REAKTIFASI KERETA KE PANGANDARAN AKAN DIREALIISASIKAN 3 TAHUN DEPAN

BANDUNG-Ada kabar baik saat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam pertemuan dengan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di gedung Sate Bandung, mengatakan, tiga tahun ke depan jalur kereta api ke Pangandaran bisa dihidupkan kembali, karena saat ini sedang dilakukan kajian terkait rencana tersebut.

“Upaya ini menjadi salah satu dukungan untuk pengembangan wisata Pangandaran. “ujarnya.(21/9)

Kang Emil, sapaan akrabnya, mengatakan, tahun depan kawasan wisata Pangandaran ditata menjadi wisata kelas dunia dan untuk mendorong kunjungan wisatawan lebih banyak lagi maka akses masuk pun harus mudah dan cepat.

"Kita upayakan jalur kereta atau lalu jalur darat lainnya harus bagus, begitu juga jalur udara, saat ini Bandar Udara Nusawiru sudah  tertinggal karena lamdasannya juga kurang panjang. "imbuhnya.

Ridwan Kamil menambahkan, dengan perbaikan Bandara Nusawiru diharapkan bisa membuka jalur penerbangan dari Jakarta dan Bandung ke Pangandaran,tentunya hal itu akan mempercepat akses ke Pangandaran dan wistawan dari Jakarta dan Bandung pun pasti akan semakin banyak.

“Saya minta Bupati Pangandaran untuk study banding ke Bandara Banyuwangi Jatim sebagai rujukan untuk pegembangan Nusawiru. “pungkasnya. (PNews)

PANGANDARAN HEBAT, BUPATINYA TERIMA PENGHARGAAN SATYA KARYA BHAKTI PADJADJARAN

BANDUNG-Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menjadi satu-satunya kepala daerah dari tokoh lainnya yang mendapat penghargaan Satya Karya Bhakti Padjadjaran tahun 2018, dalam acara Dies Natalis Unpad ke 61 yang berlangsung di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung. (18/09)

Selain Bupati Pangandaran, penghargaan tertinggi dari Universitas Padjadjaran ini juga dianugerahkan kepada dua tokoh lainnya yang berasal dari internal Unpad, yang dianggap mepunyai dedikasi terhadap dunia pendidikan. 

Menurut rektor Unpad, dalam sambutannya, Jeje Wiradinata dianggap mempunyai komitmen tinggi dan berdedikasi pada pendidikan dengan dukungannya pada pembangunan dan pengembangan kampus Unpad di Kabupaten Pangandaran, karena dengan kebijakannya benar-benar sangat mendukung keberlangsungan dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Pangandaran.

"Langkah serta apa yang sudah dilakukan dalam kebijakan Bupati Pangandaran untuk keberlangsungan pendidikan, dianggap sangat penting, sehingga layak mendapat penghargaan Satya Karya Bhakti Padjadjaran. "tuturnya.

Sementara saat ditemui usai mendapat penghargaan tersebut, menurut Jeje, ia merasa kaget  karena tidak menyangka akan mendapat penghargaan tertinggi dari salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Rasanya saya belum pantas menerima penghargaan ini, karena masih banyak tokoh lain yang punya dedikasi tinggi pada dunia pendidikan. “ungkap Jeje.

Jeje pun berharap, dengan penghargaan yang diterimanya ini diharapkan bisa memotivasi untuk terus bekerja keras dan melakukan yang terbaik untuk masyarakat Pangandaran.

“Kami sangat berssyurkur Unpad bisa membangun kampusnya di Pangandaran, saya yakin ini akan bisa mendorong kemajuan daerah, makanya saya dukung keberadaan Unpad di Pangandaran. ”imbuhnya. (PNews)

WARGA DESA CISEMPUR MENGELUH, MASYARAKAT TAAT BAYAR PAJAK TAPI JALAN TETAP RUSAK

TASIK NEWS-Warga Desa Cisempur Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya sudah lama mengekluhkjan kondisi jalan yang semakin hari keadaannya semakin mengkhawatirkan.

Menurut salah seorang warga, Asep, warga sudah bosan dengan kondisi jalan seperti ini, apalagi jika datang musi hujan, nyaris seperti kubangan kerbau.

“Entah sapai kapan keadaan jalan Cisempur ini dibiarkan seperti ini. ”ungkapnya.(21/9)

Padahal, lanjut Asep, setiap tahun warga pun selalu taat membayar pajak yang sudah menjadi kewajiban sebagai warga negara yang baik. Tapi, lanjutnya, saat rakyat menuntut hak agar bisa mempunyai sarana infrastruktur layak, hingga saat ini belum terpenuhi.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cisempur, Maman, mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah beberapa kali mengajukan usulan terkait perbaikan jalan Cisempur tersebut.

“Tapi entah kenapa hingga saat ini Pemkab Tasikmalaya belum bisa merealisasikannya. “kata Maman. (ANWAR W)


BANTUAN REHAB SEKOLAH KABUPATEN TASIKMALAYA, TIDAK MERATA ?

TASIK NEWS-Sudah beberapa bulan ini baik siswa atau pun guru SD Negeri Nangkasari Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya merasa was-was, pasalnya beberapa ruang kelas tempat kegiatan belajar-mengajar (KBM) peserta didik sangat mengkhawatirkan.

Menurut Kepala SDN Nangkasari, Yaya Rohayati, keadaan ini persisi setelah kejadian gempa beberapa waktu lalu.
“Hingga saat ini belum ada bantuan rehab, padahal sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. “ungkap Yaya.(17/9)

Yaya merasa heran, karena menurutnya kenapa justru sekolah yang masih kelihatan bagus mendapat bantuan, tapi sekolah yang benar-benar harus diperbaiki karena atap jebol dan dinding retak, sampai sekarang belum mendapat bantuan rehab.

Bukan tidak mungkin, menurut Yaya, keadaan sekolah seperti ini akan menurunkan semangat belajar murid karena takut tertipa genting atau dinding tebok roboh.

Yaya pun berharap, Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan mau turun ke lapangan agar mengetahui dengan jelas mana sekolah yang benar-benar harus diperbaiki dan mana yang masih bisa ditunda beberapa waktu lagi.  

“Kalau seperti ini kesannya kan tidak merata dan kurang tepat sasaran. “imbuhnya. (ANWAR-HERMAN)

WARGA KESAL, 8 TAHUN JALAN CIBONGAS TERUS DIBIARKAN RUSAK

TASIK NEWS-Entah kenapa, selama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya, UU Ruzlunalul ulum dan Ade Sugianto, belum pernah mengalokasikan anggran untuk perbaikan jalan Cibongas Twang Desa Cibongas Kecamatan Pancatengah.

Demikian disampaikan kepala Desa Cibongas, Asep Sunarya saat ditemui PNews di ruang kerjanya.

“Saya sudah kebal dengan keluhan warga yang ingin agar jalan tersebut mendapat perbaikan. “ungkap Asep.(18/9)

Dikatakan Asep, sudah hampir 8 tahun kondisi jalan rusak dengan aspal yang sudah semakin hilang karena selama itu tidak tersentuh perbaikan.

“Padahal jalan tersebut sangat vital dan dibutuhkan untuk akses warga desa. “imbuhnya. (ANWAR-HERMAN)

AHA ! GUBERNUR JABAR BARU TAHU, PEMKAB PANGANDARAN BELUM MEMILIKI KANTOR PEMERINTAHAN

Saat pertemuan dengan Bupati Pangandaran di gedung Sate bandung (21/9),ternyata Gubernur Jawa Barat yang baru dilantik, Ridwan Kamil, setengah tidak percaya jika Kepala Daerah Kabupaten Pangandaran belum mempunyai kantor tetap, ia bahkan kaget ketika diberitahu kantor yang ada saat ini di bekas kecamatan.

"Ah masa sih,"kata Ridwan Kamil.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Jeje pun membenarkan jika selama ini memang Pemkab Pangandaran belum punya kantor kepala daerah.

Disoal kapan rencana membangun pusat perkantoran Pemda Pangandaran, jeje menjawab, rencananya tahun depan akan membeli lahan serta proses perencanaan pembangunnya dan diharapkan tahun 2020 mulai dibangun, karena diperkirakan tahun itu jalan-jalan sudah bagus, pengembangan pariwisata sudah tertata apik, dunia pendidikan sudah hebat dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pun sudah bisa difungsikan.

"Yah..untuk sekarang cukup saya ngantor di tempat sementara saja. “ungkap Jeje. (PNews)

UNTUK PENATAAN WISATA PANGANDARAN PEMVROP JABAR AKAN GELONTORKAN RP 40 MILYAR

BANDUNG-Penataan wisata yang digalakan Pemkab Pangandaran ternyata mendapat perhatian serius dari gubernur baru Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dalam pertemuan dengan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di gedung Sate Bandung (21/9), mantan walikota Bandung ini mengatakan, penataan di kawasan pantai timur dan barat Pangandaran harus selesai tahun 2019 mendatang.

“Pangandaran harus wah, dan harus menjadi wisata kelas dunia bertaraf internasional. “ungkap Kang Emil, sapaan akrabnya.

Menurut kang Emil, saat ini kawasan wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran masih kurang tertata, dan rencananya Pemvrop Jabar pun akan mengambil alih dalan penataannya, sehingga nantinya Pangandaran bisa naik kelas.

“Direncanakan pevrop akan menggelontorkan anggaran untuk Pangandaran sekitar Rp. 40 milyar, dengan demikian tahun 2019 Pangandaran semakin hebat.“tegas Emil.

Emil juga yakin, Pangandaran akan lebih cantik berkelas Hawai karena potensi yang dimiliki Pangandaran memang luar biasa dan itu yang akan menjadi daya tarik wisatawan baik domestik atau pun mancanegara.

“Dan untuk mendukung pengembangan pariwisata Pangandaran, nantinya jalur kereta akan direvitalisasi dan Bandara Nusawiru pun akan diperpanjang landasannya sehingga diharapkan jalur transfortasi Bandung-Jakarta-Pangandaran pun semakin lancar. “imbuhnya.

Sementara Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, bersyukur karena ia menjadi kepala daerah pertama yang diminta paparan rencana pembangunan daerah oleh gubernur yang baru dilantik beberapa waktu lalu.

Jeje pun sangat apresiatif dengan langkah-langkah yang akan dilakukan Gubernur Jawa barat, terkait gagasan dan kebijakannya untuk penataan kawasan wisata.

“Pa Gubernur meminta agar penataan wisata Pangandaran harus berkelas dunia, atas nama seluruh masyarakat Pangandaran saya ucapkan terimakasih. “ungkap Jeje.

Jeje juga menceritakan awal mula pertemuannya dengan gubernur, berawal saat ia menghadiri acara dies natalis Unpad, dari pembicaraan informal akhirnya ia diminta khusus untuk datang ke Gedung Sate.  

“Sekali lagi, saya atas nama masyarakat Kabupaten Pangandaran sangat berterimakasih dengan segala kebijakan gubernur jabar untuk Pangandaran. “pungkasnya. (PNews)

SDN BATULAWANG TERIMA BANTUAN REHAB 3 RUANG KELAS

TASIK NEWS-Untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar (KBM), SDN Batulawang Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya tahun ini melaksanakan rehab 3 ruang kelas yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018, sebesar Rp. 172.107 juta.

Menurut Kepala SDN Batulawang, Maman, rehab kelas ini bertujuan untuk kenyamanan proses KBM agar siswa lebih nyaman dan giat dalam menuntut ilmu.

“Atas nama lembaga, juga masyarakat saya mengucapkan terimakasih kepada Pemkjab Tasik melalui Dinas Pendidikan yang sudah menurunkan bantuan pada sekolah kami. “kata Maman.(21/9)

Maman yang ditemui PNews di ruang kerjanya, juga mengatakan, mudah-mudahan poara siswa pun semakin giat belajar serta bisa meraih prestasi terbaik. (ANWAR W)

DARI 346 DCS, KPUD PANGANDARAN TETAPKAN 342 MASUK PADA DCT PILEG 2019

PARIGI- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pangandaran, bertempat di kantor KPUD  menggelar acara penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota legislatif tahun 2019 mendatang yang disaksikan semua perwakilan partai yang akan berlaga pada Pemilu 2019 mendatang. Dan dari hasil verivikasi, sebanyak 346 Daftar Calon Sementara (DCS) hanya 342 yang masuk pada Daftar DCT.

Ketua KPUD Pangandaran, Wiyono Budi Santosa, saat dikonfirmasi usai memimpin acara tersebut, mengatakan, ada empat calon dari DCS yang tidak masuk pada DCT dikarenakan 1 calon meninggal dunia dan 3 calon lainnya mengundurkan diri.

"Satu calon yang meninggal dunia berasal dari partai Gerindra, atas nama Kidim,  dan tiga orang calon lagi mengundurkan diri, dua dari partai Gerindra dan satu lagi dari PPP," terang Budi. (20/9)

Dikatakan Budi lagi, pihakya menetapkan 342 DCT sesuai dengan peraturan yang ada pada setiap tahapan pelaksanaan mulai dari bakal calon, daftar calon sementara hingga akhirnya pada tahapan penetapan DCT.

"Semua sudah sesuai prosedur karena tahapan demi tahapan sudah kita lalui hingga hari ini untuk menetapkan DCT." paparnya.

Budi berharap semua calon yang sudah masuk pada DCT bisa melaksanakan kampanye atau kegiatan lainnya sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan KPU agar pada waktunya nanti bisa berjalan dengan tertib dan aman sesuai dengan yang diharapkan. (AGE)

PENGERJAAN SALURUAN IRIGASI HARUS DIPACU SEBELUM TIBA MUSIM HUJAN

PARIGI-Dikhawatirkan pekerjaan akan terganggu karena memasuki musim hujan, Kasi PSDA Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran, Indra, berharap pengerjaan yang ada saluran air dan irigasi agar secepatnya diselesaikan.

“Jika hujan mulai turun, maka saluran pun dipenuhi air otomatis itu akan menghambat pekerjaan. “ungkapnya.(19/9)

Ia pun memahami, kesulitan di lapangan sebab sekarang harus berpacu dengan waktu. Apalagi, kata Indra, jika air di
saluran yang dalam pengerjaan tersebut sangat deras, tentunya itu akan menyulitkan. Harus ada tambahan tenaga dan pikiran, karena bukan tidak mungkin dalam kondisi seperti itu pekerjaan bisa mengalami kegagalan.

“Sekali  lagi saya menghimbau kepada para rekanan, agar cepat-cepat bisa menyelesaikan pekerjaannya sebelum hujan turun dengan insensitas tinggi. “imbuhnya.

Kriteria pekerjaan antisipasi  yang harus diutamakan, menurutnya, ketika selokan atau saluran dipenuhi dengan air deras, dan sulit dibuang atau tidak bisa diantisipasi, maka pelaksana pekerjaan harus dilakukan dengan cara kisdam atau dibantu dengan pompa sedot.

“Ini maksudnya agar pekerjaan pemasangan pondasi bisa dikerjalan dengan secara maksimal. “
jelas Indra. (ANTON AS)

EKSPEKTASI ITU BERNAMA “PANGANDARAN HEBAT”

Oleh: Hj. Ijah Hartini
(Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat fraksi PDIP)

Di usianya yang masih bisa dihitung dengan jari, beberapa lompatan bak kijang yang berlari di belantara hutan, seperti ikan marlin menggulung ombak, terus berlari melewati fase-fase waktu hingga tahap demi tahap progress capaian konstruktip bisa tercapai.

Walau dengan segala keterbatasan, pembangunan infastruktur pada semua sektor terus digenjot bak berpacu dengan waktu untuk menjawab tantangan, keinginan dan harapan dari seluruh masyarakat yang terus menunggu janji-janji dan konsekwensi logis dari proses sebuah daerah pemekaran.

Slogan 4 program perioritas utama pun menjadi acuan dari seluruh kebijakan merupakan target pimpinan daerah yang harus selesai pada periode 5 tahun pertama harus terpenuhi, merealisasikan mimpi-mimpi rakyat pun harus diselaraskan dan diharmonisasikan dengan obsesi para pejabat dan pimpinan daerah, sehingga proses pembangunan pun bisa berjalan mulus dan terukur.

Bersyukur Tuhan sudah memberikan kekayaan alam  Pangandaran, potensi  yang melimpah ini  sekarang perlu sentuhan tangan-tangan kreatif, inovatif serta berdaya saing, diperlukan manusia-manusia handal yang nantinya bisa mengelola dan mengolah kekayaan ini.

Potensi wisata alam laut, sungai, hutan, perikanan serta sosial budaya yang bisa dikelola  dan diselaraskan dengan kearifan lokal serta tetap menjaga ekosistem dan lingkungan alam yang ramah, sehingga menghasilkan produk pembangunan baik secara ekonomis mau pun sosial yang bisa diterima semua elemen.

Maka Pangandaran Hebat pun tak sempit makna, sebab ia bukan bicara pada sektor pendidikan dengan mengratis biaya pendidikan dan pembangunan infrastruktur saja, tapi Pangandaran Hebat pun ada pasa setiap sektor pembangunan.

Ekonomi rakyat hebat, sosial-politik hebat, pengembangan budaya hebat, kegiatan keagamaan hebat, ketersediaan layanan kesehatan hebat, infrastruktur jalan di desa-desa hebat, pertanian hebat, penataan dan pengembangan dunia pariwisata hebat, pelayanan publik hebat serta ketersediaan lapangan pekerjaaan baik pada sektor formal mau pun non formal juga hebat.

Jika sekarang dimulai dengan 4 skala perioritas kebijakan, infrastruktur, pendidikan, pariwisata dan kesehatan, itu artinya bukan sektor lain menjadi “anak tiri”, karena pada saatnya sektor lain pun akan mendapat gilirannya, karena sejatinya porsi kebijakan harus menyentuh semua hasrat hajat hidup rakyat.

Ada idiom, adil itu bukan harus sama rata, tentunya berkeadilan tergantung dari prespektif mana memandang. Atau pada ungkapan, kebijakan itu tidak akan memuaskan semua pihak, karena kebijakan itu memang bukan alat pemuas. Artinya, disini kepekaan pemerintah diuji, sektor mana yang benar-benar bisa menjadi penghapus dahaga rakyat pada tatanan pembangunan dearah. Artinya lagi, jika hari ini petani yang diurus, esok atau lusa giliran nelayan, pedagang, pelaku budaya dan seterusnya. Hingga pada pada gilirannya semua sektor mendapat porsi kueh pembangunan yang merata.

Di sisi lain, segenap elemen masyarakat pun harus bisa memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kepala daerah agar bisa tetap fokus pada Rencana Panjang Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang selaras dengan visi-misi Kabupaten Pangandaran. Dan capaian-capaian yang selama ini terus dipacu pemerintah daerah sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) pun merupakan sebuah prestasi yang harus mendapat apresiasi dari semua pihak.

Maka, tidak berlebihan jika slogan ekspektasi itu bernama Pangandaran Hebat harus menjadi idiom rakyat dan pemimpinnya, karena kekuatan rasa kebersamaan rakyat dan pemimpinnya merupakan sebuah keniscayaan dan modal awal dari sebuah kemajuan daerah. ***

BERKAT BANTUAN ANGGOTA DPRD, KINI WARGA MARGALAKSANA BISA MENIKMATI PJU DAN PSU

TASIK NEWS-Kini warga Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Dusun Tambakbaya dan Sukamaju sudah bisa menikmati penerangan jalan raya, setelah mendapat bantuan 2 buah PJU dan PSU pemberian anggota DPRD Tasikmalaya dari fraksi PAN, Ratna Dewi,SE.

Menurut salah seorang warga, Rolis Siregar, selama 10 tahun warga mendambakan daerahnya terang pada malam hari. Dan warga pun sudah lama mengajukan hal ini pada pemerintah daerah, namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Atas nama seluruh warga saya mengucapkan banyaj terimakasihatas bantuan yang sudah diberikan ibhu Ratna. “ungkap Rolis.(7/9)

Tidak hanya bantuan itu saja, menurut Rolis, politisi dari fraksi PAN ini juga, dengan dana aspirasinya sudah ebantu pebangunan tribun lapang sepakbola Punut  (HERMAN)


PDIP PANGANDARAN GELAR RAKOR KEMENANGAN PILEG DAN PILPRES 2019

PANGANDARAN-Dalam rapat kordinasi (rakor) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang digelar di gedung Islamic Center Pangandaran (17/9), menurut Ketua DPC PDIP Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, dalam pileg tahun 2019 nanti target kemenangan PDIP, 50 %.

“Dan untuk pilpres sendiri, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin target perolehan suaranya 75 %. “tegas Jeje, dihadapan pengurus dan ratusan kadernya.

Dikatakan Jeje, ada 3 ring kemenangan dalam pilprres nanti, antara lain, tim internal, tim partai koalisi dan tim khusus.
“Dan untuk tim khusus ini akan dipimpin saya langsung. “jelas Jeje.

Jeje menabahkan, Ia pun akan terus melakukan konsolidasi pemenangan pileg dan pilpres ini, seperti yang sudah dibuktikan dalam pemenangan pilkada gubernur Jawa Barat beberapa waktu lalu, dari 27 kabupaten-kota, hanya Kabupaten Majalengka dan Pangandaran yang  menang.

“Ini berkat keseriusan dan kerja keras pengurus dan kader semuanya. “imbuh Jeje.

Sementara Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Gatot Cahyono, dalam sambutannya menyampaikan, ia sudah keliling jabar untuk menghadiri rakor yang dilaksanakan di tiap-tiap DPC kabupaten-kota di Jawa Barat.

“Hasil survey sementara, perolehan suara PDIP jawa barat ada di angka 24,6 %. “terangnya.

Gatot pun mengintruksikan kepada seluruh kadernya agar selalu menjaga kekompakan di lapangan, siapa pun calonnya harus mendapat dukungan dari pengurus dan kader partai.

“Karena musuh kita dalam pilleg nanti itu adalah partai lain. “tegasnya. (PNews)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN