau pun ungkapan-ungkapan nyinyir dalam masa kepemimpinan selama 2 tahun 9 bulan ini.
“Semua itu esensinya kan bentuk kepedulian ke Pangandaran. “ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan permohonan maaf, karena sebagai manusia biasa masih banyak kekurangan dan banyak hal yang belum dikerjakan dengan baik.

“Tapi kita terus akan berupaya agar arah pembangunan ini sesuai dangan RPJM, keinginan masyarakart serta sesuai dengan komitmen yang telah disepakti bersama. “pungkasnya. (PNews)

BUPATI-WAKIL BUPATI PANGANDARAN BERSAMA RIBUAN WARGA SAKSIKAN NAPAK JAGAD PASUNDAN

PANGANDARAN-Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata didampingi Wabub H. Adang Hadiri, menjanjikan Kabupaten Pangandaran akan terus dibangun, khususnya lokasi pariwisata.

Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya pada acara Napak Jagat Pasundan Minangkala Pangandaran yang ke 6 di lapangan PMB sabtu malam. (27/10)

“Sudah 2 tahun 9 bulan kami membangun Pangandaran, dan kami berjanji akan terus membangun, dan untuk penataan pantai barat dan timur tahun 2019 pemprop sudah berjanji akan membantu Rp. 50 milya lebih. “terang Jeje.

Lebih jauh Jeje pun sempat memberikan komentar terkait penyelenggaraan Napak Jagad Pasundan, ini sangat keren bisa menjadi tontonan apik untuk masyarakat luas.

“Kami bahagia jika melihat warga senang, dan marilah kita bergembira bersama dalam rangkaian milangkala ka 6 Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ini. “imbuhnya.

Seperti diketahui, ribuan masyarakat tadi malam dengan sangat antussias datang dan menyaksikan suguhan para penampuil, seperti Ega Fercisuon, penari dan seniman Jawa Barat Doel Sumbang. (HARIS F)

KEPERGOK SUAMINYA, DIDUGA OKNUM GURU SDN JATIWANGI TASIKMALAYA BERBUAT MESUM

TASIK NEWS-Seorang oknum guru berinisial AH salah seorang pengajar di SDN Jatiwangi Kecamatan Sodong Hilir Kabupaten Tasikmalaya keperegok suaminya sedang berduaan di rumahnya bersama seorang pria yang berinisial IM yang berprofesi guru honorer di SDN Cikalong Tasikmalaya dan diduga ada kecenderungan telah melakukan perbuatan mesum. Peristiwa yang mencoreng nama dan martabat citra seorang pendidik ini terjadi, hari jum'at malam, 19/10/18.

Menurut salag seorang sumber yang enggan ditulis identitasnya, pekaku pun sudah digelandang ke polsek setempat.

“Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “ungkapnya.

Saat beberapa awak media mendatangi kantor Polsek Sodonghilir, diperoleh keterangan, masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan, kedua belah pihak mengaku hilap sudah berduaan bukan denga  pasangan yang sah.

Menurut pengakuan pelaku, IM dihadapan petugas polsek, sebenarnya tidak benar ia sudah melakukan perbuatan mesum dengan AH, karena menurutnya, ia hanya berteman saja.

Hasil penelusuran di lapangan, saat PNews mendatangi berkali-kali ke sekolah dimana oknum guru tersebut mengajar, ternyata sangat sulit untuk dihubungi, begitu juga ketika PNews mencoba akan  konfirmasi ke UPTD Pendidikan Kecamatan Sodonghilir pun sama, kepala uptd tersebut selalu tidak ada di tempat dan terkesan “cuci tangan”. Karena hingga saat ini oknum guru tersebut masih tetap mengajar dan tiadak diberi sanksi apa-apa. (ANWAR WALUYO)

PEMDA AKAN BANTU 50 % BIAYA KULIAH MAHASISWA PSDKU UNPAD ASAL PANGANDARAN

PANGANDARAN-Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad hari ini menggelar pertemuan antara orangtua mahasiswa, mahasiswa dan Bupati Pangandaran untuk membahas beberapa hal terkait proses perkuliahan mahasiswa Unpad asal Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Unpad, Bambang Hermanto menyampaikan, sampai saat ini seluruh mahasiswa yang kuliah di PSDKU Unpad Pangandaran ada 340 mahasiswa dan 142 mahasiswa berasal dari Pangandaran dengan tenaga pengaja 143 dosen yang datang bergelombang.

“Untuk indek komulatif mahasiswa asal Pangandaran, B plus. “kata bambang.

Sementara usai pertemuan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada awak media menyampaikan keinginannya agar universitas di pangandaran menjadi lembaga pendidikan yang utuh, artinya, ia bukan hanya menjadi pelengkap saja. Maka tentu persoalannya, kata Jeje, bagaimana indek komulatif mahasiswa asal Pangandaran bisa tinggi.

“Tadi saya mendapat laporan dari pihak Unpad, indek komulatif anak-anak kita cukup baik. “kata Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, karena Pemda Pemkab Pangandaran tidak ingin mahasiswa angkatan pertama yang menjadi pionir ini di kemudian hari banyak yang drop uot (DO) karena madalah biaya kuliah, maka pemda akan memberikan beasiswa, setengah biaya kuliah per semester dibayar pemda.

“Bantuan diberikan mulai semester sekarang. “kata Jeje.

Jeje menambahkan, untuk ini pemda Pangandaran akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1 milyar, dari APBD perubahan 2018 dan APBD murni 2019.

Jika tadi ada usulan bantuan ini tidak disamaratakan karena keadaan ekonomi kelurganya, kata Jeje, hal ini tentunya akan dievaluasi dulu.

“Untuk sekarang ini kita samakan saja sebesar 50 % dari biaya kuliah per semester per mahasiswa yang akan dibayar pemda “tegas Jeje. (PNews)

BUS WISATAWAN ROMBONGAN AL MA’SOEM BANDUNG ALAMI KECELAKAAN DI TANJAKAN LEMBAHPUTRI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sebuah bus bermuatan wisatawan rombongan Yayasan Al Ma’soem Bandung yang akan berlibur ke Pantai Pangandaran mengelami kecelakaan di depan obyek wisata Lembah Putri Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang, sekitar 7 km sebelum Pangandaran sekitar pukul 06 WIB.(27/10)

Dari beberapa kesaksian, diduga kecelakaan tersebut diakibatkan mesin bus yang dikemudikan supir Deni Hidayat (44) warga Pajagalan Soreang ini tiba-tiba mati sehingga tidak bisa dikendalikan mengakibatkan mobil pun terguling di badan jalan, karena setelah mesin mati bus pun hilang kendali oleng ke kiri sementara dari arah berlawanan datang speda motor melaju, lalu bus pun oleng lagi ke kanan kemudian tergelincir dan terguling.

Setelah bus yang dikemudikannya terguling, ia pun mengaku shok dan berinisiatif untuk menjauh dari lokasi kejadian dengan tujuan untuk menenangkan diri.

Masih kata Deni, semuanya ada 14 bus yang mambawa rombongan pelajar, guru dan karyawan SPBU milik Yayasan Al Ma’soem Bandung.

“Dalam bus yang saya bawa, ada 51 penumpang. ”terangnya lagi.

Sementara menurut Kapolsek Kalipucang, AKP Jumeli didampingi Anggota Satlantas Polsek Kalipucang, Samsul, yang langsung datang ke lokasi kejadian, menuturkan, hampir seluruh penumpang mengalami luka-luka parah dan ringan yang langsung dibawa ke puskesmas Kalipucang dan Pangandara.

 “Karena lukanya cukup parah, 28 penumpang harus dirujuk ke RSUD Kota Banjar menggunakan  10 mobil ambulan dan 2 mobil travel. ” katanya.

Asih kata Samsul, beberapa korban yang mengalami luka cukup serius, rata-rata mengalami patah tulang dan luka di bagian kepala. Dan untuk sementara penumpang yang mengalami luka ringan kini masih mendapat pengobatan di Puskesmas Kalipucang dan Puskesmas Pangandaran,” imbuhnya.

Akibat kecelakaan ini, lanjut Samsul, arus lalu lintas dari arah Pangandaran maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan, karena bus yang terguling menghalangi seluruh badan jalan.

“Namun beberapa jam setelah bus naas berhasil dievakuasi lalu lintas menuju Pangandaran atau  sebaliknya sudah lancar kembali. “imbuhnya. (PNews)

MTs Al-Falah PERINGATI HARI SANTRI TINGKATKAN CINTA TANAH AIR

TASIK NEWS-Dalam rangkaian acara menyambut Hari Santri Nasional beberapa hari lalu, MTs Al Falah  Simpang Kecamatan Karangnunbggal Kabupaten Tasikmalaya, digelar beberapa acara, seperti, Stand Up komedi santri, Baca kitab kuning, Khutbah Jum'at, Ngaliwet Bareng, Murottal Qur'an, Tahfidz Juz Amma dan Karaoke Religi.

Menurut salah seorang pengajar, Ustad Ali, kegiatan ini untuk menumbuhkan serta meningkatkan rasa cinta pada tanah air dan NKRI.

Momen yang terlahir dari revolusi jihad santri melawan penjajah ini, lanjut Ali, harus tetap terjaga giroh perjuangannya.

“Dan sebagai generasi muda, mari kita tingkatkan rasa bangga kita terhadap negeri ini, karena inilah rumah kita, disini kita lahir, disini kita hidup, disini pula kita bersujud, bahkan matipun kita di Negeri ini, maka rawat dan jagalah negeri ini baik-baik. “tegasnya.

Ali menambahkan, santri itu bukan hanya yang mondok di pesantren saja, tapi siapa pun yang menjadikan akhlaqul karimah dan Sopan santun sebagai pedoman hidupnya, itulah santri.

“Maka dengan santri damailah negeri Indonesia. “kata Ali. (ANWAR W-UDI R)

JEJE WIRADINATA: “KAMI SANGAT MENGAPRESIASI PARA PEJUANG PEMEKARAN KABUPATEN PANGANDARAN”

PARIGI - Upacara milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6 yang dilaksanakan di lapang Parigi (25/10), diikuti Bupati dan wakil Bupati Pangandatan, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, tokoh masyarakat, para pejuang pemekaran ( presidum pemekaran ), ketua dan anggota DPRD Pangandaran, Anggota DPRD Provinsi dari fraksi PKB ( Asep Irfan Alawi) dan PDIP ( Ijah Hartini ), Agun Gunanjar Sudarsa ( DPR RI), perwkilan dari Pemprov Jabar, kepala dinas beserta ASN di lingkup Pemkab Pangandaran, ormas, TNI/Polri, para siswa dan tamu undangan dari kabupaten lain.

Upcara diawali dengan penyerahan piagam penghargaan daerah Otonomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri dari Wakil Bupati, H. Adang Hadari yang menerima langsung dari Dirjen Otonomi Daerah beberapa waktu lalu di Kota Solo ke Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

Usai menerima penghargaan tersebut, dalam sambutannya bupati menyampaikan, ini sebuah
apresiasi tertinggi bagi masyarakat Pangandaran serta seluruh pejuang pemekaran yang tidak kenal lelah hingga bisa terbentuk DOB Kabupaten Pangandaran pada tanggal 25 Oktober 2012.
   
"Atas nama pemerintah daerah saya memberikan apresiasi atas perjuangan presidium yang diketuai oleh H. Supratman dan semua elemen masyarakat yang sudah rela mengorbankan baik moril atau materil demi satu perubahan untuk Pangandaran", tegasnya.

Dikatakan bupati, saat ini selaku kepala daerah, bupati dan wakil bupati daerah punya tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita para pejuang untuk mewujudkan harapan masyarakat.

Menurutnya, selama 2 tahun 9 bulan menjadi kepala daerah, tentunya masih banyak kekurangan dan harapan masyarajat yang belum bisa terpenuhi.

“Kami minta maaf, namun kami juga optimis bisa merealisasikan harapan tersebut dengan bahu membahu bersama rakyat, dan kami juga siap menerima keritikan positif dalam membangun kabupaten Pangandaran", ujarnya.

Saat ini, lanjut bupati lagi, ada empat skala perioritas program kebijakan yang sedang  dilaksanakan, antara lain, perbaikan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, mewujudkan pendidikan gratis dan penataan kawasan wisata termasuk relokasi para pedagang untuk bisa  terwujud Pangandaran menjadi tujuan wisata yang mendunia.

“Pada kesempatan yang baik ini saya juga mengajak semua yang hadir disini untuk mendoakan para pahlawan pemekaran yang saat ini sudah tiada. “imbuhnya. (AGE)

BUNTUT PEMBAKARAN BENDERA TAUHID, FPUIP PANGANDARAN GELAR AKSI DAMAI

PANGANDARAN-Sejak video pembakaran bendera tauhid yang terjadi di Limbangan Garut oleh oknum banser pada hari santri beberapa hari lalu, sontak membuat sebagian besar umat Islam merasa geram, salah satunya, yang dilakukan Forum Peduli Umat Islam Pangandaran (FPUIP) yangb menggelar menggelar aksi damai untuk mengutuk insiden tersebut yang dikawal personil TNI /polri.

Aksi digelar usai peserta demo menjalankian ibadah shalat Jum'at di halaman mesjid Istiqomah Pangandaran dengan melibatkan tidak kurang 500 dari berbagai elemen dan majlis taklim se-Kecamatan Pangandaran.

Ketua Panitia aksi, Nana Nasirin membenarkan, aksi damai ini merupakan buntut dari insiden pembakaran bendera tauhid di Kabupaten Garut beberpa hari yang lalu.

"Kami mengadakan aksi ini murni panggilan hati dan tidak embawa kepentingan apapun. Karena para peserta demo ini terdiri dari semua elemen umat islam untuk ikut merasakan keprihatinan atas insiden tersebut."tuturnya.(26/10)

Disoal terkait bendera bendera yang dibakar itu meruopakan atribut HTI, ormas yang dilarang, menurut Nana, itu tidak benar, karena sebelum ormas HTI lahir bendera itu sudah ada sejak jaman kejayaan Islam dahulu.
Nana menambahkan, bendera yang bertuliskan kalimat tauhid itu murni lambang umat islam dan  bukan milik ormas tertentu.
“Jadi jelas sangat keliru jika bendera tersebut dikaitkan dengan ormas tertentu,"tegas Nana.

Masih di tempat yang sama, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat menegaskan, aksi damai ini sesuai dengan nilai-nilai demokrasi karena memang dilindungi hukum.

“Dan dalam aksi yang kami gelar ini pun  tidak anarkis, membuat onar  dan mengganggu ketertiban masyarakat.",katanya. (HARIS F)

HARI INI KABUPATEN PANGANDARAN PERINGATI HARI JADI YANG KE 6

PARIGI- Usai menggelar upacara peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran Ke-6 yang dilaksanakan di lapang alun-alun Parigi, rangkaian acara pun dilangsungkan dengan menggelar rapat paripurna istimewa yang digelar di ruang rapat gedung DPRD Kabupaten Pangandaran.(25/10)

Selain dihadiri ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, S.Pd dan wakil Ketua, Adang Sudirman serta  M Taufiq, anggota DPRD, Bupati-Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari, rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan Hari jadi kabupaten Pangandaran ke 6, juga dihadiri Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV atas nama Gubernur jawa barat, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jabar X, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Jabar XI, Danrem 0613Tarumanegara, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Rektor Universitas Padjajaran (Unpad), Rektor Universitas Pasundan,   Rektor Universitas Galuh Ciamis, Para Bupati/Wali Kota, Ketua DPRD Kabupaten/ Kota, Dadim, kapolres Ciamis, bupati, wali kota dan ketua DPRD dari daerah sahabat, kepala SKPD dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya ketua DPRD menyampaikan, menginjak tahun ke-6 ini, Kabupaten Pangandaran sudah tidak menyandang status sebagai daerah otonom baru, perlakuan pun sudah setara dengan kabupaten dan kota lain. Hingga pada tanggal 11 oktober 2018, bertempat di hotel Alana Solo, Pemkab Pangandaran meraih predikat Daerah Otonom Baru (DOB) terbaik se-indonesia dari ditjen otonomi daerah kementerian dalam negeri.

”Kami atas nama pimpinan dan anggota DPRD mengucapkan selamat kepada pemerintah daerah, masyarakatdan stakeholders terkait atas pencapaian yang baik ini. ”kata Iwan.

Sementara Bupati pangandaran, H. Jeje Wiradinata pada sambutannya mengajak  seluruh tamu yang hadir dalam rapat paripurna istimewa, untuk bersama-sama menjadikan Pangandaran lebih hebat,  bermartabat dan beriman serta mendukung kebijakan pemerintah dan di segala aspek yang pada gilirannya bertujuan untuk lebih mensejahterakan masyarakat pangandaran.

“Sekarang kita sudah bisa sejajar dengan kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat dan tentunya  upaya ini akan terus dipacu sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. ”tegas Jeje.

masih di tempat yang sama, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV, mengatakan, Pangandaran adalah Jawa Barat, begitu juga sebaliknya, Jawa barat adalah pangandaran, artinya, jika Pangandaran sakit tentunya akan dirasakan juga oleh jawa Barat.

”Tidak boleh ada ruang untuk mencela satu dengan lainnya. ”ungkapnya.

Jika orang pada usia 6 tahun belum bisa melakukan segalanya, Tapi menurutnya, di usianya yang ke 6 Pangandaran sudah mampu melakukan segalanya.  Sangat bernbeda dengan penampilan 2 tahun lalu.
Jadi mumpung masih muda, lanjutnya lagi, harus dikelola dengan baik agar pangandaran menjadi daerah yang bisa menyejukan masyarakatnya dan membuat nyaman orang yang mengunjunginya.

”Kalau 55 milyar yang akan diberikan gubernur masih kurang, ayo minta lagi. ”imbuhnya. (Pnews)

JELANG UPACARA MILANGKALA HARI JADI Ke 6, PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN ZIARAH KE MAKAM PEJUANG PEMEKARAN

Menjelang acara puncak peringatan upacara Hari Jadi Kabupaten Pangandaran Milangkala ke 6, bupati dan wakil bupati, H. Jeje Wiradinata-H. Adang Hadari yang didampingi sejumlah pejabat di lingkup pemerintahan daerah, melakukan ziaran, tabur bunga dan alunan doa’ di makam para pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran.

Rangkaian ziarah tersebut dimulai dengan mengunjungi makam, H. K. Djudju Yoesmana Miharja di Kecamatan  Cigugur, KH. Ahmad Tajudin di Parigi, KH Al As'ari di Parigi, H. Yusro di Parigi, H. Hamdi di Cimerak, KH Agan Didi di Cijulang, Makam Sembah Agung di Cijulang dan Makam Sembah Tafsir di Cijulang.(23/10)

Yang disusul pada hari kedua (24/10) ke makam Sony Agustiana di Kamurang Desa Babakan Pangandaran,  Midjan di TPU Karangsari Desa Babakan Pangandaran, H Maman di Dusun Parapat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran dan terakhir ke makam Almarhumah Hj. Endah Surtinah Hadari (istri Wakil Bupati H. Adang Hadari) di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang.

Menurut salah seorang anggota Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran asal Desa Parigi, Ian Muchlis, Ian merasa bersyukur setelah Pangandaran memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis, malah sekarang menjadi Daerah Ototnomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia.

kata Ian, tujuan pemekaran ini diharapkan warga Pangandaran itu bisa bebas mengelola potensi yang ada di wilayah Pangandaran agar bisa klebih maju dan sejahtera.

“Kini setelah kita punya pemerintahan sendiri, kita  dapat merasakan manfaatnya, antara lain, pendidikan gratis dari tingkat SD sampai tingkat SLA, peningkatan layanan kesehatan tidak hanya orang miskin saja, orang kaya pun diberikan biaya kesehatan gratis. :”kata Ian.(23/10)

Ia menambahkan, tapi alangkah lebih bijaknya apabila anggota presidium yg masih hidup pun  bisa mendapat diperhatikan dari pemerintah daerah, karena para pejuang pemekaran sendiri terdiri dari status sosial dan ekoniomi yang berbeda satu dengan yang kainnya, maka menjadi wajar jika anggota presidium diberikan penghargaan dalam bentuk yang lain.

“Umpamanya diberi insentif atau apalah namanya. “tutur Ian.

Ian juga mengatakan, termasuk untuk yang saat proses pemekaran ikut berkiprah dan berjuang bersama-sama masyarakat diberi kesemopatan dalam mengembangkan karirnya sesuai kemampuan dan komfetensi yang dimilikinya.

“Mungpung sekarang mereka masih ada. “imbuhnya. (ANTON AS)

IWAN M RIDWAN: “PEMKAB PANGANDARAN BISA MEMBERIKAN PENGHARGAAN LAIN PADA ASN PEJUANG PEMEKARAN”

Seperti dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaranm H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd, saat diminta komentar terkait milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6, selain Surat Keputusan (SK) yang dibuat bupati tentang pemberian penghargaan pada para pelaku serta pejuang pemekaran Kabupaten Pangandaran, sebaiknya bupati juga memberi perhatian khusus bagi Aparatus Sipil Negera (ASN) yang saat itu ikut ambil bagian berjuang bersama elemen masyarakat lainnya dalam proses pemekaran.

“Mungkin dalam hal ini bupati bisa memberikan penghargaan dalam bentuk lain pada ASN tersebut. “kata Iwan.(23/10)

Iwan menambahkan, bisa saja dalam bentuk pemberian jabatan layak dan strategis sesuai jasa, kemampuan serta komfetensi yang dimilki ASN itu.

“Mudah-mudahan para pejuang pemekaran sebagai pelaku sejarah tersebut bisa menerima penghargaan khusus karena memang sudah berjasa ikut berjuang dengan seluruh masyrakat klainnya dalam proses pemekaran dulu. “imbuh Iwan.

Hal senada dikatakan salah seorang warga Kecamatan Parigi,  menurutnya, ia setuju apa yang dikatakan Ketua DPRD terkait para ASN yang sudah berjasa ikut memperjuangkan dalam proses pemekaran diberi penghargaan jabatan strategis sesuai prestasi serta kemampuannya.

Menurut warga yang enggan ditulis namanya itu, rasanya layak dan tidak berlebihan jika Pemkab Pangandaran memberi kesempatan serta kepercayaan, agar ia berkesempatan untuk membuktikan pada masyarakat bukan hanya ikut dalam proses pemekaran saja, tapi harus bisa juga mengisi setelah Pangandaran terpisah dari Kabupaten Ciamis.

Karena selain ia sudah bisa dipastikan putra daerah, lanjutnya, secara moral ia juga bisa merasakan langsung apa yang diinginkan yang diharapkan masyarakat saat itu saat proses pemekaran dulu. Dan juga sebenarnya tidak terlalu banyak saat itu ASN yang mau terlibat langsung, bisa dihitung dengan jari jika dibandingkan dengan jumlah ASN yang ada sekarang.

“Beri dia kesempatan dan beri dia kepercayaan agar secara langsung ia pun mampu berbuat dan berkarya selaras dengan yang dulu ia perjuangkan dalam proses pemekaran Pangandaran. “tuturnya. (ANTON-PNews)   

SEPEDA SANTAI AWALI RANGKAIAN SAMBUT MILANGKALA 6 KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Memulai rangkaian peringatan Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6, digelar acara sepeda santai dengan route sekitar ruas-ruas jalan di obyek wisata Pangandaran.

Kegiatan yang dihadiri serta dibuka langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Hj. Ida N Wiradinata yang diikuti sekitar 7 ribu peserta ini dengan mengambil start di sekitar kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora), melewati jalan poros utama melalui pasar Pananjung, terus masuk toll gate ke jalan pantai barat, jalan pamugaran lalu masuk jalan  baru belakang area Grand Pangandaran dan berakhir lagi di kantor Disdikpora. Selain diikuti siswa sekolah, loba ini ternyata mendapat sambutan antusias dari seluruh warga.

Dala sambutannya, Jeje menyampaikan, memperingati milangkala dianggap perlu karena peringatan ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Pangandaran.

“Selain ucap syukur pada yang kuasa, kita juga harus ikut memeriahkan peringatan milangkala ini. “kata Jeje.(20/10)

Sementara Kepala Disdikpora, H. Surman, menyampaikan permohonan maafnya karena sudah mengganggu kelancaran perjalanan umum juga wisatawan yang datang ke Pangandaran. 

“Dan perlu diketahui, kegiatan ini telah kami anggap menjadi wujud dari sujud sukur serta rasa suka-cita kami yang telah dianugerahi sebagai daerah otonomi baru  terbaik se-Indonesia. “ungkapnya. (ANTON AS)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN