PANWASLU KABUPATEN GELAR BIMTEK BARENG KPU JAWA BARAT

BANDUNG-Untuk menjaga sinergitas  penyelenggara pemilu, KPU Provinsi Jawa Barat mengadakan bimbingan tekhnik (bintek) terpadu. Dengan bintek ini diharapkan dapat terwujud pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat tahun 2018 menjadi wahana edukasi demokrasi dan wisata politik bagi masyarakat.

Ada yang berbeda dalam persiapan dengan dengan pemilu pemilu sebelumnya, karena kali ini 2 lembaga penyelenggara pemilu, Panwaslu dan KPU duduk dlam satu ruangan mengadakan bintek, yang diselenggarakan di salah satu hotel di kota kembang bandung, untuk mengantisifasi setiap pelanggaran pada seluruh tahapan pemilu. Apalagi sekarang akan mulai memasuki tahapan pemutahiran data pemilih.(20/12)

Bintek yang diikuti dua institusi penyelenggara pemilu ini diikuti 1360 peserta. diantaranya dari KPU, PPK, bawaslu kabupaten dan panwaslu kecamatan.

hal ini tentunya sangat penting, karena untuk menyamakan persepsi antara pengawas dengan pelaksana pemilu, walaupun dalam hal ini KPU dan PPK merupakan sasaran pengawasan bawaslu kabupaten dan panwaslu kecamatan.

Seperti dikatakan salah seorang anggota bawaslu provinsi, H Wasikin, pihaknya sangat  mengapresiasi kegiatan ini serta pihaknya berharap KPU dan Bawaslu bisa mensukseskan pemilu yang akan di gelar 2018 mendatang.

Masih di temnpat yang sama, Ketua Panwaslu Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, Herdis, kepada PNews menyampaikan, kegiatan ini sangat positif sekali bagi panwascam dalam menghadapi tahapan pemutahiran data pemilih, karena bagaimanapun juga paswaslu dan PPK harus satu argumen dalam menyikapi regulasi yang ada.

“Sehingga nanti di lapangan tidak salah persepsi dalam pemahamannya.”katanya.

Terlepas positifnya kegiatan bintek yang diselenggarakan antara KPU dan Bawaslu ini, Herdis sangat menyayangkan bintek ini, karena menurutnya, kurang efektif waktu yang di gunakan oleh penyelenggara kegiatan sementara materi yang di sampaikan harus dipahami secara menyeluruh. (Tn)

BARU 72 %, PANGANDARAN MASIH TERENDAH DI JABAR DALAM ELEKTRIKPIKASI

PANGANDARAN-Dalam program Jabar caang, Kabupaten Pangandaran merupakan daerah yang paling rendah dalam elektrikpikasinya, baru mencapai 72 %.
Hal tersebut dikatakan manager Rayon PLN Pangandaran, Pilih Kondhang saat ditemui usai menyambut kunjungan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata di ruang kerjanya. (20/12)

Dikatakan Pilih, hasil pertemuannya dengan Bupati Pangandaran, untuk meminta bantuan pemda dalam menyediakan data daerah-daerah yang sampai sekarang masih belum terjangkau listrik PLN.

 “Dengan sinergi antara pemda dan PLN, diharapkan setelah kami mempunyai data daerah yang masih belkum ada listrik, secepatnya kami pun bisa melayani kebutuhan masyarakat pada listrik. “ kata Pilih.

Masih kata Pilih, di tahun 2018 nanti, duharapkan elektrikpikasi di Kabuopaten opangandaran bisa 100 %.
Pilih menambahkan, untuk kebutuhan listrik di desa-desa, mungkin samapi saat ini relative sudah terpenuhi. Tapi hingga ke dusun-dusun, masih banyak yang belum teraliri listrik PLN, dan itu tersebar di 10 kecamatan.

Disoal kebutuhan listrik di kawasan wisata, Pilih menjelaskan, pada masa-masa libur supply pasti akan bertambah, tapi itu bisa diantisipasi PLN dengan meminta bantuan dari Gardu Induk (GI) Banjar dan Karangnunggal untuk meningkatkan kehandalan lisr trik dan tambahan pasokan daya di tempat wisata.

Ditambahkan Pilih, pihaknya juga beberapa hari lalu meresmuikan SPLU ( Statsiun Penyedia Listrik Umum) di sekitar taman baulevar, pangung terbuka dan di tempat relokasi  PKL, intinya itu mendukung kekurangan listrik di tempat umum, hasil kerjasama PLN dengan Dinas pariwisata Pangandaran.

“Misal, selama ini di panggung terbuka kalau ada kegiatan biasanya menggunaka genset, sekarang sudah ada SPLU jadi tinggal ngisi token saja. “terangnya.

Selain itu, lanjutnya lagi, dukungan PLN terkait pariwisata Pangandaran, lokasi-lokasi wisata baru yang belum terlistriki tentunya pihak PLN akan support untuk mengalirkan listrik ke daerah tersebut.

“Seperti kemarin kami melakukan pemasangan listrik dan perluasan jaringan sekitar 500 meter ke lokasi wisata gua Regregan karena selama ini disana harus menggunakan genset. “imbuhnya.

Pilih juga mengatakan, kebutuhan listrik di Kabupaten Pangandaran tahun 2018 nanti, setelah seluruh infrastruktur terbangun, seperi RSUD, kantor pemerintah dan lainnya, akan mencapai 60 MVA (6 juta watt), karena jika melihat perkembangan Pangandaran yang pesat, maka kebutuhan listrik pun akan terus meningkat.

“Dan untuk sekarang, kebutuhan daya listrik di Kabupaten Pangandaran baru 21 MVA dengan 104.000 pelanggan. “imbuhnya lagi. (Anton AS)



BTN KCP PANGANDARAN LAYANI KREDIT RUMAH BERSUBSIDI

PANGANDARAN-Sejalan semakin berkembangnya laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pangandaran, sejumlah bank pun ramai-ramai membuka cabang sebagai respon menjawab peluang usaha perbankan.
Begitu juga sebaliknya, Pangandaran sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) tentunya sangat perlu pelayanan jasa perbankan.

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya saat membuka Bank BTPN Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pangandaran yang berlokasi di depan pasar Desa Pananjung.(20/12)

“Sekarang tambah lagi bank milik pemerintah, BTN,  saya kira ini akan menjadi suport yang luar biasa bagi kita. “kata Jeje.

Jeje menambahkan, BTN dengan fokus pada sektor perumahan tentu akan memberikan satu plihan alternatif untuk masyarakat jika ingin mempunyai rumah dengan cara dicicil, murah dan terjangkau.
Sebagai daerah baru, lanjut Jeje, kehadiran BTPN tentu akan membantu pengembangan ekonomi perbankan sebagai daerah pertumbuhan baru.

Dengan dukungan pemda untuk masalah perijin yang dipermudah, tidak usah dengan birokrasi yang berbelit-belit, sesuai aturan ynag berlaku, maka ijin bisa langsung keluar.

“Pokonya hari ini sampai ke saya, langsung diteken. “tegas Jeje.

Sementara menurut Kepala Kantor Wilayah I Bank BTN, Setya Wijayantara, melihat perkembangan Pangandaran yang luar biasa, tentunya dari sektor perbankan merupakan peluang untuk pengembangan usaha BTN di daerah baru.

“Perkembangan Pangandaran sangat luar biasa, saya pernah kesini beberapa tahun lalu, dan sekarang keadaannya jauh berbeda. “ungkap Setya.   

Setya menambahkan, dalam menyambut salah satu sektor yang tumbuh saat ini, sektor wisata, tentunya Pangandaran yang diberi anugerah Tuhan dengan alamnya yang indah, tentu ini akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, dan disitulah BTN berperan di sektor perumahan. 

“Hingga sekarang, untuk Pangandaran BTN sudah menyalurkan sekitar Rp 150 milyar, ini merupakan pergerakan ekonomi yang luar biasa. “imbuhnya.

 Tidak hanya untuk masyarakat lokal Pangandaran saja, menurut Setya, BTN pun melayani untuk pendatang yang ingin mempunyai tempat tinggal disini.

Masih kata Setya, selaras dengan program pemerintah, nawacita, kredit perumahan yang dikeluarkan BTN dengan uang muka 1 %, bunga 5 %  dan jangka waktu bisa 20 tahun.

“Jadi angsuran sangat murah sekali, rata-rata Rp700 ribu per bulan. “terang Setya.

Jumlah angsuran ini, lanjutnya, tentunya akan bisa terjangkau masyarakat luas, karena untuk sekarang ini biaya kost saja bisa mencapai Rp 500 ribu per bulan.

Jadi, imbuhnya, baik sektor nelayan atau profesi informal lainnya seperti PKL, semuanya bisa dilayani karena untuk model-model masyarakat berpenghasilan seperti nelayan, angsuran BTN sangat minim.

“Dan tentunya ini dibantu dengan program subsidi dari pemerintah, Rp 4 juta per unit. “jelas Setya.
 (Anton AS)

GUBERNUR JABAR KUNJUNGI KORBAN GEMPA PANGANDARAN

PANGANDARAN-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan datang mengunjungi beberapa korban gempa di Kabupaten Pangandaran.(20/12)

Dengan ditemani Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, Heryawan langsung melihat kondisi rumah warga dan mesjid di Desa Wonoharjo Kecamatan  Pangandaran yang menjadi korban guncangan gempa berkekuatan 6,9 SR yang berpusat di Tasikmalaya, Jabar, terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.47 WIB jumat lalu.(15/12)

Di depan sebuah mesjid, kepada sejumlah awak media Heryawan menyampaikan bela sungkawanya untuk seluruh korban terdampak di Pangandaran.

Sekarang masarakat, pemerintah, Polri dan TNI sigap untuk melakukan mitigasi penanggulangan bencana secara bersama-sama. Dan masyarakat terdampak pun kini sudah tertangani, begitu juga yang trauma tsunami sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Tinggal ada sejumlah rumah yang rusak berat, sedang dan ringan. “kata Heryawan.(20/12)

Untuk  yang rusak berat, jangan dihuni lagi dan sementara mungkin bisa tinggal di tempat saudara atau nanti dikordinasikan dengan pemda Pangandaran penangannya seperti apa.

“Insaalloh nantinya ada rehab rekon dari pemerintah, semua itu sedang kita bicarakan.  "Terangnya.

Disoal bagaimana penangannya, gubernur jabar menjelaskan, tentunya semua bertanggungjawab, baik dari kabupaten, propinsi dan pemerintahan pusat cq PNPB, dan tentunya ini akan menjadi bahsan bersama.

Lebih jauh Heryawan mengatakan, semua pihak harus bisa menyadarkan masyarakat bahwa masyarakat hidup berada di daerah yang rawan bencana. Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur dan Kabupaten Sukabumi, semuanya masuk dalam kawasan rawan bencana.

“Oleh karena itu, semua pihak harus sadar kita ada di kawasan rawan bencana sehingga segala langkah-lamglah kehidupan harus menyesuaikan, khusunya yang terkait dengan pembangunan. “katanya lagi.

Heryawan juga mengatakan, setelah melihat kondisi bangunan rumah yang roboh, ternyata rata-rata kondisi bangunannya tidak memenuhi standar.

Tugas pemerintah harus memberikan bimbinganterhadap masyarakat agar bila akan membangun, kordinasi dengan pemerintah yang menangani pembangunan, karena sekarang semuanya terbuka.

“Dan tentunya pemerintah pun harus rajin turun ke lapangan dalam memberikan bimbingan sehingga bangunan-bangunan itu nanti bisa standar, sesederhana apa pun. “imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas PKPBD Pangandara, H. Nana Ruhena mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mempunyai alat penghitung jumlah kerugian akibat bencana secara angka. Tapi, lanjutnya, kerugian terdampak baru bisa dihitung secara fisik bangunan saja.

"Untuk sementara ini kami hanya bisa menghitung berapa jumlah bangunan rusak berat, sedang dan ringan saja. "ungkapnya. (Anton AS)

AKIBAT GEMPA JUMAT LALU, RUANG GURU SMK NURUL HUDA AL GINA RUSAK PARAH

CIMERAK - Akibat gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter yang terjadi jum'at (15/12) sekitar jam 23.47 (versi BMKG) dengan pusat gempa berada di wilayah perairan laut Tasikmalaya menimbulkan banyak kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Pangandaran, salah satunya bangunan SMK Nurul Huda Al-Gina yang berlokasi di desa Batumalang Kecamatan Cimerak.

Menurut Kepala Desa Batumalang, Jaja, karena guncangannya saat itu dirasakan begitu keras sehingga mengakibatkan bangunan gedung sekolah, tepatnya di ruangan guru tersebut ambruk.

Masih kata Jaja, dari keterangan beberapa warga yang dekat lokasi kejadian, saat bangunan tersebut roboh  terdengar suara "bruuk" yang begitu keras.

Saat warga melihat sumber suara tersebut,  ternyata berasal dari bangunan kantor guru ambruk dengan atap dan gentingnya porak poranda menimpa ruangan tersebut.

“Karena terjadi malam harti, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa atau luka karena memang kalau malam ruangan itu tidak ada penghuninya. "ungkap Jaja.(20/12)

Ditambahkan Jaja, diperkirakan dari 38 bangunan yang rusak di Desa Batumalang, yang paling parah dialami SMK Nurul huda al gina.

Saat PNews melihat kondisi lokasi ruangan yang runtuh, Nampak puing-puing bekas reruntuhan tersebut masih berserakan. (AGE)

TP PKK DESA KEDUNGWULUH RAIH JUARA LOMBA UP2K KABUPATEN PANGANDARAN

PADAHERANG-Tim PKK Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang berhasil meraih juara pada lomba Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (UP2K) yang diselenggarakan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pangandaran dengan ketua Ny. Ida Nurlela Wiradinata, di hotel Rahayu 4 Pangandaran.(6/12)

Tim PKK Desa Kedungwuluh dengan menampilkan berbagai produk unggulan, seperti manisan buah Terong dan Tomat berhasil meraih angka tertinggi dari peserta PKK lainnya se-Kabupaten Pangandaran.
Dikatakan ketua TP PKK Kedungwuluh, Enan Yusmanah S.Pd, dengan kekhasan serta keunikan produk-produk yang ditampilkan timnya, ternyata bisa meraih juara pada lomba UP2K tingkat kabupaten.

“Ini merupakan prestasi ibu-ibu PKK Kedungwuluh yang akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. “ungkap Enan.

Enan pun atas nama warga Desa Kedungwuluh mengucapkan terimakasih kepada TP PKK Kabupaten Pangandaran yang telah memberikan kepercayaan mendapat prestasi sebagai bentuk kepercayaan pada produk hasil olahan ibu-ibu PKK Kedungwuluh.

Dengan prestasi juara ini, lanjut Enan, mudah-mudahan akan memberi semangat serta motivasi  untuk bisa lebih menciptakan kreasi-kreasi baru dalam pengolahan khususnya produk makanan yang berbahan baku hasil pertanian.

“Kami juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Ketua PKK Kabupaten Pangandaran dan tim juri yang telah memberi kepercayaan pada kami, semoga ini menjadi semangat baru untuk bisa lebih berinovasi lagi. “pungkasnya. (Nana Hoeruman)

WARGA DESA CIBANTEN MENUNGGU PERBAIKAN JALAN

CIJULANG - Infrastruktur jalan untuk semua desa menjadi prioritas utama di saat sekarang Pemda Kabupaten Pangandaran sedang giat-giatnya dalam melaksanakan pembangunan. Pasalnya, infra struktur jaklan yang bagus tentunya buisa mendorong serta mendukung roda perekonomian di pedesaan, seperti, dalam memasarkan hasil pertanian. Apalagi desa-desa yang berada di daerah pegunungan yang mayoritas warganya menggantungkan hidup dari hasil tani, salah satunya Desa Cibanten Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Menurut Sekertaris Desa Cibanten, warga sangat menunggu perbaikan jalan kabupaten yang ada di deanya, dari perbatasan Desa Cibanten, Cimindi hingga tembus ke Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak.

“Terutama akses jalan di depan kantor desa yang sampai saat ini masih rusak parah apalagi pada musim hujan seperti sekarang. “ujar Akung, sapaan akrabnya.(19/12)

Dikatakan Akung, sangat kontras sekali, disaat bangunan kantor desa sudah dibangun bagus, namun infrastruktur jalan di depan kantor desa masih jelek.

“Kami pun sering mendapat keluhan warga, kapan jalan ini akan diperbaiki. "katanya.

Di saat musim hujan tiba seperti saat ini, lanjut Akung, tidak jarang jalan berubah seperti paguyangan munding akibat jalan rusak tersebut sering dilalui kendaraan roda empat yang mengangkut hasil bumi dan kayu dari wilayah Cibanten.

"Artas nama pemerintahan Desa Cibante, kami berharap semoga tahun 2018 nanti bisa diperbaiki sesuai harapan warga, bisa memiliki jalan yang bagus", tandasnya. (AGE)

WARGA BERHARAPJALAN KABUPATEN MENUJU DESA KERTAYASA SEGERA DIPERBAIKI

CIJULANG - Desa Kertayasa, salah satu desa yang berada diwilayah Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu desa percontohan pada pengembangan dan pengelolaan BUMdes yang saat ini sering menjadi contoh oleh beberapa kabupaten, baik dari di Jawa Barat maupun dari luar Provinsi. Intinya, desa-desa di di kabupaten lain ingin melakukan study banding tentang kiat sukses BUMdes Gua Bau yang saat ini cukup sukses.

Namun sangat disayangkan, kedatangan kunjungan dari derah lain mengeluhkan akses jalan menuju Desa Kertayasa sampai saat ini masih rusak parah, sehingga saat pengunjung ingin melihat kantor desa pun terpaksa harus menbggunakan kendaran bak terbuka.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Kertayasa, Abdul Rohman kepada p-news, menurutnya,  infrastruktur jalan menuju desanya sepanjang 3 kilometer masih rusak parah dan sedikit agak sulit dilalui kendaraan roda empat, apalagi mobil sekelas sedan.

"Kami berharap kepada Pemkab Pangandaran untuk bisa mempercepat perbaikan jalan kabupaten menuju arah kantor desa, pasalnya, banyak tamu yang melakukan kunjungan dari kabupaten lain terkendala dengan akses jalan yang rusak saat ingin melihat dan bersilaturahmi ke kantor desa kami", ungkapnya.(18/12)

Dikatakankan Abdul Rohman, terkadang pihknya malu bila ada tamu berkunjung ke BUMdes Gua Bau yang berada di lokasi parkir obyek Wisata Green Canyon, lalu mereka melanjutkan kunjungannya ke kantor desa. Namun karena jalan rusak, terpaksa diangkut menggunakan kendaraan terbuka.

“Seperti waktu ada kunjungan dari Pemkab Wonosobo, Jawa Tengah dan Pemkab Sukabumi, Jawa Barat, mereka kami angkut dengan mobil bak. "terangnya.

Masih kata Abdul Rohman, begitu juga saat ada kunjungan bupati dari Pemkab Kebumen, Jawa Tengah, pihaknya merasa kebingungan karenakan kondisi jalan menuju kantor desa rusak.

“Kami pun selalu koordinasi dengan pihak Dinsos PMD, jika memang ada hal-hal di luar kemampuan kami. "imbuhnya.

Abdul Rohman berharap Pemkab Pangandaran bisa secepatnya merealisasikan perbaikan jalan menuju desanya untuk menunjang kunjungan yang akan melakukan study banding tentang  BUMDes Gua Bau.

"Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, mudah-mudahan tahun 2018 nanti bisa terealisasi. "pungkasnya.  (AGE)

UNTUK ANTISIPASI, DUA JEMBATAN ALTERNATIF CIPUTRAPUNGGAN KEMBALI DIPERBAIKI

PANGANDARAN-Menyambut arus kunjungan wisatawan yang akan berlibur menikmati malam penggantian tahun di obyek wisata Pangandaran, pengunjung tidak perlu khawatir karena Pemda Pangandaran sudah dari jauh-jauh hari mempersiapkan menjelang libur natal dan tahun baru yang setiap tahunnya menjadi buruan wisatawan dari berbagai daerah. Kordinasi lintas dinas dan pihak keamanan pun telah menggelar rapat kordinasi persiapan menyambut even satu tahun sekali ini.

Menurut Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, khusus mengenai jalur lalu-lintas darat, diperkirakan akan lancar-lancar saja.

“Ya kalau kemacetan di titik-titik tertentu seperti di persimpangan hal itu pasti terjadi karena memang volume kendaraan yang membludak harus bergantian dengan arus dari arah lain. “ungkap Jeje.

Disoal kesiapan jembatan Ciputrapinggan, Jeje mengatakan, pembangunan jembatan tersebut diharapkan bisa selesai sebelum malam tahun baru.

Jeje saat ditemui di jembatan Ciptrapinggan beberapa hari lalu juga mengatakan, jika memang pembangunan jembatan tersebut tidak selesai pada waktu yang telah ditentukan, masih ada dua jembatan cadangan sebagai alternatif yang sekarang sedang diperbaiki bantalan kayunya oleh CV Indah Savana.

“Saya yakin dengan kedua jembatan itu arus kendaraan bisa lancar walau pun tidak bisa dilalui dengan kecepatan tinggi. “terang Jeje.

Masalah beberapa hari lalu proses pembangunan jembatan Ciputrapinggan yang menemui kendala dengan ambruknya salah satu girder, kata Jeje, itu sudah langsung diantisipasi pengembang.

Masih kata Jeje, sebenarnya jika melihat kewenangan pembangunan jembatan Ciputrapinggan itu ada di pemerintah pusat karena memang anggarannya pun dari APBN. Tapi karena manfaat dari jembatan tersebut hampir sepenuhnya dinikmati masyarakat Pangandaran, maka ia pun hampir tiap hari melihat proses pembangunnya.

Walau itu bukan kewenangan pemda langsung, tapi sebagai kepala daerah, menurut Jeje, ia punya kewajiban moral untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Sudahlah, kita tidak usah sibuk mencari-cari kesalahan kesana-kemari, mendingan cari solusi terbaik untuk masalah-masalah kita. “tegasnya lagi. (hiek)

BAND JAMRUD DAN ARTIS IBU KOTA AKAN MERIAHKAN MALAM PERGANTIAN TAHUN DI PANGANDARAN

PARIGI-Untuk menyambut libur tahun baru 2018, sejumlah even akan digelar di obyek wisata pantai Pangandaran yang akan dimulai sejak tanggal 29 desember 2017dengan kegiatan seni, kegiatan keagamaan, pameran photo, pementasan musik religi, seni pengiring kajian islami, Senam jumba, lomba mewarnai, seni beluk, seni gondang, talkshow, seni kaloborasi etnis, seni  kudalumping, ronggeng gunung menjelang persiapan rekor muri.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Undang Sohbarudin pada rapat kordinasi (rakor) menyambut natal dan tahun baru di aula setda Pangandaran.(10/12)

“Dan puncak acara akan dimeriahkan konser musil dari grup band Jamrud, Utopia dan beberapa artis ibu kota. “kata Undang.

Dalam rakor yang dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati, H. Adang Hadari juga turut dihadiri Kajari Ciamis, Wakapolres, kasdim, Kantor kemeterian Agama POangandaran, anggita DPRD, kepala SKPD, para camat dan beberapa kepala desa, dibahs semua persiapan dalam rangka meyambut malam pergantian tahun yang biasa dipadadti pengunjung, baik wisatawan dari luar kota mau pun warga setempat.

“Di obyek wisata Batu Hiu pun pada malam tahun baru nanti akan digelar beberapa kegiatan seni. “tambah Undang.

Untuk suksesnya even tersebut, beberapa SKPD pun disiapkan, seperti Dinas kesehatan yang akan menurunkan sekitar 170 tenaga medis ditambah 24 dokter dan mobil ambulance yang akan ditempatkan di pos-pos kesehatan mukai dari Kecamatan Padaherang hingga obyek wisata Pantai Madasari kecamatan Cimerak.

Untuk menjaga lancarnya arus lalu-lintas, beberapa petugas dari Dinas Perhubungan pun akan ditempatkan pada titik-titik yang biasa menjadi simpul kemacetan, seperti di simpang tiga arah ke jawa Tengah di Kecamatan Kalipucang, jembatan Ciputrapinggan, Bunderan Merlin, Simpang Tiga arah menuju Obyek Wisata Batuhiu, Green Canyon dan di pertigaan arah menuju Pantai Batukaras

“Untuk lokasi parkir kita akan temopatkan di lapang Katapang Doyong, Pasar Wisata, Pantai barat dan jaklur menuju arah pantai Pamugaran. “terang Kepala Dinas Perhubungan, Drs. Saepuloh, M.Si.

Sementara untuk menjaga kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup akan menurunkan 117 personil kebersihan di setiap obyek wisata dengan sistim pengangkutan sampah yang akan dilakukan pada tengah malam menjelang dini hari. (anton AS)

BUPATI PANGANDARAN HADIRI PEMBUKAAN KCP BANK MANDIRI

PANGANDARAN-Sebagai lembaga keuangan sekaligus sebagai bank penyalur, Bank harus memiliki komitmen untuk mengutamakan kepuasan para nasabahnya sekaligus menekan angka kredit macet sehingga tidak ada alasan lagi bagi para nasabah untuk keberatan mengajukan kredit di bank.

Demikian dikatakan Buoati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata dalam sambutannya pada acara Pembukaan Kantor Canag Pembantu (KCP) Bank Mandiri Pangandaran.(14/12)

Menurut Jeje, contohnya seperti penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) salah satu bentuk kredit yang diberikan oleh bank untuk membiayai usaha produktif mikro, kecil, menengah dan koprasi yang layak atau feacible namun belum bankable dalam modal kerjanya.

“KUR mandiri juga bisa berupa kredit invertasi melalui pembayaran yang diberikan secara langsung maupun tidak langsung yang dijamin oleh lembaga penjamin kredit. “ungkap Jeje.
(Anton AS)

UNTUK MENGISI KEKOSOSNGAN KEPALA SEKOLAH DAN AUDITOR, BUPATI PANGANDARAN LANTIK 67 PNS

PARIGI-Bertempat di aula setda, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata melantik 67 orang PNS  terdiri dari 52 kepala sekolah dasar, 4  orang kepala sekolah SMP, 2 orang pengawas dan 9 orang auditor. (14/12)
Dalam sambutannya bupati mengatakan, pelantikan dan pengangkatan kepala sekolah karena  ada kekosongan auditor di inspektorat.

“Di era sekarang ini, lanjutnya,  tugas guru memang berat, apalagi Pangandaran merupakan daerah wisata tentunya membutuhkan peran inovasi dan kreatuipitas para guru dalam membentuk karakter peserta didiknya. “ungkap bupati.

Tantangan ini, lanjutnya, tentu harus disikapi dengan sabar serta tetap mengedepankan  ing ngarso sung tulodo - ing madio mangun karso - tut wuri handayani.

Bupati juga mengatakan, ia mencoba untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN  dan berwibawa.

“Kalau dulu-dulu, jangankan mau promosi atau ingin menjadi keoalka sekolah, mau pensiun saja harus pakai uang. “ tegas bupati.

Bupati menegaskan, untuk sekarang dan ke depan tidak boleh ada lagi pungutan dalam bentuk apapapun yang berkaitan bail itu mutasi, rotasi atau pun promosi jabatan.

“Dan jika hal ini masih terjadi, maka oknum yang melakukannya akan saya pecat. “tegasnya lagi.
(Anton AS)

IWAN M RIDWAN: ”APBD TAHUN 2018 MASIH FOKUS PADA 4 SKALA PERIORITAS”

Ketua DPRD Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd
PARIGI-Dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (RAPB) tahun anggaran 2018 beberapa waktu lalu, dan gambaran pendapatan dari RPABD 2018 sebesar Rp 889.435 milyar terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp. 142.125 milyar, Dana perimbangan Rp 615.265 milyar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 132.044 milyar.
Sedangkan jumlah belanja daerah Rp. 926.074 milyar sehingga terdapat selisih karena ada penbiayaan yang diambil dari silva anggaran tahun 2017 sebesar Rp 36.639 milyar, dan itu belum termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bantuan keuangan dari pemprop, sehingga APBD kabuoaten Pangandaran tahun 2018 sekitar Rp. 1,2 trilyun.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Iwan M Ridwan, S.Pd, M.Pd kepada para awak media usai mengikuti sidang paripurna pembahasan RPABD tahun 2018 di gedung DPRD.(20/11)

“RAPBD tahun 2018 masih tetap kita fokuskan di 4 perioritas, antara lain, pendidikan,  kesehatan, infrastruktur dan pariwisata, dan kami juga mendengar, menurut Pa bupati, karena keterbatas anggaran maka dipilih yang paling perioritas. “jelas Iwan.

Dalam pengalokasian APBD pada 4 skala perioritas tersebut, tahun 2018 juga masih tetap dalam pembahasannya untuk melanjutkan program-program tersebut. Karena dengan kebijakan itu, masyarakat pun sekarang sudah bisa menikmati pembangunan serta kebijakn lain yang seluruhnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Untuk infrastruktur, menurut Iwan, target pemda dengan DPRD inginnya 2018 bisa selesai, dalam arti penyelesaian jalan-jalan utamam, dengan status jalan kabupaten, jalan yang menghubungkan ibu kota kabupaten ke ibu kota kecamatan walau pun masih ada beberapa kendala karena memang dalam pembangunnya masih berharap bantuan dari pusat atau dari APBD propinsi.

“Tapi bantuan dari propinsi dan APBN melalui DAK, kadang-kadang tidak bisa kita prediksi. Kita mengusulkan Rp 500 milyar, tetapi hanya bisa turun Rp 200 milyar. “terang Iwan.

Jika melihat apa yang dilakukan Pemda Pangandaran, itu sudah luar biasa. Karena hampir tiap bukabn kadang minggu buoati ke pemerintahan pusat atau propinsi untuk mendapatkan tambahan pendapatan, khususnya untuk infrastruktur.

Disoal sudah berapa persen pengerjaan infrastruktur, Iwan mengatakan, hingga anggaran tahun 2017 ini sudah sekitar 70 % busa diselesaikan.

“Tapi ada beberapa jalan yang sampai tahun ini masih utuh belum tersentuh oerbaikan, seperti di Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang. “ungkap Iwan.

Antara lain, jalan dari Paledah ke Manganti itu dua trek, jalan Paledah-Sindang Mangunjaya dan Manganti-Sindang-Mangunjaya.

Jika selama 3 tahun ini seperti dibiarkan, itu sebenarnya bukan karena tidak ada niat untuk memperbaiki. Karena pada tahu 2014, BBWS sudah mengambil alih jalan itu. Menueut BBWS jakan tersebut merupakan jalan insfeksi BBWS.

Dan tadinya Pemerintahan Pangandaran berharap di tahun 2015, 2016 dan 2017 jalan itu dikerjakan BBWS, tapi saat kemarin DPRD mendampingi Pemda berkunjung ke BBWS di Banjar, BBWS terkesan kebingungan karena dari mulai kepala hingga bawahannya banyak orang baru yang tidak tahu bahwa itu tahun 2014 jaklan tersebut sudah diambil alih BBWS.

“Karena tadinya kami kan tidak mau tumpang tindih. “jelas Iwan lagi.

Lebih jauh Iwan mengatakan, kalau memang jalan itu sudah mau diambil alih BBWS, berarti pendanaanya dari APBN, dan otomatis akan muncul belanja modal dan asset di BBWS. Jadi kalau trek itu dibiayai Pemda Pangandaran, menurut Iwan, itu akan salah karena ada dua anggaran dari dua institusi untuk pengerjaan trek dan lokasi yang sama.

Dan pada pertemuan dengan BBWS beberapa waktu lalu, DPRD dan Pemda Pangandaran pun minta kepastian dari BBWS, karena selama ini menurut masyarakat itu kewajiban pemda Pangandaran.
Tapi sayangnya, lanjut Iwan, karena hampir seluruh pejabat di BBWS sekarang orang-orang baru, jadinya mereka pun seperti tidak tahu permasalahan dan terkesan bingung.

“Tapi Insa Alloh, walau pun bagaimana kami juga ingin ada kebijakan dari pemda untuk menganggarkan untuk perbaikan jalan tersebut, dan ini penting karena lokasi tersebut berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, otomatis jadi muka kita. “imbuhnya.

Iwan juga mengatakan, pada RAPBD tahun anggaran 2018, walau pun kecil tapi sudah dianggarkan untuk trek Manganti-Simpang Mangunjaya sebesar Rp.2,6 milyar. Sementara untuk Paledah-Simpang Mangunjaya dengan jarak sekitar 14 km, dari Manganti-Simpang-Mangunjaya itu sekitar 3,5 km, karena tekstur tanahnya labil dan tepat di sisi sungai citanduy, maka pengerjaanya pun harus menggunakan rabat beton.

“Sedang kita tahu, untuk 1 km rabat beton diperlukan biaya sekitar Rp 3 milyar sehingga dengan anggaran Rp 2,6 milyar mungkin itu untuk pengerjaan 1 km dari Manganti ke Sindang Mangunjaya karena kondisi jalan itu memang sudah sangat parah sekali. “jelasnya lagi.

Iwan menambahkan, sementara untuk perbatasan jalan Pangleseran-Cikohkol, Pangleseran – cibatu, Cibatu- Gunungkelir dan Gunungkelir-Citalahab tahun 2018 bisa selesai.

“dan untuk Cimerak-sindangsari, sindangsari-cikondang-cimedang, itu juga sudah selesai. “pungkas Iwan. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN