SMK CIJULANG BERHARAP ADA TAMBAHAN ANGGARAN UNTUK RUANG DAN ALAT PRAKTEK

CIJULANG-Ada beberapa perbedaan baik sistem atau pun out put antara pendidikan di SMK dengan SLA umum lainnya. Dari mulai masuk hingga keluar menamatkan pendidikan, disitu ada tiga kegiatan yg menguras banyak energi, pikiran dan materi, semua itu kadang susah untuk diungkapkan.

Demikian dikatakan Kepala SMK Cijulang Kabupaten Pangandaran, Drs. Ngadino Riadi M.Pd saat ditemui di ruang kerjanya.(21/12)

Menurut Ngadino, sejak kelas 11 para siswa hartus mengikuti prakerin, praktek kerja industri ke dunia usaha dan industry selama 6 bulan. Ada beberapa kesulitan, seperti terkait akomodasi  dan biaya lainnya saat melakukan prakerin di industri otomotif yang kebetulan lokasinya di Jakarta.

“Waktu dan biaya yang begitu besar inilah kadang jadi polemik buat kami khususnya siswa kurang mampu, belum lagi kami harus antri karena prakerin ini dilakukan serentak seluruh SMK se-Indonesia. “terangnya.

Ngadino menambahkan, di kelas 10 juga selama 2 hari 2 malam siswa harus melaksanakan kunjungan industry ke pabrik dan usaha industri sesuai dengan kompetensinya, tentu ini  enggunakan biaya tidak sedikit, apalagi jika lokasinya jauh dari tempat tinggal, terpaksa siswa pun harus menginap.

Disisi lain, lanjut Wagino, untuk ke depan SMK ini diharapkan  mampu membuat suku cadang atau memproduksi permesinan dan alih tekhnologi.

“Mungkinkah ini bisa dilaksanakan dengan anggaran yang ada di sekolah masih kurang ? “imbuhnya.

Tapi disisi lain, masih kata Wagino, ia sangat apresiasi pada Pemkab Pangandaran yang telah mebantu meringankan beban sekolah.

“Saya berharap pada Pemvrop Jabar bisa segera mengalokasikan anggaran SMK untuk ruang praktek dan alat praktek karena ini sangat urgent. “Pungkas wagino. (ANTON AS)

PESONA CURUG LUHUR CIPINAHA BELUM TERSENTUH PENATAAN SEKTOR PARIWISATA

TASIK NEWS-Pemandangan menakjubkan jika melihat dari kejauhan, Luncuran air terjun (Curug) Luhur Cipinaha yang meliuk menuruni bebatuan dengan hiasan ornamen dibawahnya menyerupai kolam alami seperti tangga berundak, sungguh sebuah pemandangan yang sangat eksotis.

Kejernihan airnya pun terlihat bening mengalir tanpa henti menuju ke bawah menyapa lengkungan bebatuan yang tak begitu luas. Perjalanannya pun tak henti pada tangga kedua,  karena air kembali melaju mengalir di dalam lingkaran yang luas, tempat berenang pengunjung. Tak henti sampai disana, liukan air bak sebuah pun bermuara di sebuah bendungan  irigasi pertanian dan melaju tanpa batas menuju walungan Cipinaha.

Salah seorang warga yang bermukim tak jauh dari lokasi Curug Luhur Cipinaha atau yang lebih familiar dikenal dengan Curug Husen, Wawan Suhandi, mengisahkan, konon menurut legenda, Curug tersebut merupakan tempat pemandian putri Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran yang bernama Nyimas Malati, yang dulunya seorang penari ronggeng. Dan salah satu bukit pasir yang berjejer di lokasi curug bernama Pasir Malati, disamping bukit pasir Mongor Tengah, Pasir Panjang dan Pasir Tua.

Menurut Wawan, ada seorang warga bernama H. Rodin, pernah menemukan perhiasan di seputar lokasi curug saat mencangkul dan perhiasan tersebut diyakini milik Nyimas Putri Malati yang dipakai saat jadi penari ronggeng.

"Anehnya saat terjadi kebakaran di rumahnya, harta yang bisa diselamatkan hanya perhiasan itu, yang lainnya hangus terbakar" ungkapnya.(20/12)

Air terjun yang berlokasi tepatnya  di Sukasirna Dusun Cipinaha Desa Malatisuka Kecamatan Gunungtanjung ini sekitar tahun 2015  pernah menjadi destinasi wisata keluarga, malah pada saat itu  curug luhur cipinaha ini pernah menjadi primadona wisatawan lokal, terutama menjelang libur panjang atau Hari libur lainnya.

masih kata Wawan, Kini jumlah pengunjung yang datang ke Curug terlihat berkurang, karena wisata alam yang ada di daerahnya belum tertata dengan maksimal. Sarana infrastruktur jalan pun masih perlu dibenahi, jalan ke lokasi perlu dibuat tangga dan juga belum tersedianya tempat peristirahatan yang nyaman buat pengunjung.

"Rencananya tahun anggaran 2019 akan dibangun jalan rabat beton sepanjang 450 meter menuju lokasi. " ujar sekdes ini.

Desa Melatisuka yang dikenal selama ini menjadi pemasok gula aren banyak menyimpan potensi terutama pada Sumber daya alam. Salah satu Obyek wisata alam yang menjadi andalan daerah hasil pamekaran dari Desa Bengkok,  bukan hanya Curug Husen saja,  panorama alam Gunung Panenjoan dan wisata sejarah Goa Anteg bisa menjadi aset besar kedepan
nya jika ditangani serta ada pengembangan yang serius dari investor.(RUSDIANTO-UDI RUSWENDI)

BUNTUT PEMASANGAN SPANDUK YANG DIANGGAP INTOLERAN, MUSPIKA PUN MEMBUAT SPANDUK BARU

PANGANDARAN-Buntut pemasangan sepanduk yang mengharuskan perayaan natal hanya boleh diselenggararakan di gereja, ternyata menjadfi viral di media sosial yang mengakibat sejumlah masyarakat pun angat bicara dengan bermacam-macam komentar.

Bukan hanya di Pangandaran, spanduk yang memuat tulisan cenderung disalahpahami sebagian masyarakat ini ternyata beredar hingga ke kota-kota besar lainnya, walau pemasangan spanduk tersebut tidak berlangsung lama karena dengan berbagai pertimbangan spanduk tersebut pun diturunkan petugas karena tulisannya dianggap intoleran.
Menurut Danramil Pangandaran, Mayor Ike, tindakan pemasangan spanduk tersebut maksudnya bukan untuk melarang siapapun merayakan natalan di Pangandaran, tetapi karena keteledoran akhirnya disalahpahami.

"Ini mungkin maksudnya baik, tidak boleh beribadah bagi pemeluk agama tertentu kecuali di tempatnya dan itu dilindungi," jelasnya. (22/12)

Hal senada dikatakan Kapolsek angandaran, Kompol Suyadi, pemasangan spanduk tersebut membuat suasana terkesan kurang kondusif, maka melalui msyawarah dan kesepakatan semua elemen dengan  membuat pernyataan secara terbuka untuk membuat spanduk baru.

Spanduk baru tersebut, kata Suyadi, bertemakan kondusifitas Pangandaran mengenai kebebasan beragama dan hubungan harmonis antara agama.

“Dan tentunya juga dengan jaminan keamanan bagi siapa saja yang hendak merayakan natal di Pangandaran," tuturnya.

Suyadi juga mengatan, muspika sudah sepakat ke depan perlunya kehati-hatian dalam membuat pernyataan apa pun apalagi di jaman sekarang ini, dengan kemudahan tekonologi informasi apa pun akan sangat mudah dan cepat diekspos. (HARIS F)

JEMPUT BOLA PEMBUATAN AKTE, PETUGAS DISDUKCAPIL BERKELILING KE DESA-DESA

CIGUGUR-Masarakat Desa Bunisari Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran menyambut antusias kehadiran petugas Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) saat pendataan dan pembuatan akte kelahiran yang dilaksanakan di alua desa sepanjang siang bahkan hingga malam hari.

Demikian ungkap kepala Desa Bunisari, Saepudin, menanggapi pelaksanaaan jemput bola dalam pembuatan akte kelahiran masyarakat.

“Masyarakat sangat senang karena sekarang tidak usah jauh-jauh untuk mengurus adiminstrasi kependudukannya dan tentunya karena tanpa dipungut biaya sepeser pun. ”ungkap Saepudin.(20/12)

Hal senada dikatakan salah seorang petugas Disdukcapil, Kasi Kelahiran Bidang Pencatatan Sipil, Warino, program pelayanan jemput bola keliling ini dilaksanakan agar lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akte kelahiran.

Menurutnya, petugas sangat menyadari dengan kesibukan serta jarak yang harus ditempuh sangat jauh untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil.

“Mungkin inilah yang kadang membuat masarakat enggan untuk membuat akte kelahiran. “ungkap Warino.

Warno mengatakan, kegiatan pelayanan jemput akte keliling ini dilaksanakan terus menerus dan berkelanjutan. Artinya, disdukcapil terus akan berkeliling dari satu desa ke desa lain dan dari kecamatan terus berpindah ke kecamatan lainnya.

Dan dalam pelayanan ini, kata Warino. jumlah yang dilayani pun pluktuatif, terkadang satu hari hanya sekitar 80 orang tapi bisa juga hingga 300 orang.

“Dan kami melayani masyarakat terkadang hingga larut malam karena pada siang hari banyak warga yang masih sibuk bekerja di kebun, di sawah atau di tempat lainnya. “imbuhnya.
 (ANTON AS)

TARGET TIDAK TERCAPAI, SANKSINYA GAJI BILLER PLN DIPOTONG TIAP BULANNYA

TASIK NEWS-Hampir setiap di pelosok perkampungan yang ada di Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya sudah disinggahi. Berbagai medan sulit pun sudah dijajakinya, terlebih di saat turun hujan deras yang menggenangi tanah merah hingga terasa semakin berat perjalanan.  Belum lagi cacian tak jarang diterima saat berhadapan dengan pelanggan yang bandel, yang penunggak pembayaran yang sudah melewari jatuh tempo.

Itulah sekelumit suka duka salah seorang petugas pemungut bayaran dan pencatat meteran PLN (biller) di Kantor Pelayanan (KP) PLN Kecamatan Salopa, Khoer Afandi, dengan rutinitas kerjanya.
.
Dikatakan Khoer, kendati sudah ada pemberitahuan dari PLN tentang batas waktu pembayaran listrik setiap tanggal 20 harus lunas, namun pada pelaksanaannya masih saja ada pelanggan yang kurang sadar pada kewajibannya, padahal PLN sudah mensosialisasikan terkait sanksi  pemutusan sambungan listrik sementara dan pemutusan sambungan permanen, dengan cara pencabutan KWH jika pelanggan menunggak sampai 3  Bulan. Dan jika KWH sudah di cabut, maka konsumen harus melakukan pemasangan baru (PB) kembali.

Khoer juga mmengatakan, di Kantor pelayanannnya, bertugas lapangan terbagi dua, bagian pelayanan teknik dan pemungut tagihan listrik.

“Kita bekerja sesuai tupoksi masing-masing walau pun saat di lapangan ada kalanya kami  bekerjasama, yang terpenting kepuasan pelanggan harus dinomor satukan. “tutur Khoer.(21/12)

Khoer juga mengatakan, jumlah biller di KP  Salopa ada 6 orang dan tiap biller mendapat target penagihan bervariasi. Ia sendiri kebagian target 1500 pelanggan yang menjadi tanggung jawab setiap bulannya.

Diakuinya, terkadang pencapaian penagihan pembayaran listrik per bulan tidak tercapai karena banyak masyarakat yang kurang sadar pada kewajibannya.

“Rata-rata penunggakan tiuap bulannya pembayaran listrik dari pelanggan di tiap biller bisa mencapai lebih Rp. 20 juta. "terang Khoer.

jika pelanggan dalam pembayaran tidak tepat waktu, kata Khoer, ia yang akan imbasnya, mendapat potongan gajih.

Tapi menurut Khoer, ia tetap bangga  menjadi walau terkadang harus menghadapi persoalan-persoalan dilematis, di satu sisi sebagai petugas harus tegas menerapkan aturan PLN saat pada pelanggan yang saat jatuh tempo masih belum melunasi pembayaran. Maka, menurutnya, ia pun akan melayangkan surat pemutusan sambungan listrik sementara.

“Tapi di sisi lain saya tidak tega karena selama ini sudah dekat dengan masyarakat. “ungjkapnya lagi.

Khoer pun berharap adanya kesadaran tinggi dari pelanggan untuk melaksanakan kewajibannya tepat waktu tanggal 20 pada setiap bulannya agar petugas tidak kena imbas dengan pemotongan gaji.

“Sekali lagi saya menghimbau agar masyarakat bisa tepat waktu dalam pembayaran tiap bulannya, saya cuma buburuh serta punya tanggunan keluarga yang harus diberi nafkah. “pungkasnya. (RUSDIANTO-HERMAN)

CAMAT PANCATENGAH LAKUKAN MONEV PEMBANGUNAN TRIWULAN IV TAHUN 2018 DI DESA MARGALUYU

TASIK NEWS-Dalam pelaksanaan pembangunan yang ada desa, harus dipahami segala sesuatu yang berhubungan dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik untuk bersama-sama mengoptimalkan potensi segala asfek untuk kemajuan desa.

Demikian disampaikan Camat Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, H. Nono Darso, S.Ip, dalam sambutannya pada kegiatan Pembinaan Pemeriksaan Administrasi  dan Keuangan Desa Semester II serta Monev Pembangunan Triwulan IV Tahun 2018 di Desa Margaluyu.(18/12)

“Kita juga harus bisa mempertahankan budaya yang ada di desa agar tidak musnah apalagi di era milenial seperti sekarang ini. “kata Nono.

Selain camat, dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekmat Pancatengah, perangkat desa, pendamping desa, Lembaga Desa Margaluyu, antara lain, 21 orang RT, 10 orang RW, 7 orang BPD, 1 orang MUI, 1 pengurus karang taruna, 1 orang LPM, 1 orang TP PKK, 5 orang ketua Posyandu dan 10 orang tokoh masyarakat perwakilan dari tiap-tiap dusun.

Nono juga mengatakan, semuanya harus berupaya meningkatkan baik potensi Sumber Daya Alam (SDA) atau Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa tercipta desa mandiri yang bisa menjadi teladan bagi desa lainnya di Kabupaten Tasikmalaya.

“Ke depan, diharapkan Desa Margaluyu bisa terus berkembang untuk bisa bersaing secara positif dengan daerah lain yang pada gilirannya tentu bisa meningkatkan kesejahteraan warga. “kata Nono lagi. (ANWAR. W-UDI. R)

SUDAH SATU BULAN LEBIH SAMPAH DIBIARKAN BERSERAKAN DI JALAN IR. H. JUANDA TASIK

TASIK NEWS-Warga yang tinggal di sekitar Jalan Ir. H. Juanda Kota Tasikmalaya, setiap pagi dipaksa harus melihat pemandangan serta menghirup aroma busuk dari gundukan sampah yang berceceran.

Bukan saja di pinggir jalan, sampah-sampah tersebut pun berceceran hingga ke saluran air hingga menjadi pemandangan suram di tengah kota.

Menurut warga setempat, sudah satu bulan lebih sampah tersebut seolah dibiarkan berserakan begitu saja dan entah kenapa tidak diangkut oleh petugas kebersihan.

“Harusnya pemerintah bisa memberikan contoh baik pada masyarakat, bagaimana menjaga lingkungan agar bersih dari sampah. “ujarnya.(19/12)

Akibat aroma busuk yang menyengat, tidak sedikit warga yang kebetulan lewat sekitar jalan tersebut terpaksa harus menutup hidung karena tidak kuat menahan bau.

“Padahal di setiap kesempatan pemkot selalu mensosialisasikan tentang kebersihan dan lingkungan sehat pada masyarakat, sementara pemerintah sendiri malah sebaliknya membiarkan sampah mengotori sudut-sudut kota. “ungkapnya lagi.  (ANWAR W)

AKIBAT KESAL, BEBERAPA WARGA NAGROG POSTING JALAN RUSAK DI MEDSOS

TASIK NEWS-Akibat merasa tidak diperhatikan pemerintah, sejumlah warga Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, melalui media sosial (medsos) face book mengungkapkan kekesalannya karena infrastruktur jalan di Ciranca-Cirengrak.

Menurut Suhendar dan Encep, warga sudah lama memendam rasa kesal karena jalan yang selama ini dipergunakan sudah tidak berbentuk jalan lagi karena lebih mirip dengan kubangan kerbau.

“Padahal kami punya hak dan kewajiban yang sama seperti warga lainnya. “ungkapnya.(19/12)

Menurut mereka, mendambakan untuk bisa memiliki jalan licin berhotmiks selama ini hanya sebatas angan-angan dan mimpi saja, walau pun setiap tahun harus taat pada kewajiban untuk membayar pajak. Tapi saat giliran bicara hak rakyat, seolah terabaikan.

“Sebagai warga kami hanya bisa mengkritik tanpa niatan menjatuhkan siapa pun. “imbuhnya. (ANWAR W-HERMAN)

NAH, BUPATI PANGANDARAN ANGKAT BICARA TERKAIT RASIONALISASI ANGGARAN

Ada beberapa pertimbang terkait rasionalisasi anggaran di Pemerintah Kabupaten Pangandaran, diantaranya, optimalisasi 4 skala perioritas kebijakan yang sudah digariskan pemda.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, ketika disoal kebijakan pemangkasan anggaran hampir di semua SKPD, saat bincang-bincang dengan PNews di ruang kerjanya.(10/12)

Menurut Jeje, kebijakan ini tentunya bukannya tanpa alasan, karena walau memang dirasakan “ekstreem”,  tapi kata Jeje, Pangandaran harus melakukan akselerasi pembangunan di segala bidang untuk memenuhi tuntutan dan memenuhi hak-hak dasar kebutuhan masyarakat.

“Ini menjadi penting, saat masyarakat membutuhkan perbaikan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan dan memulai penataan wisata untuk menuju visi kita menjadi wisata berkelas dunia. “ungkapnya.

Pada setiap kesempatan, menurutnya ia sering mengatakan, pemda tidak mempunyai anggran yang besar tapi pembangunan daerah harus terus berjalan.

“Kalau kita membangun dengan anggaran yang besar, tentunya semua orang dapat melakukannya. “imbuh Jeje.

Persoalannya, kata Jeje lagi, mampukan pemda berinovasi memenuhi kekurangan anggaran tersebut, baik melalui bantuan dari pemprov atau pun pusat bahkan dengan optimalisasi CSR. Karena jika hanya berkutat pada kueh APBD saja, Jeje mengakui, tentunya tidak akan mencukupi.

Jeje pun mencontohkan saat ia akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), saat itu pada APBD hanya ada sekitar Rp. 35 milyar saja, menurutnya ia pun harus putar otak untuk mencari kekurangannya.

“Saya datang ke pemprov, ke pusat dan Alhamdulillah RSUD pun sebentar lagi bisa terwujud dengan anggaran ratusan milyar. “jelasnya. 

Lebih jauh Jeje mengatakan, pada dasarnya apa yang ia lakukan selalu diawali dengan gagasan atau mimpi-mimpi dulu, seperti yang dilakukan dalam kebijakannya pada relokasi pedagang pantai dan penataan wisata. Setelah dirasakan program tersebut bagus dan bisa memberi manfaat pada masyarakat, ia pun akan membawanya baik ke pemprop atau pada kementerian untuk mempresentasikan program tersebut dengan jelas dan gamblang. Dan gayung pun bersambut, karena ternyata setiap program kebijakan yang selama ini digulirkan selalu mendapat dukungan anggaran dari pemprop dan pusat. Bukan hanya itu, menurutnya ia pun  bisa memanfaatkan CSR untuk ikut berkontribusi pada pembangunan yang ada di Pangandaran.

Saat disoal hubungan dengan rasionaliasi anggaran pada pemerintahannya, kata Jeje, ia tidak mau berkomentar banyak, tapi ia menegaskan ada banyak peluang bisa lebih dimaksimalkan selain penggunaan APBD. Artinya, kebijakan semua itu ada pada pimpinan untuk selalu mengembangkan inovasi dan kreativitas tanpa harus terpaku pada jumlah anggaran di masing-masing SKPD.

“Sekali lagi saya katakan, jika persoalannya menunggu anggarannya ada, lalu sampai kapan program-program bisa berjalan sesuai keinginan dan harapan masyakarat..? ”pungkas Jeje. (PNews)

HASIL SUMBANGAN PNS DAN DONATUR, KANTOR UPTD KARANGNUNGGAL SEGERA DIRENOVASI

TASIK NEWS-Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada para pendidik, kini Kantor UPTd Pendidikan Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, rencananya akan segera direnovasi.

Seperti dikatakan Kepala UPTD Karangnunggal, Acep, dengan menggunakan anggaran sebesar Rp. 134 juta yang diperoleh dari donator dan iuran PNS di lingkup pendidikan, renovasi kantor akan segera dilaksanakan.

Alhamdulillah, dari donator dan sumbangan seikhlasnya dari PNS warga penididikan akhirnya bisa terkumpul dana sebesar itu. “ungkap Acep. (10/12)

Dikatakan Acep, renovasi yang akan dilaksanakan ini murni hasil dari sumbangan berbagai pihak termasuk dari para PNS yang sudah rela menyisihkan sebagian rejekinya.  

Acep juga mengucapkan terimakasih kepada siapa saja yang sudah berbaik hati ikut membantu baik moril mau pun materil, bersama-sama membantu proses renovasi kantor UPTD. 

“Mudah-mudahan ini akan bermanfaat, bukan saja bagi kami para insane pendidik, taopi juga bagi masyarakat banyak khususnya masyarakat Karangnunggal. “imbuhnya. (ANWAR W)

7 BUDI UTAMA, MOTTO KERJA DESA PARAKANMANGGU

PARIGI-Sejatinya pemerintahan desa harus mampu memberi pelayanan yang terbaik pada warga, apa yang menjadi keinginan dan harapan warga harus bisa direspon cepat. Dan semuanya itu harus dikerjakan dengan ikhlas, beretika dan penuh rasa tanggungjawab.

Demikian disampaikan Kepala Desa Parakanmanggu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Suryo, saat diminta tanggapannya terkait tupoksi kepala dan perangkat Desa Parakanmanggu.

“Jangan sekali-kali kita ingin dilayani, tapi sebaliknya kita-lah yang harus melayani siapa saja yang datang ke desa. “ungkap Suryo.(17/12)

Dikatakan Suryo, paling tidak ada 7 motto yang menjadi pegangan kerja yang terangkum dalam 7 Budi Utama.
Pertama, harus jujur dalam bekerja karena jujur akan mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan. Kejujuran juga dapat membawa kebenaran, kebenaran dapat mengantarkan seseorang dekat dengan yang Maha Esa.

Kedua, dalam bekerja harus disertai rasa tanggungjawab, karena tingkah laku dan perbuatan baik disengaja maupun tidak harus ada tanggungjawab moral, karena bila disana ada sebab dan akibat, artinya berani berbuat harus berani bertanggung jawab.

Yang ketiga, visoner, ada kemampuan untuk melihat kedepan, melebihi penglihatan orang lain melalui kata-kata yang diucapkan.

“Kita bisa mengetahui apakah seseorang itu visioner atau tidak, kita juga perlu mengenali diri sendiri untuk mengetahui apakah kita in orang visioner atau tidak. “jelas Suryo.

Keempat, dalam bekerja harus disiplin, karena perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggungjawabnya. Kedisiplinan merupakan usaha untuk menanamkan nilai atau pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk mentaati sebuah peraturan.

“Yang kelima kerjasama,  sebuah pekerjaan yang dilakukan bersama-sama dapat mencapai tujuan atau target yngg sebelumnya telah direncanakan dan disepakati secara bersama pula. “katanya lagi.

Masih kata Suryo, yang keenam Adil, dimana semua orang mendapatkan hak berdasarkan kewajibannya. Kata adil merupakan satu  sikap yang tidak memihak atau sama lainnya, tidak ada yang lebih dn tidak ada yang kurang, tidak ada pilih kasih. Adil tidak berarti harus sama tapi harus sama-sama ikut merasakan.

“Dan yang ketujuh peduli, peduli merupakan sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri pada persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi disekitar kita, orang peduli adalah mereka yg terpanggil melakukan sesuatu dlm rangka memberi inspirasi, perubahan, kebaikan kepada lingkungan disekitarnya. ”  Pungkas Suryo. (ANTON AS)

PESONA WISATA CIMEDANG DENGAN SENSASI MEMANCING IKAN BLACK BUSH

TASIK NEWS-Sungai Cimedang di wilayah Desa Margaluyu Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi menjadi destinasi wisata baru yang menjanjikan. Hal itu diungkapkan TA P3MD Provinsi Jawa Barat, A Abdurozak, S.Ag, saat menyusuri sungai yang mempunyai luas 200 meter (4/09).

Menurut A Ozak, sapaan akrabnya, pihaknya sengaja menyisir muara sungai bersama TA P3MD Pemkab Tasikmalaya dari hilir sampai hulu bersama Para Pendamping Desa PLD, Sekdes dan pengurus BUMDes Margaluyu.

 “Saya sangat takjub melihat potensi sungai Cimedang dengan pemandangan alam dan sumber daya alam yang sangat kaya ini dengan dijadikan wisata pemancingan,” ujarnya.

Ozak mengatakan, Sungai Cimedang bisa menjadi destinasi wisata baru di Kecamatan pancatengah khususnya Desa Margaluyu. Karena ini bisa men¬jadi surga bagi para pecinta mancing untuk menambah pengalaman.

“Dan yang paling istimewa,  di sungai ini masih terdapat ikan black bush yang menjadi incaran bagi pemancing mania. “imbuhnya.

Sementara menurut Sekdes Margaluyu dan Direktur Bumdes Margaluyu, pihaknya bersama masyarakat selalu mengimbau para pemancing untuk melepaskan kembali ikan black bush dan mangrove jack yang berhasil mereka tangkap.

“Kalau ada yang dapat ikan tersebut 100 persen harus dilepaskan lagi supaya bisa lestari,” tegasnya.

Memang untuk potensi pemancingan, katanya lagi,  sangat layak sekali dengan masih banyaknya ikan-ikan yang menjadi sasaran pemancing mania. Bahkan untuk ikan jenis black bush di Sungai Cimedang masih ditemukan dengan berat mencapai 10 kilogram.

Dalam upaya melestariakan black bush, katanya, agar tidak bisa diambil begitu saja oleh para pemancing. Ini agar ikan yang terkenal dengan tarikan sangat kuat tersebut bisa tetap lestari dan terus berkembang biak.

“Jadi peraturannya bisa dipancing tapi harus dilepaskan,”pungkasnya. (ANWAR W)

TERJADI PERGESERAN TANAH AKIBAT LONGSOR, HEKTARAN SAWAH ALAMI KEKERINGAN

LANGKAPLANCAR-Petani di Dusun Cintajaya Desa Cimanggu Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran terancam gagal panen, pasalnya sistim pengairan tidak berfungsi akibat tanahnya longsor.

Demikian disampaikan Pjs. Kepala Desa Cimanggu, Jajang Somantri, saat diminta tanggapannya terkait longsor yang terjadi beberapa hari lalu.

Kata jajang, longsor ini terjadi pada hari minggu (16/12) mengakibatkan saluran air yang biasanya mengairi sawah terjadi penyumbatan, dan ini diketahui ketika pemilik sawah mengetahui sawahnya kering tidak ada airnya, padahal di selokan kondisi air penuh karena malamnya hujan cukup deras.

Dan setelah diteliti penyebabnya, lanjut Jajang, ternyata letak sawah seluas 5 hektar tersebut bergeser turun kebawah dan terpisah dengan daratan bagian atas.

Masih kata Jajang, warga pemilik sawah pun menyadari bahwa telah terjadi longsor pada area sawah, karena terbukti sawah warga tersebut berpindah ke bawah sementara air selokan masuk ke bagian belahan tanah yang memisahkan areal sawah dengan daratan.

“Saya pun berinisiatif mengumpulkan semua perangkat dan warga pemilik sawah agar untuk sementara waktu jangan dulu ada aktivitas di area tersebut, karena saya khawatir takan terjadi longsor susulan.  “kata Jajang. (18/12)

Dan sesuai kesepakatan dengan pemilik sawah, Jajang pun secepatnya akan segera melaporkan kejadian ini pada pemerintah daerah.

“Bagaimana cara penganggulangannya pun nantinya kami akan serahkan pada pemkab Pangandaran. “imbuhnya. (ANTON AS)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN