PEMKAB PANGANDARAN GELAR WELCOME PARTY JELANG POPWILDA JABAR 2017

PARIGI – Bertempat di aula setda Kabupaten Pangandaran, minggu malam (14/5) digelar acara welcome party dalam rangka menyambut perwakilan peserta Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah ( POPWILDA) Jawa Barat  yang diikuti tujuh kabupaten/kota, diantaranya, Kabupaten Indramayu, Cirebon, kotamadya Cirebon , Kabupaten Kuningan,  Sumedang, Majalengka dan Kabupaten Pangandaran sebagai tuan rumah. Kegiatan POPWILDA akan mempertandingkan beberapa cabang olahraga (cabor) seperti, Bola volly, Bulutangkis, Tenis Meja, Bola Basket, Tenis Lapang, Sepak Bola, Sepak Takraw dan Pencak Silat, yang akan dilaksanakan mulai senin besok (15/5) di beberapa lokasi pertandingan tiap-tiap cabor.

Bupati Pangandaran,  H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh kontingen peserta POPWILDA Jabar yang akan mulai bertanding esok hari.

"Kami ucapkan Selamat datang kepada perwakilan peserta POPWILDA dari seluruh kontingen tujuh kabupaten/kota yang telah berkenan hadir dalam acara welcome party ini. “kata Jeje.(14/5)

Dalam rangka silaturahmi jelang dimulainya POPWILDA, lanjut Jeje, Pemkab Pangandaran menyampaikan permohonan maaf  apabila dalam penyambutan ini kurang meriah. Kabupaten Pangandaran yang baru berusiai 4 tahun,  saat ini sedang giat-giatnya membangun terutama penataan kawasan wisata.

“Nanti kami akan mengajak para tamu undangan yang hadir untuk bisa mengenal dan menikmati obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran tanpa harus membeli tiket masuk alias gratis, asalkan nanti bisa mempromosikan pariwisata Pangandaran bila sudah kembali ke daerah masing-masing setelah pelaksanaan POPWILDA selesai."sambung Jeje.

Jeje juga menyampaikan,  sebagai tuan rumah POPWILDA, Pangandaran siap memberikan pelayanan terbaik selama  even berlangsung kepada semua kontingen.

Masih dalam acara tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran pun berkesempatan memberi cinderamata kepada seluruh perwakilan peserta POPWILDA. (AGE)

BAZNAS PANGANDARAN SALURKAN ZAKAT MELALUI RTLH

MANGUNJAYA-Walau baru berumur beberapa bulan saja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pangandaran sudah mampuh membuktikan keberadaannya untuk menanganai masalah zakat di Pangandaran.
BAZNAS Kabupaten Pangandaran, dengan salah satu program unggulannya, bedah rumah untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu ddengan anggaran bersumber dari dana terkumpul dari zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang dibayar para Pegawai Negeri Sipil melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap-tiap SKPD.

Salah seorang warga Rt 16 Rw 06 Desa Sindangjaya Kdecamatan Mangunjaya, Kumdari merasa senang saat ia mengetahui rumahnya masuk dalam daptar RTLH Baznas Kabupaten Pangandaran.

“Saya sangat berterima kasih kepada baznas yang sudah memberikan bantuan untuk perbaikanb rumah saya. “ungkapnya.((12/5).

Sementara menurut Ketua Baznas Pangandaran, Drs Hendri, rumah yang dibedah merupakan rumah warga tidak mampu yang kondisinya tergolong tidak layak huni berdasarkan usulan dan data dari desa.

“Syarat utama penerima RTLH, rumah harus milik sendiri dan masuk dalam golongan warga miskin sementara kriterianya harus memenuhi syarat untuk dibantu. “jelas Hendri.

Dikatakan Hendri, program bedah rumah dari Baznas ini serentak disalurkan di seluruh Kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.

“Namun tahun ini baru bisa mengusulkan 1 KK saja per kecamatannya. “jelas Hendri lagi.

Ini program pertama dari baznas ini, kata Hendri,  akan terus berjalan sesuai dengan kondisi anggaran, dan masyarakat diharapkan jangan ragu-ragu untuk membayar zakat, karena baznas akan menyalurkan zakat yang terkumpul untuk kemaslahatan umat. 

Insya Allah akan kami tasharufkan sesuai ketentuan syariat maupun perundang-undangan yang berlaku” katanya. (Toni  T)

BUPATI PANGANDARAN APRESIASI SMAN I PARIGI, LULUS 100 % DAN 34 SISWA LOLOS SNMPTN

PARIGI –Acara perpisahan kelas XII SMA Negeri I Parigi yang digelar di Gedung Olaharaga (GOR) yang dihadiri Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, H. Surman dan orang tua siswa, sabtu lalu (13/5) berlangsung semarak.

Menurut Wakil Kepala SMAN I Parigi sekaligus bidang kesiswaan, Wawan Suwandi, Spd, Mpd  dalam sambutannya menyampaikan, dari jumlah 329 siswa peserta UN bisa lulus 100%. 

“Setelah dilakukan beberapa pertimbangan seluruh guru pengajar, akhirnya bisa lulus semua dan saya juga berbangga hati karena dari 60 siswa yang ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN-red) tahun 2017, 34 siswa berhasil  lolos seleksi. “ungkapnya.

Sementara Kepala SMAN I Parigi, H. Eman Hermawan dalam sambutannya berpesan agar semua siswa yang di wisuda saat ini jangan sampai melupakan para guru yang telah membimbing dan mengajar selama menimba ilmu di SMAN I Parigi.

"Yang namanya guru itu tidak ada sebutan mantan guru, jadi sampai akhir hayatnya pun tetap sebagai guru yang telah memberikan ilmu kepada kita semua" tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan rasa apresiasinya pada prestasi kelulusan serta hasil SNMPTN siswa-siswi SMAN I Parigi yang bisa menjadi kebanggaan baik almamater atau pun daerah.

"Saya sebagai Bupati Pangandaran tentunya merasa bangga dengan segala prestasi yang sudah diraih anak didik SMAN I Parigi dan yang lebih membanggakan lagi dua siswanya bisa masuk di Fakultas kedoteran Unpad", paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Jeje pun berpesan kepada seluruh orang tua siswa agar tidak cepat-cepat menikahkan anaknya dan hanya puas dengan ijazah SMA saja, tapi biarlah anak tersebut melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi untuk meraih cita-citanya.

"Pesan dari saya, para orang tua siswa jangan dulu anaknya disuruh menikah karena selain usianya masih belia, mereka pun masih punya harapan untuk bisa menggali potensi diri demi masa depannya. “kata Jeje.

Menurut Jeje, ia berharap para orang tua bisa melanjutkan anak-anaknya ke perguruan tinggi, karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun negeri ini.

"Saya berharap dan memimpikan sepuluh tahun ke depan semua siswa yang saat ini diwisuda bisa memberikan yang terbaik untuk Pangandaran, lebih-lebih ada yang bisa jadi bupati, Mentri juga pejabat lainnya, seperti halnya Ibu Susi Pujiastuti yang membuat harum Pangandaran, dan salah satu kunci utama  untuk meraih sukses adalah jujur dan disiplin", imbuh Jeje. (AGE).

WARGA CIBULUH KELUHKAN ABRASI SUNGAI RANCAWUNGU

Add caption
KALIPUCANG - Warga Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran berharap Pemerintahan Kabupaten Pangandaran memperhatikan nasib mereka. Pasalnya, selama ini warga khawatir terjadi longsor yang diakibatkan semakin terkikisnya jalan oleh abrasi sungai tersebut, karena tidak jarang juga air sungai meluap menutupi badan jalan sehingga sarana transportasi warga pun terhambat.

Genangan air yang menutupi jalan tersebut diakibatkan saluran air yang ada disekitar jalan  tidak berfungsi maksimal. Akibatnya, sarana transportasi rusak dan roda perekonomian desa pun jadi tersendat.

“Sebenarnya hal ini sudah saya sampaikan ke pemda. “terang Kepala Desa Cibuluh, Budi Andrianto.(12/5).

Pada tahun 2015, menurut Budi, pihaknya sudah mengajukan proposal, namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari pemda. Proposal itu dibuat karena permintaan warganya yang khawatir jalan penghubung desa akan terputus longsor dan kikisan abrasi sungai Rancawungu.

“Saluran air sangat di butuhkan warga Dusun Cibuluh, dan kalau tidak secepatnya ditanggulangi dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian warga. “imbuh Budi.

Sebab, meurut Budi, di Rancawungu ada sekitar 25 hektar hamparan sawah petani,  karena warga desa mayoritas bermata pencaharain sebagai.

“Kami juga berharap kepada DPRD untuk mendorong pemda melalui dinas terkait agar segera memperbaiki serta merealisasikan apa yang menjadi keluhan warga. “pungkasnya.(AGE)

“BAKSO KALMUD” ALA AMIN KEPO

CIJULANG - mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama jajanan bakso, kuliner satu ini yang biasanya sangat disukai para kaum wanita. Dengan bentuknya yang bulat berbahan dasar tepung terigu dan daging  ini memang tiada duanya dan selalu menjadi makanan paforit.

Salah satunya bakso Amin Kepo, dengan sajian khasnya “bakso kalmud" ( bakso kelapa muda). Yang berbeda dari baso kalmud ini, sajian bakso dan kuahnya tersebut dimasukan ke dalam kelapa muda setelah air kelapa muda tersebut diambil untuk sajian minumannya.

Saat  PNews  mencoba bakso kalmud Amin Kepo yang berlokasi di depan Kantor Polsek Cijulang, menurut Amin kepo, awalnya ia hanya coba-coba untuk mencari inovasi baru dalam sajian baksonya.

“Eh, ternyata banyak peminatnya bahkan pembeli yang datang kesini banyak juga dari luar Cijulang. “ujarnya.(11/5)

Dikatakan Amin, sejak kreasinya yang mencapurkan gurihnya rasa bakso dalam kelapa muda, Amin pun bersyukur karena bisa kebanjiran pembeli,

“Harga satu porsi bakso kalmud dibandrol hanya Rp 20 ribu saja,  dan Alhamdulillah para konsumen bisa merasakan kepuasan setelah menyantap bakso kalmud", imbuhnya. (AGE)

DPRD DAN GMBI TANDATANGANI MOU UNTUK KEMAJUAN PANGANDARAN

PARIGI- Untuk menyikapi semakin rapuhnya nilai-nilai NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia) di negeri ini, Ormas GMBI ( Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) melakukan audens dengan DPRD Kabupaten Pangandaran yang dipimpin langsung Ketua DPRD, Iwan M Ridwan, S.Pd, M,Pd serta anggota komisi I dan III bertempat di ruang bamus. (10/5).

Menurut ketua GMBI Pangandaran, Nandang Suhendar, pihaknya siap bersinergi dengan pemerintahan Kabupaten Pangandaran untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan dinamis.

 "Sebagai generasi muda yang mempunyai rasa solidaritas pasti punya kewajiban membangun untuk mempertahankan NKRI karena NKRI merupakan harga mati. “kata Nandang.

Dengan demikian, lanjutnya, sebagai generasi penerus bangsa dan negara, khususnya anggota ormas GMBI harus mempunyai rasa solidaritas dan militansi untuk  membentuk keutuhan NKRI.

"GMBI siap berkomitmen mempertahankan Pancasila,  UUD 1945 dan Bhineka tunggal ika,  juga siap untuk memberantas paham komunisme,  Narkoba,  korupsi dan paham-paham yang akan merubah ideologi Pancasila", tegasnya.

Ditambahkan Nandang, semua elemen harus dapat membangun tali persaudaraan yang erat demi persatuan dan kesatuan sesuai motto GMBI, NKRI adalah Harga Mati.

”Artinya, sekali melangkah ke depan pantang untuk mundur dan kitapun harus berani tampil ke depan" imbuh Nandang.

Sementara menanggapi auden tersebut, Ketua DPRD, Iwan M Ridwan mengatakan, pernyataan sikap GMBI untuk bekerjasama dengan pemerintah serta untuk mempertahankan keutuhan NKRI ini sangat mengapresiasi semua.

"Saya sangat bangga dengan pernyataan sikap GMBI yang siap bersinergi dengan Pemerintahan Kabupaten Pangandaran, saat ini mungkin baru satu ormas yang menyatakan sikapnya seperti ini, mudah-mudahan ke depannya sikap ini diikuti oleh ormas-ormas lainnya di Pangandaran"tandas Iwan.

Usai audens, Ketua DPRD dan GMBI pun berkesempatan menandatangi MOU kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak.  (AGE)

Info Lapangan Kerja Baru, PT. JAPFA COMFEED INDONESIA. Tbk BUKA CABANG DI PANGANDARAN

CIMERAK - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang agri-food terbesar dan terintegritas di Indonesia. Unit bisnis utama perusahaan ini, pembuatan pakan ternak, pembibitan ayam, pengolahan unggas serta pembudidayaan pertanian.

Untuk pengembangan usahanya, saat ini PT. Japfa comfeed Indonesia.tbk sedang  merintis membangunan jaringan perusahaannya di Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Desa Sukajaya  Kecamatan Cimerak.

Salah sorang perwakilan PT. Japfa comfeed Indonesia.tbk wilayah selatan, Syamsul (45) , menjelaskan, perusahaannya akan menempati lahan seluas 32 hektar, dan direncanakan untuk  kandang ayam dengan ukuran 14m x 120m sebanyak 32 di lahan seluas 6 hektar, dan sisanya akan dibuat lahan penghijauan disekitar bangunan kandang sehingga nantinya lingkungan sekitar kandang pun akan terlihat hijau dan asri.

"Proyek pembangunan ini mudah mudahan bisa selesai akhir tahun 2017 ini,  paling tidak pembangunan kandang ayam tahun ini minimal dua bangunan kandang bisa diselesaikan", terang Syamsul.(06/05)

Menurut Syamsul, keunggulan dari perusahaan ini meliputi integrasi vertikal dan skala ekonomi, artinya, perusahaan menjalin hubungan baik antara operasional yang dilakukan di hulu dengan hilir.

“Dengan dijaganya hubungan tersebut maka akan terjamin kualitas produk yang unggul di samping itu dengan skala ekonomi, Japfa pun menawarkan produk-produk dengan biaya yang terjangkau bagi konsumen Indonesia", tambah Syamsul.

Dikatakan Syamsul, PT. Japfa merupakan penghasil domestik DOC ayam broiler, ayam layer dan pullet terkemuka di Indonesia yang memiliki jaringan lebih dari 80 fasilitas pembibitan dan penetasan DOC yang tersebar di wilayah tanah air.

Disoal rekrutmen tenaga kerja, menurut Syamsul, PT. Japfa comfeed, 80 % pegawainya tentu akan memakai tenaga kerja asli daerah.

“Dan sekitar 20% tenaga ahlinya kami bawa dari kantor pusat. ", jelas Syamsul. (AGE).

KELUHAN WARGA PASCA PEMBONGKARAN DI HARIM SUNGAI CIJULANG

CIJULANG - Seorang warga Dusun Haurseah Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Agus beserta isterinya, Iis merasa sedih saat melihat bangunan bekas miliknya di sempadan sungai Cijulang ( jalur menuju obyek wista Green Canyon). Pasalnya, setelah ia menerima 3 Surat Peringatan (SP) pebruari lalu dari Pemkab Pangandaran yang mengharuskan bangunan tersebut dibongkar, tapi saat ini masih menyisakan sebagian bangunannya yang belum dibongkar.

Menurut Iis, merasa sedih apabila kebetulan melewati bekas rumahnya tersebut  yang masih berdiri kokoh.

"Entah kenapa saya merasa sedih kalau bangunan itu dibiarkan terus berdiri, karena saya kira waktu itu mau langsung diratakan. ”ungkap Iis. (6/5).

Iis mengaku, bangunan yang menghabiskan biaya Rp 100 juta itu hasil dari menjual kebun miliknya.  Sebagai orang yang punya penghasilan pasa-pasan tentunya uang sebesar itu sangat berarti bagi keluarganya.

“Kalau bisa, sebaiknya pemda meneruskan pembongkaran rumah saya sampai rata dengan tanah agar saya tidak teringat terus karena sedih rasanya bila mengingat rumah itu. “ungkap Iis lagi.

Dikatakan Iis, memang ia sudah pasrah dan ikhlas bila memang keberadaan bangunan rumahnya menyalahi aturan karena berdiri di harim sungai, hanya ia minta agar secepatnya bangunan itu dirobohkan saja.

Iis berharap Pemkab Pangandaran bisa segera mengabulkan keinginannya agar harim sungai disekitar obyek wisata Green Canyon  benar-benar jadi Ruang Terbuka Hijau ( RTH).

“Mungkin bila sudah jadi RTH akan membuat tempat wisata green canyon semakin lebih tertata indah dan tentunya saya pun bisa segera melupakan bekas rumah saya tersebut. “kata Iis. (AGE)

H SURMAN: “TATANAN BUDAYA BERKAITAN ERAT DENGAN PENDIDIKAN BERKARAKTER”

PANGANDARAN- Sebagai masyarakat tentunya semua berkeinginan agar bisa mempunyai kebudayaan yang lebih baik. Begitu juga pendidikan, berharap bisa lebih baik dan maju. Dalam  ruang lingkup kebudayaan pun sangat luas, ia mencakup segala aspek kehidupan manusia dan pendidikan merupakan salah satu aspek di dalamnya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemudan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Pangandaran,  Drs. H. Surman, M.Pd. menurutnya, pendidikan yang terlepas dari kebudayaan akan menyebabkan alienasi dari subjek yang dididik serta bisa menyebabkan matinya kebudayaan itu sendiri. Sebagai suatu proses yang kompleks, tentunya diperlukan sebuah sistem yang dapat mendukung tercapainya tujuan dari pendidikan itu sendiri.

“Dalam perwujudannya, sebagai satu daerah yang memiliki budaya tentunya tujuan dan sistem pendidikan di Pangandaran harus berlandaskan pada budaya sesuai dengan kurikulum", ungkapnya.(5/5).

Surman yang ditemui PNews di ruang kerjanya, menambahkan, melalui pendidikan bisa dibentuk suatu tatanan kehidupan bermasyarakat yang maju dan berkarakter berdasarkan nilai-nilai dan norma budaya.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, dari konsep budaya pendidikan berfungsi sebagai upaya untuk melestarikan budaya satu daerah agar tetap bisa dirawat dengan baik serta menjaga dari kepunahan akibat kemajuan jaman dan tekhnologi.

"Seperti halnya kita yang berada di daerah wisata sudah pasti akan ada pengaruh budaya luar yang dibawa wisatawan baik asing maupun domestic dan dengan alasan itu pendidikan menjadi ujung tombak dalam menetralisir pengaruh budaya negatif ", imbuhnya.

Ditambahkan Surman, kalau dibandingkan dengan budaya di Bali, akan nampak ciri khas di setiap bangunan, baik itu sekolah, kantor pemerintahan dan swasta serta hotel semuanya melukiskan karakteristik pulau dewata. Dari arsitek bangunan pun orang akan mengenal, dan itu berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

"Coba kalau kita terapkan ciri khas budaya tersebut di Pangandaran sebagai kota wisata, pastinya orang akan lebih mengenal Pangandaran lewat tatanannya yang mencerminkan karakteristik budaya masyarakat kita yang santun dan agamis", tandasnya.

Dari aspek ekonomi, masyarakat Pangandaran akan bangga dengan komoditi gula aren asal Kecamatan Langkaplancar, gula kelapa dari Cimerak, ikan laut tangkapan para nelayan Pangandaran,  Bojongsalawe, Batukaras,  Madasari dan muaragatah.

 Begitu juga aspek seni budaya,  ada tarian Ronggeng gunung,  seni Badud dan yang lainnya, yang pasti semuanya akan menjdi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Pangandaran.

“Seandainya kita semua sudah merasa memiliki Pangandaran pastinya akan bisa tercapai cita cita dan visi-misi kita menjadi kabupaten wisata yang mendunia", pungkas Surman. (AGE)

SALIMIN: ”HATI-HATI, PENGUSAHA BANDEL AKAN DISEGEL..”

PARIGI - Seperti pada tulisan berita sebelumnya, ada sekitar enam pondasi tower jaringan celuller yang tersebar dibeberapa tempat, seperti  1 tower di Kecamatan Cijulang, Parigi 2 tower,  Kalipucang 2 tower dan Kecamatan Padaherang 1 tower, yang sudah disegel Pemkab Pangandaran karenakan belum memilki ijin.

Menurut Kabid Penyelenggara Perijinan Dinas BPPTPM Kabupaten Pangandaran, Salimin saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, yang sudah memenuhi perijinan hanya baru dua tower yang berlokasi di Kecamatan Kalipucang, sedangkan sisanya masih dalam proses perijinan.

"Baru 2 tower jaringan celluler yang sudah punya ijin, pertama tower yang ada di Putrapinggan dan satu lagi di Desa Banjarharja Kecamatan Kalipucang.", terangnya. (04/05).

Disoal keberadaan tower yang sudah berdiri di belakang Pasar Parigi, Salimin menjelaskan,  meski sudah berdiri tapi tower tersebut belum mempunyai ijin, dan  itu jelas-jelas sudah  melanggar aturan.

Salimin juga mengatakan, dulu saat pemda menyegel tower tersebut, masih berupa pondasi belum berdiri seperti saat sekarang. Menurut Salimin, saat itu pun pihaknya memerintahkan agar sebelum segel itu dibuka jangan ada kegiatan dulu apalagi meneruskan bangunan.

“Makanya sekarang saya tegaskan akan menyuruh perusahaan tersebut menurunkan lagi bangunan tower itu, walau ijinnya sudah keluar,  saya akan kembali ke awal dari titik nol lagi", tegasnya.

Menurut Salimin, ia sudah bertekad apa pun resikonya harus bisa menegakan perundangan yang berlaku terutama dalam bidang perijinan usaha.

“Alhamdulillah, silahkan cek,  sampai saat ini saya belum pernah menerima satu rupiah pun suap dan walau pun ada mengiming-imingi tetap akan saya tolak",tegasnya lagi.

Salimin menghimbau untuk para pengusaha, hendaknya memenuhi aturan yang berlaku dan  jangan membandel, tempuh mekanisme perijinan sesuai prosedur sebelum usaha itu dilaksanakan.

“Karena dengan cara seperti itu, berarti anda yang akan berinvestasi bisa  memberi kontribusi untuk PAD Pemkab Pangandaran", pungkasnya.  (AGE)

MENTERI SUSI AKAN HADIRI “GEMASATUKATA” DI PANGANDARAN

CIJULANG-Untuk membangun kesadaran dan parisipasi aktif masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIMKHP) menyelenggarakan bulan bakti karantina ikan dan mutu hasil perikanan 2017.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelutan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran, Rida Nirwana Kristiana, S.Sos, M.Si dalam wawancara dengan PNews di ruang kerjanya.

“Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 20 april sampai dengan 19 mei 2017. “terang Rida.(4/5).

Dikatakan Rida, melalui tema GEMASATUKATA (Gerakan Masarakat Sadar Mutu dan Karantina Ikan), diharapkan bisa wujudkan kedaulatan keberlanjutan dan kesejahteraan masayarakat kelautan dan perikanan, dan kegiatan ini serempak dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh Unit Kerja Pusat dan UPT Karantina Ikan yang ada di setiap daerah.

Direncanakan, puncak kegiatannya akan dilaksanakan tanggal 18 mei 2017 di Kabupaten Pangandaran yang akan dihadiri langsung Menteri KKP, Susi Pujiastuti.

“Dalam acara puncak tersebut akan diberikan beberapa penghargaan kepada mitra yang berprestasi. “lanjut Rida.

Selain pemberian penghargaan, lanjut Rida, menteri Susi Pujiastuti pun dijadwalkan akan bertemu masyarakat nelayan, pembudidayaan dan pengolahan ikan, pelepas liaran benih lobster dan kepiting di bawah ukuran, sunatan massal masyarakat nelayan, bazar kelautan dan perikanan, pembagian ikan sehat dan bermutu, penyerahan bantuan dari KKP serta penyerahan hadiah lomba poto dan drone.

“Kami juga mengundang kehadiran dan dukungan serta partisipasi UMKM binaan kelautan dan perikanan. “imbuh Rida. (Anton  AS)

TERKAIT INFRASTRUKTUR JALAN, AMB GELAR AUDENS DENGAN KOMISI III DPRD PANGANDARAN.

PARIGI –Terakait masalah lambatnya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di daerahnya, warga masyarakat Desa Campaka, Harumandala, Kertajaya dan Desa Pagerbumi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) mendatangi DPRD untuk melakukan audens. Bertempat di ruang Bamus DPRD Kabupaten Pangandaran, para peserta audien pun diterima langsung Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pangandaran, Wowo Kustiwa. (04/05).

Salah seorang perwakilan peserta audens, Asep Zam zam asal Desa Campaka mengatakan, kedatangan AMB ke DPRD  bermaksud untuk menumpahkan segala aspirasi masyarakat tentang terlambatnya pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan di wilayahnya.

“Seperti di Desa Campaka dan Pagerbumi, ada jembatan menuju ibo kota kecamatan yang rusak parah sehingga harus segera diperbaiki, karena jembatan tersebut betul-betul sangat dibutuhkan masyarakat kami", katanya.

Ditambahkan Asep, terhambatnya lalulintas Desa pagerbumi dan Campaka sangat berpengaruh sekali bagi kelangsungan sosial dan ekonomi warga, terutama saat ada warga yang sakit dan mau melahirkan.

“Hingga kami harus menandu dengan peralatan seadanya ditambah medan yang sulit karena harus melalui  jembatan gantung, begitu  juga untuk masalah perekonomian masyarakat desa, kami terpaksa harus mengeluarkan onkos kirim yang mahal.", ungkapnya lagi.

Jadi, lanjut Asep, masayarakat sangat sulit saat ada keperluan yang sipatnya urgen karena kondisi jalan dan jembatan dengan keadaan seperti sekarang ini.

Hal senada juga disampaikan pesrta lainny asal Desa Pagerbumi, Muksin (41), selama negeri ini merdeka sampai sekarang hingga terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, menurutnya, ia belum bisa merasakan nikmatnya jalan dan jembatan yang bagus. Akibatnya, perekonomian masyarakat pun jadi tersendat bahkan bisa rugi karena tingginya biaya transportasi.

“Jadi  bila jalan dan jembatan diperbaiki, pasti perekonomian desa kami pun akan meningkat pesat", tegasnya.

Sementara menurut Kepala Desa Kertajaya, Saepulloh,  maksud kedatangnnya ke gedung wakil rakyat ini hanya ingin mengawal dan menyampaikan aspirasi masyarakat yang menuntut infrastruktur jalan diperbaiki.

“Begitu juga dengan jembatan yang menghubungkan kedua kabupaten harus dibangun karena semua itu sangat dibutuhkan serta sesuai visi-misi Bupati Pangandaran sebagai kota wisata yang mendunia", ucapnya.

Juga kepada wakil rakyat, masih kata Saepuloh, agar bisa merealisasikan janji-janji saat kampanye dulu.

“Karena selama ini masyarakat selalu menanyakan hal tersebut pada saya sebagai kepala desa", imbuh Saepulloh.

Menanggapi peserta audens, anggota DPRD sekaligus ketua Komisi III, Wowo Kustiwa mengatakan, pihaknya siap untuk secepatnya menyampaikan semua aspirasi masyarakat yang diwakili AMB terkait imprastruktur jalan dan jembatan ke Pemkab Pangandaran.

"Sekarang saya akan perintahkan kepada dinas PU untuk secepatnya membuat perencanaan tekhnis,  juga peningkatan status jalan dari jalan desa menjadi jalan kabupaten, perihal kebijakan untuk pelebaran jalan terkait tanah biar kepala desa masing masing yang mengurus", terang Wowo.

Wowo juga mengatakan, pihaknya dari komisi III akan langsung meninjau lokasi untuk pembangunan jembatan dan pelebaran jalan secepatnya.

Insaalloh,  mungkin 1 atau 2 minggu ke depan saya akan langsung ke lapangan", pungkasnya. (AGE)

WARGA KELUHKAN KENAIKAN LISTRIK PRABAYAR

CIJULANG - Saat ini hampir setiap rumah baru dan juga pelanggan listrik yang lama diharapkan untuk  menggunakan listrik prabayar. Jenis listrik baru yang direkomendasikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini memang berbeda dengan listrik pasca bayar yang lebih dulu ada, listrik prabayar menggunakan skema mirip pulsa telepon celuller. Kalau mau listrik nyala, harus mengisi dulu voucher.
Listrik prabayar diklaim lebih ramah dan murah, pasalnya konsumen jadi lebih bisa mengatur pengeluaran per bulan. Namun kenyataannya saat ini banyak warga mengeluhkan listrik prabayar  lebih boros pemakaiannya ketimbang pascabayar.

Seperti dikatakan, Nunu (46), warga Dusun Kalenwadas Desa Cijulang Kecamatan Cijulang  Kabupaten Pangandaran. Ia mengatakan, lebih boros menggunakan listrik prabayar ketimbang dulu saat masih memakai pembayaran model listrik meteran yang dibayar per bulan.

Menurut Nunu, ketika masih menggunakan pasca bayar, dalam satu bulannya hanya Rp 80 ribu per bulan. Tapi setelah migrasi ke prabayar, setelelah dihitung-hitung ternyata dalam per bulannya ia harus membayar Rp 160 ribu.

"Setelah dihitung-hitung ternyata mendingan pakai listrik meteran saja karena lebih murah. “ungkapnya. (04/5).

Hal senada dikatakan Leny (36), warga Dusun Nusagede  Kecamatan Cijulang, menurutnya ia merasa dibohongi waktu awal adanya listrik prabayar yang katanya lebih murah dibanding model listrik meteran yang dulu.

“Yang dikatakan petugas PLN saat itu lebih murah ternyata bohong, sebab kenyataannya mahal. “kata Leny.

Warga lainnya, Dewi (32) juga mengatakan keluhan yang sama, listrik pulsa bikin pusing, apalagi sekarang pulsa Rp 20 ribu ternya hanya mendapatkan 1350 kwh.

“Padahal bulan kemarin pulsa Rp 20 ribu mendapat 1760 kwh, terkesan PLN dalam menetapkan harga pulsa seperti asal-asalan, jelas kami wong cilik sangat keberatan, seharusnya PLN dalam memberi kebijakan tarif bisa lebih adil.", ungkapnya. (AGE)

PEMDA PANGANDARAN AKAN KEMBANGKAN KELAPA HIBRIDA

PANGANDARAN-Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran berencana akan mengembangkan pohon kelapa hibrida yang diperuntukan para pengrajin gula kelapa salah satu komoditas andalan Pangandaran.

Ditemui usai pertemuan dengan perusahaan Unilever Indonesia di Hotel Mustika Ratu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, pemda akan mengirimkan 5-6 pengrajin gula untuk study banding ke Menado belajar cara pengembangan kelapa jenis hibrida serta kerja sama kontrak harga dan keperluan lainnya.

“Kita akan berangkatkan beberapa orang petani dengan biaya pemda. “kata Jeje.(3/5).

Menurut Jeje, dari kunjungan ke Menado, diharapakan petani bisa melihat langsung proses pembuatan gulanya seperti apa dan cara perawatan kelapa jenis hibrida ini bagaimana.

“Kelapa jenis ini usia sekitar 15 tahun hanya tumbuh 2-3 meter saja. “terang Jeje.

Dari hasil kunjungan nanti, para petani akan tahu apakah jumlah produksi nira kelapa sebagai bahan baku gula tersebut rendah atau tinggi. Dan setelah diketahui memang jenis kelapa hibrida ini bisa menguntungkan petani, pemda pun tinggal menyediakan lahannya.

“Ada 1000 hektar lahan eks PTP VIII di Desa Cimerak, agar tidak terbengkalai kita akan minta 200 hektar untuk proyek ini. “jelas Jeje.

Sementara menurut salah seorang pengusaha gula kelapa Pangandaran, H. Yos Rosbi, ini bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Karena dengan tinggi pohon hanya 2-3 meter, remaja putus sekolah SLTP pun bisa menjadi penyadap nira untuk diproduksi menjadi gula kelapa.

“Ini merupakan perhatian Pemkab Pangandaran untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin gula kelapa sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru. “katanya. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN