SEKDA PANGANDARAN LEPAS ATLET DISABILITAS MENUJU PEPARDA V JAWA BARAT

PARIGI - Bertempat di aula Setda Kabupaten Pangandaran, 13 atlet dari 6 cabang olahraga (cabor), diantaranya, bulutangkis, Tenis meja, catur, bowling, atletik dan renang didampingi
 8 official dan pelatih disabelitas dilepas sekertaris daerah, Mahmud, SH menuju Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V Jawa Barat yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bogor.

Dalam sambjutannya, Mahmud, menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh jajaran pengurus dan para atlet disabilitas yang tergabung dalam NPCI yang akan bertanding mewakili Kabupaten Pangandaran di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sebagai daerah otonomi baru Pemkab, kata Mahmud,  pemda belum maksimal dalam mengakomodir dan memberikan anggaran untuk para atlet disabilitas.

"Ini momen pertama kalinya pemkab mengirimkan atlet disabilitas di ajang Peparda, maka kita berharap para atlet berjuang maksimal untuk mengharumkan nama daerah. “ ucapnya(30/10)

Ketua NPCI Kabupaten Pangandaran, Wahyu Hidayah kepada media,   menyampaikan, untuk even pertandingan yang baru pertma kali ini, Pemkab Pangandaran baru bisa mengikutsertakan 13 atlet saja.

“Seluruh atlit akan didammpingi 8 pelatih dan official. “terangnya.

Sementara Ketua kontingen Agus Teguh, mengatakan, sebagai DOB pihaknya memaklumi jika dukungan pemda terkait anggaran sangat terbatas.

"Saat ini kami berjalan dengan segala keterbatasan baik perekrutan, pelatihan hingga pendanaan," ungkapnya.

Namun dirinya menegaskan dan percaya jika pada jiwa para atlet, pelatih,  official dan seluruh jajaran  NPCI mempunyai semangat untuk meraih prestasi dan mendapatkan medali.

"Mudah-mudahan dengan segala keterbatasan ini tak enyurutkan semangat para atlet untuk bisa meraih prestasi." pungkasnya. (AGE)

WARGA TASELA KELUHKAN JALAN LAYAKNYA KUBANGAN KERBAU

TASIK NEWS-Sudah lama warga Tasikmalaya Selatan (TASELA) mendambakan jalan hot miks mulus di daerahnya, seperti jalan yang ada di Desa Mulyasari menuju ke Kecamatan Cikatomas, jalan Cikapinis Kecamatan Karangnunggal dan Desa Nagrog Kecamatan Cipatujah.

Menurut salah seorang warga Cipatujah, Ahmad, sepanjang jalan tersebut sudah tidak layak lagi disebut jalan, karena hampir semua kondisinya seperti kubangan kerbau.

“Entah sampai kapan kondisi ini dibiarkan saja, karena sampai saat ini belum tersentuh perbaikan. “ungkapnya.(27/10)

Ahmad pun mempertanyakan program gerbang desa pemda Kabupaten Tasikmalaya jika kondisi sarana transportasi saja sudah tidak layak. Padahal jalan merupakan sarana vital yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Bahkan untuk sekedar berjalan ke mesjid untuk melaksankan shalat jum’at saja, warga harus melewati jalan yang penuh lumpur hingga mengotori pakaian.

“Dulu saat diwawancarai media ketika kampanye jadi calon wakil gubernur, Pa Uu pernah mengatakan ia akan memperioritaskan perbaikan jalan, tapi kenyataannya bohong. “kata Ahmad lagi.

Hal senada dikatakan salah seorang warga Desa Mulyasari Kecamatan Cikatomas, menurutnya lebih layak menjadi arena mancing mania ketimbang jadi jalan raya, karena hampir seluruh badan jalan terendam air dan lumpur tanah merah. (ANWAR-UDI RUSWENDI)

WARGA TASIK SELATAN RAMAI-RAMAI POSTING JALAN RUSAK DI SOSIAL MEDIA

TASIK NEWS-Maraknya penggunaan media sosial (medsos) oleh masyarakat di setiap daerah terkadang jadi tempat keluhan dan kritikan pada pemerintah. Tidak sedikit para pengguna medsos facebook pun jadi tempat mengeluarkan unek-unek yang langsung bisa dibaca pengguna medsos lainnya, hingga terkadang sebuah berita bisa menjadi viral.

Seperti yang dilakukan pengguna akun facebook, Encep, warga Kabupaten Tasikmalaya, yang mengkritik buruknya sarana transportasi yang ada di Desa Mulyasari Kecamatan Salopa.

Menurut Encep dalam akun facebooknya menyampaikan, keluhan rusaknya jalan Ciranca yang menghubungkan ke Desa sodong sudah 20 tahun hingga saat ini tak kunjung perbaiki.

Begitu juga pada akun facebook milik Muhammad Affandi Rialdi, yang memposting  poto dirinya sedang menjala di kubangan air di tengah jalan akibat kekesalannya.

Mungkin sudah saatnya Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya sekarang tidak hanya mendengar laporan dari bawahannya saja, tapi ada baiknya juga sekarang pemda mulai mendengar keluhan masyarakat lewat sosial media. (ANWAR W)

ASEP IRFAN: “DI USIA YANG KE 6, PANGANDARAN BISA LEBIH MENATA DIRI LAGI”

PARIGI- Tidak terasa kabupaten Pangandaran kini sudah berusia 6 tahun sejak terpisah dari Kabupaten Ciamis, tepatnya tahun 2012 lalu. Hingga pada tahun ini seluruh masyarakat merasa bersukur karena Pangandaran bisa menyandang predikat Daerah Otonomi Baru (DOB)
terbaik se Indonesia. Dan pada usianya yang ke 6 ini, kini status Kabupaten Pangandaran sudah bukan DOB, karena sekarang sudah sejajar dan sama dengan kabupaten kota lainnya.

Menurut anggota DPRD tingkat I Jawa Barat dari fraksi PKB, H. Asep Irfan Alawi, di usia yang ke 6 ini sebagai DOB Pemkab Pangandaran tentunya sudah cukup waktu  untuk bisa lebih menata agar lebih baik lagi.

"Dan saya sebagai warga Pangandaran sangat bersyukur karena sejak pangandaran mekar sudah mulai terlihat hasil-hasil yang positif yang dilakukan Pemda Pangandaran", katanya.25/10/2018

Namun tentunya persoalan persoalan dilapangan, lanjut Asep, jangan mudah diabaikan begitu saja, seperti koreksi dan evaluasi agar bisa ditingkatkan lagi sehinggga APBD yang digelontorkan pemkab bisa lebih dirasakan masyarakat.

Asep mengatakan, sebaiknya pemda tidak menutup mata dan telinga saat ada koreksi yang dilontarkan masyarakat baik saran ataupun usulan karena semua itu tentunya subtansinya bermuara pada keinginan masyarakat agar kabupaten Pangandaran lebih maju.

“Predikat terbaik dari 19 DOB se-Indonesia mudah-mudahan bisa dijadikan pemicu atau cambuk agar bekerja lebih baik dan lebih baik lagi. “ungkasnya. (AGE)

DPD GOLKAR PANGANDARAN GELAR BIMTEK DAN PELATIHAN SAKSI TPS UNTUK PEMILU 2019

PARIGI – Untuk lebih memantapkan persiapan menjelang pemilu legislatif tahun 2019 mendatang, Partai Golkar gelar bimbingan teknik (bintek) dan pelatihan untuk saksi yang nantinya akan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bintek diikuti 300 orang saksi untuk daerah pemilihan (dapil) I, Kecamatan Parigi dan Sidamulih yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center Parigi (28/10) dibuka langsung ketua DPD Golkar Pangandaran,  , Mohammad Taufiq serta dihadiri wakil ketua DPD golkar Provinsi Jawa Barat, DR.dr.H.Herman Sutrisno, pengurus PK dan PD serta seluruh kader dan fungsionaris golkar.

Dihadapan seluruh kadernya, M. Taufiq mengatakan, golkar harus bisa mendulang suara di Kabupaten Pangandaran, karena ia optimis target itu akan tercapai kalau seluruh kader dan fungsionaris golkar bisa bergandeng tangan dengan satu tujuan membesarkan partai.

"Kita harus solid untuk menarik simpati dan pemilih pada pemilu 2019 mendatang. “ tegasnya.

Dan untuk mencapai target tersebut, kata Taufiq, peran saksi TPS juga sangat penting dalam mengamankan perolehan suara disetiap TPS, sehingga bintek ini menjadi penting untuk bekal para saksi nanti di lapangan.

"Pada bintek sekarang ini seluruh saksi diberi pelatihan bagaimana cara menjaga kualitas pemilu dan yang paling utama mengamankan perolehan suara golkar. “kata Raufiq lagi.

Sementara dalam sambutannya, DR.dr.H.Herman Sutrisno mengajak para kader dan fungsionaris golkar Kabupaten Pangandaran untuk mulai lakukan sosialisasi pada masyarakat agar golkar menjadi pilihannya.

Herman menegaskan, sekarang bukan saatnya untuk berleha-leha, seluruh fungsionaris juga para PK dan PD partai golkar harus bangkit untuk bersama-sama memenangkan pemilu 2019 serta mengulang kembalikan lagi kejayaan golkar di masa lalu.

“Para saksi TPS harus paham apa yang harus di lakukan di TPS, bukan hanya mengisi berkas C 1 saja", tandasnya. (AGE)

JEJE WIRADINATA: “KARNAVAL BUDAYA BISA DIDESAIN JADI EVEN PARIWISATA”

PANGANDARAN-Sangat meriah, begitu dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat diminta komentarnya tentang karnaval budaya yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran yang ke 6 tahun 2018.

Seperti diketahui, Bupati, Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, Sekda, Mahmud, pimpinan dan aggota DPRD serta seluruh pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Pangandaran, larut bersama ribuan masyartakat ikut menyaksikan ratusan peserta karnaval yang menampilkan aneka budaya, fasion dan kendaraan hias di sepanjang jalan di kawasan pantai barat Pangandaran. (28/10)

“Dari njumlah peserta dan kreativitas ini lebih meriah dari penyelenggaraan tahun kemarin. “kata bupati.

Menurut bupati, dari gelaran karnaval budaya ini tinggal diarahkan, apakah yang akan lebih ditekankan itu budaya atau fashion.

“Tapi saya melihat, ini lebih cenderung pada kegembiraan masyarakat pada proses kebijakan pembangunan pemerintah daerah. “imbuh bupati.

Karena, menurut bupati, seluruh desa dan elemen masyarakat semakin yakin dan percaya pada kebijakan-kebijakan yang menjadi acuan pembangunan daerah. Antara lain, dalam penataan kawasan dan promosi pariwisata, masyarakat pun ikut terlibat di dalamnya. Dan ini, lanjutnya, terbukti dengan keterlibatan masyarakat pada even karnaval budaya ini dengan segala kreativitas dan banyaknya masyarakat yang berkontribusi langsung, sehingga tinggal didesain agar ini bisa menjadi even kelender kegiatan pariwisata.

Disoal apa yang akan disampaikan pada masyarakat, bupati menyampaikan terimaksih pada masyarakat baik yang sudah mensuport, mengkritik atau pun ungkapan-ungkapan nyinyir dalam masa kepemimpinan selama 2 tahun 9 bulan ini.
“Semua itu esensinya kan bentuk kepedulian ke Pangandaran. “ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan permohonan maaf, karena sebagai manusia biasa masih banyak kekurangan dan banyak hal yang belum dikerjakan dengan baik.

“Tapi kita terus akan berupaya agar arah pembangunan ini sesuai dangan RPJM, keinginan masyarakart serta sesuai dengan komitmen yang telah disepakti bersama. “pungkasnya. (PNews)

BUPATI-WAKIL BUPATI PANGANDARAN BERSAMA RIBUAN WARGA SAKSIKAN NAPAK JAGAD PASUNDAN

PANGANDARAN-Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata didampingi Wabub H. Adang Hadiri, menjanjikan Kabupaten Pangandaran akan terus dibangun, khususnya lokasi pariwisata.

Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya pada acara Napak Jagat Pasundan Minangkala Pangandaran yang ke 6 di lapangan PMB sabtu malam. (27/10)

“Sudah 2 tahun 9 bulan kami membangun Pangandaran, dan kami berjanji akan terus membangun, dan untuk penataan pantai barat dan timur tahun 2019 pemprop sudah berjanji akan membantu Rp. 50 milya lebih. “terang Jeje.

Lebih jauh Jeje pun sempat memberikan komentar terkait penyelenggaraan Napak Jagad Pasundan, ini sangat keren bisa menjadi tontonan apik untuk masyarakat luas.

“Kami bahagia jika melihat warga senang, dan marilah kita bergembira bersama dalam rangkaian milangkala ka 6 Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ini. “imbuhnya.

Seperti diketahui, ribuan masyarakat tadi malam dengan sangat antussias datang dan menyaksikan suguhan para penampuil, seperti Ega Fercisuon, penari dan seniman Jawa Barat Doel Sumbang. (HARIS F)

KEPERGOK SUAMINYA, DIDUGA OKNUM GURU SDN JATIWANGI TASIKMALAYA BERBUAT MESUM

TASIK NEWS-Seorang oknum guru berinisial AH salah seorang pengajar di SDN Jatiwangi Kecamatan Sodong Hilir Kabupaten Tasikmalaya keperegok suaminya sedang berduaan di rumahnya bersama seorang pria yang berinisial IM yang berprofesi guru honorer di SDN Cikalong Tasikmalaya dan diduga ada kecenderungan telah melakukan perbuatan mesum. Peristiwa yang mencoreng nama dan martabat citra seorang pendidik ini terjadi, hari jum'at malam, 19/10/18.

Menurut salag seorang sumber yang enggan ditulis identitasnya, pekaku pun sudah digelandang ke polsek setempat.

“Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “ungkapnya.

Saat beberapa awak media mendatangi kantor Polsek Sodonghilir, diperoleh keterangan, masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan, kedua belah pihak mengaku hilap sudah berduaan bukan denga  pasangan yang sah.

Menurut pengakuan pelaku, IM dihadapan petugas polsek, sebenarnya tidak benar ia sudah melakukan perbuatan mesum dengan AH, karena menurutnya, ia hanya berteman saja.

Hasil penelusuran di lapangan, saat PNews mendatangi berkali-kali ke sekolah dimana oknum guru tersebut mengajar, ternyata sangat sulit untuk dihubungi, begitu juga ketika PNews mencoba akan  konfirmasi ke UPTD Pendidikan Kecamatan Sodonghilir pun sama, kepala uptd tersebut selalu tidak ada di tempat dan terkesan “cuci tangan”. Karena hingga saat ini oknum guru tersebut masih tetap mengajar dan tiadak diberi sanksi apa-apa. (ANWAR WALUYO)

PEMDA AKAN BANTU 50 % BIAYA KULIAH MAHASISWA PSDKU UNPAD ASAL PANGANDARAN

PANGANDARAN-Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad hari ini menggelar pertemuan antara orangtua mahasiswa, mahasiswa dan Bupati Pangandaran untuk membahas beberapa hal terkait proses perkuliahan mahasiswa Unpad asal Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Unpad, Bambang Hermanto menyampaikan, sampai saat ini seluruh mahasiswa yang kuliah di PSDKU Unpad Pangandaran ada 340 mahasiswa dan 142 mahasiswa berasal dari Pangandaran dengan tenaga pengaja 143 dosen yang datang bergelombang.

“Untuk indek komulatif mahasiswa asal Pangandaran, B plus. “kata bambang.

Sementara usai pertemuan, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, kepada awak media menyampaikan keinginannya agar universitas di pangandaran menjadi lembaga pendidikan yang utuh, artinya, ia bukan hanya menjadi pelengkap saja. Maka tentu persoalannya, kata Jeje, bagaimana indek komulatif mahasiswa asal Pangandaran bisa tinggi.

“Tadi saya mendapat laporan dari pihak Unpad, indek komulatif anak-anak kita cukup baik. “kata Jeje.

Lebih jauh Jeje mengatakan, karena Pemda Pemkab Pangandaran tidak ingin mahasiswa angkatan pertama yang menjadi pionir ini di kemudian hari banyak yang drop uot (DO) karena madalah biaya kuliah, maka pemda akan memberikan beasiswa, setengah biaya kuliah per semester dibayar pemda.

“Bantuan diberikan mulai semester sekarang. “kata Jeje.

Jeje menambahkan, untuk ini pemda Pangandaran akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1 milyar, dari APBD perubahan 2018 dan APBD murni 2019.

Jika tadi ada usulan bantuan ini tidak disamaratakan karena keadaan ekonomi kelurganya, kata Jeje, hal ini tentunya akan dievaluasi dulu.

“Untuk sekarang ini kita samakan saja sebesar 50 % dari biaya kuliah per semester per mahasiswa yang akan dibayar pemda “tegas Jeje. (PNews)

BUS WISATAWAN ROMBONGAN AL MA’SOEM BANDUNG ALAMI KECELAKAAN DI TANJAKAN LEMBAHPUTRI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Sebuah bus bermuatan wisatawan rombongan Yayasan Al Ma’soem Bandung yang akan berlibur ke Pantai Pangandaran mengelami kecelakaan di depan obyek wisata Lembah Putri Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang, sekitar 7 km sebelum Pangandaran sekitar pukul 06 WIB.(27/10)

Dari beberapa kesaksian, diduga kecelakaan tersebut diakibatkan mesin bus yang dikemudikan supir Deni Hidayat (44) warga Pajagalan Soreang ini tiba-tiba mati sehingga tidak bisa dikendalikan mengakibatkan mobil pun terguling di badan jalan, karena setelah mesin mati bus pun hilang kendali oleng ke kiri sementara dari arah berlawanan datang speda motor melaju, lalu bus pun oleng lagi ke kanan kemudian tergelincir dan terguling.

Setelah bus yang dikemudikannya terguling, ia pun mengaku shok dan berinisiatif untuk menjauh dari lokasi kejadian dengan tujuan untuk menenangkan diri.

Masih kata Deni, semuanya ada 14 bus yang mambawa rombongan pelajar, guru dan karyawan SPBU milik Yayasan Al Ma’soem Bandung.

“Dalam bus yang saya bawa, ada 51 penumpang. ”terangnya lagi.

Sementara menurut Kapolsek Kalipucang, AKP Jumeli didampingi Anggota Satlantas Polsek Kalipucang, Samsul, yang langsung datang ke lokasi kejadian, menuturkan, hampir seluruh penumpang mengalami luka-luka parah dan ringan yang langsung dibawa ke puskesmas Kalipucang dan Pangandara.

 “Karena lukanya cukup parah, 28 penumpang harus dirujuk ke RSUD Kota Banjar menggunakan  10 mobil ambulan dan 2 mobil travel. ” katanya.

Asih kata Samsul, beberapa korban yang mengalami luka cukup serius, rata-rata mengalami patah tulang dan luka di bagian kepala. Dan untuk sementara penumpang yang mengalami luka ringan kini masih mendapat pengobatan di Puskesmas Kalipucang dan Puskesmas Pangandaran,” imbuhnya.

Akibat kecelakaan ini, lanjut Samsul, arus lalu lintas dari arah Pangandaran maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan, karena bus yang terguling menghalangi seluruh badan jalan.

“Namun beberapa jam setelah bus naas berhasil dievakuasi lalu lintas menuju Pangandaran atau  sebaliknya sudah lancar kembali. “imbuhnya. (PNews)

MTs Al-Falah PERINGATI HARI SANTRI TINGKATKAN CINTA TANAH AIR

TASIK NEWS-Dalam rangkaian acara menyambut Hari Santri Nasional beberapa hari lalu, MTs Al Falah  Simpang Kecamatan Karangnunbggal Kabupaten Tasikmalaya, digelar beberapa acara, seperti, Stand Up komedi santri, Baca kitab kuning, Khutbah Jum'at, Ngaliwet Bareng, Murottal Qur'an, Tahfidz Juz Amma dan Karaoke Religi.

Menurut salah seorang pengajar, Ustad Ali, kegiatan ini untuk menumbuhkan serta meningkatkan rasa cinta pada tanah air dan NKRI.

Momen yang terlahir dari revolusi jihad santri melawan penjajah ini, lanjut Ali, harus tetap terjaga giroh perjuangannya.

“Dan sebagai generasi muda, mari kita tingkatkan rasa bangga kita terhadap negeri ini, karena inilah rumah kita, disini kita lahir, disini kita hidup, disini pula kita bersujud, bahkan matipun kita di Negeri ini, maka rawat dan jagalah negeri ini baik-baik. “tegasnya.

Ali menambahkan, santri itu bukan hanya yang mondok di pesantren saja, tapi siapa pun yang menjadikan akhlaqul karimah dan Sopan santun sebagai pedoman hidupnya, itulah santri.

“Maka dengan santri damailah negeri Indonesia. “kata Ali. (ANWAR W-UDI R)

JEJE WIRADINATA: “KAMI SANGAT MENGAPRESIASI PARA PEJUANG PEMEKARAN KABUPATEN PANGANDARAN”

PARIGI - Upacara milangkala Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke 6 yang dilaksanakan di lapang Parigi (25/10), diikuti Bupati dan wakil Bupati Pangandatan, H. Jeje Wiradinata dan H. Adang Hadari, tokoh masyarakat, para pejuang pemekaran ( presidum pemekaran ), ketua dan anggota DPRD Pangandaran, Anggota DPRD Provinsi dari fraksi PKB ( Asep Irfan Alawi) dan PDIP ( Ijah Hartini ), Agun Gunanjar Sudarsa ( DPR RI), perwkilan dari Pemprov Jabar, kepala dinas beserta ASN di lingkup Pemkab Pangandaran, ormas, TNI/Polri, para siswa dan tamu undangan dari kabupaten lain.

Upcara diawali dengan penyerahan piagam penghargaan daerah Otonomi Baru (DOB) terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri dari Wakil Bupati, H. Adang Hadari yang menerima langsung dari Dirjen Otonomi Daerah beberapa waktu lalu di Kota Solo ke Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata.

Usai menerima penghargaan tersebut, dalam sambutannya bupati menyampaikan, ini sebuah
apresiasi tertinggi bagi masyarakat Pangandaran serta seluruh pejuang pemekaran yang tidak kenal lelah hingga bisa terbentuk DOB Kabupaten Pangandaran pada tanggal 25 Oktober 2012.
   
"Atas nama pemerintah daerah saya memberikan apresiasi atas perjuangan presidium yang diketuai oleh H. Supratman dan semua elemen masyarakat yang sudah rela mengorbankan baik moril atau materil demi satu perubahan untuk Pangandaran", tegasnya.

Dikatakan bupati, saat ini selaku kepala daerah, bupati dan wakil bupati daerah punya tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita para pejuang untuk mewujudkan harapan masyarakat.

Menurutnya, selama 2 tahun 9 bulan menjadi kepala daerah, tentunya masih banyak kekurangan dan harapan masyarajat yang belum bisa terpenuhi.

“Kami minta maaf, namun kami juga optimis bisa merealisasikan harapan tersebut dengan bahu membahu bersama rakyat, dan kami juga siap menerima keritikan positif dalam membangun kabupaten Pangandaran", ujarnya.

Saat ini, lanjut bupati lagi, ada empat skala perioritas program kebijakan yang sedang  dilaksanakan, antara lain, perbaikan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, mewujudkan pendidikan gratis dan penataan kawasan wisata termasuk relokasi para pedagang untuk bisa  terwujud Pangandaran menjadi tujuan wisata yang mendunia.

“Pada kesempatan yang baik ini saya juga mengajak semua yang hadir disini untuk mendoakan para pahlawan pemekaran yang saat ini sudah tiada. “imbuhnya. (AGE)

BUNTUT PEMBAKARAN BENDERA TAUHID, FPUIP PANGANDARAN GELAR AKSI DAMAI

PANGANDARAN-Sejak video pembakaran bendera tauhid yang terjadi di Limbangan Garut oleh oknum banser pada hari santri beberapa hari lalu, sontak membuat sebagian besar umat Islam merasa geram, salah satunya, yang dilakukan Forum Peduli Umat Islam Pangandaran (FPUIP) yangb menggelar menggelar aksi damai untuk mengutuk insiden tersebut yang dikawal personil TNI /polri.

Aksi digelar usai peserta demo menjalankian ibadah shalat Jum'at di halaman mesjid Istiqomah Pangandaran dengan melibatkan tidak kurang 500 dari berbagai elemen dan majlis taklim se-Kecamatan Pangandaran.

Ketua Panitia aksi, Nana Nasirin membenarkan, aksi damai ini merupakan buntut dari insiden pembakaran bendera tauhid di Kabupaten Garut beberpa hari yang lalu.

"Kami mengadakan aksi ini murni panggilan hati dan tidak embawa kepentingan apapun. Karena para peserta demo ini terdiri dari semua elemen umat islam untuk ikut merasakan keprihatinan atas insiden tersebut."tuturnya.(26/10)

Disoal terkait bendera bendera yang dibakar itu meruopakan atribut HTI, ormas yang dilarang, menurut Nana, itu tidak benar, karena sebelum ormas HTI lahir bendera itu sudah ada sejak jaman kejayaan Islam dahulu.
Nana menambahkan, bendera yang bertuliskan kalimat tauhid itu murni lambang umat islam dan  bukan milik ormas tertentu.
“Jadi jelas sangat keliru jika bendera tersebut dikaitkan dengan ormas tertentu,"tegas Nana.

Masih di tempat yang sama, Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, Drs. Anwar Hidayat menegaskan, aksi damai ini sesuai dengan nilai-nilai demokrasi karena memang dilindungi hukum.

“Dan dalam aksi yang kami gelar ini pun  tidak anarkis, membuat onar  dan mengganggu ketertiban masyarakat.",katanya. (HARIS F)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN