BUPATI PANGANDARAN MINTA MAAF TERKAIT PEMBONGKARAN PATUNG KARYA NYOMAN NUARTA

PANGANDARAN-Pembongkaran patung karya seniman Bali ternama, I Nyoman Nuarta di Bundaran Mesjid Agung Pangandaran jadi perbincangan hangat netizen di media social. Patung pemberian dari sebuah produsen rokok tersebut selama ini sudah menjadi ikon Pangandaran sebagai daerah penghasil ikan laut juga salah satu destinasi wisata di Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata pun langsung melalui media menanggapi dengan permintaan maafnya.

Menurut Jeje, ia tidak benar-benar tidak tahu bahwa pembuat patung tersebut seorang seniman besar asal Bali, , I Nyoman Nuarta. Karena saat patung itu dibuat, Pangandaran masih menjadi wilayah Kabupaten Ciamis.

“Saya benar-benar minta maaf jikabeliau kecewa, saya ingin sekali berkenalan dan bersilaturahmi dengan beliau,tolong sampaikan salam saya.”ungkap Jeje di grup WhatsAppnya.(8/7)

Dikatakan Jeje, karena ketidak tahuannya juga selama ini tidak pernah ada yang memberitahukan siapa pembuat patung tersebut sehingga patung itu pun diganti dengan patung ikan marlin selaras dengan visi-misi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabuoaten Pangandaran.

“Bundaran itu merupakan beranda Pangandaran, selain harus cantik juga harus memilki makna yang berkaitan dengan spirit Pangandaran Hebat. “ungkapnya lagi.

Ditambahkan Jeje, proyek penggantian patung merupakan bagian dari pembuatan Ruang Taman Hijau (RTH) program Pemkab Pangandaran untuk mempercantik kawasan wisata Pangandaran. Nantinya, menurut Jeje, di lokasi yang sama akan dibangun patung ikan marlin yang sedang melompat di ats gelombang merupakan ikon baru Kabupaten Pangandaran yang punya filosofi, Kabupaten Pangandaran sebagai DOB harus bisa melompat melaksanakan seluruh programnya untuk  mengejar ketinggalan dari daerah-daerah lain yang sudah ada.

“Diharapkan, wisatawan atau siapa pun yang datang ke Pangandaran akan mempunyai kesan indah, sejak dari awal mereka masuk beranda Pangandaran. “tulis Jeje.

Sementara ketua Kompepar Pangandaran, Edi Rusmiadi mengapresiasi upaya Pemkab Pangandaran mengganti patung yang selama ini sudah menjadi ikon Pangandaran. Menurutnya, patung yang dulu (sekarang sudah dirobohkan) secara langsung atau tidak langsung tidak ada keterkaitan pemerintahan sekarang, patung tersebut berdiri atas prakarsa sebuah perusahaan rokok (mungkin) dengan MUO Ciamis.


“Warga Pangandaran juga tentunya sekarang harus lebih bangga karena tugu yang baru dibangun dengan uang APBD, uang yang berasal dari warga Kabuoaten Pangandaran.” Ujarnya.

Namun, masih kata Edi, jika sejak awal Pemkab Pangandaran tahu, patung itu  itu karya seniman Nyoman Nuarta, idealnya sang seniman diberi tahu terlebih dulu.

“Itu memang bagian dari sejarah perjalanan panjang Kabupaten Pangandaran, tapiu sebenarnya bisa saja patung itu dipindah lokasikan, toh itu terbuat dari fiber glass,” jelas nya. (PNews)

PEMKAB PANGANDARAN LAKUKAN REAKSI CEPAT ATASI AMBLASNYA BAHU JALAN MENUJU OW BATUKARAS

CIJULANG – Bahu jalan menuju Obyek Wisata batukaras di Kecamatan Cijulang yang amblas akibat terkikis air sungai Cijulang,  saat itu pun langsung mendapat perbaikan dari Pemda Kabuopaten Pangandaran.

Demikian dikatakan kepala Dinas Putarkim Kabupaten Pangandaran, Jaja Nurulhuda, ST, M.Dev,Plg saat ditemui PNews di ruang kerjanya.(3/7).

“Saat itu pun kami langsung melakukan antisipasi sebagai perbaikan sementara. “ungkap Jaja.

Dikatakan Jaja, pihaknya saat itu lagi mempermasalahkan sepadan sungai itu kewajiban siapa dan lainnya, tapi menurutnya, ia hanya mengantisipasi jalan tersebut karena merupakan asset Pemkab Pangandaran.

“Apalagi jalan tersebut sangat vital menjadi satu-satunya akses menuju obyek wisata Batukaras sebagai penghasil PAD daru sektor pariwisata. “kata Jaja.

Hal tersebut dibenarkan Yana (46), warga sekitar lokasi amblasnya jalan. Menurutnya, warga  merasa gembira dengan respon pemda yang langsung mengadakan perbaikan, walau pun sipatnya perbaikan sementara untuk mengantisipasi longsoran berikutnya dengan mengurug bibir sungai dengan tanah cabluk, batu kapur dan batu bolder.

"Alhamdulillah, respon Pemda Pangandaran melalui Dinas PU sangat luar biasa, karena saat awal kejadian pun mereka langsung memantau kelokasi dan melakukan perbaikan. “terang Yana.(3/7)


Hal senada dikatakan tokoh masyarakat Desa Batukaras juga anggoita DPRD Pangandaran dari fraksi PDIP, Ucup Supriatna. Menurut Ucup, pihaknya sangat mengapreasi penanganan amblasnya bahu jalan disekitar harim sungai Cijulang dijalan utama masuk obwis Batukaras yang dilakukan Dinas Putarkim Pangandaran.

"Atas nama warga, saya sangat respek dan berterimalasih apa yang dilakukan Dinas Putarkim meruoakan rekasi cepat Pemkab Pangandaran untuk mengatasi amblasnya bahu jalan dengan secepatnya bisa melakukan perbaikan", tandasnya. (AGE)

IWAN M RIDWAN: “PEMKAB PANGANDARAN RUGI Rp 98 MILYAR, ITU BERITA HOAX…!”

PARIGI-Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd membantah, adanya kerugian anggaran di Kabupaten Pangandaran sebesar Rp 98 Milyar seperti ditulis dalam sebua media on line beberapa minggu lalu.

“Atas nama institusi DPRD Pangandaran saya katakan bahwa berita itu hoax. “tegas Iwan Usai memimpin rapat paripurna di gedung DPRD. (4/7).

Berita ini, menurut Iwan, sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan ingin merusak Pangandaran.

“Dimana kerugian itu, siapa yang mengatakan kerugian itu ? saya tahu sumbernya pasti orang Pangandaran tapi saya tidak mau menyebut namanya. “kata Iwan.

Iwan menamba, diharap rekan-rekan media jika ada berita seperti itu, hendaknya konfirmasi dulu pada yang berkompeten agar beritanya bisa balance.

“Kalau nulis berita kan harus seimbang, jadi lebih baik rekan-rekan konfirmasi dulu sebelum menjadi berita. “pungkas Iwa. (Toni Taufiq)

KADES MEKARWANGI BANTAH ADA PEMBANGUNAN FIKTIF DI DESANYA

LANGKAPLANCAR - Kepala Desa Mekarwangi Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, Icang, membantah telah melakukan penggunaan program Dana Desa (DD) tahun 2016 lalu sebesar Rp 650 juta seperti yang dikatakan salah seorang warga desanya, Subur (51)  yang dimuat di pangandarannews.com beberapa hari lalu.

Menurut Icang, ia bekerja dan melaksanakan pembangunan inprastruktur yang bersumber dari anggaran DD sudah sesuai dengan aturan yang ada, dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan nya.

"Itu tidak benar, bila ada tuduhan kepada Pemerintahan Desa Mekarwangi bahwa kami sudah melakukan penyelewengan anggaran Dana Desa apalagi pengerjaan yang bersifat piktif, sekali lagi itu tidak benar", ungkapnya kepada PNews di ruang kerjanya.(04/07)

Dikatakan Icang, semua pembangunan baik infrastruktur ataupun bangunan lainnya dalam pelaksanaannya, sebelumnya selalu melalui musyawarah dulu di desa. Dan setelah ada kesepakatan dari semua unsur pemerintahan, diantaranya Kepala Dusun, RT, RW juga para tokoh masyarakat, baru dibuat perencanaan bersama TPK dimana saja pembangunan tersebut  akan dilaksanakan.

“Dan semua pembangunan di desa kami sudah sesuai dengan program APBdes Mekarwangi.", tegasnya.

Di tempat yang sama, Kasi ekbang Desa Mekarwangi, Dede Haeruman membenarkan apa yang dikatapkan kadesnya. Menurutnya, anggaran DD tahun 2016 bisa diserap sesuai rencana yang sudah sebelumnya di rapatkan dengan semua unsur pimpinan dan perangkat desa.

"Dari total Dana Desa sebesar Rp 650 juta, Rp 75 juta untuk pembuatan gedung posyandu di Dusun Pasir Ragas, Rp 420 juta untuk pembangunan infrastruktur jalan rabat beton dijalan  Pasir Benda Nagrog dan ditambah 20% untuk  pemberdayaan masyarakat desa.", jelasnya.

Ditambahkan Dede, tidak mungkin ia sebagai perangkat desa mau menyengsarakan rakyatnya. Bahkan, lanjut Dede, ia ingin masyarakat turut membantu jalannya pembangunan di Desa Mekarwangi.

“Jadi jangan malah berprasangka buruk yang belum tentu kebenarannya", tandasnya. (AGE)

Rp 7,866 MILYAR “PANGANDARAN HEBAT” UNTUK SMAN-SMKN SEGERA CAIR

PANGANDARAN-Menanggapi keluhan beberapa SMAN/SMKN tentang dana “Pangandaran Hebat” yang tak kunjung cair, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Didikpora) Kabupaten Pangandaran melalui Sekdisnya, H M. Agus Nurdin, S.Pd, M.Pd menjelaskan, saat ini permasalahan “Pangandaran Hebat” sudah bukan domain lagi Disdikpora. Karena segala persaratan program tersebut sudah terpenuhi, termasuk yang terahir surat dari Gubernur jawa Barat, Ahmad Heryawan yang ditujukan pada Bupati Pangandaran pun sudah ada.

“Sekarang hanya tinggal menunggu pencairan, dan jika bicara pencairan tentunya itu sudah kewenangan Dinas keuangan. “jelasnya.(3/7)

Agus yang ditemui di ruang kerjanya, juga mengatakan, kronologi perjalanan program “Pangandaran Hebat” dimulai saat di APBD Kabupaten Pangandaran ada anggaran “Pangandaran Hebat” yang diperuntukan pada dunia pendidikan termasuk untuk SMAN dan SMKN. Tapi masalahnya, sejak tahun 2017 SMAN dan SMKN sudah pindah pengelolaannya ke pemprov. 

“Saat itu juga kami langsung memberitahukan ke Dinas pendidikan Propinsi tentang hal ini. “lanjutnya.

Setelah saat itu semua persaratan ditempuh, masih kata Agus, anggaran tersebut pun sudah muncul di DPA Dinas Pendidikan Propinsi.

Ditambahkan Agus, seluruh persaratan yang minta Disdik propinsi, termasuk yang terahir surat pernyataan gubernur Jabar bulan juni 2017 lalu  yang mengatakan, diantaranya, gubernur akan menggunakan dana “Pangandaran Hebat” Kabupaten Pangandaran sesuai yang tercantum dalam DPA Disdik propinsi, gubernur akan bertanggungajawab dalam penggunaan anggaran tersebut dan apabila dalam penggunaannya tidak sesuai dengan visi-misi pendidikan Kabupaten Pangandaran serta tidak sesuai dengan DPA yang ada di disdik propinsi, maka gubernur sanggup mengembalikan anggaran tersebut ke kas daerah pemkab Pangandaran.

“Gubernur pun nantinya akan membuat laporan penggunaan dana itu secara transparan dan akuntabel. “lanjut Agus.

Kalau sudah tidak ada ladi persaratan lainnya, masih kata Agus, sekarang tinggal menunggu transfer dari Dinas Keuangan Kabupaten Pangandaran ke Disdik propinsi Jawa Barat.

Jadi, menurut Agus, tidak benar kalau selama ini ada yang mengatakan atau kesan Disdikpora Pangandaran tidak konsen mengurus program ini untuk SMAN dan SMKN.

“Kalau boleh saya katakan, penanganan program “Pangandaran Hebat” ini jadi rujukan beberapa kabupaten-kota lainnya di Jawa Barat. “tegas Agus.

Seperti diketahui, program “Pangandaran Hebat “ berawal dari niat tulus Pemkab Pangandaran khususnya pada dunia pendidikan salah satu dari empat skala perioritas Pemda Pangandaran termasuk perbaikan infra struktur, pelayanan kesehatan dan penataan dunia pariwisata. Dan program “Pangandaran Hebat” ini merupakan bukti keseriusan Pemkab Pangandaran khusus untuk dunia pendidikan.

Dan “Pangandaran Hebat” untuk SMAN dan SMKN sendiri, Pemda Pangandaran  sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 7.866 milyar yang akan diterima setiap siswanya Rp 600 ribu per tahun. (hiek)

YAYAT KISWAYAT: “TIDAK SATU RUPIAH PUN KEBOCORAN TIKET MENGALIR KE DINAS…

PANGANDARAN-Dari sekitar 120 destinasi wisata yang ada di kabyoaten Pangandaran, hanya 5 obyek wisata (ow) saja yang sudah menghasil Penghasila Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Dinataranya, ow Pantai karapyak di Kecamatan Kalipucang, Pantai Pangandaran Kecamatan Pangandaran, Pantai Batuhiu Kecamatan Parigi, Green Canyon dan Pantaui Batukaras di Kecamatan Cijulang.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pangandaran, melalui Sekdis, H. Yayat Kiswayat, target PAD tahun 2017 khusus untuk pendapatan pada libur hari Raya Idul Fitri, terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
Sebagai gambaran, masih kata Yayat, ow pantai Pangandaran pada even yang sama (hari raya idul fitri-red), dari H-3 sampai dengan H+12, tahun 2014 Rp 13.276.000, tahun 2015 Rp 14.832.000 tahun 2016 Rp 15.211.000.

“Untuk tahun 2017, sampai dengan H+7 saja sudah mencapai Rp 30,5 juta. “terang Yayat.(7/3).

Yayat yang ditemui di ruang kerjanya menambahkan, sedangkan untuk capaian target tahun anggaran 2017, sebesar Rp 15 milyar sudah tercapai 36,36 %.

Disoal maraknya isu kebocoran tiket di tol gate yang rame jadi isu di media sosial (medsos), Yayat menerangkan, ada beberapa faktor yang memang ada kesan kebocoran telah terjadi dilakukan para petugas di pintu masuk. Padahal, karena membludaknya kendaraan terutama roda dua, sihingga petugas kewalahan sehingga belum sempat memberikan tiket tanda masuk, pengunjung tersebut keburu tancap gas.

“Belum lagi lambatnya memberikan uang pengembalian, hingga mungkin pengunjung tersebut tidak sabar dan langsung saja pergi. “jelas Yayat.

Dikatakan Yayat, faktor lainnya seperti sarana e-ticketing yang belum sempurna serta dalam pengoperasiannya pun belum optimal. Terkadang eror karena seringnya buka-tutup.

“Mungkin ke depannya harus dibangun jalur-jalur kecil yang bisa dilewati hanya satu motor saja dengan menempatkan 1 atau 2 orang petugas dalam satu jalurnya. “imbuh Yayat.

Soal jalan melalui area milik Grand Pangandaran PMB, Yayat mengatakan, selama ini Dinas Pariwisata kesulitan untuk mejual karcis di lokasi itu karena belum ada aturan daerahnya yang mengatur hal tersebut.
Ditambahkan Yayat, tenaga sukwan yang selama ini bertugas siang-malam di pintu-pintu menuju obyek wisata, sampai sekarang belum ada anggarannya juga belum ada aturan yang mengatur tentang upah mereka.

Tenaga sukwan tersebut, lanjut Yayat bisa ikut mendapatkan insentif jika target per triwulan pendapatan retribusi pariwisata bisa mencapai 30 %.

“Seperti triwulan sekarang, karena target tidak tercapai otomatis mereka pun tidak mendapat apa-apa. “jalasnya lagi.

Jika ada selama ini ada kecurigaan kebocoran yang terjadi di setiap tol gate itu ada setoran ke dinas, menurut Yayat, silahkan cek dan buktikan keberan isu itu.

“Saya berani disumpah, tidak satu rupiah pun kalau memang itu ada kebocoran mengalir ke dinas. “tegasnya. (hiek)


WARGA HERAN, PROGRAM DANA DESA 2016 DESA MEKARWANGI LANGKPALANCAR FIKTIF ?

PARIGI – Adanya isu di masarakat terkait penggunaan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa Desa (ADD), bantuan Propinsi (Banprop) dan P3IP yang dalam penggunaannya kurang maksimal di beberapa desa yang ada di Kabupaten Pangandaran, mengundang keprihatinan masyarakat yang menyaksikan dan ikut mengawasi penggunaan anggaran tersebut, seperti pengerjaan infrastruktur untuk perbaikan pasilitas umum di pedesaan.

Salah satunya diungkapkan seorang warga Desa Mekarwangi Kecamatan Langkaplancar, Subur (51). Ia merasa kecewa saat melihat hasil pembangunan infrastruktur di desa nya, pengerjaan jalan rabat beton sepanjang 150 meter di Dusun Pasir Puteuy dengan anggaran sekitar Rp 48 juta tahun anggaran 2016 yang bersumber dari Dana Desa, ternyata sampai saat ini belum ada bukti pisiknya.

"Ini sangat aneh, kenapa sampai saat ini pengerjaan jalan rabat beton tersebut belum dikerjakan juga, padahal warga sangat mengharapkan perbaikan jalan tersebut." katanya. (03/07)

Subur saat bertemu PNews di kantor Insfektorat Kabupaten Pangandaran, lebih jauh mengatakan, itu uang berasal dari rakyat yang diamanahkan untuk pembangunan pasilitas warga, bukan untuk dipakai demi kepentingan perangkat desa semata.

“Harusnya kepala desa lebih paham pada tata cara pengelolaan serta pengadaan barang dan jasa di desa sesuai dengan Perbup no 22 tahun 2015",tegasnya. (AGE)

LIBUR LEBARAN 2017, PENDAPATAN WISATA BATUHIU NAIK 100 %

PARIGI – Salah satu destinasi wisata Kabupaten Pangandaran, pantai Batuhiu yang terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, masih disukai para wisatawan, walau pun kondisinya hingga saat ini kurang begitu menarik karena masih banyak kerusakan fasilitas di dalamnya yang belum diperbaiki. Apalagi fasilitas lampu penerangan yang masih kurang, sehingga keindahan pantai Batu hiu di malam hari kurang biusa dinikmati.

Hal tersebut diakui Kasubag UPTD Pariwisata Kecamatan Cijulang-Parigi, Asep Purwanto. Menurutnya, walau kondisinya masih belum maksimal, tahun ini Batuhiu target pendapatannya meningkat dua kali lipat dibanding pendapatan tahun 2016 lalu.

"PAD Batuhiu tahun ini terjadi peningkatan yang signifikan menjadi dua kali lipat dibanding tahun 2016 lalu sejak H -7 sampai H +5", terangnya.(6/7)

Lebih jauh Asep mengatakan, ia optimis Obyek Wisata Batuhiu ke depannya bisa lebih ramai lagi bila sudah beberapa fasilitas bisa dilengkapi. Seperti lampu taman, penerangan lampu jalan dan perbaikan tangga ke atas bukit serta drainase di sekitar arena wisata.

“Jika sarana kebutuhan wisatawan terpenuhi, saya yakin akan semakin banyak wisatawan datang ke Batuhiu. “kata Asep.

Ketua Kompepar batuhiu, Jajat Sudrajat sangat mengapresiasi membludaknya wisatawan yang datang ke Batuhiu.

“Mudah-mudahan, petugas yang ada di tol gate bisa jujur saat menjalankan tugasnya. “ungkap Jajat.

Jajat juga mengatakan, ia sangat senang melihat pengunjung ke Batu hiu ada peningkatan walau kondisi sarana wisatanya belum begitu memuaskan, mulai dari tata ruang hingga fasilitas wisata.

“Kami berharap dengan membludaknya wisatawan ini jangan sampai dimanfaatkan oleh segelintir oknum yang bertugas di tol gate demi keuntungan pribadi." tegasnya.

Jajat juga menambahkan, jangan sampai ada kebocoran di tol gate, terutama dalam pemberian tiket pada wisatawan. Jangan sampai yang masuk 10 motor, diberi tiket hanya 3 motor. jelas itu akan merugikan PAD kabupaten Pangandaran.

"Saat musim rame seperti sekarang ini, saya sangat setuju jika dilakukan pengawasan oleh Insfektorat dan DPRD di tiap-tiap pintu masuk wisata untuk meminimalisir kebocoran PAD dari sektor pariwisata" imbuhnya. (AGE)

HINGGA H+6 KEMARIN, OW BATUKARAS MASIH DIPADATI WISATAWAN

CIJULANG – Obyek Wisata (OW)  pantai Batukaras hingga H +6 masih dipadati wisatawan, tampak antrian kendaraan pun masih terus berdatangan memasuki gerbang masuk hingga menjelang sore ini.

Menurut salah seorang warga Batukaras, Acum (71) yang rajin menyaksikan masuknya pengunjung di tol gate sejak H +2, merasa begitu senang melihat arus kunjungan wisatawan yang datang ke Batukaras. Bila setiap tahun seperti saat ini, Acum yakin PAD Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata tentunya akan semakin meningkat dan tidak mustahil dunia pariwisata Pangandaran nanntinya akan seperti pulau Dewata, Bali.

"Hingga H +6 menjelang berakhirnya cuti bersama, Batukaras masih tetap rame, tentunya ini akan memberi devisa untuk Pangandaran yang signifikan dan saya yakin ke depannya wisata Pangandaran akan mendunia seperti Bali", ucapnya.

Acum juga mengatakan, jika Batukaras bisa diperluas lagi dengan beberapa penataan kawasan di sekitar area yang sudah ada, maka jumlah pengunjung pun tentunya akan lebih banyak lagi.

Hal senada juga dikatakan Neneng (43) yang tinggal di pesisir pantai Batukaras. Menurut Neneng, ia begitu antusias menyambut wisatawa yang sudah pasti usaha penyewaan selancar kecil untuk berenang yang ia kelola pun ikut laris manis.

"Alhamdulillah,  liburan ldul fitri sekarang membawa berkah buat kami, usaha saya pun ikut laris", ungkapnya.

Neneng berharap ke depannya Pemda Pangandaran melakukan penataan lagi terutama ke kawasan arah utara yang hingga saat ini masih belum tersentuh.

"Kami berharap, pemda segera melakukan penataan obyek wisata Batukaras kesana, agar aktivitas wisata tidak tertumpu pada satu titik seperti sekarang ini. “pungkasnya. (AGE)

KONDISI AMBLASNYA BAHU JALAN MENUJU OW BATUKARAS SEMAKIN MENGKHAWATIRKAN

CIJULANG - Kondisi amblasnya bahu jalan di menuju obyek wisata (OW) Batukaras di sekitar komplek makam keramat "sembah agung", Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran saat ini semakin mengkhawatirkan. Pasalnya,  bahu jalan tersebut semakin hari senmakin habis akibat terkikis oleh air sungai hingga mencapai panjang 50 meter.

Seorang warga Desa Batukaras, Edin (48) membenarkan kondisi jalan utama menuju destinasi wisata Batukaras tersebut tambah memprihatinkan setelah ada longsoran tanah susulan di sekitar sepadan sungai.

Menurut Endin, apabila ini dibiarkan tidak segera dtangani, dipastikan seluruh badan jalan pun akan hancur terbawa arus sungai. Dan dikhawatir jika bahu jalan yang amblas ini tidak segera diperbaiki secara serius , maka seluruh badan jalan di sekitar lokasi tersebut pun akan hancur,

“Karena di bawah jalan ini terdapat lubang air, jadi posisi jalan ini menggantung karena dibawahnya sudah amblas", jelasnya.(1/7)

Hal senada dikatakan Uun ( 45), salah seorang warga Batukaras yang bertugas di Dinas Pariwisata. Menurutnya, kondisi ini jelas sudah sangat nenghawatirkan karena di sekitar lokasi  kondisi jalannya pun sudah mulai retak-retak bahkan got jalan disebelah jalan yang amblas pun sudah hilang terbawa arus sungaui beberapa minggu yang lalu.

"Jika tidak cepat diperbaiki, maka seluruh badan jalan pun akan putus terbawa aliran  sungai cijulang. “ungkapnya.

Hasil penulusuran  PNews di lokasi, bahu jalan yang amblas tersebut sekarang sedang dilakukan pengurugan cabluk/tanah lempung.

Menurut warga sekitar lokasi, pengurugan ini sebagai tindak lanjut Pemda kabupaten Pangandaran setelah mendengar laporan dari warga, ada bahu jalan yang amblas. (AGE)

MUHAMAD TAUFIQ: “PEJABAT HARUS TURUN DAN BISA MEREALISASIKAN ASPIRASI MASYARAKAT..”

MANGUNJAYA-Sudah seharusnya pejabat pemerintahan mau turun langsung dan selalu mendengar sekecil apa pun aspirasi masarakat.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD Partai Goklkar kabupaten Pangandaran, Muhamad Taufiq dalam acara haklah bihalal Partai Golkar se-Kecamatan Mangunjaya.

“Pejabat Pangandaran harus respek serta selalu mau mendengar apa yang mejadi keluhan warganya. “ungkap Taufiq.(1/7).

Ditambahkan Taufiq, ini semua agar pemerintah bisa melihat sejauh mana tingkat kesejahteraan masarakat secara riil di lapangan yang sudah dicapai.

Taufiq juga mengatakan, kepada seluruh Kepala Desa agar betul-betul tepat sasaran dalam penggunaan anggaran desa yang tidak sedikit jumlahnya.

“Pembangunan yang ada di desa harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masarakat yang ada di pedesaan. “imbuhnya.

Taufiq juga berpesan, hendaknya pemerintahan desa agar berhati-hati dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran  yang sudah ditentukan cara penggunaannya melalui aturan serta perundang-undangan yang ada.

“Sekarang bukan hanya kejaksaan, Polri dan BPK saja yang memantaunya, tapi KPK pun bisa sampai ke tingkat desa, jadi saya mohon agar desa menggunakan anggarannya sesuai aturan. “tegas Taufiq.

Di akhir sambutannya Taufiq pun berpesan, agar seluruh umat islam khususnya para kader dan simpatisan Partai Golkar selalu menjalin ukhuwah islamiyah untuk memperkokoh persatuan. (Toni  T)




BELUM GENAP 1 TAHUN, JALAN SINDANGJAYA-CIRAPUAN MANGUNJAYA KEMBALI RUSAK

MANGUNJAYA-Miris, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Sindangjaya-Cirapuan Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran keadaaanya kemabali rusak parah. Padahal, jalan tersebut usia pembangunannya belum genap satu tahun.

Jalan yang menurut beberapa warga dalam pengerjaaanya terkesan asal- asalan ditambah lagi jalan tersebut sering dilewati truk-truk besar dengan beban muatan berat, membuat jalan tersebut kembali rusak.

“Padahal pemerintah sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,4 milyar untuk pembangunan jalan Sindangjaya-Cirapuan tersebut. “ungkap warga.(28/6)

Warga pun sekarang hanya bisa merasa kecewa serta berharap hal ini bisa secepatnya jadi perhatian pemerintah.

“Kami masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan tentunya sangat kecewa dengan kwalitas pengerjaan jalan ini, apalagi sekarang truk bermuatan coran dengan beban lebih dari maksimal bisa bebas lewat jalan ini. “ ungkapnya lagi.

Menurutnya, jalan Sindangjaya-Cirapuan ini merupakan jalan utama menuju Ibu Kota Kecamatan Mangunjaya yang sudah seharusnya berkwalitas baik karena jalan ini sangat vital merupakan sarana utama transfortasi warga.

“Kami berharap pemerintah agar bisa memberi perhatian pada pemborong yang nakal dan tidak memperhatikan kwalitas dalam pengerjaannya serta segera ada tindakan tegas pada truk-truk yang bermuatan berat lewat kesini. “tuturnya. (Toni   T)

INSFEKTORAT PANGANDARAN LAKUKAN SIDAK KE TOL GATE OBYEK WISATA, ADE SUPRIATNA: “Untuk Mengetahui Hasilnya Harus Melalui Evaluasi dan Kajian Dulu.”

CIJULANG - Kepala inspektorat Kabupaten Pangandaran, Drs. Ade Supriatna beserta jajarannya kamis kemarin (9/6) melakukan insfeksi mendadak (sidak) ke toll gate Obyek Wisata (OW) Batukaras untuk meninjau kinerja para petugas saat melayani para wisatawan yang berkunjung ke OW pantai Batukaras. Kunjungan tersebut juga dalam rangka meminimalisir kebocoran PAD dari sektor wisata di berbagai lokasi wisata yang ada di kabupaten Pangandaran yang sekarang ramai jadi isu di masarakat dan di beberapa sosial media (sosmed).

Ditemui di lokasi Kepada PNews, Ade menyampaikan, pihaknya sengaja datang ke toll gate Batukaras untuk melihat secara langsung para petugas tiket dalam melayani wisatawan yang datang untuk berlibur ke pantai indah Batukaras.

"Dengan cara seperti ini (sidak-red), mudah-mudahan juga bisa meminimalisir kebocoran PAD dari sektor wisata yang sekarang sedang ramai jadi isu di beberapa sosmed", ungkapnya.

Ade menambahkan, kalau pengawasan ini bisa dilakukan setiap libur panjang tiba, baik oleh DPRD maupun dari pemkab, pasti bisa lebih baik hasilnya pada PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Pangandaran khususnya dari sektor wisata.

Disoal berapa persen tingkat kebocoran PAD dari sektor wisata saat ini, Ade menjelaskan, pihaknya saat ini belum bisa menyimpulkan karena semua harus dievaluasi lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kebocorannya.

"Dari hasil sidak ini saya belum bisa memastikan berapa kebocorannya karena ini harus dievaluasi dulu dan dibuktikan secara benar", ucap Ade.

Ade juga mengakatan, setelah toll gate batukaras, Insfektorat akan langsung menuju ke OW Batuhiu dan Pangandaran. (AGE)

JEJE WIRADINATA: “KEBOCORAN TIKET WISATA PANGANDARAN SUDAH LUAR BIASA…”

PANGANDARAN - Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata berang setelah mengetahui adanya kebocoran retribusi masuk pada tol gate di sejumlah objek wisata, dan bupati pun mengatakan, ke depannya pengelolaan tiket tersebut penanganannya harus dialihkan.

"Kami akan pindahkan pengelolaan tiket masuk pariwisata pada tim khusus di luar kedinasan," tegasnya.(28/6)

Jeje juga mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena banyaknya laporan kebocoran tiket masuk di toll gate kawasan wisata pantai Pangandaran.

"Tim yang selama ini mengelola tiket akan kami hapus dan akan diganti dengan tim khusus," ujarnya.

Ditambahkan Jeje, dari hasil laporan yang masuk, kejadian kebocoran tersebut sudah dalam kondisi luar biasa dan harus segera ditangani secara luar biasa juga secara khusus.

"Jelas, kondisi ini akan sangat berpengaruh pada PAD dan jika hal ini dibiarkan terus terjadi, maka dipastikan target PAD dari sektor pariwisata pun tidak akan tercapai." kata Jeje.

Jeje menegaskan, untuk pengelolaan retribusi tiket diperlukan orang-orang pilihan yang memiliki kejujuran, kredibilitas dan bersungguh-sungguh dalam bekerja.

Dan nantinya, lanjut Jeje, tim khusus yang akan dibentuk, diantaranya terdiri dari PNS, masyarakat dan tokoh masyarakat yang akan ditugaskan secara khusus dan bertanggung jawab langsung ke Bupati.

"Kedepan, saya sudah tidak ingin lagi mendengar adanya kebocoran-kebocoran yang tentunya akan sangat merugikan masarakat.", tandasnya. (AGE)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN