ASEP IRFAN: “SAYA DENGAN PA JEJE PUNYA CITA-CITA YANG SAMA UNTUK PANGANDARAN”


ASEP IRFAN, anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi PKB
PANGANDARAN-Dengan bermaksud agar masalah tidak berkepanjangan terkait polemik dengan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, yang terjadi beberapa hari lalu, anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi PKB, H. Asep Irfan Allawi, mengatakan, semuanya menjadi sebuah pembelajaran untuknya, bahwa membangun Pangandaran butuh kebersamaan, saling komunikasi, saling memberikan masukan. Sehingga target "Pangandaran Hebat" yang dicita-citakan bersama pun betul-betul bisa diwujudkan, tentunya dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat serta dengan peran keterwakilan masyarakat yang ada di DPRD.

Hambatan-hambatan komunikasi yang terjadi selama ini, lanjut Asep, harus segera diselaraskan, harus segera dicairkan, sehingga tidak ada lagi kesan antara pemerintah dengan masyarakatnya atau dengan wakilnya yang ada di DPRD maupun di pusat, tidak ada sekat. Semua harus sepakat, Pangandaran itu harus dibangun bersama-sama. Kekompakan itu perlu dijaga bersama, kemudian informasi pembangunan dengan segala problematikanya pun harus tersampaikan kepada masyarakat.

Sehingga nantinya masyarakat akan paham apa yang sedang terjadi, apa yang sedang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk kepentingan masyarakat, tentunya ini dengan porsi dan kewenangannya masing-masing.

“ Saya sepakat dengan Pa Jeje, apa pun yang dilakukan ini tentunya akan bermuara untuk kepentingan rakyat, tapi di tataran teknis tentunya ini harus selaras dengan kepentingan dasar masyarakat. “ungkap Asep.(6/2)

Asep yang ditemui usai mengikuti acara internal partai PKB di sebuah rumah makan di Desa Ciliang, juga menyampaikan, ia sangat mengapresiasi dengan pesatnya pembangunan infrastruktur yang ada di Pangandaran, walau ada beberapa hal yang tentunya perlu dievaluasi. Salah satunya, menurut Asep, sekarang ada sebagian masyarakat yang mengeluhkan terkait hasil pembangunan cepat sekali rusak.

Nah, persoalannya dimana, kan itu harus diselesaikan, jangan sampai anggaran besar yang sudah digelontorkan pemerintah kemudian tidak memberikan manfaat yang optimal. “ungkapnya lagi.

Dikatakan Asep, pembangunan hari ini yang dilakukan pemerintah itu bersipat bottom-up, bukan top-up, dari masyarakat dulu. Kepentingan dan kebutuhan masyarakat itu apa, dan salah satu kewajiban legislatif, lanjutnya, menyuarakan kepentingan masyarakat tersebut. Dan di sisi lain, tentunya kewajiban eksekutif merealisasikan keinginan tersebut baik yang disampaikan langsung masyarakat atau pun melalui keterwakilannya di DPRD, dan tentunya ini berdasarkan program pemerintah yang sudah jelas.

“Perioritas pembangunannya apa, kepentingan masyarakatnya apa, sehingga itu semua bisa diharmonisasikan dengan baik. “imbuhnya lagi.

Politisi PKB asal Kecamatan Cimerak ini juga mengatakan, dengan 4 skala perioritas yang sudah digulirkan pemkab Pangandaran, semuanya merupakan hak dasar yang perlu dipenuhi pemda.

Menurutnya, ia sepakat apa yang selama ini baik yang sudah dilakukan atau pun yang masih dalam perencanaan pembangunan di Pangandaran dilanjutkan.

Tapi dari dulu, ketika Pangandaran masih menjadi bagian dari Kabuaten Ciamis, menurut ia dan Jeje Wiradinata, sepakat harus segera dibentuk Rencana Umum Tata Ruang (RUTR), sehingga pembangunan yang akan dilakukan Pemda Pangandaran, khususnya terkait program yang digulirkan bupati, bisa betul-betul sesuai dengan peruntukan dan porsinya.

Alhamdulillah, hari ini Pangandaran sudah melakukan berbagai pembangunan dan penataan disana sini, tapi saya khawatir jika semua ini tidak dituangkan dalam RUTR, suatu saat akan semerawut. “ imbuhnya.

Menanggapi usia Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran yang ke 5 tahun, menurut Asep, secara umum banyak sekali tujuan yang harus dilakukan ketika Pangandaran memisahkan diri dari Ciamis. Jika hari ini dari sisi pembangunan infrastruktur barangkali lebih kelihatan, tapi dari sisi pengembangan, pemberdayaan dan pembangunan ekonomi masyarakat, ke depan  harus menjadi salah satu fokus pemerintahan daerah.

Secara kelembagaan atau secara pribadi sebagai warga Pangandaran, Asep pun sangat berterimakasih bahwa  Pangandaran sudah berhasil menjadi DOB yang paling berhasil jika dibanding dengan DOB lainnya di Indonesia.

“Tapi itu bukan berarti kita tanpa kekurangan, nah kekurangan inilah yang harus kita perbaiki bersama, kita jangan hanya puas sampai disitu. Dan saya yakin Pa Jeje akan mampu melakukan semua itu tentunya dengan didorong seluruh stake holder yang ada di masyarakat. “kata Asep lagi.

Disoal kontribusinya sebagai wakil  rakyat yang ada di DPRD Propinsi Jawa Barat, Asep balik mempertanyakan, sejak kapan dan aturan yang mana kalau peran legislatif bisa menjadi eksekutor. Ketewakilannya di DPRD, menurutnya, hanya mempunyai fungsi legislasi, kontrol dan penganggaran. Dan dalam fungsi anggaran itulah, lanjut Asep, ia bisa menyampaikan apa yang diinginkan masyarakat, khususnya warga Pangandaran.

“Silahkan tanya rekan-rekan di DPRD, atau kalau mau silahkan minta dan putar rakaman rapat kami di komisi 4, bagaimana keberpihakan saya ke kampung halaman. “ungkapnya.

Sekali lagi perlu ditegaskan, menurutnya, secara prinsip, ia dengan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata tidak ada ganjalan apa-apa. Apalagi, lanjutnya lagi, ia dan Jeje pada dasarnya mempunyai cita-cita sama untuk Pangandaran, tapi mungkin jalan yang ditempuh berbeda fungsi dan kewenangannya.

“Saya adalah penyampai aspirasi masyarakat, sementara Pa Jeje selaku eksekutor, eksekutip yang bisa merumuskan sekaligus bisa merealisasikan langsung kepentingan masyarakat yang semuanya harus direncanakan dan disusun bersama-sama sehingga bisa menghasilkan out come yang baik. “pungkasnya. (hiek)

PENGUSAHA JEPANG TERTARIK KEMBANGKAN BUDI DAYA SIDAT DI PANGANDARAN

CIMERAK-Salah satu potensi perikanan air tawar yang ada di Kabupaten Pangandaran ternyata menjadi perhatian salah seorang pengusaha asal negara Jepang, Mr. Hiroyuki Kanai, yang sengaja datang dengan ditemani salah seorang staf Kedutaan Besar Indonesia di Jepang, Andri Sumaryadi.

Andri mengatakan, Hiroyuki , pengusaha asal kota Saitama-Ken ini sengaja datang dari negaranya untuk mengetahui budi daya sidat (hewan air semacam belut:red) yang memang banyak didapat di Pangandaran.

Sidat yang dalam bahasanya jepangnya dikenal dengan nama unagi ini, menurutnya Andri,  sangat popular dan menjadi menu utama makanan di Jepang.

“Kebutuhan sidat di jepang sekitar 150 ribu ton per tahun. “jelas Andri.(5/2)

Masih kata Andri, potensi budi daya sidat ini sangat mungkin sekali bisa dikembangkan di Pangandaran, karena sidat sangat mudah didapat hampir di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Pangandaran, dan ini tentunya sangat berpeluang untuk melibatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan usaha, khususnya di bidang perikanan.

“Dan ternyata Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata pun merespon positif rencana ini. “kata Andri.

Dengan diantar Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman, S.Pd.,MM dan Kepala Bidang Perikanan Budidaya,  H. Tata, S.Pd, M.Si, pengusaha Jepang dan staf kedubes RI di jepang pun berkesempatan melihat langsung beberapa kolam Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Cimerak yang diproyeksikan menjadi tempat pilot project  pengembangan budi daya sidat.

Saat berada di BBI, Andri juga mengatakan, rencana pengembangan pembesaran sidat yang akan ditempatkan BBI ini secara teknis, mulai dari glass eell (benih) hingga proses pembesarannya, menurut Andri, akan dilakukan sendiri oleh Mr. Hiroyuki.

“Dan ia juga, katanya bersedia memberikan bimbingan pada masyarakat, bagaimana cara pembudidayaan sidat yang baik dan benar sehingga nantinya mampu menghasilkan sidat sesuai kualitas standar di Jepang. “jelas Andri.

Masih di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman, S.Pd.,MM, mengatakan, Pemda Pangandaran melalui dinasnya akan memberikan fasilitas berupa dua buah kolam dengan masing-masing ukuran 4 x 6 meter yang ada di BBI sebagai tempat pilot project ini yang masing-masing kolam akan diisi sekitar 8 ribu glass eell sidat.

“Dan untuk kelengkapan lainnya, Mr. Hiroyuki yang akan menyediakan, kami pun tentunya segera akan menyusun rencana kerja, secepatnya. “ungkap Wawan.

Sementara salah seorang pelaku budi daya sidat tradisional asal Desa Legokjawa, Jamhur, merasa senang, karena dalam pembudidayaan sidat yang dilakukan selama ini, menurutnya, tidak didasari pengetahuan tentang pembudidayaan secara baik dan benar.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi kami, karena nantinya kami pun tentunya bisa belajar langsung pada Mr. Hiroyuki Kanai. “tuturnya. (Anton AS)

JEPANG DAN KABUPATEN PANGANDARAN AKAN JAJAGI KEMBANGKAN KONSEP SISTER CITY

PARIGI-Dalam rangka kunjungannya mendampingi pengusaha asal Jepang, salah seorang staf Kedutaan Besar Indonesia di Jepang, Andri Sumaryadi, berkesempatan bertemu dengan Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata untuk pembicaraan penjajagan konsep pengembangan Sister City antara salah satu kota yang ada di Jepang dan Pangandaran.

Dalam Sister City, menurut Andri, banyak hal bisa dilakukan antara kedua belah pihak, seperti masalah sosial, budaya, pengembangan kota dan pariwisat atau pun hal lainnya.

Dalam pertemuan yang digelar pada jamuan makan siang di sebuah rumah makan di Parigi, Andri mengungkapkan, dengan kerja sama ini kedua belah pihak dapat saling tukar informasi berbagai potensi dan bagaimana kita-kiat pengembangannya di masing-masing kota tersebut.

Ditambahkan Andri, dengan konsep ini diharapkan juga bisa mendapatkan jaringan pihak ketiga di jepang, salah satunya dalam upaya pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Pangandaran.

 “Ini merupakan kerjasama Govermen to Govermen, antara Jepang dan Kabupaten Pangandaran. “terangnya lagi.(5/2)

Menanggapi hal tersebut, saat diminta tanggapannya, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata yang didampingi Ketua komisi II, H. Endang Ahmad Hidayat dan ketua komisi III, Wowo Kustiwa, DPRD Pangandaran, mengatakan, pada intinya Pemkab Pangandaran menyambut baik jika memang itu semua bisa direalisasikan. Karena, lanjut Jeje, pada dasarnya apa pun jika memang itu untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat Pangandaran, tentunya pemerintah menyambut baik.

“Ibaratnya semakin banyak teman, kita akan semakin terbantu dan tentunya kami sangat senang dan siap menjalin kerja sama untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada di Pangandaran. “kata Jeje. (Anton AS)

SEKDA PANGANDARAN PENUHI UNDANGAN PANWASLU TERRKAIT DUGAAN PELANGGARAN ASN

PARIGI-Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH, MH, datang memenuhi undanga Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pangandaran di Desa Cibenda Kecamatan Parigi, terkait indikasi adanya pelanggaran yang dilakukan jajaran ASN serta sejumlah kepala desa yang hadir dalam kegiatan Hari Ulang Tahun PDIP ke 45, tanggal 30 januari lalu di panggung terbuka kawasan pantai barat yang diselenggarakan DPC PDIP Kabupaten Pangandaran.

“Kadatangan Pa sekda ini hanya untuk memberikan klarifikasi saja terkait adanya dugaan yang dilakukan ASN dan kepala desa. “terang Ketua Panwas Kabuaten Pangandaran, Iwan Yidiawan, S.Ag.(2/2)

Iwan mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas kedatangan sekda untuk memenuhi undangan ke kantor Panwaslu serta sudah memberikan memberikan keterangan sejelas-jelasnya dan panjang lebar, kenapa dia menyampaikan surat undangan pada bawahannya untuk hadir pada peringatan HUT PDIP beberapa hari lalu.
Dan selanjutnya sesuai  aturan, kata Iwan, Panwaslu segera akan menindaklanjuti sesuai aturan serta hanya meneruskan ke intansi terkait untuk melakukan pembinaan tentang kode etika etik ASN sesuai aturan yang berlaku. Dan tentunya, lanjut Iwan,  secara vertikal ia pun akan meneruskan laporan ini ke Bawaslu.

“Kita ambil hikmahnya saja, mudah-mudahan kejadian ini menjadi perhatian semua, khususnya pemerintah terkait netralitas ASN dalam penyelenggaraan pemilu atau pilkada. “kata Iwan.

Sementara saat diminta komentar sejumlah media, Sekda pangandaran Mahmud, menyampaikan, HUT PDI-P ini, menurutnya bukan bagian dari kampanye politik, karena dalam tahapan pilkda ini belum ada penetapan calon Gubernur Jawa Barat.

Bahkan, menurutnya lagi, bukan hanya kali ini saja menghadiri undangan partai politik, undangan dari partai politik lainnya pun ia sempatkan hadir karena untuk memenuhi undangan.

“Tentunya kalau nanti sudah ada penetapan dan sudah memasuki masa kampanye, kami pun tidak berani hadir. ” jelasnya. (Anton AS)

PANWASLU MANGUNJAYA PANGGIL PETUGAS PPDP GUNAKAN JOKI

MANGUNJAYA-Pelaksanaan pencocokan dan Penelitian (coklit) data pemilih pilkada seharusnya dilakukan langsung Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), namun pada pelaksanaannya, (Panwaslu Kecamatan Mangunjaya menemukan adanya praktek pencoklitan yang dilakukan bukan oleh petugas PPDP di wilayah tersebut. Diduga petugas  coklit di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran menggunakan tenaga orang lain (joki) untuk melakukan tugasnya tersebut.

Menurut Ketua Panwaslu Kecamatan Mangunjaya, Toni Taufiq, pihaknya akan melakukan klarifikasi terkait petugas PPDP yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, apalagi menurut informasi petugas PPDP tersebut tidak langsung bertemu dengan para calon pemilih.

Menurut Toni saat ditemui di sekretariat Panwas, pihaknya menemukan petuga PPDP memberikan tugasnya kepada orang lain yang tidak punya kewenangan untuk melakukan pencoklitan, padahal petugas resmi PPDP mempunyai SK resmi yang diberikan PPS.

“Tentunya  ini merupakan pelanggaran yang dilakukan petugas PPDP. “ungkapnya.(2/2)

Kordinatior Divisi Penindakan Panwalu, Tatang Hernawan, saat diminta komentarnya, membenarkan adanya pelanggaran yang dilakukan petugas PPDP di Desa Sindangjaya yang memberikan tugasnya pada orang lain.

“Kami akan melakukan klarifikasi  terhadap petugas PPDP tersebut, dan ini sekaligus membuktikan bahwa kami tidak main-main dalam melaksanakan pengawasan. “ujarnya. (Isis Koswara )

DISDIKPORA KABUPATEN PANGANDARAN PERIKSA PELAKU VIDEO CALL BUGIL

PANGANDARAN – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran lakukan pemeriksaan terhadap oknum guru yang diduga sebagai pelaku video call  bugil yang beredar di masyarakat. Pasalnya,  perbuatan yang dilakukan oknum kepala sekolah di kecamatan Cigugur berinisial “N” ini sudah membuat heboh para pengguna media sosial (medsos) beberapa waktu yang lalu. Dalam pemeriksaan yang dilakukan di ruang kerja Sekertaris Dinas itu pelaku pun dihadirkan suami dan anaknya.

Sekretaris Disdikpora, DR.H. M.Agus Nurdin, S.Pd, M.Pd mengatakan. pemeriksaan ini dilakukan dalam upaya menindaklanjuti kebenaran isyu vidio call  tersebut.

"Dan ternyata dari hasil pemeriksaan pelaku membenarkan bahwa orang yang ada dalam rekaman video call tersebut memang dirinya,"terang salah seorang tim pemeriksa.(2/2).

Disoal siapa lawan jenis dalam rekaman berdurasi 1,50 menit tersebut, pelaku mengatakan, seseorang yang baru dikenalnya sekitar 3 minggu di facebook.

Kepada pemeriksa “N” pun mengatakan, ia seolah merasa dihipnotis dan mau menuruti kemauan pria tersebut walau belum genap satu bulan dikenalnya di facebook.

“Kami pun tidak hanya memeriksa pelaku saja, tapi suami dan anaknya kami minta keterangannya. “kata tim pemeriksa lagi.

Sementara di tempat terpisah,  Kkepala Dinas Disdikpora Kabupaten Pangandaran, H.Surman meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat dengan beredarnya vidio call  bugil bawahan nya sudah menjadi resah masyarakat.

"Kami atas nama Dinas pendidikan kabupaten Pangandaran meminta maaf yang sebesar besarnya dengan kejadian ini dan untuk selanjutnya kami akan melakukan tindakan pembinaan oknum kepala sekolah tersebut", ungkapnya.

Diperoleh keterangan, hasil pemeriksaan yang telah dilakukan Disdikpora sampai saat ini belum ada keputusan sanksi apa yang akan diberika pada pelaku, hanya saja dinas akan melakukan upaya pembinaan. (AGE)

LAGI, MASYARAKAT KELUHKAN ISI GAS ELPIJI UKURAN 3 KG

SIDAMULIH-Untuk kesekian kalinya kembali masyarakat mengeluhkan terkait kurangnya isi gas elpiji ukuran 3 kg.

Menurut salah seorang warga Dusun Ciberem Desa Sidamulih Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, Pendi (51), gas elpiji yang dibeli dari warung untuk kebutuhan rumahtangganya ternyata hanya berisi setengahnya saja.

“Malah tadi pagi saya cek sendiri isinya tidak nyampai setengah, paling seperepatnya saja. “ungkapnya.(31/1)

Menurutnya, hal ini benar-benar sangat merugikan masyarakat yang menjadi konsumen langsung, karena hanya bisa terpakai beberapa hari saja.

“Saya berharap ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah, karena kejadian ini sudah berulang-ulang dan rentu sangat merugikan kami. “imbuhnya. (hiek)

MUI SESALKAN BEREDARNYA VIDEO CALL BUGIL OKNUM KEPALA SEKOLAH

poto: ilustrasi
PANGANDARAN - Beredarnya rekaman video call bugil seorang Kepala Sekolah di Kecamatan Cigugur sangat disesalkan MUI.

Menurut Sekretaris MUI Kabupaten Pangandaran, Asep Sapulrrohman, rekaman video call bugil tersebut tidak seharusnya beredar apalagi pelaku merupakan PNS dengan jabatannya Kepala Sekolah. Apabila persoalan asusila ini dianggap biasa, ia khawatir akan berdampak buruk pada generasi muda.

“Ini harus segera disikapi dengan serius, apalagi pelakunya seorang pendidik,  apakah ini gambaran wajah pendidikan kita ? ", kata Asep.(30/1)

Seharusnya seorang PNS, lanjut ASEP, bisa menjaga kehormatan baik secara etika sosial atau pun agama, jangan sampai karena kesalahan salah seorang oknum PNS menimbulkan citra buruk pendidikan di masyarakat.

Dikatakan Asep, Disinilah perlunya penyeimbang antara pengetahuan umum dengan agama, agar bisa sejalan dan tidak bertentangan dengan norma dan etika.

“Saya meminta pejabat pembina kepegawaian memberikan tindakan tegas terhadap oknum PNS tersebut secara maksimal agar tidak terjadi lagi prilaku yang tidak terpuji ini dilaskukan PNS-PNS lainnya. “tegas Asep.

Sementara saat dikonfirmasi lewat telefon cellulernya, Kepala UPTD Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Cigugur, Sugiwan, Spd,Mpd, menegaskan, pihaknya sudah menyerahkan segalanya masalah beredarnya video call bugil bawahannya ini kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharag Kabupaten Pangamdaran.

"Kami sudah menyerahkan kasus ini kepada dinas, jadi jika mau konfirmassi, silakan saja langsung datang ke dinas. “kata Sugiwan.

Dan untuk urusan media, menurutnya lagi, pihaknya sudah menyerahkan pada PWRI (red-?) Pangandaran.

“Ketuanya sendiri sudah datang menemui saya ke kantor. “imbuhnya. (AGE)

BERBEDA DENGAN PUSKESMAS, INILAH KONDISI BANGUNAN PUSTU PUTRAPINGGAN

KALIPUCANG-Berbeda dengan gedung Puskesmas yang bertaraf hotel berbintang, ironis, Puskesma Pembantu (pustu) Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran yang berlokasi tepat di lintasan jalan utama menuju Wisata Pangandaran, kondisinya sangat memprihatinkan.

Menurut salah seorang warga Putrapinggan yang enggan ditulis namanya, hampir sebagian tembok depan dan sampingnya sudah retak-retak dengan gentingnya sebagain sudah berjatuhan.

“Kalau hujan turun atapnya pun bocor, bahayanya terkadang rembesan air masuk ke meteran listrik. “ujarnya.(29/1)

Pustu yang berlokasi sebelah utara Kantor Desa Putrapinggan ini, menurutya, dibangun tahun 1995 dan sekitar tahun 2000 pernah ada perbaikan. Dan sejak saat itu sampai sekarang belum pernah ada lagi hingga kondisinya seperti itu.

“Masih layakah pusat pelayanan kesehatan masyarakat desa seperti itu ? “tanyanya.

Ia menambahkan, sebagai warga tentunya berharap Pemda Pangandaran secepatnya memberikan perhatian agar pelayanan pemerintah di bidang kesehatan masyarakat pedesaan bisa lebih nyaman.

“Jika puskesmasnya bertaraf hotel berbintang, ya paling tidaknya pustunya tidak terkesan kumuh seperti itu. “imbuhnya. (hiek) 

AKIBAT ANGIN KENCANG TADI MALAM, POHON KELAPA TUMBANG ROBOHKAN RUMAH KADIR

PARIGI-Angin kencang yang terjadi sekitar jam 19.00 malam kemarin (26/1) di Kabupaten Pangandaran, merobohkan pohon kelapa hingga menimpa sebuah rumah milik H. Kadir (80) warga Rt 03 Rw 011 Dusun Dukuh Satu Desa Pparakanmanggu Kecamatan Parigi.

Beruntung dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian pemilik rumah, H. Kodir sedang berada di mesjid sedang istrinya sudah meninggalkan rumah bersama warga lainnya ketika mendengar di luar rumah angin tertiup sangat kencang.

Menurut keterangan Kepala Dusun Dukuh Satu,  Aceng Rosidin, pohon kelapa yang tumbang tersebut telah menghancurkan atap dan sebagian isi rumah .

“Saat mendengar angin tertiup kecang tadi malam, hampir seluruh warga memilih untuk keluar rumah. “tutur Rohman.

Dengan dibantu warga lainnya, malam itu juga berusaha membersihkan puing-puing dan pecahan genting yang berserakan di dalam rumah.

“Kami juga bergotong-royong berusaha membersihkan batang pohon kelapa yang masuk ke dalam rumah dengan alat seadanya. “imbuh Rohman. (Tn)

KOMPEPAR BATUHIU KECEWA, AUDEN DENGAN DPRD TIDAK LENGKAP

PARIGI- Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata ( KOMPEPAR ) obyek wisata Batuhiu merasa kecewa, pasalnya dalam rapat dengar pendapat (audens) yang sedianya akan dihadiri komisi II dan III, ternyata hanya dihadiri komisi II saja.

Menurut seorang tokoh Batuhiu, Rangga, audens ini dimaksudkan untuk menyampaikan segala permasalahan yang selama ini ada di obyek wisata Batuhiu sekaligus untuk mencari jalan keluarnya. Seperti perbaikan sejumlah fasilitas yang hingga saat ini penataannya belum maksimal.

“Tapi yang hadir hanya komisi II yang dipimpin langsung Ustad Endang saja. “ungkapnya.(26/1)

Dikatakan Rangga, sebenarnya permohonan untuk acar audens ini, sebelumnya pihak kompepar  sudah melayang surat ke Sekretariat DPRD Pangandaran yang ditujukan ke komisi II dan III, tapi pada waktu digelar auden, ternyata yang hadir hanya dari komisi II saja.

Menurut Rangga, jelas pihaknya sangat kecewa, karena kehadiran komisi III sangat erat kaitannya dengan apa yang akan dibahas. Antara lain, perbaikan sarana wisata, termasuk perbaikan drainase, area parkir, masalah sampah, dan masalah tersebut ada di Dinas PU dan Lingkungan Hidup sebagai mitra kerja komisi III.

Nah kalau wakil rakyat yang mengurus bidang itu tidak hadir, ya percuma kami melakukan dengar pendapat karena komisi dan dinas bidang tersebut tidak hadir. “tegas Rangga.

Hal senada dikatakan Jajat (45), ia merasa kompepar Batuhiu tidak diperhatikan oleh DPRD. Menurutnya, maksud kedatangnnya ke gedung wakil rakyat ini ingin mendengarkan keseriusan terkait penataan kawasan wisata Batuhiu, namun, lanjut Jajat, terkesan anggota DPRD  tidak serius menanggapi persolan yang ada di masyarakat.

“Buktinya komisi III dan dinas yang menjadi mitra kerjanya tidak hadir, padahal pertemuan ini sangat penting untuk kelangsungan obyek wisata batuhiu ke depan. ”kata Jajat.

Sementara Ketua komisi II, H. Endang Ahamd Hidayat saat dikonfirmasi, menyampaikan, wajar saja jika kompepar merasa kecewa, karena peserta audens memang tidak lengkap untuk membahas persoalan yang ada di obyek wisata Batuhiu.

Disoal ketidak hadiran komisi III, Endang berkomentar, mungkin audens ini dikira bahasannya hanya masalah pariwisatanya saja, sehingga cukup yang hadir dari komisi II saja.

“Namun apa pun itu, secepatnya saya akan kordinasi dengan ketua komisi III dan ketua DPRD . “tutur Endang.

Endang juga mengatakan, pihaknya akan secepatnya menanggapi kekecewaan kompepar dan  secepatnya melakukan audens lagi dengan menghadirkan komisi III dan dinas terkait.

InsaAlloh, secepatnya kami akan gelar audens lagi untuk membahas obyek wisata batuhiu. “pungkasnya. (AGE)

KEREN ! TIM BASKET SMPN 1 KALIPUCANG SABET JUARA 1 FT CUP

KALIPUCANG-Satu lagi prestasi ditorehkan para pelajar Pangandaran, kali tim basket SMPN 1 Kalipucang berhasil unjuk gigi dengan menyabet predikat juara 1 di kejuaran FT Cup XX tahun 2018 yang diikuti tiga kabupaten, diantaranya Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran.

Tim yang dimotori Febryan, Firman, Lustry, Dendi, Bagus, Azhis dan kawan-kawan, berhasil menaklukkan tim dari SMPN 1 Ciamis dengan skor 24-16 dan  SMPT Ar-Risalah A dengan peroleh angka telak 30-6.

Tim dibawah asuhan Rizky Noviandy ini juga dengan mudah memaksa juara bertahan SMPN 1 Cisaga bertekuk lutut di semi final dengan skor 61-38, kemenangan-kemenangan tersebut pun diakhiri gemilang dengan mengalahkan Tim SMPT Ar-Risalah A di laga final dengan skor 59-49.

Tak hanya itu, predikat juara 1 FT Cup XX yang diselennggarakan di Gedung Galuh Taruna (GGT) Ciamis  dari tanggal 1 januari sampai tanggal 10 januari 2018 ini pun terasa lebih lengkap saat salah seorang squad SMPN 1 Kalipucang, Azhis  berhasil  menyabet predikat pemain terbaik pada ajang FT Cup tahun ini.

“Sebagai pemain terbaik, Azhis, siswa kelas 9 ini dipastikan akan menerima beasiswa full 3 tahun di SMA paforit. “ungkap Kepala SMPN 1 Kalipucang, Dede Koharudin, S.Pd, M.Pd, saat ditemui usai menyaksikan laga final. (10/1)
Dikatakan Dede, hasil kerja keras tim dan pelatih dengan hasil yang menggembirakan ini bisa menjadi kebanggaan keluarga besar SMPN 1 Kalipucang. Dan tentunya ini, lanjutnya, baik secara langsung atau pun tidak bisa mengharumkan daerah, khususnya di bidang olahraga siswa.

“Kami berangkat melangkah dengan niat dan tekad untuk hasil yang memuaskan ini. “ungkap Dede lagi.

Dede menambahkan, cabang olahraga basket sudah menjadi salah satu program andalan SMPN 1 Kalipucang walau pun kondisi lapang yang ada di sekolah untuk saat kurang refresentatif.

“Ternyata dengan kondisi tersebut, anak-anak kami bisa menorehkan prestasi yang tentunya ini bisa menjadi kebanggaan semua. “imbuh Dede. (hiek)

TAHUN INI PEMKAB PANGANDARAN MENERIMA CPNS

Drs. Muhlis
PARIGI-Untuk menambah kebutuhan pegawai, tahun ini Pemkab Pangandaran mengusulkan  adanya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke Kementerian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) di Jakarta.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran, Drs. Muhlis, Pemkab Pangandaran tahun 2018 ini mengajukan sekitar 500 CPNS yang akan ditempatkan sesuai kebutuhan di masing-masing institusi sesuai usulan dari tiap-tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dan yang paling banyak mengusulkan kebutuhan pegawai tersebut datang dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. 

“Untuk kebutuhan tenaga fungsional guru ada sekitar 1.361  dan kesehatan 271 orang. “terang Muhlis, saat ditemui di ruang kerjanya.(25/1)

Disoal mengapa hanya 500 CPNS, Muhlis menjelaskan, ini sudah disesuaikan dengan kekuatan keuangan daerah hasil musyawarah antara sekda, BKPSDM dan Dinas Keuangan. Karena sampai tahun 2018 ini Pemda Pangandaran hanya mampu menambah jumlah PNS sekitar 500 orang.

Kapan waktu seleksi CPNS dilaksanakan, Muhlis mengatakan, ini tergantung keputusan dari Kementerian PAN RB, karena kewenangan tersebut sepenuhnya ada di pusat.

“Berapa jumlah dan untuk kebutuhan tenaga apa saja, sampai saat ini kami belum bisa memastikan, karena sampai saat ini masih menunggu jawaban dari kementerian PAN RB. “jelas Muhlis.

Muhlis juga mengatakan, seleksi CPNS ini tidak ada hubungan dengan Katagori 2 (K2), karena ini merupakan seleksi CPNS umum yang pesertanya bisa dari mana saja asal bisa memenuhi semua persaratan.

Hanya saja, lanjutnya, jika ada K2 yang usianya masih di bawah 35 tahun, tentunya bisa ikut seleksi ini dengan catatan memenuhi persaratan untuk menjadi peserta CPNS seperti yang lainnya. 

Muhlis menambahkan, untuk keperluan seleksi CPNS tersebut pihaknya sudah memasukan anggaran, Rp 300 juta dari usulan awal sebesar Rp 900 juta.

 “Jika anggaran tersebut kurang, nantinya bisa dianggarkan lagi pada APBD perubahan. “jelasnya. (hiek)
 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN