30 PANWASCAM KABUPATEN PANGANDARAN HARI INI DILANTIK

PANGANDARAN-Ketua Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, S.Ag hari ini (senin, 30/10) bertempat di hotel Green Mutiara Pangandaran, melantik 30 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Kapolres Ciamis, Dandim, Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis, Kesbangpol dan 10 camat se-Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutan singkatnya Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan berharap, 30 anggota Panwascam bersama muspika di tiap-tiap kecamatan bisa meningkatkan peran aktif masyarakat dalam keikutsertaannya pada penyelenggaraan pemilu, baik pilkada gubernur yang akan dilaksanakan tahun 2018 atau pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

“Saya juga berharap, seluruh anggota panwascam yang sudah dilantik hari ini bisa melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. “kata iwan.

Iwan menambahkan, pada undang-undang pilkada nomer 10 tahun 2016, tugas panwas bukan lagi hanya memberikan rekomendasi atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu. Tapi lebih dari itu, panwas juga sekarang bisa memberikan sanksi.

“Kecuali untuk pelanggaran yang sipatnya kriminal, kita bisa merekomendasikannya pada polisi. “imbuh Iwan. (hiek)

PEMKAB PANGANDARAN DAN BBWS KORDINASIKAN PENANGANAN BANJIR

Untuk penangani banjir yang kerap terjadi di sebagian wilayah Pangandaran, hari ini (senin, 30/10) Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengadakan audens dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Banjar.

Dikatakan Jeje, Pemkab Pangandaran terus melakukan kordinasi dengan BBWS untuk penanganan banjir yang lebih banyak diakibatkan karena meluapnya aliran sungai.

“Minggu depan akan ada tindak lanjutnya pembicaraanya antara BBWS, PSDA pemprop jabar dan Pemkab Pangandaran. “terang Jeje melalui WhatsApp. (hiek)

BABAK KWALIFIKASI PORDA, PANGANDARAN TAHAN TIM TAMU CIAMIS 1-1

PANGANDARAN-Mengawali Babak Kwalifikasi (BK) Porda, bertempat di lapang Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran tim sepak bola Kabupaten Pangandaran menjamu tim tamu dari Kabupaten Ciamis dengan skor akhir 1-1.

Gol pertama untuk Pangandaran menit ke 17 yang disarangkan Lukman berhasil merubahan kedudukan 1-0 hingga waktu turun minum.

Secara keseluruhan, permainan di lapangan yang banyak diwarnai jatuhnya para pemain Pangandaran ini sebenarnya lebih didominasi para pemain Ciamis, tapi sayang tidak satu gol pun bisa didapat.

Hingga seklitar menit ke 75, setelah melalui kemelut di depan gawang, akhirnya gawang Pangandaran kebobolan akibat gol bunuh diri salah satu pemain belakang. Dan hasil pertanding pun tetap bertahan 1-1 hingga peluit panjang terdengar.

Menurut asisten pelatih Pangandaran, Agustina, secara fisik memang anak asuhannya secara fisik dibawah pemain lawan, hingga tidak heran banyak sekali pemain yang terjatuh dan harus ditandu keluar lapangan.

“Fakktor fisik para pemain memang perlu lebih ditingkatkan lagi. “ungkapnya.(27/10) 

Sementara menejer Tim Pangandaran, H. Lilih mengatakan, ia harus puas dengan skor akhir 1-1 ini, karena memang fisik para pemainnya nampaknya sangat kelelahan sekali.

“Mudah-mudahan target kami untuk bisa lolos dalam group B ini bisa tercapai. “kata Lilih.

Seperti diketahui, Pangandaran berada di grup B dengan Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

“Kita doa’kan saja. mudah-mudahan babak selanjutnya di Kota Banjar tanggal 30 melawan Banjar dan tanggal 3 nopember melawan Kabupaten Tasik di Pangandaran, tim kita dapat mencuri angka. “imbuhnya. (evhan rayna)

WAKIL BUPATI, ADANG HADARI PIMPIN UPACARA HUT PANGANDARAN KE 5, Jeje Wiradinata Titikan Air Mata Tak Bisa Bersama Masyarakat

PARIGI-Sebagai wajud kecintaan, kebanggaan dan keinginan untuk berkontribusi pada daerah, sudah semestinya dalam momentum peringatan Milangkala ke 5 Hari Jadi Kabupaten Pangandaran, untuk melakukan evaluasi dalam upaya meningkatkan intervensi pembangunan demi kemajuan di masa depan. Dan seharusnya peringatan ini didedikasikan untuk menumbuhkan motivasi, membangiktkan semangat dan tekad yang kuat yang pada gilirannya dibuktikan dengan kerjasama.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, dalam sambutan pada upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 5 di lapang alun-alun Parigi.(24/10).

“Dan moment ini pun sudah seharusnya kita jadikan sebagai media intropeksi, perenungan dan menjadi kontemplasi kita untuk menyongsong masa depan. “kata Adang.

Pada upacara yang dihadiri Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Pangandaran, juga dihadiri forum kordinasi pimpinan daerah, Danrem 062 Tarumanagara, tokoh Presidium Pemekaran, kepala SKPD, civitas akademisi dan tamu undangan lainnya, Adang juga mengatakan, Pangandaran sebagai rumah besar masyarakat harus tetap dijaga dan dipertahankan sebaik-baiknya. Karena semua ini ladang perjuangan, pengorbanan dan pengabdian yang harus dikembangkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

“Dengan tema, Hari jadi ke 5 Kabupaten Pangandaran Kita Tingkatkan Kerja Bersama Untuk Mewujudkan Pangandaran Hebat. “imbuh Adang.

Adang menambahkan, sejarah telah mencatat, proses pembentukan Kabupaten Pangandaran merupakan perjuangan panjang. Aspirasi, ide serta gagasan yang muncul dari tokoh-tokoh masyarakat, baik secara perorangan atau yang terorganisir, melaluui komunitas atau wadah organisasi, semuanya menjadi embrio perjuangan menuju pemekaran.

Ada Munding Pakidulan, Awi Kahirupan, Paguyuban Masyarakat Pakidulan, Gabungan Anak Selatan, yang selanjutnya pada tanggal 15 juli 2007, lahirlah Presidium pemekaran Kabupaten Pangandaran.

“Para tokoh elit  politik seperti, Eka Santosa, Agun Gunanjar Sudarsa dan H, Sofi pun ikut andil dalam perjalanan panjang menuju pemekaran. “kata Adang lagi.

Dan hingga sekarang, menurut Adang, tidak terasa ia dan dan H. Jeje Wiradinata sebagai Bupati Pangandaran sudah 1 tahun 8 bulan bersama-sama seluruh masyarakat membangun kebersamaan, bahu membahu menyelesaikan berbagai permasalahan dengan segala dinamika  untuk menorehkan kemajuan.

Alhamdulillah, dari Kementerian Dalam Negeri, Pangandaran menjadi Daerah Otonomi Baru terbaik dari 18 DOB lainnya di Indonesia. “terang Adang.

Adang pun berharap, hendaknya mulai hari ini semua mampu merefleksikan diri, melakukan terobosan-terobosan agar bisa terbang lebih tinggi, bergerak lebih cepat, melangkah semakin kuat dan tidak ketinggalan dari daerah lainnya.

Walau disadari, lanjut Adang, begitu besar harapan dan keinginan seluruh masyarakat menuntut agar berbuat lebih dari apa yang telah dilaksanakan sampai hari ini. Jalan di depan masih panjang untuk meraih harapan dan keinginan, tapi dengan bekerja nyata dan bersama-sama akan mampu menjadikan kabupaten Pangandaran yang mandiri dan lebih sejahtera.

Sementara melalui telepon celullernya, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinta menyampaikan, ia merasa terharu saat menyaksikan video call  dengan istrinya saat upacara peringatan sedang berlangsung.

“Saya sampai menitikan air mata, haru, bangga dan ada perasaan sedih karena di hari yang bahagia ini saya tidak bisa bersama-sama dengan masyarakat Pangandaran. “ujarnya.

Seperti diketahui, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata tidak bisa mengikuti upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran, karena hari ini ia bersama seluruh bupati se-Indonesia dipanggil Presiden untuk menghadiri rapat kordinasi di Jakarta. (hiek)

KARNAVAL BUDAYA MERIAHKAN MILANGKALA HARI JADI KABUPATEN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Masih dalam rangkaian menyambut Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 5, kali ini giliran iring-iringan sekitar 220 kendaraan hias memadati jalan di pantai barat obyek wisata Pangandaran, berganti melintas panggung tamu kehormatan, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang hadari serta Ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd beserta seluruh anggota DPRD lainnya, Tokoh Presidium, Tokoh Masyarakat dan ribuan warga yang antusias ingin menyaksikan warna-warni kendaraan yang dihiasi aneka assesoris. Sementara para Kepala SKPD dan camat berbaur ikut larut dalam barisan memimpin peserta karnaval dari institusinya masing-masing.

Sangat terasa sekali atmosfir kegembiraan pada wajah masyarakat, saat menyaksikan peserta karnaval baik dari kantor pemerintahan, swasta, BUMD, BUMN, rombongan perwakilan dari Kabuten Ciamis, Kota Banjar dan Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan (STIP) Jakarta, almamater Bupati Pangandaran.

“Benar-benar sangat meriah dan menghibur. “ungkap salah seorang warga.(21/10)

Usai acara, Bupati Pangandaran yang didampingi Wakil Bupati H. Adang Hadari dan Ketua DPRD, H. Iwan M Ridwan kepada para awak media menyampaikan, ini merupakan ungkapan dan representasi kegembiraan seluruh masyarakat.

“Kami merasa senang melihta antusias masyarakat untuk ikut larut bergembira dalam acara ini. “kata Jeje.

Jeje menambahkan, ini semua dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Pangandaran untuk ikut meluapkan kegembiraanya menyambut Milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 5.

“Seluruh produk dan kesenian yang tadi ditampilkan, memang betul-betul karya asli dari daerah masing-masing di 10 kecamatan. “imbuh Jeje. (hiek) 

IKUT MERIAHKAN MILANGKALA, PECINTA BONSAI PANGANDARAN GELAR KONTES

PANGANDARAN-Untuk kedua kalinya, komunitas pencinta bonsai Kabupaten Pangandaran menggelar kontes, bertajuk “Bankit Bonsai Pangandaran 2” bertempat di halaman kantor Grand Pangandaran yang akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 24 oktober mendatang.

Menurut ketua panpel, Maliki, ternyata kontes bonsai Bupati Cup ini bukan hanya diminati pencintanya di Pangandaran saja, ada sekitar 400 peserta yang sudah mendaptar datang dari berbagai kota. Seperti Cianjur, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan banjar.

“Bahkan ada peserta yang datang dari Jombang dan Madura Jawa Timur. “terang Maliki.(20/10)

Selain dikonteskan, menurut Maliki, ada beberapa bonsai yang sengaja dipajang untuk dijual oleh pemiliknya.

“Bagi pencinta bonsai, silahkan datang barangkali anda tertarik juga untuk memilikinya. “imbuh Maliki. (Evhan R)

UNTUK REKAM DATA KTP, JEMPLING DATANGI DESA DAN SEKOLAH

PANGANDARAN-untuk akselerasi perekaman data masyarakat wajib KTP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangandaran, dengan program Jemput Bola Keliling (jempling), terus mendatangi desa-desa dan sekolah untuk mempermudah masyarakat yang belum melakukan perekaman datanya.hampir semua desa dikunjungi petugas perekaman.

"Tidak jarang kami di desa sampai jam 8 malam melayani masyarakat. "ungkap Kabid 
Kependudukan, Tatang, saat ditemui di Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran.(20/10)
Entah kenapa, kata Tatang, masyarakat sepertinya enggan untuk datang ke kantor kecamatan, padahal jaraknya relatif dekat.

Dengan, program JEMPLING, lanjut Tatang, dimaksudkan untuk mempermudah, karena petugas yang mendatangi warga tidak sebaliknya.

"Alhamdulillah, selama bulan september sampai dengan tanggal 18 oktober lalu, melalaui program JEMPLING, sebanyak 10 ribu warga sudah terekam datanya. "terang Tatang.

Tatang berharap, seluruh masyarakat bisa memanpaatkan kemudahan ini dengan mendatangi desa atau sekolah bagi siswa, saat ada kunjungan JEMPLING. 

Sementara ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa Pangandaran, Drs. Iwan Herdiawan menyampaikan terimakasih dengan  kegiatan yang dilaksanakan Disdukcapil Pangandaran, sehingga warga yang selama ini belum melaksanakan perekaman data pun bisa terbantu.

"Ini sangat membantu sekali, karena warga pun sangat antusias dan berbondong-bondong datang ke aula desa. "kata Iwan.

Iwan menambahkan, mudah-mudahan disdukcapil bisa secepatnya memenuhi keinginan masyarakat untuk segera bisa memiliki KTP Pangandaran. karena ini sangat penting untuk administrasi warga, terutama saat akan mengurus pernikahan, ibdaha haji, pinjam ke bank dan lain-lain.

"Sekarang kan masyarakat baru bisa memiliki suket (surat keterangan-red) saja. "ujarnya.  (hiek)


REFLEKSI 5 TAHUN USIA KABUPATEN PANGANDARAN, JEJE WIRADINATA: “Jadikan moment Milangkala ini Untuk Bersyukur…”

Lima tahun yang lalu, tepatnya tanggal 25 oktober 2012, melalui serangkaian proses panjang, dengan diterbitkannya undang-undang nomor 21 tahun 2012, sejarah baru tentang pemekaran di Propisi jawa Barat, lahirnya Daerah Ototnomi Baru (DOB), Kabupaten Pangandaran.

Sedikit membuka lembar sejarah, perjuangan mendirikan kabupaten ini tidaklah mudah. Dimulai dari belasan tahun ke belakang sebagai cikal bakal, sekumpulan masyarakat yang tergabung dalam sebuah wadah, Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran yang saat itu mengemban amanat masyarakat dalam perjuangan menuju pemekaran.

Saat itu, gema takbir, teriakan suka cita bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata saat ratusan warga Pangandaran yang datang langsung ke gedung DPR RI di Jakarta ikut menyaksikan detik-detik pengesahan undang-undang 21 lima tahun lalu.

Setelah mendengar berita bahagia tersebut, tak mau kalah, seluruh masyarakat Pangandaran pun menyambut kabar itu dengan luapan kegembiraan karena cita-cita yang selama ini dianggap impian, menjadi kenyataan.

Kini, 5 tahun Kabupaten Pangandaran berjalan, sebuah usia yang masih terbilang belia jika dibandingkan dengan 26 saudara-saudaranya kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

Sebagai kabupaten ke 27 di jabar dengan segala potensi yang dimiliki, DOB Pangandaran bertekad untuk bisa mensejajarkan diri dengan daerah lainnya. Optimalisasi Sumber Daya Alam (SDA) atau pun Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan keniscayaan untuk menyongsong masa depan lebih baik, karena mimpi, harapan, tantangan dan peluang itu masih terbentang luas.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat diminta tanggapan terkait milangkala (hari jadi) Kabupaten Pangandaran yang ke lima.

“Dalam upaya membangun daerah, ketersediaan potensi SDA yang melimpah juga tidak menjamin bisa memberi kemakmuran dan kemajuan jika tidak ditunjang oleh SDM yang tersedia. Maka, Pangandaran harus bangkit dan berbenah untuk memberdayakan potensi yang dimiliki dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya.”ungkap Jeje beberapa waktu lalu.

Belum genap dua tahun sejak pelatikan tanggal 17 pebruari 2016, Bupati, H. Jeje Wiradinata dengan Wakil Bupati H. Adang hari memimpin Pangandaran, perubahan pun nampak di sana-sini.

4 kebiajakan, seperti pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan penataan kawasan wisata menjadi program perioritas pada awal-awal tahun kepemimpinannya, selaras dengan napas dan tujuan pemekaran. Dan tentunya “sedikit” sudah  bisa merubah sebagian “wajah” dan “tubuh” pangandaran.

“Selain 4 kebijakan tersebut, pelayanan publik pun terus kami perbaiki, karena isyu tersebut merupakan salah satu spirit kita dalam pemekaran. “ungkapnya lagi.

Dalam milangkala ke 5 ini, menurut Jeje, harus dijadikan sarana untuk mengungkapkan rasa syukur. Mensyukuri atas nikmat Tuhan, rasa syukur atas perjalanan waktu dalam mengukir catatan perjalanan Pangandaran, atas perkembangan pembangunan dan kemajuan selama ini, selama lima tahun.

Jeje mengatakan, masih begitu banyak pekerjaan ke depan untuk bersama-sama yang harus dikerjakan, yang semuanya memerlukan kebersamaan untuk menghadapinya. Seribu satu masalah yang dihadapi membutuhkan suatu perencanaan, kebersamaan, konsistensi agar masalah itu dapat dilalui satu persatu. Dan pada kapasitas dan porsinya masing-masing, tentunya banyak hal yang bisa dilakukan untuk tujuan yang sama, kemajuan Pangandaran.

Jika komunikasi ini tetap terpelihara dan berjalan dengan baik,  menurutnya lagi, maka sinergi pembangunan pun akan tercipta dengan baik pula, sehingga akan berdampak terhadap roda pembangunan dan keberlangsungan pemerintahan. Karena masing-masing mampu menjalankan tugas dan fungsi sesuai kapasitanya, hingga pada gilirannya visi-misi Pangandaran Hebat pun akan lebih mudah dicapai. Sedangkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam pembangunan itu sendiri, terjadinya perubahan-perubahan kearah peningkatan SDM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 “Dengan Momentum milangkala ke 5 ini, mari kita bangkit bersama, bergandeng tangan dan bersepakat untuk Pangandaran lebih maju dan hebat. “imbuhnya.

Kepada jajaran aparatur di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pangandaran, Jeje pun menyampaikan untuk sungguh-sungguh memiliki komitmen pelayanan yang baik serta tidak menjadikan keterbatasan di sana-sini sebagai alasan, sehingga pembangunan di Pangandaran bisa berjalan baik. Dengan kondisi kantor dan sarana lainnya yang belum sepenuhnya bisa menunjang hasil kinerja yang bagus, ia yakin, para aparatur pemerintahan akan selalu mendedikasikan dirinya untuk kepentingan masyarakat.

“Diharapkan seluruh apartur pemerintah mampu mengoptimalkan dan mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan, sehingga masyarakat lebih cepat dapat merasakan manfaatnya. “ucapnya.

Jeje juga mengatakan, mudah-mudahan momentum milangkala ini bisa jadi representasi seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran, sehingga refleksi dari seluruh makna, semangat, motivasi, inspirasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam milangkala ke 5 ini mampu melahirkan inovasi, kreasi dan aksi yang makin mendukung pembangunan dan kemajuan di masa depan.

“Sekali lagi, bahwa moment peringatan dan perayaan hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke-5 ini tidak cukup hanya dengan formalitas sidang paripurna istimewa, dengan memakai pakaian adat, kampret blangkon dan sebagainya. Lebih daripada itu semua, momen Refleksi itu harus menjadi titik awal kesadaran kolektif semua komponen untuk kemajuan Pangandaran. “pungkas jeje. (hiek)

BUPATI MENYAYANGKAN, PEMBERITAAN BENCANA PANGANDARAN KURANG BERIMBANG

PARIGI-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata merasa kesal, pasalnya banyaknya pertanyaan masyarakat tentang pemberitaan bencana banjir dan longsor, di media yang terkesan tendensius dan dibesar-besarkan.
Akibat pemberitaan tersebut, menurut Jeje, sangatterasa dan berdampak langsung pada kunjungan wisatawan ke Pangandaran.

“Banyak yang bertanya pada saya, kenapa bupati tidak bereaksi pada para awak media. “ungkapnya.(19/10)

Jeje juga menyayangkan dan tidak habis pikir, mengapa pemberitaan di beberapa media seolah-olah bencana banjir dan longsor di Pangandaran beberapa harin lalu sangat mengerikan. Padahal, menurutnya lagi, bencana sejenis juga terjadi hampir di setiap daerah, tapi pemberitaannya biasa-biasa saja.

“Ada berita yang memakai poto entah bencana banjir dimana, pokoknya kalau saya baca beritanya serem-serem. “kata bupati.

Dikatakan Jeje, kasihan yang jadi jadi korban dari dampak pemberitaan itu para pelaku usaha wisata. Karena, lanjut Jeje, di Pangandaran banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari jasa usaha pariwisata. Maka tidak heran, lanjut Jeje, jika masyarakat sendiri yang menjadi korban langsung dampak dari pemberitaan tersebut. 

Menurut Jeje saat ditemui PNews di ruang kerjanya, bukan maksud mengecilkan pada warga yang terkena bencana, karena korban sekecil apa pun dari musibah bencana, tetap harus mendapat pertolongan dan bantuan.

“Jika terjadi seperti ini terus, saya khawatir masyarakat akan marah terhadap para jurnalis yang memang punya tugas mulia ini. “imbuhnya. (hiek)

LAPANG SINDANGJAYA TERGENANG, SEJUMLAH ANAK PUN PROTES

MANGUNJAYA-Gara-gara genangan air hujan memenuhi lapangan, sejumlah anak di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran yang biasa berlatih di lapangan, mempprotes karena lapangan tersebut tidak bisa dipakai latihan.

Penyebabnya, menurut mereka, karena drainase selokan tempat pembuangan airnya tertutup bebatuan proyek pembangunan bendungan Cikaso.

Ketua karang taruna Desa Sindangjaya, Dadan, membenarkan, anak-anak asuhannya tidak bisa berlatih seperti biasa karena keadaan lapang yang penuh dengan genagan air hujan.

“Padahal, sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini, genangan air di tengah lapang biasanya cepat surut. “ujarnya.(18/10)

Dadang menambahkan, ini sebenarnya sudah dikomunikasikan dengan  pihak pelaksana, tapi sayang sampai saat ini belum mendapat respon.

“Kami pun berusaha komunikasi dengan piha desa, mudah-mudahan ini segera bisa diatasi. “ujar Dadan. (Toni Taufik)

PEMBONGKARAN BANGUNAN DI HARIM SUNGAI CIJULANG, PEMDA TEBANG PILIH ?

CIJULANG - Mungkin masih ingat awal tahun 2017 saat barisan satpol PP Kabupaten Pangandaran melakukan penertiban bangunan di harim sungai kawasan obyek wisata Green Canyon sebagai penegakan perda terkait lingkungan sekitar sungai yang dilindungi undang-undang. Namun sayang, penertiban tersebut sampai saat ini masih menyisakan bangunan yang belum sepenuhnya diruntuhkan dan masih tegak berdiri menutupi sepadan sungai.

Menurut salah satu eks pemilik rumah di blok Taal yang tekena penertiban tersebut, Agus (46), ia hanya bisa pasrah saat bangunannya harus dirobohkan, padahal bangunannya baru selesai dibangun dengan menghabiskan uang ratusan juta.

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa, saat rumjah saya harus dibongkar dengan alasan penegakan perda pemda kabupaten Pangandaran dan undang-undang, lokasinya berada di harim sungai yang dilarang untuk mendirikan bangunan", jelasnya.(18/10)

Ditambahkan Agus, saat itu ia mangaku sempat mengalami stress, pasalnya rumah itu dibangun hasil dari menjual kebun dan sawah miliknya. Namun karena ia menyadari, rumahnya sudah menyalahi aturan, Agus pun merelakan rumah tempat berkumpul ia dan keluarganya untuk dibongkar.

“Hanya yang saya sesalkan kenapa sampai saat ini bekas rumah saya masih tetap berdiri kokoh seperti rumah hantu dan sampai hari ini pemda belum juga meratakan", tanyanya heran.

Agus mempertanyakan, penertiban bangunan yang berada di harim sungai setelah waktu itu kenapa tidak ada kelanjutannya, padahal bangunan yang berada di area harim sungai sampai sekarang masih banyak.

“Jangan-jangan rumah saya hanya dipakai contoh saja dalam  penegakan perda, apalagi ada apa dengan bangunan-bangunan lainnya. “ imbuhnya.

Agus pun berharap Pemda kabupaten Pangandaran agar tidak tebang pilih dalam melakukan penegakan Perda.

Sementara saat diminta komentarnya, Kepala Seksi Transtib Satpol PP Kabupaten Pangandaran, M. Umar menjelaskan, mengenai bangunan yang belum semua dirobohkan itu dikarenakan Sat Pol PP tidak mempunyai alat berat.

Menurutnya, pernah diusahakan untuk meminjam ke Dinas PU, tapi sayang saat itu tidak diperoleh jawaban yang pasti, apakah akan meminjamkan atau tidak. 

“Seperti diketahui, pembongkaran bangunan tersebut memang harus menggunakan alat berat. “kata Umar.(18/10)

Umar yang ditemui di sela-sela kesibukannya pada acara Pangandaran fair 20017 di pantai barat, juga mengatakan, dan tentang bangunan lainnya di kawasan wisata Green canyon yang belum ditertibkan, itu karena arahan bupati yang mengharuskan penertiban dilaksanakan secara bertahap.

“Dan nanti pada tahap selanjutnya semua bangunan yang ada di harim sungai Cijulang tersebut pasti semuanya akan ditertibkan. “jelasnya.  ( PNews)

LUAR BIASA ! PAGELARAN BUDAYA PANGANDARAN PUKAU PENONTON

PANGANDARAN-Luar biasa ! begitulah ungkap salah seorang penonton saat menyaksikan pagelaran budaya dalam rangkaian acara menyambut peringatan Milangkala Hari Ulang Tahun Kabupaten Pangandaran ke 5 di area parkir pantai barat.(18/10)

Berbagai atraksi budaya yang ditampilkan dari 10 kecamatan, menjadi suguhan tontonan menarik bagi  masyarakat yang memang mempunyai apresiasi pada seni budaya.

Walau hujan gerimis masih turun saat pagelaran berlangsung , tapi sorak sorai penonton tetap terdengar usai para seniman memperlihatkan kebolehannya dalam menampilan budaya menjadi sebuah tontonan yang mengasyikan.

Ada tarian sunda klasik, tari topeng, badud, ruyung buntung, denting kecapi dan tembangnya yang sarat petuah, debus, kuda lumping dan banyak lagi, yang kesemua itu mencermin perkembangan seni budaya di setiap daerah di Pangandaran terus hidup dan berkembang.

Ada benarnya apa yang dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizward saat melakukan kunjungan ke Pangandaran beberapa tahun lalu. Saat itu Deddy Mizward memastikan, budaya di Kabupaten Pangandaran akan tetap hidup dan berkembang karena memang pelakunya masih ada, peduli dan tetap melakukan kegiatan seni budaya.

“Saya optimis, suatu saat budaya di Pangandaran bisa menjadi salah satu asset kepariwisataan. “ujarnya saat itu.

Sementara menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Undang Sohbarudin, panggung pagelaran ini digelar diantara 55 stan peserta Pangandaran Fair 2017 untuk menampilkan aktrasi budaya dari masing-masing kecamatan masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, ini merupakan ajang informasi, edukasi sekaligus promosi kepariwisataan Pangandaran.

“Pameran ini akan berlangsung 4 hari  ke depan. “terangnya.

Dan pada hari sabtu (21/10), lanjut Undang, akan digelar juga karnaval budaya, pagelaran budaya, napak jagad yang akan dimeriahkan dengan penampilan artis Doel Sumbang. (hiek)

BKSDA AKAN BAHAS KERJASAMA PARIWISATA DENGAN PEMDA PANGANDARAN ?

PANGANDARAN-Rencana kunjungan Kepala Bidang BKSDA Wilayah III, Himawan Susongko, S.Hut, M.Sc ke Pemkab Pangandaran, menurutnya akan membicarakan, antara lain, tentang rencana pengelolaan peningkatan kualitas di bidang wisata.

karena, lanjut Himawan, pengelolaan bukan hanya sekedar untuk kepentingan institusi saja, tapi untuk kepentingan masyarakat.

Jadi, lanjutnya lagi, setiap ada usulan atau buah pemikiran, nantinya itu akan dikolaborasikan dengan ketentuan-ketentuan yang ada sehingga tidak menjadi kontra produktif, tapi ini justru akan mendorong kepariwisataann yang ada di Pangandaran menjadi lebih baik lagi.

Lebih lanjut Himawan mengatakan, tidak perlu merubah undang-undang, arahnya bukan kesana, tapi pembahasan ini tentang pengelolaan menejmen tata wista alam yang bisa mendukung kebijakan bupati terkait BKSDA Pangandaran di bidang parawisata.

“Nanti pun pembicaraan kami belum pada masalah kerjasama, belum.. belum ke arah sana. ”ungkap Himawan.(17/10)

Menurut Himawan, pihaknya ingin menggali kesepakatan dan kesepahaman kemudian saling punya komitmen bagaimana agar kualitas pengelolaan pariwisata alam Pangandaran ini lebih baik.

Saat disoal kawasan pasir putih yang sekarang seolah-olah jadi kawasan wisata, Himawan menuturkan, pasir putih yang ada di cagar alam laut Pananjung Pangandaran memang secara undang-undang bukan kawasan wisata, Tetapi faktanya sekarang banyak kunjungan kesana. Tentunya ini harus dilihat dalam cakupan yang lebih luas. Karena untuk menentuan sebuah kawasan ditetapkan sebagai cagar alam tentu ada kriterianya, kemudian juga harus dilihat animo masyarakat untuk berkunjung ke kawasan tersebut juga jadi salah satu bahan pertimbangan.

“Oleh karena itu, kami masih mengkaji apakah kawasan pasir putih diperlukan perubahan atau tidak. “jelas Himawan.

Selanjutnya, tentunya semua pihak juga harus fear, karena bagaimana pun juga Pangandaran ini berada di daerah pantai selatan, daerah yang rawan tsunami. Ketika terjadi tsunami, bagaimana dengan keselamatan pengunjung ? itu juga harus jadi bahan pemikiran.

Dikatakan Himawan, Jadi tidak hanya karena banyak pengunjungnya, maka dirubah aturannya. Banyak sekali pertimbangan yang harus dikaji dan dicermati, sehingga ketika nantinya akan dikelola untuk menunjang pariwisata, semua asfek itu aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta tentunya ini bisa menjadi suatu contoh pengelolaan wisata.

Himawan menambahkan, dan resort sebagai lini BKSDA paling depan, tentunya akan patuh pada peraruran perundang-undangan dan tidak mungkin memperlakukan kawasan pasir putih sebagai daerah wisata resmi.

Dan menurutnya, BKSDA resort Pangandaran saat ini sudah cukup bagus, karena yang sudah dilakukan resort untuk terus mengawasi, memberikan himbauan, memasang papan peringatan dan melakukan sosialisasi, itu sudah dilaksanakan.

“Artinya, bagaimana nanti kita dapat mempertemukan antara kebutuhan wisata dangan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “terangnya.

Saat diminta tanggapannya tentang keberadaan bangkai kapal Viking di kawasan pasir putih, Himawan yang ditemui PNews di sebuah restoran sea food menyampaikan, mengenai hal itu sudah dibahas di tingkat pusat dan menurutnya, tentunya itu bukan kapasitasnya untuk menjelaskannya.

“Memang kalau dilihat zona dan fakta-fakta yang ada di lapangan, tidak pada tempatnya seharusnya disitu. “pungkasnya. (hiek)

MENTERI KKP KUKUHKAN BUPATI PANGANDARAN JADI KETUA UMUM KORP ALUMNI AUP/STP

PANGANDARAN-Tentunya ini menjadi sebuah kebanggaan masyarakat, ketika Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata terpilih menjadi Ketua Umum Korp Alumni AUP/STP Jakarta, yang dikukuhkan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti di Hotel Malabar di kawasan pantai barat Pangandaran.(17/10).

Dalam acara mengukuhan yang dihadiri ratusan alumni AUP/STP, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan SKPD dan tamu undangan lainnya, Jeje menyampaikan, hingga sekarang ada sekitar 10 ribu alumni AUP/STP yang tersebar di seluruh nusantara.

“Dan saya sendiri angkatan ke 20. “kata Jeje.

Jeje juga memberikan apresiasi kepada Menteri KKP, Susi Pujiastuti yang bisa berkenan hadir dalam acara pelantikannya, karena menurut Jeje, baru kali ini pelantikan Ketua Korp Alumni AUP/STP dihadiri pejabat setingkat menteri.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya dan bagi seluruh alumni. “kata Jeje lagi.

Lebih lanjut Jeje mengatakan, sebagai manusia yang pernah dididik masalah perikanan, tentunya hingga kapan pun tetap harus tagk lurus dalam masalah perikanan yang tentunya tidak akan lepas dari regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Dan ini, regulasi tersebut sudah dibuktikan Mentri Susi, salah satunya dengan menenggelamkan kapal-kapal asing yang selama ini menuri ikan di laut Indonesia.

Sementara dalam sambutannya, Menteri KKP, Susi Pujiastuti menyampaikan, pihaknya memang diberi otoritas penuh oleh presiden untuk mengamankan perikanan laut Indonesia. Kebijakannya, yang sekarang populer di publik, tenggelamkan ! terbukti ampuh mengusir mengusir para perompak ikan di laut nusantara.

“Ada sekitar 10 ribu kapal-kapal asing kabur dari lautan kita. “tegas Susi.

Menenggelamkan kapal-kapal, menurut Susi, merupakan cara efektif untuk mengusir kapal-kapal besar milik asing yang selama ini menjarah kekayaan perikanan indonesia.

“Satu-satunya cara efektif mengusir mereka, ya tenggelamkan !”tegas Susi lagi. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN