BEBERAPA ALIGATOR YANG DITEMUKAN DI PANGANDARAN AKAN DIMUSNAHKAN BKIPM

Beberapa ikan jenis Aligator berhasil diamankan petugas dari Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) di wilayalah Kabupaten Pangandaran.

Menurut kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kabupaten Pangandaran, Rida Nirwana Kristiana, S.Sos, M.Si, ikan yang dilarang jenis alligator ini milik masyarakat yang dirawat sejak kecil saat masih dalam akuarium.

Rida menambahkan, dalam masalah ini pihaknya hanya menjadi fasilitator saat petugas dari BKIPM mendfatangi beberapa warga yang diketahui mempunyai ikan tersebut.

“Dan masyarakat pun secara suka rela mau menyerahkan ikan tersebut ke petugas dari BKIPM. “kata Rida.(1/8)
Dikatakan Rida, kini ikan-ikan tersebut ada di kantornya menunggu keputusan dari BKIPM, kapan akan dimusnahkan. Karena menurut Rida, segala urusan terkait masalah ini bukan menjadi kewenangan dinasnya.

Rida juga mengatakan, memang jenis ikan alligator yang ditemukan di Pangandaran merupakan salah satu dari tiga jenis yang dilarang beredar di perairan Indonesia, sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 41 tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya Dari Luar Negeri Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Dua jenis lainnya adalah ikan  arapaima dan piranha. :”imbuhnya. (PNews)

MASYARAKAT PANGANDARAN MENUNTUT PEMKAB PANGANDARAN SEGERA TERBITKAN ATURAN TENTANG MIRAS

PANGANDARAN-Seiring dengan pesatnya perkembangan dunia pariwisata, kini peredaran miras pun semakin  marak. Hal ini tentunya membuat sebagian masyarakat khususnya daerah yang secara langsung bersentuhan dengan aktivitas wisata, seperti Desa Pangandaran, Pananjung, Wonoharjo di Kecamatan Pangandaran dan Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih merasa miris. Pasalnya, banyak ditemukan anak-anak di bawah usia dewasa secara terbuka banyak mengkonsumsi jenis minuman beralkohol ini.

Menurut Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat, pihajknya banyak mendapat masukan dan tekanan dari masyarakat agar MUI segera mengambil sikap.

"Ini sudah pada taraf mengkhawatirkan. “ungkapnya.(30/7)

Bukan hanya ke MUI saja, kata Anwar, masyarakat pun bahkan ada yang mengeluhkan masalah ini pada Front Pembela Islam (FPI), tokoh masyarak dan agama agar segera ada tindakan konkrit upaya antisipasi peredaran miras secara bebas yang dianggap telah melampaui batas.

Salah seorang pengurus FPI Pangandaran, Maman Nugraha membenarkan, banyak masyarakat yang mengeluhkan maraknya peredaran miras di Pangandaran ke FPI.

"Kami sangat mengapresiasi keinginan warga karena  ini memang demi kemaslahatan bersama dan kemajuan generasi muda kita. “tegas Maman.

Menurut Maman, dalam data yang ia punya hanya empat hotel saja yang mempunyai izin penjualan miras dan selebihnya ilegal dan perlu ada penangan dari pihak terkait, khususnya pemerintah daerah.

MUI Kecamatan Pangandaran dan Forum Peduli Umat Islam (FPUI) Pangandaran segera akan  menagih janji Bupati Pangandaran dan audens dengan DPRD agar secepatnya menerbitkan aturan peredaran miras.

Dalam Musyawarah MUI dan beberapa elemen masyarakat serta perwakilan majelis taklim, Muhammadiyah dan FPI di wilayah Kecamatan Pangandaran yang digelar di sebuah rumah makan di kawasan pantai Pamugaran (30/7), sepakat akan segera melayangkan surat ke Pemkab Pangandaran agar secepatnya merespons masalah ini.

"Kami akan menagih janji bapak bupati yang pernah menyampaikan akan menindaklanjuti perihal miras ini. “ ungkap pengurus MUI Kecamatan Pangandaran, Nana Nashirin S.Pd.I (HARIS F)

WALAU HIDUP DI DAERAH RAWAN BENCANA WARGA PANGANDARAN HARUS CIPTAKAN HIDUP NYAMAN DAN AMAN

SIDAMULIH-Dalam kunjungan kerjan Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perlindungan Jaminan Sosial, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Harry Hikmat melantik Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menjadi Pembina Tagana dan sekaligus Ketua Kampung Siaga di wilayah Kabupaten Pangandaran di Kampung Siaga Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran (31/7) yang merupakan daerah terjadinya bencana longsor yang menelan tiga korban meningggal, tahun 2017 lalu.
Dalam acara tersebut selain Dirjen Linjamsos, hadir juga beberapa Staf Khusus Kementerian Sosial, antara lain, Ismail Cawidu dan Husen. Sementara dari Kabupaten Pangandaran, selain buopati yang didampingi Wakil Buopati,H. Adang Hadarai, juga hadir Sekda, Mahmud, SH, MH dan jajarannya, forum komunikasi kecamatan, forum komunikasi daerah serta ratusan warga.

Dalam sambutannya, Harry Hikmat menyampaikan, yang dilantik hari ini tidak hanya Bupati saja ibu bupati pun harus menjadi ibunya para anggota Tagana di Kab Pangandaran
Dikatakan Hari, bukan kebetulan jika kampung siaga didirkan di Desa kalijati, karena desa ini merupakan pilihan bupati yang merupakan daerah bencana longsor. Dan tentunya kampung siaga ini merupakan percontohan bagi daerah lainnya, karena harus bisa meliputi beberapa desa karena di sekitarnya unjtuki melihat karakteristik teritorial

“Mudah-mudahan setelah dibentuknya Kampung Siaga di Desa Kalijati bisa menjadi contoh serta bisa memberi manfaat bagi daerah yang lainnya. “kata Hari.

Hari menambahkan, seperti yang dilihat di wilayah disini merupakan daerah perbukitan dan lembah yang menjadi perkampungan warga, tentunya ini resikonya sangat tinggi. Dan ini harus  menjadi perhatian semua, untuk itu dengan komitmen bersama-sama warga dibentuk Kampung Siaga dengan salahsatu keterianya, ada Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

Kabupaten Pangandaran pada indek nasional merupakan peringkat ke 16 dan peringkat ke 5 tingkat Provinsi Jawa Barat sebagai daerah rawan bencana. Tapi walau pun termasuk daerah rawan bencana yang tinggi, ini tidak menjadi penghalang untuk bisa hidup tenang, aman dan nyaman.
“Maka untuk antisipasi semua ini dibutuhkan kesiapsiagaan kita semua," ucapnya.

Hari juga mengtakan, berkat komunikasi yang baik Pemkab Pangandaran dan Kementerian Sosial, tahun ini bantuan tahun ini sebesar Rp. 5,6 milyar sudah turun.

Selain meresmikan kampung bencanan dan melantik Pembina Tagana, dalam kunjungan tersebut, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Harry Hikmat  berkesempatan menyerahkan stimulan bantuan kepada Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata senikai Rp. 4.611.590.000 untuk pembuatan kampung siaga bencana, pembuatan lumbung padi siaga dan bantuan stimulan berupa bahan bangunan untuk 351 rumah yang terkena bencana serta penyerahan bantuan kepada korban bencana yang diserahkan secara simbolis.

semnetara dalam sambutannya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, sebenarnya untuk penetapan Kampung Siaga Bencana di Pangandaran itu banyak, salahsatunya di Desa Kalijati ini.

Jeje mengatakan, Pemkab Pangandaran menargetkan hingga 2019, Kecamatan Pangandaran menjadi daerah siaga bencana karena terdapat dua daratan, daratan tinggi dan rendah di sepnajang pantai.

"Mungkin kita ada gelombang pasang, banjir dan longsor.  Dan saat ini kita sedang inventarisir dan menargetkan 2019 Pangandaran menjadi daerah siaga bencana," pungkasnya. (ANTON AS)

SDN 2 MEKARSARI CIMERAK, KEPALA SEKOLAH BARU SERTA SEMANGAT BARU

CIMERAK-Beberapa bulan yang lalu Kabupaten Pangandaran telah melantik beberapa Pejabat Struktural dan Fungsional termasuk para Kepala Sekolah salah satunya Maman,SPd.SD yang ditugaskan di SDN 2 Mekarsari Kecamatan Cimerak.
Maman yang berasal dari Masawah ini termasuk salah seorang kepala sekolah yang disiplin tentu saja bersama 4 orang guru PNS, 3 non PNS dan 1 orang penjaga bahu membahu membenahi serta berusaha melakukan yang terbaik agar sekolah tempatnya mengajar semakin bersih, nyaman dan aman.

SDN 2 Mekarsari yang didirikan tahun 1982 di atas laghan seluas 4832 m2 ini terakreditasi dengan nilai B yang sertifikatnya ditandatangani langsung Prof DR.Djaman Satori,MPd pada tahun 2014 sendiri sekitar 22 km dari ibu kota kecamatan, tepatnya di Dusun Sukasari Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak, berada di daerah paling barat Kabupaten Pangandaran.

Dengan jumlah peserta didik 129 siswa serta fasilitas penunjang belajar, seperti taman, sarana  kesehatan, wc, kamar mandi dan tempat cuci tangan yang terurus rapih serta disiplin dalam berpakian rapih baik guru mau pun siswa, tentunya membawa nilai positif pada lingkungan pada tempat anak-anak menuntut ilmu.

Dari segi prestasi, SDN 2 Mekarsari pun tidak ketinggalan, banyak kejuaraan-kejuaraan, antara lain,  juara 3 putra dalam rangka invitasi bola voly SMPN 3 Cimerak, juara 3 matematika dalam pada  OSN, juara Tarian Daerah pada FLS2N tahun lalu dan juara permainan lembur pada KKM Unpad yang lalu.

“Bahkan untuk pembinaan karakter para siswa kami selalu dilaksanakan juga solat berjamaah dan rutin membaca Al Qur’an’. “ ungkap salah seorang guru,  Dedi Suryadi,SPd.(31/7)

Dedi menambahkan, ia sangat setuju dengan kebijakan yang diterapkan kepala sekolah terkait  keuangan sekolah betul-betul harus digunakan untuk kesejahteraan siswa dan kemajuan sekolah secara positif, kepala sekolah tidak memegang keuangan karena semuanya telah didelegasikan pada guru-gurunya.

“Dan tentunya penggunaannya pun akan transparan jika fungsi bendahara dan lainnya berjalan dengan semestinya. “kata Maman.

Dedi dan warga sekolah lainnya pun berharap, dengan pergantian kepala sekolah yang baru ini tentunya akan memberi inspirasi yang baru, semangat baru dan inovasi-inovas yang baru dan segar agar sekolah ini dapat menjadi unggulan di masa yang akan datang.

“Dan kami sangat optimis karena Pa Maman selain mempunyai semangat yang tinggi juga punya komitmen yang terukur pada dunia pendidikan. “pungkas Dedi.  (RASIMUN-Pnews)

CAMAT CIGUGUR LAKUKAN CONTROL PEMBANGUNAN REHAB SEKOLAH DI WILAYAHNYA

CIGUGUR – Agar bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat di Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran khususnya dibidang pendidikan terkait rehab sekolah pasca gempa 2017 lalu, camat Cigugur, DR. Erik Krishna Yuda, ikut mengontrol jalannya pembangunan sekolah sekolah yang mendapatkan bantuan rehab dari kementrian pendidikan diwilayah kecamatan Cigugur sebanyak lima bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri.

Erik mengatakan, ia sebagai camat wajib ikut mengontrol proses serta jalannya pembangunan sarana pendidikan yang ada diwilayahnya agar bisa berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

"Dengan kapasitas sebagai kepanjangan tangan bupati saya wajib mengetahui apa pun yang ada di Kecamatan Cigugur, dan kegiatan yang saya lakukan ini merupakan bentuk pengawasan atau controlling pemerintah terhadap proses pembangunan infrastruktur maupun sarana pendidikan. “jelasnya. (25/07)

Dikatakan Erik, bantuan yang diberikan langsung dari Kementrian Pendidikan ini bertujuan untuk terciptanya rasa nyaman pada kelangsungan kegiatan belajar mengajar siswa. Artinya,  dengan adanya bantuan ini masyarakat juga harus ikut mengawasi proses kegiatan rehab sekolah ini agar bantuan tersebut bisa digunakan dengan baik.

“Mudah-mudahan dengan kondisi sekolah yang sudah bagus nantinya semangat belajar anak-anak didik akan semakin tumbuh, kalau tempat belajarnya nyaman sudah pasti bisa mendukung peningkatan kualitas pendidikan. " imbuhnya. (AGE)

DESA MASAWAH AKAN TETAP PERTAHANKAN PANTAI INDAH MADASARI

CIMERAK - Pantai Madasari atau orang setempat menyebutnya dengan nama sebutan “Bulben” (Bulak Benda) berada di wilayah Desa Masawah Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, di lokasi ini bisa dinikmati panorama alam indah yang masih alami. Madasari memang masih asli, belum banyak sentuhan.

Saat ini obyek wisata ini masih dikelola masyarakat setempat dan pemerintahan desa, biasanya banyaj pengunjung datang pada hari sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya. Walau pun belum banyak dikenal wisatawan dan belum seramai destinasi wisata lainnya di Kabupaten Pangandaran, tapi dari hari ke hari trendnya terus menunjukan peningkatan.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Masawah, Ukan Suganda, ia akan tetap mempertahankan wisata pantai Madasari agar tetap dikelola desa.

"Kami tetap mempertahankan dan tidak akan menyerahkan bila wisata yang ada didesa kami akan diambil alih  pemerintah daerah", ungkapnya. (25/07)

Menurutnya, wisata yang ada di desanya tetap akan dijadikan aset desa untuk PADes, jadi kalau saja Pemda Pangandaran akan mengambil alih harus ada MOU dulu.

Ukan juga mengatakan, tapi hingga sampai saat ini pemda melalui Dinas Pariwisata belum pernah didatangi utusan dari pemda untuk membicarakan pengelolaan atau melakukan pembangunan wisata pantai Madasari, walaupun hanya sekedar melihat kondisi mandasari saat ini.

"Dan kalau pun dulu saat kepala dinasnya Pak Mukhlis sering datang ke desa kami, itu hanya sebatas membicarakan keadaan wisata Madasari, “pungkasnya. (AGE)

ENTAH KENAPA, PAPAN KEGIATAN TIDAK DIPASANG PADA PEMBANGUNAN RKB SDN 3-4 CIJULANG

CIJULANG-Entah kenapa, papan nama kegiatan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN 3 dan 4 di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran tidak dipasang sebagaimana mestinya. Hal ini penting, pasalnya masyarakjat juga ingin mengetahui proses pembangunan yang sedang berlangsung di sekolah tersebut.

Saat hal ini dutanyakan pada beberapa guru pengajar, dengan serempak mereka mengatakan, tidak tahu menahu tentang urusan ini, karena ini urusan kepala sekolah dan komuite.

“Sejkarang kepala sekolahnya sedang ke Bandung, dan papoan RAB ini segera akan kami pasang. :”ujarnya singkat.(25/7)
Salah seorang pekerja bangunan, Kuplik, menambahkan, memang biasanya papan kegiatan itu harus dipasang sebelum pekerjaan dimulai, seperti yang dilaksanakannya di sekolah-sekolah lainnya.

“lerbih jelasnya saya kurang tahu alasan kenapa tidak dipasang, saya hanya kuli bangunan saja. ”ungkap Kuplik.

Hal senada dikatakan Nana, seorang kuli bangunan di SDN 4, ia juga tidak tahu menahu urusan papan nama atau yang terkait dengan RAB.

“Saya hanya bersukur bisa ikut kerja disini, hal-hal lain silahkan tanyakan pada kepala sekolah dan komite. “kata Nana. (ANTON AS)

DPKPB PANGANDARAN JADI RUJUKAN EDUKASI PENANGANAN BENCANA DAERAH LAIN

Walau dengan segala keterbatasan bukan berarti program kegiatan harus terhenti, paling tidak ada skala perioritas bisa dikerjakan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran,  DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, saat membuka obrolannya dengan PNews.

“Paling tidak ada usaha kita untuk mencari solusi di luar APBD. “ungkapnya.(18/7)

Menurutnya ia tak malu, jika upaya yang dilakukan selama ini baik ke pemprov, pusat bahkan bila perlu ke pihakke tiga, jika itu kebaikan dan peningkatan kinerja dinasnya.

Seperti belum lama ini DPKPB Pangandaran mendapat bantuan mobil ambulan sumbangan dari BUMN Pertamina Jakarta yang langsung diterima di kantor PT. Pertamnia MOR III Tasikmalaya.

Nana pun bersyukur, di usianya yang masih relatif muda DPKPB Pangandaran terus bisa eksis baik secara IT mau pun kerja di lapangan.

Ini terbukti, lajut Nana, beberapa kali DPKPB Pangandaran jadi rujukan daerah lain dalam edukasi penanganan bencana di daerah lain. Seperti belum lama ini BPBD propinsi Bali malah mendapat rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk datang ke Pangandaran, termasuk BPBD Banjarnegara Jawa Tengah yang belum lama ini tertimpa musibah tanah longsong pun datang kesini.

“Saya katakan pada mereka, bahwa edukasi penanganan bencanan di Pangandaran menyasar langsung dari masyarakat, kita harus sadar bahwa kita hidup di daerah rawan bencana dan bagaimana agar masyarakat sadar bencana, hidup harmoni dengan bencana. “papar Nana.

Nana menambahkan, bagaimana pula cara merekrut relawan mulai dari masyarakat, pelajar, tokoh dan seluruh elemen masyarakat, dan itu bisa dilakukan tanpa anggaran besar.

Nana juga mengatakan, memang sebaiknya sarana vital penanggulangan bencanan, seperti mobil pamadam kebakaran, idealnya se-kabupaten itu ada lima. 1 unit untuk Kecamatan Mangunjaya, Padaherang dan Kalipucang, 1 unit Kecamatan Pangandaran dan Sidamulih, 1 unit stanby di kantor dan Kecamatabn Parigi, 1 unit Kecamatan Cijulang dan Cimerak dan 1 unit lagi untuk Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur.

Nana juga mengatakan, Kabupaten Pangandaran masuk 16 besar daerah bencana di Indonesia dengan skor 215,2.
“Dan tugas kami, di RPJMD tahun 2019 skor tersebut harus turun hingga 150,64. “pungkas Nana. (PNews)

WARGA CIGUGUR KECEWA, MENTERI PENDIDIKAN TAK TEPATI JANJI

CIGUGUR-Masyarakat Pagerbumi Desa Harumandala Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran merasa kecewa pasalnya pembangunan rehab sekolah akibat terjadi gempa beberap bulan lalu yang saat itu mendapat kunjungan langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, dan saat itu juga Muhajir menjanjikan bantuan pada seluruh Sekolah Dasar (SD) yang rusak akibat gempa di seluruh Kabupaten Pangandaran.

Tapi sayang, ternyata tidak seluruh bangunan yang rusak tidak mendapat bantuan rehab, seperti rumah dinas kepala sekolah yang berdampingan dengan sekolah yang direhab luput dari perbaikan, padahal kondisinya sudah rusak dan terlihat kumuh. Padahal dalam kunjungan waktu itu, menteri Pendidikan sempat berseloroh bahwa bangunan rumah dinas kepala sekolah tersebut lebih layak jika disebut kandang ayam.

“Dan saat itu juga Pa Menteri berjanji akan memberikan bantuan untuk merehabnya. “ujar salah seorang warga.(18/7)

Warga  menambahkan, seluruh masyarakat dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari yang saat hadir dalam kunjungan menteri, pasti mendengar apa yang dijanjikan menteri pendidikan dalam sambutannya, malah saat itu juga Muhajir langsung memerintahkan ajudannya untuk mencatatnya.

“Tapi sekarang kenyataannya kok tidak sesuai dengan yang dijanjikan Pa Menteri..”kata warga heran. (ANTON AS)

UNTUK MENINGKATKAN SDM, PERANGKAT DESA MEKARLAKSANA IKUTI PELATIHAN KERJA

TASIK NEWS-Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Desa Mekarlaksana Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya baru-baru ini menggelar pelatihan kerja bagi perangkatnya dengan nara sumber dari Dinas kearsiaoan dan Perpoustakaan Kabupaten Tasikmalaya.


Pelatihan yang dihadiri seluruh perangkat juga dihadiri Ketua BPD, LPM dan pemerintah Kecamatan Culamega, menurut kepala Desa Mekarlaksana, bertujuan seklain menambah wawasan juga untuk meningkatkan kualitas perangkatnya agar dalam melaksanakan tugas sehari-hari dan sistim administrasi desa semakin baik dan terukur.


“Selain perangkat bertambah cerdas, tentunya ini juga akan berdampak baik pada pelayanan terhadap warga. “kata kades.(17/7)


Ia pun berharap, hasil pelatihan ini bisa membawa manfaat positif khususnya untuk perangkat dan umumnya seluruh warga desa. (ANWAR WALUYO-PNews)

SEPANJANG LIBUR LEBARAN OMSET PEDAGANG IKAN ASIN PANGANDARAN MENINGKAT TAJAM

Hari libur lebaran yang beru berlalu ternyata membuahkan berkah bagi para pedagang yang ikut mengais rejeki dari membludaknya wisatawan yang datang ke Pangandaran, salah satu pedagang ikan asin.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang, Yadi Apandi, selama liburan nyaris ia kehabisan stok, pasalnya pengunjung yang berdatangan tiap hari ke tempatnya tetap memilih ikas asin jadui oleh-oleh paforit khas Pangandaran.

"Kami sangat bersyukur,  karena hasil jualan kami bisa menunjang ekonomi keluarga. :”ungkapnya.(17/7)  
Yadi menambahkan, kebanyakan wisatawan yang datang ke warungnya memilih asin jambal roti, karena memang selain enak juga memiliki kekhasan sendiri.

Jambal roti itu sendiri, kata Yadi, ada tiga kelas dan yang paling dicari konsumen jam ar roti dari ikan kadukang, dan memang jenis ini yang sangat digemari konsumen.

Sebagai putra asli daerah ini, sudah lebih dari 12 tahun Yadi berjualan asin dengan menempati kiosnya di jalan Kidang Pananjung.

“Sebelum  berjualan dulu saya nelayan. “imbuhnya. (HARIS F)

UNTUK KEMAJUAN PENDIDIKAN WARGA, DESA SIRNAJAYA TAHUN INI BANGUN MADRASAH

TASIK NEWS-Masyarakat Kampung Patra Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya menyambut gembira karena tahun ini mulai dilaksanakan pembangunan dua lokal madrasah sumbangan dari pemerintah pusat (APBN).
Menurut ketua Tim Pelaksana Kerja (TPK), dalam pelaksanaan pembangunan madrasah ini TPK berssikap transparan dalam menggunaan anggaran pembangunan.

Ia menuturkan, keberadaan madrasah ini sangat penting untuk meningkatkan dunia pendidikan yang akan berdampak pada kemajuan desa.

“Ini untuk kepentingan pembangunan yang ada di desa sehingga ke depan masyarakat desa pun bisa menikmati hasil dari pembangunan ini. ”ungkapnya.  (ANWAR WALUYO-PNews)

HOREEE..! PEMPROP JABAR KEMBALI BEBASKAN DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

PANGANDARAN-Kabar gembira bagi pemilik kendaraan bermotor, kini bisa menikmati kembali program Bebas BBNKB ke-2 dan Denda PKB saat pembayaran pajak di Kantor Samsat mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2018 mendatang.

Program ini menindaklanjuti keputusan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan nomer: 973/154-Bapenda tanggal 31 mei 2018, tentang pemberian pembebasan pokok dan sanksi administrasi berupa denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Penyerahan Kedua dan Seterusnya, serta Pembebasan Sanksi Administratif berupa Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Menurut Kepala CPPDP wilayah Pangandaran, Achmad Antony, melalui Kepala Seksi Penerimaan Penagihan Kantor samsat Pangandaran, Nanang Sulaeman, pihak saat ini sedang gencar-gencarnya mensosialisasi program ini di tiap-tiap kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.

“Kami berharap dalam sosialisasi tersebut seluruh kepala desa, kepala dusun, karang taruna, ketua MUI, serta pengusaha yang ada di tiap-tiap kecamatan bisa hadir  ke tempat kami sosialisasi. “ungkap Nanang.(17/7)

Nanang yang ditemui PNews di ruang kerjanya, juga menegaskan, yang digratiskan itu bukan pajak kendaraannya, tapi denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan denda biaya balik nama saja,  dan ini semata untuk bisa mempermudah dan meringankan masyarakat terkait pajak kendaraannya.

Ada pun sarat-sarat dan tata caranya, lanjut Nanang, masyarakat datang langsunbg ke kantor samsat dengan membawa;
1. BPKB (asli dan fotokopi)
2. STNK (asli dan fotokopi)
3. Cek fisik Kendaraan (bisa dilakukan cek fisik bantuan di kantor Samsat terdekat)
4. Kuitansi jual beli (materai Rp 6.000)
5. KTP pemilik daerah yang akan dituju (asli dan fotokopi)
6. (Untuk badan hukum): salinan akte pendirian + 1 lembar fotokopi, keterangan domisili, surat kuasa bermaterai cukup dan  ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.
Untuk intansi pemerintah (termasuk BUMN & BUMD): surat tugas atau surat kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani pimpinan serta dibubuhi cap intansi yang bersangkutan.
Tata cara:
1. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tempat kendaraan terdaftar untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).
2. Menuju gudang arsip untuk mengambil berkas kendaraan.
3. Menuju bagian loket mutasi (menyerahkan BPKB dan KTP daerah yang dituju beserta fotokopi).
4. Menunggu berkas keluar dengan waktu tertentu (mendapat surat jalan sementara).
5. Ke bagian fiskal. Mendapatkan berkas mutasi keluar.
6. Setelah berkas keluar, lapor ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas yang diterima ke bagian mutasi).
7. Kendaraan dihadirkan ke Samsat Induk tujuan untuk melakukan cek fisik (gesek nomor rangka dan mesin).
8. Kembali ke Samsat daerah tujuan (menyerahkan berkas-berkas dan mendapat surat jalan sementara).
9. Menunggu STNK dan pelat nomor.
10. Kembali ke Samsat Induk tujuan untuk mengambil STNK dan  pelat nomor baru.
11. Menunggu BPKB yang diperbarui dengan waktu tertentu.
12. Mengambil BPKB yang telah dperbarui.

Disoal berapa target pajak yang dihasilkan dari program ini, Nanang mengatakan, kantor Samsat pangandara target pendapatan dari program ke 2 ini, Rp. 1,2 milyar.

“Alhamdulillah, sampai dengan 17 juli ini sudah mencapai 27 %. “jelasnya. (HIEK)

ROLIS SIREGAR: “GASIBU MACAN PUTIH HARUS PEKA DAN PEDULI PADA ASPIRASI MASYARAKAT”

Tasik-News-Untuk menepis opini miring yanbg selama ini berkembang di publik  dan menjadi stigma negative terkait keberadaan Ormas ( Organisasi Masyarakat), Ketua DPD Gasibu Macan Putih Kota/ Kabupaten Tasikmalaya, Rolis Siregar, menekankan kepada seluruh anggota dan pengurus untuk dapat menjawab tatangan publik dengan keberadaan Ormas. Rolis berharap semua yang tergabung dalam ormas Gasibu ( Gabungan Anak Siliwangi Barisan Utama) Macan Putih untuk bisa menjawab tantangan itu dengan sebuah karya nyata di masyarakat.

"Saya sudah intruksikan pada seluruh pengurus dan anggita agar sesuai Tupoksi sertas harus mampu  menjawab opini publik dengan karya nyata di masyarakat," tandas Rolis dihubungi via Hp.(13/7)

Adapun bentuk karya nyata tersebut, sambung Rolis, kegiatan yang langsung bisa di rasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti bakti sosial di tiap DPC dan menjembatani aspirasi kelompok tani yang membutuhkan bantuan.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gasibu Macan Putih yang sudah terbentuk, lanjut Rolis, baru di 6 kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukaraja, Jatiwaras, Salopa, Cikatomas, Sodonghilir dan Cipatujah.

"Rencana kedepan Gasibu akan melebarkan sayap dengan membentuk DPC di 39 Kabupaten/ Kota Tasikmalaya," pungkas Rolis.

Rolis juga mengatakan, kegiatan pada acara halal balal yang di gelar di sekretariat Gasibu Macan Putih di  Kampung Cibenda Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja beberapa hari lalu (14/6) berkenan hadir Caleg DPRD Provinsi dari PPP, Asep Rosadi Permana. (UDI RUSWANDI-PNews )

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN