RELOKASI PEDAGANG PANTAI PANGANDARAN KE TEMPAT BARU, HARAPAN BARU ?

PANGANDARAN-Pasca direlokasi, sejumlah pedagang yang bauisa berjualan di pantai Pangandaran kini mulai berbenah untuk membereskan dan menata dagangannya di tempat barunya. Ada harapan baru terpancar di wajah-wajah mereka seiring dengan perkembangan penataan kawasan wisata yang lebih cantik dan lebih luas. Tapi tidak sedikit juga yang merasa cemas, apakah di tempat baru hasil jualannya akan sama ketika masih berdagang di pinggir pantai. Pasalnya, para pedagang yang semula memiliki kios tempatnya berjualan dulu lebih lebar dan panjang, sekitar 4x5 meter. Sedangkan di ruangan yang baru ditempatinya hanya berukuran  2.40 x 3 meter saja.

“Kami terpaksa membawa sebagian dagangan ke rumah. “terang salah seorang pedagan.(11/1)

Sebanyak 1.364 kios dalam 4 lokasi yang berbeda yang disediakan Pemerintah Daerah Pangandaran kini mulai diisi masing-masing pedagang sesuai tempat yang sudah diundi sebelumnya.
Menurutnya, secara umum para pedagang menyadari dan mendukung program yang digulirkan pemda dalam penataan obyek wista memang sejatinya untuk kepentingan lebih luas dan diperuntukan warga Pangandaran sendiri. 

“Karena jika keadaanya seperti kemarin, lambat laun dampaknya akan terasa langsung oleh pedagang, karena kawasan obyek wisata Pangandaran mungkin akan terkesan kumuh dan semerawut di mata wisatawan. “imbuhnya.

Kini Pemkab Pangandaran pun, lanjutnya, mulai memberlakukan aturan-aturan yang harus disepakati dan dijalankan pedagang, seperti zona untuk pedagang asongan dan lainnya. 


"Saya berharap pemda pun segera membuat aturan untuk trek odong-odong dan sepeda motor sewaan, agar tidak terjadi lagi simpul-simpul kemacetan di lokasi tertentu. " Pungkasnya. (haris/Tn)

PEMDA PANGANDARAN GELAR APEL PERSIAPAN RELOKASI PEDAGANG PANTAI

PANGANDARAN-Sesuai rencana awal untuk penertiban para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang pantai barat dan timur obyek wisata Pangandaran, Pemkab Pangandaran terus melakukan persiapan-persiapan menjelang diberlakukan kebijakan pengosongkan pantai dari kegiatan pedagang sekaligus untuk menandai dimulainya penggunakan tempat relokasi bagi 1.300 PKL ke tempat baru tanggal 10 januari 2018 (besok-red).

Pada apel persiapan yang dipimpin langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dengan  didampingi Wakil Bupati, Adang Hadari, Sekda, Asisten Daerah, Kepala SKPD, ratusan peserta  anggota Denpom Banjar, TNI-AL, Polres Ciamis dan Polsek Pangandaran, Polairud Pangandaran, Satpol PP, pasukan Paspon Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan, pasukan Tim Sapta Pesona Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, Linmas, Jaga Lembur dan Balawista, bupati Pangandaran menyampaikan, apel persiapan ini bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti pedagang, tapi sebaliknya untuk memberikan rasa aman menjelang besok dilaksanakannya proses relokasi. 

Untuk penataan kawasan wisata ini, kata Jeje, Pemda Pangandaran sudah mengucurkan anggaran yang tidak sedikit dimaksudkan untuk menciptakan kenyamanan wisatawan yang datang ke Pangandaran.

“Kami berharap, setelah penataan ini obyek wisata Pangandaran akan lebih bersih, indah,  tertib dan bisa memberikan rasa nyaman pada pengunjung. “kata Jeje.(9/1)

Dengan kesadaran dan bantuan masyarakat, lanjutnya, Pangandaran menjadi tujuan wisata yang mendunia segera bisa terwujud. Karena, setelah pedagang bertenda biruyang ada pantai sudah tidak ada, pemandangan pantai pun akan semakin indah.

“Dan setelah ini pemerintah pun akan segera mendesain sepanjang kawasan pantai agar lebih menarik. “imbuh Jeje.

Jeje berharap agar masyarakat, khususnya seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang pantai bisa mendukung rencana pemerintah daerah terkait penataan di seluruh kawasan wisata agar dari tahun ke tahun wisatawan yang berjunjung ke Pangandaran terus meningkat.

Setelah usai pelaksanaan apel, bupati dan wakil bupati didampingi pejabat lainnya langsung meninjau lapak-lapak pedagang di sepanjang pantai barat dan timur yang secara sukarela sedang dibongkar pemiliknya masing-masing. (Anton AS)




HATI-HATI, SEKARANG ADA HUKUMAN PENJARA DAN DENDA BAGI PELANGGAR PEMILU

KALIPUCANG-Dalam pasal 71 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016, Pejabat Negara, pejabat daerah, pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN), Anggota TNI/POLRI dan Kepala Desa atau sebutan lain Lurah dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.
Demikian disampaikan petugas Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kalipucang dalam acara soosialisasi di depan kepala desa se-Kecamatan Kalipucang, bertempat di kantor Panwaslu Kalipucang. (4/1)

Dikatakan Ketua Panwaslu kalipucang, Yulliany, Sp yang juga Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kecamatan, pihaknya menghimbau kepada 9 kepala desa  yang berada di wilayah pengawasan Panwaslu Kecamatan kalipucang, dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang agar bisa tetap mejaga netralitas serta tidak ikut dalam politik praktis.

Masih di tempat yang sama,  ketua Divisi Tindak Lanjut, Ela Susilawati, menjelaskan, peraturan ini sangat penting untuk diketahui serta disampaikan kepada publik, karena Undang-Undang yang mengatur tentang Pilkada sekarang berlaku berbeda dengan aturan sebelumnya.

Ditambahkan Ela, ancaman penjara dan denda membayangi penyelenggara pemerintahan di tingkat desa yang terbukti melanggar tindak pidana pemilu.

"Undang-Undang yang mengatur Pilkada sekarang sangat kuat dalam perspektif dalam penegakan hukum pemilu,"jelasnya. (Tn)

SDN 2 MEKARSARI CIMERAK, POTRET SEKOLAH DI PELOSOK DESA

CIMERAK-Berdiri di tanah dataran tinggi yang dikelilingi pohon-pohon kelapa dan bunga-bunga, kini SD Negeri 2 Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran kini berdiri megah setelah mendapat renovasi.  Baik keadaan bangunan sekolah maupun dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), SDN 2 Mekarsari terus meningkatkan kualitasnya, hal tersebut dibuktikan dengan mendapat predikat sekolah terakreditasi dengan nilai B yang sertifikatnya ditanda tangani langsung Prof.DR.H.Jam’an Satori,MA.

Sekolah yang berdiri tahun 1982 ini berlokasi di kecamatan paling selatan dengan jumlah murid 128 siswa, sekarang dikepalai Markodin,SPd. Untuk menuju sekolah ini ada dua jalur jalan, dari utara melalui Dusun Citelu arah ke kantor Desa Mekarsari atau lewat selatan melalui jembatan Cipaledang dengan kondisi kedua jalan bagus, karena sudah mendapatkan perbaikan dari APBD tahun 2017 lalu.

“Keadaan sekolah kami bisa bagus, Ini semua berkat program Pangandaran Hebat yang digulirkan pemkab Pangandaran, dan program ini jika digunakan dengan benar, maka akan membuahkan hasil yang maksimal.  “ungkap Markodin.(9/1)

Sebagai kepala sekolah, kata Markodin, ia harus bisa memberikan contoh pada 5 guru PNS dan 3 orang guru sukwannya untuk datang lebih awal walau jarak tempat tinggalnya jauh karena beda kecamatan.
Dengan visi menjadi sekolah terpercaya di masyarakat, menurut Markodin, ia didukung penuh guru-gurunya untuk terus bahu membahu memberikan yang terbaik bagi peserta didik dengan terus mengembangkan aktivtitas, inovasi, kreativitas serta bertanggungjawab untuk bisa mencerdaskan seluruh siswa.

Dan usahanya bukan tanpa hasil, baik prestasi di bidang edukasi atau lainnya terus diraih siswa-siswinya. Seperti, juara  2 invitasi bola voly yang diselenggarakan  SMPN 3 cimerak, juara 2 matematika tingkat kecamatan, juara umum KKNM Unpad dalam lomba tradisional tahun 20I7 yang lalu dan masih banyak juara-juara lainnya.

“Ini berkat kerja keras usaha kami bersama. “jelas Makrodin.

Makrodin menambahkan, kedisiplinan anak harus diterapkan sejak dini,  begitu juga guru-guru harus bisa memberi contoh positif. Seperti dalam berpakaian selalau rapih yang diikuti siswa dengan seragam lengjkap sepatu, topi dan dasi yang telah ditetapkan.

“Hasilnya sungguh luar biasa, penerapan disiplin baik pada pendidik atau peserta didik bisa menjadi kebanggaan warga SDN 2 Mekarsari. “ujar salah seorang guru, Dedi Suryadi.

Dikatakan Makrodin, dari tahun ke tahun SDN 2 Mekarsari terus melengkapi segala sarana yang  dan prasarana, dengan harapan tetap menjadi sekolah terpaforit walaupun keberadaannya jauh di pelosok desa.

“Walau sekolah kami di pinggiran tapi InsaAlloh prestasi kami tidak pinggiran, bahkan suatu saat bisa menjadi yang terdepan. “pungkas Makrodin. (Rasimun)

SETELAH PENATAAN, SITU CISAMPING SEMAKIN MANARIK MINAT WISATAWAN

CIJULANG – Obyek wisata Situ Cisamping yang berada di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran kini mulai banyak dikunjungi wisatawan. Dengan airnya yang jernih diantara rindang pepohonan hijau, Situ Cisamping menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang untuk melepas kepenatan atau rekreasi bersama keluarga.

Penataan kawasan wisata Cisamping yang dilakukan Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan pelaksana pekerjaan diserahkan kepada CV. Indah Savana salah satu kontraktor lokal asal Pangandaran, menyulap kawasan tersebut menjadi wahana wisata yang bisa memberikan nuansa alami nan sejuk hingga membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama menikmati keindahan alam.

Seperti dikatakan wisatawan asal Kota Sukabumi, Erna (48),  ia merasa betah menikmati alam hijau dan beningnya air situ (telaga) yang memberikan aroma hembusan semilir angin yang bisa menciptakan rasa sejuk berada di Situ Cisamping, sehingga ia dan kelurganya pun sangat terkesan saat berkunjung ke Cisamping. Karena Selain menikmati keindahan alam, di obyek Situ Cisamping pengunjung pun bisa menikmati wahana permainan air

“Saya dikasih tahu teman yang pernah berkunjung ke sini tahun 2016 lalu. “terangnya.(7/1)

Sementara menurut penuturan warga Dusun Mandala Desa Batukaras, Abas (43), situ Cisamping saat ini masih dikelola Pemerintahan Desa Batukaras, sehingga segala sarana dan pelayannnya pun masih sederhana, juga dalam pembelian tiket permainan pun masih dilakukan secara “manual”.

"Semoga kedepannya Cisamping bisa semakin diminati wisatawan, dan kami sebagai warga Batukaras mengucapkan banyak terima kasih pada Pemkab Pangandaran dengan dibangunnya situ Cisamping sebagai wahana wisata baru", pungkasnya. (AGE)

PEMDA PANGANDARAN SALURKAN DANA BENCANA LGBTK

PARIGI-Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran menyerahkan bantuan untuk korban bencana Longsor, Gempa, banjir, tofan dan kebarakarn (LGBTK) yang terjadi sepanjang tahun 2017 lalu.
Sekitar 30 warga yang terdampak bencana tersebut mendapat bantuan yang diserahkan langsung Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di aula Setda. (8/1)

Dalam sambutannya, Jeje menyampaikan turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa beberapa warganya akibat bencana alam. Dan dengan adanya bantuan yang diberikan Pemda Pangandaran ini, kata Jeje, diharapkan bisa sedikit mengurani beban untuk warga yang terdampak langsung.

“Atas nama pemerintah saya turut berbela sungkawa, dan mudah-mudahan ini bisa sedikit ikut meringankan beban bapak-bapak dan Ibu-ibu. “ungka Jeje.

Masih kata Jeje, sebagai masyarakat yang hidup di daerah rawan bencana, sudah seharusnya seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan serta tetap menjaga lingkungan sekitar.

“Bencana bisa datang tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi, makanya kita harus tetap menjaga kewaspadaan di tempat tingal masing-masing. “imbuh Jeje.

Sementara menurut Kepala Dinas Pamadam Kebakaran Penanggulangan Bencana Daerah kabuaten Pangandaran, DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM, bantuan ini diberikan kepada warga dari data yang diterima dan dipervikasi pihaknya yang dilaksankan dari bulan mei hingga awal oktober 2017.

“Seluruh bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Pangandaran dengan jumlah Rp 259.5 juta. “jelas Nana. (Anton As)


WAKIL BUPATI PANGANDARAN HADIRI PERTEMUAN KELOMPOK TANI KECAMATAN PARIGI

PARIGI - Acara Pertemuan Kelompok Tani se-Kecamatan Parigi dan sekitarnya berlangsung yang dihadiri Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, wakil ketua DPRD, H.M.Taufik dan sekitar 250 petani berlangsung semarak. Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Pasirkiara Desa karangbenda ini diprakarsai kelompok Tani Parigi bekerja sama dengan PT. Bina Guna Kimia FMC Jakarta, suplayer produk pertanian. (4/1)

Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam sambutannya menyampaikan, sangat mendukung kegiatan ini dalam rangka peningkatan hasil pertanian yang saat ini sedang digalakan untuk seluruh kelompok tani yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Karena selain positif, kata Adang, kegiatan ini pun bisa meningkatkan produkifitas pertanian khususnya di Kecamatan parigi.

"Dengan menjalin kerjasama bersama PT. Bina Guna Kimia sebagai suplayer produk pertanian, diharapkan para petani bisa lebih memanfaatkan lahan pertaniannya dengan hasil yang lebih maksimal. "katanya.

Ditambahkan Adang, diharapkan kepada penyedia produk pertanian dari PT.Guna bina kimia agar bisa menyediakan stok produk yang cukup, jangan sampai saat produk tersebut dibutuhkan petani, tidak ada atau habis.

Sementara menurut salah seorang konsultan pertanian dari PT.Guna bina kimia, Dana (45), yang harus menjadi perhatian petani terkait lahan, bagaimana mengetahui tentang pentingnya unsur hara tanah dalam mendukung  hasil pertanian.

Dalam bidang pertanian, kata Dana, peranan tanah sangat penting untuk menentukan keberhasilan budidaya tanaman, hal tersebut terjadi karena tanah sebagai media tumbuh, penyimpan unsur hara, udara, cadangan jenis jenis air dan sebagai rumah bagi mikroorganisme yang bertugas menguraikan sisa bagian tumbuhan yang telah mati untuk kembali menjadi unsur hara.

“Kadang petani di kita terlalu fokus pada tanaman sehingga lupa pada tanah pertaniannya. “jelas Dana.

Padahal, lanjutnya lagi, seharusnya para petani lebih fokus dulu pada lahan tanah yang akan digunakan sebagai lahan pertanian.

“Dengan demikian, kami pun bisa memberikan solusi untuk kesuburan tanah pertanian dalam peningkatan hasil pertanian yang maksimal", paparnya.

Masih di tempat yang sama, penasehat Kelompok Tani Kecamatan Parigi, H. Maman Suherman berharap, dengan adanya kerjasama antara kelompok tani dengan PT. Guna bina kimia ( sebagai suplayer), tentunya bisa mewujudkan harapan para petani dalam meningkatkan produksi hasil pertaniannya.

"Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama antara kelompok tani dengan suplayer produk pertanian, ini bisa memberi harapan baru untuk para petani dalam rangka meningkatkan hasil pertanian di wilayah kami khususnya, dan umumnya untuk para petani yang ada  di Kabupaten Pangandaran", tandasnya.  (AGE)

PAD TAHUN 2017 DARI PERIKANAN TANGKAP NELAYAN PANGANDARAN CAPAI 100,03 %

PANGANDARAN-Tahun ini kembali hasil perikanan tangkap laut Kabupaten Pangandaran kembali mengalami kenaikan cukup signifikan.

Seperti dikatakan salah seorang pengurus KUD Minasari Pangandaran, Hamdan Alfarizi, data perolehan dari 7 Koperasi Mina pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Pangandaran, Bojongsalawe Kecamatan Parigi, Nusawiru Kecamatan Cijulang, Batukaras kecamatan Cijulang, Legokjawa Kecamatan Cimerak, Baogol Kecamatan Kalipucang dan TPI Muaragatah Kecamatan Cimerak total transaksi (raman) sebesar Rp.  68.937 milyar.

“Dari keseluruhan jumlah tersebut, 54,85 % sekitar Rp 37.605 milyar merupakan hasil tangkapan nelayan di TPI Pangandaran. ”ungkap Hamdan. (5/1)

Hamdan saat dihubungi lewat telepon celullernya juga mengatakan, dari jumlah seluruh transaksi tersebut juga, usaha perikanan laut Pangandaran sudah bisa menyumbang penghasilan Asli daerah (PAD) sebesar Rp. 2.47 milyar, jumlah tersebut hasil dari retribusi sebesar 3,5% sesuai perda nomer 38 tahun 2016 dan perbup nomer 2 tahun 2017.
“Dan Alhamdulillah, untuk capain target PAD tahun 2017, mencapai 100,03 %. “imbuh Hamdan.

Dikatakan Hamdan, banyak sekali keuntungan nelayan saat menjual hasil tangkapannya melalui TPI, diantaranya, nelayan bisa menjual dengan harga tinggi dan stabil, keuntungan koperasi juga bisa kembali dinikmati anggota dan tentunya nelayan yang menjadi anggita koperasi seluruhnya dijamin asuransi.

Oleh sebab, lanjut hamdan, pihaknya sering menghimbau agar para nelayan menjual ikan tangkapannya melalui TPI yang sudah tersedia di hampir pesisir daerah tangkapan ikan laut.

“Jadi sekarang tidak alasan lagi nelayan menjual ikan tangkapannya di luar TPI. “imbuhnya. (hiek)

"KEMESRAAN"KOALISI GERINDRA-PKS USUNG SUDRAJAT-SYAIKHU UNTUK JABAR

Ahmad Syaikhu dengan anggota DPRD Pangandaran dari fraksi PKS
PANGANDARAN-Dua partai besar, PKS dan Gerindra dipastikan mengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada pilkada serentak tahun 2018.

Seperti dikatakan Ahmad Syaikhu saat kunjungan ke Kabupaten Pangandaran hari ini. Menurutnya dengan jumlah kursi di DPRD propinsi jawa Barat dari frkasi Gerindra 11 dan PKS 12 kursi, sudah bisa dipastikan dari koalisi dua partai saja sudah mencukupi persyaratan pencalonan.

InsaAlloh, mungkin nanti ditambah PAN 4 kursi yang akan bergabung dengan kami. “terang Syaikhu saat ditemui di Rumah makan Kidang Mas di kawasan centra kuliner pamugaran pantai barat Pangandaran.(5/1)

Dikatakan Syaikhu, untuk tahapan konslidasi di internal partai sudah selesai dan sekarang tinggal konslidasi ke masyarakat.

Dan kunjungan kali ini ke Pangandaran dan daerah lainnya, lanjut  Syaikhu, untuk menyerap aspirasi dari masyarakat terkait visi-misi atau pun program kerja yang nanti akan dilakukan pasangan Sudrajat- Syaikhu.

Seperti tadi pada kunjungan di beberapa tempat di Kabupaten Pangandaran, masih kata Syaikhu, sudah banyak sekali masukan-masukan yang akan dirumuskan dalam visi-misi kedepan.

“Mudah-mudahan ini akan sangat sesuai dangan kebutuhan di lapangan. “ungkap Syaikhu.

Disoal pasangannya yang mantan perwira TNI ini, Syaikhu menjelaskan, ia sangat optimis utnuk buisa “memasarkan” Sudrajat khususnya di Kabupaten Pangandaran. menurutnya, tida terlalu sulit untuk memperkenalkan sosok Sudrajat, karena selama ini Sudrajat menjadi CEO di perusahaan Susy Air yang nota bene pemiliknya asli warga Pangandaran.

“Kiprah beliau di perusahaan milik Ibu Menteri Susi ini sudah banyak untuk masyarakat Pangandaran. “imbuhnya.

Begitu juga untuk masyarakat Jawa Barat, karena, lanjut Syaikhu, figur Sudrajat pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, tentunya sangat erat kaitannnya dengan masyarakat.

Ia juga mengatakan, pasangan Sudrajat- Syaikhu merupakan chemistry yang sudah berjalan lama antara Gerindra dan PKS, dan ingin tetap berdampingan. Bahkan kebersamaan ini diusung para ulama pasca pilkada Jakarta, mereka berkeinginan agar Gerindra dan PKS jangan sampai pecah. 

“Oleh karena itu kami sangat menjaga sekali koalisi ini. “jelas Syaikhu. 

Syaikhu berharap, masyarakat di Kabupaten Pangandaran dan umumnya warga Jawa Barat bisa bersama-sama mendukung pasangan Sudrajat- Syaikhu dalam perjuangan membangun jabar yang lebih baik. Khusunya untuk warga Pangandaran, Alloh telah melimpahkan keutamaannya dengan memberi keindahan alam yang sesungguhnya bisa lebih dikembangkan.

Ia menambahkan, Jajat Sudrajat asal Sumedang dan Ahmad Syaikhu dari Cirebon merupakan perpaduan yang harmonis yang bisa mewakili berbagai unsur.

“Kami berharap masyarakat bisa mendukung kami untuk sama-sama berjuang dan bekerja membangun Jawa Barat lebih baik. “pungkasnya. (hiek)

HARI INI BATAS AKHIR PENDAPTARAN PPL KABUPATEN PANGANDARAN

PARIGI-Pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan pemilu baik oleh masyarakat secara langsung atau petugas yang sudah ditunjuk sebagai pengawas pemilu.

Menurut salah seorang petugas di Panwaslu Kabuaten Pangandaran, Arif Trimayadi, pihaknya sekarang sudah mulai membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menjadi Pengawas Pemilu Lapangan (PPL/Panwaslu Des).

“Seluruh PPL tersebut nantinya berkedudukan di masing-masing desa di wilayah kecamatan. “terang Arif.(4/1)

Sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan,S.Ag, untuk Kabupaten Pangandaran dibutuhkan 93 PPL/ PanwasluDesa sesuai jumlah desa yang tersebar di 10 kecamatan, dan ini dibuka untuk umum warga Kabupaten Pangandaran.

Dalam rekrutmen PPL ini, lanjut Iwan, panwascam di tiap-tiap kecamatan yang akan menilai  secara objektif dan selektif, karena PPL nantinya akan menjadi ujung tombak pengawasan di tingkat desa. 

“Perekrutan PPL ini mulai dibuka tanggal 29 Desember 2017 dan ditutup pada tanggal 4 Januari 2018. “ungkap Iwan.

Iwan yang ditemui di ruang kerjanya lebih jauh mengatakan, hari kamis, 4 Januari 2018 sekarang merupakan hari terakhir penerimaan berkas persyaratan calon PPL di Kabupaten pangandaran,

Dikatakan Iwan, nantinya petugas PPL ini akan bertugas membantu tugas-tugas Panwascam untuk mengawasi penyelenggaraan Pilkada/Pilgub Jabar tahun 2018 di tingkat desa.

“Hari ini jam 00.00  merupakan batas akhir pendaptaran PPL, kecuali bagi peserta yang sudah mendaptarkan yang akan melengkapi persyaratan. “ imbuh Iwan.

Tapi apabila sampai batas waktu yang sudah ditentukan pendaftar tidak memenuhi kuota minimal 3 orang per desa, menurut Iwan, pihaknya akan memperpanjang waktu pendaptaran hingga tanggal 7 Januari 2018.

“Tapi kami berharap, mudah-mudahan pendaptar sudah bisa masuk sesuai kebutuhan karena pada tanggal 20 januari nanti, seluruh PPL sudah diberdayakan untuk melaksanakan pengawasan melekat untuk pencocokan dan penelitian yang dilakukan PPDP (Panitia Pemutakhiran Data Pemilih-red) sebagai underbow dari KPU. “pungkas Iwan. (Tn)

JEMBATAN CIPUTRAPINGGAN PANGANDARAN SIAP DIGUNAKAN TANGGAL 8 JANUARI

PANGANDARAN- Sejak ambruknya jembatan Ciputrapinggan di Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran tanggal Oktober  2016 lalu, diakui atau tidak telah menghambat dunia perekomian khususnya sektor pariwisata salah satu andalan Kabupaten Pangandaran.

Walau ada dua jembatan darurat sebagai jembatan alternartif jalan utama penghubung dari Pangandaran ke luar daerah dan sebaliknya, keberadaannya kurang efektif karena sering terjadi kemacetan dan antrian panjang kendaraan, terutama saat akhir pekan dan masa-masa liburan yang sering digunakan wisatawan untuk berlibur di obyek-obyek wisata yang ada di Pangandaran.

Setelah memakan hampir satu tahun lebih pembangunannya, kini jembatan tersebut direncanakan sudah selesai dn bisa digunakan tanggal 8 januari 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung pihak rekanan (PT Bangun Pilar Patroman) kepada Bupati pangandran, H. Jeje Wiradinata yang hampir setiap hari terus memantau proses pembangunannya.

Hasil pemantauannya ke lapangan yang terakhir, kata Jeje, ada kepastian dari pihak rekanan, jembatan baru Ciputrapinggan bisa selesai dan dan dapat digunakan tanggal 8 januari.

“Setelan proses pengecoran lantai jemabatan, tinggal pengerjaan pelapisan aspal hotmiks. “terang Jeje.(3/1) 

Jeje berharap, setelah jembatan yang merupakan urat nadi bagi perekonomian masyarakat Pangandaran bisa digunakan, maka arus lalu lintas dari dan ke Pangandaran pun akan kembali norma.

“Mudah-mudahan tidak aral melintang, sehingga proses pembangunan jembatan ini bisa selesai secepatnya. “kata Jeje. (hiek)

MUHASABAH MENJADI TUNTUNAN REMAJA

PANGANDARAN-Pada malam pergantian tahun kali ini yang diisi dengan acara Muhasabah Akhir Tahun 2017 di Masjid Al Istiqomah Pangandaran, merupakan solusi positif agar masyarakat awam, khususnya remaja, tidak terjebak dengan perayaan-perayaan yang sifatnya negatif dan menyesatkan.

Apalagi mengingat Pangandaran menjadi daerah tujuan wisata, sudah tentu banyak pengaruh-pengaruh dari luar daerah yang dikhawatirkan dapat menular pada tata kehidupan para remaja.

Demikian disampaikan Ustadz Zaenudin dalam ceramah keagamaan yang disampaikan pada acara malam  Muhasabah menyambut tahun baru 2018. (31/12)

“Tentunya kita tidak ingin para remaja kita hanyut pada acara hura-hura yang cenderung membawa kemaksiatan dalam acara malam pergantian tahun ini. “ungkapnya.

Kebiasaan-kebiasaan dari luar daerah bahkan mancanegara, lanjut Zaenudin, baik melalui pergaulan atau melihat langsung wisatawan yang berperilaku tanpa tuntunan agama, bisa saja merasuk pada pola kehidupan remaja jika tidak sigap dan membentengi diri dengan nilai-nilai keagamaan.

“Ya salah satunya melalui kegiatan ini, kita harus sepakat ini demi masa depan remaja sebagai generasi penerus kita. “imbuhnya.

JELANG PERGANTIAN TAHUN, BAWASLU RI RESMIKAN POJOK PENGAWASAN PEMILU PANGANDARAN

PARIGI-Untuk lebih meningkatkan kinerja pengawasan dalam pelaksanaan pemilu, menjelang pilkada serentak tahun 2018, berbagai program pengawasan terus digencarkan baik melalui beberapa kegiatan  sosialisasi yang digelar Panwaslu dan KPU Kabupaten Pangandaran atau sosialisasi di beberapa media.

Dengan forum pojok pengawasan telah resmi dibentuk dan di resmikan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat termasuk di Pangandaran. Forum ini menjadi pengawasan yang dilakukan menjelang tahun politik, penyelengaraan pilkada serentak 2018 dan pemilu serentak 2019 ( pemilu legislatif dan pemilu presiden), sekaligus menjadi pusat informasi central komunikasi terkait pengawasan kepemiluan yang menjadi program bawaslu pusat,

Seperti dikatakan salah seorang anggota Bawaslu RI, Mochamad Afifuddin S. Thi. Msi saat memberikan sambutan dalam peresmian pojok pengawasan di panwaslu Kabupaten Pangandaran, ia menegaskan, pojok pengawasan bisa memudahkan masyarakat mengakses informasi terkait hasil pengawasan yang dilakukan bawaslu kabupaten.

“Dan siapapun nantinya bisa mengakses seluruh kegiatan yang dilakukan panwaslu. “kata Afifuddin. (31/12/2017).

Peresmian pojok pengawasan yang dihadiri Bawaslu Provinsi, KPU Kabupaten pangandaran dan seluruh panwascam se-Kabupaten Pangandaran serta para stake holder pemilu, menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, sarana pojok pengawasan ini menjadi sangat penting sebagai media pengetahuan central komunikasi baik untuk peserta pemilu maupun masyarakat lainnya yang ingin mengetahui tentang pengawasan kepemiluan dan kegiatan kepemiluan lainnya.

“Pojok pengawasan ini diharapkan bisa menjadi pusat informasi yang dibutuhkan seluruh masyarakat. “ujarnya.

Hal senada disampaikan salah seorang komisiner Panwaslu Kabupaten Pangandaran sekaligus kordinator divisi pengawasan dan hubungan antar lembaga, Nursaeful. Menurutnya, pojok pengawasan adalah salahsatu program bawaslu untuk membuat titik koordinat masyarakat.

“Juga untuk pengawas pemilu dalam semangat pengawasan partisifatif serta menjadi central informasi kerjasama pengawasan antara pemilih dan pengawas pemilu. “terangnya. (Tn)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN