JEMBATAN SEMPIT, SALAH SATU PENYEBAB MACETNYA JALAN MENUJU PACUAN KUDA


CIMERAK-Jembatan  sebelum masuk lapang pacuan kuda Legokjawa Cimerak Kabupaten Pangandaran, dianggap salah satu penyebab kemacetan yang terjadi saat final lomba kuda pacu PON XIX 2016. Pasalnya, jembatan tersebut  terlalu sempit dan tidak bisa dilalui dua kendaraan roda empat sekaligus. Walau pun diakui, jumlah penonton yang akan menyaksikan pacuan kuda saat itu memang jauh dari yang dibayang sebelumnya.

Sebenarnya, menurut salah seorang warga Desa Legokjawa, Wardi (71), dulu, jembatan tersebut dibangun sebagai jembatan darurat pasca terjadi bencana tsunami tahun 2006, karena sebelumnya, jembatan tersebut terbuat dari kayu.

“Sebelumnya, dulu jembatan masih menggunakan kayu hasil gotong-royong warga disini. “Terang Wardi.(28/9).

Ketika terjadi tsunami, lanjut Wardi, pemerintah pun membangun jembatan tersebut lebih permanen dan kokoh. Tapi Wardi menyayangkan, menurutnya, saat itu masyarakat sudah menyarankan agar jembatan dibangun lebih lebar karena dikemudian hari jembatabn tersebut bisa digunakan sebagai sarana transportasi untuk kendaraan yang akan menuju ke lapang pacuan kuda.

“Tapi entah kenapa, pemerintah tetap membangun dengan lebar yang seperti sekarang bisa kita lihat. “ungkap Wardi.

Kemacetan saat final pacuan kuda PON XIX tersebut, sebenarnya, menurut Wardi, sudah diprediksi dari awal. Dan jika saja pemerintah saat itu mau mendengar apa yang dikatakan masyarakat, tentunya, paling tidak kemacetan tidak akan separah seperti yang terjadi minggu lalu.

“Di Pangandaran, pacuan kuda sudah merupakan jenis olahraga tradisonal yang sangat diminati masyarakat, apalagi PON kemarin kan menampilkan kuda-kuda nasional. “kata Wardi lagi.

Kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Wardi pun berharap agar keberadaan jembatan tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pembangunan infrastruktur tahun yang akan datang.

“Mungkin dibangun jembatan satu lagi, atau terserah permerintah bagaimana mencari solusinya, “pungkas Wardi. (hiek)



PEMIMPIN SISTEM By. Suheryana

Dahulu kala, zaman Nabi Daud belum pake Adidas, Pemimpin adalah orang yang serba bisa, serba tahu, selalu terdepan. Mampu berperang, memahami agama dan adat, sakti mandraguna, kharismatik, kuat, memahami sejarah, menguasai teknologi di zamannya, konsultan kesehatan dan keluarga, penyelesai masalah di masyarakat.

Tetapi di zaman sekarang, agaknya terlalu berat kalau pemimpin harus menjadi manusia setengah dewa yang serba tahu dan mempunyai multi talenta. Sangat sulit mencari orang yang menguasai teknologi terkini, menguasai informasi, faham ekonomi, futurolog yang handal, penjaga moralitas, ulama yang tawadhu, akhli psikologi, faham sosiologi, mengerti akuntansi, jago manajemen, menguasai prinsip-prinsip leadership.

Sangatlah sulit. Sedang memahami satu disiplin ilmu saja tidak pernah tuntas.

Jadi, pemimpin masa kini cukuplah menjadi orang biasa yang memahami potensi orang-orang jenius serta menempatkan orang-orang berkemampuan di bidangnya, orang yang bisa mengambil keputusan dengan intuisi yang terlatih, berani bertindak dan mengambil resiko, mempunyai integritas dan komitmen, menghargai keberadaan dirinya dan orang lain, mampu membangun sinergi, pro aktif dan berwawasan beberapa langkah di depan zamannya.

Bayangkan seperti pemilik mobil. Untuk memanfaatkan mobil, tidak harus mengerti  bagaimana cara kerja mesin, apa fungsi busi, bagaimana bensin menghasilkan energi, kapan ditemukan roda, apa fungsi kabel, bagaimana prinsip-prinsip power steering. Seseorang cukuplah mengerti bagaimana menghidupkan mobil, bisa menempatkan kendaraan pada dimensi ruang yang pas, mengerti fungsi rem, pedal gas, lampu sign, dan sebagainya.

Sesederhana itu, dan sesederhana itulah pemimpin masa kini.

(penulis, salah seorang PNS di Pemkab Pangandaran)

Orgasmic Writing

-Kisah inpirasi ini disampaikan Abuy khusus untuk Redaksi Pangandarannews sahabat Nomor1.



Menulis bagi saya adalah sebuah pengalaman yang luar biasa dan sulit didefinisikan dengan kata-kata. Proses menulis, dalam banyak kasus, membawa saya ke dalam percumbuan dengan kekekalan. Artinya, menulis membuat saya melayang dan terbang dari kefanaan, lalu bercengkerama dengan alam ide, dunia maya, alam batin yang non-fisik, dimana ruang dan waktu tak berfungsi sebagaimana di alam nyata (fisik).

Saat asyik menulis, saya bisa tak mendengar suara-suara yang berkeliaran di sekitar. Saya seolah-olah pindah ke alam lain, ke tempat lain, dimana ide-ide saling berkelindan. Sebutir ide mengejar dan mencumbui ide lainnya. Kemudian lahirlah anak-anak ide, yang tak ada sebelumnya.

Waktu juga terasa berhenti. Saya pernah menulis sebuah tulisan sejak pukul 7 malam hingga pukul 7 pagi. Nonstop. Tanpa berdiri sejenak pun. Tanpa makan dan minum. Selama 12 jam itu saya seolah-olah lepas dari ikatan waktu. Saya tersadar karena pintu kamar saya diketuk, lalu melihat jam tangan dan langsung terperanjat sendiri.

Bila sebuah konsep tuntas saya tuliskan, maka ada kelegaan yang besar. Ada kepuasan khusus yang agaknya hanya bisa disetarakan dengan fenomena orgasme yang bersifat mental dan spiritual. Bersifat mental karena tulisan terkait dengan intelektualitas saya, cogito ergo sum. Dan bersifat spiritual karena tulisan bermain di wilayah makna, mengejawantahkan keberadaan saya sebagai homo significants, sang pemberi makna, yang keberadaannya juga disebabkan oleh kepercayaannya atas “sesuatu” yang lebih besar dari dirinya, credo ergo sum.

Pengalaman yang luar biasa itulah yang saya sebut orgasmic writing. Bukan apa-apa. Nama yang diusulkan oleh kawan muda Edy Zaqeus itu memang terasa, terdengar, dan terlihat paling dekat dengan sensasi yang dimunculkan dalam kegiatan menulis itu sendiri.

Anda punya pemikiran atau nama lain?

(tulisan ini diterima redaksi pangandarannews melalui email)

DATA REKAPITULASI ANGGARAN PON XIX BELUM TERKUMPUL

CIJULANG-Kepala DPPKAD Kabupaten Pangandaran, Hendar Suhendar mengaku, belum merekap data penyerapan anggaran pelaksanaan kegiatan PON XIX/2016 yang dikelola Sub PB PON  Pangandaran. Pasalnya, pelaksanaan kegiatan penunjang PON, dilaksanakan ada di setiap SKPD yang berkaitan dengan pelaksanaan secara langsung.

“Semua ada pada tugas pokok fungsi masing-masing, dan anggaran yang ada di tiap-tiap SKPD mempunyai program kegiatan sendiri-sendiri dan itu tidak hanya fokus pada pelaksanaan PON, namun kegiatan yang mencakup selama tahun 2016,”terangnya,(29/9/
.
Hendar menambahkan, ada beberapa dinas yang berkaitan langsung dengan kegiatan PON XIX. Seperti Dinas Pendidikan, Pekerjaan Umum, Kesehatan dan Dinas Pariwisata. Masing-masing SKPD ini punya berbagai kegiatan yang dilaksanakan saat Pekan Olahraga Nasional digelar.

“Contoh, Dinas Pendidikan dari mulai penyambutan api PON, wellcome party dan pagelaran seni saat penyambutan atlet, kemudian PU memperbaiki sarana penunjang PON, Dinas Kesehatan melaksanakan tugas kesehatan saat pelaksanaan PON dan Dinas Pariwisata, menggelar pameran bertepatan dengan penyelenggaraan PON. Jadi  semuanya sudah punya kegiatan masing-masing,” katanya.

Disoal berapa penyerapan dan anggaran bantuan PON XIX yang bersumber dari APBD Pangandaran, Hendar mengatakan, dirinya belum bisa menjawab itu karena hingga saat ini pihaknya belum menerima data-data hasil kegiatan.

“Kami belum merekap secara keseluruhan, namun ini akan segera kami lakukan dan nantinya akan kami pertanggung jawabkan. “Tegasnya.

Ditempat terpisah ketua DPRD kabupaten Pangandaran Iwan M Ridwan mengatakan,
yang pasti anggaran PON XIX 2016 ditunjang dari anggaran yang bersumber dari APBD pemerintah daerah, karena kalau dihitung hitung, anggaran bantuan dari PB PON.XIX tidak akan cukup untuk pembiayaan selama berlangsung nya kegiatan akbar ini.

“Dari mulai penyambutan.api PON plus hiburan nya, hingga berakhirnya rangkaian pertandingan  PON XIX tanggal 28 september 2016, “ tandasnya. ( AGE).

HARI INI MULAI DIBERLAKUKAN TARIF BARU OW PANGANDARAN

PANGANDARAN-Pasca diberlakukannya tarif baru tiket masuk obyek wisata (OW) Pangandaran sejak 1 oktober 2016, banyak pengunjung mengeluh karena  dinilai terlalu mahal kenaikannya.

Seperti dikatakan seorang penjual jasa hotel yang biasa mangkal di tol gate pantai pangandaran, Rosid, ia mengatakan, banyak pengunnjung yang menggunakan jasanya mengeluhkan kenaikan tiket masuk tersebut. Pasalnya, kenaikan harga tiket tersebut relatif tinggi.

“Ini sih bukan naik, tapi ganti harga, seperti untuk tarif bus besar yang tadinya Rp.172 ribu menjadi Rp.250 ribu.“Ungkap Rosid menirukan keluhan pengunjung.(1/9).

Ditambahkan Rosid, sebaiknya Pemda Pangandaran meningkatkan dulu fasilitas serta pelayanan yang bisa membuat pengunjung benar-benar puas setelah berwisata ke pangandaran.

“Saya dan rekan seprofesi disini mungkin yang paling sering berhubungan langsung dengan pengunjung, sebab dari mereka juga saya tahu kekurangan dan kelebihan pangandaran. “terang Rosid.

Lebih jauh dikatakan Rosid, memang dari banyak pengunjung yang datang tanggal 1 oktober, tidak sedikit juga yang tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan tersebut.

“Mungkin mereka tidak terpengaruh karena tidak mengetahui tarif sebelumnya, atau memang mereka sudah mempersiapkan sebelumnya. “Imbuh Rosid.

Seperti ketahui, tarif masuk ke obyek wisata pangandaran, terhitung mulai tanggal 1 oktober berdasarkan Perda nomor 3 tahun 2016 dan Perbup nomor 28 tahun 2016 mengalami kenaikan.

Untuk klasifikasi OW kelas I kecuali Pantai Karapyak kelas II, dalam Perbup tersebut, tarif masuk ke OW Kelas I dikenakan untuk orang dengan tarif  Rp 5.000, naik Rp.1500 dari sebelumnya Rp 3.500, speda motor menjadi Rp 10.000 (sebelumnya Rp 7.500), jeep/sedang dan sejenisnya 25.000 (sebelumnya Rp 19.500), minibus kecil dan sejenisnya Rp 50.000 (sebelumnya Rp 36.000), minibus besar dan sejenisnya Rp 75.000 (sebelumnya Rp 51.500), bus kecil dan sejenisnya Rp 100.000 (sebelumnya Rp 80.000), bus sedang dan sejenisnya Rp 150.000 (sebelumnya Rp 104.000) dan bus besar/sejenisnya Rp 250.000 (sebelumnya Rp 172.000).  (hiek).



DEKRANASDA DORONG INOVASI DAN KREATIVITAS PENGRAJIN PANGANDARAN

PANGANDARAN-Diharapkan setelah dikukuhkannya kepengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekrasnada) Kabupaten Pangandaran, bisa segera melakukan program-program yang memang sudah diperioritaskan terutama untuk meningkatkan perekonmian daerah saat ini.

Demikian dikatakan ketua Dekrnasda Pangandaran, Hj. Ida Nurlela Wiradinata usai pelantikan seluruh pengurus dekranasda di gedung da’wah Cijulang.

Alhamdulillah, dengan terbentuknya kepengurusan Dekranasda Kabupaten Pangandaran, kita akan melaksanakan sesuai dari arahan Ketua Dekranasda Propinsi Jawa Barat, Ibu Dr. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan. “Ungkap Ida. (25/9).

Ditambahkan Ida, sebenarnya banyak sekali potensi kerajinan yang ada di pangandaran belum semua bisa terekspos. Segudang kreativitas tersebut memang harus diberikan fasilitasi,  juga motivasi untuk lebih meningkatkan lagi ke dalam bentuk produk kerajinan baik itu berupa  handicraft atau kuliner.

“ Dan kami juga dari dekranasda berkewajiban memfasilitasi secara hukum karena mereka harus memiliki legalitas label, halal dan lainnya. “Kata Ida lagi.

Khusus untuk kuliner, lanjut Ida, pihaknya akan melakukan uji labolatorium seluruh produk yang nantinya akan dijual ke pasar karena memang produk itu bisa menjadikan ikon pangandaran. “Karena bagaimana pun untuk urusan pangan itu sangat sensitif dan harus lolos uji lab dulu sebelum dilempar ke publik. “imbuhnya.

Ketika disoal produk apa yang bisa menjadi unggulan pangandaran, menurut Ida, produk unggulan yang sekarang baru muncul, terutama produk yang sudah langsung bisa dikonsumsi adalah  jus honje, jus daun jarak dan juga gula nipah. Produk-produk ini tidak ada dan tidak diproduksi di daerah lain, sehingga nantinya produk ini bisa menjadi ikon pangandaran.

“Selain produk tersebut, saya berharap masih banyak produk yang bisa dihasilkan masyarakat  sehingga kami berkeinginan semua ini bisa merubah pola perekonomian masyarakat atau paling tidak bisa menciptakan lapangan kerja baru. “terang Ida.

Sementara untuk pemasarannya, masih kata Ida, khusus untuk handicraft sudah dilakukan kerjasama dengan pelaku kerajinan di bali. Atau ketika ada kesempatan pada ekspo-ekspo yang bisa menampilkan produk kerajinan, dekranasda selalu membantu menampilkan karya-karya pengrajin yang ada di pangandaran. “Seperti beberapa bulan yang lalu, kita tampilkan kerajinan pangandaran di bali dan sambutannya sangat luar biasa. “Terangnya lagi.

Lebih jauh Ida mengatakan, sebenarnya dengan mengikut serta produk pangandaran pada  pameran-pameran itu merupakan salah satu bentuk monitoring dan evaluasi sehingga para pelaku kerajinan yang ada di pangandaran pun bisa lebih menyempurnakan produk kerajinannya, dan selain itu pengrajin pun semakin tahu kwalitas produksi yang dihasilkan dari daerah lain.

“Ini bisa menambah ilmu dan wawasan para pengrajin kita untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas , sehingga kita punya motivasi baru, betapa kayanya Indonesia karena alamnya memang sangat mendukung. “imbuhnya lagi.

Dan kemungkinan untuk ekspor, Ida menyampaikan, ini harus dikordinasikan dengan dekranasda propinsi, karena dekranasda yang ada di propinsi merupakan konsultan bagi dekranasda yang ada di seluruh  kabupaten/kota di Jawa barat.

Khusus untuk handicraft berbahan dasar pandan laut, menurut Ida, pihaknya akan terjun dulu ke seluruh pengrajin untuk melakukan monitoring dan evaluasi apa saja yang bisa dilakukan dekranasda untuk membantu pelaku usaha kerajinan yang ada di pangandaran. Dan menyangkut penggunaan pandan laut yang sudah menjadi salah satu ikon pangandaran, karena jika tidak dibina, dikhawatirkan pandan laut yang ada di hamparan pantai bisa punah, dan itu akan menjadi masalah baru. Karena selain pandan laut digunakan untuk produksi kerajinan, menurut Ida, sebagaian lahan tempat tumbuhnya pun sekarang sudah banyak yang  beralih fungsi menjadi taman dan lainnya.

“Dari 91 km panjang pantai di pangandaran, mungkin pohon pandannya bisa dihitung jari.” Jelas ida.

Sementara untuk menutupi kebutuhan pasar kerajinan sendiri, lanjut Ida, ini harus dibuat kajian dan evaluasi dengan jalan turun langsung ke pengrajin dan pasar-pasar yang selama ini menjajakan kerajinan produk asli pangandaran.

Menurut ida lagi, Ada sekitar 53 pengrajin dan terus akan bertambah dengan berbagai produknya  setelah dekranasda terjun langsung menemui pengrajin dan dimungkinkan akan terus bermunculan kreativitas baru di masyarakat sehingga dunia usaha kerajinan pun diharapkan semakin hari akan terus berkembang.

“Dan seperti yang dikatakan Pa Bupati, sebaiknya kerajinan pangandaran jangan diarahkan dulu ke luar, tapi kami disarankan harus melakukan dulu monitoring dan evaluasi ke dalam, karena dekranasda sendiri tidak profit oriented. “pungkas Ida. (hiek).

CABOR KUDA PACU PON XIX 2016, JABAR SABET JUARA UMUM DENGAN 1 EMAS 2 PERAK DAN 2 PERUNGGU

CIMERAK-Cabor  Pacuan Kuda PON XIX Kontingen Jawa Barat berhasil sabet gelar juara umum  menduduki posisi pertama dengan perolehan satu medali emas, dua perak dan dua perunggu. Disusul di posisi kedua kontingen Jawa Tengah dengan torehan 1 medali emas, 2perak, dan 1 perunggu, semantara Jawa Timur  pada urutan di posisi tiga dengan perolehan medali 1 emas dan 1 perak.

Satu medali emas berhasil diraih tim jabar setelah susah payah bersaing dengan tim-tim lain yang sama-sama memiliki kuda-kuda tangguh. Dan jabar pun terpaksa harus menelan pil pahit, pasalnya, di empat kelas awal yang diperlombakan, kontingen Jabar tak mampu mendapatkan  satu pun medali emas. Beruntung, pada balapan terakhir, di kelas A 2.200 meter, kuda Jabar berhasil memperoleh medali emas sekaligus memastikan diri jadi juara umum karena unggul perolehan perunggu dari kontingen Jateng.

Di kelas bergengsi tersebut, Jawa Barat menurunkan kuda andalan, Red Silanos dengan joki Dadang Suhendar. Di kelas ini, persaingan pun sangat sengit, karena, kuda andalan Jateng pun, Saud yang ditunggangi langsung oleh Jurangannya dan sempat memberikan perlawanan sesaat sebelum memasuki garis finish, hingga terjadi pertarungan sengit antara kedua kuda tersebut dengan saling susul di lapangan pacuan kuda Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran.

Akhirnya, kuda andalan Jabar,  Red Silanos mampu mengungguli kuda Jateng, Saud yang harus  puas dengan perolehan medali perak pada kelas A 2.200 meter. Sementara untuk medali perunggu pun,  kembali didapat Jabar setelah kuda bernama Perkasa yang ditunggangi oleh Stevie masuk finis di urutan ke tiga.

Pelatih Kontingen Pacuan Kuda Jabar, Karina Zakatia Saddak kepada awak media yang mewawancarainya, mengaku puas dengan prestasi yang bisa dibanggakan masyarakat Jawa Barat, menjadi juara umum pada cabor kuda pacu PON XIX 2016. Karena menurutnya, tim Jabar memang dikenal selalu unggul di kelas bergengsi A 2.200 meter dengan kuda Red Silanos.

"Red Silanos memang pada kelas ini selalu unggul dari rival-rivalnya, dan hanya pernah sekali kalah oleh kuda jawa tengah yang sekarang di sini dapat perak," ungkap Karina usai meluapkan kegembiraan bersama timnya.(28/.9)

Sementara usai pengalungan medali, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutan penutupan mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh  para atlet serta kontingen kuda pacu yang datang dari seluruh propinsi peserta PON XIX.

"Terima kasih kepada semua pihak, dan kami ucapkan selamat kepada para pemenang, dan mudah-mudahan setelah kemabali ke daerah masing-masing akan membawa kesan indah tentang pangandaran."kata Jeje. (hiek)





INI FINALIS CABOR KUDA PACU PON XIX 2016 JABAR

1.Race 1 Kelas E jarak 1.200 meter yang masuk 5 besar adalah kuda P Blang Katir dari Kalsel, Dewi     Karangetan dari DKI, Nur Fadilah dari Jatim, Joy Matilda dari Sulbar dan Lasso Eclips dari Jateng.
2.Race 2 Kelas E jarak 1.200 meter yang masuk 5 besar adalah kuda Bella Eclipse dari Jateng, Miss Selebritis dari Jatim, Pahlawan dari DIY, P Nyale dari Kalsel dan Bejo Wagir dari Jatim.
3.Race 3 Kelas D jarak 1.400 meter yang masuk 5 besar adalah kuda Ibantong dari DIY, Suko Nagari dari DKI, Raja Teror dari Kalsel, Toreh dari Jatim dan Tolak Balak dari Jateng.
4.Race 4 Kelas D jarak 1.400 meter yang masuk 5 besar adalah kuda Permata Hitam dari Jatim, Macho dari Jabar dan Timo Eclipse dari Jateng, Red Rose dari DKI dan Amor Sem Limite dari Jateng.
5.Race 5 Kelas C jarak 1.600 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Sambit dari Jatim, Motivator dari Jabar, Haqul Yakin dari Jateng dan Mahkota Ratu Lilin dari NTT.
6.Race 6 Kelas C jarak 1.1600 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Puta Menteng dari DIY, Smart Lady dari DKI, P Police dari Kalsel dan Super Great dari Jatim.
7.Race 7 Kelas C jarak 1.600 meter yang masuk 4 besar adalah kuda P Preman dari Kalsel, Lady Adiri dari DIY, Sapu Angin dari Jatim dan Hang Jebat dari Riau.
8.Race 8 Kelas A jarak 1.300 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Tirtajaya dari Kalsel, P Super Mujur dari Kalsel dan Queen Sonic dari Jateng.
9.Race 9 kelas A jarak 1.300 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Tingket Ball dari DKI, Elingprigel Eclipse dari Jateng, Jatakarta dari DKI dan P Yoker dari Kalsel.
10.Race 10 A jarak 1.300 meter yang masuk 4 besar adalah kuda Century Manglayang dari Jabar, The Ice Man dari Jateng, Peterpan dari DKI dan Exel Jatim dari Jatim.
11.Race 11 Kelas A jarak 2.200 meter yang masuk 5 besar adalah kuda Saud dari Jateng, Perkasa dari Jabar, Aikon dari Jatim, Yaras Flash dari Riau dan Tuan Nagari dari DKI.
12.Race 12 Kelas A jarak 2.200 meter yang masuk 5 besar adalah kuda King Savero dari Jabar, dari Jabar, Garuda Bintang dari Sulut, Putra Pertiwi dari DKI dan Beauty Eagling dari Katim. (hiek)

RIBUAN PENONTON RELA MACET SAKSIKAN FINAL PACUAN KUDA PON XIX

CIMERAK-Puluhan ribu penonton pada babak final cabor Pacuan Kuda Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 Jawa Barat yang digelar di arena pacuan kuda Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (28/09/2016), datang memadati arena perlombaan untuk menyaksikan langsung jalannya pertandingan. Hampir tidak ada tempat kosong di sekitar arena pacuan, karena dipenuhi warga yang antusias ingin melihat aksi kuda-kuda kelas nasional bahkan internasional.

“Dari jam 9 pagi, sepanjang jalan menuju lapang pacuan kuda sudah macet. “Ungkap Waryo (73), warga Desa legokjawa Cimerak.
Padatnya kendaraan roda empat dan dua menuju lokasi, lanjut Waryo,  tidak bisa tertampung jalan karena keadaan jakan tersebut tidak terlalu lebar.

“Diperparah lagi, jembatan 1 km sebelum lokasi hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat, maka antrian panjang pun tidak bisa dielakan lagi. ”Tutur Waryo.

Hal senada dikatakan Dimas(22), penonton asal Sidareja yang datang bersama teman-temannya berboncengan motor. Dimas menuturkan, ia dan teman-temanya terjebak macet sejak akan memasuki obyek wisata Green Canyoon di Kecamatan Cijulang hingga lokasi pacuan kuda.

“Saya lihat, sejak greencanyoon, kendaraan roda empat sudah macet total. “Ungkapnya.

Kemacetan juga dirasakan Ahdi (26) yang datang dari arah Kecamatan Cimanuk Kabupaten Tasikmalaya. Ia bersama isteri dan anaknya yang mengendarai motor merasa tersiksa  karena terjebak macet yang panjang.

“Apalagi saat memasuki desa Legokjawa, saya lihat banyak penumpang mobil yang memilih berjakan kaki menuju lokasi dan meninggalkan mobilnya diparkir di rumah-rumah penduduk. “terang Ahdi.

Tapi menurut Dimas dan Ahdi, semua lelah bisa terobati saat sampai di lapangan pacuan dan bisa menyaksikan langsung kehebatan kuda-kuda dari berbagai propinsi saat adu kecepatan.

“Walau dengan susah payah melihat di atas bukit, saya dan teman-teman puas bisa melihat langsung kuda-kuda kelas nasional. “Ungkap Dimas.

Informasi di lapangan, konon final cabor kuda pacuan  di Desa Legokjawa Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran ini ditonton sekitar 25 ribu manusia, jumlah tersebut dikabarkan telah memecahkan rekor sebagai penonton terbanyak selama perhelatan PON XIX 2016 Jabar. (hiek)

JEJE WIRADINTA: “SEMOGA SELURUH KONTINGEN MEMBAWA KENANGAN INDAH TENTANG PANGANDARAN.”

CIJULANG-Usai sudah pelaksanaan PON XIX/2016 cabang olahraga (cabor) terjun payung yang dilaksanakan di Bandara Nusawiru dengan berjalan lancar selama pertandingan digelar hingga pembagian medali untuk para juara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Sub PB PON XIX/2016, Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya pada penutupan dan penyerahan medali kepada para atlit dari masing-masing kontingen yang berhasil menjadi juara.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala yang membuat pertandingan cabor terjun payung ini terhambat. “Ungkap Jeje.(27/9).

Jeje pun atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan terimakasih pada semua pihak baik yang langsung atau tidak membantu  terselenggaranya perlombaan cabang olahraga terjun payung PON XIX tahun 2016 di Pangandaran.

“Selama delapan hari pelaksanaan terjun payung berjalan lancar dan berhasil zero accident seperti yang kita harapkan bersama. “imbuhnya.

Ditambahkan Jeje, ia pun Berharap para atlet terjun payung dari seluruh kontingen ketika kembali ke daerahnya masing-masing dapat membawa kenangan yang indah tentang Pangandaran.

"Semoga seluruh kontingen terjun payung yang berlaga disini, tdak melupakan segala kenangan selama bertanding di daerah kami dan ketika pulang ke daerahnya masing masing membawa kesan indah dan bercerita pada orang-orang tercintanya tentang pangandaran. “ kata Jata Jeje. (AGE).

DUA MOBIL HANTAM PAGAR RUMAH DI CIJEUNGJING

CIAMIS-Dua pagar rumah di Dusun Warungjati Desa Bojong Kecamatan Cijeungjing hancur akibat dihantam dua mobil yang bertabrakan dari berlawanan arah,  terjadi hari rabu (28/9) sekitar jam 8.30 pagi.

Menurut Dian, salah satu pemilik rumah, menuturkan, ssat kejadian tersebut ia sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba mendengar dari arah luar mendengar suara seperti ledakan yang sangat keras.

“Saya kaget, ketika saya lihat keluar, ternyata suara tersebut berasal dari dua buah mobil,  avanza dan sedan yang tabrakan dan langsung menghantam tembok pagar rumah saya. “ungkapnya.

Langsung, menurut Dian, warga pun berhamburan memberikan pertolongan setelah tahu ada kecelakaan lalu lintas tersebut, dan beruntung kedua pengendara dua mobil tersebut hanya mengalami luka ringan.

“Dan langsung kejadian tersebut ditangani kepolisian lalu lintas polres ciamis. “Kata Dian. (TONI T)

LAMPUNG RAIH JUARA UMUM TERJUN PAYUNG PON XIX 2016

CIJULANG-Walau hujan terus mengguyur di lokasi lomba terjun payung, Bandara Nusawiru Cijulang Kabupaten Pangandaran, namun cuaca yang kurang bersahabat ini  tidak menjadi halangan  para atlit untuk terus berlaga di ajang final Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XIX tahun 2016.

Secara keseluruhan kontingen  lampung masih tetap meminpin perolehan mendali terbanyak. Sementara tim Jawa Barat untuk tim putri, Yose Damayanti no helm 30d dengan ketepatan mendarat  meraih skor  0,59 berada di urutan kedua setelah Benanda Fransiska dari Bandar Lampung dengan no helm 23b memperoleh skor 0,43.

Di  kategori ketepatan mendarat putra, lagi-lagi kontingen Lampung atas nama Margono dengan no helm 33a dengan skor akhir 0,17 berhasil menempati urutan pertama, disusul kontingen dari aceh, Erik  dengan no helm 31b dengan scor 0,22.

Di kelas kategori kerjasama dalam perasut, Jawa Barat masih memimpin dengan skor nilai total 28,  disusul kontingen DKI dengan perolehan skor total 14.

Secara keseluruhan, tim cabor terjun payung dari Lampung sukses merebut mendali mas terbanyak pada kejuaraan PON  XIX 2016 yang berlangsung di veanu Bandara Nsawiru Pangandaran, sementara kontingen jabar harus puas di urutan kedua disusul tim dari Aceh.

Berikut perolehan medali cabang Terjun payun PON XIX 2016:

1. Lampung 3 emas 2 perungu
2. Jabar 2 emas 2 perak 1 perungu
3. Aceh 1 mas 1 perak 1 perungu
4  Kalimantan barat 1 perak 1 perungu
5  Jawa Tengah 1 perak
6. DIY 1 perak
7. DKI 1 perunggu

(TONI T)

IWAN M RIDWAN: “MASIH BANYAK KABID DI PEMKAB PANGANDARAN YANG TIDAK PAHAM TUPOKSI..”

CIJULANG-Banyak Kepala Bidang ( kabid) di SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang masih tidak memahami tugas pokok dan fungsi, tangggung jawab serta wewenang dalam melaksanakan tugas kepegawaianya, sehingga ini perlu adanya perhatian khusus bagi pemerintah untuk menata kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di tiap-tiap SKPD.

Demikian dikatakan ketua DPRD Pangandaran, Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd usai memimpin rapat paripurna di gedung Da’wah Cijulang. “Ada beberapa kabid yang tidak memahami pekerjaan dibidangnya, dan tadi saya sampaikan langsung pada Pa Bupati dan pa sekda untuk mengingatkan kepada Kepala SKPD apabila ada rapat dengan kami usahakan hadir,”kata Iwan.(26/9).

Dijelaskan Iwan, alasan kenapa dirinya sebagai pimpinan DPRD mengatakan ini, lantaran ia kerap mendapat pengaduan dari sejumlah komisi yang mengeluhkan apabila diundang rapat kerja, kepala SKPD sering tidak hadir dan selalu mewakilkan.

“Makanya, saat harus mengambil keputusan, mereka tidak bisa dan selalu bilang keputusanya ada di kepala Dinas. Nah, kalau sudah begini kan jelas rapat-rapat kerja yang digelar dengan komisi pun tidaki ada kesimpulan.” Masih kata Iwan.

Dikhawatir,  pengemban tugas pokok dan fungsi sebagai pengawasan pemerintah, menurut Iwan, akan mempunyai beban moral dan penanggung jawab besar karena tersumbatnya komunikasi dan kordinasi legislatif dan eksekutif.

”Untuk itu, pada momen penting ini, kami meyampaikan kepada saudara Bupati dan Sekretaris Daerah Pangandaran untuk lebih mengingatkan kepada seluruh Kepala SKPD agar bisa hadir dalam acara rapat bersama kami,” tandasnya. (AGE)

PENDIDIKAN, KESEHATAN, INFRASTRUKTUR DAN PARIWISATA, JADI PERIORITAS APBD PERUBAHAN PANGANDARAN TAHUN 2016.

CIJULANG-Penyusunan raperda perubahan APBD tahun anggaran 2016 disebabkankan adanya perubahan asumsi pada kebijakan umum APBD 2016 dan adanya keadaan menyebabkan harus dilakukan penggeseran anggaran serta keadaan yang menyebab saldo anggaran lebih tahun sebelumnya.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam rapat paripurna DPRD di gedung Da’wah Islam Cijulang, tentang perubahan APBD tahun anggaran 2016.

“seperti pada anggaran PAD yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp.72,59 milyar, naik  menjadi Rp. 75.92 milyar dengan kenaikan sekitar 4,60 %. “Kata Jeje.(26/9).

Tapi untuk dana perimbangan, lanjut Jeje, ada penurunan 1,61 %, dari anggaran yang telah ditetapkan Rp.819,46 milyar menjadi Rp.806.,27 milyar. Dan pendapatan lain-lain yang sudah ditetapkan sebesar Rp. 98,56 milyar, ada kenaikan 103,11 % menjadi Rp. 200.19 milyar pada APBD Perubahan.

“Untuk jumlah keseluruhan belanja daerah tahun 2016, dalam  APBD yang telah ditetapkan sebesar Rp.1,12 trilyun, naik sekitar 7,21 % menjadi Rp.7,21 trilyun. “Terang Jeje.

Belanja Daerah tersebut, lanjut Jeje, mencakup belanja tidak langsung yang tadinya Rp. 679,31  milyar menjadi Rp.668,22 milyar, sedangkan untuk belanja langsung, sebelumnya Rp.440,68 milyar naik menjadi Rp.532,56 milyar.

“Untuk pembiyaan dari sisi penerimaan pembiyaan untuk sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya yang semula ditetapkan Rp.134,38 milyar menjadi Rp.123,38 milyar, turun sebesar 8,19 %.”lanjut Jeje.

Sementara capaian dari target program dan kegiatan hingga pertengahan tahun 2016, menurut Jeje, masih memerlukan peningkatan dalam merealisasikan perkembangan  kondisi sesuai kebutuhan pembangunan sehinga perlunya perubahan APBD 2016. Asumsinya,  karena telah terjadi pekembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA.

“Terjadi pelampauan proyeksi PAD dan meningkatnya jumlah belanja daerah serta terdapat silpa tahun 2015, yang diformulasikan pada rancangan kebijakan umum perubahan APBD serta perioritas plafon anggran perubahan APBD tahun 2016. “ Ungkap Jeje lagi.

Ditambahkan Jeje, dengan keterbatasan anggaran daerah, APBD perubahan tahun 2016 ini akan lebih difokuskan pada biaya pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan bidang pariwisata.
Lebih jauh Jeje mengatakan, sedangkan untuk perioritas program dan kegiatan yang direncanakan tahun 2016, untuk memenuhi 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan dengan alokasi belanja tersebut sebesar Rp.532,56 Milyar.

“Sedangkan untuk hibah dan bantuan social lainnya, nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan penyalurannya pun akan selktif dan akuntabel. “tegas Jeje. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN