DALAM PENATAAN WISATA PANGANDARAN, PEJABAT HARUS BERTINDAK TEGAS

PANGANDARAN-Dalam  proses terkait penataan pariwisata, seluruh pejabat jangan ragu untuk mengambil langkah-langkah tegas apabila di lapangan masih ada yang belum mengikuti aturan yang sudah ditetapkan dan disepakti bersama.

Demikian ditegaskan Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata kepada SKPD yang terkait langsung dengan penataan, seperti Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan, Satpol PP dan Dinas PUPR, tadi malam (21/1) di gedung Tourist Information Center (TIC) Pangandaran.

Dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Asisten Daerah I, 4 Kepala Dinas terkait dan pejabat eselon III dan IV lainnya, Jeje juga mengatakan, empat relokasi pedagang pantai, diantaranya Nanjung Indah, Nanjung Asri, Nanjung Elok, dan Nanjung Sari menjadi tanggungjawab semua untuk memberikan informasi kepada wisatawan tentang pusat-pusat perbelanjaan baru tersebut.

“Kita harus bisa mengarahkan wisatawan ke tempat baru itu untuk berbelanja kebutuhannya. “ungkap Jeje.

Jeje juga mengintruksikan agar SKPD terkait mengatur hal itu, seperti melokasikan halaman empat gedung baru itu untuk dijadikan lahan parkir sebagai salah satu upaya mendekatkan pengunjung ke pusat belanja.

“Sekarang mungkin masih masa transisi, wisatawan belum tahu tentang perubahan ini, makanya wajar jika masih sepi. “imbuhnya.

Jeje menambahkan, semua pihak tetap harus bisa mentaati apa yang telah disepakti bersama agar proses penataan bisa berjalan lancar sesuai rencana dan visi Pangandaran menjadi tujuan wisata dunia pun bisa cepat terwujud.

“Baik langsung atau tidak, saya akan terus memantau perkembangan seluruh kawasan pantai timur dan barat setiap hari, dan saya mengintruksikan kepada seluruh pejabat agar terus berkordinasi dan  tegas menjalankan aturan sesuai aturan yang ada. “tegasnya lagi. (Anton AS)




BUPATI PANGANDARAN TAK MALU SEBUTKAN PEMBANGUNAN DAERAHNYA DIBANTU PEMERINTAH PUSAT DAN PROPINSI

PANGANDARAN-Sangat jarang kepala daerah mau mengungkapkan sumber anggaran untuk pembangunan yang ada di wilayahnya. Padahal tidak semua pendanaan pembangunan di daerah dibiayai dari APBD Kabupaten, ada pusat dan bantuan dari pemerintahan propinsi.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan (Kang Aher) dalam kunjungan kerjanya dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupatena Pangandaran. (17/1)

“Ternyata bupati Pangandaran tidak malu, bahwa pembangunan di daerahnya juga karena campur tangan pemerintah pusat dan propinsi. “ungkap Aher.

Menurut Kang Aher, ia sangat mengapresiasi seluruh pembangunan yang telah dicapai Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, berangkat dari PAD hanya Rp 22 milyar, hingga sekarang sudah mencapai Rp 154 milyar.
Aher juga memuji kebijakan Pemkab Pangandaran  untuk menunda dulu pembangunan kantor pemerintahannya dengan mendahulukan pembangunan 9 puskesmas, penataan wisata, pembangunan gedung relokasi pedagang pantai, perbaikan infrastruktur, pendidikan gratis dan program lainnya yang keseluruhannya diperioritaskan manfaatnya untuk masyarakat banyak.

“Sekarang sedang dibangun RSUD kelas B, Hati-hati untuk daerah lain, Pangandaran bisa menyusul kalian. “kata Aher.

Aher juga mengatakan, ia sering ke Pangandaran dan dalam setiap kunjungannya berharap, sareksek pemandangan di obyek wisata segera bisa ditata.

“Dan tahun ini ternyata pemerintah Pangandaran membuktikan itu, saya yakin pangandaran bisa jadi pengelola pantai terbaik se-Indonesia. “ungkapnya lagi.

Sementara dalam sambutan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menjelaskan, dalam usianya yang ke 5 tahun dengan empat perioritas kebijakan sejak tahun 2016, Pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan penataan kawasan pariwisata yang keseluruhannya untuk lebih meningkatkan pelayanan pada masyarakat.
Pembangunan 9 puskesmas dengan menelan biaya sekitar Rp 50 milyar dari APBD Propiunsi dan Kabupaten, lanjut Jeje, semata untuk pelayanan pda masyarakat di bidang kesehatan.

“Kami juga menggratiskan biaya pengobatan dan ambulan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. ”jelas Jeje.

Masih kata Jeje, pembangunan RSUD yang menelan biaya Rp 238,56 milyar dengan rencana pembangunan multy years (tahun 2017-2019) bersumber dari APBD propinsi jabar dan Kabupaten Pangandaran di lahan seluas 50.000 m2, luas bangunan 23.000 m2, 150 tempat tidur, 12 ruangan VIP, 22 ruangan VVIP, ruang ICU NICU PICU 25 tempat tidur dan 91 tempat tidur kelas I, II, dan III, ini untuk sarana prasarana masyarakat sebagai bentuk pelayanan dasar kebutuhan warga di bidang kesehatan.

Dalam penataan wisata, Jeje juga menyampaikan, Kabupaten Pangandaran dengan misi menjadikan tujuan wisata dunia perlu dilakukan penataan yang lebih baik. Dengan membangun ruang terbuka hijau di beberapa titik dan relokasi 1.364 pedagang yang biasa berjualan di pinggir pantai ke empat gedung.

“Relokasi ini penting, karena sangat vital dalam perkembangan ekonomi masyarakat khususnya pada dunia pariwisata. “imbuh Jeje. (hiek)




PERSIS GELAR MUSKER II JABAR DI PANGANDARAN

PANGANDARAN-Warga Persatuan Islam (Persis) diharapkan mampu memperkokoh persatuannya dalam rangka menjalankan amanah khalifah filardi  sekalaigus menjadi mitra kerja dalam pembangunan yang ada di Jawa Barat.

Demikian disambutan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang dibacakan Kepala Biro Sosial dan Pelayanan Masyarakat,  Drs. H. Dady Iskandar MM, dalam acara Musker II Persis Jabar di hotel 'd Blizh Pangandaran.(13/1). 

Ditambahkan Dedy, Persis merupakan salah satu potensi sosial yang memiliki akar rumput yang sangat kuat. Oleh karena itu, lanjut Dedy,  diharapkan dapat menjadi penggerak dan perekat dalam pembangunan sosial kemasyarakatan sehingga dapat mempercepat pembangunan.

“Diharapkan Persisi mampu menjaga kesatuan pemikiran dan tujuan dan mampu memahami keadaan umat secara komprehensif “imbuhnya.

Sebagai sebuah organisasi pembaharuan, lanjutnya,  Persis mampu berdakwah seperti pendahulunya yang menyebarkan pemikiran indah dan menumbuhkan profesionalisme yang dinamis. Karena Persis juga mampu berpolitik secara santun dan berwawasan tinggi. (Haris/Tn)

WISATAWAN PANGANDARAN MEMBLUDAK, PARA PEMIJAT PUN SENANG

PANGANDARAN-Unyil, demikian panggilan seorang pemuda lajang bernama Titim Supriatim yang kesahariannya berprofesi menjadi tukang pijat keliling di obyek wisata Pangandaran. Sudah banyak "pasien" yang menggunakan jasa pijatnya, dari mulai tamu hotel bintang hingga tetangga di sekitr tempat tiinggalnya. 

Menurut pemuda dengan tinggi badan 140 cm asal Kecamatan Banjarsari Kabupaten Camis ini, ia tidak merasa minder dengan profesi yang disandangnya sebagai tukang pijat walau usianya relatif masih muda. 

“Bakat memijat saya selain bisa menolong sesame juga bisa jadi andalan mata pencarian saya sehari-hari. “ujarnya.(13/1)

Sudah tidak terhitung wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran menggunakan jasa keahlian memijatnya.

“Mungkin karena tubuh saya pendek dan gigi saya yang ompong, hingga banyak orang memanggil saya dengan nama unyil. “terangnya.

Dengan bermodalkan ilmu memijat yang dimilikinya, menurut Titim, berangkat menjelang sore hingga pulang menjelang dini hari, dijalani dengan rasa syukur dan bahagia.

Tidak kurang Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu penghasilan yang didapat setia malamnya. Dan  dengan penghasilannyaini, menurutnya, ia mampu menjadi tulang punggung keluarga. 

“Selain untuk kebutuhan saya sendiri, dari penghasilan yang saya dapat, Alhamdulillah bisa membantu kebutuhan orang tua dan membantu saudara yang masih kuliah. “ujarnya.

Suatu saat, tuturnya, ia pernah punya pengakaman yang sangat tidak menyenangkan saat memijat seorang pria yang ternya menyukai sesama jenis yang meminta yang lain-lain, walau pun berhasil ditolak secara halus.

Juga menurutnya, tidak sedikit tamu yang membutuhkan jasa pijat mengeluh karena tarifnya terlalu mahal.

“Mungkin ada rekan seprofesi yang memasang tariff mahal, mudah-mudahn Pemda bisa mengelurkan semacam surat edaran tentang tariff jasa pijat di Pangandaran. “katanya. (Haris/Tn)



JEJE WIRADINATA: “FORUM ALUMNI SPG BISA DIJADIKAN RUMAH BERSAMA…”

PANGANDARAN-Mengingat betapa pentingnya peran pendidikan dalam pembangunan daerah, untuk itu sangat  diperlukan sumbangan pemikiran dari seluruh elemen, baik yang terlibat langsung dengan dunia pendidikan atau pun tidak.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya pada acara Reuni Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang dihadiri Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, H. Surman dan ratusan alumni SPG dari yang paling tua hingga angkatan terakhir, yang digelar di kawasan Badeto Ratu Pantai Barat Panganran. (13/1)

Dengan reuni akbar ini selain sebagai ajang silaturahmi, kata Jeje, diharapkan bisa menumbuhkembangkan kebersamaan antar alumni dan membangun visi-misi kebersamaan dalam rangka ikut berkontribusi pada daerah, khusunya di bidang pendidikan.

“Mari kita satukan visi-misi dunia pendidikan kita, salah satunya program Pemda Pangandaran dengan mengeluarkan kebijakan pendidikan gratis dati tingkat SD hinga SLA. “imbuh Jeje.

Forum ini juga, lanjut Jeje, bisa dijadikan tempat untuk saling berkordinasi dan menjadi tempat mencari solusi aga pendidikan yang ada di Pangandaran bisa lebih berhasil guna dan tepat.

“Forum  ini juga bisa dijadikan rumah bersama para alumnus SPG untuk tetap fokus garapannya pada masalah pendidikan. “imbuhnya lagi. (Anton AS) 

SMPN 3 CIMERAK TERUS BERBENAH CIPTAKAN SUSANA NYAMAN KBM

CIMERAK-Sejak berdirinya 18 tahun lalu, tepatnya tanggal  I7 Nopember 2000, SMP Negeri 3 Cimerak berdiri di atas tanah seluas 6000 m2, baik sarana atau tenaga pengajarnya terus membenahi diri sebagai lembaga pendidikan dalam rangka menciptakan suasana nyaman bagi seluruh siswa dan stakeholder  pendidikan di lingkup SMPN 3 Kabupaten Kabupaten Pangandaran.

Kondisi fisik bangunan yang megah, asri dan nyaman serta dilengkapi sarana pendidikan yang mendapat perhatian khusus, ini semua bertujuan untuk lebih memudahkan para peserta didik dalam proses belajar.

SMPN 3 Cimerak terletak di perempatan jalan Dusun Mekarjaya Desa Sindangsari kecamatan Cimerak sangat mudah dijangkau dari berbagai arah. Melalui jalur sebelah utara dari arah Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya lewat Desa Sindangsari atau dari arah timur, dari Desa Cibanten Kecamatan Cijulang, dari arah selatan dari Desa Cimerak dan arah Barat dari Desa Kertaharja. Dari seluruh arah tersebut jalan menuju SMPN 3 Cimerak bisa diakses dengan cepat karena seluruh arah tersebut melalui jalan dengan kondisi bagus dan lancar.

Menurut Kepala SMPN 3 Cimerak, H. Ruhaendi,SPd,MPd, yang kebetulan bertempat tinggal tak jauh dari sekolah, peningkatan sarana belajar-mengajar ini semata hanya untuk kebutuhan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan untuk 290 siswa yang ada di SMPN 3 Cimerak.

Dengan jumlah 11 rombel (rombongan belajar), 13 guru PNS, 8 guru sukwan, I tenaga Tata Usaha (TU)  PNS, 2 TU sukwan dan I sukwan penjaga, menurut Endi, sapaan akrabnya, berkomitmen  meningkatkan disiplin bagi seluruh keluarga sekolah untuk meraih kesuksesan prestasi pendidikan yang lebih baik.

“Dengan komitmen tidak banyak berkata tapi banyak bekerja, diharapkan seluruh warga sekolah bisa bekerja tepat waktu, berdedikasi tinggi, selalu meningkatkan disiplin kerja, harmonis dan menjunjung kebersamaan. “ungkap Ruhendi.(11/1)
Masih kata Ruhendi, melalui Pembina Osis yang dipimpin Agus Koswara, telah membawa angin segar dengan memberikan suasana nyaman para siswa dalam mengikuti kegiatan belajarnya.
Hal senada dikatakan guru pengajar, Nahrowi, Dadang dan Risha Affira Dewi, menurutnya, dengan suasana yang nyaman diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat para siswa dan guru dalam kegiatan belajar-mengajar (KBM).

“Salah satunya, siswa kami bisa meraih prestasi juara 1 lomba IPA tingkat kabupaten. “ujarnya.
Saat ini SMPN 3 Cimerak sedang giat-giatnya merehab mushala yang berada di lingkungan sekolah untuk sarana ibadah siswa dan guru.

“Kami berharap kepada para agnia bisa ikut membantu dengan menyisihkan sebagian hartanya agar pembangunan musola ini bisa cepat selesai. “imbuh Ruhendi. (Rasimun)

JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN RESMI DIBUKA BUPATI PANGANDARAN HARI INI

KALIPUCANG-Setelah hampir satu tahun lebih masa pengerjaannya, kini jembatan Ciputrapinggan yang terletak di Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran sudah bisa dipergunakan setelah hari ini secara resmi dibuka oleh Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari, sebagai tanda dimulainya digunakannya jembatan tersebut.

Usai peresmian open traffic Jembatan Ciputrapinggan (11/1), kepada awak media, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata menyampaikan, dengan bisa digunakan jembatan baru Ciputrapinggan ini, diharapkan akan mempermudah akses keluar masuk kendaraan dari Pangandaran atau pun sebaliknya

“Tentunya kunjungan wisatawan pun tidak akan terkendala lagi, karena sebelumnya harus menggunakan dua jembatan darurat. “ungkap Jeje.

Dikatakan Jeje, walau terjadi beberapa kendala dalam proses pembangunannya, seperti dalam proses awal pemerintah harus membayar ganti rugi Rp 1,2 milyar, karena sebagian lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan, ternyata milik warga. Begitu juga pada tahapan selanjutnya, karena labilnya keadaan tanah di sekitar jembatan sehingga mengakibatkan salah satu girder ambruk.

“Sekarang jembatan sudah selesai tahap pembangunannya, dan bisa langsung digunakan semua jenis kendaraan walau pun bertonase tinggi. “kata Jeje lagi. (Anton AS)

RELOKASI PEDAGANG PANTAI PANGANDARAN KE TEMPAT BARU, HARAPAN BARU ?

PANGANDARAN-Pasca direlokasi, sejumlah pedagang yang bauisa berjualan di pantai Pangandaran kini mulai berbenah untuk membereskan dan menata dagangannya di tempat barunya. Ada harapan baru terpancar di wajah-wajah mereka seiring dengan perkembangan penataan kawasan wisata yang lebih cantik dan lebih luas. Tapi tidak sedikit juga yang merasa cemas, apakah di tempat baru hasil jualannya akan sama ketika masih berdagang di pinggir pantai. Pasalnya, para pedagang yang semula memiliki kios tempatnya berjualan dulu lebih lebar dan panjang, sekitar 4x5 meter. Sedangkan di ruangan yang baru ditempatinya hanya berukuran  2.40 x 3 meter saja.

“Kami terpaksa membawa sebagian dagangan ke rumah. “terang salah seorang pedagan.(11/1)

Sebanyak 1.364 kios dalam 4 lokasi yang berbeda yang disediakan Pemerintah Daerah Pangandaran kini mulai diisi masing-masing pedagang sesuai tempat yang sudah diundi sebelumnya.
Menurutnya, secara umum para pedagang menyadari dan mendukung program yang digulirkan pemda dalam penataan obyek wista memang sejatinya untuk kepentingan lebih luas dan diperuntukan warga Pangandaran sendiri. 

“Karena jika keadaanya seperti kemarin, lambat laun dampaknya akan terasa langsung oleh pedagang, karena kawasan obyek wisata Pangandaran mungkin akan terkesan kumuh dan semerawut di mata wisatawan. “imbuhnya.

Kini Pemkab Pangandaran pun, lanjutnya, mulai memberlakukan aturan-aturan yang harus disepakati dan dijalankan pedagang, seperti zona untuk pedagang asongan dan lainnya. 


"Saya berharap pemda pun segera membuat aturan untuk trek odong-odong dan sepeda motor sewaan, agar tidak terjadi lagi simpul-simpul kemacetan di lokasi tertentu. " Pungkasnya. (haris/Tn)

PEMDA PANGANDARAN GELAR APEL PERSIAPAN RELOKASI PEDAGANG PANTAI

PANGANDARAN-Sesuai rencana awal untuk penertiban para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang pantai barat dan timur obyek wisata Pangandaran, Pemkab Pangandaran terus melakukan persiapan-persiapan menjelang diberlakukan kebijakan pengosongkan pantai dari kegiatan pedagang sekaligus untuk menandai dimulainya penggunakan tempat relokasi bagi 1.300 PKL ke tempat baru tanggal 10 januari 2018 (besok-red).

Pada apel persiapan yang dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dengan  didampingi Wakil Bupati, Adang Hadari, Sekda, Asisten Daerah, Kepala SKPD, ratusan peserta  anggota Denpom Banjar, TNI-AL, Polres Ciamis dan Polsek Pangandaran, Polairud Pangandaran, Satpol PP, pasukan Paspon Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan, pasukan Tim Sapta Pesona Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, Linmas, Jaga Lembur dan Balawista, bupati Pangandaran menyampaikan, apel persiapan ini bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti pedagang, tapi sebaliknya untuk memberikan rasa aman menjelang besok dilaksanakannya proses relokasi. 

Untuk penataan kawasan wisata ini, kata Jeje, Pemda Pangandaran sudah mengucurkan anggaran yang tidak sedikit dimaksudkan untuk menciptakan kenyamanan wisatawan yang datang ke Pangandaran.

“Kami berharap, setelah penataan ini obyek wisata Pangandaran akan lebih bersih, indah,  tertib dan bisa memberikan rasa nyaman pada pengunjung. “kata Jeje.(9/1)

Dengan kesadaran dan bantuan masyarakat, lanjutnya, Pangandaran menjadi tujuan wisata yang mendunia segera bisa terwujud. Karena, setelah pedagang bertenda biruyang ada pantai sudah tidak ada, pemandangan pantai pun akan semakin indah.

“Dan setelah ini pemerintah pun akan segera mendesain sepanjang kawasan pantai agar lebih menarik. “imbuh Jeje.

Jeje berharap agar masyarakat, khususnya seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang pantai bisa mendukung rencana pemerintah daerah terkait penataan di seluruh kawasan wisata agar dari tahun ke tahun wisatawan yang berjunjung ke Pangandaran terus meningkat.

Setelah usai pelaksanaan apel, bupati dan wakil bupati didampingi pejabat lainnya langsung meninjau lapak-lapak pedagang di sepanjang pantai barat dan timur yang secara sukarela sedang dibongkar pemiliknya masing-masing. (Anton AS)




HATI-HATI, SEKARANG ADA HUKUMAN PENJARA DAN DENDA BAGI PELANGGAR PEMILU

KALIPUCANG-Dalam pasal 71 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016, Pejabat Negara, pejabat daerah, pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN), Anggota TNI/POLRI dan Kepala Desa atau sebutan lain Lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.
Demikian disampaikan petugas Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kalipucang dalam acara soosialisasi di depan kepala desa se-Kecamatan Kalipucang, bertempat di kantor Panwaslu Kalipucang. (4/1)

Dikatakan Ketua Panwaslu kalipucang, Yulliany, Sp yang juga Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kecamatan, pihaknya menghimbau kepada 9 kepala desa  yang berada di wilayah pengawasan Panwaslu Kecamatan kalipucang, dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang agar bisa tetap mejaga netralitas serta tidak ikut dalam politik praktis.

Masih di tempat yang sama,  ketua Divisi Tindak Lanjut, Ela Susilawati, menjelaskan, peraturan ini sangat penting untuk diketahui serta disampaikan kepada publik, karena Undang-Undang yang mengatur tentang Pilkada sekarang berlaku berbeda dengan aturan sebelumnya.

Ditambahkan Ela, ancaman penjara dan denda membayangi penyelenggara pemerintahan di tingkat desa yang terbukti melanggar tindak pidana pemilu.

"Undang-Undang yang mengatur Pilkada sekarang sangat kuat dalam perspektif dalam penegakan hukum pemilu,"jelasnya. (Tn)

SDN 2 MEKARSARI CIMERAK, POTRET SEKOLAH DI PELOSOK DESA

CIMERAK-Berdiri di tanah dataran tinggi yang dikelilingi pohon-pohon kelapa dan bunga-bunga, kini SD Negeri 2 Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran kini berdiri megah setelah mendapat renovasi.  Baik keadaan bangunan sekolah maupun dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), SDN 2 Mekarsari terus meningkatkan kualitasnya, hal tersebut dibuktikan dengan mendapat predikat sekolah terakreditasi dengan nilai B yang sertifikatnya ditanda tangani langsung Prof.DR.H.Jam’an Satori,MA.

Sekolah yang berdiri tahun 1982 ini berlokasi di kecamatan paling selatan dengan jumlah murid 128 siswa, sekarang dikepalai Markodin,SPd. Untuk menuju sekolah ini ada dua jalur jalan, dari utara melalui Dusun Citelu arah ke kantor Desa Mekarsari atau lewat selatan melalui jembatan Cipaledang dengan kondisi kedua jalan bagus, karena sudah mendapatkan perbaikan dari APBD tahun 2017 lalu.

“Keadaan sekolah kami bisa bagus, Ini semua berkat program Pangandaran Hebat yang digulirkan pemkab Pangandaran, dan program ini jika digunakan dengan benar, maka akan membuahkan hasil yang maksimal.  “ungkap Markodin.(9/1)

Sebagai kepala sekolah, kata Markodin, ia harus bisa memberikan contoh pada 5 guru PNS dan 3 orang guru sukwannya untuk datang lebih awal walau jarak tempat tinggalnya jauh karena beda kecamatan.
Dengan visi menjadi sekolah terpercaya di masyarakat, menurut Markodin, ia didukung penuh guru-gurunya untuk terus bahu membahu memberikan yang terbaik bagi peserta didik dengan terus mengembangkan aktivtitas, inovasi, kreativitas serta bertanggungjawab untuk bisa mencerdaskan seluruh siswa.

Dan usahanya bukan tanpa hasil, baik prestasi di bidang edukasi atau lainnya terus diraih siswa-siswinya. Seperti, juara  2 invitasi bola voly yang diselenggarakan  SMPN 3 cimerak, juara 2 matematika tingkat kecamatan, juara umum KKNM Unpad dalam lomba tradisional tahun 20I7 yang lalu dan masih banyak juara-juara lainnya.

“Ini berkat kerja keras usaha kami bersama. “jelas Makrodin.

Makrodin menambahkan, kedisiplinan anak harus diterapkan sejak dini,  begitu juga guru-guru harus bisa memberi contoh positif. Seperti dalam berpakaian selalau rapih yang diikuti siswa dengan seragam lengjkap sepatu, topi dan dasi yang telah ditetapkan.

“Hasilnya sungguh luar biasa, penerapan disiplin baik pada pendidik atau peserta didik bisa menjadi kebanggaan warga SDN 2 Mekarsari. “ujar salah seorang guru, Dedi Suryadi.

Dikatakan Makrodin, dari tahun ke tahun SDN 2 Mekarsari terus melengkapi segala sarana yang  dan prasarana, dengan harapan tetap menjadi sekolah terpaforit walaupun keberadaannya jauh di pelosok desa.

“Walau sekolah kami di pinggiran tapi InsaAlloh prestasi kami tidak pinggiran, bahkan suatu saat bisa menjadi yang terdepan. “pungkas Makrodin. (Rasimun)

SETELAH PENATAAN, SITU CISAMPING SEMAKIN MANARIK MINAT WISATAWAN

CIJULANG – Obyek wisata Situ Cisamping yang berada di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran kini mulai banyak dikunjungi wisatawan. Dengan airnya yang jernih diantara rindang pepohonan hijau, Situ Cisamping menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang untuk melepas kepenatan atau rekreasi bersama keluarga.

Penataan kawasan wisata Cisamping yang dilakukan Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan pelaksana pekerjaan diserahkan kepada CV. Indah Savana salah satu kontraktor lokal asal Pangandaran, menyulap kawasan tersebut menjadi wahana wisata yang bisa memberikan nuansa alami nan sejuk hingga membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama menikmati keindahan alam.

Seperti dikatakan wisatawan asal Kota Sukabumi, Erna (48),  ia merasa betah menikmati alam hijau dan beningnya air situ (telaga) yang memberikan aroma hembusan semilir angin yang bisa menciptakan rasa sejuk berada di Situ Cisamping, sehingga ia dan kelurganya pun sangat terkesan saat berkunjung ke Cisamping. Karena Selain menikmati keindahan alam, di obyek Situ Cisamping pengunjung pun bisa menikmati wahana permainan air

“Saya dikasih tahu teman yang pernah berkunjung ke sini tahun 2016 lalu. “terangnya.(7/1)

Sementara menurut penuturan warga Dusun Mandala Desa Batukaras, Abas (43), situ Cisamping saat ini masih dikelola Pemerintahan Desa Batukaras, sehingga segala sarana dan pelayannnya pun masih sederhana, juga dalam pembelian tiket permainan pun masih dilakukan secara “manual”.

"Semoga kedepannya Cisamping bisa semakin diminati wisatawan, dan kami sebagai warga Batukaras mengucapkan banyak terima kasih pada Pemkab Pangandaran dengan dibangunnya situ Cisamping sebagai wahana wisata baru", pungkasnya. (AGE)

PEMDA PANGANDARAN SALURKAN DANA BENCANA LGBTK

PARIGI-Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran menyerahkan bantuan untuk korban bencana Longsor, Gempa, banjir, tofan dan kebarakarn (LGBTK) yang terjadi sepanjang tahun 2017 lalu.
Sekitar 30 warga yang terdampak bencana tersebut mendapat bantuan yang diserahkan langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di aula Setda. (8/1)

Dalam sambutannya, Jeje menyampaikan turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa beberapa warganya akibat bencana alam. Dan dengan adanya bantuan yang diberikan Pemda Pangandaran ini, kata Jeje, diharapkan bisa sedikit mengurani beban untuk warga yang terdampak langsung.

“Atas nama pemerintah saya turut berbela sungkawa, dan mudah-mudahan ini bisa sedikit ikut meringankan beban bapak-bapak dan Ibu-ibu. “ungka Jeje.

Masih kata Jeje, sebagai masyarakat yang hidup di daerah rawan bencana, sudah seharusnya seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan serta tetap menjaga lingkungan sekitar.

“Bencana bisa datang tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi, makanya kita harus tetap menjaga kewaspadaan di tempat tingal masing-masing. “imbuh Jeje.

Sementara menurut Kepala Dinas Pamadam Kebakaran Penanggulangan Bencana Daerah kabuaten Pangandaran, DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, bantuan ini diberikan kepada warga dari data yang diterima dan dipervikasi pihaknya yang dilaksankan dari bulan mei hingga awal oktober 2017.

“Seluruh bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Pangandaran dengan jumlah Rp 259.5 juta. “jelas Nana. (Anton As)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN