JEJE WIRADINATA:”SEKARANG BELUM SAATNYA BUPATI PANGANDARAN PUNYA RUMDIN”

Padahal anggaran untuk membangun rumah dinas (rumdin) bupati tidak akan lebih nilainya dari Rp 2 milyar, dengan biaya pembangunan sebesar itu tentunya Pemkab Pangandaran sudah bisa memiliki rumdin bupati yang cukup refresentatif, dan itu jelas tidak akan mengganggu anggaran yang lain.

“Sekarang saya ingin fokus dulu pada kepentingan rakyat, agar masyarakat tidak lagi berkeluh  tentang biaya pendidikan, pelayanan kesehatan atau infrastruktur jalan yang kurang bagus. “tegas Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat ditemui PNews di ruang kerjanya. (4/9)

Menurut Jeje, ini merupakan contoh pendidikan moral politik untuk semua, dimana kepentingan publik harus tetap menjadi perioritas dari seluruh program kebijakan pemerintah daerah.

“Dan tentunya ini selaras dengan apa yang dicita-citakan masyarakat Pangandaran dari tujuan pemekaran. “imbuhnya.  
Diakui Jeje, selama ini memang terjadi pemangkasan anggaran di sana-sini, seperti perjalanan dinas, pelatihan-pelatihan atau kegiatan-kegiatan lain yang ada di dinas-dinas yang dirasakan tidak memberi efek manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat.

Empat program kebijakan sekarang, seperti pembangunan infrastruktur jalan, bidang kesehatan, pendidikan dan penataan kawasan pariwisata, masih tetap menjadi skala perioritas pemda.

Dan dengan anggaran ratusan milyar tentunya sebentar lagi masyarakat Pangandaran pun akan bangga karena nanti mempunyai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang megah.

“Dan sekali lagi saya katakan, sekarang belum saatnya Pemda Pangandaran membangun rumah dinas untuk bupati dan wakil bupati, karena masih ada kepentingan yang dibutuhkan masyarakat. “pungkasnya. (PNews)


WARGA CIGUGUR SUMRINGAH, SEBENTAR LAGI BISA MENIKMATI JALAN MULUS BERHOTMIX

CIGUGUR- Warga Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran begitu gembira, pasalnya jalan yang mereka sering dilewati kini sudah mulus berhotmiks. Sudah sekian lama warga  merindukan mulusnya infrastrukrur jalan, dan kini benar-benar sebentar lagi akan terwujud.

Seperti diungkapkan salah seorang warga, Dadang (50), menurutnya ia sangat bangga saat melihat jalan di wilayahnya sedang dalam pengerjaan perbaikan dengan aspal hot mix.

Dikatakan Dadang, sudah puluhan tahun ia dan warga lainnya mendambakan punya jalan licin berhotmix, karena, menurutnya, seumur-umur baru kali ini ada jalan hot mix di Cigugur.

"Alhamdulillah sebentar lagi kami bisa menikmati jalan yang bagus, terimakasih buat Bapak Bupati, H. Jeje Wiradinata juga Bapak Wabup, H. Adang Hadari yang sudah membuktikan janji politiknya saat dulu waktu kampanye tahun 2015 silam", ungkapnya.(3/9)

Hal senada dikatakan Camat Cigugur, Erik Krishna Yudha, menurutnya ia merasa puas dan bangga saat melihat masyarakat Cigugur begitu senang dengan pembanguna jalan yang ada di wilayahnya.

“Memang sudah sejak lama masyarakat Cigugur menunggu dan berharap jaklan disini berhotmix. “ungkap Erik.

Seperti diketahui, APBD Kabupaten Pangandaran tahun ini sudah menggelontorkan Rp 12 milyar anggaran untuk peningkatan ruas jalan Pangleseran – Cibatu. (AGE)

DADANG KHOERUMAN : “DI KABUPATEN PANGANDARAN MASIH BANYAK ANAK USIA SEKOLAH TIDAK BERSEKOLAH

PANGANDARAN-Wakil ketua MUI Kabupaten Pangandaran, H.,  dalam rapat para ketua pimpinan dan ketua bidang, mengingatkan agar ada perhatian khusus bagi anak usia sekolah tetapi tidak bersekolah.

Seperti halnya dalam mendukung adanya peraturan miras, menurut Adang, MUI pun harus pula memikirkan pembinaan mereka para pelakunya, termasuk anak yang seharusnya sekolah tetapi tidak sekolah.

"Kita harus memiliki perhatian dan kepedulian bagi anak-anak yang tidak tersentuh hak pendidikannya, karena anak-anak merupakan asset penerus generasi selanjutnya. “kata Dadang. (4/9) *HARIS F

HENDAR SUHENDAR: “JIKA PERSYARATAN SUDAH LENGKAP, DAK BISA CAIR DALAM HITUNGAN MENIT”

CIJULANG-Menanggapi keterlambatan pencairan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke sekolah-sekolah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pangandaran, Drs. Hendar Suhendar S., MM, mengatakan, kalau ada keterlambatan baik itu bantuan yang bersumber dari DAK atau provinsi (banprop), pertama, jika memang bantuan tersebut belum masuk ke kas daerah (kasda), tentunya tidak bisa dicairkan.

Yang kedua, kata Hendar, kalu uang ini sudah masuk ke kasda kemudian ketika melakukan pencairan terjadi kelambatan atau tidak ada pencairan, apakah sudah memenuhi persaratan belum dari instansi terkait yang mengajukan.
Karena, lanjutnya, mungkin saja itu belum memenuhi persyaratan dalam perifikasi data pengajuannya.

“Nah, kalau semuanya sudah sesuai saya memberikan jaminan 10 menit bisa cairm karena kami tidak pernah menahan pencairan bantuan tersebut jika memang persyaratannya sudah ada dan sesuai. “tegas Hendar.(30/8)

Hendar menambahkan, pihaknya membuka waktu 24 jam untuk melayani permasalahan ini, baik melalui telepon atau datang langsung ke kantor.

Karena, masih kata Hendar, pihaknya juga sudah membentuk tim untuk membantu kesulitan-kesulitan yang ada di sekolah atau di instansi lainnya. Jadi nantinya bisa bersama-sama memecahkan yang menjadi persoalan terlambat atau tidak cairnya bantuan tersebut.

“Tapi saya yakin persaratan pencairan tersebut baru masuk perifikasi, yang selanjutnya masuk pada proses pencatatan dan pembuatan SP2D, artinya, intinya ada pada persyaratan. “jelas Hendar.

Hendar juga mengatakan, pihaknya di depan para kepala sekolah, UPTD termasuk madrasah-madrasah yang ada dibawah Kemenag, menyampaikan agar menghubungi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah untuk mengetahui masalah yang menjadi terlambat atau tidak cairnya.

Tapi kalau masalahnya minta kebijakan terhadap peraturan, menurut Hendar, jelas tidak bisa karena aturannya sudah baku seperti itu.

“Dan seandainya ada petugas kami yang neko-neko, silahkan laporkan kesini dan kami akan tindak. “tegasnya. (ANTON AS)

UU RUZLUNALUL ULUM: “KITA PERTAHANKAN TASIKMALAYA SEBAGAI KOTA KERAJINAN”

TASIK NEWS-Diharapkan produksi kerjinan tangan dari Kabupaten Tasikmalaya bisa menembus opasar baik regional maupun nasional bahkan ke mancanegara. Produk kerajinan menjadi industry kreatif yang menampilkan benbtuk-bentuk kreasi serta keterampilan masyarakat merupakan modal dasar yang dimilki sebagian masyarakat Tasikmalaya.

Demikian disampaikan Bupati Tasikmalaya,  H UU Ruzlunalul Ulum, kepada para peserta lomba desain cendramata se-Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018  di pendopo lama. (31/8)

“Saya berharap kerajinan ini tidak hanya jadi materi lomba saja, tapi juga bisa menjadi penyedia lapangan pekerjaan yang bernilai ekonomis. “kata Uu, kepada 33 peserta lomba.

Uu menambahkan, melalui pengembangan kreativitas masyarakat ini, tentunya salah satu bagian untuk mempertahankan citra Tasikmalaya sebagai daerah penghasil kerajinan tangan (handycraft).

Uu juga mengatakan, tujuannya  kegiatan ini tentunya juga untuk meningkatkan rasa cinta masyarakat, khususnya para ahli bidang seni pada kampung halaman yang menjadi cikal bakal  dari pengembangan serta menciptakan nilai tambah untuk selalu berinovasi dan berkreasi sehingga bisa tercipta produk-produk berbasis lokal  yang memiliki daya saing dan menjadi komoditas pangsa pasar baik tingkat lokal.

“Saya yakin kehadiran saudara-saudara disini merupakan wujud kecintaan dan tetap berkomitmen untuk tetap menjaga nama baik Tasikmalaya. “imbuh Uu.

Dalam kesempatan yang dihadiri stap ahli, SKPD lingkungan pemerintah kabupaten Tasikmalaya pejabat BUMD, Uu, berkesempatan menyerahkan hadiah sebesar Rp 5 juta kepada Syifa, warga Kecamatan Rajapolah yang berhasil menjadi juara pertama pada lomba. (ANWAR W)

UPT PKM JATIWARAS GANDENG PERUSAHAAN SUSU GELAR PEMERIKSAAN BUMIL

TASIK NEWS-Kali pertama UPT PKM Jatiwaras mengadakan kerjasama dengan perusahaan produk susu ibu hamil (bumil) Lovamil, pemeriksaan pada ibu hamil yang digelar di halaman Poned Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya.

Dikatakan Kasubag TU Ooy Abdul Kodir,SKep.NS, membenarkan, pada kegiatan ini seluruh bidan desa dan poned plus dokter akan dilibatkan langsung dalam pemeriksaan 10 ibu hamil dari tiap desa plus dengan pemeriksaan USG nya.

"Kerjasama ini sebagai salah satu bentuk upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi", papar Ooy di ruangan kerjanya.(30/8)

Di tempat yang sama, dr.H.Tatan Rahmat Solehudin mengingatkan, bagi ibu hamil agar memeriksakan kandunganya ke dokter minimalnya 1 kali selama masa kehamilan.

"Ini penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya serta untuk pendektesian dini sebagai antisipasi bilamana diketahui ada penyakit-penyakit lainnya", terang Tantan.

Sementara menurut Koordinator bidan Jatiwaras, Sri Winarsih,SST, kegiatan pemeriksaan ibu hamil ANC ( Ante Natal Care) atau pemeriksaan selama hamil ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, HB/Golongan darah, HIV -AIDS dan spillis. (RUSDIANTO)

BAKTI SOSIAL UPK DAPM JATIWARAS TASIKMALAYA AKAN SATUNI KAUM JOMPO DAN ANAK YATIM

TASIK NEWS-Menjelang peringatan  11 Tahun UPK DAPM ( Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat ) Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, selasa 4 September nanti yang akan berlangsung di Gedung Pusda'i  Desa/Kecamatan Jatiwaras, nampak kesibukan para pengurus pun sudah nampak sejak sekarang.

Menurut salah satu relawan, Hendi, saat ini pihaknya tengah menyusun 724 paket sembako yang akan disalurkan ke panti jompo dan anak yatim yang ada di 11 Desa di Kecamatam Jatiwaras.

Dikatakan Kabag Pelayanan UPK DAPM Jatiwaras, Erwin Maya, pemberian paket sembako nantinya secara simbolis diwakili 3 Desa, antara lain Desa Jatiwaras, Ciwarak dan Desa Mandalamekar.

" Dan sisanya disalurkan ke masing-masing desa sesuai dengan penjadwalan", kata Erwin diruangan.(30/8)

Pada hari H nanti, lanjut Erwin, selain penyaluran bantuan sosial alokasi surplus TA 2017  paket sembako, juga uang pembinaan untuk guru madrasah tingkat kecamatam sebesar Rp. 5 Juta, bantuan 1 Unit Sound System untuk kelengkapan Pusda'i senilai Rp. 27 Juta dan bantuan biaya pengobatan untuk keluarga tidak mampu sebanyak 2 orang  masing- masing Rp. 1 juta dan 1.2 juta.  (RUSDIANTO)

15 TAHUN TIDAK TERSENTUH PERBAIKAN, JALAN DI DESA MARGALUYU RAWAN KECELAKAAN

TASIK NEWS-Seorang ibu warga Desa Margaluyu Kecamatan Pancatengah kabupaten Tasikmalaya alami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor matiknya hingga mengakibatkan kepalanya terluka parah. Kecelakaan tersebut disinyalir akibat kondisi jalan di Dusun Naggerang, tempat kecelakaan, sangat rusak dan bergelombang dengan batu-batu yang tajam.

Menurut warga sekitar, kejadian tersebut bukan yang kali ini saja terjadi, karena dengan kondisi jalan tersebut memang sangat rawan hingga sering terjadi kecelakaan, terutama para pemotor.

“Kondisi jalan seperti ini sudah 15 tahun dan sampai saat ini belum pernah mendapat perbaikan. “ungkap salah seorang warga.(2/9)

Menurutnya, ia merasa heran dengan sikap pemkab Tasikmalaya yang terkesan kurang perhatian dengan kondisi jalan-jalan yang ada di daerah, padahal, lanjutnya, masyarakat setiap tahun selalu membayar pajak.

“Entah kenapa, apa memang menunggu korban lebih banyak lagi yang diakibatkan jakan rusak ini..”tuturnya. (ANWAR W)

DESA KARANGNUNGGAL AJAK WARGA BERSAMA-SAMA MEBANGUN DESA

TASIK NEWS-Dengan dibangunnya jalan poros desa antara Dusun Cikadu dan Ciawitali Desa Karangnunggal Kecamatan karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, sebagian jalan desa kini sudah mendapat perbaikan.

Pembangunann jalan sepanjang 787 meter dengan lebar 2,5 meter ini menelan biaya Rp 254.98 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2018.

Demikian dikatakan Kepala Desa Karangnunggal, Dana Wardana saat ditemui PNews ditengah-tengah kesibukan mengontrol pekerjaan tersebut.

”Dalam setiap kegiatan pembangunan yang ada di desa, kami selalu transparan serta sesuai aturan. “ungkapnya.(31/8)

Dana menambahkan, pada prinsipnya diharapkan dampak pembangunan ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga sebagai penerima manfaat, karena setelah infrastruktur sarana transportasi bagus warga pun bisa mudah menggunakan akses lalu-lintas baik masuk  atau pun yang akan ke luar ke Desa Karangnunggal.

“Dan untuk ini semua kami perlu dukungan seluruh elemen masarakat, jadi, mari kita bersama-sama membangun dan membesarkan desa kita. “tegasnya. (ANWAR W)

UNTUK BERTAHAN HIDUP, DI USIA TUANYA KAKEK TARLI MASIH HARUS KERJA KERAS

PARIGI – Memasuki usia tua bagi kebanyakan orang mungkin lebih banyak digunakan saat untuk beristirahat menikmati indahnya  hidup, berkumpul bersama keluarga tercinta. Namun berbeda halnya dengan kakek tua, Tarli (79) warga Dusun Babakan Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. di suai rentannya ia masih harus berjuang untuk bertahan hidup.  Setiap hari Kakek Tarli mengayuh sepedanya dengan berkeliling kampung untuk berjualan telor dadar ke sekolah-sekolah.

"Sudah hampir 10 tahun saya menekuni usaha ini untuk buisa menyambung hidup walau pun badan memang terasa kelah sekali. “ungkapnya, saat ditemui PNews ketika berteduh di bawah pohon besar di pojok lapang parigi. (30/8)

Tarli menuturkan, dari hasil berjualannya, setiap harinya ia mendapat Rp. 30 ribu dengan keuntungan sekitar Rp. 15 ribu, itu opun jika semua dagangannya laku semua.

“Tidak jarang kalau sedang sepi paling mendapat Rp.5 ribu saja. “ungkapnya lagi.

Tarli dikarunia empat orang anak yang semuanya sudah berkeluarga, dari perkawinan anak-anaknya saat ini Tarni mempunyai 7 cucu.

Tarli juga mengatakan, hingga saat ini rumahnya masih numpang di tanah milik orang lain, sehingga ia pun tidak bisa mendapatkan bantuan dari program rutilahu karenan tanahnya bukan milik sendiri.

"Walau pun rumah saya kumuh dan tidak layak huni, tetap saja tidak bisa menerima bantuan karena kata petugas yang mendata, harus rumah yang berdiri di tanah sendiri. “terangnya.

Tarli sangat berharap ada bantuan modal untuk usahanya, mungkin dengan membuka warung kecil-kecilan di rumah atau berjualan lainnya yang tidak harus berkeliling untuk menjajakannya.

"Mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan nasib warga seperti saya dengan keadaan  hidup serba kekurangan", pungkasnya. (AGE)

SUDAH 6 BULAN PJU DI SIMPANG GARAWANGI TASIK PADAM

TASIK NEWS-Entah diketahui dinas terkait atau tidak, Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di simpang empat Garawangi sudah lama padam.

Menurut seorang pedagang mie rebus yang biasa mangkal sekitar daerah tersebut, sudahm enam bulan ini memang PJU itu tidak nyala.

“Tidak tahu kenapa, karena hingga saat ini tidak terlihat ada petugas yang memperbaikinya. “ungkapnya.(29/8)

Ia menambahkan, tidak seharusnya PJU yang ada di jalan-jalan utama padam karena sering dilalui hilir mudik kendaraan, sehingga bisa saja nanti ada kesan Tasik bukan lagi kota bersinar.

Ia mengatakan, khawatir terjadi tindak kejahatan pada pengguna jalan karena suasana di sekitar perempatan tersebut memang gelap.

“Saya berharap mudah-mudahn pemda cepat tanggap. “imbuhnya. (ANWAR W)

AKADEMI PERSIB PANGANDARAN SIAP GEMBLENG ATLIT DARI KLUB DAN SSB YANG ADA DI DAER

PANGANDARAN-Dalam rangka persiapan menjelang Porda bulan September 2018 mendatang, tim kesebelasan U-19 Kabupaten Pangandaran yang bernaung di pusat pelatihan Akademi Persib Pangandaran, melakukan uji coba bertanding melawan kesebalsan Maung Bandung yang selama ini kerap melahirkan pemain-pemain handal Persib.

Walau berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Maung Bandung, tapi menurut salah searang pengusurus Akademi Persib Pangandaran, Ujang Hada, ia merasa puas dengan penampilan anak asuhnya yang bermain penuh semangat dan disiplin.

Lebih jauh Ujang Hada mengatakan, Pangandaran beruntung bisa bermitra dengan akademi persib, karena banyak manfaat yang bisa diperoleh baik secara teknik bermain atau pun menejmen dunia sepak bola.

“Atlit sepak bola yang ada di Pangandaran nantinya akan sangat berpeluang untuk menjadi pemain pofesional, dan tentunya ini sangat menguntungkan kita bisa bermitra dengan akademi persib. “ungkapnya.(29/8)

Diakui Ujang, selama ini potensi sepak bola yang ada di Kabupaten Pangandaran masih belum optimal, karena memang di Pangandaran masih sedikit Sumber Daya Manusia (SDM) pelatih yang bisa mengasah kemampuan atlit.

Dengan kemitraan yang dibangun bersama akademi Persib ini, kata Ujang, para pelatih yang ada di Pangandaran akan digembleng dan dilatih langsung, sehingga ketika sudah mendapatkan ilmu teknik-teknik sepak bola yang baik dengan sendirinya bisa ditularkan pada pemain yang ada di daerah. Salah satu contoh, ada 3 pemain sekarang masuk persib U-19, dan ini jelas bisa menjadi kebanggaan daerah.

“Akademi Persib ini bukan merupakan klub sepakbola, jadi siapa saja, dari klub atau SSB (sekolah sepak bola-red) mana pun bisa bergabung disini dan tentunya setelah mendapat ilmu dari akademi persib nantinya bisa dibawa ke klub atau SSB masing-masing. “jelasnya.

Ujang Hada yang ditemui di pinggir lapang saat menyaksikan pertandingan uji coba kesebelasan Pangandaran melawan Maung bandung di lapang sepakbola Desa Wonoharjo kecamatan Pangandaran, juga mengatakan, saat ini memang masih banyak kekurangan-kekurangan untuk mewujudkan sepakbola menjadi salah satu cabang olahraga andalan Pangandaran. Tapi, lanjut Ujang, ia dan pengurus lainnya mempunyai komitmen yang sama untuk bisa memajukan dunia sepakbola, khususnya di pangandaran.

“Kami butuh saran dan masukan, ini demi kemajuan persepakbolaan Pangandaran. ”pungkasnya. (hiek)

KETERLAMBATAN CETAK E-KTP PANGANDARAN AKIBAT TELAT SUPLY BLANKO DARI PUSAT ?

PANGANDARAN-Ada beberapa faktor yang terkesan terlambatnya pelayanan pemerintah daerah dalam pembuatan e-KTP. Antara lain, keterlambatan kiriman (supply) blanko dari Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) ke daerah atau ada sebagian masyarakat yang kurang responsif untuk memilki administrasi kependudukan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas  Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran, Drs. Tantan Roesnandar saat ditemui di ruang kerjanya.(27/8)

“Pembuatan blanko e-KTP merupakan kewenangan pemerintah pusat, artinya ketika kami membutuhkan, ya harus menunggu kiriman. ”terangnya.

Tantan tidak menampik jika selama ini ada anggapan masyarakat, keterlambatan pembuatan e-KTP karena kurang pelayanan pada dinasnya, kata Tantan, ini sudah konsekwensi sebagai dinas pelayan publik.

Menurutnya, sama halnya saat masyarakat mengeluhkan rusaknya jalan utama yang menjadi kewenangan pusat, tetap saja masyarakat seolah tidak mau peduli yang penting jalan rusak harus segera diperbaiki.

“Jadi ini mungkin kurang pahamnya masyarakat terkait mana kewenangan pemerintah pusat dan daerah. “jelas Tantan.

Faktor lain yang membuat lambatnya pencetakan e-KTP, lanjut Tantan, infrastruktur sarana alat cetak yang saat ini ada di disdukcapil dengan kapasitas hanya mampu mencetak sekitar 75-100 KTP per harinya, sehingga pencetakan e-KTP pun lebih mendahulukan PRR (Print Ready Record).


“Belum lagi jika ada ganguan pada server, ini juga salah satu kendala kami, karena server ini memang melayani seluruh Indonesia. “terang Tantan.

Terkait animo masyarakat untuk pencetakan e-KTP atau pembuatan adiministrasi kependudukan (adminduk) lainnya, Tantan mengatakan, ada sebagaian masyarakat yang mempunyai anggapan tidak terlalu penting dengan semua itu. Berbeda disaat ada kepentingan yang memang memerlukan data diri kependudukan, saat itu masyarakat baru menyadari pentingnya  mempunyai e-KTP atau adminduk lainnya.

“Padahal petugas sudah jemput bola untuk lebih memudahkan pelayanan pada masyarakat, baik itu di desa-desa atau sekolah. “imbuh Tantan.

Ketika disoal masih adanya “biaya” pada program pembuatan KTP adminduk lainnya secara gratis, Tantan pun tidak menutup mata hal itu memang ada. Tantan mengatakan, saat masyarakat memberikan jasa pada petugas dari desa atau siapa saja, maka itulah yang mungkin yang selama ini dikatakan masyarakat, biaya pembuatan e-KTP.

“Seperti di sekolah-sekolah yang secara kolektif membuat akta kelahiran dengan meminta biaya dari orangtua siswa, nah hal-hal semacam itu kan di luar kewenangan kami. “tegasnya.

Tantan juga mengatakan, intinya dalam melaksanakan pelayanan pada masyarakat yang membutuhkan adminduk, disdukcapil berusaha agar masyarakat bisa gembira. Karena beberapa program jemput biola, seperti jemput keliling (jempling), landak atau lainnya, itu semua untuk meringankan pelayanan pada masyarakat.

“Dan hingga saat dari jumlah 312.324 wajib KTP, 74 % sudah memilki KTP, 26 % sudah memilki surat keterangan dan yang masih menggunakan KTP Ciamis sebanyak 44.986 orang. “pungkas Tantan. (PNews)

WARGA SAMBUT GEMBIRA BANTUAN AIR BERSIH DESA MARGALAKSANA

TASIK NEWS-Pemberian air bersih dari Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, benar-benar sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Pasalnya, di saat musim kemarau saat ini hampir selurhub warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumahtangga.

Menurut salah seorang warga, ia sangat berterimakasih dengan bantuan ini karena saat ini warga sedang kesulitan mendapatkan kebutuhan air bersih.

“Pembuatan sumur bor yang menjadi sumber air bersih ini betul-betul sangat dirasakan manfaatnya oleh kami. ”ungkapnya.(26/8) *ANWAR WALUYO*
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN