KONDISI AMBLASNYA BAHU JALAN MENUJU OW BATUKARAS SEMAKIN MENGKHAWATIRKAN

CIJULANG - Kondisi amblasnya bahu jalan di menuju obyek wisata (OW) Batukaras di sekitar komplek makam keramat "sembah agung", Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran saat ini semakin mengkhawatirkan. Pasalnya,  bahu jalan tersebut semakin hari senmakin habis akibat terkikis oleh air sungai hingga mencapai panjang 50 meter.

Seorang warga Desa Batukaras, Edin (48) membenarkan kondisi jalan utama menuju destinasi wisata Batukaras tersebut tambah memprihatinkan setelah ada longsoran tanah susulan di sekitar sepadan sungai.

Menurut Endin, apabila ini dibiarkan tidak segera dtangani, dipastikan seluruh badan jalan pun akan hancur terbawa arus sungai. Dan dikhawatir jika bahu jalan yang amblas ini tidak segera diperbaiki secara serius , maka seluruh badan jalan di sekitar lokasi tersebut pun akan hancur,

“Karena di bawah jalan ini terdapat lubang air, jadi posisi jalan ini menggantung karena dibawahnya sudah amblas", jelasnya.(1/7)

Hal senada dikatakan Uun ( 45), salah seorang warga Batukaras yang bertugas di Dinas Pariwisata. Menurutnya, kondisi ini jelas sudah sangat nenghawatirkan karena di sekitar lokasi  kondisi jalannya pun sudah mulai retak-retak bahkan got jalan disebelah jalan yang amblas pun sudah hilang terbawa arus sungaui beberapa minggu yang lalu.

"Jika tidak cepat diperbaiki, maka seluruh badan jalan pun akan putus terbawa aliran  sungai cijulang. “ungkapnya.

Hasil penulusuran  PNews di lokasi, bahu jalan yang amblas tersebut sekarang sedang dilakukan pengurugan cabluk/tanah lempung.

Menurut warga sekitar lokasi, pengurugan ini sebagai tindak lanjut Pemda kabupaten Pangandaran setelah mendengar laporan dari warga, ada bahu jalan yang amblas. (AGE)

MUHAMAD TAUFIQ: “PEJABAT HARUS TURUN DAN BISA MEREALISASIKAN ASPIRASI MASYARAKAT..”

MANGUNJAYA-Sudah seharusnya pejabat pemerintahan mau turun langsung dan selalu mendengar sekecil apa pun aspirasi masarakat.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD Partai Goklkar kabupaten Pangandaran, Muhamad Taufiq dalam acara haklah bihalal Partai Golkar se-Kecamatan Mangunjaya.

“Pejabat Pangandaran harus respek serta selalu mau mendengar apa yang mejadi keluhan warganya. “ungkap Taufiq.(1/7).

Ditambahkan Taufiq, ini semua agar pemerintah bisa melihat sejauh mana tingkat kesejahteraan masarakat secara riil di lapangan yang sudah dicapai.

Taufiq juga mengatakan, kepada seluruh Kepala Desa agar betul-betul tepat sasaran dalam penggunaan anggaran desa yang tidak sedikit jumlahnya.

“Pembangunan yang ada di desa harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masarakat yang ada di pedesaan. “imbuhnya.

Taufiq juga berpesan, hendaknya pemerintahan desa agar berhati-hati dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran  yang sudah ditentukan cara penggunaannya melalui aturan serta perundang-undangan yang ada.

“Sekarang bukan hanya kejaksaan, Polri dan BPK saja yang memantaunya, tapi KPK pun bisa sampai ke tingkat desa, jadi saya mohon agar desa menggunakan anggarannya sesuai aturan. “tegas Taufiq.

Di akhir sambutannya Taufiq pun berpesan, agar seluruh umat islam khususnya para kader dan simpatisan Partai Golkar selalu menjalin ukhuwah islamiyah untuk memperkokoh persatuan. (Toni  T)




BELUM GENAP 1 TAHUN, JALAN SINDANGJAYA-CIRAPUAN MANGUNJAYA KEMBALI RUSAK

MANGUNJAYA-Miris, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Sindangjaya-Cirapuan Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran keadaaanya kemabali rusak parah. Padahal, jalan tersebut usia pembangunannya belum genap satu tahun.

Jalan yang menurut beberapa warga dalam pengerjaaanya terkesan asal- asalan ditambah lagi jalan tersebut sering dilewati truk-truk besar dengan beban muatan berat, membuat jalan tersebut kembali rusak.

“Padahal pemerintah sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,4 milyar untuk pembangunan jalan Sindangjaya-Cirapuan tersebut. “ungkap warga.(28/6)

Warga pun sekarang hanya bisa merasa kecewa serta berharap hal ini bisa secepatnya jadi perhatian pemerintah.

“Kami masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan tentunya sangat kecewa dengan kwalitas pengerjaan jalan ini, apalagi sekarang truk bermuatan coran dengan beban lebih dari maksimal bisa bebas lewat jalan ini. “ ungkapnya lagi.

Menurutnya, jalan Sindangjaya-Cirapuan ini merupakan jalan utama menuju Ibu Kota Kecamatan Mangunjaya yang sudah seharusnya berkwalitas baik karena jalan ini sangat vital merupakan sarana utama transfortasi warga.

“Kami berharap pemerintah agar bisa memberi perhatian pada pemborong yang nakal dan tidak memperhatikan kwalitas dalam pengerjaannya serta segera ada tindakan tegas pada truk-truk yang bermuatan berat lewat kesini. “tuturnya. (Toni   T)

INSFEKTORAT PANGANDARAN LAKUKAN SIDAK KE TOL GATE OBYEK WISATA, ADE SUPRIATNA: “Untuk Mengetahui Hasilnya Harus Melalui Evaluasi dan Kajian Dulu.”

CIJULANG - Kepala inspektorat Kabupaten Pangandaran, Drs. Ade Supriatna beserta jajarannya kamis kemarin (9/6) melakukan insfeksi mendadak (sidak) ke toll gate Obyek Wisata (OW) Batukaras untuk meninjau kinerja para petugas saat melayani para wisatawan yang berkunjung ke OW pantai Batukaras. Kunjungan tersebut juga dalam rangka meminimalisir kebocoran PAD dari sektor wisata di berbagai lokasi wisata yang ada di kabupaten Pangandaran yang sekarang ramai jadi isu di masarakat dan di beberapa sosial media (sosmed).

Ditemui di lokasi Kepada PNews, Ade menyampaikan, pihaknya sengaja datang ke toll gate Batukaras untuk melihat secara langsung para petugas tiket dalam melayani wisatawan yang datang untuk berlibur ke pantai indah Batukaras.

"Dengan cara seperti ini (sidak-red), mudah-mudahan juga bisa meminimalisir kebocoran PAD dari sektor wisata yang sekarang sedang ramai jadi isu di beberapa sosmed", ungkapnya.

Ade menambahkan, kalau pengawasan ini bisa dilakukan setiap libur panjang tiba, baik oleh DPRD maupun dari pemkab, pasti bisa lebih baik hasilnya pada PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Pangandaran khususnya dari sektor wisata.

Disoal berapa persen tingkat kebocoran PAD dari sektor wisata saat ini, Ade menjelaskan, pihaknya saat ini belum bisa menyimpulkan karena semua harus dievaluasi lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kebocorannya.

"Dari hasil sidak ini saya belum bisa memastikan berapa kebocorannya karena ini harus dievaluasi dulu dan dibuktikan secara benar", ucap Ade.

Ade juga mengakatan, setelah toll gate batukaras, Insfektorat akan langsung menuju ke OW Batuhiu dan Pangandaran. (AGE)

JEJE WIRADINATA: “KEBOCORAN TIKET WISATA PANGANDARAN SUDAH LUAR BIASA…”

PANGANDARAN - Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata berang setelah mengetahui adanya kebocoran retribusi masuk pada tol gate di sejumlah objek wisata, dan bupati pun mengatakan, ke depannya pengelolaan tiket tersebut penanganannya harus dialihkan.

"Kami akan pindahkan pengelolaan tiket masuk pariwisata pada tim khusus di luar kedinasan," tegasnya.(28/6)

Jeje juga mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena banyaknya laporan kebocoran tiket masuk di toll gate kawasan wisata pantai Pangandaran.

"Tim yang selama ini mengelola tiket akan kami hapus dan akan diganti dengan tim khusus," ujarnya.

Ditambahkan Jeje, dari hasil laporan yang masuk, kejadian kebocoran tersebut sudah dalam kondisi luar biasa dan harus segera ditangani secara luar biasa juga secara khusus.

"Jelas, kondisi ini akan sangat berpengaruh pada PAD dan jika hal ini dibiarkan terus terjadi, maka dipastikan target PAD dari sektor pariwisata pun tidak akan tercapai." kata Jeje.

Jeje menegaskan, untuk pengelolaan retribusi tiket diperlukan orang-orang pilihan yang memiliki kejujuran, kredibilitas dan bersungguh-sungguh dalam bekerja.

Dan nantinya, lanjut Jeje, tim khusus yang akan dibentuk, diantaranya terdiri dari PNS, masyarakat dan tokoh masyarakat yang akan ditugaskan secara khusus dan bertanggung jawab langsung ke Bupati.

"Kedepan, saya sudah tidak ingin lagi mendengar adanya kebocoran-kebocoran yang tentunya akan sangat merugikan masarakat.", tandasnya. (AGE)

A.ILHAM TAUFIK: “DIPERLUKAN PELAYANAN PUBLIK YANG MAKSIMAL UNTUK MEWUJUDKAN PANGANDARAN HEBAT"

CIJULANG - Dalam mewujudkan cita cita dan harapan masyarakat Kabupaten Pangandaran dituntut adanya kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah dengan semua unsur lapisan masyarakat, sehingga nantinya akan tercipta keselarasan dalam penataan daerah sesuai dengan harapan.

Demikian dikatakan salah seorang warga Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, A. Ilham taufik (24), dalam obrolan ringannya di sebuah warung kopi.

Menurutnya, di era transparansi dan akuntabilitas seperti sekarang ini, faktor membangun kepercayaan masyarakat merupakan tantangan utama bagi pemda. Untuk itu, lanjutnya, setiap lembaga pemerintah daerah di tuntut memiliki kinerja yang baik terutama melalui pelaksanaan program yang selaras dengan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi masyarakat serta melalui implementasi pengendalian intern di lingkungan instansi pemerintah.

“Secara pribadi saya sangat mendukung program dan kebijakan Bupati Pangandaran, H.Jeje Wiradinata yang memperioritaskan tiga program andalan, seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis dan raskin gratis yang semuanya sangat didambakan masyarakat terutama warga yang kurang mampu.”ungkapnya.(30/6)

Program dan kebijakan Bupati Pangandaran tersebut, menurutnya, perlu mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat, dan selanjutnya tinggal bagaimana penerapannya melalui SKPD terkait program tersebut sampai ke masyarakat.

“Terutama masalah yang berkaitan dengan pelayanan publik yang harus lebih ditingkatkan,"imbuhnya.

Ilham, yang saat sekarang sedang menyelesaikan program pasca sarjana ( S2) di Jogjakarta, juga mengatakan, untuk memajukan daerah, ada beberapa kerangka permasalahan yang dihadapi seluruh Pemerintah Daerah, diantaranya pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran serta mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan pelayanan diseluruh wilayah.

“Saya berharap, semoga Pangandaran bisa menjadi kabupaten yang mampu mewujudkan segala harapan masyarakatnya sesuai slogan Pangandaran Hebat yang sering kita gembar-gemborkan. “ungkapnya lagi.  (AGE)

HATI-HATI, ADA BAHU JALAN AMBLAS DI JALUR MENUJU OW BATUKARASAS

CIJULANG - Amblasnya bahu jalan sedalam 0,5 meter menuju Obyek Wisata (OW) Pantai Batukaras, tepatnya di wilayah Dusun Pasuketan Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran membuat cemas para pemakai jalan. Dikhawatirkan bila tidak cepat diperbaiki bukan tidak mungkin badan jalan bisa terbawa dan tergerus derasnya aliran sungai Cijulang.

Kejadoian tersebut baru diketahui sekitar pukul 16.00 (28/6) saat arus lalu lintas menuju pantai Batukaras sedang padat baik kendaraan roda 4 maupun dua.

Menurut salah seorang warga Batukaras, Yana (35) yang saat ini ikut mengatur lalu lintas di sekitar lokasi, kejadian ini terjadi setelah hujan mengguyur sejak beberapa hari yang lalu ketika debit air sungai Cijulang naik dengan arus yang begitu deras.

“Mungkin saja karena tanah di sekitar lokasi longsor tersebut berada di pinggir sungai sehingga kondisi tanah pun labil hingga mengakibatkan sebagian bahu jalan ikut tergerus air sungai", katanya. (29/06)

Hal senada dikatakan Edi (46) warga desa Batukaras, dari awal ia sering memperhatikan tanah harim disekitar sungai Cijulang semakin hari semakin habis akibat terkikis air dan pelebaran sungai. Dan bila hal ini tidak segera mendapat penanganan dengan memperbaiki TPT, dikhawatirkan badan jalan pun akan semakin terkikis aliran sungai.

"Saya khawatir jika hal itu dibiarkan tanpa ada perbaikan, lama-lama jalan pun akan habis terbawa aliran sungai.",ungakapnya.

Edi juga mengatakan,perbaikan TPT ini harus secepatnya, mengingat saat ini hujan kadangkala turun dengan deras membuat volume air sungai Cijulang terus meningkat membuat tepian sungai pun terus mengalami abrasi.

Sementara saat diminta tanggapannya, Kepala UPTD Pariwisata Kecamatan Cijulang-Parigi, Dadang, mengatakan, pihaknya berharap agar amblasnya bahu jalan utama menuju OWh Batukaras bisa segera diperbaiki untuk menunjang kelancaran arus wisatawan yang akan berkunjung saat liburan seperti sekarang.

"Saya berharap ini bisa secepatnya diperbaiki supaya para pengunjung yang akan berwisata ke Batukaras lancar kembali. “kata Dadang. (AGE)

JEJE WIRADINATA: “MOMEN IDUL FITRI JADIKAN PENYEMANGAT KEBERSAMAAN…”

CIJULANG-Jajaran Pemerintahan Kabupaten Pangandaran tahun ini dalam melaksanakan salat Idul Fitri  tahun 1438 H/2017 yang jatuh pada hari minggu (25/6) dipusatkan di Kecamatan Cijulang.

Bupati, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari didampingi Ketua DPRD, Iwan M Ridwan, Sekda Mahmud, SH, MH dan jajaran pemerintahan lainnya bersama ratusan jemaah masyarakat Kecamatan Cijulang pun nampak khusu mendengarkan khutbah yang digelar di mesjid Agung Al Islah.

Dalam sambutannya Jeje Wiradinata menyampaikan, pada hari kemenangan ini seluruh umat Islam hendaknya saling membukakan pintu maaf serta lebih semangat lagi dalam membangun ukuwah antar umat.

Masih dalam sambutannya, Jeje juga mengatakan, atas nama seluruh jajaran pemerintahan meminta maaf kepada seluruh masyarakat apabila dalam melaksanakan tugas masih terdapat banyak kekurangan.

“Kami semua manusia biasa tentunya tidak luput dari kesalahan, dan di hari fitri ini kami pun ingin meminta maaf lahir kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran. “kata Jeje.

jeje juga mengatakan, sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), program dan kebijakan Kabupaten Pangandaran tentunya akan lebih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, program pendidikan gratis, melaksanakan pelayanan  kesehatan gratis serat penataan kawasan wisata.

“Dalam melaksanakan visi dan misi menjadikan Pangandaran sebagai kabupaten pariwisata yang mendunia, pada tahun-tahun awal ini kami terus konsolidasi agar program berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan.” Kata Jeja lagi.

Untuk mencapai seluruh program ini, menurut Jeje, diharapkan ada kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat serta senantiasa memohon doa agar apa yang dicita-citakan bersama bisa mudah terwujud.

Untuk infrastruktur, lanjut Jeje, tahun 2017 ini seluruh jalan kabupaten minimal sudah 50 persen sudah mendapat perbaikan dengan rabat beton dan hotmik.

“Begitu juga program kesehatan, pembangunan puskesmas-puskesmas, pendidikan gratis dan pentaan pariwisata terus kita pacu. “imbuhnya.

Selain itu, masih kata Jeje, selain pembangunan fisik, harus juga dibangun karakter pendidikan dan agama, diantaranya dengan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS), bantuan oprasional kendaraan roda dua untuk MUI desa dan kecamatan serta pellaksanaan pesantren kilat untuk seluruh siswa selama bulan ramadhan.

“Pada tahun 2021 mendatang, Pangandaran hebat yang kita cita-citakan bersama, Insaalloh bisa terwujud. “tegas Jeje.

Masih dalam sambutannya Jeje pun tidak lupa mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1438 H untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Untuk seluruh umat islam di Kabupaten Pangandaran saya ucapkan selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. “ pungkasnya. (hiek)

SANTUNAN PADA YATIM PIATU WARNAI BUKA BERSAMA PARTAI GOLKAR PANGANDARAN

PARIGI-Ratusan simpatisan, kader dan pengurus Partai Golkar Kabupaten Pangandaran sore tadi (17/6) hadiri acara buka bersama yang diprakarsai pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran bertempat di sekretariat DPD di Desa Cibenda Kecamatan Parigi.

Acara buka bersama yang sudah menjadi tradisi ini langsung dipimpin ketua DPD Partai Golkar, Muhamad Taufiq, Wakil Bupati Pangandara, H. Adang Hadari sebagai dewan pertimbangan dan pengurus lainnya.

Menurut Taufiq, selain kegiatan buka bersama yang sudah menjadi tradisi Golkar, dalam kegiatan ini selain diisi dengan tausiah keagamaan, partai Golkar pun berkesempatan memberikan santunan pada anak yatim piatu dan sejumlah kaum jompo.

“Acara buka bersama ini sudah menjadi tradisi kami dan dimaksudkan untuk lebih mempererat silaturahmi antara simpatisan, kader dan seluruh pengurus partai Golkar Kabupaten Pangandaran. ”kata Taufiq.

Beberapa menit menjelang adzan maghrib, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam sambutan singkatnya menyampaikan, saat-saat seperti ini merupakan saat bahagia bagi umat islam yang sedang menjalankan ibadah pusa.

Adang juga mengatakan, pada bulan yang penuh rahmat ini, sebaiknya umat lebih memperbanyak amalan ibadah seperti saling tolong menolong khususnya sesama muslim.

“Saya pikir sebelum buka puasa ini sebaiknya diisi dengan tausiah bukan dengan sambutan. “ungkapnya.

Adang pun berpesan kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar untuk selalu meningkatkan tali
silaturahmi baik selama bulan ramadhan atau pun di bulan-bulan lainnya. (hiek)

DAMPAK PERHUTANI KURANG INOVATIF ? DARI TAHUN KE TAHUN KUNJUNGAN KE TWA CAGAR ALAM TERUS MENURUN

PANGANDARAN-Perum Perhutani yang sudah puluhan tahun mengelola Taman Wisata Alam (TWA) Pananjung Pangandaran dikeluhkan banyak pihak. Pasalnya, Perhutani dianggap  selama ini tidak pernah melakukan langkah-langkah inovatif sehingga dari tahun ke tahun pengunjung pun cenderung menurun.
Seperti disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin dan Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran, Edi Rusmiadi. Mereka berdua sama-sama memberikan nilai minus pada kinerja BUMN ini.

“Perhutani merupakan BUMN harusnya profit oriented, dan untuk menjadi pwerusahaan yang menguntungkan dituntut harus terus berinovasi. “ungkap Edi.(6/6)

Kalau manajemennya terus seperti ini, lanjut Edi, TWA Cagar Ala mini arahnya mau dibawa ke mana, dari tahun ke tahun tidak ada perubahan dan terkesan asal-asalan.

Edi menambahkan, ia sangat menyayangkan terpuruknya TWA Cagar Alam Pananjung, padahal selain ada pemandangan pantainya, banyak lagi yang bisa dijual pada wisatawan, seperti hutannya yang rimbun berhawa sejuk, goa alam  atau kekayaan bukti sejarah keberadaan goa jepang bisa dijadikan destinasi wisata legendaris.

Edi juga menuturkan, hasil pantauan di lapangan serta berdialog dengan para pengelola, dapat disimpulkan ternyata perhutani memang terkesan tidak punya inisiatif dengan alasan menunggu instruksi pimpinan pusat. Seharusnya Asper Pangandaran, paling tidak kantor yang ada di lokasi punya keterpanggilan dan tanggungjawab moral.

Dan kalau memang merasa tidak mampu, sambung Edi, paling ada keinginan untuk menggandeng potensi masyarakat lokal, seperti Kompepar, Himpunan Pemandu atau lainnya  diajak diskusi.

“ Ini juga kalau memang pihak perhutani terbuka dan ada kemauan,” kata Edi.

Menurut Edi, banyak inovasi yang bisa dilakukan, seperti menjadikan sebagai wahana wisata edukatif, dengan lokalisasi satwa-satwa koleksi serta pelabelan jenis-jenis pohon yang ada di sana.

Diminta tanggapannya, Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resort Pangandaran Yana Hendrayana mengatakan, Perum Perhutani mendapat Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) dari Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 1996.

Dan izin pengelolaannya, lanjut Yana, masih tersisa selama enam tahun lagi. Namun menurutnya, bisa saja sewaktu-waktu izin tersebut dievaluasi dan dicabut jika kinerjanya tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Yana juga membenarkan, jika dari tahun ke tahun memang terjadinya penurunan kunjungan wisatawan. Ia menduga salah satu faktornya,karena tiadanya inovasi di TWA sehingga mungkin membosankan.

“Di ijin IPPA itu, tugas pokok Perhutani itu mulai dari menjaga keamanan, kebersihan dan pengadaan saran-sarana wisata dan itu harus berinovasi, karena itu yang akan menjadi daya tarik bagi wisatawan,”jelasnya. (hiek)

ADA PERUBAHAN JADWAL, FESTIVAL LAYANG-LAYANG TAHUN INI DIGELAR BULAN JULI

PANGANDARAN-Ajang tahunan pariwisata Pangandaran Kite Festival (Festival Layang-Layang Pangandaran) tahun 2017 kembali rencananya kembali akian digelar tanggal 15-16 Jul mendatang. Dan kegiatan pada bulan Juli tahun ini menandai, kembalinya even festival ini ke jadwal semula setelah beberapa tahun ke belakang menjadi rangkaian acara hari jadi Kabupaten Pangandaran, bulan oktober.

“Setelah dievaluasi, cuaca bulan oktober kurang mendukung ditambah bukan itu kegiatan hari jadi yang menumpuk, jadi kita sepakat dipindahkan lagi ke bulan Juli,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Undang Sohbarudin.(9/6)

Usai memimpin rapat sosialisasi kegiatan ini di Gedung TIC, kepada awak media Undang juga menyampaikan, selain masalah padatnya waktu pada bulan oktober, menurutnya, ada beberapa perubahan mencolok dalam ajang tersebut tahun ini. Seperti, dari sisi anggaran yang dipangkas hampir lebih dari setengahnya.

Ia menjelaskan, jika helatan tahun lalu nilai anggarannya sekitar Rp 200 juta, tahun ini hanya Rp 96 juta. Minimnya anggaran ini, lanjut Undang, memaksa panitia dan pemerintah untuk berpikir kreatif agar kuwalitas Kite Festival tetap terjaga, bahkan kalau bisa lebih baik dari tahun-tahun lalu.

 “Tema yang akan kita angkat tahun ini merupakan kearifan lokal, yaitu layang-layang tradisional, seperti sawangan atau layang-layang malam dengan lampu hiasan kerlap-kerlip. ” terang Undang.

Dan untuk menambah semarak festival laying-layang tahun ini, masih kata Undang, diadakan sejumlah lomba yang akan merangkul lembaga pemerintah dan komunitas yang ada di masyarakat, di antaranya lomba layangan antar-SKPD, antar kecamatan serta antar desa.

“Begitu juga dalam kegiatan lainnya, mulai dari sajian aneka kuliner hingga seni pertunjukan budaya seni tradisional, seperti Ronggeng Gunung”imbuh Undang.

Masih di tempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Asep Yuliludin menyampaikan, untuk menyiasati minimnya anggaran kegiatan tahun ini, panitia akan mencari dukungan pihak ketiga.
Asep optimistis, kegiatan akan berlangsung meriah karena selain dukungan langsung dari masyarakat, panitia pun tetap mengundang peserta dari luar.

“Sejauh ini Malaysia dan Singapura sudah menyatakan kesiapannya, tapi mereka tidak ikut sertakan dalam lomba, tapi eksibisi,” punkas Asep. (hiek)

Direksinya “Alergi” Wartawan ? PT. PECU JAUH DENGAN WARGA SEKITAR PABRIK

SIDAMULIH - PT Pacifik Easteren Coconut Utama (PECU) yang berada di  Kecamatan Sidamulih Kabupaten  Pangandaran , merupakan salah satu penyumbang untuk sektor ekonomi lokal, dalam hal employments, langsung atau tidak langsung dari penciptaan industri pengolahan kelapa di wilayah Pangandaran yang hingga saat ini sudah memperkerjakan sekitar 780 karyawan asli pribumi.

Namun sangat disayangkan, kebesaran industri berskala nasional ini tidak dibarengi dengan kesediaan Sumber Daya Manusia (SDM) pimpinan  tersebut untuk bisa bersosialisasi dengan warga lain di sekitar area pabrik.

Tidak hanya itu, PT Pecu juga terkesan sangat tertutup dalam menjalin komunikasi saat beberapa awak media ingin mengetahui keberadaan, kegiatan dan ingin mengetahui dampak dari pabrik yang menghasilkan santan kering ini.

Seperti diketahui, selama ini aktivitas produksi di PT Pecu telah mencemari aliran sungai Citonjong, yang mengakibatkan sungai tersebut berwarna hitam dan berbau.

Malah, menurut salah seorang warga, sungai yang tadinya banyak sekali ikannya, sekarang biota air seperti ikan, kepiting dan udang tersebut sudah tidak nampak lagi.

Tidak kooperatifnya PT Pecu terhadap wartawan, seperti diungkapkan salah seorang wartawan mingguan, Agus Halim, ia sangat kecewa dengan sikap pimpinan perusahaan Pecu terutama bagian humas yang seharusnya bisa memberikan penjelasan yang terang agar masalah yang ada bisa diposisikan sebagaimana mestinya.

Sudah lima kali, menurut Agus, ia datang ke bagian humas (Roni-red) untuk komfirmasi berita tentang pencemaran sungai citonjong, tapi setiap kali kesana selalu beralasan sedang keluar, meeting atau alasan lainnya.

“Saat ditelepon via telepon celullernya  sering tidak aktif  dan kalau pun aktip tidak pernah diangkat. “imbuh Agus.

Padahal selama ini kedatangannya hanya ingin konfirmasi tentang isu yang beredar di warga sekitar, pabrik Pecu sudah mencemari air sungai dan air sumur warga.

“Niat saya baik kok, saya perlu tanggapan dari PT Pecu agar berita yang saya tulis bisa berimbang, tapi karena kenyataan seperti ini, ya maaf saja saya menulis berita hanya dari satu sumber saja, dari warga sekitar pabrik.", jelas Agus

Hal senada dikatakan Juhandi (50), warga Dusun Ciokong  Desa Sukaresik dan Tata (45) warga Desa Cikembulan. Menurut mereka, perusahaan PT.Pecu terutama pimpinannya memang tidak pernah bersosialisasi dengan memasyarakat warga sekitar pabrik, terkesan angkuh dan susah ditemui.

"Entah kenapa, jangankan wartawan yang tidak mereka kenal, warga pun susah jika ingin bertemu pimpinan perusahaan dan memang betul direksi PT Pecu tidak dekat dengan warga. “tegas mereka.

Warga pun berharap, pihak PT.Pecu bisa lebih dekat dengan warga. Jadi, kalau ada apa apa, seperti masalah pencemaran sungai Citonjong dan sumur-sumur, warga hanya butuh kejelasan serta normalisasi.

“Lagi pula apa ruginya sih dekat dengan masyarakat. “ungkap Jahidin. (AGE)

PETANI DI 2 DESA KABUPATEN PANGANDARAN TERIMA BANTUAN BENIH PALA DAN CENGKIH

CIJULANG – Dalam rangka meningkatkan sektor pertanian, Pemerintah Daerah Pangandaran melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan benih pala dan cengkih untuk petani yang ada di dua kecamatan, Kecamatan Parigi dan Langkaplancar.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Herdianto mengatakan, sebanyak 1.692 pala dan 2.600 batang cengkih tersebut disalurkan diantaranya, di Desa Selasari Kecamatan Parigi dan Desa Sukamulya Kecamatan Langkaplancar, yang akan ditanam pada luas lahan seluruhnya sekitar 20 hektar.

Di Selasari penanaman dilakukan di atas lahan 10 hektare, untuk tanaman pala 5 hektare dan pohon cengkih 5 hektare.

“Sementara di Desa Sukamulya pun sama, penanamannya di atas lahan 10 hektar, yang masing-masing untuk pala 5 hektar dan dan cengkih 5 hektar." Imbuh Hrdianto.

dikatakan Herdianto, bantuan ini seluruhnya didanai dari APBD Kabupaten Pangandaran tahun 2017 senilai Rp.66 juta dengan target capaiannya dapat meningkatkan penghasilan petani.

di tempat yang sama, Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Rusyana menjelaskan, prosfek hasil tanaman perkebunan di Pangandaran sangat menjanjikan. Buah pala bisa panen pertama 3 tahun setelah penanaman, sedangkan cengkih 7 tahun sejak masa tanam.

Dan  kelebihan dari dua jenis tanaman tersebut, menurut Rusyana, harganya cenderung stabil, tidak pernah mengalami penurunan..

"Mudah-mudahan penyaluran benih ini bisa memotivasi petani Pangandaran agar tingkat ekonomi khususnya dari sektor pertanian terus meningkat. " pungkasnya. (hiek)

5 DARI 12 ASN PEMKAB PANGANDARAN PELANGGAR DISIPLIN, SEGERA DIBERHENTIKAN

PARIGI- 5 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pangandaran diberhentikan secara hormat setelah sebelumnya diberikan sanksi hukuman berat.

menurut Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karir Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran, Ganjar, sebelumnya Pemda Pangandaran juga sudah menjatuhkan hukuman disiplin kepada 12 ASN.

masih kata Ganjar, dari 12 ASN yang diberikan sanksi, rinciannya, fungsional umum sebanyak 5 orang, struktural 3 orang, penilik 1 orang dan guru 2 orang.
Ganjar juiga mengatakan, hukuman pada 12 ASN tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 dan Undang Undang ASN Nomor 5 tahun 2014.

"Pada proses berlakunya sanksi ada dua kategori penjatuhan hukuman, diantaranya 6 orang dievaluasi di masing-masing SKPD dan 6 lagi dikarantina di Setda,"terang Ganjar.

Hingga saat ini, dari ke 12 ASN yang telah dilakukan pembinaan dan evaluasi, karena dianggap  benar-benar telah melakukan pelanggaran PP dan Undang-undang tentang ASN, 5 orang ASN  akan diberhentikan.

"3 orang sudah resmi di SK kan pemberhentiannya, sedangkan 2 ASN lagi masih dalam tahap penyusunan SK pemberhentian,"ujarnya.

Sementara menurut Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis, 5 ASN yang diberhentikan merupakan 6 ASN yang dikarantina di Setdam sedang untuk yang seorang lagi, lanjut Muhlis, dianggap tingkat kedisplinannya meningkat.
“Dan untuk 5 orang yang akan diberhentikan, karena mereka tidak ada perubahan disiplin selama masa karantina, “jelas Muhlis.

ditambahkan Muhlis, berdasarkan UU ASN Pasaal 87 ayat 3, jika seorang ASN mangkir kerja selama 46 hari baik berturut-turut atau pun tidak masuk kerja selama satu tahun, maka akan diberhentikan secara hormat. Dan penjatuhan hukuman berdasarkan PP Nomor 53/2010 Pasal 10 angka 9 hurup d, untuk sanksi yang diberlakukan diberhentikan secara tidak hormat.

“Namun seandainya ASN tersebut telah bertugas lebih 20 tahun dan usianya 50 tahun, maka masih memiliki hak pensiun. “jelas Muhlis lagi. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN