Forum Sosonoan Alumni MTsN Rarangjani Tasikmalaya Angkatan 2003, Gelar Halal Bihalal Open House

PANGANDARAN NEWS COM/TASIKNEWS - Alumni Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Rarangjami Tasikmalaya angkatan 2003, melalui Forum Sosononoan menggelar acara halal bihalal dengan konsep open house yang penuh keakraban di rumah Neng Rika. 

Dengan tema "Mempererat Tali Silaturahmi Antar Alumni" acara ini berhasil menghadirkan sebagian besar anggota alumni, termasuk mereka yang tinggal jauh dari daerah asal.

Beberapa alumni yang datang dari luar daerah, seperti Bandung dan Sodong Hilir rela menyempatkan waktu untuk bertemu sahabat lama setelah sekian lama tidak bertemu. 

Diantara yang hadir secara langsung adalah Rina, EMI, Desi, Lastri, dan Bu Rina. Seluruh peserta pun dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada Neng Rika yang telah dengan senang hati menyediakan tempat serta menciptakan suasana kebahagiaan yang tak akan terlupakan.

Meskipun tidak dapat menghadiri acara secara langsung, sejumlah alumni lainnya juga menyampaikan ucapan serta doa untuk kelompok. 

Seperti diungkapkan salah seorang alumni, Parid Zaelani, ia menyampaikan permintaan maafnya karena memiliki kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan. 

Begitu juga dengan Ivan yang sudah mulai bekerja di LG, sama mengucapkan maaf serta berdoa "Semoga grup Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami angkatan 2003 sing sarehat sadayana sing ageung rezeki.

Alumnus lainnya, Asep Ridwan memberikan semangat untuk kelompok agar tetap semangat dan grup Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami Tasikmalaya angkatan 2003 terus tetap menjalin silaturahmi antar alumni.

Sementara i Aji yang berada di Tangerang, menyampaikan ucapan maaf melalui telepon dengan harapan, semoga grup Forum Sosononoan Alumni MTSN Rarangjami angkatan 2003 kompak terus dan menjalin silaturahmi antar alumni.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Live CCTV Pantai Pangandaran 2026, Wisatan Bisa Pantau Secara Real-Time

PANGANDARANNEWS.COM - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran, kini menghadirkan layanan live pemantauan CCTV gerbang utama Pantai Pangandaran melalui laman resmi cctv.pangandarankab.go.id.

Inovasi ini bertujuan memberikan kemudahan akses informasi bagi wisatawan yang ingin memantau kondisi lalu lintas dan kepadatan kendaraan sebelum memasuki kawasan wisata, khususnya pada momen libur Lebaran 2026 yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.

Melalui layanan ini masyarakat dapat melihat secara langsung situasi terkini di pintu masuk Pantai Pangandaran, mulai dari arus kendaraan hingga tingkat kepadatan pengunjung. Fitur live streaming ini diharapkan dapat membantu wisatawan dalam merencanakan waktu kunjungan yang lebih nyaman dan efisien, sekaligus menghindari kemacetan.

Selain itu, data visual yang tersaji juga menjadi referensi penting bagi pelaku usaha dan pihak terkait dalam mengambil keputusan operasional selama masa liburan.

Kehadiran CCTV online ini, tentu menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik berbasis digital oleh Diskominfo Kabupaten Pangandaran.

Tidak hanya bagi wisatawan, layanan ini juga turut mendukung kebutuhan pemangku kepentingan lainnya seperti aparat keamanan, pengelola wisata, dan pemerintah daerah dalam memantau situasi secara real-time.

Diharapkan kedepannya titik-titik lokasi CCTV di area strategis lainnya akan terus ditambah secara bertahap, sehingga cakupan pemantauan semakin luas dan pelayanan informasi kepada masyarakat semakin optimal, aman, dan terpercaya.***

Aduh, Tumpukan Sampah Kembali Menumpuk Jalan RE Martadinata Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Gundukan sampah kembali menumpuk di salah satu jalur utama Jalan RE Martadinata

 Kota Tasikmalaya, tumpukan sampah tersebut tidak hanya memenuhi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersedia melainkan juga membentang ke pinggir jalan bahkan sebagian menutupi trotoar dan sisi jalan raya yang digunakan untuk lalu lintas.

Dari pantauan di lapangan, jenis sampah yang menumpuk sebagian besar adalah sampah organik, plastik, dan limbah lembaran yang belum sempat terangkut oleh petugas kebersihan. 

Kondisi ini tentu tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sarang penyakit jika tidak segera mendapatkan penanganan.

Meskipun Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya telah melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah secara berkala, namun masih ada kesenjangan antara volume sampah yang dihasilkan masyarakat dengan kapasitas pengangkutan serta manajemen limbah yang ada. 

Beberapa warga mengaku, tumpukan sampah in sering muncul kembali hanya beberapa hari setelah pembersihan dilakukan terutama menjelang akhir pekan atau setelah hari libur.

Permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya sudah lama menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang terus diperhatikan pemerintah kota, dengan harapan dapat menemukan solusi berkelanjutan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait.

Salah seorang masyarakat, Reni asal Kota Tasikmalaya, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kondisi sampah kota Tasikmalaya masih belum teratasi dengan baik. 

"Sejauh mana ketegasan pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup? kebanyakan acara bersih-bersih hanya sebatas seremonial saja, itu kenyataan," ujarnya. (26/0226)

Ia juga mengatakan bahwa masalah serupa terjadi di beberapa titik lain seperti Jalan Swaka, dan hal ini diperkirakan akan semakin parah usai Lebaran Idul Fitri 1447 H.

"Tentang kebersihan, sebaiknyaPemkot Tasikmalaya jangan hanya seremonial," tegasnya.(@nwarwaluyo)

Saat Liburan Lebaran 1447 H, Wisatawan Padati Pantai Padabumi Cimanuk Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pantai Padabumi yang berdekatan dengan Pantai Karangtawulan di Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi destinasi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan Hari Raya Idul Fitri 1447 H (2026). 

Terlihat wisatawan datang dari berbagai daerah, mulai dari Tasikmalaya hingga Bandung. 

Salah satu pengunjung asal Tasikmalaya, Surahman, mengaku terpukau dengan keindahan karang yang tersebar di sepanjang bibir pantai. 

"Pantai Padabumi sangat bagus, spotnya estetik sekali dengan karang-karang yang ada. Cocok untuk bersantai dan berfoto," ujarnya.(26/03/26)

Tak hanya itu, ungkap Surahman, akses menuju area atas yang menghadap Pantai Karangtawulan kini lebih mudah berkat adanya tangga yang telah dibangun sehingga membuat wisatawan dapat menikmati pemandangan laut yang lebih luas dari ketinggian.

Hal senada disampaikan salah seorang wisatawan rombongan asal Bandung, Eno, yang datang beramai-ramai bersama teman-teman juga memberikan apresiasi positif. 

Menurut Enok, liburan di sini sangat asik karena bisa menikmati pemandangan sambil menikmati segelas kopi. 

Meskipun berbeda dengan Pantai Pangandaran, imbuhnya, keindahan Pantai Padabumi tidak kalah menarik apalagi tiket masuknya murah meriah.

Sayang saat Pengantaran News akan wawancara dengan Ketua Pokdarwis Pantai Padabumi untuk mengetahui lebih dalam tentang pengelolaan dan potensi wisata pantai ini, pihak Pokdarwis wawancara tidak dapat terlaksana sedang sibuk menangani pengunjung yang semakin padat. (@nwarwaluyo)

Nahas, Seorang Pengendara Motor Di Pangandaran Tewas Tertimpa Dahan Pohon

Poto, ilustrasi 
PANGANDARANNEWS.COM - Nasib naas menimpa seorang pengendara motor, Dewi Safitri (23), warga Dusun Ciokong Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Ia tewas setelah tertimpa dahan kering pohon mahoni yang tiba-tiba patah dan menghantam tubuhnya di Jalan Raya Provinsi, Dusun Ciheras Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. (24/03/26) sekitar jam 23.00 WIB.

Dahan besar yang jatuh dari pohonnya langsung menghantam bagian kepala dan bahunya saat ia melaju seorang diri dengan sepeda motor di jalan yang mulai lengang, suara jatuhnya dahan terdengar hingga ke permukiman warga sekitar. 

Menurut salah satu pengguna jalan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, Arif, peristiwanya terjadi begitu cepat dan tanpa peringatan.

“Pohon itu memang sudah tua dan memang dikhawatirkan warga," ungkapnya.

Saksi mata lainnya, Ade Mustopa, menjelaskan, insiden maut itu terjadi tepat di wilayah Dusun Ciheuras, perbatasan RT 01/02 RW 01 Desa Sukaresik, dan saat itu korban berada persis di bawah pohon mahoni tua ketika dahan kering tiba-tiba patah dan menghantam tubuhnya.

Ade menambahkan, Korban pun kehilangan kendali dan sepeda motor yang dikendarainya bahkan masih sempat melaju liar sejauh kurang lebih 10 meter ke arah timur sebelum akhirnya terjatuh di depan gerbang masjid, warga yang mendengar suara benturan pun langsung berhamburan ke lokasi. 

"Namun nahas, saat ditemukan, kondisi korban sudah mengenaskan dengan luka serius di bagian kepala dan tubuh sehingga nyawanya pun tak tertolong," kata Ade.

Kejadian yang merenggut nyawa ini pun kontan memicu kemarahan warga, mereka menilai banyaknya pohon tua di sepanjang jalur nasional yang tak terawat menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan.

Atas nama warga Desa Ade pun dengan tegas meminta pemerintah tidak lagi berlindung di balik alasan birokrasi, karena keselamatan warga jauh lebih penting dibanding proses administrasi yang berlarut-larut.

“Kami warga Sukaresik memohon supaya ada pemangkasan dan jangan menunggu jatuh korban jiwa lagi, baru ada tindakan,” tegasnya.

Saat dihubungi lewat telepon selularnya, ketua Tagana Pangandaran, Nana Sumarna mengaku upaya pemangkasan pohon kerap terbentur persoalan izin dari pihak terkait termasuk dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

"Padahal, ujarnya, kondisi pohon-pohon tersebut sudah lama mengkhawatirkan," ucap Nana.(hiek)


Walau Tidak Merata, Tingkat Hunian Hotel di Pangandaran Naik Signifikan

PANGANDARANNEWS.COM -  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran mencatat, untuk tingkat hunian hotel  selama empat hari libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan.

Demikian disampaikan Ketua PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana, namun yang paling signifikan hanya di Pantai Barat Pangandaran saja yang kunjunganya memang paling tinggi dibanding objek wisata lainya.

Berdasarkan data dari PHRI Kabupaten Pangandaran, terang Agus, tingkat hunian hotel pada 21 hingga 24 Maret 2026 terus mengalami kenaikan. 

"Pada 21 Maret tercatat sebesar 52 persen, kemudian meningkat menjadi 63,3 persen pada 22 Maret 2026. Lonjakan tajam terjadi pada 23 Maret dengan angka mencapai 96 persen dan puncaknya pada 24 Maret yang menyentuh 98 persen," jelasnya.(24/03/26)

Agus mengatakan, tingkat hunian tertinggi ini terjadi di kawasan Pantai Pangandaran. Okupansi (tingkat hunian) yang mencapai hampir 100 persen hanya terjadi di Pantai Pangandaran, selain hotel, penginapan dan rumah warga juga banyak disewa oleh pengunjung.

Agus menyebut, anggota PHRI di Kabupaten Pangandaran tidak hanya berada di Pantai Pangandaran tapi tersebar di sejumlah destinasi wisata lain mulai Pantai Batukaras, Pantai Madasari, Parigi, dan Karapyak.

Namun untuk tingkat hunian di kawasan Pantai Karapyak masih sangat rendah, hanya mencapai sekitar 2 persen.

"Tentunya banyak kamar kosong, karena wisatawan umumnya hanya datang untuk beraktivitas di siang hari tanpa menginap," ungkapnya.

Namun Agus memprediksi, memproyeksikan tingkat hunian hotel di seluruh Kabupaten Pangandaran pada 25 hingga 28 Maret 2026 akan mengalami penurunan sebelum kembali meningkat.

"Pada 25 Maret diperkirakan 45 persen, lalu naik menjadi 50 persen pada 26 Maret. Tingkat hunian pada 27 Maret menjadi 68 persen, dan diprediksi mencapai 80 persen pada 28 Maret 2026," imbuhnya. (hiek)

Tiba Musim Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Sindangkerta

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pantai Sindangkerta merupqkan salah satu destinasi wisata pantai unggulan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali menunjukkan daya tariknya dengan dikunjungi sekitar seribu wisatawan pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 

Kondisi pantai yang aman, nyaman dan bersih, tentunya menjadi poin utama yang membuat lokasi ini diminati oleh wisatawan.

Seperti disampaikan Koordinator Wisata Pantai Sindangkerta, Dede, dukungan kolaboratif juga menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan wisata di sini agar terus bisa meningkatkan kualitas destinasi.

Dede mengaku, pihaknya pun terus berupaya agar Pantai Sindangkerta menjadi salah satu wisata favorit di Jawa Barat. 

"Dukungan penuh dari Koramil Cipatujah dan Polsek Cipatujah juga menjamin keamanan, sehingga wisatawan yang datang ke sini merasa aman dan nyaman," kata Dede.(24/03/26)

Sementara Ketua Komite Pengembangan Pariwisata (Kompepar) Sindangkerta, Wawan menyampaikan, rasa syukur karena pantai ini terus menjadi pilihan utama wisatawan. 

Ia juga bersyukur karena Pantai Sindangkerta saat ini terus diminati masyarakat yang ingin berlibur.

Namun, Wawan berharap adanya perhatian dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya terkait pembangunan Tempat Penunjang Wisata (TPT) yang sebelumnya roboh akibat abrasi.

Wawan mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana diharapkan akan membuat Pantai Sindangkerta semakin rapi dan menarik, bahkan mampu bersaing dengan destinasi wisata pantai ternama di Pangandaran.

"Semoga Pemkab Tasikmalaya segera melengkapi sarana dan prasarana disini," ungkapnya.

Salah satu pengunjung, Oji Koswara (37) menuturkan, Pantai Sindangkerta dengan suasana yang aman, nyaman, dan bersih sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga maupun kerabat.

"Kami sangat terkesan sekali dengan keindahan pantai Sindangkerta ini," ucapnya. (@nwarwaluyo)

 

 

 


Libur lebaran 1447 H, Obyek Wisata Pangandaran Dipadati Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM - Memasuki hari ketiga libur Lebaran 1447 HHH, obyek wisata Pantai Barat Pangandaran terus dipadati pengunjung. Kepadatan tersebut berdampak pada meningkatnya laporan orang hilang sementara, terutama anak-anak yang bermain di tepi pantai. Data petugas mencatat, lebih dari 40 anak dilaporkan terpisah dari orang tua.

Tidak hanya anak-anak, sejumlah wisatawan dewasa juga mengalami kejadian serupa. 

Salah satunya Radiansyah, wisatawan asal Rancaekek yang kehilangan adiknya berusia 16 tahun di sekitar Pos 3 Pantai Barat.

Menurut Radiansyah, kronologis peristiwa itu terjadi saat mereka berenang bersama keluarga. Adiknya yang bernama Risma sempat mencari anggota keluarga lain tetapi tidak kembali ke lokasi semula.

Saat ini, kata Radiansyah, ia masih melakukan pencarian dan sudah melaporkan kejadian tersebut kepada petugas yang berpatroli.

"Semoga petugas bisa segera menemukan adik saya," ungkapnya.(24/03/26)

Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Polres Pangandaran bergerak cepat melakukan penanganan. Semua petugas yang ada di setiap pos pengamanan pun secara rutin mengumumkan ciri-ciri wisatawan yang terpisah melalui pengeras suara.

terpisah, Kapolres Pangandaran, Ikrar Potawari menyampaikan, sebagian besar laporan berhasil ditangani dengan baik. Dan wisatawan yang terpisah pun dapat ditemukan kembali setelah dilakukan pengumuman identitas atau ciri-ciri melalui pengeras suara.

"Sebagai langkah antisipasi, kami dari Polri, TNI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta penjaga pantai terus meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan," terang Kapolres.

Selain itu, imbuh Kapolres, rambu larangan berenang berupa bendera merah juga diperbanyak di sepanjang garis pantai.

Kapolres juga mengimbau wisatawan khususnya orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak dan anggota keluarga lainnya di tengah keramaian guna menjaga keselamatan selama liburan.(hiek)


Masyarakat Belum Sadar, Sampah Rumahan Numpuk Saat Idul Fitri Di Sebuah Sudut Kota Tasik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi saluran air di salah satu kawasan Kota Tasikmalaya menjadi perhatian serius setelah ditemukan banyak sampah menumpuk dan menghambat aliran air, lokasi tersebut berada di dekat jembatan dengan tulisan iklan "Bubur Ayam Mang Aying" yang terpasang pada bagian atas struktur jembatan.

Tumpukan sampah ini berupa kantong plastik, serta berbagai jenis limbah padat lainnya yang menumpuk di permukaan dan pinggir saluran. 

Kondisi ini jelas tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan genangan air, penyumbatan saluran irigasi atau drainase, serta menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.

Hal ini tentu bertentangan dengan larangan tegas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumberdaya Air Wilayah Sungai Citanduy yang tercantum dalam papan petunjuk yang dipasang di lokasi strategis, melarang mendirikan bangunan di sepadan saluran irigasi dan membuang sampah ke saluran air lainnya. 

Berdasakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI Nomor 08/Prtn/2015,.Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 4 Tahun 2008 dan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 15 Tahun 2004. 

Menurut salah seorang warga yang sering melewati kawasan itu, Asep, kepada Pangandaran News menyampaikan, Dalam wawancara dengan Pangandaran News com, Asep – ia mengungkapkan kekhawatirannya yang semakin besar setelah musim liburan Idul Fitri.

Hingga saat ini, kata Asep, kenyataannya masih banyak yang membuang sampah ke aliran sungai.

"Apalagi di hari raya Idul Fitri ini sampah rumahahan semakin banyak numpuk di saluran sungai ini," kata Asep.(23/03/26)

Asep menyebut, sampai saat ini belum ada informasi resmi terkait upaya pembersihan yang akan dilakukan maupun tindakan penegakan hukum terhadap pelanggar. 

"Kondisi ini mengingatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sampah agar tidak mencemari sumber daya air dan mengganggu kenyamanan hidup warga, terutama pasca-perayaan besar yang biasanya menghasilkan lebih banyak limbah," ujar Asep.(@nwarwaluyo)

Penghapusan Biaya Ojek Odong-Odong dan Spot Baru Dorong Minat Wisatawan Kunjungi Wisata Panjalu

PANGANDARANEWS.COM/CIAMISNEWS – Wisata Situ Lengkong di Panjalu Kabupaten Ciamis, semakin menjelma sebagai destinasi favorit wisatawan di Jawa Barat. 

Pada tahun 2026, tercatat peningkatan jumlah kunjungan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Koordinator Wisata Panjalu, Teteng Supriatna menyampaikan, tahun ini menjadi tahun peningkatan bagi wisata Situ Lengkong.

Peningkatan minat wisatawan tersebut, kata Teteng, didorong oleh dua faktor utama. Pertama, dibukanya spot wisata baru yang memperkaya pilihan aktivitas bagi pengunjung dan kedua, penghapusan biaya untuk ojek odong-odong yang sebelumnya berlaku di kawasan Nusa Pakel membuat akses ke berbagai titik wisata menjadi lebih terjangkau tanpa beban biaya tambahan.

Diakui Teteng, kenaikan jumlah kunjungan tahun ini memang signifikan dan salah satu penyebabnya adalah tidak adanya beban ongkos untuk ojek odong-odong seperti dulu.

"Jadi wisatawan merasa lebih nyaman berkunjung. Ditambah lagi dengan adanya tempat wisata baru yang menarik." jelas Teteng.(23/03/26)

Untuk kedepannya, lanjut Teteng, pihak pengelola dan Koordinator Wisata Panjalu berharap dapat terwujud sinergitas yang lebih erat dan baik antara pemerintah Kabupaten Ciamis dengan pemerintahan desa setempat. 

"Karena dengan kolaborasi yang lebih kuat diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, pengelolaan kawasan, serta daya tarik wisata Situ Lengkong agar terus berkembang dan menjadi destinasi yang lebih baik bagi wisatawan dari berbagai daerah," ujarnya.(@nwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN