KARENA GAGAL PARIPURNA, MPP RENCANA DUDUKI DPRD PANGANDARAN

Jika rapat paripurna yang nota bene salah penentu arah kebijakan pemerintah daerah selalu terkendala dengan  alasan tidak kuorum dan sebagainya, maka roda pemerintahan pun pastinya akan terhambat.

Demikian disampaikan ketua Masarakat Peduli Pangandaran (MPP), Nanang Kartu, saat dikonfirmasi terkait rencananya untuk menduduki DPRD.

Kata Nanang, seperti hari ini dan kemarin karena alasan tidak kuorum, maka rapat paripurna pun gagal dilaksanakan.

"Itu satu preseden dan pendidikan politik yang buruk untuk masyarakat. "kata Nanang.(15/10)

Jika ada persoalan, lanjut Nanang, sebaiknya itu disampaikan saja dalam rapat, kalau perlu hujani dengan interupsi atau walk out.

"Sebagai masyarakat jelas saya sangat kecewa dengan sikap yang dipertontonkan para anggota DPRD. "imbuhnya.

Disoal kebenaran rencana untuk menduduki DPRD, menurut Nanang, pihaknya dengan seluruh elemen masyarakat memang berencana melakukan itu.

"Insaalloh kami dengan masyarakat bahkan mahasiswa akan pasang tenda di halaman gedung DPRD."kata Nanang lagi. (PNews)

SETELAH DUA HARI PENCARIAN, KORBAN PEMOTOR DI EMPLAK DITEMUKAN TIM GABUNGAN

KALIPUCANG-Setelah dua hari pencarian akhirnya korban arus banjir di Dusun Cibadak Desa Emplak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran (12/11), kemarin sore sekitar jam 15.30 (14/11) ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa oleh tim gabungan SAR, Polri, TNI, Relawan beserta masyarakat di sungai tepatnya di bawah jembatan Cimandala Rt 02 Rw 01 Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang, sekitar 5 km dari tempat korban dengan sepeda motornya terseret air bah.

Korban yang diketahui bernama Reni Hernawati (22) karyawan PT Permodalan Nasional Madani Pangandaran, warga Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran langsung dibawa ke puskesmas Pangandaran untuk dilakukan visum untuk selanjutnya diserahkan pada keluarganya.

Upaya pencarian Reni Hermawati (22) karyawan PT Permodalan Nasional Madani Pangandaran membuahkan hasil. Di hari keduanya proses pencarian, tim gabungan berhasil menemukan Reni di sungai Cimandala, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 15.17 WIB dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

“Alhamdulillah setelah dua hari upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil, korban bisa kita temukan. “Kata Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran Dayat.

Dayat menuturkan, kondisi medan yang curam dengan menyusuri hutan diantara lereng bukit terjal dan dua buah curug (air terjun), sedikit menyulitkan usaha pencarian.

“Apalagi saat memasuki curug ketiga dengan ketinggian sekitar 50 meter, kami pun harus ekstra hati-hati. “imbuhnya.
Seperti diketahui, korban saat kejadian berusaha menerobos derasnya guyuran hujan yang jatuh dari bukit ke jalan raya, karena aliran air cukup deras korban dengan speda motornya pun ikut terbawa arus.

Seperti dituturkan salah seorang saksi mata, Ari (30) warga Desa Emplak Kecamatan Kalipucang, menurutnya, sekitar jam 20.00 WIB saat itu kondisi hujan lebat ia melihat korban yang sedang melintas langsung terbawa arus air bah yang jatuh dari lereng setinggi 10 meter.

Sebenarnya, menurut Ari, ia suda menghimbau korban agar menunggu atau mengurungkan perjalanan karena saat itu sudah malam dan ketinggian air di tengah jalan pun setinggi lutu orang dewasa.

“Namun himbauan saya tidak didengar. “ungkapnya.

Ari menambahkan, saat itu keadaan lalu-lintas sedikit macet karena banyak juga kendaraan yang memilih untuk berhenti melihat kondisi jalan yang sudah tertutup derasnya aliran air dari bukit. Tapi saat itu korban memaksa menerobos sehingga di tengah genangan air motornya  pun mati dan terpaksa menuntunnya.

“Tidak berselang lama korban terlepas dari motor yang dituntunnya dan korban pun terseret air ke jurang disusul dengan motornya pun yang ikut hanyut. “tutur Arui. (PNews)






MENCOBA MEMETIK REJEKI DI TENGAH MUSIBAH BANJIR

water plang
Bagi kebanyakan orang, banjir dan longsong merupakan musibah yang harus dihindari walau ada sebagian orang justru mendapat rejeki dari arus deras aliran sungai yang meluap banjir.
Mungkin sudah sering dilakukan masyarakat saat hujan turun dengan deras dan terjadi hingga beberapa hari, maka banjir pun terjadi hampir di setiap tempat, tidak terkecuali kolam ikan milik warga pun ikut meluap. Dan warga lainnya pun siap-siap dengan alat yang dia punya untuk beramai-ramai menangkapi ikan di tempat-tempat yang tergenangi banjir.

lain lagi cerita yang dituturkan salah seorang warga Dusun Karangsari Desa-Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, Daday (24). Ia bersama tiga rekannya bisa meraup jutaan dari musibah banjir yang terjadi di sungai sekitar tempat tinggalnya.

Daday yang tinggal di sekitar water plang (sebutan untuk bendungan sungai cikembulan) yang ada di Kecamatan Sidamulih, menuturkan, jika mendegar berita ada hujan besar dan terjadi banjir di wilayah Kalijati, dipastikan luapan air besar sungai Cikembulan akan membawa material, baik itu sampah atau pun pohon-pohon yang tumbang.

"Kayu-kayu yang terbawa arus tersebut biasanya akan menumpuk sebelum sampai ke water pang dan kami pun mengambil batang-batang pohon tersebut. "terang Dadan.(10/11)

Dadan menambahkan, saat banjir tahun lalu juga ia dan rekan-rekannya berhasil mengumpulkan kayu-kayu tersebut hingga satu truk (sekitar 5-6 M3).

"Kebanyakan hanya kayu albasia yang kami ambil. "katanya.

Masih kata Dadan, bukan hanya kayu saja jika ia mau mengambil yang terbawa arus sungai, ratusan butir kelapa pun berserakan mengambang bisa dipunguti untuk dijual.

"Lumayan dari hasil penjualan kayu tersebut kami bagi berempat. "imbuhnya. (PNews)






TANPA BANTUAN PEMDA, WARGA CIRANCA GOTONGROYONG EVAKUASI KORBAN LONGSOR

TASIK NEWS-Masyrakat Kampung Cipangadungan Dusun  Ciranca  Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah  Kabupaten Tasikmalaya bahu membahu untuk bergotong-royong membantu warga lainnya yang tertimpa bencana saat hujan deras yang mengguyur beberapa hari lalu.

Walau dengan alat seadanya evakuasi yang dilakukan masyarakat pun cukup efektip untuk mebersihkan sisa-sisa lumpur yang menimbun sebagian rumah korban.

“Kami mengerjakannya bersama-sama, dan ini murni dari panggilan rasa solidaritas dan kebersamaan warga. “ungkap salah seorang warga,Agus.(12/11)

Sebenarnya, kata Agus, pekerjaan ini akan lebih cepat jika menggunakan alat berat, karena lumpur yang menutupi rumah cukup tebal.

“Tapi entah kenapa pemda terkesan mengabaikan musibah yang menimpa warga di kampung ini. “kata Agus. (ANWAR WALUYO)

AKIBAT TERUS DIGUYUR HUJAN JALAN DI DESA KERTAYASA AMBLAS DAN TERJADI PERGESERAN TANAH

CIJULANG - Akibat diguyur hujan semalaman jalan didusun Tenjolaya Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran hancur terbelah. Akibatnya ada lima rumah di bawah jalan tersebut terkena dampaknya juga terjadi ada pergeseran tanah disekitar tempat tinggal warga.

Seperti diungkapkan kepala desa Kertayasa, Abdul Rohman saat ditemui PNews di ruang kerjnya. Menurutnya, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar jam 04.00 dini hari.

"Malah menurut warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, mereka merasakan adanya pergerakan tanah sejak pukul 02.00 hiungga warga pun merasa cemas dan ketakutan. "ungkapnya. 13/11/2018.

Rohman menuturkan, akibat dari pergeseran tanah tersebut akses jalan desa pun tersendat, sehingga ia pun berinisiatif mengurug jalan yang amblas tersebut dengan tanah cabluk untuk  kelancaran lalu lintas jalan.

"Mudah-mudahan dengan kejadian ini Pemda Pangandaran segera menurunkan bantuan untuk membantu penanggulangannya. “ tandasnya. (AGE)

SEORANG PEMOTOR TADI MALAM HILANG TERBAWA ARUS SUNGAI CURUG

KALIPUCANG-Seorang pengendara motor sekitar jam 19.30 WIB (12/11) menjadi korban arus deras di Rt 014 Rw 004 Dusun Cibadak Desa Emplak Kecamatan kalipucang Kabupaten Pangandaran, saat memaksa menerobos arus air di jalan arah Kalipucang-Pangandaran.

Menurut beberapa saksi mata, korban memaksa memacu motornya saat hujan turun deras  hingga terjebak arus air yang jatuh dari lereng hingga mengakibatkan ia dan motornya pun hanyut dan jatuh terbawa arus ke sungai curug 2.

Korban yang diduga seorang wanita ini, hingga berita ini diturunkan masih belum diketemukan, sedang sepeda motor milik korban jenis Honda Revo warna hitam tanpa plat nomer berhasil diketemukan warga sekitar 200 meter dari tempat kejadian.

Salah seorang anggota Pol Air Pangandaran, Tasikun, yang kebetulan melintas di tempat kejadian saat menuju ke Polres Ciamis, menuturkan, kejadian ini sudah ditangani Polsek kalipucang.

“Sementara hingga saat ini petugas dengan dibantu masyarakat pun terus melakukan pencarian korban. “terangnya.(13/11)  **PNews**

PENGURUS TAEKWONDO KAB. PANGANDARAN GELAR PELATIHAN WASIT DAN JURI

PADAHERANG-Padepokan SMA Ksatria Nusantara Kecamatan Padaherang sabtu kemarin (10/11) dijadikan tempat pelatihan wasit dan juri taekwondo se- Kabupaten Pangandaran, yang dihadiri dihadiri sekitar 100 Peserta.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kabupaten Pangandaran, Cecep Nurhidayat S.PdI, tujuan diadakan pelatihan ini agar seluruh pelatih, wasit dan juri taekwondo lebih profesional.

“Jika seluruh elemen yang terlibat dalam taekwondo sudah professional, diharapkan akan lahir prestasi-prestasi dari para atlit taekwondo Pangandaran. “ucapnya.

Cecep menambahkan, dalam pelatihan ini pengurus taekwondo bekerjasama dengan LPKM (Lembaga Pemberdayaan Kemandirian Masyarakat) Kabupaten Pangandaran serta dibantu Program Kemenpora RI, hingga seluruh rangkaian kegiatan pun berjalan sukses. (NANA HOERUMAN)

ATLET PANGANDARAN PERTAMA IKUTI PEPARDA BERHASIL BOYONG 2 MEDALI PERAK DAN 5 PERUNGGU

PANGANDARAN – Dari 12 cabang olahraga (cabor) ynag dipertandingkan di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V Jawa Barat 2018 di Kabupaten Bogor selama 1 minggu ( 4-12/11), Tim Paralimpik Kabupaten hany mengirimkan 6 cabor yang diikuti 13 atlit.

Demikian disampaikan ketua NPCI Pangandaran, Wahyu Hidayah, kepada sejumlah awak media saat diwawancarai.
Wahyu mengatakan, dari 25 kabupaten-kota di Jawa Barata, ada 1.733 atlit yang ikut bertanding pada berbagai lomba untuk merebut 2.510 medali yang dipertandingkan pada even ini.

“Tim dari Pangandaran sendiri tahun ini hanya mengikuti 6 cabor saja, antara lain Tenis meja, Bulutangkis, Renang, Bowling, Catur dan Atletik. “terang Wahyu.(10/11)

Sementara Ketua Kontingen Pangandaran, Agus Teguh, menambahkan, walau baru pertama mengikuti tapi atlit Pangandaran sudah berhasil memperoleh medali, diantaranya dari cabor tenis meja dan bulutangkis berhasil memboyong 7 medali perak dan perunggu.

Agus menambahkan, sementara di cabor catur atlit atas nama Krisna Aji (14) meskipun tidak berhasil meraih medali, namun berhak mewakili Jawa Barat mengikuti Peparnas mendatang di Papua di kelas Junior karena dinilai potensial sebagai pecatur muda.

“Krina yang turun pada nomor catur standar dan catur cepat, dan di nomor catur standar ia hanya mampu mengumpulkan poin 3 dari enam babak yang digelar. “jelas Agus. (PNews)

AKIBAT LONGSONG JALAN MALINGPING BANTARKALONG BELUM BISA DILEWATI

TASIK NEWS-Pasca terjadi bencana banjir dan longsor di wilayah Tasikmalaya selatan, beberapa jalan hingga saat ini (9/11) masih belum bisa dilewati kendaraan. Seperti ruas jalan di Dusun Malingping Desa Hegarwangi kecamatan Bantarkalong, sarana transfortasi di desa tersebut masih harus dibersihkan karena material longsoran masih menghalangi sebagian badan jalan.

Menurut salah seorang warga, Dede, mudaha-mudahan Pemda Tasikmalaya melalui BPBD bisa segera menurunkan bantuan alat berat untuk mengantisipasinya.

“Jalan ini sangat vital sekali karena merupakan akses menuju desa lain dan sebaliknya. “ungkapnya. (ANWAR W)

APARAT DIBANTU WARGA EVAKUASI JALUR CIKAPINIS-CIKUPA

TASIK NEWS-Pasca terjadi longsor di jalan yang menghubungkan Desa  Cikapinis, Cikupa tembus ke Desa Ciawi sarimukti dan Cidadap, tepatnya di dusun Datarkadaka, kini seluruh aparat, babinsa, bainmas dan perangkat desa dibantu masyarakat bahu-mebahu bergotong royong mebersihkan material sisa longsoran yang menghalangi badan jalan.

Longsor setinggi 30 meter pada bahu jalan pun dipasangi pembatas dengan menggunakan batang pohon bambu untuk antisipasi para pengendara saat melewati jalur tersebut.

“Atas nama masyarakat dan pemerintahan desa, saya mengucapkan terimakasih pada seua pihak yang sudah ikut bergotong-royong. “kata Kepala Desa Cikupa, Yudha Heryadi.(8/11)

Yudha menambahkan, berkat sigapnya masyarakat dan aparat, jalan yang terkena longsoran pun kini sudah bisa dilewati kendaraan lagi.

“Tapi kami tetap enghimbau kepada para pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas jalur ini. “imbuhnya. (ANWAR WALUYO-UDI R)

PROGRAM RUTILAHU TERSENDAT AKIBAT MAHALNYA HARGA MATERIAL

CIGUGUR-Seorang warga  di Desa Cilembu Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, Sukaesih, penerima program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) merasa kebingungan dengan harga material yang ia rasakan sangat mahal. Misalnya, untuk membeli 1 dump truck dengan isi 5 meter kubik pasir yang bercampur pasir laut, ia harus membayar  Rp. 1,065 juta, padahal jika ia beli sendiri pasir Cikalong bisa dengan harga Rp.1,009 juta dengan kubikasi 7 meter kubik per satu truknya, sehingga selisih harganya pun sekitar Rp.1,009 juta.

“Padahal dari selisih harga tersebut mungkin bisa kami belanjakan untuk keperluan lainnya. “ucap Sukaesi yang diiyakan anaknya. (8/11)

Mewakili ibunya, anaknya menambahkan, ia pun paham jika dalam program rutilahu segala kebutuhan material bangunan sudah disediakan toko penyedia yang ditunjuk fasilitator program, tapi sangat disayangkan harga-harga yang harus dibayar sangat mahal dan tidak sesuai dengan harga di pasaran.

“Coba saja hitung, jika kami beli 5 truk saja selisihnya bisa sampai Rp.5 juta, belum lagi ditambah kubikasi yang kurang dan kwalitasnya yang kurang bagus. “jelasnya.

Saat dikonfirmasi ke Kepala Dusun Cilembu, Edi, ia menuturkan, dalam masalah ini ia pun bingung harus bertindak apa, pasalnya segala urusan terkait rutiahu ini sudah ada mekanisme dan diatur sepenuhnya pihak fasilitator, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan toko penyedia barang yang ditunjuk kedua pengurus itu.

“Kalau pun ada perbedaan harga semestinya yang wajar saja, karena saat saya membangun rumah senidir, memang benar harga pasir Cikalong segitu malah waktu itu saya beli dengan harga Rp.800 ribu 1 truknya. “kata Edi.

Dan jika memang harga pasir yang diterima warganya Rp.2.065 juta untuk satu truknya, menurut Edi, harga tersebut memang terlalu mahal dan tidak sesuai dengan harga di pasaran.

“Saya tidak mengatakan ini salah siapa, tapi yang jelas inilah yang terjadi sehingga program rutilahu pun jadi tersendat. “imbuhnya.

Edi juga menambahkan, bantuan rutilahu ini non tunai, artinya masyarakat penerima manfaat hanya menerima barang dan uang untuk HOK saja, dengan perincian Rp 12,200 juta berupa barang dan HOK Rp 560 ribu. (ANTON AS)

PIHAK PESANTREN NURRUDDIN MENYAYANGKAN LAMBATNYA BANTUAN PEMKAB TASIKMALAYA

TASIK NEWS-Musibah banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya wilayah selatan beberapa hari lalu tidak hanya  menimpa rumah masyarakat saja, sebuah pesantren di Dusun Cikaraha Desa Hegarwangi Kecamatan Bantarkalong, Pondok Pesantren Nurruddin ikut menjadi korban.

Material longsoran berupa lumpur dan bebatuan masuk ke area pesantren hingga memenuhi sebagian halaman dan bangunan yang ada di pesantren.

Menurut Pengasuh pondok pesantren Nurruddin, Ustadz Usep Komarudin, pihaknya menyayangkan lambatnya bantuan pemerintah membantu evakuasi di pesantren miliknya.

“Kami para pengasuh dan santri dengan alat seadanya pun terpaksa bekerja sendiri. “ungkapnya.(7/11)

Usep menambahkan, bahkan dari pemerintah kecamatan pun belum pernah melakukan kunjungan atau meninjau ke wilayah yang terkena musibah banjir dan longsor di sekitar pesantren.

“Saya berharap pemda melalui BPBD segera menurunkan bantuannya, paling tidak pemerintah kecamatan datang untuk sekedar melihat kondisi kami. “imbuh Usep. (ANWAR WALUYO)

JALAN LINTAS KABUPATEN JALUR SELATAN RAWAN TERKIKIS OMBAK LAUT

CIMERAK-Dengan lokasi tepat di pinggir pantai, sebaiknya jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Pangandaran-Tasikmalaya-Garut hingga ke Kabupaten Sukabumi ini, di Desa Ciparanti Kecamatan Cimerakj Kabupaten Pangandaran ini ditambah benteng penahan obak atau dipasang batu bolder.

Demikian dikatakan salah seorang warga Cimerak, Kostaman. Karena bukan tindak mungkin hantaman ombak pantai selatan ini lama-lama akan menggerus bahu hingga ke badan jalan.

Kostaman yang sehari-hari berjualan di pinggir pantai tersebut, juga mengatakan, jika ombak sedang pasang besar sering warung tepat berjualannya pun terkena sapuan air laut.

“Mengingat jalan ini sangat vital dan volume kendaraan pun padat, apalagi pada bulan liburan, sehingga perlu juga terpikirkan keselamatan para pengguna jalan ini. “ungkapnya.(7/11)

Kostaman meyakini, jika para pejabat di Kementerian PUPR melintasi jalan ini pasti paham pentingnya dibuat penahan di bahu jalan. Karena jika pada musim pancaroba dan laut pasang besar, cipratan dan air laut perlahan-lahan akan terus mengikis langsung ke badan jalan.

“Apalagi sekarang jarak bibir pantai dan jalan pantai hanya beberapa meter saja. “ucapnya. (ANTON AS)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN